{"id":8947,"date":"2024-05-20T10:00:00","date_gmt":"2024-05-20T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=8947"},"modified":"2024-05-20T12:37:31","modified_gmt":"2024-05-20T05:37:31","slug":"teori-tata-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya","title":{"rendered":"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png\" alt=\"teori pembentukkan tata surya\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<div style=\"text-align: center;\"><em>Kamu pernah penasaran nggak, gimana sih awal terbentuknya tata surya? Nah, di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-smp-kelas-7\">artikel Fisika kelas 7<\/a><\/strong> kali ini, kita akan membahas <strong>7 teori pembentukan tata surya<\/strong>. Simak, ya!<\/em><\/div>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/ipa-terpadu\/ipa-terpadu-sd-kelas-6\">Di kelas 6<\/a><\/strong> yang lalu, siapa di antara kamu yang masih ingat <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-tata-surya-ipa-kelas-6\">materi tentang tata surya<\/a><\/strong>? Coba ingat-ingat lagi deh, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/planet-dan-cirinya\">ada berapa planet<\/a><\/strong> di sistem tata surya kita?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, artikel kali ini, kita masih akan membahas tentang tata surya. Tapi, pembahasan kita akan lebih fokus ke teori-teori pembentukannya. Hmm&#8230; pernah nggak sih kamu berpikir bagaimana sistem tata surya sekarang ini bisa terbentuk?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manusia memang ditakdirkan Tuhan untuk hidup di bumi. Tapi, apakah di luar planet bumi ada kehidupan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para ilmuwan masih melakukan penelitian tentang hal tersebut. Terlepas ada tidaknya kehidupan di luar <a href=\"\/bumi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>planet bumi<\/strong><\/a>, sekarang kita akan bahas nih bareng-bareng tentang macam-macam teori pembentukan tata surya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, ada <strong>7 <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\">teori pembentukan tata surya<\/a><\/strong> yang akan kita bahas, di antaranya:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rangkuman%20teori%20pembentukan%20tata%20surya.png\" alt=\"rangkuman teori pembentukan tata surya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan bahas satu per satu ya. <em>Are you ready<\/em>?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Teori Big Bang<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Observatorium Mourt Wilson yang berada di Los Angeles, Amerika Serikat, saat itu digunakan oleh Edwin Hubble untuk melakukan pengamatan. Hubble mengamati bahwa langit yang saat ini ada akan terus berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum Hubble melakukan pengamatan, di tahun 1927, Georges Lemaitre seorang astronom dan fisikawan asal Belgia ini sudah terlebih dulu mengemukakan pendapatnya tentang Teori Big Bang.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20big%20bang.png\" alt=\"teori big bang\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berangkat dari pernyataan Lemaitre, Hubble melakukan pengamatan dan bisa mengemukakan bahwa bumi dan alam semesta ini bisa terbentuk karena <strong>adanya ledakan yang sangat besar.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, partikel yang dipancarkan dari ledakan tersebut, mulai meleleh dan dipadatkan oleh gravitasi. Padatan-padatan itulah yang membentuk benda-benda langit seperti saat ini.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ciri-ciri-planet\">Yuk, Ketahui Ciri-Ciri 8 Planet di Tata Surya!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Teori Bintang Kembar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang terlintas di pikiran kamu tentang bintang kembar? Bintang yang mirip kah? Atau bintang yang seperti Upin Ipin?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau itu yang ada di benak kamu, hampir benar sih. Cuma teori ini lebih ke arah ukuran bintang yang sangat besar. Nah, teori yang dibawa oleh R.A Lyttleton ini mengatakan bahwa <strong>salah satu bintang kembar tersebut ditabrak oleh bintang yang lain.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/matahari\">Apa yang Terjadi Jika Matahari Menghilang?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini bukan karena bintang tersebut nggak punya rem, lho. Harap dibedakan ya antara bintang dengan kendaraan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20bintang%20kembar.png\" alt=\"teori bintang kembar\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, <strong><a href=\"\/meteor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bintang<\/a> <\/strong>yang ditabrak itu hancur dan menjadi puing-puing serta debu. Puing-puing pecahan bintang yang ditabrak tadi berevolusi dan mengelilingi bintang kembarannya yang tidak pecah. Kamu tahu nggak satu bintang kembar yang nggak pecah itu menjadi apa?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Teori Keadaan Tetap<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori yang dikemukakan oleh Sir Fred Hoyle, Thomas Gold, dan Sir Hermann Bondi ini bertolak belakang dengan teori Big Bang. Dalam teori keadaan tetap ini, <strong>alam semesta selalu tampak sama dari sejak awal dan tidak akan berakhir.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang, semua materi di alam semesta ini terus mengembang dan bergerak menjauh dan menciptakan ruang kosong. Tapi di ruang kosong tersebut akan tercipta juga materi baru sehingga materi-materi tersebut bakalan membentuk galaksi baru.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20keadaan%20tetap.png\" alt=\"teori keadaan tetap\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dasar munculnya teori keadaan tetap ini ialah adanya prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa <strong>alam semesta di mana pun dan kapan pun akan tetap sama.<\/strong> Hal ini didukung oleh hasil penemuan galaksi yang baru punya massa yang sama dengan galaksi yang bergerak menjauh.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teori-bumi-bulat-vs-bumi-datar\">Teori Bumi Bulat vs Bumi Datar, Manakah yang Benar?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Teori Nebula<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Piere Marquis de Laplace ini menyatakan bahwa <strong>tata surya ini berasal dari sebuah kabut.<\/strong> Kabut ini tersusun dari debu, es, dan gas dengan kandungan hidrogen yang tinggi di dalamnya. Nah, kabut ini disebut dengan nebula.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20nebula.png\" alt=\"teori nebula\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabut tersebut berputar sampai membentuk bola dan semakin kecil bentuk bila tersebut, maka putarannya semakin cepat nih. Ada sebagian massa kabut tersebut yang menjauh dari pusat dan membentuk cincin di sekeliling kabut tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kabut yang menjauh dari pusat inilah kemudian membeku dan menjadi planet dan satelit. Lalu, bagian pusat yang masih berpijar disebut dengan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yaps, matahari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Teori Pasang Surut<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori ini awalnya dikemukakan oleh Bufon. Buffon ini bukan pemain sepakbola penjaga gawang tim nasional Italia ya, Squad. Menurut Buffon, <strong>tata surya itu ada karena material penyusun matahari yang bertebaran.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kok bisa bertebaran?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini terjadi karena matahari bertabrakan dengan komet yang membuat material di dalam matahari terpental keluar.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pasang%20surut.png\" alt=\"teori pasang surut\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian ada juga teori dari James Jeans yang menyimpulkan kalau tata surya itu ada akibat interaksi antara matahari dengan bintang yang melewatinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses interaksi tersebut, terdapat pasang surut di permukaan matahari. Sehingga menyebabkan banyak material yang terpental keluar. Nah, material yang terpental itu kemudian menjadi gumpalan dan membentuk sebuah planet.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/8-fase-bulan\">Memahami 8 Fase Bulan dan Gerhana<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">6. Teori Planetesimal<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori-teori pembentukan tata surya lainnya adalah Teori Planetesimal. Teori yang dikemukakan oleh Forest Moulton dan Thomas Chamberlain ini menyatakan kalau tata surya itu bisa terbentuk karena <strong>adanya bintang lain yang melakukan PDKT ke matahari.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, dari hasil PDKT tersebut berakibat permukaan matahari membentuk tonjolan-tonjolan dari gaya tarik yang disebabkan oleh bintang tersebut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20planetesimal.png\" alt=\"teori planetesimal\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat si bintang mulai menjauhi matahari, ada sebagian material masuk kembali ke dalam permukaan matahari dan sebagian lain menetap di orbit, memadat, dan menjadi dingin. Inilah yang dinamakan benda-benda langit atau planetesimal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">7. Teori Proto Planet (Awan Debu)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori yang dicetuskan Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh Gerard Kuiper ini menyatakan kalau <strong>tata surya itu asalnya dari gumpalan debu dan gas.<\/strong> Nah, gumpalan tadi itu memadat dan membentuk gumpalan bola.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Partikel-partikel yang ada di bagian tengah saling menekan satu sama lain, sehingga menimbulkan panas dan berpijar, Bagian inilah yang disebut dengan matahari.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20proto%20planet.png\" alt=\"teori proto planet\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-komet-dan-asteroid\">Perbedaan antara Komet dan Asteroid<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana nih? Sudah jelas belum tentang <strong>7 teori pembentukan tata surya?<\/strong> Kamu masih bingung? Jangan khawatir, ada lho penjelasan yang lebih lengkap di <a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Kamu bisa melihat penjelasannya dengan animasi yang keren deh pokoknya. Tonton sekarang juga yuk!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu pernah penasaran nggak, gimana sih awal terbentuknya tata surya? Nah, di artikel Fisika kelas 7 kali ini, kita akan membahas 7 teori pembentukan tata surya. Simak, ya! &#8212; &nbsp; Di kelas 6 yang lalu, siapa di antara kamu yang masih ingat materi tentang tata surya? Coba ingat-ingat lagi deh, ada berapa planet di sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8947,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1716183318:1"],"_wp_old_date":["2018-11-08"],"_aioseo_title":["Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya"],"_aioseo_description":["Bagaimana ya sistem tata surya bisa terbentuk? Yuk, kita bahas 7 teori pembentukan tata surya. Ada teori big bang, teori kabut, nebula, dan masih banyak lagi!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[513,514],"tags":[85,7,10,16],"class_list":["post-8947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-smp-kelas-7","tag-fisika-vii","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu pernah penasaran nggak, gimana sih awal terbentuknya tata surya? Nah, di artikel Fisika kelas 7 kali ini, kita akan membahas 7 teori pembentukan tata surya. Simak, ya! &#8212; &nbsp; Di kelas 6 yang lalu, siapa di antara kamu yang masih ingat materi tentang tata surya? Coba ingat-ingat lagi deh, ada berapa planet di sistem [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-20T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-20T05:37:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\"},\"author\":{\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\"},\"headline\":\"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7\",\"datePublished\":\"2024-05-20T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T05:37:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\"},\"wordCount\":944,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png\",\"keywords\":[\"Fisika VII\",\"Kelas 7\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Fisika\",\"Fisika SMP Kelas 7\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\",\"name\":\"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png\",\"datePublished\":\"2024-05-20T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T05:37:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\",\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Kamu pernah penasaran nggak, gimana sih awal terbentuknya tata surya? Nah, di artikel Fisika kelas 7 kali ini, kita akan membahas 7 teori pembentukan tata surya. Simak, ya! &#8212; &nbsp; Di kelas 6 yang lalu, siapa di antara kamu yang masih ingat materi tentang tata surya? Coba ingat-ingat lagi deh, ada berapa planet di sistem [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-05-20T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-05-20T05:37:31+00:00","author":"Tedy Rizkha Heryansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tedy Rizkha Heryansyah","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya"},"author":{"name":"Tedy Rizkha Heryansyah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2"},"headline":"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7","datePublished":"2024-05-20T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-20T05:37:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya"},"wordCount":944,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png","keywords":["Fisika VII","Kelas 7","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Fisika","Fisika SMP Kelas 7"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya","name":"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png","datePublished":"2024-05-20T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-20T05:37:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1328b5e7-1301-42eb-ab94-f7eacbcd6912.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-tata-surya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2","name":"Tedy Rizkha Heryansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tedy Rizkha Heryansyah"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8947"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17996,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8947\/revisions\/17996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}