{"id":4486,"date":"2024-12-06T11:00:27","date_gmt":"2024-12-06T04:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4486"},"modified":"2024-12-09T02:12:05","modified_gmt":"2024-12-08T19:12:05","slug":"proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya","title":{"rendered":"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png\" alt=\"proses pemuaian zat padat\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-smp-kelas-7\">Artikel Fisika kelas 7<\/a><\/strong> kali ini akan membahas mengenai proses pemuaian yang terjadi pada zat padat. Yuk, simak baik-baik penjelasannya, ya!\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guys, siapa nih yang sering bepergian naik kereta?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin banyak di antara kita yang udah nggak asing lagi ya sama gambaran rel kereta api. Tapi, kamu sadar nggak sih, ternyata, sambungan antar tiap rel kereta itu nggak dipasang rapat-rapat, lho! Hmm, kenapa bisa begitu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pemasangan sambungan antar rel kereta yang nggak rapat ini, tentu ada sebabnya. Salah satunya karena rel kereta api akan mengalami pemuaian di siang hari. Makanya nih, sambungan tiap rel dipasang agak renggang, supaya tetap aman walaupun memuai. Lalu, apa sih pemuaian itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sebelum aku kasih tau jawabannya, aku mau tanya dulu nih, kamu masih ingat nggak dengan materi suhu? Kalo udah lupa, coba deh baca-baca lagi di artikel berikut ini.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/suhu\" rel=\"noopener\">Kenapa Suhu Terdapat 4 Skala?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Semakin tinggi suhu suatu benda, maka benda tersebut semakin panas. Sebaliknya, semakin rendah suhu suatu benda, maka benda tersebut semakin dingin. Ternyata, suhu juga dapat mempengaruhi ukuran suatu benda. Perubahan ukuran pada benda terbagi menjadi dua macam, yaitu pemuaian dan penyusutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cHuft, lama amat! Jadi, pemuaian itu apa sih sebenarnya?\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eits, sabar-sabar, \u2018dinda jangan marah-marah nanti kamu lekas tua\u2019.\u00a0 Lah kok jadi nyanyi, sih? HAHAHA&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi,<strong> pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, penyusutan adalah berkurangnya ukuran suatu benda saat benda tersebut mengalami penurunan suhu akibat didinginkan. Pemuaian atau penyusutan terjadi pada setiap benda yang mengalami perubahan suhu, baik untuk zat padat, cair, maupun gas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kali ini, kita akan bahas pemuaian yang terjadi pada zat padat. Lho, gimana dengan pemuaian atau penyusutan zat-zat yang lain? Tenang, tunggu aja artikel selanjutnya, yach! WKWK\u2026 \ud83d\ude1b<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemuaian pada zat padat terbagi menjadi tiga jenis. Yuk, kita simak penjelasannya satu per satu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Proses Pemuaian Panjang<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemuaian panjang merupakan<strong> perubahan panjang suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini terjadi pada zat padat yang ukuran panjangnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan lebar atau diameternya, seperti paku, kawat, batang besi, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/image43.jpeg\" alt=\"contoh pemuaian zat padat\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Paku adalah salah satu benda yang dapat mengalami pemuaian panjang. (sumber: bumisaka)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Pemuaian Panjang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Balik lagi ke persoalan sambungan rel kereta api yang dipasang agak renggang, ya. Jadi, zat-zat yang ada di alam ini memiliki kecenderungan untuk memuai ketika suhunya panas, dan menyusut ketika suhunya dingin. Rel kereta api yang berada di luar ruangan, tentu akan mengalami peristiwa pemuaian ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada siang hari, karena suhu udara cenderung panas, batang rel akan mengalami pemuaian (bertambah panjang). Sementara itu, di malam hari, batang rel akan menyusut (bertambah pendek) kembali karena suhu udara yang dingin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/07FIS_-_Mempelajari_Proses_Pemuaian_pada_Zat_Padat-06.jpg\" alt=\"contoh pemuaian pada rel sambungan kereta api\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/penggolongan-materi-secara-fisika-padat-cair-dan-gas\" rel=\"noopener\">Penggolongan Materi Secara Fisika: Padat, Cair, Gas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pemuaian pada batang rel kereta karena suhu yang panas ini bisa menyebabkan saling mendorong antara dua batang rel, dan membuat rel tersebut jadi melengkung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu, hal tersebut akan sangat berbahaya, ya. Bisa-bisa, kereta akan keluar jalur saat melewatinya. Makanya, sambungan antar rel kereta dipasang agak renggang supaya ketika memuai, kedua batang rel nggak bakal bengkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IMG_1095-min.gif\" alt=\"ilustrasi pemuaian pada sambungan rel kereta api\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi jika sambungan rel dipasang rapat (Sumber: its aumsum time via YouTube)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Rumus Pemuaian Panjang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pertambahan panjang suatu zat secara fisis akan:<\/p>\n<ol>\n<li>Berbanding lurus dengan panjang mula-mula.<\/li>\n<li>Berbanding lurus dengan perubahan suhu.<\/li>\n<li>Bergantung dari jenis zat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/07FIS_-_Mempelajari_Proses_Pemuaian_pada_Zat_Padat-03.jpg\" alt=\"rumus pemuaian panjang pada zat padat\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Soal Pemuaian Panjang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sekarang, biar kamu nggak bingung sama rumus di atas, kita kerjakan contoh soal di bawah ini, yuk!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh soal!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebatang baja yang panjangnya 2 m dipanaskan, sehingga suhunya berubah dari 40 \u00b0c menjadi 70 \u00b0c . Jika diketahui koefisien muai panjangnya adalah 1,1 x 10-5 \/\u00b0c, berapakah panjang baja itu sekarang?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, kita tulis dulu yang diketahui, nih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lo = 2 m<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">T = 70\u00b0c &#8211; 40 \u00b0c = 30\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u03b1 =1,1 x 10<sup>-5<\/sup> \/\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditanya : Lt = &#8230;?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">L=Lo . \u03b1 . T<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">L =(2 m) . (1,1 x 10<sup>-5<\/sup> \/\u00b0c). (30 \u00b0c)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">L = (6,6 x 10<sup>-4<\/sup> m) =0,00066 m<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kita tau nih kalo pertambahan panjang bajanya itu 0,00066 m. Jadi, untuk mencari tau panjang baja setelah dipanaskan, kita jumlahkan aja panjang baja mula-mula dengan pertambahan panjang bajanya. Sehingga,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lt = Lo + L<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lt = 2 + 0,00066<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lt =2,00066 m<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berarti, panjang baja setelah dipanaskan adalah 2,00066 m, ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Proses Pemuaian Luas\u00a0 \u00a0\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemuaian luas merupakan<strong> perubahan luas suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan.<\/strong> Pemuaian luas ini dapat diamati <span style=\"color: #3c4043;\">pada benda yang ketebalannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan panjang dan lebarnya. Jadi, pemuaian arah tebalnya juga jauh lebih kecil daripada pemuaian di arah panjang dan lebarnya, sehingga bisa diabaikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Pemuaian Luas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya kaca jendela. Saat suhu udara panas, suhu kaca menjadi naik, sehingga terjadi pemuaian. Kaca mengalami penambahan ukuran yang lebih lebar dari sebelumnya. Akibatnya, kaca terlihat terpasang sangat rapat pada bingkai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Rumus Pemuaian Luas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertambahan luas suatu zat bila dipanaskan akan:<\/p>\n<ol>\n<li>Berbanding lurus dengan luas mula-mula.<\/li>\n<li>Berbanding lurus dengan perubahan suhu.<\/li>\n<li>Bergantung dari jenis zat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 599px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/07FIS_-_Mempelajari_Proses_Pemuaian_pada_Zat_Padat-04.jpg\" alt=\"rumus pemuaian luas pada zat padat\" width=\"599\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/meteor\" rel=\"noopener\">Perbedaan Meteoroid, Meteorit, dan Meteor<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Soal Pemuaian Luas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba yuk kita kerjakan contoh soal di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh soal!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada suhu 30\u00b0c, sebuah pelat besi luasnya 10 m<sup>2<\/sup>. Apabila suhunya dinaikkan menjadi 90\u00b0c dan diketahui koefisien muai panjangnya adalah 1,2 x 10<sup>-5<\/sup>\/\u00b0c, maka tentukanlah luas pelat besi itu sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama seperti contoh soal sebelumnya ya, kita tulis dulu apa aja yang diketahui pada soal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">T =90\u00b0c-30\u00b0c= 60\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ao = 10 m<sup>2<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u03b2 =1,2 x 10<sup>-5<\/sup> \/\u00b0c= \u03b1 2= 2,4 x 10<sup>-5<\/sup>\/\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditanya: At =&#8230;?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">A = Ao . \u03b2\u00a0. T<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">A = Ao . (2\u03b1). T<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">A = 10 m<sup>2<\/sup> .\u00a0 2,4 x 10<sup>-5 <\/sup>\/\u00b0c .\u00a0 60\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">A =14,4 x 10<sup>-3<\/sup> m<sup>2<\/sup>= 0,0144 m<sup>2<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, karena yang ditanya itu luas pelat besi setelah mengalami pemuaian, maka kita jumlahkan aja luas pelat besi mula-mula dengan penambahan luas pelat besinya, sehingga:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">At = Ao + A<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">At = 10 + 0,0144<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">At =10,0144 m<sup>2<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, luas pelat besi setelah mengalami pemuaian adalah 10,0144 m<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Proses Pemuaian Volume<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemuaian volume adalah<strong> perubahan volume suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan. <\/strong><span style=\"color: #3c4043;\">Pemuaian volume terjadi jika seluruh dimensi benda cukup besar, sehingga pemuaian ke semua arah tidak bisa diabaikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Pemuaian Volume<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, ketika kamu memasak air di dalam panci, tanpa disadari panci mengalami pemuaian, loh! Saat dipanaskan, air dan panci sama-sama menyerap kalor dari api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, panci yang menyerap kalor atau energi panas itu, ukurannya akan bertambah karena mengalami pemuaian. Pemuaian ini menyebabkan panci mengalami penambahan volume.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 566px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/FullSizeRender%20(4).gif\" alt=\"Ilustrasi pemuaian luas pada panci akibat pemanasan\" width=\"566\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi panci mengalami pemuaian akibat dipanaskan.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Rumus Pemuaian Volume<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertambahan volume suatu zat yang dipanaskan, secara fisis akan:<\/p>\n<ol>\n<li>Berbanding lurus dengan volume mula-mula zat.<\/li>\n<li>Berbanding lurus dengan perubahan suhu zat.<\/li>\n<li>Bergantung dari jenis bahan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/07FIS_-_Mempelajari_Proses_Pemuaian_pada_Zat_Padat-05.jpg\" alt=\"contoh pemuaian volume pada zat padat\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Soal Pemuaian Volume<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Langsung aja kita kerjakan contoh soal berikut!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh soal!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah balok baja berukuran 5 cm x 10 cm x 6 cm. Hitunglah volume akhir balok baja ketika suhunya dinaikkan dari 22 \u00b0c ke 42 \u00b0c. Diketahui koefisien muai panjang baja 1,1 x 10-5 \/\u00b0c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vo = 300 cm<sup>3 <\/sup>=3 x 102 cm<sup>3<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">T =42 \u00b0c-22 \u00b0c = 20\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u03b3 =1,1 x 10<sup>-5<\/sup>\/\u00b0c = \u03b1 3= 3 . 1,1 x 10<sup>-5 <\/sup>\/\u00b0c = 3,3 x 10<sup>-5 <\/sup>\/\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditanya: Vt =&#8230;?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">V = Vo . \u03b3 . T<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">V = 3 x 102 cm<sup>3<\/sup> . 3,3 x 10<sup>-5<\/sup>\/\u00b0c . 20\u00b0c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">V =1,98 x 10<sup>-1<\/sup> cm<sup>3<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, untuk mencari volume baja setelah mengalami pemuaian, kita jumlahkan aja volume awal bajanya dengan penambahan volumenya, sehingga:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vt = Vo + V<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vt = 300 + 0,0198<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vt =300,198 cm<sup>3<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Didapat volume akhir baja setelah dipanaskan adalah 300,198 cm<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/fisika-kelas-7-perbedaan-unsur-senyawa-dan-campuran\" rel=\"noopener\">Yuk, Kenali Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah<em>, <\/em>sekarang kamu udah tau ya alasan mengapa sambungan pada rel kereta api itu harus sedikit direnggangkan. Yap! Betul, karena benda atau zat bisa mengalami penambahan panjang, luas, maupun volume akibat pemuaian. Pemuaian ini bisa terjadi karena perubahan suhu. Sebenarnya, banyak juga contoh pemuaian pada benda yang tanpa kita sadari terjadi di kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, hari ini kita udah belajar banyak, ya! Kalo gitu, waktunya untuk <em>mantepin<\/em> pemahaman kamu dengan latihan soal, nih! Kamu bisa loh latihan soal dengan ribuan materi dan pembahasan di Bank Soal <span style=\"color: #0600ff;\"><strong>r<\/strong><a style=\"color: #0600ff;\" href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/3b1dd5cf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>uanguji<\/strong><\/a><\/span>. Yuk, cobain dan ukur kemampuanmu sekarang juga!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/4d67385e-8dfc-4cd3-8931-2ec9d1ca1c6d.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruanguji Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p>Paku. http:\/\/bumisaka.com\/project\/paku\/ . diakses tanggal 01 oktober 2021<\/p>\n<p><strong>Sumber Gif:<\/strong><\/p>\n<p>Its aumsum time. https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=9JuKqkZVgTU. diakses 30 september 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Fisika kelas 7 kali ini akan membahas mengenai proses pemuaian yang terjadi pada zat padat. Yuk, simak baik-baik penjelasannya, ya!\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, siapa nih yang sering bepergian naik kereta? Mungkin banyak di antara kita yang udah nggak asing lagi ya sama gambaran rel kereta api. Tapi, kamu sadar nggak sih, ternyata, sambungan antar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4486,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1733685003:1"],"_wp_old_date":["2021-10-05"],"_aioseo_title":["Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya"],"_aioseo_description":["Pemuaian zat padat terjadi jika suatu benda mengalami pemanasan yang menyebabkan perubahan ukuran panjang, luas, atau volume. Pelajari selengkapnya di sini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[513,514],"tags":[85,7,10,16],"class_list":["post-4486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-smp-kelas-7","tag-fisika-vii","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Fisika kelas 7 kali ini akan membahas mengenai proses pemuaian yang terjadi pada zat padat. Yuk, simak baik-baik penjelasannya, ya!\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, siapa nih yang sering bepergian naik kereta? Mungkin banyak di antara kita yang udah nggak asing lagi ya sama gambaran rel kereta api. Tapi, kamu sadar nggak sih, ternyata, sambungan antar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-06T04:00:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-08T19:12:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kak Nazirah MT Saintek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kak Nazirah MT Saintek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\"},\"author\":{\"name\":\"Kak Nazirah MT Saintek\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687\"},\"headline\":\"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7\",\"datePublished\":\"2024-12-06T04:00:27+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-08T19:12:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\"},\"wordCount\":1312,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png\",\"keywords\":[\"Fisika VII\",\"Kelas 7\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Fisika\",\"Fisika SMP Kelas 7\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\",\"name\":\"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png\",\"datePublished\":\"2024-12-06T04:00:27+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-08T19:12:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687\",\"name\":\"Kak Nazirah MT Saintek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kak Nazirah MT Saintek\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kak-nazirah-mt-saintek\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Fisika kelas 7 kali ini akan membahas mengenai proses pemuaian yang terjadi pada zat padat. Yuk, simak baik-baik penjelasannya, ya!\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, siapa nih yang sering bepergian naik kereta? Mungkin banyak di antara kita yang udah nggak asing lagi ya sama gambaran rel kereta api. Tapi, kamu sadar nggak sih, ternyata, sambungan antar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-12-06T04:00:27+00:00","article_modified_time":"2024-12-08T19:12:05+00:00","author":"Kak Nazirah MT Saintek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kak Nazirah MT Saintek","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya"},"author":{"name":"Kak Nazirah MT Saintek","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687"},"headline":"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7","datePublished":"2024-12-06T04:00:27+00:00","dateModified":"2024-12-08T19:12:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya"},"wordCount":1312,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png","keywords":["Fisika VII","Kelas 7","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Fisika","Fisika SMP Kelas 7"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya","name":"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png","datePublished":"2024-12-06T04:00:27+00:00","dateModified":"2024-12-08T19:12:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d14c871e-bcf4-4f49-99e1-23ab168f8201.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/proses-pemuaian-zat-padat-dan-contohnya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mempelajari Proses Pemuaian Zat Padat dan Contohnya | Fisika Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687","name":"Kak Nazirah MT Saintek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kak Nazirah MT Saintek"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kak-nazirah-mt-saintek"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4486"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21136,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4486\/revisions\/21136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4486"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}