{"id":6007,"date":"2020-09-27T09:29:00","date_gmt":"2020-09-27T02:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=6007"},"modified":"2023-12-19T08:40:32","modified_gmt":"2023-12-19T01:40:32","slug":"mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini","title":{"rendered":"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg\" alt=\"sejarah_12\" width=\"821\" style=\"width: 821px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Squad, kamu sadar <em>nggak<\/em> kalau di masa sekarang, semuanya itu sudah serba mudah dan canggih? Mau belanja tinggal buka <em>handphone<\/em>, mau jalan-jalan ke luar negeri bisa naik pesawat, bahkan sekarang kamu bisa tinggal di luar angkasa. Semua itu terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat. Kira-kira bagaimana <em>ya<\/em> perkembangan IPTEK bermula? Baca terus <em>yuk<\/em> artikel ini biar kamu tahu sejarah perkembangan IPTEK di masa kini!<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Batas%20Teknologi%20Luar%20Angkasa.png\" alt=\"Batas Teknologi Luar Angkasa\" width=\"1000\" style=\"width: 1000px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5; font-size: 20px; text-align: left;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>Teknologi Luar Angkasa Dunia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kamu pasti tahu film Star Wars <em>\u2018kan<\/em>? Ternyata Star Wars juga ada di kehidupan nyata. Istilah Star Wars dipopulerkan oleh Ronald Reagan pada tahun 1983 untuk kompetisi teknologi luar angkasa di masa <strong><a href=\"\/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-ussr\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">Perang Dingin<\/a><\/strong>. Pengembangan teknologi luar angkasa oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet dilakukan demi mendukung upaya penyebarluasan pengaruhnya<strong>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Uni Soviet menjadi negara pertama yang berhasil meluncurkan satelit bernama <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Sputnik 1<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> pada 4 Oktober 1957. Pada November 1957 Uni Soviet meluncurkan satelit <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Sputnik II<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> dengan menyertakan seekor anjing bernama Laika. Kemajuan Uni Soviet mulai disaingi oleh Amerika Serikat dengan meluncurkan satelit <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Explorer 1<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> pada 31 Januari 1958. Seolah tidak mau kalah, Uni Soviet \u201cmembalasnya\u201d dengan mengirimkan <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Sputnik III<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> pada 15 Mei 1958. Pada 4 Oktober 1959 Uni Soviet berhasil mengorbitkan satelit <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Lunik III<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> yang dapat mengelilingi bumi dan bulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Momen terpenting dalam perkembangan teknologi ini terjadi ketika manusia berhasil melakukan perjalanan ke luar angkasa. Yuri Gagarin, kosmonot dari Uni Soviet, berhasil menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan ini pada 12 April 1961 dengan menggunakan pesawat <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Vostok 1<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> selama 108 menit. Disusul dengan John Glenn, manusia pertama yang mengorbit Bumi pada tanggal 20 Februari 1962 dengan pesawat <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Friendship 7<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> milik Amerika Serikat, dan Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan pada tanggal 20 Juli 1969 dengan <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Apollo 11<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> milik Amerika Serikat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Berakhirnya Perang Dingin membuka lembaran baru dalam perkembangan teknologi luar angkasa. <\/span><strong>International Space Station<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\"><strong> (Stasiun Luar Angkasa Internasional)<\/strong> didirikan oleh Amerika Serikat dan Rusia pada 20 November 1998 dan menjadi babak baru dalam perkembangan teknologi luar angkasa.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/international%20space%20station.jpg\" alt=\"international space station\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">International Space Station&nbsp;(Stasiun Luar Angkasa Internasional) (Sumber: nasa.gov).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5; font-size: 20px; text-align: left;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>Teknologi Luar Angkasa Indonesia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Perkembangan teknologi luar angkasa ini tentunya juga membawa dampak bagi Indonesia. Pada 9 Juli 1976, diluncurkan satelit Palapa A1 yang berguna untuk mengatur Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). SKSD bermanfaat untuk mempermudah komunikasi antar daerah dan antar negara, menyambungkan komunikasi telepon, televisi, radio dan faksimili, serta menghubungkan jaringan internet. Selanjutnya Indonesia juga punya satelit Palapa B1 yang diluncurkan pada 16 Juni 1983.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/peluncuran%20satelit%20palapa%20a1.jpg\" alt=\"peluncuran satelit palapa a1\" width=\"590\" style=\"width: 590px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Peluncuran satelit Palapa A1 (Sumber: mediaindonesia.com).<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selain punya satelit, saat itu Indonesia juga punya kosmonot <em>lho<\/em>. Adalah Pratiwi Sudarmono yang akan diberangkatkan untuk misi luar angkasa dari Indonesia. Sayang, dirinya belum berhasil berangkat karena meledaknya pesawat Challenger milik Amerika Serikat yang sedang diujicoba pada tanggal 28 Januari 1986.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Batas%20Teknologi%20Persenjataan.png\" alt=\"Batas Teknologi Persenjataan\" width=\"1000\" style=\"width: 1000px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Perkembangan teknologi persenjataan berkaitan erat dengan perkembangan militer khususnya ketika Perang Dunia dan Perang Dingin. Di masa Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet memimpin perkembangan persenjataan dengan tujuan untuk melindungi kawannya dan perebutan pengaruh. Pihak yang terlibat berusaha meningkatkan mutu dan jumlah persenjataannya. Adapun teknologi persenjataan yang dikembangkan antara lain bom, senjata nuklir, rudal.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah%20perkembangan%20teknologi%20persenjataan.png\" alt=\"sejarah perkembangan teknologi persenjataan\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kepemilikan senjata-senjata ini pada akhirnya diketahui berbahaya dan memicu banyaknya konflik yang membuat situasi berbahaya. Kesadaran itu berdampak pada menurunnya tingkat persaingan teknologi persenjataan antar banyak negara. Blok Barat dan Blok Timur akhirnya menggagas beberapa hal untuk mengatasi situasi. Salah satunya dengan membuat perjanjian-perjanjian <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">Nuclear Non-proliferation Treaty<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">, <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">Strategic Arms Limitation Talks <\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">(SALT), dan <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">Strategic Arms Reduction Treaty <\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">(START).<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Batas%20Teknologi%20Komunikasi%20dan%20Informasi.png\" alt=\"Batas Teknologi Komunikasi dan Informasi\" width=\"1000\" style=\"width: 1000px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah%20perkembangan%20teknologi%20komunikasi%20dan%20informasi.png\" alt=\"sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Perkembangan teknologi dan informasi yang ada dalam infografis di atas tentunya punya dampak negatif dan positifnya. <strong><span style=\"color: #3366ff;\">Dampak positifnya<\/span> <\/strong>tentu bisa mempercepat persebaran informasi secara akurat dan mutakhir, mempermudah komunikasi antar wilayah, pengembangan wawasan, sarana hiburan, media pertukaran data-data secara cepat dan efektif, dan yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Meski begitu, kita harus menggunakan kemajuan teknologi dan informasi ini secara bijak, karena perkembangan ini tetap memiliki dampak negatif.<\/span> Adapun <span style=\"color: #3366ff;\"><strong>dampak negatif<\/strong><\/span> yang dapat ditimbulkan seperti memudarnya nilai tradisional dalam masyarakat, semakin banyaknya pembajakan hasil karya, ataupun menguatnya sikap individualisme<span style=\"background-color: transparent;\">. Kira-kira, kamu bisa menyebutkan lagi <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">nggak <\/em><span style=\"background-color: transparent;\">dampak positif dan negatifnya?<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Batas%20Teknologi%20Transportasi.png\" alt=\"Batas Teknologi Transportasi\" width=\"1000\" style=\"width: 1000px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah%20perkembangan%20teknologi%20transportasi.png\" alt=\"sejarah perkembangan teknologi transportasi\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kalau di infografis kamu sudah tahu tentang sejarah perkembangan transportasi di dunia, akan berbeda dengan perkembangan transportasi di Indonesia, Squad. Pertama untuk transportasi darat, di Indonesia sedang dibangun jalan-jalan besar untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil. Salah satu jalan yang dibangun adalah jalan tol (jalan bebas hambatan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>Jalan Raya di Indonesia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Jalan tol (singkatan dari <em>tax on location<\/em>) pertama di Indonesia dibangun pada 1973 adalah Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Tol ini mulai digunakan tahun 1978 hingga sekarang dan membentang sepanjang kurang lebih 50 km. Pembuatan jalan tol kemudian berkembang di daerah lain di Pulau Jawa dan Sumatra. Dilanjutkan dengan tol Jakarta \u2013 Tangerang sepanjang 33 km (beroperasi November 1984), Surabaya \u2013 Gempol (49 km dan beroperasi Juli 1986). Pembangunan sempat terhenti pada Maret 1993 setelah membangun jalan tol Surabaya \u2013 Gresik sepanjang 20,7 km dan dilanjutkan dengan pembangunan Cikampek \u2013 Purwakarta \u2013 Padalarang (Cipularang) pada April 2005.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>Transportasi Air di Indonesia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Perusahaan kapal pertama di Indonesia bernama <span style=\"background-color: #ffff00;\"><strong>N.V. Nederlandsch Indische Industrie <\/strong><\/span>dan mulai dirintis pada 1823 oleh Gubernur Jenderal Van der Capellen. Untuk mendukung perusahaan tersebut, dibangun bengkel reparasi kapal pada 1849 di Surabaya. Hingga pada 1939 perusahaan tersebut diubah namanya menjadi <strong><span style=\"background-color: #ffff00;\">Marine Establishment (ME)<\/span><\/strong>.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bengkel%20Reparasi%20Kapal%20di%20Surabaya.jpg\" alt=\"Bengkel Reparasi Kapal di Surabaya\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Bengkel reparasi kapal di Surabaya. (Sumber: commons.wikimedia.org).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Pasca Perang Dunia II, setelah sempat dikuasai Jepang, Belanda kembali menguasai ME. Setelah merdeka, pada 27 Desember 1949, ME dikembalikan ke pemerintah Indonesia dan diubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL).<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>Transportasi Udara di Indonesia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Perkembangan transportasi udara Indonesia dimulai pada masa awal kemerdekaan. Saat itu pesawat yang digunakan masih hasil modifikasi Pesawat Cureng\/Nishikoren peninggalan Jepang. Pesawat itu dirancang dan dites oleh Agustinus Adisucipto pada Oktober 1945 di atas kota Tasikmalaya. Atas ide Wiweko Soepono dan Nurtanio Pringgoadisuryo dibukalah bengkel pesawat di bekas gudang kapuk di Magetan dekat Madiun. Pesawat <em>NWG-1<\/em> menjadi jenis pesawat hasil buatan bengkel tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Perkembangan pesawat terbang sempat terhambat karena pemberontakan Madiun 1948 dan Agresi Militer Belanda. Dunia penerbangan Indonesia kemudian berkembang lagi pasca peristiwa tersebut. Bandung dipilih menjadi tempat pengembangan pesawat terbang, khususnya di lapangan terbang Andir (Husein Sastranegara). Pada 1 Agustus 1954, Indonesia berhasil menerbangkan <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">prototype Si Kumbang<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\"> dan selanjutnya diluncurkan pesawat latih dasar <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">Belalang 89<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\"> dan pesawat olahraga <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">Kunang 25<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pesawat%20Sikumbang.jpg\" alt=\"Pesawat Sikumbang\" width=\"375\" style=\"width: 375px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Pesawat Si Kumbang rancangan Nurtanio. (Sumber: id.wikipedia.org).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Berbagai kemajuan tersebut membuat banyak pihak optimis terhadap industri penerbangan Indonesia. Akhirnya pada 16 Desember 1961 diresmikan pembentukan Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP). Setelah berbagai gejolak, 28 April 1976 secara resmi didirikan PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio dengan <span style=\"background-color: #ffff00;\"><strong>B.J. Habibie<\/strong><\/span> selaku Direktur Utamanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">IPTEK akan terus berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Seperti yang sudah kamu baca di atas, setiap perkembangan IPTEK akan membawa dampak positif dan negatif, tinggal bagaimana kita menghadapinya dengan bijak. Untuk tahu sejarah perkembangan IPTEK di masa kini lewat video animasi, kamu juga bisa menontonnya di <a href=\"http:\/\/bit.ly\/rg_app\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong>RuangBelajar<\/strong><\/a>, <em>lho<\/em>, Squad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><strong>Sumber referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span>Abdurakhman. Pradono, A. Sunarti, L. and Zuhdi, S. (2018)&nbsp;<\/span><em>Sejarah Indonesia<\/em><span>. 2. Jakarta: Kemendikbud<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Foto &#8216;Stasiun Luar Angkasa Internasional&#8217;. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.nasa.gov\/mission_pages\/station\/multimedia\/config.html (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Foto &#8216;Peluncuran satelit Palapa&#8217;. [Daring]. Tautan: https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/112011\/1976-satelit-pertama-indonesia-diluncurkan (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Foto &#8216;Bengkel reparasi kapandi Surabaya&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_gieterij_van_de_N.V._Nederlandsch_Indische_Industrie_te_Soerabaja_TMnr_60008582.jpg (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Foto &#8216;Pesawat Si Kumbang rancangan Nurtanio&#8217;. [Daring]. Tautan: https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Berkas:Sikumbang.jpg&amp;filetimestamp=20070305052833&amp; (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Artikel diperbaharui 27 November 2020<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Squad, kamu sadar nggak kalau di masa sekarang, semuanya itu sudah serba mudah dan canggih? Mau belanja tinggal buka handphone, mau jalan-jalan ke luar negeri bisa naik pesawat, bahkan sekarang kamu bisa tinggal di luar angkasa. Semua itu terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat. Kira-kira bagaimana ya perkembangan IPTEK bermula? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":6007,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702950032:1"]},"categories":[520,526],"tags":[76,10,259,37],"class_list":["post-6007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xii","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Squad, kamu sadar nggak kalau di masa sekarang, semuanya itu sudah serba mudah dan canggih? Mau belanja tinggal buka handphone, mau jalan-jalan ke luar negeri bisa naik pesawat, bahkan sekarang kamu bisa tinggal di luar angkasa. Semua itu terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat. Kira-kira bagaimana ya perkembangan IPTEK bermula? [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-27T02:29:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-19T01:40:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\"},\"author\":{\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"headline\":\"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12\",\"datePublished\":\"2020-09-27T02:29:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T01:40:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\"},\"wordCount\":1184,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah XII\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\",\"name\":\"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg\",\"datePublished\":\"2020-09-27T02:29:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T01:40:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Squad, kamu sadar nggak kalau di masa sekarang, semuanya itu sudah serba mudah dan canggih? Mau belanja tinggal buka handphone, mau jalan-jalan ke luar negeri bisa naik pesawat, bahkan sekarang kamu bisa tinggal di luar angkasa. Semua itu terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat. Kira-kira bagaimana ya perkembangan IPTEK bermula? [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2020-09-27T02:29:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-19T01:40:32+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini"},"author":{"name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"headline":"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12","datePublished":"2020-09-27T02:29:00+00:00","dateModified":"2023-12-19T01:40:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini"},"wordCount":1184,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg","keywords":["Kelas 12","Konsep Pelajaran","Sejarah XII","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini","name":"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg","datePublished":"2020-09-27T02:29:00+00:00","dateModified":"2023-12-19T01:40:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sejarah_12.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-kini#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengetahui Perkembangan IPTEK di Masa Kini | Sejarah Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16430,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007\/revisions\/16430"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}