{"id":5854,"date":"2020-10-27T07:46:00","date_gmt":"2020-10-27T00:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=5854"},"modified":"2024-06-30T09:04:27","modified_gmt":"2024-06-30T02:04:27","slug":"filosofi-stoik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik","title":{"rendered":"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg\" alt=\"filosofi stoik - filosofi teras\" width=\"820\" style=\"width: 820px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p><em>Artikel ini bercerita tentang bagaimana kita bisa mengatasi anxiety dan berbagai emosi negatif dengan filosofi stoik<\/em><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak bisa dipungkiri, saat ini kita jadi gampang stres. Di rumah nggak ngapa-ngapain, stres. Mau keluar ketemu temen, stres karena takut nularin\/tertular penyakit. Pulang dari ketemu temen, masuk kamar, rebahan, liat langit-langit, stres, lalu ngomong dalam hati, \u201cKenapa hampa sekali hidupku, Tuhan?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini belum ditambah variabel-variabel lain kayak mau lanjut ke kampus mana abis ini? Malam-malam gak bisa tidur dan kepikiran masa depan yang masih gak jelas, dan ngelihat sekeliling kamar lalu nyadar, \u201cKENAPA GELAS GUE DI KAMAR BANYAK BENER YAA?!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka, beruntunglah kamu yang baca artikel ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada satu ilmu yang bisa ngebantu kamu untuk menghilangkan itu semua. Namanya<strong> filosofi Stoik<\/strong>, yang diambil dari bahasa Yunani <em>\u2018stoa poikile\u2019 <\/em>yaitu teras berpilar tempat filsuf zaman dulu nongkrong dan ngobrol-ngobrol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Filosofi ini asik dan bisa kamu terapkan buat ngilangin berbagai emosi negatif (<em>anxiety, <\/em>cemas, sedih, marah, dll) dengan cara mengubah <em>mindset <\/em>aja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iya, simpel. Walaupun praktiknya gak sesimpel itu juga sih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam filosofi Stoik, emosi jiwa itu lahir dari sebuah peristiwa (objektif) yang <strong>ditambah opini kita.<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/formula%20sebuah%20emosi.jpg\" alt=\"formula sebuah emosi\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, kejadiannya adalah NILAI TUJUH DI MATEMATIKA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebanyakan dari kita, ketika mendapatkan nilai tujuh di matematika akan kecewa. Muncul, tuh, emosi jiwa kita. Nah, kalau dilihat oleh Stoik, rasa \u2018kecewa\u2019 kamu nggak serta merta muncul karena kamu dapat nilai tujuh di matematika, tapi karena <strong>kamu menambah opinimu.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Opinimu inilah yang melahirkan emosi \u2018kecewa\u2019 tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai tujuh + ortu bakalan marah (opini) = kecewa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai tujuh + merasa bodoh (opini) = kecewa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai tujuh + merasa gak bakalan keterima di univ favorit (opini) = kecewa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Opini-opini itu lah yang melahirkan emosi jiwa kamu. Karena, pada dasarnya, nilai tujuh di matematika itu cuma kejadian biasa yang sifatnya fakta. Dan perlu diingat, ada buanyak banget variabel yang bikin kejadian itu terjadi. Mulai dari cara belajar kamu, kesehatan, situasi keluarga kamu waktu itu, kondisi mental sewaktu mengerjakan ujian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalahnya, tidak semua dari variabel ini bisa kamu kontrol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam stoik, apapun yang terjadi di hidup kita itu, ada dua penyebabnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1)Faktor internal.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2)Faktor eksternal.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor internal maksudnya apa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, semua hal \u201cyang bisa kita kontrol\u201d. Kalau dalam KASUS NILAI TUJUH, faktor internalnya adalah cara kita belajar. Di sisi lain, faktor eksternal adalah \u201csegala hal yang tidak bisa kita kontrol\u201d. Misalnya, kondisi keluarga kamu, atau hal-hal yang menyebabkan menurunnya kondisi mental kamu menjelang ujian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kalau udah kayak gini? Apa yang bisa kita lakuin?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simpel, kita fokus di <strong>faktor internal aja.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita pikirin apa yang bisa kontrol. Kita kerjain apa yang bisa kita kerjain. Usahakan dengan maksimal. Sebaliknya, gak usah peduliin faktor eksternal. Jangan dipikirin, jangan dibuat stres karena\u2026 ya kita gak bisa kontrol juga kan? Kita gak bisa ngelakuin apa-apa di bagian itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita coba contoh lain ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian: Kejebak macet di jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awalnya kita mikir kalau KEJEBAK MACET DI JALAN (kejadian) akan melahirkan rasa marah. Padahal, setelah ditelisik lagi, rasa marah muncul karena <strong>kamu menambahkan opinimu.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejebak macet + Dianggap anak nakal kalau telat sekolah (opini) = Marah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejebak macet + \u201cNgabisin waktu produktif gue\u201d (opini) = Marah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran opini-opini itu lah yang ngebuat kamu munculin rasa marah. Filosofi Stoik ini mengatakan <strong>kalau kamu bisa mengontrol opini itu, hidup kamu bakalan jauh lebih santai dan bahagia.<\/strong> Dan iya, kamu, kita, nyatanya punya kendali atas pikiran kita sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/konsep-hidup-ikigai\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Memahami Konsep Ikigai: Biar Bahagia Menjalani Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marcus Aurelius, salah satu kaisar yang juga filsuf Stoic bilang gini, \u201c<em>It never ceases to amaze me: we all love ourselves more than other people, but care more about their opinion than our own.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalem gak tuh?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gak cuma itu aja, Marcus Aurelius juga ngasih tahu soal <em>pre-meditation<\/em>, yaitu soal gimana kita <strong>gak boleh berekspektasi<\/strong> terhadap apapun di dunia ini. Karena ekspektasi seringkali ngebawa kita ke hal-hal yang menyakitkan. Bayangin deh buat&nbsp; kasus tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, setelah selesai ulangan, kamu berekspektasi kalau nilai kamu bakalan dapat sembilan. Eh, begitu nilainya diumumin, kamu dapat tujuh. Bandingkan dengan kamu yang gak berekspektasi apa-apa, atau malah \u201cAh paling gue remed ini\u201d, tapi ternyata dapat tujuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadiannya akan tetap sama: nilai ulangan matematikamu tujuh. Tapi, emosi yang kamu rasain bakalan beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu hal yang perlu diingat: <strong>ekspektasi \u2260 <em>action.<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak berekspektasi bukan berarti kamu tidak melakukan apa-apa. Itu dua hal yang jauh berbeda. <strong>Ekspektasi adalah pikiranmu terhadap hasil dari <em>action <\/em>yang kamu lakukan<em>.<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu boleh berekspektasi paling buruk sekalipun (supaya kamu lebih waspada dan siap menghadapi masa depan), tapi kamunya gak boleh pasrah. <em>Action<\/em>-nya harus tetap maksimal. Marcus bahkan nyaranin untuk bilang gini ke diri sendiri tiap pagi:<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Today II shall be meeting with interference, ingratitude, insolence, disloyalty, ill-will, and selfishness- all of them due to the offenders ignorance of what is good or evil<\/em>.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuannya, supaya kita lebih siap. Kalau kamu ngebayangin hari ini akan terjadi hal-hal buruk, dan di bayangan itu kamu <em>mampu survive, <\/em>kemungkinan besar kamu bakalan benaran <em>survive <\/em>menjalani hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulannya: Setiap pagi, ingatkan diri kalau kamu tidak boleh berekspektasi apa-apa. Lalu, fokuslah di faktor internal. Apa yang bisa kamu kerjain, dan bukannya malah mikirin segala sesuatu yang gak bisa kita kontrol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apapun yang di luar kendali kita gak usah pusing-pusing kita pikirin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan ketika peristiwa itu akhirnya terjadi, kendalikan opinimu. Sadari bahwa opinimu akan mempengaruhi emosi yang akan keluar. Mudah-mudahan, kalau udah begini, kamu bakalan jadi Stoik, dan hidup lebih bahagia dan bisa mengatasi <em>anxiety, <\/em>kegelisahan, dan segala emosi negatif yang berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu suka sama materi-materi kayak gini, tulis di kolom komentar ya! Masukan dan ide lain juga boleh banget kamu bilang, biar kita bisa bikinin di artikel selanjutnya. Kalau kamu pengin ngulik materi pelajaran yang masih kesusahan, pahamin aja lewat <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">ruangbelajar!<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Manampiring, Henry. (2019) <em>Filosofi Teras. <\/em>Jakarta: Penerbit Buku Kompas.<\/p>\n<p>\u2018Marcus Aurelis\u2019. [Daring] <em>carnegielibrary.org. <\/em>Tautan: https:\/\/www.carnegielibrary.org\/marcus-aurelius\/#:~:text=%E2%80%9CBegin%20each%20day%20by%20telling,is%20good%20or%20evil.%20%E2%80%A6%E2%80%9D (Diakses: 23 Oktober 2020).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p>\u2018Woman Holding Huge Flower Bouquet\u2019. (Daring) Tautan: https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/woman-holding-huge-flower-bouquet_7054784.htm#page=1&amp;query=flowers%20&amp;position=21 (Diakses: 23 Oktober 2020).<\/p>\n<p>DEA\/G DAagli Orti\/De Agostini. \u2018Marcus Aurelius\u2019. (Daring) Tautan: https:\/\/www.theguardian.com\/books\/2020\/apr\/25\/stoicism-in-a-time-of-pandemic-coronavirus-marcus-aurelius-the-meditations (Diakses: 26 Oktober 2020)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini bercerita tentang bagaimana kita bisa mengatasi anxiety dan berbagai emosi negatif dengan filosofi stoik<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":5854,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1719713067:1"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-5854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini bercerita tentang bagaimana kita bisa mengatasi anxiety dan berbagai emosi negatif dengan filosofi stoik\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-27T00:46:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-30T02:04:27+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\"},\"author\":{\"name\":\"Kresnoadi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"headline\":\"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik\",\"datePublished\":\"2020-10-27T00:46:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-30T02:04:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\"},\"wordCount\":1015,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\",\"name\":\"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg\",\"datePublished\":\"2020-10-27T00:46:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-30T02:04:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel ini bercerita tentang bagaimana kita bisa mengatasi anxiety dan berbagai emosi negatif dengan filosofi stoik","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2020-10-27T00:46:00+00:00","article_modified_time":"2024-06-30T02:04:27+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik"},"author":{"name":"Kresnoadi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"headline":"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik","datePublished":"2020-10-27T00:46:00+00:00","dateModified":"2024-06-30T02:04:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik"},"wordCount":1015,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik","name":"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg","datePublished":"2020-10-27T00:46:00+00:00","dateModified":"2024-06-30T02:04:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/filosofi%20stoik%20-%20filosofi%20teras.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/filosofi-stoik#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5854"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5854\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18985,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5854\/revisions\/18985"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}