{"id":4768,"date":"2021-08-02T03:00:00","date_gmt":"2021-08-01T20:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4768"},"modified":"2023-10-22T22:51:29","modified_gmt":"2023-10-22T15:51:29","slug":"analisisteksanekdot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot","title":{"rendered":"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png\" alt=\"cara menganalisis teks anekdot\" width=\"820\" style=\"width: 820px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Yuk, kita belajar bersama-sama mengenai cara menganalisis teks anekdot berdasarkan struktur dan unsur kesastraannya.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di artikel <a href=\"\/blog\/mengenal-contoh-teks-anekdot\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">mengenal teks anekdot<\/span><\/a> ini, kamu sudah bisa mengidentifikasi apa pengertian teks anekdot dan perbedaannya dengan humor. Secara sederhana, teks anekdot biasanya bersumber dari kejadian nyata, dan <strong>punya tujuan mengkritik.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka, tidak bisa sembarang cerita lucu dianggap sebagai teks anekdot. Coba perhatikan teks anekdot berikut ini ya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah senja, seorang pejabat korup memancing di sungai. Saking asyiknya memancing, si pejabat tidak sadar air sungainya meluap. Banjir!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Si pejabat hanyut dan tidak sadarkan diri. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah warga. Betapa beruntungnya dia karena ada orang yang menyelamatkannya. Merasa utang budi, si pejabat ingin berterima kasih kepada warga yang telah menolongnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu tahu tidak saya siapa?\u201d tanya pejabat ke laki-laki di sana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTidak. Tetapi, wajah Bapak sepertinya tidak asing.\u201d Si laki-laki berusaha mengingat. \u201cMemangnya Bapak siapa?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAku ini pejabat negara.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Si laki-laki akhirnya ingat. Orang ini pernah ia tonton di salah satu acara televisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja. Katakan saja keinginanmu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBenar, pak pejabat?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Si pejabat mengangguk. \u201cYa, ya, ya. Pasti akan kupenuhi.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau begitu, tolong Bapak jangan bilang ke siapapun bahwa saya yang menolong Bapak!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam menganalisis sebuah teks anekdot, kita punya beberapa pisau analisis. Pertama, struktur teksnya. Kedua, unsur kesastraan teks. Dan ketiga, isi teks anekdot. Nah, sekarang kita mulai dari yang pertama ya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Analisis Struktur Teks Anekdot<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada <strong>struktur teks anekdot<\/strong>, setidaknya ada 5 hal yang bisa kita analisis, yaitu:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: normal; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold;\">1)&nbsp;Abstrak:<\/span> Pendahuluan\/bagian pembuka.<\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: normal; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold;\">2)&nbsp;Orientasi:<\/span> Awal suatu kejadian (saat cerita mulai bergulir).<\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: normal; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold;\">3)&nbsp;Krisis:<\/span> Puncak cerita. Biasanya berisi konflik\/masalah yang terjadi kepada karakter.<\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: normal; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold;\">4)&nbsp;Reaksi:<\/span> Hal yang dilakukan karakter setelah mengalami krisis.<\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: normal; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold;\">5)&nbsp;Koda:<\/span> Bagian penutup yang berisi amanat\/kritik.<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, coba, deh, kamu analisis. Kira-kira, ada di bagian mana cerita lima hal tersebut?<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/struktur%20tulisan%20teks%20anekdot.jpeg\" alt=\"struktur teks anekdot\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itu dia bagian struktur cerita anekdotnya. Paragraf pertama termasuk ke dalam abstrak karena dia merupakan pembuka. Paragraf kedua termasuk ke dalam orientasi karena dia akan mengalirkan cerita ke bagian konflik\/krisis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, di mana bagian krisis?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yak, krisis terjadi antara perdebatan warga dengan pejabat. Si pejabat dengan \u201csombong\u201d-nya memamerkan status dirinya. Di sisi lain, warga tidak tahu soal itu. Niat si warga memang tulus hanya menolong orang yang hanyut, tanpa memandang siapa yang butuh bantuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian reaksi adalah saat si pejabat memberikan respons terhadap krisis. Yaitu ketika ia akhirnya bilang, \u201cKarena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja\u201d. Si pejabat memberikan penawaran atas rasa utang budi karena telah diselamatkan oleh warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/blog\/mengenal-ciri-ciri-dan-contoh-teks-negosiasi\" rel=\"noopener\">Mengenal Ciri-ciri dan Contoh Teks Negosiasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara koda ada pada bagian akhir, saat warga justru memintanya agar tidak menyebarkan bahwa ia adalah orang yang menyelematkan pejabat tersebut. Di bagian ini, tersirat sebuah amanat\/kritik: <em>bahwa kita harus menolong orang lain tanpa pamrih.<\/em> Tidak memandang status sosial dan ekonominya. Di bagian ini juga, kita \u201cdikagetkan\u201d oleh pernyataan warga yang berkebalikan dari logika biasa. Biasanya, kan, kalau kita diberikan kesempatan untuk minta apapun, pasti kita akan mengajukan permintaan yang maksimal. Entah itu berupa uang, atau mobil, atau hal-hal lain yang menguntungkan diri kita. Tapi, berkebalikan dengan yang dilakukan warga ini. Ia malah minta supaya namanya tidak disebarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana, sekarang udah mulai paham bagaimana cara menganalisis struktur teks anekdot?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Analisis Unsur Kesastraan Teks Anekdot<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjut ya. Kalau kita menganalisis berdasarkan unsur kesastraan yang ada, kita dapat melihat teks anekdot ke dalam 7 poin:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">1) Tema<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">2) Tokoh dan penokohan<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">3) Latar<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">4) Alur<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">5) Sudut pandang<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">6) Amanat<\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\">7) Nilai-nilai dalam kehidupan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Well, <\/em>sebetulnya pisau sastra ini bisa kamu lakukan untuk menganalisis berbagai jenis cerita\/teks. Nggak cuma terpatok untuk teks anekdot aja. Kayaknya, untuk bagian ini lumayan terpancar jelas dari teks yang ada di atas ya. Mulai dari ceritanya yang bertema \u201cketulusan\u201d tokoh si pejabat dan warga, latar pinggir sungai dan rumah warga, hingga nilai-nilai yang bisa diambil.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Analisis Isi Teks Anekdot<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang masuk ke bagian akhir. Bagaimana kita mengidentifikasi teks anekdot dari isinya. Kurang lebih hada 5 hal yang bisa kita analisis:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hal%20penting%20dalam%20teks%20anekdot.png\" alt=\"isi teks anekdot\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pada bagian ini sekarang jadi tugasmu ya. Coba kamu tulis di kolom komentar, kira-kira seperti apa watak dari tokoh yang diceritakan, masalah yang terjadi, unsur humor, sampai pesan-pesan yang ada. Kamu bebas menganalisis berdasarkan versimu sendiri (siapa tahu setiap orang bisa mengambil nilai\/unsur humor yang berbeda kan?). Jangan lupa juga kasih alasan mengapa kamu menjawab itu ya! Kalau kamu ingin mempelajari materi ini dalam bentuk video, langsung aja cus tonton di <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangbelajar!<\/a><\/strong> Buka materi bahasa Indonesia bagian Anekdot ya! Di sana udah ada <em>master teacher <\/em>berpengalaman yang menunggu kamu dengan cerita-cerita anekdot lain, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><br \/>Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\n<p><em><strong>Artikel diperbarui 2 Desember 2020.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita belajar bersama-sama mengenai cara menganalisis teks anekdot berdasarkan struktur dan unsur kesastraannya. &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":4768,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1697989889:1"]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-4768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita belajar bersama-sama mengenai cara menganalisis teks anekdot berdasarkan struktur dan unsur kesastraannya. &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-01T20:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-22T15:51:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\"},\"author\":{\"name\":\"Kresnoadi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"headline\":\"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2021-08-01T20:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-22T15:51:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\"},\"wordCount\":771,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\",\"name\":\"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png\",\"datePublished\":\"2021-08-01T20:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-22T15:51:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, kita belajar bersama-sama mengenai cara menganalisis teks anekdot berdasarkan struktur dan unsur kesastraannya. &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-08-01T20:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-10-22T15:51:29+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot"},"author":{"name":"Kresnoadi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"headline":"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10","datePublished":"2021-08-01T20:00:00+00:00","dateModified":"2023-10-22T15:51:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot"},"wordCount":771,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png","keywords":["Bahasa Indonesia X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot","name":"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png","datePublished":"2021-08-01T20:00:00+00:00","dateModified":"2023-10-22T15:51:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20menganalisis%20teks%20anekdot.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/analisisteksanekdot#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 Cara Menganalisis Teks Anekdot dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14943,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768\/revisions\/14943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}