{"id":7672,"date":"2019-10-09T06:44:11","date_gmt":"2019-10-08T23:44:11","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=7672"},"modified":"2024-06-24T08:24:52","modified_gmt":"2024-06-24T01:24:52","slug":"hoax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax","title":{"rendered":"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png\" width=\"820\" style=\"width: 820px; margin: 0px auto;\" alt=\"cara mengetahui dan mengatasi penyebaran apa itu ciri-ciri berita hoax\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Artikel ini membahas kenapa kita bisa terperangkap berita hoax dan bagaimana berita hoax menyebar<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSi bohong sudah berlari duluan saat si fakta masih mempersiapkan dirinya untuk berlari\u201d. Teman-teman pada ngerti <em>nggak<\/em> sama pepatah ini? Buat kamu yang suka main di sosial media, pasti sering dengar kata hoax, kan. <em>Nah,<\/em> yang dimaksud dari pepatah tadi \u201cSi bohong\u201d itu adalah hoax.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hoax atau <em>false information<\/em> adalah informasi yang palsu dan tidak sesuai fakta. Hoax punya sumber yang <em>nggak<\/em> jelas, dan <em>nggak<\/em> bisa dipertanggungjawabkan juga benar atau tidak. Informasi yang palsu ini juga menyebar di kalangan masyarakat luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumbernya aja <i>udah<\/i> <i>nggak<\/i> jelas <i>gitu<\/i>, terus kenapa hoax masih tersebar ya? Sebenarnya, hoax itu tersebar dengan dua macam pola sampai akhirnya bisa diterima oleh masyarakat. Apa aja <i>tuh?<\/i> <i>Yuk<\/i>, simak!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/circular%20reporting.png\" width=\"820\" style=\"width: 820px; margin: 0px auto;\" alt=\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Hoax\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Circular reporting<\/em> adalah berita hoax yang menyebarnya berputar-putar. Misalnya, si media A mencetak suatu berita yang mengandung hoax, lalu si media B juga mencetak berita yang sama seperti si A. Saat si media A ditanya kebenaran dari berita \u201choax\u201d nya, si media A malah menunjuk si media B sebagai sumber berita hoax-nya. <em>Nah loh,<\/em> <em>blunder kan tuh<\/em>? Makanya disebut berita yang berputar-putar. Karena saat diminta pertanggungjawaban dari berita yang disebar, media yang terlibat malah saling cetak berita yang sama dan saling tunjuk sumbernya siapa. <em>Hadeuh. <\/em><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/article%205%20-%20wowTernyata%20hoax%20menyebar.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber: newsweek.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh dari <em>circular reporting <\/em>yang sempat viral adalah saat majalah asal Amerika Serikat <em>Rolling Stone<\/em> mencetak cerita di tahun 2014 tentang kekerasan yang terjadi di Universitas Virginia. <em>Rolling Stone<\/em> menulis bahwa kekerasan itu dilakukan oleh mantan dekan dari universitas tersebut. Para wartawan dari media lainnya menyelidiki kasusnya lebih lanjut dan malah menemukan hasil yang <em>nggak<\/em> sinkron. Akhirnya kasus ini dibawa ke pengadilan dengan tuntutan pencemaran nama baik. Sang Juri juga mengatakan kalau si penulis, Sabrina Rubin Erdely, telah melakukan \u201ckejahatan yang sesungguhnya, melaporkan sesuatu yang mengabaikan benar atau tidaknya&#8221;.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/terserah%20circular.png\" width=\"600\" alt=\"cara mengetahui dan mengatasi penyebaran apa itu ciri-ciri berita hoax\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk lain dari <em>circular reporting<\/em> adalah sumbernya ada, tapi sumbernya emang hoax. Jadi, media dan <em>platform<\/em> informasi lainnya sudah mencetak dan menyebarluaskan berita hoax itu. Tapi saat ditanya beritanya bener apa <em>nggak<\/em>, si sumber tetap menyebutkan informasi yang palsu. Hmmm, jadi si sumber ini yang bohong ya? <em>Yap<\/em>, betul!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/user%20generated%20.png\" width=\"820\" style=\"width: 820px; margin: 0px auto;\" alt=\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau pola yang ini adalah saat hoax tersebar melalui <em>user generated platform<\/em>. <em>User generated platform<\/em>&nbsp;artinya adalah konten buatan pengguna. <em>Platform<\/em> yang dimaksud adalah sarana tempat hoax disebarkan. Jadi, hoax yang tersebar itu berasal dari orang yang menggunakan <em>platform<\/em> itu sendiri, contohnya seperti Wikipedia. <em>Hah, Wikipedia?!<\/em>&nbsp;Iya, pada <em>nggak nyangka kan<\/em>? Selama ini orang-orang kalau cari informasi yang cepat dan akurat selalu mengandalkan Wikipedia, padahal belum tentu selalu bener <em>loh<\/em>. Karena Wikipedia punya fitur dimana penggunanya bisa mengedit informasi yang tertera disitu. Selain Wikipedia, <em>platform<\/em> lain juga bisa jadi sarang hoax seperti Twitter, Facebook, dan Whatsapp. <em>Duh<\/em>, berarti semuanya <em>nggak<\/em> ada yang aman <em>dong<\/em>? Makanya, sebagai netizen kita juga harus pintar memilah informasi yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Terserah_3_-_WT_-_Hoax-03-01.png\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" alt=\"cara mengetahui dan mengatasi penyebaran apa itu ciri-ciri berita hoax\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah,<\/em> udah pada tahu kan sekarang gimana proses hoax itu tersebar. Terus, kenapa <em>sih <\/em>hoax tetap bisa kesebar? Kan <em>ngawur<\/em> banget <em>tuh<\/em>, merugikan lagi. Sebelum <em>dumel<\/em>, ada beberapa alasan yang kamu harus tahu tentang kenapa hoax tetap bisa kesebar.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/revisi%20faktor%20article%205.png\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" alt=\"cara mengetahui dan mengatasi penyebaran apa itu ciri-ciri berita hoax\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang pertama, karena kita punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan saking <em>keponya<\/em> kita terima <em>aja <\/em>informasi yang ada tanpa mengecek lagi bener atau <em>nggak<\/em>-nya. <em>Nah<\/em>, di sini hoax <em>nggak<\/em> hanya memanfaatkan sifat <em>kepo<\/em> manusia, tapi juga kondisi emosi. Secara psikologis, orang akan cenderung lebih percaya dengan hoax kalau hoax tersebut hampir atau bahkan sama dengan opini kita terhadap sesuatu. Misalnya, kita <em>nggak<\/em> suka sama pro duk X. Terus, pas ada hoax yang menjelekkan si X, kita percaya-percaya <em>aja<\/em> karena kita <em>nggak<\/em> suka juga sama si produk X. Hal ini disebut dengan <em>confirmation bias. <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, faktor lainnya adalah karena zaman sekarang udah era digital banget. Sekarang bisa <em>browsing<\/em> di <em>handphone <\/em>kita sendiri kalau mau cari info, gampang banget <em>kan tuh<\/em>. Ternyata, kemudahan bagi kita ini juga kemudahan bagi para pembuat dan penyebar \u201choax\u201d untuk menyusup di antara informasi yang benar dan valid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga, sekarang ada <em>platform<\/em> media sosial yang bikin apa aja serba cepat tersebarnya. Sekarang kalau lihat berita, pasti otomatis langsung klik tombol <em>like<\/em> atau <em>share<\/em>. Kita <em>like<\/em> atau <em>share<\/em> karena saat ada kabar buruk manusia biasanya merasa punya tanggung jawab moral untuk berbagi, <em>nggak<\/em> peduli kabar buruknya <em>hoax<\/em> atau fakta. Makanya ada sebutan \u201ckekuatan ibu jari\u201d, karena hanya dengan <em>mencet<\/em> tombol <em>like<\/em> dan <em>share<\/em> pakai jempol alias ibu jari semua udah tersebar luas. Perlu diingat juga, kalau di era digital ini kita <em>nggak<\/em> hanya bertukar informasi antar-pertemanan lagi <em>loh<\/em>, tapi udah antarnegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keempat, hoax didesain sedemikian rupa supaya dipercaya sama orang-orang. Jadi, hoax dirancang sangat cermat biar bisa dipercaya dan melewati logika analitis manusia. Dengan hoax yang dibuat niat banget kayak begini <em>nih<\/em>, orang yang sangat pintar sekalipun tetap bisa tertipu. Makanya, jangan pernah malas untuk <em>double<\/em> <em>check<\/em> setiap informasi yang kita terima <em>ya<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Duh<\/em>, hoax merugikan banget <em>ya<\/em>. Tapi nyatanya, ada sebagian masyarakat yang diuntungkan dari kerugian ini. Contohnya seperti <em>black campaign<\/em> atau kampanye hitam, yang dilakukan saat pemilu presiden Amerika Serikat pada tahun 2016. Saat itu Amerika Serikat dan dunia sangat digegerkan dengan Donald Trump yang mencalonkan diri sebagai presiden. Beberapa pihak menyebarkan hoax untuk kepentingan masing-masing. Hoax yang disebar juga macam-macam, mulai dari hoax yang menyebarkan kebaikan Donald Trump sampai kejelekannya. Waktu itu hoax yang sempat ramai dibicarakan adalah kalau si Pope Francis (uskup agung) mendukung Donald Trump untuk menjadi presiden Amerika Serikat selanjutnya, padahal sebenarnya itu <em>nggak<\/em> bener.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/perlunyamenutupwebcam\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">Perlukah Pelajar Menutup Kamera Web pada Laptopnya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, sekarang gimana caranya supaya kita bisa terhindar dari hoax? Awalnya memang hoax dibiarin aja, tapi untungnya sekarang pemerintah mulai menanggapi penyebaran hoax sebagai hal yang serius. Kalau udah parah banget, bakalan ada kewajiban dari pemerintah untuk membongkar hoax ini demi kepentingan publik. Di Indonesia sendiri udah ada badan resmi pemerintah yang salah satu tugasnya adalah mengurus dan menahan penyebaran hoax, yaitu Badan Intelijen Negara dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nggak<\/em> hanya upaya dari pemerintah, tapi juga harus ada upaya dari pemegang kepentingan di bidang media sosial. Contohnya seperti Facebook yang mulai sadar untuk berbenah diri sejak tahun 2015. Pertama, Facebook mengubah algoritma <em>news feed<\/em>-nya khusus untuk membendung hoax. Lalu, Facebook juga melarang <em>clickbait<\/em> yang bertengger di <em>news feed<\/em>-nya. Dan akhirnya Facebook melarang iklan yang berbau konten negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain upaya dari pemerintah dan pemegang kepentingan, kita sebagai masyarakat juga bisa melakukan beberapa hal supaya terbebas dari berita hoax, di antaranya adalah<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/faktor%20hoax.png\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" alt=\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Emang sih, awalnya seperti sepele dan asal bunyi <em>aja<\/em>. Tapi hati-hati <em>ya<\/em>, apalagi kalau di <em>platform<\/em> media sosial. Walaupun hoax menguntungkan beberapa pihak, tapi keuntungannya juga tidak seberapa dibanding kerugiannya. Jadi, jangan suka menyebar berita yang <em>nggak-nggak ya! <\/em>Pokoknya jangan lupa untuk selalu dicek lagi <em>(double check)<\/em> berita yang kita terima dan pintar-pintar lah sebelum menelan berita yang kita terima. <em>Nah<\/em>, supaya lebih pintar, <em>yuk<\/em> belajar dulu di <a href=\"http:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>! Kalian bisa belajar lebih enak dengan video interaktif, abis itu ngerjain soal-soal latihan juga deh!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas kenapa kita bisa terperangkap berita hoax dan bagaimana berita hoax menyebar &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":7672,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1719192292:1"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-7672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas kenapa kita bisa terperangkap berita hoax dan bagaimana berita hoax menyebar &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-08T23:44:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-24T01:24:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Almas Tyas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Almas Tyas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\"},\"author\":{\"name\":\"Almas Tyas\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b11a352c45700c37b6b0b2bbb45b503\"},\"headline\":\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax?\",\"datePublished\":\"2019-10-08T23:44:11+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-24T01:24:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\"},\"wordCount\":1140,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\",\"name\":\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png\",\"datePublished\":\"2019-10-08T23:44:11+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-24T01:24:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b11a352c45700c37b6b0b2bbb45b503\",\"name\":\"Almas Tyas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Almas Tyas\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/almas-tyas\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel ini membahas kenapa kita bisa terperangkap berita hoax dan bagaimana berita hoax menyebar &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2019-10-08T23:44:11+00:00","article_modified_time":"2024-06-24T01:24:52+00:00","author":"Almas Tyas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Almas Tyas","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax"},"author":{"name":"Almas Tyas","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b11a352c45700c37b6b0b2bbb45b503"},"headline":"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax?","datePublished":"2019-10-08T23:44:11+00:00","dateModified":"2024-06-24T01:24:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax"},"wordCount":1140,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax","name":"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png","datePublished":"2019-10-08T23:44:11+00:00","dateModified":"2024-06-24T01:24:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20article%205.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/hoax#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Kita Bisa Terperangkap Berita Hoax?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b11a352c45700c37b6b0b2bbb45b503","name":"Almas Tyas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Almas Tyas"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/almas-tyas"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7672"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18774,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7672\/revisions\/18774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}