{"id":9922,"date":"2025-02-05T13:28:19","date_gmt":"2025-02-05T06:28:19","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=9922"},"modified":"2025-02-17T13:18:41","modified_gmt":"2025-02-17T06:18:41","slug":"kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal","title":{"rendered":"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png\" alt=\"Keadaan Ekonomi Demokrasi Liberal\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Demokrasi Liberal dikenal sebagai masa ketika Indonesia mengalami pergantian kabinet yang cukup sering. Tapi kira-kira, bagaimana ya kondisi ekonomi di masa Demokrasi Liberal? Yuk, simak<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-12\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> artikel Sejarah Kelas 12<\/a><\/strong> ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Duh, pengen\u00a0beli baju\u00a0tapi males ke mall. Beli di\u00a0online shop aja deh&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar dari kamu pasti\u00a0pernah beli barang secara online. Mudah sekali, ya jika ingin melakukan transaksi ekonomi saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, pernah terbayang nggak gimana kehidupan ekonomi Indonesia di masa-masa awalnya merdeka? Pastinya\u00a0nggak\u00a0semudah saat ini. Nah,\u00a0dalam artikel ini, kita akan membahas tentang perkembangan kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia di masa demokrasi liberal. Simak, yuk untuk tahu bagaimana kondisi ekonomi di masa itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Straat_met_winkels_in_de_Chinese_wijk_Glodok_Djakarta_TMnr_60044100.jpg\" alt=\"Suasana pertokoan dan kehidupan ekonomi Indonesia saat masa demokrasi liberal\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Suasana pertokoan di Indonesia di masa demokrasi liberal. (Sumber: kompasiana.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai \u201cnegara baru\u201d, Indonesia masih harus banyak belajar dalam berbagai hal agar negaranya semakin kuat. Salah satunya adalah dalam bidang ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di masa demokrasi liberal, sering terjadi perubahan kabinet yang ternyata berdampak pada kehidupan ekonomi Indonesia saat itu. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, ada beberapa kebijakan yang dilakukan antara lain:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Gunting Syafruddin<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu pikir program ini adalah menggunting uang kertas, salah. Salah\u00a0banget.\u00a0Kebijakan ini merupakan\u00a0<strong>pemotongan nilai uang<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Caranya dengan\u00a0memotong uang yang bernilai Rp2,50 ke atas hingga nilainya menjadi setengah.\u00a0Kebijakan ini dikeluarkan pada tanggal 20 Maret 1950 oleh Menteri Keuangan saat itu, Syafruddin Prawiranegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan ini dilakukan dengan cara<strong> menggunting uang kertas menjadi dua bagian<\/strong>, bagian kanan dan bagian kiri. Guntingan <strong>uang kertas bagian kiri tetap merupakan alat pembayaran yang sah dengan nilai separuh dari nilai nominal<\/strong> yang tertera, sedangkan guntingan <strong>uang kertas bagian kanan ditukarkan dengan surat obligasi pemerintah<\/strong> yang dapat dicairkan beberapa tahun kemudian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan ini dilakukan pemerintah guna mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat dan menambah kas negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sanering%20uangkuno_com%201.jpg\" alt=\"ilustrasi kebijakan gunting syafruddin\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ilustrasi kebijakan Gunting Syafruddin. Bagian kiri digunakan sebagai uang, bagian kanan bisa ditukarkan dengan obligasi. Djangan keliru, guys! (Sumber: kompas.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/sejarah-kebijakan-gunting-syafruddin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejarah Kebijakan Gunting Syafruddin<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eh, tapi kalau saat ini, kamu jangan coba-coba gunting uang kamu ya, guys. Bisa-bisa kamu kena denda atau bahkan dipenjara karena melanggar undang-undang. <em>Please<\/em>, jangan sampe&#8230;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Gerakan Benteng<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/top-files-simpan-gadget-game-console-yuk-main-bentengan-rnN9trAG0b.png\" alt=\"main benteng\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Kamu masih suka\u00a0main\u00a0benteng,\u00a0gak, guys? (Sumber: nasional.okezone.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah lagi, guys! Sistem ekonomi gerakan benteng bukan seperti benteng yang di atas, ya, catet!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem ekonomi gerakan benteng bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional. Program ini dicetuskan oleh Dr. Sumitro Djojohadikusumo, seorang ahli ekonomi Indonesia, yang dituangkan dalam program kerja Kabinet Natsir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pssst, beliau merupakan ayah dari Presiden Republik Indonesia ke-8, lho! Bapak Prabowo Subianto!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nama-presiden-indonesia-dari-masa-ke-masa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">8 Urutan Presiden Indonesia: Wakil, Kabinet &amp; Masa Jabatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Back to the topic<\/em>~ Pada dasarnya sistem ekonomi ini <strong>bertujuan untuk melindungi para pengusaha dalam negeri<\/strong> dengan <strong>cara memberikan bantuan berupa kredit dan bimbingan konkret<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar 700 pengusaha dalam negeri telah mendapat bantuan kredit dari pemerintah. Namun, <strong>program ini tidak berjalan dengan baik<\/strong> karena <strong>kebiasaan konsumtif yang dimiliki oleh pengusaha dalam negeri<\/strong>. Banyak yang menggunakan dana kredit tersebut untuk memenuhi kepentingan pribadinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sumitro-Djojohadikusumo-800x534.jpg\" alt=\"Sumitro Djojohadikusumo\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumitro Djojohadikusumo. (Sumber: kompasiana.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Sistem Ekonomi Ali Baba<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"\/mengenal-sistem-ekonomi-ali-baba\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sistem ekonomi Ali Baba<\/a><\/strong> diprakarsai oleh Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo menteri ekonomi pada masa <strong><a href=\"\/program-kerja-kabinet-ali-sastroamidjojo-1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabinet Ali I<\/a><\/strong>. Kabinet ini fokus pada <strong>kebijakan Indonesia dan mengutamakan kaum pribumi<\/strong>. Kata \u201cAli\u201d mewakili pengusaha pribumi dan \u201cBaba\u201d mewakili pengusaha Tionghoa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini berisi <strong>pemberian kredit dan lisensi pemerintah untuk pengusaha swasta nasional pribumi<\/strong> agar dapat bersaing dengan pengusaha nonpribumi. Namun, program ini gagal karena pengusaha pribumi masih miskin dibandingkan pengusaha nonpribumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/81T7nPcn8AL._SL1500_.jpg\" alt=\"Iskaq Tjokrohadisurjo\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo. (Sumber: wikiwand.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-demokrasi-liberal-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejarah Sistem Demokrasi Liberal di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa pemerintahan Kabinet <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pemilu-pertama-di-kabinet-burhanuddin-harahap\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Burhanudin Harahap<\/a><\/strong> dikirim seorang delegasi ke Jenewa, Swiss untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dengan Belanda. Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gde Agung tanggal 7 Januari 1956, <strong>adapun kesepakatan yang pada Finek<\/strong> adalah:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hasil KMB dibubarkan.<\/li>\n<li>Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral<\/li>\n<li>Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasilnya pemerintah Belanda tidak mau menandatangani sehingga Indonesia mengambil langkah secara sepihak. Pada tanggal 13 Februari 1956, Kabinet Burhanudin Harahap melakukan pembubaran Uni-Indonesia dan akhirnya tanggal 3 Mei 1956 Presiden Soekarno menandatangani pembatalan KMB.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Gerakan Asaat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan Asaat yang digagas oleh Mr. Asaat bertujuan <strong>melindungi perekonomian warga Indonesia asli dari persaingan dagang dengan pengusaha asing khususnya Tionghoa<\/strong>. Pada Oktober 1956, pemerintah menyatakan akan membuat lisensi khusus untuk para pengusaha pribumi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketidakstabilan politik dan ekonomi menyebabkan merosotnya ekonomi, inflasi, dan lambatnya pelaksanaan pembangunan. Pada awalnya, kabinet menekankan pada program pembangunan ekonomi jangka pendek kemudian dibentuk Badan Perancang Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bulan Mei 1956, biro ini menyusun RPLT. Kalau di saat ini, mungkin sebutan yang sering digunakan adalah Renstra (Rencana Strategis) mungkin, yaa&#8230;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">7. Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa <strong><a href=\"\/program-kerja-dan-kemunduran-kabinet-ali-sastroamidjojo-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabinet Ali Sastroamijoyo II<\/a>,<\/strong> terjadi ketegangan antara pusat dan daerah. Masalah tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan diadakan Munap adalah untuk <strong>mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang<\/strong>. Rencana tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>adanya kesulitan dalam menentukan prioritas.<\/li>\n<li>Terjadi ketegangan politik.<\/li>\n<li>Timbul pemberontakan PRRI\/ Permesta.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">8. Nasionalisasi Perusahaan Asing<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kebijakan-kebijakan yang diberlakukan pada warga negara Indonesia, perkembangan kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia di masa demokrasi liberal juga tidak lepas dari <strong>kehadiran perusahaan-perusahaan asing yang dijadikan menjadi milik pemerintah Indonesia<\/strong> atau lebih dikenal dengan nasionalisasi. Tahap ini dimulai sejak Desember 1958 dengan dikeluarkannya undang-undang tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa perusahaan asing yang dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia di antaranya adalah Bank Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij (Bank Dagang Negara), Bank De Nationale Handelsbank N. V (Bank Umum Negara), N.V Nederlandsche Handels Maatschappij (Bank Exim), Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij\/KNILM (Garuda Indonesia), dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pesawat%20knilm.jpg\" alt=\"pesawat knilm\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Pesawat KNILM. (Sumber: id.wikipedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">9. Nasionalisasi de Javasche Bank<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pernah jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta lalu pergi ke Museum BI (Bank Indonesia)? Bangunan tersebut punya sejarah yang panjang sebagai saksi kehidupan ekonomi bangsa. Dulunya gedung itu milik Belanda, tepatnya milik de Javasche Bank.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tanggal 19 Juni 1951, Kabinet Sukiman membentuk Panitia Nasionalisasi de Javasche Bank yang berdasarkan pada keputusan Pemerintah RI No. 122 dan 123. Pemerintah memberhentikan Dr. Houwing sebagai Presiden de Javasche Bank dan mengangkat Mr. Syafruddin Prawiranegara\u00a0sebagai Presiden de Javasche Bank yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tanggal 15 Desember 1951 diumumkan Undang-Undang No. 24 tahun 1951 tentang <strong>Nasionalisasi de Javasche Bank menjadi Bank Sentral<\/strong>, kemudian pada tanggal 1 Juli 1953, <strong>de Javasche Bank berganti menjadi Bank Indonesia<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/de%20javaniche%20bank.jpeg\" alt=\"de javaniche bank\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">de Javasche Bank di Batavia yang sekarang menjadi Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua Jakarta. Hayo, siapa yang pernah foto-foto di sini? (Sumber: kompas.com).<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu dia, guys, perkembangan kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia di masa demokrasi liberal. Selain di bidang ekonomi, dalam bidang lainnya pun Bangsa Indonesia sudah berkembang. Untuk tahu apa saja perkembangannya saat itu, kamu bisa belajar lewat video animasi di <strong><a href=\"\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.ruangguru.livestudents&amp;hl=id\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Abdurakhman. Pradono, A. Sunarti, L. Zuhdi, S. (2015) Sejarah Indonesia SMA\/MA\/SMK\/MAK Kelas XII. Jakarata: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ilustrasi suasana pertokoan Indonesia di masa demokrasi liberal [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompasiana.com\/lazuarlazuar\/583fc60df69273fe0ba9172a\/glodok-riwayatmu-doeloe (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ilustrasi kebijakan Gunting Syafruddin [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/03\/11\/100000569\/gunting-syafruddin&#8211;latar-belakang-tujuan-dan-dampaknya?page=all (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ilustrasi main benteng [Daring]. Tautan: https:\/\/nasional.okezone.com\/read\/2017\/05\/04\/337\/1683274\/top-files-simpan-gadget-game-console-yuk-main-bentengan (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto Sumitro Djojohadikusumo [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompasiana.com\/tahersaleh\/59477a42ff2405060f52bed2\/buku-buku-pilihan-prof-sumitro (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo [Daring]. Tautan: https:\/\/www.wikiwand.com\/id\/Daftar_Menteri_Dalam_Negeri_Indonesia (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto Pesawat KNILM [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/8\/84\/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Opening_van_de_eerste_luchtlijn_van_de_K.N.I.L.M._op_Semarang_en_Bandoeng_in_november_1928_op_vliegveld_Tjililitan_bij_Batavia_Java_TMnr_10010932.jpg (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto de Javasche Bank di Batavia [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/07\/05\/134503269\/apa-itu-oktroi-dalam-de-javasche-bank?page=all (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Artikel ini diperbarui pada 5 Februari 2025.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demokrasi Liberal dikenal sebagai masa ketika Indonesia mengalami pergantian kabinet yang cukup sering. Tapi kira-kira, bagaimana ya kondisi ekonomi di masa Demokrasi Liberal? Yuk, simak artikel Sejarah Kelas 12 ini! &#8212; &nbsp; &#8220;Duh, pengen\u00a0beli baju\u00a0tapi males ke mall. Beli di\u00a0online shop aja deh&#8221;. Sebagian besar dari kamu pasti\u00a0pernah beli barang secara online. Mudah sekali, ya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":9922,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1739772980:1"],"_wp_old_date":["2018-05-07"],"_aioseo_title":["9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal"],"_aioseo_description":["Seperti apa kehidupan ekonomi di Indonesia pada masa Demokrasi Liberal? Ada kebijakan ekonomi seperti Gunting Syafrudin, Gerakan Benteng, dan sebagainya."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Kebijakan Ekonomi Demokrasi Liberal"]},"categories":[520,526],"tags":[76,10,259,37],"class_list":["post-9922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xii","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demokrasi Liberal dikenal sebagai masa ketika Indonesia mengalami pergantian kabinet yang cukup sering. Tapi kira-kira, bagaimana ya kondisi ekonomi di masa Demokrasi Liberal? Yuk, simak artikel Sejarah Kelas 12 ini! &#8212; &nbsp; &#8220;Duh, pengen\u00a0beli baju\u00a0tapi males ke mall. Beli di\u00a0online shop aja deh&#8221;. Sebagian besar dari kamu pasti\u00a0pernah beli barang secara online. Mudah sekali, ya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-05T06:28:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-17T06:18:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\"},\"author\":{\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"headline\":\"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12\",\"datePublished\":\"2025-02-05T06:28:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-17T06:18:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\"},\"wordCount\":1286,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png\",\"keywords\":[\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah XII\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\",\"name\":\"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png\",\"datePublished\":\"2025-02-05T06:28:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-17T06:18:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Demokrasi Liberal dikenal sebagai masa ketika Indonesia mengalami pergantian kabinet yang cukup sering. Tapi kira-kira, bagaimana ya kondisi ekonomi di masa Demokrasi Liberal? Yuk, simak artikel Sejarah Kelas 12 ini! &#8212; &nbsp; &#8220;Duh, pengen\u00a0beli baju\u00a0tapi males ke mall. Beli di\u00a0online shop aja deh&#8221;. Sebagian besar dari kamu pasti\u00a0pernah beli barang secara online. Mudah sekali, ya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-02-05T06:28:19+00:00","article_modified_time":"2025-02-17T06:18:41+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal"},"author":{"name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"headline":"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12","datePublished":"2025-02-05T06:28:19+00:00","dateModified":"2025-02-17T06:18:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal"},"wordCount":1286,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png","keywords":["Kelas 12","Konsep Pelajaran","Sejarah XII","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal","name":"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png","datePublished":"2025-02-05T06:28:19+00:00","dateModified":"2025-02-17T06:18:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/975597d5-bb60-4802-8a1c-3fad9a107063.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/kehidupan-ekonomi-bangsa-indonesia-di-masa-demokrasi-liberal#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"9 Kebijakan Ekonomi Indonesia di Masa Demokrasi Liberal | Sejarah Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9922"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22149,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9922\/revisions\/22149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}