{"id":4570,"date":"2021-09-16T23:55:26","date_gmt":"2021-09-16T23:55:26","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4570"},"modified":"2023-09-17T16:51:50","modified_gmt":"2023-09-17T09:51:50","slug":"biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis","title":{"rendered":"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg\" alt=\"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<div style=\"line-height: 1.5; font-size: 16px; text-align: center;\"><em>Artikel Biologi kelas XII kali ini akan membahas tentang perbedaan fotosintesis dan kemosintesis, serta masing-masing proses terjadinya. Penasaran? Langsung simak artikelnya, ya!<\/em><\/div>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Mendengar kata fotosintesis pasti sudah nggak asing lagi <\/span>kan, <span style=\"background-color: transparent;\">buat kamu? Fotosintesis itu merupakan proses yang dilakukan <a href=\"\/blog\/organ-tumbuhan\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">tumbuhan<\/span><\/a> untuk <span style=\"font-weight: bold;\">memproduksi zat makanan<\/span> berupa glukosa. Proses ini tidak hanya dilakukan oleh tumbuhan <\/span>lho<span style=\"background-color: transparent;\">, tapi juga dilakukan oleh alga dan beberapa jenis bakteri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Nah, kamu sudah tahu, belum? Fotosintesis ini termasuk ke dalam reaksi <span style=\"font-weight: bold;\">anabolisme<\/span>, lho! Wah, apa itu anabolisme? Simpelnya, anabolisme itu adalah <span style=\"font-weight: bold;\">reaksi penyusunan dari senyawa sederhana menjadi senyawa yang kompleks<\/span>. Jenis reaksi anabolisme ini <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">ternyata <span style=\"font-weight: bold;\">tidak hanya fotosintesis<\/span>, tapi ada juga yang namanya <span style=\"font-weight: bold;\">kemosintesis<\/span>. Biar lebih jelas, baca artikel ini <\/span>yuk,<span style=\"background-color: transparent;\"> untuk tahu bedanya fotosintesis dan kemosintesis!<\/span><\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5; text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Fotosintesis<\/span><\/h2>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Fotosintesis, berasal dari kata <span style=\"font-weight: normal;\">foto <\/span>dan <span style=\"font-weight: normal;\">sintesis<\/span>. Foto artinya cahaya, sedangkan sintesis artinya pembentukan. Jadi, fotosintesis merupakan <span style=\"font-weight: bold;\">proses penyusunan atau pembentukan senyawa kompleks (organik) dari senyawa sederhana (anorganik) dengan menggunakan energi cahaya<\/span>. Nantinya proses ini akan menghasilkan glukosa dan oksigen.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-anatomi-organ-vegetatif-pada-tumbuhan\" rel=\"noopener\">Mengenal Anatomi Organ Vegetatif pada Tumbuhan<\/a><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Proses fotosintesis terjadi pada <span style=\"font-weight: bold;\">kloroplas<\/span>, dimana kloroplas ini tersusun atas bagian yang disebut sebagai grana dan cairannya yang disebut stroma. Nah, grana sendiri merupakan tumpukan tilakoid.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Struktur%20Kloroplas%20pada%20Klorofil.jpg\" alt=\"Struktur Kloroplas pada Klorofil\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Dalam prosesnya, fotosintesis menghasilkan <span style=\"font-weight: bold;\">glukosa (C<sub>6<\/sub>H<sub>12<\/sub>O<sub>6<\/sub>)<\/span> yang disimpan dalam bentuk amilum, serta <span style=\"font-weight: bold;\">oksigen (O<sub>2<\/sub>)<\/span> yang akan dilepaskan. Untuk bisa melakukan fotosintesis, diperlukan <span style=\"font-weight: bold;\">karbondioksida (CO<sub>2<\/sub>)<\/span> yang diambil dari udara melalui stomata. Selain itu, diperlukan juga <span style=\"font-weight: bold;\">air (H<sub>2<\/sub>O)<\/span> yang diambil dari tanah oleh akar, lalu didistribusikan ke daun <span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">melalui xilem<\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">. Secara sederhana, persamaan reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Reaksi%20Kimia%20pada%20Fotosintesis.jpg\" alt=\"Reaksi Kimia pada Fotosintesis\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Dalam prosesnya, fotosintesis terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">dua tahapan utama<\/span>, Tahap yang pertama adalah <span style=\"font-weight: bold;\">reaksi terang<\/span> dan tahap yang kedua adalah <span style=\"font-weight: bold;\">reaksi gelap<\/span>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Reaksi Terang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Reaksi terang terjadi pada <span style=\"font-weight: bold;\">grana<\/span>, tepatnya pada bagian <span style=\"font-weight: bold;\">membran tilakoid<\/span>. Pada reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan produk yang akan digunakan saat reaksi gelap, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">ATP<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">NADPH<\/span>, serta hasil samping berupa <span style=\"font-weight: bold;\">oksigen (O<span style=\"font-size: 9px;\">2<\/span>)<\/span> yang akan dikeluarkan ke lingkungan melalui stomata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tahapan%20Proses%20Reaksi%20Terang.jpg\" alt=\"Tahapan Proses Reaksi Terang\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Dalam reaksi terang, klorofil yang ada pada daun akan menangkap cahaya matahari. Ingat, cahaya menjadi unsur penting di fotosintesis! <span style=\"font-weight: bold;\">Jika tidak ada cahaya, maka tidak akan terjadi reaksi terang<\/span>. Energi yang ditangkap klorofil tersebut akan digunakan untuk mentransfer elektron yang akan dipakai dalam pembentukan <span style=\"font-weight: bold;\">NADP<\/span> menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">NADPH<\/span>, selain itu tahapan ini juga melibatkan proses pemecahan molekul air (fotolisis air) menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">H<sup>+<\/sup><\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">Oksigen (O<sub>2<\/sub>)<\/span>. <span style=\"font-weight: normal;\">H<sup>+<\/sup><\/span> kemudian akan digunakan dalam pembentukan <span style=\"font-weight: bold;\">ATP<\/span>, sedangkan oksigen sebagai hasil samping akan dikeluarkan melalui stomata ke lingkungan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Reaksi Gelap<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selanjutnya yaitu reaksi gelap atau yang dikenal sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">siklus Calvin-Benson<\/span>. Reaksi gelap merupakan <span style=\"font-weight: bold;\">lanjutan dari reaksi terang<\/span>. Reaksi gelap terjadi pada <span style=\"font-weight: bold;\">stroma<\/span>. Tujuan utama reaksi ini adalah menghasilkan <span style=\"font-weight: bold;\">karbohidrat<\/span> dengan cara mengikat karbondioksida di udara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-apa-itu-mitosis\" rel=\"noopener\">Mempelajari Tahap-tahap Pembelahan Mitosis<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sesuai namanya, reaksi gelap <span style=\"font-weight: bold;\">tidak memerlukan bantuan cahaya secara langsung<\/span> sebagai sumber energi. <em>Hmm<\/em>.. lalu pakai apa, dong?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Meski dalam proses ini tidak memerlukan cahaya secara langsung, bukan berarti prosesnya tidak bisa berjalan ketika ada cahaya, lho. <span style=\"font-weight: bold;\">Asalkan<\/span> senyawa-senyawa yang dihasilkan pada reaksi terang sebelumnya yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">NADPH<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">dan ATP tersedia, maka proses ini dapat terus berlangsung<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tahapan%20Proses%20Reaksi%20Gelap.jpg\" alt=\"Tahapan Proses Reaksi Gelap\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Reaksi gelap secara umum terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">3 tahap utama<\/span>, yaitu tahap <span style=\"font-weight: bold;\">fiksasi karbon<\/span>, tahap <span style=\"font-weight: bold;\">reduksi<\/span>, dan tahap <span style=\"font-weight: bold;\">regenerasi<\/span>.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Tahap Fiksasi Karbon<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada tahap fiksasi karbon, karbondioksida (CO<sub>2<\/sub>) akan diikat oleh enzim rubisco untuk digabungkan dengan RuBP. Selanjutnya, terbentuklah atom karbon yang labil dan akan segera memecah menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">3-fosfogliserat (PGA)<\/span>.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Tahap Reduksi<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada tahap ini, PGA selanjutnya akan direduksi oleh ATP yang diperoleh dari reaksi terang menjadi 1,3 <span style=\"font-weight: bold;\">bisfosfogliserat (PGAL)<\/span>. PGAL kemudian akan direduksi lagi oleh NADPH yang juga diperoleh dari reaksi terang menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">gliseraldehid-3-fosfat (G3P)<\/span>.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Tahap Regenerasi<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada tahap regenerasi, selanjutnya G3P yang dihasilkan akan dibawa untuk membentuk glukosa dan sebagian besarnya akan digunakan kembali untuk membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">RuBP<\/span> dengan bantuan ATP.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\">Nah, pembahasan tentang fotosintesis udah selesai, nih! Kalau gitu, sekarang kita bahas kemosintesis, yuk!<\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">Kemosintesis<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemosintesis berasal dari kata kemo yang artinya kimia, dan sintesis yang artinya pembentukan. Jadi kemosintesis itu adalah <span style=\"font-weight: bold;\">reaksi pembentukan senyawa organik kompleks dari senyawa sederhana yang sumber energinya berasal dari energi kimia di alam<\/span>. Proses ini biasanya dilakukan oleh mikroorganisme seperti archaebacteria dan bakteri yang tinggal di dasar laut, contohnya yaitu bakteri belerang <em>Thiobacillus<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, gimana sih, caranya bakteri belerang <em>Thiobacillus <\/em>ini melakukan kemosintesis?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Baca juga:<\/span> <a href=\"\/blog\/5-jenis-jaringan-pada-tumbuhan-beserta-fungsinya\" rel=\"noopener\">5 Jenis Jaringan pada Tumbuhan Beserta Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Jadi, di kawah dasar laut itu banyak tersedia mineral-mineral hasil muntahan magma, seperti <span style=\"font-weight: bold;\">hidrogen sulfida (H<sub>2<\/sub>S)<\/span>. Nah, bakteri belerang ini akan bereaksi dengan mengikat <span style=\"font-weight: bold;\">oksigen (O<sub>2<\/sub>)<\/span> atau mengoksidasi hidrogen sulfida (H<sub>2<\/sub>S) menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">sulfur (S)<\/span>, lalu sulfur akan dioksidasi lagi menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">asam sulfat (H<sub>2<\/sub>SO<sub>4<\/sub>)<\/span> dengan diikuti pembebasan energi kimia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Nah. energi kimia inilah yang akan digunakan untuk mereaksikan karbondioksida dan air, serta membentuk molekul <span style=\"font-weight: bold;\">karbon kompleks (CH<sub>2<\/sub>O)<sub>n<\/sub><\/span>. Jadi, persamaan reaksinya bisa disederhanakan sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kemosintesis%20pada%20Bakteri%20Belerang.jpg\" alt=\"Kemosintesis pada Bakteri Belerang\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Jadi, kalau disimpulkan, <span style=\"font-weight: bold;\">baik fotosintesis maupun kemosintesis<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">sama-sama<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">tergolong ke dalam reaksi<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">anabolisme<\/span>, yaitu reaksi penyusunan dari senyawa sederhana menjadi senyawa yang kompleks. Namun, <span style=\"font-weight: bold;\">perbedaan utamanya<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">terletak pada<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">sumber energinya<\/span>. Sumber energi fotosintesis berasal dari cahaya, sedangkan <span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">sumber energi kemosintesis berasal dari energi kimia di alam.<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selesai sudah pembahasan kita tentang perbedaan fotosintesis dan kemosintesis. Gimana? Sudah paham kan? Nah, biar makin paham lagi, tonton video belajarnya di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>, yuk! Di sana ada latihan soal lengkap dengan pembahasannya juga, lho! <em>Hayoo<\/em>, kamu sudah <em>download<\/em>, belum?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., Chain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., &amp; Jackson, R. B. (2010). <em>Biology 9th Edition (9th ed.)<\/em>. Benjamin Cummings.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini pertama kali dibuat oleh Irene Swastiwi Viandari Kharti dan telah diperbarui oleh Kenya Swawikanti pada 16 September 2021.\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Biologi kelas XII kali ini akan membahas tentang perbedaan fotosintesis dan kemosintesis, serta masing-masing proses terjadinya. Penasaran? Langsung simak artikelnya, ya! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg"],"_edit_lock":["1694944178:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[506,512],"tags":[73,76,10,37],"class_list":["post-4570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-12","tag-biologi-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Biologi kelas XII kali ini akan membahas tentang perbedaan fotosintesis dan kemosintesis, serta masing-masing proses terjadinya. Penasaran? Langsung simak artikelnya, ya! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-16T23:55:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-17T09:51:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2021-09-16T23:55:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-17T09:51:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\"},\"wordCount\":925,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg\",\"keywords\":[\"Biologi XII\",\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\",\"name\":\"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-16T23:55:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-17T09:51:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Biologi kelas XII kali ini akan membahas tentang perbedaan fotosintesis dan kemosintesis, serta masing-masing proses terjadinya. Penasaran? Langsung simak artikelnya, ya! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-09-16T23:55:26+00:00","article_modified_time":"2023-09-17T09:51:50+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12","datePublished":"2021-09-16T23:55:26+00:00","dateModified":"2023-09-17T09:51:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis"},"wordCount":925,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg","keywords":["Biologi XII","Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis","name":"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg","datePublished":"2021-09-16T23:55:26+00:00","dateModified":"2023-09-17T09:51:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perbedaan%20Fotosintesis%20dan%20Kemosintesis.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya | Biologi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14284,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4570\/revisions\/14284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}