{"id":7759,"date":"2025-02-18T11:00:00","date_gmt":"2025-02-18T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=7759"},"modified":"2025-02-19T14:42:51","modified_gmt":"2025-02-19T07:42:51","slug":"fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi","title":{"rendered":"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png\" alt=\"teori kemagnetan bumi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-smp-kelas-9\" rel=\"noopener\">Artikel Fisika kelas 9<\/a><\/strong> ini akan membahas tentang teori kemagnetan bumi yang mencakup sudut deklinasi dan inklinasi berdasarkan jarum kompas.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah liat kompas nggak? Maksudnya bukan koran kompas, lho. Tapi, kompas yang alat untuk menentukan arah mata angin. Nah, kalian yang pernah menggunakan kompas, pasti tahu kan, kalau jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hmm\u2026 Kira-kira kenapa bisa begitu, ya? Hayoo\u2026 ada yang kepikiran nggak, nih? Yuk, kita simak penjelasan berikut untuk tahu jawabannya!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 300px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fisika%20Kelas%20IX%20%7C%20Teori%20Kemagnetan%20Bumi-1.jpeg\" alt=\"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas\" width=\"300\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Kompas menunjuk ke arah utara dan selatan (Sumber: Wikipedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, hal ini disebabkan oleh <strong>gaya tarik menarik<\/strong> antara <strong>jarum kompas<\/strong> dengan <strong>magnet bumi<\/strong>, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201c<\/em>Hah? Magnet bumi? Emangnya bumi ada magnetnya?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kamu baru tahu, <em>kan<\/em> kalau bumi yang kita diami memiliki sifat kemagnetan. Secara geografis, <strong>kutub utara magnet bumi<\/strong> berada <strong>di selatan bumi <\/strong>dan <strong>kutub selatan magnet bumi<\/strong> berada <strong>di utara bumi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teori_Kemagnetan.jpg\" alt=\"sifat magnetik bumi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Teori Kemagnetan Bumi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ngomongin<\/em> magnet bumi, kalian tahu nggak kalau ternyata teori ini pertama kali dicetuskan oleh William Gilbert. Pada teorinya dijelaskan kalau bumi bersifat magnet karena inti bumi dipenuhi dengan <em>loadstone<\/em> atau batuan yang mengandung magnetik.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tahukah_kamu_fisika_william_magnet-01.png\" alt=\"William Gilbert- Penemu Teori Kemagnetan Bumi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-magnet-dan-bentuknya\" rel=\"noopener\">Mengenal Magnet: Pengertian, Sifat, Jenis, dan Bentuknya<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada eksperimennya, dia menyadari kalau magnet bumi kehilangan kemampuan magnetiknya ketika terkena suhu yang tinggi. Selain itu, karena kekuatan magnetik sering menghasilkan gerakan melingkar, maka dia mulai menghubungkan fenomena magnet tersebut dengan rotasi bumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain teori William Gilbert, ternyata ada teori lain bernama teori dinamo yang juga menjelaskan tentang kemagnetan bumi, lho. Pada teori ini, inti luar bumi yang bersifat cair mengandung arus listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sejumlah muatan listrik tersebut lalu berputar mengelilingi sumbunya dan menghasilkan medan magnet. Kebayang nggak, nih? Kalau masih bingung, coba <em>deh<\/em> kamu perhatikan gambar berikut ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/terserah_fisika_struktur_bumi-01.png\" alt=\"Penyebab Bumi Bersifat Magnetik\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur bumi tersusun dari beberapa lapisan, yaitu inti bumi, mantel bumi, dan kerak bumi. Inti bumi terbagi menjadi dua, yaitu inti dalam yang bersifat padat dan inti luar yang bersifat cair. Ketika bumi berotasi, partikel bermuatan listrik dalam cairan inti luar bumi ikut bergerak dan menghasilkan medan magnet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali ke persoalan jarum kompas tadi. Karena bumi bersifat magnetik, maka timbul gaya tarik menarik antara magnet bumi dengan jarum kompas, akibatnya kompas selalu menunjukan arah utara dan selatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sudut Deklinasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika menggunakan kompas, coba kalian perhatiin lebih detail deh. Kok kayaknya ada yang aneh ya? Ternyata, jarum utara kompas nggak menunjuk tepat ke arah utara lho. Ada penyimpangan pada jarum kompas tersebut yang membentuk sudut bernama sudut deklinasi. Hmm\u2026 lalu apa itu sudut deklinasi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sudut deklinasi<\/strong> adalah <strong>sudut yang dibentuk oleh kutub utara jarum kompas dengan arah utara magnet\/selatan geografis<\/strong>. Sudut deklinasi akan bernilai positif jika kutub utara kompas menyimpang ke timur dan bernilai negatif jika kutub utara kompas menyimpang ke barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, suatu objek yang berada di atas kutub utara memiliki sudut deklinasi +90\u00b0, sedangkan jika objek berada di atas kutub selatan maka sudut deklinasinya -90\u00b0.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sudut_Deklinasi)%20(1).jpg\" alt=\"sudut deklinasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sudut Inklinasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain terdapat sudut deklinasi, ternyata ada juga penyimpangan jarum kompas lainnya seperti gambar di bawah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sudut_Inklinasi).jpg\" alt=\"sudut inklinasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalian tahu nggak, kenapa sih kedudukan jarum kompas tidak mendatar? Hal tersebut dikarenakan arah garis gaya medan magnet bumi tidak sejajar dengan permukaan bumi (bidang horizontal). Posisi jarum kompas ternyata agak miring pada sudut tertentu. Sudut itu dinamakan sudut inklinasi. Lalu, apa itu sudut inklinasi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sudut inklinasi<\/strong> adalah <strong>sudut yang dibentuk antara ujung jarum kompas dengan arah horizontal permukaan bumi<\/strong>. Sudut inklinasi bernilai positif, jika kutub utara jarum kompas berada di sebelah atas garis mendatar dan bernilai negatif jika kutub utara jarum kompas berada di bawah garis mendatar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, suatu objek yang berada di kutub utara memiliki sudut deklinasi -90\u00b0, sedangkan jika objek berada di kutub selatan maka sudut deklinasinya +90\u00b0.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-membuat-magnet-digosok-induksi-elektromagnet\">3 Cara Membuat Magnet: Digosok, Induksi &amp; Elektromagnetik<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada teori kemagnetan bumi ini, kita dapat mengetahui beberapa fakta unik nih tentang jarum kompas. Pertama, alasan jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan adalah karena adanya gaya tarik menarik antara jarum kompas dengan magnet bumi. Kedua, pada jarum kompas ternyata terdapat penyimpangan yang dapat membentuk sudut, yaitu\u00a0 sudut deklinasi dan inklinasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, gimana sekarang kalian sudah tahu kan tentang teori kemagnetan bumi? Jika kalian ingin belajar lebih banyak tentang teori fisika lainnya, ayo tonton di <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>! Banyak video dan kumpulan materi yang dapat kalian nikmati.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Fisika kelas 9 ini akan membahas tentang teori kemagnetan bumi yang mencakup sudut deklinasi dan inklinasi berdasarkan jarum kompas. &#8212; &nbsp; Pernah liat kompas nggak? Maksudnya bukan koran kompas, lho. Tapi, kompas yang alat untuk menentukan arah mata angin. Nah, kalian yang pernah menggunakan kompas, pasti tahu kan, kalau jarum kompas selalu menunjuk ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":163,"featured_media":7759,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1739950829:1"],"_wp_old_date":["2019-09-24"],"_aioseo_title":["Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas"],"_aioseo_description":["Artikel Fisika kelas 9 ini akan membahas tentang teori kemagnetan bumi yang mencakup sudut deklinasi dan inklinasi berdasarkan jarum kompas."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[513,516],"tags":[130,43,10,16],"class_list":["post-7759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-smp-kelas-9","tag-fisika-ix","tag-kelas-9","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Fisika kelas 9 ini akan membahas tentang teori kemagnetan bumi yang mencakup sudut deklinasi dan inklinasi berdasarkan jarum kompas. &#8212; &nbsp; Pernah liat kompas nggak? Maksudnya bukan koran kompas, lho. Tapi, kompas yang alat untuk menentukan arah mata angin. Nah, kalian yang pernah menggunakan kompas, pasti tahu kan, kalau jarum kompas selalu menunjuk ke [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-18T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-19T07:42:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\"},\"author\":{\"name\":\"Olivia Yunita\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c9cfe4c71906285cb74deaf415a2be54\"},\"headline\":\"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9\",\"datePublished\":\"2025-02-18T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T07:42:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\"},\"wordCount\":704,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png\",\"keywords\":[\"Fisika IX\",\"Kelas 9\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Fisika\",\"Fisika SMP Kelas 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\",\"name\":\"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png\",\"datePublished\":\"2025-02-18T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T07:42:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c9cfe4c71906285cb74deaf415a2be54\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Fisika kelas 9 ini akan membahas tentang teori kemagnetan bumi yang mencakup sudut deklinasi dan inklinasi berdasarkan jarum kompas. &#8212; &nbsp; Pernah liat kompas nggak? Maksudnya bukan koran kompas, lho. Tapi, kompas yang alat untuk menentukan arah mata angin. Nah, kalian yang pernah menggunakan kompas, pasti tahu kan, kalau jarum kompas selalu menunjuk ke [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-02-18T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-02-19T07:42:51+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi"},"author":{"name":"Olivia Yunita","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c9cfe4c71906285cb74deaf415a2be54"},"headline":"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9","datePublished":"2025-02-18T04:00:00+00:00","dateModified":"2025-02-19T07:42:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi"},"wordCount":704,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png","keywords":["Fisika IX","Kelas 9","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Fisika","Fisika SMP Kelas 9"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi","name":"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png","datePublished":"2025-02-18T04:00:00+00:00","dateModified":"2025-02-19T07:42:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a9330a6-b99e-4e9f-80d0-75f139da2ca1.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-ix-teori-kemagnetan-bumi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Teori Kemagnetan Bumi dari Jarum Kompas | Fisika Kelas 9"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c9cfe4c71906285cb74deaf415a2be54","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/163"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7759"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22202,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7759\/revisions\/22202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}