{"id":9751,"date":"2024-10-04T07:24:23","date_gmt":"2024-10-04T00:24:23","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=9751"},"modified":"2024-10-07T02:39:16","modified_gmt":"2024-10-06T19:39:16","slug":"reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia","title":{"rendered":"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png\" alt=\"Reformasi Gereja\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Reformasi Gereja maksudnya apa, sih? Yuk simak pengertian, latar belakang, faktor-faktor, proses terjadinya, tokoh-tokoh, serta pengaruh dari Reformasi Gereja di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\">artikel Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong> ini.\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guys, kamu masih ingat bagaimana lahirnya kepercayaan Buddha? Buddha lahir sebagai bentuk ketidaksetujuan Siddharta Gautama terhadap sistem karma dalam Hindu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mirip seperti Buddha, sekitar abad ke-16 terjadi Reformasi Gereja di Eropa. Dapat dikatakan, Reformasi Gereja menandakan lahirnya agama Protestan, yang merupakan bentuk dari ketidaksetujuan kepada gereja Katolik saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya kamu makin paham tentang proses lahirnya agama Protestan, kamu boleh simak pengertian dari Reformasi Gereja terlebih dahulu, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Reformasi Gereja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu masih ingat tentang masa Renaissance,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kan? Masa cerah yang \u201cdibawa\u201d oleh Renaissance turut berkontribusi terhadap munculnya semangat baru bagi seluruh Eropa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ternyata, kemajuan ini tidak hanya membawa perdamaian bagi kebanyakan masyarakat Eropa, tapi juga memiliki andil dalam perpecahan di Gereja (Katolik).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh, &amp; Pengaruhnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perpecahan tersebut dipicu oleh Reformasi Gereja (ada juga yang menyebutnya sebagai Reformasi Protestan).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reformasi Gereja adalah sebuah <\/span><strong>gerakan pembaharuan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap Gereja Katolik Roma. Pembaharuan tersebut mencakup ajaran, praktik, hingga struktur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reformasi Gereja terjadi di <\/span><strong>Jerman <\/strong>pada tahun <strong>1517<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang ketika itu merupakan bagian dari Holy Roman Empire.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, seperti apa ya latar belakang dari terjadinya Reformasi Gereja?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Latar Belakang Reformasi Gereja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada abad ke-14, seorang raja Prancis, yaitu Raja Philip IV yang memerintah antara tahun 1285\u20131314 memiliki ambisi untuk memusatkan seluruh kekuasaan di tangannya. Ia menegaskan bahwa tidak ada kekuasaan lain, termasuk Paus, berhak ikut campur dalam pemerintahan Prancis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, Raja Philip IV dijuluki <\/span><em>Philip the Fair<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Julukan ini secara tidak langsung merupakan \u2018sindiran\u2019 karena penampilannya yang tampan justru bertolak belakang dengan sifat buruknya selama memimpin kerajaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raja Philip IV juga meminta klerus atau golongan rohaniwan agar membayar pajak kepada negara. Padahal, sejak berabad-abad, gereja dibebaskan dari membayar pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan tersebut akhirnya memicu konflik antara Raja Philip IV dengan Paus Bonifasius VIII. Paus pun mengeluarkan<\/span><em> bulla<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">(surat keputusan) yang melarang raja memungut pajak pada klerus tanpa persetujuan Paus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Raja Philip IV<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kemudian membalasnya dengan <\/span><strong>melarang gereja dan negara mengirim derma<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(atau pemberian berupa uang atau barang kepada yang membutuhkan)<\/span> <strong>apapun ke Roma<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tempat Paus berkuasa. Hal tersebut berakibat pada krisis keuangan yang melanda Roma.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat terjadi krisis keuangan, <\/span><strong>Paus Bonifasius VIII<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> mengumumkan tahun 1300 sebagai tahun <\/span><em><strong>Jubilee<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, atau tahun khusus untuk pengampunan dan penghapusan dosa yang disebut <\/span><strong>indulgensi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7a32067f-6e57-4dd9-a8ec-dcb287b9d188.png\" alt=\"Paus Bonifasius VIII\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap <\/span><strong>surat pengampunan dosa<\/strong> yang akan digunakan <strong>harus dibayar dengan derma<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sejak saat inilah, praktik \u2018jual-beli\u2019 surat pengampunan dosa terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, Roma terbebas dari krisis ekonomi dan hasil penjualan surat pengampunan dosa dipergunakan untuk membiayai Perang Salib, membangun gedung-gedung gereja yang megah, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat nih guys, latar belakang yang barusan dijelaskan, terjadi sekitar satu sampai dua abad sebelum Reformasi Gereja benar-benar terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibaratnya, kisah di atas merupakan \u2018bibit\u2019 dari ketidaksetujuan banyak pihak, tentang praktik yang dijalankan Gereja Katolik selama ratusan tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, kenapa sih Reformasi Gereja ini bisa terjadi?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum kamu lanjut cari tau tentang faktor munculnya Reformasi Gereja, kamu bole <em>lho\u00a0<\/em>gabung di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\">Ruangguru Privat Sejarah<\/a><\/strong> untuk tahu dan belajar lebih dalam dari para ahlinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Faktor Munculnya Reformasi Gereja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa faktor nih yang memicu terjadinya Reformasi Gereja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Gereja dianggap melakukan penyimpangan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disebutkan di atas yaa, kalau pada agama Katolik, ada yang disebut <\/span><strong>indulgensi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau pengampunan dosa. Pada masa itu, gereja melakukan praktik<\/span><strong> jual beli <em>aflat<\/em><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, atau surat pengampunan dosa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jual beli surat pengampunan dosa inilah yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran gereja. Transaksi terkait pengampunan dosa kemudian ditentang oleh Martin Luther, seorang pastor dari Jerman yang menjadi pelopor gerakan Reformasi Gereja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya secara garis besar, Luther tidak menolak prinsip pengajaran tentang indulgensi, tapi ia menentang penerapannya karena adanya transaksi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tumbuhnya peran negara<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama Abad Pertengahan, pemerintah dalam suatu negara dibayang-bayangi oleh kekuasaan gereja. Pada masa itu, Paus Bonifasius VIII mengeluarkan <\/span><em>bulla Unam Sanctam<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">yang menyatakan bahwa kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi ada di tangan Paus, dan para raja adalah bawahan Paus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, pada Abad Pertengahan, gereja membawahi banyak kerajaan di Eropa. Tapi, pada abad ke-14, mulai timbul keinginan dari negara-negara untuk menjalankan pemerintahan dengan lebih independen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Semakin berkembangnya tradisi intelektual<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Antara pertengahan abad ke-14 dan menjelang awal abad ke-15, mulai adanya ketidakpuasan terhadap gereja dari kalangan internal gereja itu sendiri. Misalnya seperti <\/span><strong>John Wycliffe <\/strong>dan <strong>Jan Hus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang merupakan dua orang pendeta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pada masa Renaisans, muncul golongan pemikir yang mulai mempertanyakan otoritas gereja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, seperti apa ya proses terjadinya Reformasi Gereja?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Proses Terjadinya Reformasi Gereja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan Reformasi Gereja diawali ketika Martin Luther memaku <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">95 dalil di depan pintu atau tembok Gereja Wittenberg di Jerman. Secara garis besar, ke-95 dalil tersebut berisi kepercayaan, doktrin, dan praktik dalam Gereja Katolik yang menurut Luther, harus segera direformasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam 95 dalil, terdapat daftar penyimpangan yang terjadi di lingkungan gereja, termasuk para pejabatnya mulai dari imam, uskup, kardinal, sampai Paus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, 95 dalil yang diinisiasi Luther tidak digubris oleh pihak gereja. Justru pemikiran Luther dianggap sesat.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Martin%20Luther%20memaku%2095%20dalil%20kritiknya%20pada%20dinding%20gereja.jpg\" alt=\"Martin Luther memaku 95 dalil kritiknya pada dinding gereja\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em><span style=\"background-color: transparent;\">Lukisan ilustrasi karya Ferdinand Pauwels ini menggambarkan Martin Luther yang sedang memaku kritiknya ke pintu Gereja Katolik Roma di Jerman.<\/span> (Sumber: Wikimedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luther bahkan diminta untuk mencabut ke-95 dalilnya oleh Paus Leo X dan Kaisar Charles V (Karl V) karena dianggap menyimpang. Tapi, Luther menolak permintaan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada <\/span><strong>18 April 1521<\/strong>, sebagai bentuk penolakannya, Luther memulai <strong>Gerakan Protestan<\/strong>. Gerakan Protestan menginginkan ajaran agama <strong>dilaksanakan sesuai dengan Alkitab<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan inilah yang menandai lahirnya <\/span><strong>Kristen Protestan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan karena dibawa oleh Martin Luther, maka ajarannya disebut<\/span><strong> Lutheran<\/strong><b>.\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses terjadinya Reformasi Gereja ini juga tidak terlepas dari peran para tokoh-tokoh Reformasi Gereja yang akan dibahas setelah ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tokoh-Tokoh Reformasi Gereja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut tokoh-tokoh yang berperan dalam gerakan Reformasi Gereja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Martin Luther<\/span><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat dikatakan,<\/span><strong> Martin Luther <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan pelopor gerakan Reformasi Gereja. Sebelumnya, beliau adalah seorang pastor dan profesor di Universitas Wittenberg, Jerman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, dirinya melihat ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama dalam Gereja Katolik. Misalnya seperti praktik jual-beli surat pengampunan dosa yang sudah kita bahas sebelumnya. Seharusnya, pengakuan dosa bukanlah hal yang diperjualbelikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam gerakannya, Martin Luther terus gigih dalam melakukan reformasi. Selain menolak kehadiran Paus dalam kekuasaan negara, <\/span><strong>dirinya juga berani menentang anggapan bahwa Alkitab hanya boleh dibaca dan ditafsirkan oleh para rohaniwan<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Martin Luther yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan kesetaraan menolak gagasan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, semua orang yang mengimani Katolik sebagai agamanya, berhak untuk membaca Alkitab. Akibatnya, ia menerjemahkan sendiri Alkitab ke dalam Bahasa Jerman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Luther juga memanfaatkan <\/span><strong>mesin cetak<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang ditemukan oleh <\/span><strong>Gutenberg<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk memperbanyak ide-ide reformasi yang ia tuliskan. Hasil cetakannya itu juga disebar ke wilayah lain dengan cepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada perkembangannya, kaum protestan lebih banyak di Eropa bagian utara, sementara kaum Katolik mendominasi di Eropa bagian selatan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/19e61f10-99b1-41d6-94e6-6a149b57614b.png\" alt=\"Ulrich Zwingli\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Ulrich Zwingli<\/span><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ulrich Zwingli merupakan seorang pastor asal Zurich, Swiss. Ia mengadakan gerakan Reformasi Gereja pada tahun 1523 di kota asalnya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan yang diinisiasi Zwingli dapat dikatakan radikal. Ia tidak setuju dengan tradisi puasa sebelum perayaan Paskah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ia mencatat adanya korupsi dalam hierarki gereja. Zwingli juga mempromosikan pernikahan klerikal, melarang pemasangan gambar di gereja, serta melarang musik dalam kebaktian.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ajaran Zwingli kemudian menyebar ke wilayah lain di Swiss dan Jerman Selatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">John Calvin<\/span><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">John Calvin merupakan seorang pastor dan teolog asal Prancis, yang kemudian melarikan diri ke Swiss. Ia memutuskan memisahkan diri dari Gereja Katolik setelah terjadi kekerasan terhadap Protestanisme di Prancis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1536, ia menerbitkan buku <\/span><em>Institutio (Institutes of Christian Religion)<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia juga melakukan reformasi di Jenewa, Swiss, yang sebelumnya sempat dilakukan oleh William (Guillaume) Farel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajaran yang dibawa oleh John Calvin disebut sebagai <\/span><strong>Calvinisme<\/strong>. Calvinisme pun segera berkembang ke seluruh Eropa dan menyebabkan pergolakan politik, seperti perang agama di <strong>Prancis<\/strong>, revolusi <strong>Belanda<\/strong> yang membebaskan penjajahan Spanyol, kemerdekaan <strong>Skotlandia<\/strong> dari pengawasan Inggris, gerakan Reformasi Gereja di <strong>Irlandia<\/strong>, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/135e49af-5de4-4c53-8b38-f016edb16a17.png\" alt=\"John Calvin\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Henry VIII<\/span><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Henry VIII merupakan raja Inggris yang menjabat sejak tahun 1509\u20131547. Henry VIII menginisiasi gerakan Reformasi Gereja yang ditandai dengan pendirian gereja <\/span><strong>Anglikan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">karena penolakannya terhadap supremasi Paus atas gereja-gereja Inggris.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu, penyelewengan yang terjadi di gereja tidak bisa diadili dan dihukum di pengadilan. Paus juga mudah mengintervensi urusan politik dalam negeri. Dalam hal ini, raja tidak memiliki kendali terhadap apa yang dilakukan oleh Paus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping itu, Henry VIII juga tidak setuju dengan ketentuan Paus yang melarang perceraian. Saat itu, Henry VIII bermaksud menceraikan istrinya, Catherine of Aragon, sebelum kemudian menikahi Anne Boleyn.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, makasih loh buat kamu yang masih menyimak sampai sini! Setelah kamu memahami mulai dari pengertian hingga tokoh-tokoh Reformasi Gereja, sebentar lagi kamu akan mengetahui tentang pengaruh Reformasi Gereja, nih!<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengaruh Reformasi Gereja<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reformasi Gereja memiliki pengaruh di beberapa bidang, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Bidang Agama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang agama, Reformasi Gereja berpengaruh pada <\/span><strong>munculnya aliran-aliran Kristen<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Eropa, misalnya seperti <\/span><strong>Lutheran<\/strong>,<strong> Calvinis<\/strong>, dan<strong>Anglikan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Bidang Politik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang politik, Reformasi Gereja berdampak pada dua hal. Pertama, <\/span><strong>memperlemah pengaruh Gereja Katolik<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dalam pemerintahan. Akibatnya, peran negara semakin kuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, menguatnya peran negara menyebabkan munculnya <\/span><strong>sekularisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu pemisahan urusan agama dari pemerintahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Bidang Sosial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang sosial, perbedaan agama yang dihasilkan Reformasi Gereja memicu <\/span><strong>gesekan dalam masyarakat<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang sering berakhir dengan <\/span><strong>perang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, di Holy Roman Empire, sang kaisar menganut Katolik, tapi banyak rakyatnya yang menganut Protestan. Hal ini kemudian menjadi salah satu latar belakang terjadinya\u00a0 <\/span><strong>Perang 30 Tahun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(1618\u20131648) di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, oleh karena itulah hingga saat ini, agama Protestan termasuk salah satu agama besar di dunia, berdampingan dengan Katolik. Oke guys, itulah materi tentang latar belakang Reformasi Gereja, tokoh-tokoh yang berperan, faktor kemunculan, hingga pengaruhnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengetahui tentang sejarah Reformasi Gereja dan bagaimana lahirnya agama Protestan, kita juga harus belajar dan kita harus tetap gigih untuk memperjuangkan keinginan kita. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu juga bisa mempelajari materi tentang Reformasi Gereja\u00a0 lewat video di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar?shortlink=eaff0eb9&amp;pid=blog&amp;source_caller=ui\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">guys!<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar?shortlink=eaff0eb9&amp;pid=blog&amp;source_caller=ui\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fa35f784-7402-446e-859e-36b5510cd4d8.jpeg\" alt=\"Ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Calvin dan Calvinisme: Pengaruhnya terhadap Peradaban Manusia (Bagian 1) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">[daring]. Tautan: https:\/\/www.buletinpillar.org\/kehidupan-kristen\/calvin-dan-calvinisme-pengaruhnya-terhadap-peradaban-manusia-bagian-1 (Diakses: 6 September 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hapsari, Ratna dan Adil M. (2017) <\/span><em>Sejarah untuk SMA\/MA Kelas XI Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Jakarta: Erlangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik Martin Luther atas Gereja Katolik Melahirkan Protestanisme <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">[daring]. Tautan: https:\/\/tirto.id\/kritik-martin-luther-atas-gereja-katolik-melahirkan-protestanisme-czj9 (Diakses: 6 September 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpecahan Katolik dan Protestan yang Berujung Intoleransi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">[daring]. Tautan: https:\/\/tirto.id\/perpecahan-katolik-dan-protestan-yang-berujung-intoleransi-cDDL\u00a0 (Diakses: 6 September 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reformation [daring]. Tautan: https:\/\/www.britannica.com\/event\/Reformation (diakses: 6 September 2023)<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Henry VIII [daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Henry_VIII#\/media\/File:After_Hans_Holbein_the_Younger_-_Portrait_of_Henry_VIII_-_Google_Art_Project.jpg <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 6 September 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">John Calvin [daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/John_Calvin#\/media\/File:John_Calvin_Museum_Catharijneconvent_RMCC_s84_cropped.png <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 6 September 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luther95theses [daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Ferdinand_Pauwels_-_Luther_hammers_his_95_theses_to_the_door.jpg#\/media\/File:Luther95theses.jpg <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Martin Luther [daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Lucas_Cranach_d.%C3%84._-_Martin_Luther,_1528_(Veste_Coburg).jpg <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 6 September 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Philip IV [daring]. Tautan: https:\/\/anastpaul.files.wordpress.com\/2021\/08\/king-philip-iv-gettyimages-587489944.jpg <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 8 September 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pope Boniface VIII [daring]. Tautan: https:\/\/simple.wikipedia.org\/wiki\/Pope_Boniface_VIII <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 8 September 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ulrich Zwingli [daring]. Tautan: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ulrich_Zwingli#\/media\/Berkas:Ulrich-Zwingli-1.jpg <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 6 September 2023)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Artikel ini pertama kali ditulis oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\">Irene Swastiwi Viandari Kharti<\/a>, kemudian diperbarui oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\">Laras Sekar Seruni<\/a>.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Reformasi Gereja maksudnya apa, sih? Yuk simak pengertian, latar belakang, faktor-faktor, proses terjadinya, tokoh-tokoh, serta pengaruh dari Reformasi Gereja di artikel Sejarah Kelas 11 ini.\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, kamu masih ingat bagaimana lahirnya kepercayaan Buddha? Buddha lahir sebagai bentuk ketidaksetujuan Siddharta Gautama terhadap sistem karma dalam Hindu. Mirip seperti Buddha, sekitar abad ke-16 terjadi Reformasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":305,"featured_media":9751,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png"],"_edit_lock":["1728243414:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2018-06-06","2023-09-08"],"_aioseo_title":["Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &amp; Pengaruh"],"_aioseo_description":["Reformasi Gereja maksudnya apa, sih? Yuk simak pengertian, latar belakang, faktor-faktor, proses terjadinya, tokoh-tokoh, serta pengaruh di artikel ini."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Reformasi Gereja"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,265,37],"class_list":["post-9751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xi","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &amp; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &amp; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Reformasi Gereja maksudnya apa, sih? Yuk simak pengertian, latar belakang, faktor-faktor, proses terjadinya, tokoh-tokoh, serta pengaruh dari Reformasi Gereja di artikel Sejarah Kelas 11 ini.\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, kamu masih ingat bagaimana lahirnya kepercayaan Buddha? Buddha lahir sebagai bentuk ketidaksetujuan Siddharta Gautama terhadap sistem karma dalam Hindu. Mirip seperti Buddha, sekitar abad ke-16 terjadi Reformasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-04T00:24:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-06T19:39:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\"},\"author\":{\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\"},\"headline\":\"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2024-10-04T00:24:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-06T19:39:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\"},\"wordCount\":1906,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah XI\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\",\"name\":\"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png\",\"datePublished\":\"2024-10-04T00:24:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-06T19:39:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Reformasi Gereja maksudnya apa, sih? Yuk simak pengertian, latar belakang, faktor-faktor, proses terjadinya, tokoh-tokoh, serta pengaruh dari Reformasi Gereja di artikel Sejarah Kelas 11 ini.\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, kamu masih ingat bagaimana lahirnya kepercayaan Buddha? Buddha lahir sebagai bentuk ketidaksetujuan Siddharta Gautama terhadap sistem karma dalam Hindu. Mirip seperti Buddha, sekitar abad ke-16 terjadi Reformasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-10-04T00:24:23+00:00","article_modified_time":"2024-10-06T19:39:16+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia"},"author":{"name":"Laras Sekar Seruni","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3"},"headline":"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2024-10-04T00:24:23+00:00","dateModified":"2024-10-06T19:39:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia"},"wordCount":1906,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","Sejarah XI","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia","name":"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png","datePublished":"2024-10-04T00:24:23+00:00","dateModified":"2024-10-06T19:39:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59077edf-97f3-42a0-8b83-545f2d28cb85.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/305"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9751"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20330,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9751\/revisions\/20330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}