{"id":4852,"date":"2025-08-28T11:00:12","date_gmt":"2025-08-28T04:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4852"},"modified":"2025-08-30T22:40:16","modified_gmt":"2025-08-30T15:40:16","slug":"menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik","title":{"rendered":"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png\" alt=\"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Cara berpikir diakronik? Cara berpikir sinkronik? Istilah apa itu? Kita langsung simak aja deh, mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, serta pentingnya kedua cara berpikir ini untuk menangkal hoax~<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guys, kamu tahu nggak yang dimaksud dengan cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua cara berpikir itu penting lho buat kamu memahami peristiwa-peristiwa pada masa lampau, juga peristiwa yang tengah terjadi belakangan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenapa penting? Karena jika kamu sudah memahami kedua cara berpikir tersebut, kamu bisa menangkal berita-berita hoax.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kamu juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang ke kamu, baik dari guru, juga dari teman-teman kamu. Supaya nggak terjadi nih hal-hal seperti ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cJhonny, coba dong ceritakan ke ibu dan ke teman-teman kamu bagaimana proses terjadinya reformasi di Indonesia,\u201d <\/em>pertanyaan guru ke kamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cA\u2026 e\u2026. mm\u2026 itu\u2026. karena mahasiswa berhasil menduduki gedung MPR dan DPR bu. Terus Presiden Soeharto akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya,\u201d <\/em>jawab kamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cAduh Jhony\u2026. kan ibu minta kamu ceritain proses terjadinya. Jawabnya yang runtut dong, supaya bisa tahu sebab akibatnya dan ibu bisa tahu pemahaman dan pendapat kamu tentang peristiwa itu,\u201d <\/em>jawab ibu guru.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 500px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/patrik.gif\" alt=\"patrik\" width=\"500\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Mimik muka kalo nggak bisa jawab pertanyaan. (sumber: comicvine.gamespot.com)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat pernyataan ibu guru itu benar. Untuk menceritakan sebuah peristiwa sejarah, kita harus memiliki pemahaman yang baik agar tidak muncul pemahaman-pemahaman yang keliru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itu bisa kamu lakukan dengan <strong>cara berpikir diakronik dan sinkronik<\/strong>. Supaya lebih jelas, simak pembahasan di bawah ini ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">A. Cara Berpikir Diakronik<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Pengertian Cara Berpikir Diakronik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara etimologis atau asal usul bahasa, kata diakronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu <em><strong>dia<\/strong><\/em>\u00a0yang artinya <strong>melintasi<\/strong> atau <strong>melalui<\/strong>, dan <em><strong>chronos<\/strong><\/em> yang artinya <strong>waktu<\/strong>. <em>So<\/em>, diakronik itu artinya melintasi, melampaui, atau melalui dalam batasan-batasan waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maksudnya gimana tuh?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Intinya, diakronik digunakan dalam ilmu sejarah agar pembahasan <strong>suatu peristiwa dapat urut dari waktu ke waktu<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, cara berpikir diakronik sering dikaitkan dengan kronologi. Terus, pengertian kronologi tu apa sih?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Pengertian Kronologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kronologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu <strong><em>chronos<\/em><\/strong> yang berarti <strong>waktu<\/strong> dan <strong><em>logos<\/em><\/strong> yang berarti <strong>ilmu<\/strong> atau uraian. Berarti, kronologi adalah <strong>ilmu tentang waktu<\/strong> yang membantu dalam menyusun peristiwa-peristiwa sesuai dengan urutan waktu terjadinya peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, udah tau nih ya bedanya antara diakronik dan kronologi? Kalo <strong>diakronik cara berpikirnya<\/strong>, sedangkan <strong>kronologi<\/strong> itu <strong>ilmu bantunya<\/strong>. Jangan sampai ketuker, ya!<br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, gimana sih ciri-ciri dari cara berpikir diakronik?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Ciri-Ciri Berpikir Diakronik<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6e2bb536-3de9-427d-a6f9-e4b55ae38a1d.png\" alt=\"Ciri-Ciri Cara Berpikir Diakronik\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya kamu makin paham tentang cara berpikir diakronik, kamu juga perlu tahu nih, ciri-ciri dari berpikir diakronik. Secara garis besar ada 3 poin:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Memanjang dalam waktu dan menyempit dalam ruang<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu inget aja nih kalo diakronik itu fokusnya pada <strong>waktu<\/strong>. Maka dari itu, cara berpikir diakronik lebih mengutamakan urutan <strong>waktu<\/strong> dan gak terlalu memperhatikan keluasan ruang.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Bersifat kronologis atau fokus pada urutan waktu kejadian<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, kronologis digunakan untuk menempatkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya secara berurutan. Nah, si kronologi ini punya kebalikan, yaitu <strong>anakronik<\/strong>. Anakronik artinya menempatkan tokoh, objek, peristiwa, atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan urutan waktunya.<\/p>\n<h4><b>c. Bersifat vertikal<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba deh kamu bayangin garis vertikal yang tegak lurus. Atau boleh tuh kamu bayangin pohon kelapa yang batangnya lurus banget dan ga punya cabang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perumpamaan pohon kelapa itu mirip seperti ciri-ciri vertikal dari cara berpikir diakronik. Maksudnya, dalam hal ini, alur waktu berjalan lurusss aja tanpa ada penjelasan yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Udah makin kebayang tentang cara-cara berpikir diakronik ini? Biar makin kebayang, kakak mau kasih contoh deh nih buat kamu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Cara Berpikir Diakronik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inget aja nih, ketika kamu berpikir secara diakronik, kamu akan mampu berpikir secara runut, teratur, dan berkesinambungan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh cara berpikir diakronik misalnya bisa keliatan dari perubahan presiden Indonesia sejak masa awal kemerdekaan sampai reformasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kamu perhatikan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Sukarno (1945\u20131966)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Suharto (1966\u20131998)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">B.J. Habibie (1998\u20131999)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Abdurrahman Wahid (1999\u20132001)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Megawati Soekarnoputri (2001\u20132004)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Susilo Bambang Yudhoyono (2004\u20132014)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Joko Widodo (2014\u20132024)<\/span><\/li>\n<li>Prabowo Subianto (2024<span style=\"font-weight: 400;\">\u2013&#8230;<\/span>)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Anyway<\/em>, kakak mau <em>out of topic<\/em> dulu sebentar. <em>For your informatio<\/em>n aja nih. Pada tahun 1966, Suharto menerima Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, pada<strong> 7 Maret 1967<\/strong>, melalui <strong>Ketetapan MPRS No. XXXIII\/MPRS\/1967<\/strong>, MPRS mengangkat Suharto yang memegang amanat dari Supersemar, sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia dan dilantik pada <strong>12 Maret 1967<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu tahun kemudian, MPRS menetapkan Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia melalui Ketetapan MPRS <strong>No. XLIV\/MPRS\/1968<\/strong> dan dilantik pada <strong>27 Maret 1968<\/strong>. Intinya, kalo kamu sering denger Suharto menjabat selama 32 tahun, dihitungnya ya dari tahun 1966 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, kita balik ke topik yang kita bahas dari tadi nih, yaitu tentang contoh cara berpikir diakronik. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo kamu perhatikan urutan presiden yang tadi, keliatan yaa <\/span><strong>fokusnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> itu ya cuman di perubahan presiden Indonesia dari waktu ke waktu aja.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, urutan presiden tadi juga tersusun secara kronologis. Sementara, alasan dan penjelasan tentang kondisi politik, ekonomi, dan karakteristik pemerintahan setiap presiden <\/span><strong>tidak disebutkan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oiya, sebelum kita ngebahas tentang cara berpikir sinkronik, masih ada satu istilah lagi nih yang perlu kamu tau, yaitu <\/span><strong>periodisasi<\/strong>. Waduh<span style=\"font-weight: 400;\">, apaan lagi tuh?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Pengertian Periodisasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sejarah, <strong>periodisasi<\/strong> digunakan untuk <strong>mengklasifikasikan peristiwa-peristiwa masa lalu<\/strong> yang sudah terjadi. <span style=\"font-weight: 400;\">Dalam periodisasi, kamu bisa membagi peristiwa ke dalam berbagai macam jenis atau kelompok, mulai dari sistem politik, ekonomi, kepercayaan, agama, sosial, dan budaya. Periodisasi juga bisa disebut sebagai <\/span><strong>pembabakan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, ya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, <\/span><strong>periodisasi juga dapat memudahkan kamu untuk memahami hal-hal seperti<\/strong><b>:<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perkembangan manusia dari waktu ke waktu,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kesinambungan antar periode<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kemungkinan pengulangan fenomena, dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan dari periode awal hingga periode berikutnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya kayak gimana sih?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Periodisasi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dari periodisasi misalnya seperti sejarah Indonesia yang dapat diklasifikasikan dalam beberapa periode mulai dari Masa Praaksara hingga Masa Reforomasi;<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/periodisasi%20indonesia.jpg\" alt=\"periodisasi sejarah indonesia\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa Praaksara<\/span><\/li>\n<li>Perkembangan Hindu-Buddha<\/li>\n<li>Perkembangan Islam<\/li>\n<li>Masa Penjajahan Barat<\/li>\n<li>Masa Pendudukan Jepang<\/li>\n<li>Masa Revolusi<\/li>\n<li>Masa Orde Lama<\/li>\n<li>Masa Orde Baru<\/li>\n<li>Masa Reformasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenernya kalo diurutin kayak gitu, keliatannya mirip-mirip kayak kronologis ga sih? Hehehe. Nah bedanya sama kronologis, periodisasi nih bisa digunakan secara mandiri atau \u2018terpisah\u2019 untuk memudahkan mempelajari atau memahami periode waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, lumayan panjang juga ya pembahasan tentang cara berpikir diakronik. Eits, sabar, masih ada satu pembahasan lagi nih<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang akan dibahas. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain cara berpikir diakronik, ada juga yang namanya cara berpikir sinkronik. Kalo cara berpikir diakronik kan berkaitan eratnya sama waktu dan urutan waktu kejadian yah. Tapi kalo cara berpikir sinkronik, kayak gimana sih?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/sejarah-tahun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ada Apa Sebelum Tahun 1?<\/a><\/strong><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>B. Cara Berpikir Sinkronik<\/b><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Pengertian Cara Berpikir Sinkronik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara berpikir sinkronik adalah cara berpikir yang mengutamakan <\/span><strong>keluasan ruang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi tidak terlalu memikirkan dimensi waktunya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui pendekatan sinkronis, kita bisa menganalisa suatu peristiwa sejarah tertentu pada waktu tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, penggambaran sosial dan politik Indonesia ketika terjadi reformasi pada tahun 1998. Penggambaran peristiwa sejarah di sini hanya menganalisis struktur dan fungsi sosial dan politik di tahun 1998 saja. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di situ dijelaskan apa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, siapa saja tokoh yang terlibat, di daerah mana saja peristiwa reformasi terjadi, bagaimana dampak reformasi bagi pemerintahan dan masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi,<\/span> <strong>fokusnya pada peristiwa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan urutan waktunya, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sinkronik seringkali digunakan dalam ilmu sosial, seperti sosiologi, politik, antropologi, ekonomi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, baik ilmu sejarah maupun ilmu sosial saling berkaitan. Ada kalanya ketika ingin meneliti sejarah, kamu bisa menggunakan ilmu sosial, begitupun sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Ciri-Ciri Cara Berpikir Sinkronik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau cara berpikir diakronik punya ciri-ciri, cara berpikir sinkronik juga punya ciri-ciri dong. Ada apa aja yaa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/486e1232-c1e9-41de-981b-b00f8ebe51ed.png\" alt=\"Ciri-Ciri Cara Berpikir Sinkronik\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>a. Memanjang dalam ruang dan menyempit dalam waktu<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebalikan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari cara diakronik yang memanjang dalam waktu tapi menyempit dalam ruang. Kalau dalam cara berpikir sinkronik, cirinya memanjang dalam ruang dan menyempit dalam waktu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maksudnya gimana tuh?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maksudnya, aspek ruang menjadi poin penting yang menjadi fokus pembahasan suatu peristiwa. Dalam cara berpikir sinkronik akan dibahas sebuah peristiwa secara detail dan mendetail.<\/p>\n<h4><b>b. Mengkaji waktu tertentu<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ciri lainnya adalah mengkaji waktu tertentu. Jadi, sinkronik hanya fokus mengkaji pada satu waktu tertentu saja untuk mendalami peristiwa sejarah.<\/p>\n<h4><b>c. Bersifat horizontal<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir ada bersifat horizontal. Dalam hal ini, sinkronik melihat peristiwa sejarah pada ruang yang lebih luas dalam berbagai aspek, seperti aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Bisa dibilang, ciri-ciri dari cara berpikir sinkronik ini kebalikan dari ciri-ciri cara berpikir diakronik ya! Nah, abis ini kakak mau kasih contoh, gimana sihh contoh dari cara berpikir sinkronik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Cara Berpikir Sinkronik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, kakak coba ambil salah satu peristiwa yang terjadi di waktu tertentu ya. Misalnya, kondisi Indonesia pada masa Orde Baru sejak tahun 1966 hingga tahun 1998. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kurun waktu yang ingin dipelajari atau diteliti jelas nih, hanya antara tahun 1996\u20131998 aja. Terus, dalam cara berpikir sinkronik, pembahasannya akan mengacu pada aspek-aspek ilmu sosial seperti,\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana sih kondisi politik dan ekonomi pada masa Orde Baru?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa aja menterinya? <\/span><\/li>\n<li>Program pemerintahannya ada apa aja?<\/li>\n<li>Apakah masyarakat pada masa itu hidup dengan makmur dan tidak kekurangan?<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, keliatan banget kan bedanya sama cara berpikir diakronik? Dalam cara berpikir sinkronik, kamu akan tau detail dari sebuah peristiwa sejarah melalui berbagai aspek dan pendekatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kegunaan%20sejarah%20bagi%20ilmu%20sosial-1.jpg\" alt=\"kegunaan sejarah bagi ilmu sosial-1\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana? Kalau dilihat dari penjelasannya, <\/span><strong>cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat penting bagi kehidupan kita, ya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kamu, teman, keluarga, serta masyarakat di sekitar kamu sudah bisa memandang suatu hal melalui pendekatan diakronik dan sinkronik, isu-isu yang berkembang belakangan ini dengan sangat mudah dibuktikan kebenarannya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, masyarakat semakin cerdas dan tidak lagi mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dimunculkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-konsep-kehidupan-manusia-dalam-ruang-dan-waktu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Kehidupan Manusia dalam Ruang dan Waktu<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mau lebih paham lagi tentang cara berpikir diakronik dan sinkronik dan sejarah, kamu boleh banget cek materinya di video pembelajaran\u00a0 <\/span><strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/cara-berpikir-diakronik-subtopi-ym5rxd94-hr-sma-kelas-10-ips\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a> <\/strong>di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">materi Sejarah kelas 10<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Melalui video belajar animasi, kamu bisa lebih memahami maksud dari materi yang dijelaskan oleh para Master Teacher.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<h4><b>Referensi:<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hapsari, Ratna. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Indonesia untuk SMA\/MA Kelas X Kelompok Wajib. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta: Penerbit Erlangga, 2012<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mustopo, M. Habib, dkk. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Indonesia, Program Wajib. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta: Yudhistira, 2016\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara berpikir diakronik? Cara berpikir sinkronik? Istilah apa itu? Kita langsung simak aja deh, mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, serta pentingnya kedua cara berpikir ini untuk menangkal hoax~ &#8212; &nbsp; Guys, kamu tahu nggak yang dimaksud dengan cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah? Kedua cara berpikir itu penting lho buat kamu memahami peristiwa-peristiwa pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":305,"featured_media":4852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png"],"_edit_lock":["1756700974:1"],"_oembed_1bbbed36e6705d37bf85b86d7660e84b":["{{unknown}}"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-07-15","2023-08-10","2024-07-03"],"_aioseo_title":["Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah"],"_aioseo_description":["Apa sih bedanya cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah? Yuk, cari tahu penjelasan lengkap dan peranan pentingnya dalam kehidupan lewat artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_oembed_ccb3e94377dfc9ed82a00f7f83d40dcb":["{{unknown}}"],"_oembed_ec82789778e90c24758267fb0c155782":["{{unknown}}"],"_knawatfibu_alt":["Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-4852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara berpikir diakronik? Cara berpikir sinkronik? Istilah apa itu? Kita langsung simak aja deh, mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, serta pentingnya kedua cara berpikir ini untuk menangkal hoax~ &#8212; &nbsp; Guys, kamu tahu nggak yang dimaksud dengan cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah? Kedua cara berpikir itu penting lho buat kamu memahami peristiwa-peristiwa pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-28T04:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-30T15:40:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\"},\"author\":{\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\"},\"headline\":\"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10\",\"datePublished\":\"2025-08-28T04:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-30T15:40:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\"},\"wordCount\":1588,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\",\"name\":\"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png\",\"datePublished\":\"2025-08-28T04:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-30T15:40:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Cara berpikir diakronik? Cara berpikir sinkronik? Istilah apa itu? Kita langsung simak aja deh, mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, serta pentingnya kedua cara berpikir ini untuk menangkal hoax~ &#8212; &nbsp; Guys, kamu tahu nggak yang dimaksud dengan cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah? Kedua cara berpikir itu penting lho buat kamu memahami peristiwa-peristiwa pada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-08-28T04:00:12+00:00","article_modified_time":"2025-08-30T15:40:16+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik"},"author":{"name":"Laras Sekar Seruni","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3"},"headline":"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10","datePublished":"2025-08-28T04:00:12+00:00","dateModified":"2025-08-30T15:40:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik"},"wordCount":1588,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png","keywords":["Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik","name":"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png","datePublished":"2025-08-28T04:00:12+00:00","dateModified":"2025-08-30T15:40:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5d5103a2-7dec-474f-ac84-ff12bd902a7b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/305"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4852"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24532,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852\/revisions\/24532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}