{"id":4738,"date":"2021-08-12T05:36:02","date_gmt":"2021-08-11T22:36:02","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4738"},"modified":"2024-06-30T08:28:34","modified_gmt":"2024-06-30T01:28:34","slug":"redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni","title":{"rendered":"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg\" alt=\"Redefining Masculinity\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Artikel ini akan membahas tentang bagaimana K-Pop idol pria melawan toxic masculinity melalui seni. Penasaran dengan cara mereka mendefinisikan ulang maskulinitas? Yuk, simak pemaparan di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\">&#8212;<!--more--><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Cause<\/em>, <em>ah<\/em>&#8211;<em>ah<\/em>,<em> I\u2019m in the stars tonight<\/em>, <em>so watch me bring the fire and set the night alight!<\/em>\u201d begitulah lirik lagu Bangtan Sonyeondan (BTS) yang berbunyi keras di ruang keluarga Jennie. \u201cAyah, Kai pergi untuk berlatih <em>boxing<\/em> dulu, biar terlihat semakin <em>macho<\/em>, nggak kayak anggota <em>boyband<\/em> kesukaan Jennie\u201d ucap Kai menyindir adiknya yang sedang asyik menonton BTS di televisi. Menatap sinis, Jennie pun menjawab: \u201c<em>Aduh<\/em>, hari gini <em>toxic masculinity<\/em> sudah nggak zaman tau. Banyak baca konten yang mengedukasi, <em>gih<\/em>!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Lah<\/em>, lagian idolamu itu aneh, ngakunya laki-laki tapi pakai <em>make up<\/em> dan joget-joget di depan kamera\u201d ucap Kai membujuk adiknya untuk berhenti menyukai BTS. Tak kuasa untuk menahan diri, Jennie bangkit dari tempat duduknya, mendekati Kai dan berkata dengan nada pemain TikTok di negara +62: \u201cIri? Bilang bos!\u201d Bergabung dalam pembicaraan, Chris yang merupakan ayah dari Kai dan Jennie menambahkan: \u201cNgapain kamu iri, Kai? Jennie saja sukanya pria <em>unyu <\/em>dan cantik yang tentunya kalah <em>macho<\/em> sama kamu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malas memperdebatkan opini Kai dan sang ayah sendirian, Jennie memutuskan untuk berhenti berbicara. Dalam diamnya, terlintas hal-hal yang sebenarnya ingin ia katakan untuk mematahkan stereotip orang terdekatnya terhadap K-Pop <em>idol<\/em> pria. Namun, pada saat yang bersamaan, ia menyadari bagaimana definisi awal maskulinitas memang jauh berbeda dari apa yang digambarkan oleh para K-Pop <em>idol<\/em> pria. \u201c<em>Ugh<\/em>, <em>if<\/em> <em>only they could see what I see in them<\/em>\u201d ucap Jennie dalam hati sambil menyaksikan idolanya bernyanyi dan menari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Layaknya Kai dan sang ayah, kamu mungkin mempertanyakan apa yang sebenarnya dilihat oleh Jennie pada diri idolanya, bukan? <em>Well<\/em>, <em>please know that your curiosity alone would be highly appreciated<\/em>. Namun, ketika kamu hendak mempertanyakan sesuatu, hapuskanlah dulu segala prasangka (<em>prejudice<\/em>) yang ada di dalam hatimu, ya. <em>Now<\/em>, <em>without further ado<\/em>, <em>let me help you get to know what\u2019s on Jennie\u2019s mind<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Maskulinitas: It&#8217;s Relative<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum menjelajahi isi kepala Jennie, ada baiknya untuk kita memahami arti maskulinitas yang diperbincangkan oleh Kai dan ayahnya. <em>Nah<\/em>, menurut Oxford Dictionaries, <span style=\"font-weight: bold;\">maskulinitas adalah kualitas atau atribut yang dikarakteristikan dimiliki oleh laki-laki.<\/span> <em>Related to this<\/em>, disebutkan pula kata <em>macho<\/em> oleh Kai yang memiliki arti maskulinitas yang terlalu tegas hingga cenderung agresif. <em>Yup<\/em>, kalau kamu berpikir bahwa istilah ini bisa memproduksi <em>toxic masculinity<\/em>,<em> you\u2019re right<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kamu perhatikan, definisi maskulinitas tidak menyertakan penyebutan atribut-atribut tertentu yang dapat menjadi tolak ukur maskulinitas seseorang. <em>Hm<\/em>, sampai disini, kamu bisa menebak nggak <em>sih<\/em> apa yang ingin penulis katakan? Kalaupun tidak, jangan khawatir,<em> I will reveal it to you right away<\/em>. <em>Here\u2019s what I\u2019m trying to say<\/em>, sebenarnya tidak pernah ada alat ukur kaku untuk menilai maskulinitas seseorang, <em>loh<\/em>. Dalam hal ini, ketahuilah bahwa arti maskulinitas tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosial dan budaya tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>However<\/em>,<em> there is of course a certain attribute of masculinity that the majority of people adores<\/em>. <em>Nah<\/em>, lama-kelamaan atribut ini akan disepakati oleh banyak orang hingga bertransformasi menjadi sebuah standar maskulinitas. <em>Hm<\/em>, coba <em>deh<\/em> kamu perhatikan bagaimana mayoritas orang Indonesia baik laki-laki maupun perempuan berbondong-bondong menonton film berjudul <em>Avengers<\/em> demi melihat aksi Thor yang dimainkan oleh Chris Hemsworth. Lalu, saat film berakhir, seisi bioskop akan membicarakan kegagahan tubuh Chris Hemsworth dan suaranya yang berat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Chris%20Hemsworth%20vs%20Park%20Jimin.jpeg\" alt=\"Chris Hemsworth vs Park Jimin\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, ketika laki-laki maupun perempuan berbondong-bondong menonton konser BTS di Indonesia, munculah pertanyaan seperti: \u201c<em>Dih<\/em>, ngapain sih nonton pria yang gayanya menye-menye begitu? Mending nonton <em>Avengers<\/em> atau pertandingan sepak bola!\u201d. Sekarang, kamu mungkin mengerti mengapa adik dan ayah Jennie mempertanyakan maskulinitas BTS. Hal ini terjadi karena dalam sudut pandang mereka, anggota <em>boyband<\/em> BTS tidak memiliki atribut maskulinitas yang disepakati banyak orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Now<\/em>,<em> let\u2019s get to the most important part of this article<\/em>, yaitu tentang bagaimana K-Pop <em>idol<\/em> pria melawan<em> toxic masculinity <\/em>melalui karya seni. Akhirnya, kita akan mengenali arti maskulinitas dan realisasinya dalam konteks Korean Pop Culture, <em>nih<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">1. Make Up dan Fashion: Tidak ada Hubungannya dengan Maskulinitas, Hanya Wujud Dedikasi Tinggi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Alah<\/em>, alasan saja, apapun alasannya laki-laki nggak seharusnya menggunakan <em>make up<\/em>\u201d, <em>exactly how toxic masculinity sounds like<\/em>. Dalam Korean Pop Culture, <em>make up<\/em> dipercaya mampu membuat para penggemar merasakan nuansa lagu yang dibawakan oleh idolanya. Oleh karena itu, <em>make up<\/em> seorang <em>idol<\/em> pria selalu disesuaikan dengan nuansa lagu yang akan dibawakan. <em>Yup<\/em>, <em>this has nothing to do with their masculinity, just their big dedication for the performing arts world<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Eric%20Nam.jpeg\" alt=\"Eric Nam\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama halnya dengan pemilihan pakaian, para <em>stylist<\/em> <em>idol<\/em> pria benar-benar memperhatikan nuansa lagu yang akan dibawakan. Oh ya, ketahuilah bahwa pakaian yang digunakan <em>idol<\/em> favoritmu sebenarnya merefleksikan citra yang ingin mereka tunjukkan, <em>loh<\/em>. Contohnya, pakaian yang digunakan Neo Culture Technology (NCT) untuk menyanyikan lagu <em>Black on Black<\/em> dan pakaian yang digunakan NCT Dream untuk lagu menyanyikan lagu <em>Hello Future<\/em> sangatlah berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/NCT%20Black%20on%20Black.jpg\" alt=\"NCT Black on Black\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 14px;\"><em>Black on Black by NCT 2018 &#8211; Powerful, Charismatic (Sumber: https:\/\/www.hellokpop.com\/)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/NCT%20Dream%20Hello%20Future-1.jpg\" alt=\"NCT Dream Hello Future-1\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 14px;\"><em>Hello Future by NCT Dream &#8211; Dreamy, Colorful (Sumber: https:\/\/www.allkpop.com\/)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">2. Respectful Bows dan Greetings: Nggak Sopan, Nggak Laki<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hey<\/em>, kamu tau nggak <em>sih<\/em> kalau hampir seluruh grup <em>boyband<\/em> di Korea Selatan memiliki cara menyapa penggemarnya masing-masing? <em>Eits<\/em>, tentunya bukan sembarang sapaan, ya! Dalam hal ini, sapaan mereka sebenarnya melambangkan rasa terima kasih sekaligus hormat mereka kepada para penggemarnya. Makanya, kebanyakan sapaan oleh grup <em>boyband<\/em> di Korea Selatan melibatkan pembungkukkan badan atau kepala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Respectful%20Bows%20Jungkook.jpg\" alt=\"Respectful Bows Jungkook\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 14px;\"><em>Jungkook BTS membungkukkan badan saat sampai di bandara (Sumber: https:\/\/www.koreaboo.com\/)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh ya, sapaan ini mereka bawa sampai ke negeri orang, <em>loh<\/em>. Dalam konteks Korean Pop Culture, sikap merupakan daya jual tertinggi seorang <em>idol<\/em> pria. <em>Hm<\/em>, mungkin kalau dalam bahasa gaulnya, bisa dibilang seperti ini: \u201cNggak sopan, nggak laki!\u201d. <em>So<\/em>, gimana <em>nih<\/em> sobat? Kebiasaan mereka yang satu ini nyatanya bisa kalian jadikan contoh, <em>kan<\/em>? Jangan mengaku maskulin kalau nggak tahu cara menghormati orang lain, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/yuk-mengenal-sejarah-animasi\" rel=\"noopener\">Suka Nonton Kartun? Ini Sejarah Film Animasi<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">3. Good Work Ethic: Kegigihan yang Melambangkan Atribut Terbaik K-Pop Idol Pria<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu melihat <em>idol<\/em> favoritmu jalan-jalan ke luar negeri dengan tas bermerek? Atau mungkin kamu pernah melihat BTS berada pada posisi nomor 1 dalam kategori <em>top global artist<\/em> di Billboard? <em>C<\/em>\u2019<em>mon<\/em> <em>guys<\/em>, kedua hal tersebut tidak jatuh ke tangan mereka dengan sendirinya. Satu hal yang perlu kamu ketahui, kerja keras adalah suatu sikap yang dijunjung tinggi oleh setiap pria yang terjun ke dalam industri musik Korea Selatan. Tampil di panggung megah di berbagai belahan dunia nyatanya merupakan buah manis dari kegigihan dan konsistensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Just in case you didn\u2019t know<\/em>, Kim Taehyung atau yang biasa dipanggil \u201cV\u201d bukanlah seseorang yang lahir dari keluarga kaya. Namun, dengan penuh keberanian dan semangat tinggi, V memutuskan untuk meninggalkan rumahnya dan menjadi <em>trainee<\/em> di Big Hit Entertainment. <em>Clearly<\/em>, meninggalkan rumah tanpa jaminan akan berujung menjadi seorang artis yang sukses tentunya memberikan dirinya banyak tekanan. Tak mau kalah dengan ketakutan dan tekanan yang ia rasakan, <em>he works hard like no other<\/em>. <em>Thanks to his extremely good work ethic<\/em>, <em>he is now a member of the biggest boyband in the world<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">4. Sing to Comfort: Berbicara Soal Kesehatan Mental melalui Lirik Lagu, Kenapa Harus Malu?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi sebagian besar laki-laki, berbicara soal kesehatan mental pribadi tak jarang dilihat sebagai tanda kelemahan. Ucapan seperti: \u201c<em>Bro<\/em>, akhir-akhir ini gue <em>stress<\/em> sama kerjaan\u201d seringkali dijawab dengan: \u201cNamanya juga kerja. <em>Lo<\/em> laki, <em>kan<\/em>? <em>toughen up<\/em>, <em>lah!<\/em>\u201d <em>Yup<\/em>, tipe jawaban seperti inilah yang membuat laki-laki cenderung menghindari perbincangan yang menuntut mereka untuk berbicara soal perasaan pribadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>However<\/em>, <em>the concept above didn\u2019t apply in the context of Korean Pop Culture<\/em>. Di Korea Selatan,<em> idol <\/em>pria tidak merasa malu untuk mengungkapkan isi hati melalui lirik lagu yang mereka tulis. Contohnya, melalui lagu berjudul <em>Abyss<\/em>, Jin BTS menceritakan kelelahan yang ia rasakan selama bekerja di industri musik K-Pop. Selalu ingin tampil sempurna di hadapan para penggemar, Jin mengungkapkan bahwa ia mempertanyakan kemampuannya sendiri beberapa kali. Namun, memutuskan untuk keluar dari perasaan yang memenjarakannya itu, Jin menuangkan perasaannya melalui seni musik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alhasil, lagu ini ternyata membuat para penggemar merasa semakin dekat dan terhubung dengan idolanya. Lebih daripada itu, lagu yang menunjukkan sisi gelap kehidupan Jin ini berhasil mematahkan stereotip yang menilai bahwa <em>big male <\/em>K-Pop<em> idol is always happy<\/em>. <em>Yup<\/em>, <em>everyone is definitely going through something and just because you didn\u2019t see it<\/em>, <em>doesn\u2019t mean it\u2019s not there<\/em>. <em>Hm<\/em>, penggemar <em>boyband<\/em> BTS bisa dibilang sangat beruntung banget, ya. Kalau sedang berada di titik terendah kehidupan, lirik lagu BTS dapat menjadi mantra untuk membangkitkan semangat yang sempat patah. <em>See<\/em>,<em> isn\u2019t it amazing how one song can mend so many broken hearts<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Magic%20Shop%20-%20BTS.jpeg\" alt=\"Magic Shop - BTS\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, itulah empat cara K-Pop <em>idol<\/em> pria kesukaanmu melawan <em>toxic masculinity<\/em>. Menurut penulis, satu hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa maskulinitas itu relatif. Dalam hal ini, definisi maskulinitas tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosial dan budaya tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>So<\/em>, kalau kamu bertemu dengan seseorang seperti Jennie, janganlah kamu bersikap seperti Kai dan sang ayah. <em>Instead<\/em>, <em>try to put yourself in their shoes and be completely tolerant<\/em>. Kamu ingin melawan <em>toxic masculinity<\/em>? <em>Yuk<\/em>, mulai dari diri sendiri. Ingat, <em>your action matters<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/download-for-desktop\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg\" width=\"800\" height=\"195\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Koreaboo. 2020.&nbsp;<i>10+ Gifs Of BTS&#8217;s Jungkook Bowing Respectfully Like The Humble King He Is<\/i>. [online] Available at: https:\/\/www.koreaboo.com\/lists\/10-gifs-btss-jungkook-bowing-respectfully-like-humble-king\/ [Accessed 9 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">SBS PopAsia. 2017.&nbsp;<i>11 K-pop idols who fought through hardships before debuting<\/i>. [online] Available at: https:\/\/www.sbs.com.au\/popasia\/blog\/2017\/11\/30\/11-k-pop-idols-who-fought-through-hardships-debuting [Accessed 9 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Ibighit. <i>BUTTER<\/i>. [online] Available at: https:\/\/ibighit.com\/bts\/eng\/discography\/detail\/butter.php [Accessed 10 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Harper&#8217;s BAZAAR, 2020.&nbsp;<i>Eric Nam\u2019s Nighttime Skincare Routine | \uc5d0\ub9ad\ub0a8\uc758 \uc800\ub141 \uc2a4\ud0a8\ucf00\uc5b4 \ub8e8\ud2f4 | Go To Bed With Me | Harper&#8217;s BAZAAR<\/i>.  Available at: https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=YIMKtj0TsuU&amp;t=282s [Accessed 10 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Mart\u00ednez, E., 2020.&nbsp;<i>5 ways K-pop band BTS is redefining masculinity in the US!<\/i>. [online] YAAY. Available at: https:\/\/yaay.today\/kpop\/5-ways-K-pop-band-BTS-is-redefining-masculinity-in-the-US-20201025-0002.html [Accessed 9 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">ALLKPOP. 2021.&nbsp;<i>NCT Dream win #1 + Performances from July 9th &#8216;Music Bank&#8217;!<\/i>. [online] Available at: https:\/\/www.allkpop.com\/article\/2021\/07\/nct-dream-win-1-performances-from-july-9th-music-bank [Accessed 9 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">HELLOKPOP. 2018.&nbsp;<i>NCT Shows The Limitless Possibilities Of 18 Members Through New Album &#8220;Empathy&#8221;<\/i>. [online] Available at: https:\/\/www.hellokpop.com\/kpop\/nct-possibilities-new-album-empathy\/ [Accessed 9 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Pham, J., 2020.&nbsp;<i>BTS\u2019 Jin Released a Surprise Song For His Birthday &amp; the Lyrics Will Make You Cry<\/i>. [online] Style Caster. Available at: https:\/\/stylecaster.com\/bts-jin-abyss-lyrics-english\/ [Accessed 9 August 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Zoe, N., 2021.&nbsp;<i>How The Men In K-Pop Combat Toxic Masculinity Through Their Art<\/i>. [online] Women&#8217;s Republic. Available at: https:\/\/www.womensrepublic.net\/redefining-masculinity-how-the-men-in-k-pop-combat-toxic-masculinity-through-their-art\/ [Accessed 9 August 2021].<span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini akan membahas tentang bagaimana K-Pop idol pria melawan toxic masculinity melalui seni. Penasaran dengan cara mereka mendefinisikan ulang maskulinitas? Yuk, simak pemaparan di bawah ini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":238,"featured_media":4738,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1719710914:1"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-4738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini akan membahas tentang bagaimana K-Pop idol pria melawan toxic masculinity melalui seni. Penasaran dengan cara mereka mendefinisikan ulang maskulinitas? Yuk, simak pemaparan di bawah ini! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-11T22:36:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-30T01:28:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clara Pricilla Adiputra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clara Pricilla Adiputra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\"},\"author\":{\"name\":\"Clara Pricilla Adiputra\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373\"},\"headline\":\"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni\",\"datePublished\":\"2021-08-11T22:36:02+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-30T01:28:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\"},\"wordCount\":1739,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\",\"name\":\"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-08-11T22:36:02+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-30T01:28:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373\",\"name\":\"Clara Pricilla Adiputra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clara Pricilla Adiputra\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/clara-pricilla-adiputra\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel ini akan membahas tentang bagaimana K-Pop idol pria melawan toxic masculinity melalui seni. Penasaran dengan cara mereka mendefinisikan ulang maskulinitas? Yuk, simak pemaparan di bawah ini! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-08-11T22:36:02+00:00","article_modified_time":"2024-06-30T01:28:34+00:00","author":"Clara Pricilla Adiputra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Clara Pricilla Adiputra","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni"},"author":{"name":"Clara Pricilla Adiputra","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373"},"headline":"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni","datePublished":"2021-08-11T22:36:02+00:00","dateModified":"2024-06-30T01:28:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni"},"wordCount":1739,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni","name":"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg","datePublished":"2021-08-11T22:36:02+00:00","dateModified":"2024-06-30T01:28:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Redefining%20Masculinity.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373","name":"Clara Pricilla Adiputra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clara Pricilla Adiputra"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/clara-pricilla-adiputra"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/238"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4738"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18940,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4738\/revisions\/18940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}