{"id":799,"date":"2024-01-31T09:00:00","date_gmt":"2024-01-31T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=799"},"modified":"2024-01-31T14:42:23","modified_gmt":"2024-01-31T07:42:23","slug":"keanekaragaman-agama-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia","title":{"rendered":"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg\" alt=\"Keanekaragaman Agama di Indonesia\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan kepercayaan. Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah singkat, kitab suci, hari besar, dan tempat ibadahnya.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama ini diatur dalam TAP MPR Nomor 1 Tahun 1965 dan UU Nomor 5 Tahun 1969.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Islam menjadi agama mayoritas penduduk di Indonesia dengan jumlah penganutnya sekitar 87,2 persen. Sementara itu, agama Kristen memiliki pengikut sekitar 6,9 persen, Katolik sekitar 2,9 persen, Hindu sekitar 1,7 persen, Budha sekitar 0,7 persen, dan Konghucu sekitar 0,05 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah kamu arti \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d yang jadi semboyan bangsa kita? Betul sekali, arti semboyan tersebut adalah berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu kamu juga setuju bahwa \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d sangat merepresentasikan keadaan Indonesia. Bahkan, frasa tersebut juga tertulis di pita yang digenggam burung Garuda Pancasila, lambang negara kita. Tetapi, mengapa ada semboyan tersebut? <em>Yuk, <\/em>baca ulasan ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-03.jpg\" alt=\"Presentase Umat Beragama di Indonesia\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bhinneka Tunggal Ika mewakili keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/ragam-kepercayaan-lokal-di-indonesia\" rel=\"noopener\">beragam kebudayaan<\/a> dan perbedaan, salah satunya sistem kepercayaan dan agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memangnya, ada berapa <em>sih <\/em>agama yang dianut di Indonesia? Lalu, mengapa <em>kok<\/em> bisa ada beragam agama di Indonesia?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya banyak agama ini, pemerintah pun memberikan hak kepada warga negaranya untuk memilih sendiri agama yang ingin dianut secara merdeka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, kemerdekaan memilih agama dan sistem kepercayaan ini diatur dalam UUD NRI 1945 Pasal 28 ayat (1) dan (2). Adanya aturan ini memberikan makna bahwa setiap manusia bebas memilih dan melaksanakan ajaran agama menurut keyakinan dan kepercayaannya. Dengan kata lain, tidak boleh ada unsur pemaksaan dalam memilih agama yang diinginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/karakteristik-negara-maju-dan-berkembang\" rel=\"noopener\">Karakteristik Negara Maju dan Berkembang<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Macam-Macam Agama di Indonesia<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ya, ada 6 agama di Indonesia yang diakui oleh pemerintah. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang 6 agama tersebut beserta tempat ibadah, hari besar, dan kitab sucinya satu per satu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Islam<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 atau 8 melalui para pedagang dari Arab dan Persia. Islam terus berkembang hingga kini menjadi kepercayaan yang dianut mayoritas penduduk Indonesia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kitab suci<\/span><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Quran<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Nama Nabi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nabi Muhammad SAW<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Hari Besar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, Isra\u2019 Mi\u2019raj<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Tempat Ibadah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masjid<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Katolik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama Katolik pertama kali muncul di kepulauan Maluku. Agama ini dibawa oleh bangsa Portugis ke Indonesia, yang saat itu datang untuk mencari rempah-rempah. Rakyat Maluku pun menjadi penganut pertama dari agama Katolik di Indonesia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Kitab Suci<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alkitab<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Nama Pembawa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus Kristus<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Hari Besar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Almasih, Paskah<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Tempat Ibadah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Kristen Protestan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama Kristen Protestan muncul pertama kali di Belanda pada abad ke-16 yang dipengaruhi oleh ajaran Calvinisme dan Lutheran. Kristen Protestan pun masuk ke Indonesia bersama para penjajah dalam misi Gospel.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Kitab Suci<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alkitab<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Nama Pembawa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus Kristus<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Hari Besar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Almasih, Paskah<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Tempat Ibadah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Hindu<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindu pertama masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Bangsa Cina dan India membawa agama Hindu diperkirakan pada awal abad keempat, ditandai dengan berdirinya <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/sejarah-kerajaan-maritim-hindu-buddha-kutai-tarumanegara-kalingga\" rel=\"noopener\">kerajaan Kutai dan Tarumanegara<\/a>. Hindu menjadi salah satu agama tertua di Indonesia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Kitab Suci<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Weda<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Nama Pembawa<\/span><\/h3>\n<p>&#8211;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Hari Besar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, Kuningan<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Tempat Ibadah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pura<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Budha<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama seperti Hindu, Budha pun termasuk agama tertua di Indonesia. Agama Budha masuk pada sekitar abad ke-lima masehi, terlihat dari peninggalan prasasti yang ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diperkirakan, Budha dibawa oleh pengelana Fa Hsien yang berasal dari China. Agama ini pun berkembang dengan banyaknya kerajaan Budha, seperti <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/sejarah-kerajaan-maritim-hindu-buddha-sriwijaya-mataram-medang-kamulan\" rel=\"noopener\">Sriwijaya<\/a>. Bahkan, Sriwijaya menjadi pusat pengembangan agama Budha di Asia Tenggara hingga tahun 1377.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Kitab Suci<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tripitaka<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Nama Pembawa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sidharta Gautama<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Hari Besar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Waisak, Asadha, Kathina<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Tempat Ibadah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vihara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">6. Konghucu<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama Konghucu berasal dari ajaran Konfusius atau Konfusianisme. Agama ini pertama kali muncul di Indonesia pada abad ke-17. Salah satu buktinya adalah terdapat bangunan tua di Pontianak yang digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para penganut agama Konghucu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Kitab Suci<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Si Shu dan Wu Ching<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Nama Pembawa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kong Hu Cu<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Hari Besar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imlek, Cap Go Meh<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">Tempat Ibadah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Li Tang\/ Klenteng<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Mengapa Ada Beragam Agama di Indonesia?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernahkah kamu berpikir mengapa Indonesia memiliki banyak sistem kepercayaan dan agama? Apa yang menyebabkan ada enam agama yang ada di Indonesia? Mengapa tidak hanya satu agama saja yang boleh dianut di Indonesia?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, semua itu ada jawabannya, <em>lho<\/em>, teman-teman! Berikut penjelasan penyebab keberagam agama di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara geografis, Indonesia memiliki letak yang sangat strategis. Bangsa kita terletak di antara dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada dua benua yang mengapit Indonesia, antara lain Benua Asia dan Benua Australia. Posisi ini menjadikan Indonesia di jalur perdagangan dunia, sehingga banyak pedagang dari bangsa lain datang ke Indonesia. Hal ini memungkinkan terjadinya penyebaran agama di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/letak-geografis-dan-letak-astronomis-indonesia\" rel=\"noopener\">Letak Geografis dan Astronomis Indonesia serta Pengaruhnya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejarah juga mencatat Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Eropa. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, bangsa Eropa datang ke Indonesia mencari rempah-rempah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun ternyata, mereka tak semerta-merta mengambil kekayaan Indonesia, melainkan memiliki misi sendiri dengan sebutan 3G (Gold, Glory, dan Gospel). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Gospel berarti nyanyian atau lagu gerejawi. Misi Gospel para penjajah adalah untuk menyebarkan agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, kunci penting banyaknya agama ini ternyata ada di sifat terbuka bangsa Indonesia. Menurut artikel yang dipublikasikan Okezone dengan judul \u201c<em>Inilah Faktor Penyebab Keragaman Agama di Indonesia<\/em>\u201d, bangsa Indonesia memiliki sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Tanpa sikap keterbukaan ini, akan sulit menghadirkan keberagaman agama di Indonesia. Penyebaran agama dan penerimaan terhadap keberagaman agama pun mustahil bisa dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekarang kamu sudah paham <\/span><em><span style=\"color: #000000;\">kan<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> beragam agama di Indonesia? <\/span><em><span style=\"color: #000000;\">Yuk<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">, kita hormati orang-orang di sekitar kita yang memiliki agama berbeda dengan sikap toleransi. Dengan sikap toleransi ini, maka keindahan akan tercipta. Semboyan \u201c<\/span><em><span style=\"color: #000000;\">Bhinneka Tunggal Ika<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">\u201d pun semakin kuat pada bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain agama, Indonesia juga memiliki keanekaragaman lain <\/span><em><span style=\"color: #000000;\">lho,<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> teman-teman! <\/span><em><span style=\"color: #000000;\">Yuk<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">, baca keberagaman Indonesia di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a> <\/strong><span style=\"color: #000000;\">tumbuhkan rasa toleransi dan menghargai atas perbedaan!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Inilah Faktor Penyebab Keanekaragaman Agama di Indonesia [daring]. Tautan: <\/span>Inilah Faktor Penyebab Keragaman Agama di Indonesia : Okezone Edukasi<span style=\"color: #000000;\"> diakses pada 16 Februari 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">6 Agama di Indonesia serta Kitab Suci dan Hari Besarnya [daring]. Tautan: <\/span>6 Agama Di Indonesia Serta Kitab Suci Dan Hari Besarnya &#8211; Gramedia Literasi<span style=\"color: #000000;\"> diakses pada 16 Februari 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #212529;\">Arti Gold, Glory, Gospel (3G): Sejarah, Latar Belakang, &amp; Tujuan [daring]. Tautan: <\/span>Arti Gold, Glory, Gospel (3G): Sejarah, Latar Belakang, &amp; Tujuan (tirto.id)<span style=\"color: #000000;\"> diakses pada 16 Februari 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Tionghoa dan Khonghucu di Mata Indonesia? [daring]. Tautan: <\/span>Bagaimana Tionghoa dan Khonghucu di Mata Indonesia? | kumparan.com<span style=\"color: #000000;\"> diakses 16 Februari 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #212529;\">Masuknya Kristen di Indonesia [daring] Tautan: <\/span>Masuknya Kristen di Indonesia &#8211; Historia<span style=\"color: #212529;\"> diakses pada 16 Februari 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sumber foto:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">6 Agama Di Indonesia Serta Kitab Suci Dan Hari Besarnya &#8211; Gramedia Literasi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Artikel pertama kali dipublikasikan pada 22 Desember 2022, kemudian diperbarui pada 31 Januari 2024.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan kepercayaan. Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah singkat, kitab suci, hari besar, dan tempat ibadahnya. &#8212; &nbsp; Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama ini diatur dalam TAP [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":88,"featured_media":799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg"],"_edit_lock":["1706752728:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya"],"_aioseo_description":["Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah, kitab suci, hari besar, tempat ibadah dan penyebab keragamannya."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2022-12-22"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan kepercayaan. Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah singkat, kitab suci, hari besar, dan tempat ibadahnya. &#8212; &nbsp; Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama ini diatur dalam TAP [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-31T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-31T07:42:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dinda Silviana Dewi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dinda Silviana Dewi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Dinda Silviana Dewi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/81d6c0f3a3fc5f98cff66394bdcf1061\"},\"headline\":\"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya\",\"datePublished\":\"2024-01-31T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-31T07:42:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\"},\"wordCount\":1098,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\",\"name\":\"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-31T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-31T07:42:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/81d6c0f3a3fc5f98cff66394bdcf1061\",\"name\":\"Dinda Silviana Dewi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dinda Silviana Dewi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/dinda-silviana-dewi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan kepercayaan. Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah singkat, kitab suci, hari besar, dan tempat ibadahnya. &#8212; &nbsp; Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama ini diatur dalam TAP [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-01-31T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-01-31T07:42:23+00:00","author":"Dinda Silviana Dewi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Dinda Silviana Dewi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia"},"author":{"name":"Dinda Silviana Dewi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/81d6c0f3a3fc5f98cff66394bdcf1061"},"headline":"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya","datePublished":"2024-01-31T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-01-31T07:42:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia"},"wordCount":1098,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia","name":"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg","datePublished":"2024-01-31T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-01-31T07:42:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Keanekaragaman%20Agama%20di%20Indonesia-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/keanekaragaman-agama-di-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keragaman 6 Agama di Indonesia dan Tempat Ibadahnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/81d6c0f3a3fc5f98cff66394bdcf1061","name":"Dinda Silviana Dewi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dinda Silviana Dewi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/dinda-silviana-dewi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/88"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=799"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16844,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799\/revisions\/16844"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}