{"id":6589,"date":"2020-06-19T11:07:10","date_gmt":"2020-06-19T04:07:10","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=6589"},"modified":"2025-03-11T13:08:56","modified_gmt":"2025-03-11T06:08:56","slug":"belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film","title":{"rendered":"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 860px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg\" alt=\"jagat raya\" width=\"860\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Artikel ini membahas mengenai teori pembentukan jagat raya dan anggapan pusat jagat raya.<\/em><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<i>A long time ago in a galaxy far, far away<\/i>\u2026.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Hayoo.. <\/i>Bagi yang familiar sama kalimat ini, pasti kenal <i>banget deh <\/i>asalnya dari mana. Tapi, bagi yang <i>nggak <\/i>tahu, kalimat ikonik ini berasal dari <i>opening<\/i> film <i>Star Wars<\/i>. Ceritanya tentang perang luar angkasa pada sebuah galaksi di <strong>jagat raya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Nah<\/i>, di luar angkasa itu, pasti banyak sekali benda angkasa seperti galaksi, <a href=\"\/ciri-ciri-planet\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>planet-planet<\/strong><\/a>, <a href=\"\/matahari\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>matahari<\/strong><\/a>, <a href=\"\/perbedaan-komet-dan-asteroid\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>asteroid<\/strong><\/a> dan yang lainnya. Tahu <i>kan<\/i> benda-benda angkasa itu ada di mana? Betul sekali. Di <strong>jagat raya<\/strong>.<\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/itl%20cat%20jadi.jpg\" alt=\"jagat raya\" width=\"600\" \/>Film Star Wars (sumber: itl.cat)<\/h6>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Apa <i>sih <\/i>yang dimaksud dengan <strong>jagat raya<\/strong> itu?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jagat raya<\/strong> merupakan alam semesta yang sangat luas dan tidak terukur. Terdiri atas berjuta benda angkasa dan kabut gas (kelompok nebula) yang kemudian tersusun menjadi gugusan bintang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukannya itu tata surya, ya? <i>Nah<\/i>, memang agak-agak mirip. Tapi sebetulnya <a href=\"\/teori-pembentukan-tata-surya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>tata surya<\/strong><\/a> itu sekumpulan benda langit yang isinya ada sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat sama gaya gravitasinya, kayak <i>planet<\/i>. Jadi, jagat raya itu lebih besar daripada tata surya.<\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\">Baca juga: <a href=\"\/teori-tata-surya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya<\/strong><\/a><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, pernah terlintas <i>nggak<\/i> di pikiranmu bagaimana <strong>jagat raya<\/strong> terjadi? <i>Nah<\/i>, ada beberapa teori yang menjelaskan tentang asal usul jagat raya. Simak penjelasan berikut <i>yuk<\/i>!<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10GEO_-_Belajar_Tentang_Teori_Pembentukan_Jagat_Raya_dari_Film-08-1.png\" alt=\"jagat raya\" width=\"820\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/popmovee%20com%20jadi.jpg\" alt=\"Poster Film Interstellar\" width=\"600\" \/>Film Interstellar (Sumber: popmovee.com)<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pernah nonton film <i>Interstellar nggak<\/i>? Kalau pernah, ada satu adegan yang mungkin kamu ingat, yaitu adegan yang menjelaskan tentang lubang cacing. Pada adegan ini, karakter Rom menjelaskan kepada Cooper bahwa Galaksi Bimasakti dengan galaksi yang mereka tuju berjarak sangat jauh, sehingga mereka membutuhkan sesuatu yang dapat dapat memperpendek jarak, yaitu lubang cacing tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Nah<\/i>, di film ini <i>kan<\/i> dibilang kalau galaksi Bimasakti dengan galaksi yang para astronot ini tuju jaraknya jauh. Pada kenyataannya galaksi-galaksi yang ada di luar angkasa akan bergerak semakin menjauh satu sama lain. Kok bisa, ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya kamu bisa tahu kenapa, coba <i>deh praktekin<\/i> hal ini:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10GEO_-_Belajar_Tentang_Teori_Pembentukan_Jagat_Raya_dari_Film-03.jpg\" alt=\"jagat raya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ambillah sebuah balon tiup. Buatlah titik-titik menggunakan spidol warna sebelum kamu meniupnya. Lalu, tiup balon tersebut hingga mengembang. <i>Nah<\/i>, perhatikan <i>deh <\/i>masing-masing titik tadi. <i>Pas<\/i> tiup balon itu, titik-titiknya jadi berjauhan, <i>kan<\/i>? Itulah gambaran teori <strong>jagat raya<\/strong> yang mengembang ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10GEO_-_Belajar_Tentang_Teori_Pembentukan_Jagat_Raya_dari_Film-07-1.png\" alt=\"jagat raya\" width=\"820\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/amazon%20com%20jadi.jpg\" alt=\"Film Stephen Hawking\" width=\"600\" \/>Film <i>The Theory of Everything<\/i> (Sumber: amazon.com)<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Nah<\/i>, kalo kamu pernah nonton film <i>The Theory of Everything<\/i>, kamu mungkin kenal sama teori yang satu ini dan tokoh yang terlibat dengan teori tersebut. <i>Yap<\/i>, Stephen Hawking dan teori <i>Big Bang<\/i>. Tapi <i>gengs<\/i>, jangan salah paham, yang mencetus teori ini bukan Hawking, <i>lho<\/i>. Melainkan George Lema\u00eetre.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10GEO_-_Belajar_Tentang_Teori_Pembentukan_Jagat_Raya_dari_Film-04.jpg\" alt=\"jagat raya\" width=\"600\" \/>Teori <i>Big Bang<\/i> dicetus oleh George Lema\u00eetre pada tahun 1927. Ia mengemukakan bahwa jagat raya pada awalnya berbentuk massa yang tunggal, dengan bentuk yang padat. Massa tunggal itu bersuhu tinggi dan berenergi sangat besar. Akibatnya, massa tersebut meledak dan membuat serpihan-serpihan yang menjadi galaksi-galaksi, bintang-bintang, dan benda angkasa lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, kenapa Stephen Hawking terlibat pada teori <i>Big Bang<\/i> ini? Saat Lema\u00eetre mengemukakan teorinya, ia belum menyempurnakan rumus teori tersebut, sehingga belum dipercaya oleh semua astronom. Bertahun-tahun kemudian, Hawking menyempurnakan rumus tersebut dan menjadi salah satu pendukung teorinya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10GEO_-_Belajar_Tentang_Teori_Pembentukan_Jagat_Raya_dari_Film-06-1.png\" alt=\"jagat raya\" width=\"820\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/imdb%20com%20jadi.jpg\" alt=\"jagat raya\" width=\"600\" \/><span style=\"background-color: transparent;\">Film Dead of Night (sumber: imdb.com)<\/span><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Gengs<\/i>, mau tau sesuatu yang keren lagi <i>nggak<\/i>? Ternyata, ada ilmuwan yang membuat teori tentang <strong>jagat raya<\/strong> karena terinspirasi dari film, <i>lho!<\/i> Dulu, Fred Hoyle menonton film <i>Dead of Night<\/i>. Film yang ia tonton itu memiliki plot cerita yang konstan (tidak berubah) dan tidak ada awal dan akhir. Hal tersebut kemudian menginspirasinya mengemukakan teori tentang permulaan <strong>jagat raya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Plot cerita yang konstan itu <i>kayak <\/i>gimana <i>sih<\/i>?<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Steady%20State%20jadi.jpg\" alt=\"Teori Jagat Raya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada film itu, plot ceritanya bersifat konstan dan membuat <i>loop<\/i> (siklus yang tak berujung). Kemudian dia mikir, \u201cApa jangan-jangan jagat raya ini memiliki kondisi yang tidak pernah berubah?\u201d Akhirnya tercetuslah teori keadaan tetap, bahwa jagat raya tidak ada awal dan akhir, keadaannya akan selalu konstan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keren, ya bisa mencetus teori dengan belajar dari film! Makanya, <i>kalo <\/i>kamu mau jadi ilmuwan, banyak-banyak <i>nonto<\/i>n film! Hahahahah. Jadi sudah terbayang, <i>kan<\/i> gimana <strong>jagat raya<\/strong> ini terbentuk? Tapi pernah kebayang <i>nggak sih<\/i>, apa kira-kira yang jadi pusat <strong>jagat raya<\/strong> ini? Untuk menjawabnya, coba perhatikan gambar berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/anggapan%20jadi.jpg\" alt=\"jagat raya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana? Seru kan belajarnya? Kamu bisa menambah pengetahuanmu tidak hanya di kelas saja, tapi ketika kamu menonton film. Kamu jadi tahu bahwa ada teori-teori terbentuknya<strong> jagat raya<\/strong>, diantaranya ada teori <strong>jagat raya<\/strong> mengembang, teori <i>Big Bang<\/i> dan teori keadaan tetap. Selain itu, terdapat juga anggapan-anggapan tentang antroposentris, geosentris dan heliosentris yang menjelaskan tentang pusat <strong>jagat raya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih mau belajar dengan cara yang menyenangkan? <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a> jawabannya! Di sana ada ribuan video animasi pembelajaran yang menyenangkan, sehingga caramu mendapatkan pengetahuan tidak akan membosankan. <i>So<\/i>, tunggu apalagi, ayo gabung sekarang juga!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas mengenai teori pembentukan jagat raya dan anggapan pusat jagat raya.<\/p>\n","protected":false},"author":172,"featured_media":6589,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg"],"_edit_lock":["1741673195:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[527,531],"tags":[115,52,10,37],"class_list":["post-6589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","category-geografi-sma-kelas-10","tag-geografi-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas mengenai teori pembentukan jagat raya dan anggapan pusat jagat raya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-06-19T04:07:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-11T06:08:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Azka Rais\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Azka Rais\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\"},\"author\":{\"name\":\"Muhammad Azka Rais\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/84e20bffb37a86882242740b05159e1a\"},\"headline\":\"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2020-06-19T04:07:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-11T06:08:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\"},\"wordCount\":766,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg\",\"keywords\":[\"Geografi X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Geografi\",\"Geografi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\",\"name\":\"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg\",\"datePublished\":\"2020-06-19T04:07:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-11T06:08:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/84e20bffb37a86882242740b05159e1a\",\"name\":\"Muhammad Azka Rais\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Azka Rais\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/muhammad-azka-rais\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel ini membahas mengenai teori pembentukan jagat raya dan anggapan pusat jagat raya.","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2020-06-19T04:07:10+00:00","article_modified_time":"2025-03-11T06:08:56+00:00","author":"Muhammad Azka Rais","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Azka Rais","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film"},"author":{"name":"Muhammad Azka Rais","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/84e20bffb37a86882242740b05159e1a"},"headline":"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10","datePublished":"2020-06-19T04:07:10+00:00","dateModified":"2025-03-11T06:08:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film"},"wordCount":766,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg","keywords":["Geografi X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Geografi","Geografi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film","name":"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg","datePublished":"2020-06-19T04:07:10+00:00","dateModified":"2025-03-11T06:08:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/header%20jadi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/belajar-teori-pembentukan-jagat-raya-dari-film#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar Teori Pembentukan Jagat Raya dari Film | Geografi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/84e20bffb37a86882242740b05159e1a","name":"Muhammad Azka Rais","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Azka Rais"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/muhammad-azka-rais"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/172"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6589"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15683,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589\/revisions\/15683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}