{"id":4495,"date":"2024-05-20T13:00:00","date_gmt":"2024-05-20T06:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4495"},"modified":"2024-05-21T12:43:17","modified_gmt":"2024-05-21T05:43:17","slug":"3-jenis-puisi-kontemporer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer","title":{"rendered":"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png\" alt=\"jenis puisi kontemporer dan jenisnya\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, kita ketahui bersama mengenai <strong>jenis-jenis puisi kontemporer<\/strong> beserta pengertian, ciri, dan contohnya lewat <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-sma-kelas-12\">artikel Bahasa Indonesia kelas 12<\/a><\/strong> berikut!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Apa kamu pernah mendengar jenis puisi kontemporer? Secara bentuk, puisi kontemporer merupakan puisi masa kini (modern), sehingga <strong>struktur puisinya tidak terpaku dengan aturan-aturan konvensional<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Jenis puisi kontemporer banyak ragamnya, loh. Meskipun puisi kontemporer juga disebut sebagai puisi modern, tapi terdapat gaya dan ciri-ciri yang sedikit berbeda dari jenis puisi baru. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nah, kalau kamu mau tahu apa saja contoh puisi kontemporer berdasarkan masing-masing jenisnya, perhatikan baik-baik ya penjelasan di bawah ini, agar kamu tidak salah dalam menerapkannya! <em>Let&#8217;s go<\/em>!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Puisi Kontemporer<\/span><\/h2>\n<p>Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kontemporer memiliki arti kekinian atau modern. Sehingga, <strong>puisi kontemporer adalah<\/strong> puisi yang <strong>dibuat berdasarkan masa kini<\/strong> atau mengikuti arus perkembangan zaman.<\/p>\n<p>Puisi kontemporer dianggap sebagai salah satu jenis puisi modern yang bersifat bebas. <strong>Isinya<\/strong> lebih mengutamakan <strong>ide-ide, gagasan, hingga ekspresi<\/strong> dari sang penulis. Gaya bahasa pada puisi kontemporer tidak lagi mengikuti aturan-aturan, seperti pada puisi lama.<\/p>\n<p>Nah, beberapa pengarang puisi kontemporer terkenal di Indonesia, di antaranya ada Sutardji Calzoum Bachri, Chairil Anwar, Remy Sylado, Iwan Simatupang, dan masih banyak lagi. Ada yang pernah mendengar nama-nama orang hebat di atas?<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\">Kumpulan Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Puisi Kontemporer<\/span><\/h2>\n<p>Berikut ciri-ciri puisi kontemporer yang bisa kamu pahami:<\/p>\n<ul>\n<li>Puisi kontemporer <strong>tidak terikat pada aturan-aturan<\/strong> puisi konvensional.<\/li>\n<li><strong>Isinya lebih subjektif<\/strong> dan penulis <strong>bebas berekspresi<\/strong>.<\/li>\n<li>Pemilihan kata diambil dari <strong>bahasa sehari-hari<\/strong>.<\/li>\n<li>Kata-kata yang digunakan bersifat simbolis yang <strong>mengandung makna tersirat<\/strong>.<\/li>\n<li>Punya <strong>tipografi yang unik, <\/strong>banyak pengulangan kata, frasa, dan kelompok kata.<\/li>\n<li>Menggunakan <strong>idiom-idiom yang tidak lazim<\/strong>.<\/li>\n<li>Terkadang <strong>mencampur adukkan kata atau kalimat<\/strong> dalam Bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat dalam bahasa daerah atau bahasa asing.<\/li>\n<li>Umumnya puisi kontemporer bertema kritikan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa yang Diutamakan dalam Puisi Kontemporer?<\/span><\/h2>\n<p>Kalau kita simpulkan dari pengertian dan ciri-cirinya, kita bisa tahu nih kalau hal yang diutamakan puisi kontemporer adalah <strong>eksplorasi penulis dalam berekspresi<\/strong>.<\/p>\n<p>Penulis atau penyair, akan berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Misalnya, dengan menggunakan gaya bahasa yang tidak biasa, struktur penulisan yang lebih inovatif, hingga memberikan ritme dan intonasi yang lebih menarik.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, puisi kontemporer dianggap unik. Penulis atau penyair sangat dihargai atas perasaan serta pengalaman yang mereka bawa ke dalam karya-karyanya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\">Kumpulan Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Perbedaan antara Puisi Lama, Puisi Baru, dan Puisi Kontemporer<\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan bentuknya, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi\">puisi<\/a><\/strong> dibedakan menjadi tiga, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Nah, di artikel sebelumnya, kamu sudah belajar materi puisi lama dan puisi baru, ya. Lalu, apa sih perbedaan dari ketiga bentuk puisi tersebut?<\/p>\n<p>Agar kamu lebih mudah memahaminya, yuk simak tabel perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer berikut ini:<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 33.3333%; text-align: center;\"><strong>Puisi Lama<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 33.3333%; text-align: center;\"><strong>Puisi Baru<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 33.3333%; text-align: center;\"><strong>Puisi Kontemporer<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 33.3333%;\">\n<ul>\n<li>Nama pengarang tidak diketahui (bersifat anonim).<\/li>\n<li>Penyampaiannya dilakukan secara lisan.<\/li>\n<li>Terikat oleh aturan-aturan tertentu, seperti jumlah kata, jumlah baris, rima, dan sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td style=\"width: 33.3333%;\">\n<ul>\n<li>Nama pengarang tercantum di dalam karya.<\/li>\n<li>Penyampaiannya dilakukan secara lisan dan tulisan.<\/li>\n<li>Tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu, namun bentuk penulisannya tetap rapi dan simetris.<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td style=\"width: 33.3333%;\">\n<ul>\n<li>Nama pengarang tercantum di dalam karya.<\/li>\n<li>Penyampaiannya dilakukan secara lisan dan tulisan.<\/li>\n<li>Tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu, namun bentuk penulisannya lebih menekankan pada efek tipografi dan kebebasan berekspresi dari penulis.<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Puisi Kontemporer<\/span><\/h2>\n<p>Puisi kontemporer ada banyak jenisnya, antara lain:<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Puisi Mantra (Supra Kata)<\/span><\/h3>\n<p>Puisi mantra atau supra kata adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>cenderung memutarbalikkan kata-kata konvensional<\/strong>, serta <strong>menemukan kata-kata baru yang belum pernah ada sebelumnya<\/strong>.<\/p>\n<p>Puisi mantra biasanya akan memunculkan kesan magis karena mementingkan aspek bunyi dan ritme. Berikut ini salah satu <strong>contoh puisi mantra<\/strong> karya Sutardji Calzoum Bachri:<\/p>\n<p><strong><em>Shang Hai<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>ping di atas pong<\/em><br \/>\n<em>pong di atas ping<\/em><br \/>\n<em>ping ping bilang pong<\/em><br \/>\n<em>pong pong bilang ping<\/em><br \/>\n<em>mau pong? bilang ping<\/em><br \/>\n<em>mau mau bilang pong<\/em><br \/>\n<em>mau ping? bilang pong<\/em><br \/>\n<em>mau mau bilang ping<\/em><br \/>\n<em>ya pong ya ping<\/em><br \/>\n<em>ya ping ya pong<\/em><br \/>\n<em>tak ya pong tak ya ping<\/em><br \/>\n<em>ya tak ping ya tak pong<\/em><br \/>\n<em>sembilu jarakMu merancap nyaring<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Puisi Mbeling<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis puisi yang satu ini mengambil dari bahasa Jawa, yaitu \u201c<em>mbeling<\/em>\u201d, artinya nakal atau sulit diatur. Ternyata, arti kata mbeling juga sesuai <em>lho<\/em> dengan ciri khas puisi ini.<\/p>\n<p>Puisi mbeling adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>tidak punya aturan tertentu<\/strong>. Puisi ini biasanya ditulis sebagai bentuk <strong>penyampaian opini maupun kritik<\/strong>. Isinya juga <strong>cenderung menghadirkan humor dan kelakar<\/strong> melalui lagu sederhana.<\/p>\n<p>Berikut ini <strong>contoh puisi mbeling<\/strong>:<\/p>\n<p><strong>Pedas<\/strong><\/p>\n<p><em>pedas<\/em><br \/>\n<em>cabai rawit<\/em><br \/>\n<em>semua kecanduan<\/em><br \/>\n<em>pedas<\/em><br \/>\n<em>harga cabe rawit<\/em><br \/>\n<em>haruskah mati kecanduan?<\/em><br \/>\n<em>super pedas<\/em><br \/>\n<em>ulah sang penguasa<\/em><br \/>\n<em>pedas kecanduan<\/em><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-puisi\">Kumpulan Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Puisi Tipografi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puisi tipografi adalah jenis puisi kontemporer yang memiliki pandangan bahwa <strong>bentuk atau wujud fisik puisi, mampu memperkuat ekspresi<\/strong> dari puisi itu sendiri. Bahkan, wujud fisik dipandang sebagai salah satu unsur puisi sebagai suatu tanda yang memiliki makna tertentu, yang tidak terlepas dari keseluruhan makna puisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang coba deh kamu perhatikan <strong>contoh puisi tipografi<\/strong> yang satu ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Cinta<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 447px;\" title=\"puisi kontemporer\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi%20cinta.jpg\" alt=\"contoh puisi tipografi\" width=\"447\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Puisi Mini Kata<\/span><\/h3>\n<p>Selanjutnya ada puisi mini kata. Sesuai namanya, puisi mini kata adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>menggunakan jumlah kata sangat terbatas<\/strong>. Puisi mini kata biasanya dilengkapi dengan tanda baca, atau tanda bantu tertentu, seperti huruf tertentu, garis, titik, atau tanda baca lainnya.<\/p>\n<p>Nah, supaya kamu lebih kebayang, berikut <strong>contoh puisi mini kata<\/strong>:<\/p>\n<p>Reformasi<\/p>\n<p>RR R<\/p>\n<p>RRRR<\/p>\n<p>R<\/p>\n<p>RRRRRRRR<\/p>\n<p>RRRRRRR<\/p>\n<p>RRRRRRRR<\/p>\n<p>!! Reformasi!!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Puisi Konkret<\/span><\/h3>\n<p>Hampir mirip dengan puisi tipografi, kalau puisi konkret adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>cara penulisannya menggunakan permainan huruf, kata, dan bentuk garis seperti pola atau lambang tertentu<\/strong>.<\/p>\n<p>Jadi, puisi konkret cenderung lebih memperhatikan efek tipografi dalam menyampaikan makna. <strong>Contoh puisi konkret<\/strong> bisa kamu lihat di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Di<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Di<br \/>\nBetul<br \/>\nkau pasti<br \/>\nsedang menghitung<br \/>\nberapa nasib lagi tinggal<br \/>\nsebelum fajar terakhir kau tutup<br \/>\ntanpa seorang pun tahu siapa kau dan<br \/>\ndi<br \/>\nkau<br \/>\nmasa kini<br \/>\nlengkaplah sudah<br \/>\nperhitungan di luar akal<br \/>\ndan angan-angan di dalam hati kita<br \/>\ntentang sesuatu yang tak bias siapa pun<br \/>\nmenerangkatakan pada saat itu kau mungkin sedang<br \/>\ndi<br \/>\nBetul<br \/>\nkan<br \/>\n?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Puisi Karya Noorca Marendra)<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-teks-puisi-dan-jenisnya\">Kumpulan Contoh Puisi berdasarkan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Puisi Tanpa Kata<\/span><\/h3>\n<p>Bingung nggak, kalau puisi tanpa kata, apa yang mau disampaikan ya? <em>Hehehe<\/em>&#8230;<\/p>\n<p>Yap, puisi tanpa kata memang merupakan jenis puisi yang <strong>tidak menggunakan kata<\/strong>. Puisi tanpa kata adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>lebih menggunakan penggunaan titik, garis, atau simbol tertentu untuk mengekspresikan pesan<\/strong> yang ingin disampaikan penulis. Kamu bisa melihat contoh puisi tanpa kata karya Abdul Malik berikut:<\/p>\n<div><strong>PUPUS<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8221;\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 &#8220;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 ? ?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0X<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Puisi Idiom Baru<\/span><\/h3>\n<p>Kita lanjut, ya. Puisi idiom baru adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>menggunakan idiom atau ungkapan-ungkapan baru<\/strong>. Umumnya, puisi idiom baru tidak lagi memperhatikan hubungan makna setiap kata. Bahkan, seringkali penulis akan memutar balikkan hubungan makna antar kata-kata.<\/p>\n<p>Supaya kamu nggak bingung, yuk lihat <strong>contoh puisi idiom baru<\/strong> karya Sutardji Calzoum Bachri berikut ini:<\/p>\n<p><strong>JADI<\/strong><\/p>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Jadi<\/div>\n<div>tidak setiap derita<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi luka<\/div>\n<div>tidak setiap duri<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi duri<\/div>\n<div>tidak setiap tanda<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi makna<\/div>\n<div>tidak setiap tanya<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi ragu<\/div>\n<div>tidak setiap jawab<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi sebab<\/div>\n<div>tidak setiap seru<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi mau<\/div>\n<div>tidak setiap tangan<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi pegang<\/div>\n<div>tidak setiap kabar<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi tahu<\/div>\n<div>tidak setiap luka<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0jadi kaca<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0memandang kau<\/div>\n<div>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 pada wajahku!<\/div>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\">Unsur-Unsur Pembangun Puisi: Ekstrinsik dan Intrinsik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Puisi Multi Lingual<\/span><\/h3>\n<p>Terakhir nih, puisi multi lingual adalah jenis puisi kontemporer yang <strong>menggunakan kata atau kalimat dari berbagai bahasa<\/strong>. Bisa Bahasa Indonesia dicampur dengan bahasa daerah atau bahasa asing.<\/p>\n<p>Berikut <strong>contoh puisi multi lingual<\/strong> karya Remy Sylado yang bisa kamu jadikan inspirasi:<\/p>\n<p><strong>DUA JEMBATAN: MIRABEAU &amp; ASEMKA<\/strong><br \/>\nKarya: Remy Sylado<\/p>\n<p>Mengapa orang mau mendengar Apollonaire<br \/>\nYang berkisah tentang kebohongan dunia<br \/>\n-Et Sous le pount Mirabeau coule la Seine<br \/>\n-Et nouns amours<br \/>\n-?<\/p>\n<p>Mengapa tak mau dengan Remifasolasido<br \/>\nYang berkisah tentang kejujuran dunia<br \/>\n-Ning ngisore kreteg Asemka iku<br \/>\n-Akeh umbele Cino<\/p>\n<p>-?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu dia <strong>jenis-jenis puisi kontemporer<\/strong> yang mesti dipahami. Kamu s<span style=\"color: #000000;\">udah pernah mempraktikkan membuat puisi kontemporer, belum? Kalau belum, <\/span>sudah siap <em>dong <\/em>untuk mencoba? Jika kalian masih mengalami kesulitan, bisa langsung tonton video di <a href=\"\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>, tentunya bersama tutor yang berpengalaman!<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Waluyo, Herman J. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p>https:\/\/blogbahasa-indonesia.blogspot.com\/2018\/04\/jenis-puisi-lama-baru-kontemporer-contoh-dan-perbedaannya.html (Diakses pada 20 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/www.cnnindonesia.com\/edukasi\/20231017165722-569-1012415\/pengertian-ciri-ciri-jenis-dan-contoh-puisi-kontemporer#:~:text=Ciri%2Dciri%20puisi%20kontemporer&amp;text=Pilihan%20kata%20diambil%20dari%20bahasa,%22%20dengan%20benda%2Dbenda). (Diakses pada 20 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/www.slideshare.net\/slideshow\/puisi-kontemporer-41020734\/41020734 (Diakses pada 20 Mei 2024)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Artikel ini terakhir diperbarui pada 20 Mei 2024.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita ketahui bersama mengenai jenis-jenis puisi kontemporer beserta pengertian, ciri, dan contohnya lewat artikel Bahasa Indonesia kelas 12 berikut! &#8212; &nbsp; Apa kamu pernah mendengar jenis puisi kontemporer? Secara bentuk, puisi kontemporer merupakan puisi masa kini (modern), sehingga struktur puisinya tidak terpaku dengan aturan-aturan konvensional. Jenis puisi kontemporer banyak ragamnya, loh. Meskipun puisi kontemporer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":4495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1716270199:1"],"_oembed_2bab1f5465db476745face5874079cab":["{{unknown}}"],"_wp_old_date":["2021-10-04"],"_aioseo_title":["8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &amp; Contoh"],"_aioseo_description":["Yuk, kita ketahui bersama mengenai jenis-jenis puisi kontemporer beserta pengertian, ciri, dan contohnya lewat artikel Bahasa Indonesia kelas 12 berikut!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[477,486],"tags":[103,76,10,37],"class_list":["post-4495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-12","tag-bahasa-indonesia-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita ketahui bersama mengenai jenis-jenis puisi kontemporer beserta pengertian, ciri, dan contohnya lewat artikel Bahasa Indonesia kelas 12 berikut! &#8212; &nbsp; Apa kamu pernah mendengar jenis puisi kontemporer? Secara bentuk, puisi kontemporer merupakan puisi masa kini (modern), sehingga struktur puisinya tidak terpaku dengan aturan-aturan konvensional. Jenis puisi kontemporer banyak ragamnya, loh. Meskipun puisi kontemporer [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-20T06:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-21T05:43:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\"},\"author\":{\"name\":\"Hani Ammariah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"headline\":\"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12\",\"datePublished\":\"2024-05-20T06:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-21T05:43:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\"},\"wordCount\":1371,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia XII\",\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\",\"name\":\"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png\",\"datePublished\":\"2024-05-20T06:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-21T05:43:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, kita ketahui bersama mengenai jenis-jenis puisi kontemporer beserta pengertian, ciri, dan contohnya lewat artikel Bahasa Indonesia kelas 12 berikut! &#8212; &nbsp; Apa kamu pernah mendengar jenis puisi kontemporer? Secara bentuk, puisi kontemporer merupakan puisi masa kini (modern), sehingga struktur puisinya tidak terpaku dengan aturan-aturan konvensional. Jenis puisi kontemporer banyak ragamnya, loh. Meskipun puisi kontemporer [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-05-20T06:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-05-21T05:43:17+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer"},"author":{"name":"Hani Ammariah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"headline":"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12","datePublished":"2024-05-20T06:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-21T05:43:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer"},"wordCount":1371,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png","keywords":["Bahasa Indonesia XII","Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer","name":"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png","datePublished":"2024-05-20T06:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-21T05:43:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b81e9711-5a4e-4f58-99ae-4c499aa45a31.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Jenis Puisi Kontemporer beserta Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4495"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18001,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495\/revisions\/18001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}