{"id":4627,"date":"2021-09-09T11:10:32","date_gmt":"2021-09-09T11:10:32","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4627"},"modified":"2023-09-17T16:59:46","modified_gmt":"2023-09-17T09:59:46","slug":"biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan","title":{"rendered":"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg\" alt=\"Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Yuk, kita bedah anatomi organ vegetatif pada tumbuhan! Ada akar, batang, dan daun. Eits, tapi sudah tahu belum apa sih, maksud dari organ vegetatif? Biar tahu, baca selengkapnya di artikel ini, ya!<\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center; font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><em><!--more--><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ketika kamu melihat tumbuhan, mungkin yang kamu lihat hanya beberapa bagiannya saja seperti daun, batang, ranting, dan terkadang akarnya. Tapi, tahu nggak sih, kalau ternyata struktur tumbuhan itu jauh lebih kompleks lho, termasuk organ-organ di dalamnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><em>Hmm<\/em>.. kira-kira seperti apa ya, <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">organ pada tumbuhan? Apakah sama dengan organ manusia? Yuk, kita bahas bersama<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Tumbuhan itu terdiri dari dua macam organ, ada organ <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">vegetatif dan generatif<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000; font-weight: normal;\">. <\/span>Organ vegetatif merupakan<span style=\"background-color: transparent;\"> bagian-bagian tumbuhan yang digunakan untuk <span style=\"font-weight: bold;\">mendukung pertumbuhan<\/span>, sedangkan <\/span>organ generatif berguna<span style=\"background-color: transparent;\"> untuk <span style=\"font-weight: bold;\">proses perkembangbiakan<\/span><\/span><span style=\"background-color: transparent;\">. Nah, di artikel ini, kita hanya akan fokus belajar tentang organ vegetatif saja yaitu akar, batang, dan daun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Akar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kamu tahu nggak, kenapa akar sering disebut sebagai &#8216;pencari makan&#8217; bagi tumbuhan? Hal ini disebabkan karena akar berfungsi untuk <span style=\"font-weight: bold;\">menyerap air dan mineral yang ada di tanah<\/span>, sehingga tumbuhan bisa mendapat berbagai nutrisi yang dibutuhkannya untuk hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selain itu, akar juga berfungsi untuk <span style=\"font-weight: bold;\">memperkuat batang dan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan<\/span>. Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di akar adalah wortel. Wortel itu bukan buah ya, teman-teman! Wortel itu berkembang dari akar utama yang membesar karena dijadikan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 534px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/siklus%20hidup%20wortel.jpg\" alt=\"siklus hidup wortel\" width=\"534\" \/><em>Pertumbuhan tanaman wortel (Sumber: socratic.org)<\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada beberapa tumbuhan, akar juga berfungsi sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">alat reproduksi vegetatif<\/span>, yaitu reproduksi yang tidak melibatkan pertemuan antara alat kelamin jantan dan betina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Nah, setelah tahu fungsi akar, kita masuk ke anatominya, yuk!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Struktur luar akar terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">akar lateral<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">akar primer<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">rambut akar<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">ujung akar<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">tudung akar<\/span>.\u00a0Tudung akar berfungsi sebagai pelindung <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-11-struktur-sel-dan-fungsinya\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">sel<\/span><\/a> akar dari kerusakan saat menembus tanah, sedangkan rambut akar berperan dalam menyerap air dan mineral dalam tanah.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Struktur%20Anatomi%20Akar.jpg\" alt=\"Struktur Anatomi Akar\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\">\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Kalau kita lihat struktur anatomi akar dari penampang melintang, terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">persamaan dan juga perbedaan antara akar dikotil dan akar monokotil<\/span>. Nah, pada bagian pertama, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">epidermis<\/span> akar, baik pada akar monokotil dan dikotil, epidermis ini merupakan bagian yang letaknya paling luar. Bagian ini berperan sebagai <span style=\"font-weight: normal;\">pelindung<\/span>. Lalu, ada beberapa bagian epidermis yang termodifikasi menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">rambut akar<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selanjutnya, bagian kedua yaitu korteks. <span style=\"font-weight: bold;\">Korteks<\/span> merupakan jaringan dasar yang terletak di antara epidermis dan endodermis. Akar monokotil dan dikotil sama-sama memiliki korteks yang biasanya didominasi oleh jaringan dasar berupa <span style=\"font-weight: bold;\">parenkim<\/span>. Jaringan parenkim ini berperan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/blog\/tipe-perkecambahan\" rel=\"noopener\">Tipe-Tipe Perkecambahan pada Tumbuhan<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Bagian ketiga yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">stele<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">atau silinder pusat<\/span>. Bagian ini dibatasi oleh <span style=\"font-weight: bold;\">endodermis<\/span>, yaitu jaringan yang dindingnya memiliki pita kaspari dengan sifat anti air atau <em>waterproof<\/em>. Sehingga endodermis ini berperan mengatur masuknya air dan mineral menuju xilem di stele.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selain itu, di bagian stele juga terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">berkas pembuluh<\/span> yang berisikan <span style=\"font-weight: bold;\">xilem dan floem<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Pada akar monokotil<\/span>, susunan berkas pembuluhnya melingkar dengan xilem dan floem terletak selang-seling. Karena susunannya melingkar, maka akar monokotil memiliki empulur dibagian tengah stele yang berisikan jaringan parenkim. Nah, hal ini berbeda dengan akar dikotil. <span style=\"font-weight: bold;\">Xilem pada akar dikotil<\/span> terletak di tengah, biasanya membentuk huruf X atau tanpa +. Floemnya terletak diantara lengan xilemnya. Karena dibagian tengah ada xilem, maka akar dikotil tidak memiliki empulur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Batang<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pernah nggak kamu makan tebu? Nah, ketika kita menggigit tebu, bagian yang kita gigit sebenarnya adalah bagian batang. Batang ini fungsinya sama seperti mobil, yaitu sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">alat transportasi<\/span>. Zat yang &#8216;melewati&#8217; batang ini salah satunya adalah air. Air dari akar ke daun serta hasil fotosintesis dari daun ke akar, akan melewati batang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Batang juga berfungsi sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">tempat melekatnya daun, bunga, dan buah<\/span>, serta sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">tempat menyimpan cadangan makanan<\/span>. Beberapa tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di batang adalah tebu, sagu, dan kaktus. Selain itu, pada beberapa tumbuhan, batang juga berfungsi sebagai alat reproduksi vegetatif, seperti pada tanaman singkong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Morfologi batang tidak sama pada semua tumbuhan. Pada <span style=\"font-weight: bold;\">batang<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">herba<\/span> (batang lunak seperti pada tanaman bayam, kangkung, dll), batang umumnya berwarna hijau, lunak, kecil, dan terdapat stomata. Sedangkan pada <span style=\"font-weight: bold;\">batang berkayu<\/span> batang akan terasa keras, tebal, dan mengandung lentisel. Kemudian, semua batang juga pasti memiliki <span style=\"font-weight: bold;\">nodus<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">internodus<\/span>. Nodus adalah tempat menempelnya daun, sedangkan internodus adalah jarak antara 2 nodus.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Nodus%20dan%20Internodus%20pada%20Batang.jpg\" alt=\"Nodus dan Internodus pada Batang\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\">\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Struktur anatomi untuk batang monokotil dan dikotil agak berbeda ya, <em>guys<\/em>! Tapi secara umum, baik pada batang dikotil maupun monokotil, terdapat 3 bagian yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">epidermis<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">berkas pembuluh<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">jaringan dasar<\/span>. Untuk bagian epidermis, baik pada batang monokotil dan dikotil tidak terlalu berbeda ya, secara anatomi. Perbedaan antara anatomi batang dikotil dan monokotil terdapat pada jaringan dasar dan berkas pembuluhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Struktur%20Anatomi%20Batang.jpg\" alt=\"Struktur Anatomi Batang\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Jaringan dasar pada batang dikotil<\/span> dapat dibedakan menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">korteks<\/span> yang terletak di pinggir dan <span style=\"font-weight: bold;\">empulur<\/span> di bagian tengah. Sedangkan <span style=\"font-weight: bold;\">pada monokotil<\/span>, batas antara korteks dan empulur <span style=\"font-weight: normal;\">tidak jelas<\/span> sehingga disebut <span style=\"font-weight: bold;\">jaringan dasar<\/span> saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Berkas pembuluh merupakan <span style=\"font-weight: bold;\">gabungan antara xilem dan floem<\/span>. Kalau di batang dikotil, berkas pembuluhnya <span style=\"font-weight: bold;\">tersusun pada kambium<\/span> makanya terlihat melingkar dan lebih rapi. Hasil pembelahan kambium ke arah dalam akan menghasilkan xilem, sedangkan pembelahan kambium ke arah luar akan menghasilkan floem. Sementara itu, pada batang monokotil tidak terdapat kambium, makanya berkas pembuluhnya itu letaknya menyebar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Daun<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Ini dia organ vegetatif yang ketiga, yaitu daun! Daun ini merupakan tempat terjadinya proses <span style=\"font-weight: bold;\">fotosintesis<\/span>, nih. Selain sebagai tempat fotosintesis, pada beberapa tumbuhan, daun juga berfungsi sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">alat reproduksi vegetatif<\/span>, seperti pada cocor bebek. Daun juga berfungsi sebagai <span style=\"font-weight: normal;\">tempat <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">penyimpanan cadangan makanan<\/span> dan <span style=\"font-weight: normal;\">tempat terjadinya<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> transpirasi <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">atau penguapan air.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Struktur%20Anatomi%20Daun.jpg\" alt=\"Struktur Anatomi Daun\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\">\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Secara morfologi<\/span>, bagian-bagian daun itu ada <span style=\"font-weight: bold;\">helai daun<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">tulang daun<\/span>, dan pada beberapa daun ada juga yang punya <span style=\"font-weight: bold;\">tangkai daun atau pelepah daun<\/span>. Sedangkan secara anatomi, bagian-bagian daun itu ada <span style=\"font-weight: bold;\">epidermis<\/span>, yang biasanya transparan agar cahaya dapat lewat dan menyinari jaringan yang lebih dalam. Kemudian, ada <span style=\"font-weight: bold;\">stomata<\/span> yang bisa membuka dan menutup sebagai tempat keluar masuknya gas CO<sub>2<\/sub> dan O<sub>2<\/sub> serta uap air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selanjutnya ada <span style=\"font-weight: bold;\">mesofil<\/span>, yang terbagi menjadi jaringan <span style=\"font-weight: bold;\">palisade <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> spons<\/span>. Palisade adalah jaringan dengan sel yang panjang dan banyak mengandung <span style=\"font-weight: bold;\">kloroplas<\/span> untuk fotosintesis. Sedangkan jaringan spons adalah jaringan yang memiliki kloroplas namun memiliki banyak <span style=\"font-weight: bold;\">ruang antar sel<\/span> untuk transportasi gas di dalam daun. Terakhir, ada juga <span style=\"font-weight: bold;\">berkas pengangkut<\/span>, yang fungsinya adalah untuk transportasi air dan hasil fotosintesis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Ternyata tumbuhan bukan hanya sekedar daun dan batang saja, ya! Masih ada banyak bagian tumbuhan yang perlu kamu tahu. Nah, biar kamu bisa lebih mengenal anatomi organ pada tumbuhan, yuk tonton pembahasan lengkapnya di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">r<\/span><strong>uangbelajar<\/strong><\/a>! <span style=\"font-style: italic;\">Download<\/span> aplikasinya sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Irnaningtyas, Istiadi Y. (2016). <em>Biologi untuk SMA\/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan Edisi Revisi<\/em>. Jakarta: <span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Erlangga<\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Gambar \u2018Siklus Hidup Wortel\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/socratic.org\/questions\/58bf0aab7c01496c150059a6 (Diakses: 8 September 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 8 September 2021.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita bedah anatomi organ vegetatif pada tumbuhan! Ada akar, batang, dan daun. Eits, tapi sudah tahu belum apa sih, maksud dari organ vegetatif? Biar tahu, baca selengkapnya di artikel ini, ya! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4627,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg"],"_edit_lock":["1694944645:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[506,511],"tags":[142,31,10,37],"class_list":["post-4627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-11","tag-biologi-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita bedah anatomi organ vegetatif pada tumbuhan! Ada akar, batang, dan daun. Eits, tapi sudah tahu belum apa sih, maksud dari organ vegetatif? Biar tahu, baca selengkapnya di artikel ini, ya! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-09T11:10:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-17T09:59:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11\",\"datePublished\":\"2021-09-09T11:10:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-17T09:59:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\"},\"wordCount\":1073,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg\",\"keywords\":[\"Biologi XI\",\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\",\"name\":\"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-09T11:10:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-17T09:59:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, kita bedah anatomi organ vegetatif pada tumbuhan! Ada akar, batang, dan daun. Eits, tapi sudah tahu belum apa sih, maksud dari organ vegetatif? Biar tahu, baca selengkapnya di artikel ini, ya! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-09-09T11:10:32+00:00","article_modified_time":"2023-09-17T09:59:46+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11","datePublished":"2021-09-09T11:10:32+00:00","dateModified":"2023-09-17T09:59:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan"},"wordCount":1073,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg","keywords":["Biologi XI","Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan","name":"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg","datePublished":"2021-09-09T11:10:32+00:00","dateModified":"2023-09-17T09:59:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Anatomi%20Organ%20Vegetatif%20pada%20Tumbuhan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan | Biologi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4627"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14294,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4627\/revisions\/14294"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}