{"id":6019,"date":"2020-09-25T10:10:00","date_gmt":"2020-09-25T03:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=6019"},"modified":"2023-12-13T08:04:01","modified_gmt":"2023-12-13T01:04:01","slug":"aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa","title":{"rendered":"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\" alt=\"Sejarah_11\" width=\"821\" style=\"width: 821px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Squad, masih ingat tentang peristiwa <strong><a href=\"\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\" rel=\"noopener\">Renaissance<\/a><\/strong>? Jika masa Renaissance merupakan peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern dan dianggap sebagai masa peremajaan bangsa, maka peristiwa Aufkl\u00e4rung merupakan masa pendewasaan bagi Bangsa Eropa. Meski keduanya sama-sama membawa pencerahan bagi penduduk Eropa, tapi ternyata dua peristiwa ini merupakan peristiwa yang berbeda<em>, lho<\/em>.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Istilah <strong>Aufkl\u00e4rung<\/strong> berasal dari Bahasa Jerman yang berarti \u201c<\/span>pencerahan\u201d<span style=\"background-color: transparent;\">, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">enlightenment.<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> Peristiwa ini terjadi pada 1695-1815. <span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Di masa ini manusia optimis dengan kemampuannya untuk menciptakan kemajuan yang dapat memberikan cahaya baru, dalam hal ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan.<\/strong><\/span> Kemudian banyak muncul pikiran-pikiran filosofis dari Eropa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Meski sama-sama disebut pencerahan, ternyata Renaissance dan Aufkl\u00e4rung berbeda, Squad. Di Masa Renaissance, kesadaran akan kemampuan akal manusia sudah berkembang, tetapi hal tersebut hanya menghasilkan kemajuan di bidang humaniora, filsafat, politik, seni, sastra serta hukum. Perubahan dalam bidang ekonomi belum mampu dikembangkan demi kesejahteraan manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Melalui slogan Aufkl\u00e4rung, \u201c<em>Sapere Aude!\u201d <\/em>yang berarti \u201cBeranilah Berpikir Sendiri\u201d<em>, <\/em>Immanuel Kant, filsuf asal Jerman mengajak orang-orang untuk semakin berani dan bebas menggunakan akalnya. Menurut Kant, manusia masih belum yakin akan kemampuan akalnya untuk menciptakan kemajuan dan kebahagiaan di dunia. Jika manusia belum mampu melakukan hal tersebut, itu berarti tanda bahwa manusia tersebut belum dewasa. <em>Hayo<\/em>, kalau begitu kamu sudah dewasa belum<em> nih<\/em>?<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Immanuel%20Kant.jpg\" alt=\"Immanuel Kant\" width=\"600\" style=\"width: 600px;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Immanuel Kant (Sumber: thegreatthinkers.org).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Di satu sisi, tentunya gerakan ini tampak bagus karena membawa kemajuan. Meski begitu, semakin tingginya keyakinan manusia terhadap kemampuannya sendiri mengakibatkan banyak orang berpendapat bahwa peran Tuhan dalam kehidupan berhenti setelah proses penciptaan alam semesta dan segala isinya selesai. Pandangan tersebut nantinya dikenal dengan istilah <em>deisme.<\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/TOKOH-TOKOH%20DI%20BALIK%20AUFKL%C3%84RUNG.png\" alt=\"TOKOH-TOKOH DI BALIK AUFKL\u00c4RUNG\" width=\"1000\" style=\"width: 1000px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 24px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"background-color: transparent;\">Inggris<\/span><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>a) Francis Bacon<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Francis Bacon merupakan tokoh awal dalam Masa Aufkl\u00e4rung di Inggris. Menurut Bacon, manusia harus berusaha sendiri untuk memecahkan masalah-masalah hidupnya dan tidak terus menerus menggantungkan diri pada Tuhan. Caranya adalah melalui penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Gagasannya yang terkenal adalah <em>\u201cknowledge is power\u201d<\/em>. Artinya, ilmu pengetahuan merupakan jalan yang dapat dipergunakan untuk kemajuan kehidupan manusia.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Francis%20Bacon%20tokoh%20masa%20pencerahan%20(aufklarung,%20enlightment).jpg\" alt=\"Francis Bacon tokoh masa pencerahan (aufklarung, enlightment)\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Francis Bacon (Sumber: biography.com).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>b) John Locke<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">John Locke dianggap sebagai \u201cBapak Liberalisme\u201d. Pemikirannya tercermin dalam karyanya <em>Two Treatise on Government<\/em> (1689), yang menjelaskan bahwa hidup manusia diatur oleh hukum kodrat dan tiap individu memiliki hak-hak yang tak boleh dirampas darinya (<em>unalienable rights<\/em>). Locke juga membahas tentang pemerintahan suatu negara harus dibatasi oleh hukum-hukum tertentu agar pemerintah tidak merampas hak-hak individu. Jadi, keberadaan negara berfungsi untuk menjamin keamanan seluruh masyarakatnya.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/John%20Locke%20tokoh%20masa%20pencerahan%20(aufklarung,%20enlightment).jpg\" alt=\"John Locke tokoh masa pencerahan (aufklarung, enlightment)\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">John Locke, pemikirannya tentu cocok untuk kamu yang menjunjung tinggi HAM. (Sumber: jacobinmag.com).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>c) Isaac Newton<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Nama ini pasti sudah <em>nggak <\/em>asing untuk kalian ya, Squad. Dirinya terkenal karena penjabaran hukum gravitasi. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di bumi dan benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama. Karyanya yang terbesar dan paling berpengaruh milikinya adalah <em>Phillosophie Naturalis Principia Mathematica<\/em> (1687). Pemikirannya tentang <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/tag\/fisika-xi\">fisika<\/a> ini ternyata membawa wajah baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga dirinya merupakan tokoh yang berpengaruh di masa ini.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Isaac%20Newton%20tokoh%20masa%20pencerahan%20(aufklarung,%20enlightment).jpg\" alt=\"Isaac Newton tokoh masa pencerahan (aufklarung, enlightment)\" width=\"350\" style=\"width: 350px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Ilustrasi Isaac Newton saat melihat apel yang jatuh dari pohonnya (Sumber: etc.usf.edu).<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 24px;\"><strong>Perancis<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>a) Jean-Jacques Rousseau <\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kamu pasti pernah mendengar namanya dalam pelajaran Sosiologi atau Kewarganegaraan<em> kan<\/em>? <em>Nah<\/em>, J.J. Rousseau merupakan filsuf Perancis yang juga muncul pada Masa Aufkl\u00e4rung. Pemikiran terbesarnya menyatakan bahwa negara yang baik adalah negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat. Jika negara memiliki kedaulatan rakyat, individu dapat mempertahankan kebebasannya. Atas pemikirannya tersebut, Rousseau dipandang sebagai pendukung demokrasi yang paling penting.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Jean-Jacques%20Rouseau%20tokoh%20masa%20pencerahan%20(aufklarung,%20enlightment).jpg\" alt=\"Jean-Jacques Rouseau tokoh masa pencerahan (aufklarung, enlightment)\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">J. J. Rousseau (Sumber: thefamouspeople.com).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>b) Voltaire<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Voltaire merupakan penulis dan filsuf Perancis yang dikenal lewat tulisan filsafatnya yang tajam, dukungannya terhadap hak-hak manusia, kebebasan sipil, kebebasan beragama hingga hak mendapatkan pengadilan yang layak. Voltaire adalah pendukung utama terhadap reformasi sosial. Reformasi sosial diperlukan oleh Perancis untuk memperbaiki kehidupan rakyat dan menghilangkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan kalangan gereja atau bangsawan terhadap rakyat biasa.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Voltaire%20tokoh%20masa%20pencerahan%20(aufklarung,%20enlightment).jpg\" alt=\"Voltaire tokoh masa pencerahan (aufklarung, enlightment)\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Voltaire (Sumber: oceansbridge.com).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Banyak hal penting yang terjadi di dunia karena faktor masa Aufkl<span>\u00e4rung ini. Berbagai wilayah di dunia, mulai dari masyarakat hingga kehidupannya pun banyak yang terpengaruh oleh adanya masa Aufkl\u00e4rung. Apa saja pengaruhnya?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengaruh%20aufklarung%20terhadap%20dunia.jpg\" alt=\"Pengaruh aufklarung terhadap dunia\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Adanya masa Aufkl\u00e4rung yang merupakan masa pencerahan ini berfokus pada kemajuan dan peningkatan akal manusia dan menjadikan manusia dapat berpikir maju seperti sekarang ini. Meski begitu, kemajuan ini tentunya perlu dijadikan sebagai sesuatu yang positif, Squad, bukannya menjadi hal yang negatif. Seru <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">kan<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> materi ini Squad? Selain baca di artikel ini, kamu juga bisa belajar materinya lewat video animasi di <a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong><span style=\"background-color: transparent;\">Sumber referensi:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><span>Hapsari, R. Adil, M. (2016) Sejarah untuk SMA\/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Immanuel Kant [Daring]. Tautan: https:\/\/thegreatthinkers.org\/kant\/introduction\/ (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Francis Bacon [Daring]. Tautan: https:\/\/www.biography.com\/scholar\/francis-bacon (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto John Locke [Daring]. Tautan: https:\/\/www.jacobinmag.com\/2015\/06\/locke-treatise-slavery-private-property\/ (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto J.J. Rousseau [Daring]. Tautan: https:\/\/www.thefamouspeople.com\/profiles\/jean-jacques-rousseau-233.php (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Isaac Newton [Daring]. Tautan: https:\/\/etc.usf.edu\/clipart\/72800\/72835\/72835_gravity.htm (Diakses: 25 November 2020)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Voltaire [Daring]. Tautan: https:\/\/www.oceansbridge.com\/shop\/artists\/l\/la-lan\/la-tour-maurice-quentin-de\/portrait-of-voltaire (Diakses: 25 November 2020)&nbsp;<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><em>Artikel diperbarui pada 25 November 2020<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Squad, masih ingat tentang peristiwa Renaissance? Jika masa Renaissance merupakan peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern dan dianggap sebagai masa peremajaan bangsa, maka peristiwa Aufkl\u00e4rung merupakan masa pendewasaan bagi Bangsa Eropa. Meski keduanya sama-sama membawa pencerahan bagi penduduk Eropa, tapi ternyata dua peristiwa ini merupakan peristiwa yang berbeda, lho.<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":6019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702429441:1"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,265,37],"class_list":["post-6019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xi","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Squad, masih ingat tentang peristiwa Renaissance? Jika masa Renaissance merupakan peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern dan dianggap sebagai masa peremajaan bangsa, maka peristiwa Aufkl\u00e4rung merupakan masa pendewasaan bagi Bangsa Eropa. Meski keduanya sama-sama membawa pencerahan bagi penduduk Eropa, tapi ternyata dua peristiwa ini merupakan peristiwa yang berbeda, lho.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-25T03:10:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-13T01:04:01+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\"},\"author\":{\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"headline\":\"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2020-09-25T03:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-13T01:04:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\"},\"wordCount\":829,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah XI\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\",\"name\":\"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\",\"datePublished\":\"2020-09-25T03:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-13T01:04:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Squad, masih ingat tentang peristiwa Renaissance? Jika masa Renaissance merupakan peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern dan dianggap sebagai masa peremajaan bangsa, maka peristiwa Aufkl\u00e4rung merupakan masa pendewasaan bagi Bangsa Eropa. Meski keduanya sama-sama membawa pencerahan bagi penduduk Eropa, tapi ternyata dua peristiwa ini merupakan peristiwa yang berbeda, lho.","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2020-09-25T03:10:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-13T01:04:01+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa"},"author":{"name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"headline":"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2020-09-25T03:10:00+00:00","dateModified":"2023-12-13T01:04:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa"},"wordCount":829,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","Sejarah XI","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa","name":"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg","datePublished":"2020-09-25T03:10:00+00:00","dateModified":"2023-12-13T01:04:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6019"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16138,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6019\/revisions\/16138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}