{"id":7459,"date":"2019-12-15T12:00:00","date_gmt":"2019-12-15T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=7459"},"modified":"2024-09-11T17:08:12","modified_gmt":"2024-09-11T10:08:12","slug":"prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020","title":{"rendered":"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 838px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png\" alt=\"utbk sbmptn 2020\" width=\"838\" \/><\/em><\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Artikel ini memberikan prediksi soal penalaran umum untuk UTBK SBMPTN 2020<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu soal yang akan kamu hadapi di <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/online\/super-intensif-utbk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UTBK SBMPTN<\/a> 2020 adalah materi penalaran umum. Soal ini termasuk ke dalam Tes Potensi Skolastik atau TPS. Kira-kira seperti apa ya tipe soal penalaran umum? Yuk, kita lihat soal latihan dan pembahasannya berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bacalah tulisan berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Teks berikut ini digunakan untuk menjawab soal 1 sampai dengan 7!<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Profil kemiskinan di Indonesia diukur melalui metode penentuan Garis Kemiskinan (GK) makanan dan bukan makanan. Penduduk miskin yaitu kelompok masyarakat yang mempunyai pengeluaran rata-rata per kapita di bawah GK. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Selasa (15\/1\/2019), jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 9,66% dari jumlah penduduk per September 2018. Jumlah ini setara dengan 25,67 juta orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Angka September 2018 mencatatkan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 0,46 basis poin (bps) dari periode September 2017 yang berada di level 10,12%. Jika dibandingkan dengan posisi Maret 2018 yang sebesar 9,82%, maka capaian September 2018 lebih rendah 0,16 bps. \u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dari data yang sama, kemiskinan banyak terjadi di desa-desa dan ketimpangan antara desa serta kota masih berlanjut walaupun terjadi perbaikan. Faktor yang paling signifikan memengaruhi tingkat kemiskinan yaitu upah riil buruh tani dan nilai tukar petani. Kedua faktor itu mengalami kenaikan sepanjang periode Maret-September 2018.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, selama periode yang sama, tingkat inflasi yang biasanya menggerus penghasilan riil masyarakat terkendali dengan baik. Tingkat inflasi periode Maret-September 2018 hanya sebesar 0,94%. Bahkan, untuk beberapa komoditas pokok seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir mengalami penurunan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, penghasilan 40% penduduk lapis terbawah terdongkrak. Alhasil, GK selama periode Maret-September 2018 ikut terkerek sebesar 2,36%, dari Rp401.200,00 menjadi Rp410.670,00 pada September 2018. GK makanan masih berkontribusi paling besar, yakni 73,54%, sedangkan nonmakanan hanya sebesar 26,46%. Secara keseluruhan, GK keduanya mengalami penaikan, yang berarti kesejahteraan masyarakat sedikitnya merambat naik.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/prediksi-soal-fisika-sbmptn-2020\" rel=\" noopener\">Prediksi Soal Fisika SBMPTN 2020<\/a><\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Komoditas makanan yang terbesar menggerus penghasilan masyarakat yaitu beras, rokok, telur, dan daging ayam. Bagi masyarakat kota, beras menyumbang GK sebesar 19,54%, sedangkan di desa mencapai 25,51%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi dengan GK per Rumah Tangga miskin paling rendah, yakni Rp1,48 juta per bulan. Sebaliknya, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan nilai mencapai Rp3,33 juta per bulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Namun, dari persentase penduduk miskin, Pulau Maluku-Papua masih menjadi yang tertinggi. Seperlima, atau tepatnya 21,2%, dari jumlah penduduknya berada di bawah GK. Dalam hal ketimpangan sosial yang diukur melalui indeks rasio Gini, terdapat beberapa daerah dengan kesenjangan pengeluaran yang tinggi. Hingga September 2018, provinsi dengan ketimpangan tertinggi, yaitu DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, dan Papua.\u00a0Provinsi-provinsi tersebut memiliki indeks rasio Gini di atas nasional, yaitu sebesar 0,384. Sebaliknya, provinsi dengan pengeluaran yang hampir merata dari kelas bawah, menengah, dan atas, yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sumatra Barat. Secara nasional, ketimpangan ini kian terkikis. Pada Maret 2018, rasio Gini mencapai 0,389, sedangkan pada September tahun lalu sebesar 0,384.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-size: 13px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">(Sumber diadaptasi dari <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20190116\/9\/879191\/tingkat-kemiskinan-menurun-bagaimana-agenda-ekonomi-paslon-pilpres-2019\">https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20190116\/9\/879191\/tingkat-kemiskinan-menurun-bagaimana-agenda-ekonomi-paslon-pilpres-2019<\/a> diunduh pada 15 Agustus 2019)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Berdasarkan paragraf 8, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penduduk Maluku dan Papua berada di bawah Garis Kemiskinan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penduduk Maluku dan Papua mengalami ketimpangan sosial tertinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sumatra Barat memiliki pengeluaran yang merata dari seluruh kelas ekonomi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa penduduk di daerah Maluku-Papua yang berada di bawah Garis Kemiskinan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan penduduk miskin tertinggi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernyataan yang benar adalah <em>Terdapat beberapa penduduk di daerah Maluku-Papua yang berada di bawah Garis Kemiskinan<\/em>. Hal tersebut dibuktikan pada paragraf kedelapan, kalimat pertama dan kedua, yakni <em>Namun, dari persentase penduduk miskin, Pulau Maluku-Papua masih menjadi yang tertinggi. Seperlima, atau tepatnya 21,2%, dari jumlah penduduknya berada di bawah GK<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban A kurang tepat karena pada teks, terdapat persentase penduduk yang menandakan bahwa tidak semua penduduk Maluku-Papua berada di bawah Garis Kemiskinan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban B salah karena daerah yang mengalami ketimpangan sosial tertinggi, yaitu DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, dan Papua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban C kurang tepat karena terdapat lata <em>hampir<\/em> pada teks. Kata <em>merata<\/em> dengan frasa <em>hampir merata<\/em> memiliki makna yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban E salah karena Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki ketimpangan sosial tertinggi, bukan merupakan daerah dengan penduduk miskin tertinggi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah D<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Berdasarkan paragraf 3, jika perbaikan tidak terjadi di desa-desa, manakah di bawah ini simpulan yang PALING <\/span><span style=\"color: #000000;\">MUNGKIN benar?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan, seperti upah riil buruh tani dan nilai tukar petani mengalami peningkatan yang signifikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Upah riil buruh tani dan nilai tukar petani tidak mengalami kenaikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kemiskinan yang terjadi di desa-desa dan ketimpangan antara desa serta kota akan berkurang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kemiskinan banyak terjadi di desa-desa dan ketimpangan antara desa serta kota masih berlanjut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kemiskinan dan ketimpangan antara desa dengan kota sangat tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Simpulan merupakan kalimat yang mencerminkan keseluruhan isi teks. Simpulan yang tepat adalah <em>Kemiskinan dan ketimpangan antara desa dengan kota sangat tinggi<\/em>. Pada paragraf ketiga, dijelaskan bahwa perbaikan telah terjadi di desa-desa, tetapi kemiskinan dan ketimpangan antara desa serta kota masih berlanjut. Dengan demikian, jika perbaikan tidak terjadi, hal yang paling mungkin benar adalah kemiskinan dan ketimpangan antara desa dengan kota sangat tinggi. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah E<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Berdasarkan paragraf 4, apabila tingkat inflasi tidak terkendali dengan baik dan komoditas pokok, seperti beras, <\/span><span style=\"color: #000000;\">daging sapi, minyak goreng, serta gula pasir mengalami penurunan, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkat inflasi menggerus penghasilan riil masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkat inflasi tidak menggerus penghasilan riil masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Komoditas pokok, seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir tidak terkena dampak inflasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada keterkaitan antara tingkat inflasi dengan komoditas pokok, seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Harga komoditas pokok, seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir ditentukan oleh tingkat inflasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Simpulan yang paling mungkin benar adalah <em>Komoditas pokok, seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir tidak terkena dampak inflasi<\/em> karena hal tersebut berkaitan dengan pernyataan yang terdapat pada soal. Kata kuncinya adalah <em>tingkat inflasi tidak terkendali dengan baik<\/em> dan <em>komoditas pokok mengalami penurunan<\/em>. Pada teks dijelaskan bahwa jika inflasi dapat terkendali dengan baik, komoditas pokok akan menurun. Dengan demikian, jika inflasi tidak terkendali dengan baik dan komoditas pokok mengalami penurunan, berarti komoditas pokok, seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir tidak terkena dampak inflasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban A tidak tepat karena bukan merupakan sebuah simpulan karena simpulan mencakup keseluruhan isi paragraf.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban B, D, dan E salah karena tidak sesuai dengan pertanyaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah C<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Berdasarkan paragraf 5, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN BENAR mengenai tingkat <\/span><span style=\"color: #000000;\">kemiskinan di Indonesia?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penghasilan 60% penduduk lapisan atas terdongkrak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Garis Kemiskinan nonmakanan tidak berkontribusi lebih besar dari Garis Kemiskinan makanan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesejahteraan masyarakat sedikit naik karena Garis Kemiskinan makanan berkontribusi paling besar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesejahteraan masyarakat tergantung pada Garis Kemiskinan makanan dan nonmakanan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Akibat penghasilan penduduk lapisan bawah naik 40%, Garis Kemiskinan makanan dan nonmakanan menurun.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernyataan yang paling mungkin benar adalah <em>Garis Kemiskinan nonmakanan tidak berkontribusi lebih besar dari Garis Kemiskinan makanan<\/em>. Hal tersebut dibuktikan pada kalimat ketiga, yakni <em>Garis Kemiskinan nonmakanan tidak berkontribusi lebih besar dari Garis Kemiskinan makanan<\/em>. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Garis Kemiskinan yang berkontribusi lebih besar adalah Garis Besar Makanan. Dengan demikian, Garis Kemiskinan nonmakanan tidak berkontribusi lebih besar dari Garis Kemiskinan nonmakanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban A tidak sesuai dengan teks karena tidak membahas mengenai penghasilan penduduk lapisan atas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban C kurang tepat karena Garis Kemiskinan makanan dan nonmakanan naik yang menyebabkan kesejahteraan masyarakat merambat naik. Jadi, makanan bukan satu-satunya alasan kesejahteraan masyarakat naik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban D tidak tepat karena pada teks tidak dijelaskan bahwa kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh Garis kemiskinan\u00a0 makanan dan nonmakanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban E salah karena tidak dijelaskan bahwa Garis Kemiskinan makanan dan nonmakanan akibat dari penghasilan penduduk yang naik 40%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah B<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">5. Berdasarkan paragraf 5, apabila Garis Kemiskinan makanan berkontribusi tidak lebih besar dari Garis Kemiskinan <\/span><span style=\"color: #000000;\">nonmakanan, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesejahteraan masyarakat tidak merambat naik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penghasilan penduduk tidak meningkat sebesar 40%.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penghasilan penduduk tidak meningkat 40% dan kesejahteraan masyarakat tidak merambat naik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Garis Kemiskinan makanan dan nonmakanan tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesejahteraan masyarakat tetap merambat naik sedikit.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Simpulan yang paling mungkin benar adalah <em>Kesejahteraan masyarakat tetap merambat naik sedikit<\/em>. Hal tersebut dikarenakan kesejahteraan masyarakat tidak terbatas pada kontribusi dari Garis Kemiskinan makanan. Pada teks di atas, baik Garis Kemiskinan makanan maupun nonmakanan sama-sama mengalami kenaikan. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan masyarakat akan tetap merambat naik meskipun apabila Garis Kemiskinan makanan berkontribusi tidak lebih besar dari Garis Kemiskinan nonmakanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban A tidak sesuai dengan isi paragraf 5.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban B tidak tepat karena penghasilan penduduk tidak ditentukan dari besarnya tingkat kontribusi yang diberikan dari Garis Kemiskinan makanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban C kurang tepat karena penghasilan penduduk dan kesejahteraan masyarakat tidak ditentukan dari lebih besarnya Garis Kemiskinan makanan yang berkontribusi dibanding dengan Garis Kemiskinan nonmakanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban D salah karena Garis Kemiskinan makanan dan nonmakanan termasuk hal yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">6. Berdasarkan gambar tabel di atas, pada tahun berapakah kasus kemiskinan yang mengalami peningkatan tertinggi <\/span><span style=\"color: #000000;\">ketiga?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Maret 2018<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Maret 2013<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">September 2015<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">September 2012<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Maret 2014<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada gambar grafik di atas menunjukkan tingkat kemiskinan di Indonesia periode Maret 2011 September 2018. Peningkatan kasus kemiskinan tertinggi terdapat pada bulan September 2015, yakni sebesar 0,78. Lalu, peningkatan kasus kemiskinan tertinggi kedua terdapat pada bulan Maret 2015, yakni sebesar 0,31. Kemudian, peningkatan tertinggi ketiga adalah bulan Maret 2014, yaitu sebesar 0,11. Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah E<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">7. Berdasarkan gambar tabel di atas, apa yang PALING MUNGKIN terjadi setelah terjadi penurunan tingkat <\/span><span style=\"color: #000000;\">kemiskinan pada bulan Maret dan September tahun 2018?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penghasilan penduduk meningkat lebih dari 40% .<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesejahteraan masyarakat merambat naik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penghasilan penduduk meningkat lebih dari 40% dan kesejahteraan penduduk merambat naik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Angka kemiskinan akan terus menerus pada tahun berikutnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Angka kemiskinan akan meningkat pada tahun berikutnya, meskipun tidak secara signifikan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal yang paling mungkin terjadi setelah adanya penurunan tingkat kemiskian pada bulan Maret dan September 2018 adalah <em>Kesejahteraan masyarakat merambat naik<\/em>. Kesejahteraan tersebut kemungkinan dapat terjadi jika angka kemiskinan terus mengalami penurunan. Hal itu karena kebutuhan makanan dan nonmakanan masyarakat dapat dipenuhi. Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah B<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Teks berikut ini digunakan untuk menjawab soal 8 sampai dengan 14.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 400px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/impor-daging-ayam-ras-di-indonesia--mild--nadya.jpg\" alt=\"utbk sbmptn\" width=\"400\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Impor daging ayam ras (Sumber: tirto.id)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Baru-baru ini, kebijakan impor pemerintah kembali disorot masyarakat. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melonggarkan ketentuan impor daging ayam dari Brasil seiring dengan rekomendasi dari World Trade Organization (WTO). Rekomendasi itu merupakan buntut dari kekalahan Indonesia dalam gugatan Brasil ke WTO pada 2017 yang tak kunjung dilaksanakan karena berbagai alasan, termasuk terkait isu sertifikasi sanitasi dan halal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Awan kelam tampaknya semakin menyelimuti industri peternakan unggas, terutama bagi para peternak mandiri. Pasalnya, sebulan sebelumnya, peternak ayam mandiri ini sempat protes ke pemerintah lantaran harga ayam di tingkat peternak\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/tirto.id\/harga-ayam-lagi-lagi-anjlok-ada-pembiaran-edox\">ambruk<\/a>\u00a0sehingga peternak merugi. Tak heran apabila peternak resah dengan pelonggaran impor daging ayam itu. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) menilai masuknya impor ayam berpotensi membuat penyerapan daging di peternak lokal terganggu. Namun, Dosen Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan bahwa Indonesia terpaksa untuk meratifikasi ketentuan importasi daging ayam lantaran sudah kalah dalam Sidang Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (DSB WTO). Belum lagi, jika negara-negara lain melakukan retaliasi dengan cara menyulitkan ekspor asal Indonesia masuk ke negara-negara bersangkutan. Tentu ini akan memengaruhi kinerja neraca perdagangan Indonesia yang kondisinya saat ini masih defisit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan data\u00a0<em>Comtrade<\/em>, volume impor daging ayam di Indonesia sepanjang 2018 &#8216;hanya&#8217; sebanyak 76,4 ton. Volume tersebut senilai USD31,07 juta atau setara dengan Rp443 miliar (asumsi Rp14,255 per dolar AS). Volume impor daging ayam tersebut juga hanya sekitar 0,004 persen dari total produksi ayam ras dalam negeri sebanyak\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.bps.go.id\/linkTableDinamis\/view\/id\/1064\/\">2,14 juta ton<\/a>\u00a0per tahun. Jumlah impor daging ayam juga jauh lebih rendah ketimbang impor daging sapi yang mencapai\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/comtrade.un.org\/data\/\">161.000 ton<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Meski begitu, pemerintah tetap perlu waspada dengan impor daging ayam ini. Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, tren permintaan volume impor daging ayam di Indonesia tumbuh signifikan. Pada 2015, volume impor daging ayam tercatat sebanyak 5,44 ton. Pada 2018, volume impor daging ayam sudah menembus 76,4 ton. Rata-rata pertumbuhan volume impor daging ayam mencapai 236 persen per tahun. Dampak terhadap industri nasional mungkin tidak besar karena memang volumenya tidak besar juga, tetapi mitigasi terkait dampak pelonggaran impor daging ayam sangat diperlukan ke depannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 13px;\"><span style=\"color: #000000;\">(Sumber diadaptasi dari <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/tirto.id\/kekalahan-indonesia-di-wto-dan-polemik-impor-daging-ayam-ef9v\">https:\/\/tirto.id\/kekalahan-indonesia-di-wto-dan-polemik-impor-daging-ayam-ef9v<\/a> diunduh pada 15 Agustus 2019)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">8. Berdasarkan paragraf 2, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"8\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa negara yang melakukan retaliasi dengan cara menyulitkan ekspor asal Indonesia masuk ke negara-negara bersangkutan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peternak ayam merugi karena harga ayam di pasaran ambruk yang disebabkan oleh kekalahan Indonesia terhadap Brasil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kinerja neraca perdagangan ditentukan oleh retaliasi terhadap ekspor yang menyulitkan ekspor asal Indonesia ke beberapa negara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Retaliasi yang dilakukan oleh beberapa negara terhadap Indonesia memengaruhi kinerja neraca perdagangan Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Para peternak ayam mandiri mengalami kerugian.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernyataan yang benar adalah <em>Para peternak ayam mandiri mengalami kerugian<\/em>. Hal tersebut dibuktikan pada kalimat kedua, yakni <em>Pasalnya, sebulan sebelumnya, peternak ayam mandiri ini sempat protes ke pemerintah lantaran harga ayam di tingkat peternak\u00a0<\/em><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/tirto.id\/harga-ayam-lagi-lagi-anjlok-ada-pembiaran-edox\"><em>ambruk<\/em><\/a><em>\u00a0sehingga peternak merugi.<\/em> Kalimat tersebut menunjukkan bahwa peternak ayam mandiri mengalami kerugian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban A salah karena pada teks terdapat kata <strong><em>jika<\/em><\/strong> yang berarti bahwa hal tersebut adalah sebuah kemungkinan bukan sudah terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban B kurang tepat karena kurang sesuai dengan teks. Pada teks terdapat pernyataan <strong><em>harga ayam di tingkat peternak\u00a0<\/em><\/strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/tirto.id\/harga-ayam-lagi-lagi-anjlok-ada-pembiaran-edox\"><strong><em>ambruk<\/em><\/strong><\/a>, sedangkan pada pilihan jawaban B harga ayam di pasaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban C tidak tepat karena tidak sesuai denga nisi teks.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban D tidak sesuai dengan teks karena terdapat pernyataan <strong><em>Tentu ini akan memengaruhi kinerja neraca perdagangan Indonesia<\/em><\/strong> yang menandakan hal tersebut telah terjadi, sedangkan pada teks dijelaskan bahwa hal tersebut baru kemungkinan akan terjadi dan belum terjadi. Dengan demikian,<strong> jawaban yang tepat adalah E<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">9. Berdasarkan paragraf 1, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat tidak setuju dengan kebijakan impor pemerintah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Indonesia menggugat Brasil terkait sertifikasi sanitasi dan halal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menteri Perdagangan melonggarkan aturan impor daging dari Brasil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">WTO merekomendasikan Brasil untuk mengekspor daging ayam ke Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pada 2017 WTO merekomendasikan Indonesia untuk mengimpor daging ayam dari<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada paragraf 1, pernyataan yang tepat adalah <em>Indonesia menggugat Brasil terkait sertifikasi sanitasi dan halal.<\/em> Pernyataan tersebut dibuktikan pada kalimat ketiga, yakni <em>Rekomendasi itu merupakan buntut dari kekalahan Indonesia dalam gugatan Brasil ke WTO pada 2017 yang tak kunjung dilaksanakan karena berbagai alasan, termasuk terkait isu sertifikasi sanitasi dan halal.<\/em> Kalimat tersebut menjelaskan bahwa Indonesia kalah dengan gugatannya terhadap Brasil terkait sertifikasi sanitasi dan halal. Dengan demikian, terjadi gugatan yang diajukan Indonesia terhadap Brasil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban A kurang tepat karena pada teks, masyarakat hanya menyoroti yang memiliki makna memperhatikan. Hal tersebut tidak memiliki makna yang sama dengan \u2018tidak setuju\u2019.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban C tidak tepat karena tidak dijelaskan lebih detail bahwa Indonesia mengimpor daging ayam, bukan semua jenis daging dari Brasil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban D salah karena WTO merekomendasikan impor daging ayam kepada Indonesia bukan Brasil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pilihan jawaban E tidak sesuai karena pada tahun 2017, Indonesia menggugat Brasil mengenai sertifikasi sanitasi dan halal yang pada akhirnya mengalami kekalahan. Tidak dijelaskan bahwa Indonesia direkomendasikan WTO pada 2017.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">10. Berdasarkan paragraf 1, apabila Indonesia tidak mengalami kekalahan saat menggugat Brasil terkait isu sertifikasi <\/span><span style=\"color: #000000;\">sanitasi dan halal, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Brasil dilarang mengekspor daging ayam ke Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">WTO tidak merekomendasikan Indonesia untuk mengimpor daging ayam ke negara Brasil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daging ayam dari Brasil yang tersertifikasi sanitasi dan halal dapat masuk ke Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat tidak akan menyoroti kebijakan impor pemerintah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Indonesia tidak impor daging ayam dari Brasil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apabila Indonesia tidak mengalami kekalahan saat menggugat Brasil terkait isu sertifikasi sanitasi dan halal, maka Indonesia tidak perlu mengimpor daging ayam dari Brasil. Hal tersebut karena Indonesia direkomendasikan oleh WTO untuk mengimpor daging ayam dari Brasil akibat kekalahannya dalam menggugat Brasil. Jadi, Indonesia tidak perlu mengimpor daging ayam dari Brasil jika Indonesia tidak mengalami kekalahan. Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah E<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">11. Berdasarkan paragraf 4, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN benar mengenai Indonesia <\/span><span style=\"color: #000000;\">yang mengimpor daging ayam dari Brasil?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Industri nasional terkena dampak dari pelonggaran impor daging ayam yang dilakukan oleh Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pada 2015, permintaan volume daging di Indonesia tumbuh signifikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dari tahun 2015 sampai tahun 2018, volume impor daging ayam menembus 76,4 ton.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Volume impor daging ayam di Indonesia cukup besar dan tumbuh signifikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Permintaan volume impor daging ayam di Indonesia mencapai 236 persen per tahun.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: A<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernyataan yang paling mungkin benar adalah <em>Industri nasional terkena dampak dari pelonggaran impor daging ayam yang dilakukan oleh Indonesia<\/em>. Hal tersebut dibuktikan pada kalimat keenam <em>Dampak terhadap industri nasional mungkin tidak besar karena memang volumenya tidak besar juga, tetapi mitigasi terkait dampak pelonggaran impor daging ayam sangat diperlukan ke depannya<\/em>. Dari pernyataan tersebut, secara implisit menjelaskan bahwa industri nasional terkena dampak dari pelonggaran impor daging ayam meskipun mungkin tidak besar. Sementara, pilihan jawaban B, C, D, dan E tidak sesuai dengan teks. Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah A<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">12. Berdasarkan paragraf 2, apabila kinerja neraca perdagangan Indonesia tidak dipengaruhi oleh sistem retaliasi <\/span><span style=\"color: #000000;\">yang dilakukan oleh negara-negara lain dengan cara menyulitkan ekspor asal Indonesia ke negara-negara bersangkutan, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kondisi kinerja neraca perdagangan tidak mengalami defisit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peternak ayam mandiri tidak protes ke pemerintah karena harga ayam di tingkat peternak tidak\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/tirto.id\/harga-ayam-lagi-lagi-anjlok-ada-pembiaran-edox\">ambruk<\/a>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peternak tidak resah dengan pelonggaran impor daging ayam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Awan kelam mungkin masih menyelimuti industri peternakan unggas di Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kondisi penyerapan daging ayam di peternak lokal\/mandiri stabil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika kinerja neraca perdagangan Indonesia tidak dipengaruhi oleh sistem retaliasi negara-negara lain, awan kelam mungkin masih menyelimuti industri peternakan unggas di Indonesia. Hal tersebut karena faktor yang memengaruhi kinerja neraca perdagangan bukan hanya dari segi ekspor, melainkan dari impor juga. Pada teks di atas, dijelaskan bahwa Indonesia masih mengimpor daging ayam yang menyebabkan harga ayam di tingkat peternak\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/tirto.id\/harga-ayam-lagi-lagi-anjlok-ada-pembiaran-edox\">ambruk<\/a>\u00a0sehingga peternak merugi. Hal tersebut juga berkaitan dengan kinerja neraca perdagangan. Dengan demikian, simpulan yang paling mungkin benar terdapat pada <strong>pilihan jawaban D<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Kesesuaian Pernyataan<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">13. Berdasarkan gambar tabel Impor Daging Ayam Ras di Indonesia, pada tahun berapakah kenaikan nilai yang <\/span><span style=\"color: #000000;\">signifikan kedua terjadi?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">2014<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2015<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2016<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2017<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2018<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kenaikan nilai yang signifikan kedua terjadi pada tahun 2016, yakni sebesar 9.087.208 US$. Sementara, kenaikan berat signifikan kedua terjadi pada tahun 2017, yaitu sebesar 29.832kg. Dengan demikian, kenaikan nilai yang signifikan kedua terjadi pada tahun 2016. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah C<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Simpulan Logis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">14. Berdasarkan gambar tabel Impor Daging Ayam Ras di Indonesia, apa yang PALING MUNGKIN terjadi jika setelah <\/span><span style=\"color: #000000;\">tahun 2018 impor daging ayam menurun?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kinerja neraca perdagangan Indonesia tidak mengalami defisit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jumlah ekspor daging ayam asal Indonesia meningkat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Permintaan pasar akan daging ayam peternak mandiri meningkat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masalah perekonomian di Indonesia teratasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Produksi daging ayam peternak mandiri stabil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan menurunnya impor daging ayam, hal yang paling mungkin terjadi adalah meningkatnya permintaan pasar akan daging ayam dari peternak mandiri. Hal tersebut karena sumber daging ayam dari luar negeri diberhentikan dan berarti sumber daging ayam hanya berasal dari dalam negeri, tepatnya dari para peternak mandiri. Dengan demikian, setelah tahun 2018, grafik persentase impor daging ayam ras di Indonesia akan menurun. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah C<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gunakan teks berikut untuk soal nomor 15 sampai 18!<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ersa, Monica, Safira, Adnan, dan Ibad adalah siswa SMA Pejuang Bangsa. Jika diukur dari SMA Pejuang Bangsa, maka rumah Ersa lebih jauh daripada rumah Safira. Rumah Monica lebih dekat daripada rumah Adnan dan rumah Ibad.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Subtopik: Penalaran Analitik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">15. Jika rumah Safira lebih jauh dari rumah Ibad, maka anak yang rumahnya paling dekat dari SMA Pejuang Bangsa <\/span><span style=\"color: #000000;\">adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Monica<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adnan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ibad<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Safira<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ersa<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: A<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila dibuat peta, dapat diperoleh sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211;\u00a0 R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Monica &#8211; R. Adnan \/ R. Ibad<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sesuai dengan soal, maka urutannya menjadi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Monica &#8211; R. Adnan\/R. Ibad &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sehingga rumah yang paling dekat adalah rumah Monica. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah A<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Penalaran Analitik<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">16. Jika rumah Ibad lebih dekat dengan rumah Monica, maka &#8230;<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Adnan lebih jauh daripada rumah Ersa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Adnan lebih jauh daripada rumah Ibad.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Monica lebih dekat daripada rumah Safira.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Ersa lebih dekat daripada rumah Adnan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Ersa dan Adnan sama dekatnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila dibuat peta, dapat diperoleh sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Monica &#8211; R. Adnan \/ R. Ibad<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sesuai dengan soal, maka urutannya menjadi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Adnan \/ R. Ibad &#8211; R. Monica &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sehingga rumah Monica lebih dekat daripada rumah Safira. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah C<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Penalaran Analitik<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">17. Jika rumah Monica dan rumah Ersa jaraknya sama dari SMA Pejuang Bangsa, maka anak yang rumahnya paling <\/span><span style=\"color: #000000;\">dekat dengan sekolah adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Monica<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adnan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ibad<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Safira<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ersa<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila dibuat peta, dapat diperoleh sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Monica &#8211; R. Adnan \/ R. Ibad<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sesuai dengan soal, maka urutannya menjadi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa \/ R. Monica &#8211; R. Adnan \/ R. Ibad<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sehingga rumah Safira paling dekat dengan SMA Pejuang Bangsa. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah D<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Penalaran Analitik<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">18. Jika rumah Adnan lebih dekat daripada rumah Safira, maka &#8230;<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Safira lebih dekat daripada rumah Ersa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Safira lebih dekat daripada rumah Monica.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Ibad lebih dekat daripada rumah Monica.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah Ersa lebih dekat daripada rumah Adnan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak ada kesimpulan yang tepat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: A<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila dibuat peta, dapat diperoleh sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Monica &#8211; R. Adnan \/ R. Ibad<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sesuai dengan soal, maka urutannya menjadi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">SMA Pejuang Bangsa &#8211; R. Monica &#8211; R. Adnan\/Ibad &#8211; R. Safira &#8211; R. Ersa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sehingga rumah Safira lebih dekat daripada rumah Ersa. Jadi, <strong>jawaban yang tepat adalah A<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gunakan teks berikut untuk soal nomor 1<\/strong><strong>9 sampai 20!<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mae harus latihan silat di sekolah setiap Kamis, sedangkan Mahendra latihan silat di sekolah tiga kali seminggu, yakni setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Sementara, Saskia harus latihan silat di sekolah pada hari yang sama dengan Mahendra, kecuali hari Rabu. Astrid latihan silat di sekolah setiap Rabu. Irwan latihan silat di sekolah setiap Senin, Rabu, dan Jumat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Penalaran Analitik<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">19. Siapakah di antara mereka yang pergi latihan silat ke sekolah bersama dengan empat teman yang berbeda setiap <\/span><span style=\"color: #000000;\">minggunya?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mae<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saskia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Astrid<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mahendra<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Irwan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila dibuat tabel jadwal, dapat diperoleh informasi sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<table style=\"border-color: #99acc2; border-collapse: collapse; table-layout: fixed;\" width=\"577\" cellpadding=\"4\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"98\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nama<\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Senin<\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Selasa<\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Rabu<\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kamis<\/strong><\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jumat<\/strong><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"98\"><span style=\"color: #000000;\">Mae<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<td width=\"95\"><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"98\"><span style=\"color: #000000;\">Mahendra<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"98\"><span style=\"color: #000000;\">Saskia<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"98\"><span style=\"color: #000000;\">Astrid<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<td width=\"95\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"98\"><span style=\"color: #000000;\">Irwan<\/span><\/td>\n<td width=\"95\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<td width=\"95\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<td width=\"96\"><\/td>\n<td width=\"96\"><span style=\"color: #000000;\">\u221a<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan tabel di atas, Mahendralah yang latihan silat bersama empat teman yang berbeda, yakni Selasa bersama Saskia, Rabu bersama Astrid dan Irwan, dan Kamis bersama Mae dan Saskia. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Subtopik: Penalaran Analitik<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">20. Siapakah di antara mereka yang paling sering latihan silat di sekolah sendiri?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Astrid<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Irwan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mahendra<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saskia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mae<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan tabel di pembahasan nomor 19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa Irwanlah yang paling sering latihan silat sendiri, yakni pada Senin dan Jumat. Dengan demikian, <strong>jawaban yang tepat adalah B<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 3417px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Separator_Latihan_Soal_indonesia-5.png\" alt=\"Separator_Latihan_Soal_indonesia-5\" width=\"3417\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Soal-soal UTBK di tahun 2020 diketahui masih akan menggunakan tipe HOTS atau <em>higher order thinking skill<\/em>. Sudah siap menghadapi soal tersebut? Yuk, jangan pernah pantang menyerah dan terus siapkan diri bersama video beranimasi dan latihan soal di <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\" noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Kamu bisa memilih paket khusus SBMPTN dengan ratusan video penjelasan materi TPS dan juga video pembahasan soal TPS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"http:\/\/tps.ruangguru.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/9fb03be7-5e0b-48f9-a0bf-dc0fabb8474e.jpeg\" alt=\"TPS UTBK \" width=\"648\" height=\"227\" \/><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":22,"featured_media":7459,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1726049153:1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[563,565],"tags":[445,55,58],"class_list":["post-7459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-kampus","category-seleksi-masuk","tag-penalaran-umum","tag-pojok-kampus","tag-seleksi-masuk"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-15T05:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-11T10:08:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"19 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\"},\"author\":{\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"headline\":\"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020\",\"datePublished\":\"2019-12-15T05:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-11T10:08:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\"},\"wordCount\":3843,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png\",\"keywords\":[\"Penalaran Umum\",\"Pojok Kampus\",\"Seleksi Masuk\"],\"articleSection\":[\"Pojok Kampus\",\"Seleksi Masuk\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\",\"name\":\"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png\",\"datePublished\":\"2019-12-15T05:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-11T10:08:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2019-12-15T05:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-09-11T10:08:12+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"19 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020"},"author":{"name":"Shabrina Alfari","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"headline":"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020","datePublished":"2019-12-15T05:00:00+00:00","dateModified":"2024-09-11T10:08:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020"},"wordCount":3843,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png","keywords":["Penalaran Umum","Pojok Kampus","Seleksi Masuk"],"articleSection":["Pojok Kampus","Seleksi Masuk"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020","name":"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png","datePublished":"2019-12-15T05:00:00+00:00","dateModified":"2024-09-11T10:08:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/SBMPTN-01.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prediksi-soal-penalaran-umum-utbk-sbmptn-2020#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7459"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19911,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7459\/revisions\/19911"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}