{"id":9586,"date":"2025-03-25T10:24:10","date_gmt":"2025-03-25T03:24:10","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=9586"},"modified":"2025-03-26T11:52:02","modified_gmt":"2025-03-26T04:52:02","slug":"nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia","title":{"rendered":"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png\" alt=\"Nasionalisme dan Demokrasi Indonesia\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel sejarah kelas 11<\/a><\/strong> ini berisi tentang latar belakang munculnya nasionalisme dan demokrasi, terutama hubungannya dengan Bangsa Indonesia.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Guys<\/em>, siapa di antara kalian yang sudah bisa ikut dalam pemilihan langsung (Pemilu)? <em>Wah<\/em>, pasti banyak ya. Keikutsertaan kalian dalam Pemilu merupakan salah satu wujud demokrasi di negara kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Berbicara tentang demokrasi yang merupakan bentuk pemerintahan, pasti tidak akan lepas dari hal-hal yang berkaitan dengan negara, termasuk nasionalisme. Apa itu nasionalisme dan demokrasi? Kamu akan pelajari di artikel ini, jadi simak baik-baik ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Nasionalisme Menurut para Ahli<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Nasionalisme memiliki beberapa pengertian menurut beberapa ahli.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Hans Kohn<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Hans Kohn<\/strong> mengatakan nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu kepada negara dan bangsa. Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Joseph Ernest Renan<\/span><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sedangkan <strong>Joseph Ernest Renan<\/strong> mendefinisikan nasionalisme sebagai sekelompok manusia yang berkeinginan untuk bersatu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Otto Bauer<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Berbeda lagi dengan <strong>Otto Bauer<\/strong> yang mengatakan nasionalisme merupakan suatu persatuan karakter yang timbul karena persamaan nasib.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tokoh-Tokoh%20Pencetus%20Nasionalisme.png\" alt=\"Tokoh-Tokoh Pencetus Nasionalisme\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kalau berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme memiliki dua arti nih. Pertama adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pengertian kedua adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu atau bisa juga diartikan dengan semangat kebangsaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/10-bentuk-pemerintahan-yang-harus-kamu-tahu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Bentuk Pemerintahan yang Harus Kamu Tahu!<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Latar Belakang Munculnya Nasionalisme<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kamu masih ingat <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/revolusi-perancis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Revolusi Prancis<\/a><\/strong> dan Revolusi Industri? Kedua peristiwa itu memicu munculnya nasionalisme. Kok bisa? Soalnya, saat kedua peristiwa itu, masih banyak negara yang dijajah oleh bangsa lainnya. Saat itu banyak negara penjajah melakukan penindasan pada negara yang dijajah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Negara yang dijajah ini kemudian sadar akan persamaan nasib dan harga dirinya sebagai suatu bangsa. Hingga akhirnya hal ini memunculkan nasionalisme di Eropa pada abad ke-18. Paham ini kemudian cepat menyebar ke seluruh dunia terutama negara jajahan bangsa Eropa, termasuk negara-negara Asia dan Afrika.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"text-align: justify; font-size: 18pt;\">Sejarah Nasionalisme di Indonesia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Nasionalisme di Indonesia <strong>diawali dengan dibentuknya Syarikat Islam\/SI (sebelumnya Syarikat Dagang Islam\/SDI)<\/strong>. Peran SDI dalam nasionalisme bermula ketika H. O. S. Tjokroaminoto mengubah SDI menjadi Syarikat Islam, tidak hanya berkutat di soal perdagangan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Jika sebelumnya SDI berhubungan dengan ekonomi dan sosial, Tjokoraminoto menjadikan SI juga menyinggung tentang politik dan agama. Hal ini tampak dalam kegiatan SI yang menaruh perhatian besar terhadap unsur-unsur politik dan menentang ketidakadilan serta penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/biografi-hos-tjokroaminoto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Biografi HOS Tjokroaminoto: Tokoh Kebangkitan Nasional dan Guru Bangsa<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 597px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pertemuan%20Syarikat%20Dagang%20Islam.jpg\" alt=\"Pertemuan Syarikat Dagang Islam\" width=\"597\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>Salah satu pertemuan Syarikat Dagang Islam (Sumber: id.wikipedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Demokrasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Menurut KBBI, demokrasi merupakan bentuk atau sistem pemerintahan yang s<strong>eluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pengertian lainnya adalah gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sedangkan menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Dari dua pengertian itu, kita bisa tahu kalau <strong>negara yang menganut sistem demokrasi memiliki kekuasaan tertinggi di tangan rakyat<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-12-kehidupan-indonesia-di-masa-demokrasi-terpimpin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kehidupan Masyarakat Indonesia di Masa Demokrasi Terpimpin<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Latar Belakang Demokrasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Paham demokrasi sudah berkembang sejak masa Yunani Kuno pada abad ke-5 SM. Pada masa Yunani Kuno, demokrasi yang dilaksanakan berupa demokrasi langsung. Artinya, rakyat menjadi warga negara terlibat langsung dalam pemikiran, pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai berbagai hal yang menyangkut kehidupan negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, akar kata demokrasi juga berasal dari bahasa Yunani Kuno. Tepatnya berasal dari kata\u00a0<em>demos\u00a0<\/em>yang berarti rakyat dan\u00a0<em>kratos\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>cratein\u00a0<\/em>yang berarti pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Hal ini dapat dilakukan karena jumlah penduduk di Yunani Kuno masih sedikit, sekitar 300 ribu jiwa. Ketentuan menikmati demokrasi tidak berlaku untuk warga negara yang berstatus budak belian, pedagang asing, perempuan dan anak-anak tidak dapat menikmatinya. Kalau sekarang tentu sulit ya jika tidak ada perwakilan, penduduknya sudah banyak <em>banget<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-yunani-kuno\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peradaban Yunani Kuno: Sejarah, Raja, dan Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Masa%20Awal%20Demokrasi.png\" alt=\"Masa Awal Demokrasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>Ilustasi demokrasi pada masa awal kemunculannya di Yunani (Sumber: eidolon.pub).<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Gagasan demokrasi mulai hilang ketika Eropa mengalami masa Abad Pertengahan. Pada masa ini terjadi praktik feodalisme, dimana kekuasaan politik dipegang oleh para agamawan atau gereja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Demokrasi kembali muncul dengan adanya piagam Magna Charta pada tahun 1215 di Inggris. Piagam ini menjelaskan bahwa Raja John mengakui dan menjamin beberapa hak-hak khusus bawahannya. Selain itu, piagam ini menganut dua prinsip yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Adanya pembatasan kekuasaan raja.<\/li>\n<li>Hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan raja.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tokoh-Tokoh Demokrasi<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Montesquieu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tokoh pertama adalah <strong>Montesquieu<\/strong> dari Prancis (1689-1755). Montesquieu mencetuskan <strong>Trias Politika<\/strong> atau teori mengenai pembagian kekuasaan. Teori ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa kekuasaan-kekuasaan sebuah pemerintahan harus dibagi ke dalam tiga lembaga, yaitu:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<li><strong>Eksekutif<\/strong> yaitu lembaga yang melaksanakan undang-undang.<\/li>\n<li><strong>Legislatif<\/strong> yaitu lembaga yang berwenang sebagai pembuat undang-undang.<\/li>\n<li><strong>Yudikatif<\/strong> yaitu lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan, menafsirkan undang-undang jika terjadi sengketa dan menjatuhkan sanksi bagi lembaga ataupun perseorangan yang melanggar undang-undang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pemisahan kekuasaan ini dilakukan agar pemerintah yang berkuasa tidak bertindak sesuka hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. John Locke<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kedua ada <strong>John Locke<\/strong>. Menurutnya, semua umat manusia diciptakan setara di mana manusia mempunyai hak hidup, kemerdekaan dan mengejar kebahagiaan. Sehingga sama seperti dalam hidup, demokrasi juga melihat rakyat memiliki kedudukan yang setara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. J.J. Rousseau<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sedangkan menurut <strong>J.J. Rousseau<\/strong>, rakyat dapat mengadakan perlawanan menghadapi pemerintah saat pemerintah tidak menghargai hak-hak tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pemikiran-pemikiran ini kemudian mengilhami munculnya demokrasi di Amerika Serikat. Deklarasi Kemerdekaan AS pada tahun 1776 diakui oleh <strong>Thomas Jefferson<\/strong> mendapat pengaruh kuat dari pemikiran John Locke dan Rousseau. Sampai saat ini, demokrasi sudah diadopsi oleh berbagai negara di dunia sebagai sistem pemerintahan salah satunya adalah Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sejarah Demokrasi di Indonesia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Demokrasi di Indonesia muncul sejak tahun 1913 saat para pemimpin organisasi <strong>Indische Partij dan Sarekat Islam <\/strong>mengajukan tuntutan kepada pemerintah kolonial untuk diberi kebebasan menyelenggarakan pertemuan-pertemuan politik dan menyatakan pendapat. Usulan ini kemudian dipenuhi oleh pemerintah kolonial dengan pembentukan Dewan Rakyat (<em>Volksraad<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-mengenal-organisasi-kebangsaan-budi-utomo-sarekat-islam-indische-partij\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia &amp; Tokoh Pendirinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Hingga kini, Indonesia masih menerapkan demokrasi sebagai sistem pemerintahannya. Dengan sistem ini, rakyat Indonesia diharapkan menjadi lebih kritis terhadap negaranya. Sifat kritis ini diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri rakyat Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kalau kamu punya pendapat tentang demokrasi dan nasionalisme di Indonesia, tuliskan di kolom komentar, yuk! Oh iya, kamu juga bisa <em>nonton <\/em>materi ini lewat video animasi di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Hapsari, R. Adil, M. (2016) Sejarah untuk SMA\/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Hans Kohn [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/f\/fc\/Hans_Kohn.1930er.wiki.jpg (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Joseph Ernest Renan [Daring]. Tautan: https:\/\/artuk.org\/discover\/artworks\/joseph-ernest-renan-18231892-192291 (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Otto Bauer [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Otto_Bauer#\/media\/File:Sennecke_-_Otto_Bauer,_1919.jpg (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto salah satu pertemuan Syarikat Dagang Islam [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/7\/7c\/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Groepsportret_tijdens_een_ledenvergadering_van_de_Sarekat_Islam_%28SI%29_in_Kaliwoengoe_TMnr_60009089.jpg (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto ilustasi demokrasi pada masa awal kemunculannya di Yunani [Daring]. Tautan: https:\/\/eidolon.pub\/democracy-when-c42cc2494faa (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel sejarah kelas 11 ini berisi tentang latar belakang munculnya nasionalisme dan demokrasi, terutama hubungannya dengan Bangsa Indonesia. &#8212; &nbsp; Guys, siapa di antara kalian yang sudah bisa ikut dalam pemilihan langsung (Pemilu)? Wah, pasti banyak ya. Keikutsertaan kalian dalam Pemilu merupakan salah satu wujud demokrasi di negara kita. Berbicara tentang demokrasi yang merupakan bentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":9586,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1742964597:1"],"_knawatfibu_alt":["Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia"],"_wp_old_date":["2018-07-09"],"_aioseo_title":["Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia"],"_aioseo_description":["Di artikel sejarah kelas XI ini, kamu akan tahu tentang latar belakang munculnya nasionalisme dan demokrasi, terutama hubungannya dengan Bangsa Indonesia."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-9586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel sejarah kelas 11 ini berisi tentang latar belakang munculnya nasionalisme dan demokrasi, terutama hubungannya dengan Bangsa Indonesia. &#8212; &nbsp; Guys, siapa di antara kalian yang sudah bisa ikut dalam pemilihan langsung (Pemilu)? Wah, pasti banyak ya. Keikutsertaan kalian dalam Pemilu merupakan salah satu wujud demokrasi di negara kita. Berbicara tentang demokrasi yang merupakan bentuk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-25T03:24:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-26T04:52:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"headline\":\"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2025-03-25T03:24:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-26T04:52:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\"},\"wordCount\":1150,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\",\"name\":\"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png\",\"datePublished\":\"2025-03-25T03:24:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-26T04:52:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel sejarah kelas 11 ini berisi tentang latar belakang munculnya nasionalisme dan demokrasi, terutama hubungannya dengan Bangsa Indonesia. &#8212; &nbsp; Guys, siapa di antara kalian yang sudah bisa ikut dalam pemilihan langsung (Pemilu)? Wah, pasti banyak ya. Keikutsertaan kalian dalam Pemilu merupakan salah satu wujud demokrasi di negara kita. Berbicara tentang demokrasi yang merupakan bentuk [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-03-25T03:24:10+00:00","article_modified_time":"2025-03-26T04:52:02+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia"},"author":{"name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"headline":"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2025-03-25T03:24:10+00:00","dateModified":"2025-03-26T04:52:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia"},"wordCount":1150,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia","name":"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png","datePublished":"2025-03-25T03:24:10+00:00","dateModified":"2025-03-26T04:52:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4b708d8-da72-401b-8aff-d03b00500fc8.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9586"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22827,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9586\/revisions\/22827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9586"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}