{"id":442,"date":"2023-03-01T04:05:00","date_gmt":"2023-02-28T21:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=442"},"modified":"2023-10-07T00:13:42","modified_gmt":"2023-10-06T17:13:42","slug":"sistem-ekskresi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia","title":{"rendered":"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &#038; Fungsinya | Biologi Kelas 8"},"content":{"rendered":"<p><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg\" alt=\"Sistem Ekskresi Manusia\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pada <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/tag\/biologi-viii\" rel=\"noopener\">artikel Biologi kelas 8<\/a> ini, kamu akan belajar tentang macam-macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Artikel ini juga menjelaskan fungsi serta struktur sistem ekskresi tersebut<\/em><em>. Yuk, simak bersama!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba bayangkan, bagaimana jika banyak sampah menumpuk di dalam kamarmu? Apa yang akan kamu rasakan? <em>Yap<\/em>, pasti bau, sumpek, kotor, dan akan menjadi sumber penyakit. Lalu, apa yang harus kamu lakukan agar kamarmu tetap nyaman dan tidak menjadi sumber penyakit? Betul sekali, membuang sampahnya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitupun dengan tubuh manusia, tubuh perlu membuang sampah agar tetap sehat. Proses pembuangan sampah yang dilakukan oleh tubuh ini dikenal sebagai sistem ekskresi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 20px;\">Pengertian Sistem Sekresi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa itu sistem ekskresi? <span style=\"font-weight: bold;\">Sistem ekskresi adalah<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zat-zat sisa metabolisme ini antara lain seperti gas CO<sub>2<\/sub>, limbah nitrogen seperti urea, sisa perombakan sel darah merah seperti bilirubin, sampai kelebihan zat seperti kelebihan air (H<sub>2<\/sub>O), yang bisa dikeluarkan diantaranya melalui keringat dan juga urin. Pengeluaran zat-zat tersebut bertujuan <span style=\"font-weight: bold;\">agar zat-zat sisa dalam tubuh tidak meracuni organ lainnya<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Ada 4 macam organ sistem ekskresi<\/span> manusia, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">ginjal, paru-paru, hati, dan kulit<\/span>. Yuk, langsung aja kita bahas satu per satu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/organ-organ-sistem-ekskresi-pada-manusia\" rel=\"noopener\">Belajar Organ Sistem Ekskresi Manusia, Fungsi &amp; Zat yang Dikeluarkan<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h2 style=\"font-size: 20px;\">Paru-Paru<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pastinya sudah tidak asing ya, dengan organ paru-paru karena pembahasan tentang paru-paru pernah kamu pelajari pada bab <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/organ-pernapasan-dan-fungsinya\" rel=\"noopener\">sistem pernapasan<\/a>. Nah, selain berfungsi sebagai organ pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Fungsi paru-paru sebagai organ ekskresi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sistem ekskresi manusia, <strong>paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO<sub>2<\/sub>) <\/strong>yang merupakani limbah hasil metabolisme sel-sel tubuh, sehingga harus dikeluarkan ketika kita menghembuskan napas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Detailnya begini, ketika kamu menarik napas, oksigen akan dibawa masuk ke dalam paru-paru dengan melewati beberapa saluran pernapasan, mulai dari hidung, lalu faring, laring, trakea, bronkus hingga sampai di paru-paru. Kemudian, di paru-paru, tepatnya di alveolus, akan terjadi <span style=\"font-weight: bold;\">pertukaran antara oksigen dengan karbondioksida<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oksigen akan dipindahkan dari alveolus ke peredaran darah untuk selanjutnya <span style=\"font-weight: bold;\">diedarkan ke sel-sel tubuh<\/span>. Oksigen lalu dipakai\u00a0<span style=\"background-color: transparent;\">oleh sel-sel tubuh <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">untuk melakukan <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">metabolisme<\/span><span style=\"background-color: transparent; font-weight: normal;\">, <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">sehingga sel-sel tubuh bisa beraktivitas. Hasil metabolisme ini menyisakan limbah dalam bentuk <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">karbondioksida<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Zat yang dikeluarkan paru-paru sebagai organ ekskresi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena karbondioksida adalah limbah, maka harus dibuang dari dalam tubuh. Oleh karena itu, karbondioksida dibawa dari sel-sel tubuh ke peredaran darah menuju ke alveolus. <span style=\"font-weight: bold;\">Karbondioksida dipindahkan dari peredaran darah ke alveolus untuk<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">dikeluarkan oleh paru-paru saat kita menghembuskan napas<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitulah proses organ paru-paru ikut berperan sebagai organ ekskresi. Paham kan sampai sini?<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekskresi%20pada%20Paru-Paru.jpg\" alt=\"Ekskresi pada Paru-Paru\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang lanjut yuk, ke pembahasan organ hati!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h2 style=\"font-size: 20px;\">Hati<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Fungsi hati sebagai organ ekskresi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai organ yang berperan dalam sistem ekskresi manusia, hati <span style=\"font-weight: normal;\">berfungsi untuk<\/span><strong> merombak sel-sel darah merah yang sudah tua atau rusak <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">untuk menghasilkan<\/span><strong> bilirubin yang sifatnya beracun<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> <span style=\"font-weight: normal;\">Karena beracun, maka bilirubin harus diproses untuk bisa dikeluarkan dari dalam tubuh, salah satunya yaitu dikeluarkan bersamaan dengan urin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Detail prosesnya begini, <em>guys<\/em>! Pertama-tama, di dalam hati, sel-sel darah merah yang sudah rusak akan <span style=\"font-weight: bold;\">dirombak<\/span>. Kandungan hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak lalu diuraikan menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">senyawa hemin dan protein globin<\/span>. Nah, hemoglobin sendiri merupakan protein pada sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Protein globin<\/span> hasil perombakan sel darah merah lalu akan <span style=\"font-weight: normal;\">diuraikan menjadi<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">asam amino<\/span> yang bisa digunakan untuk <span style=\"font-weight: bold;\">membentuk sel darah merah baru<\/span>. Sementara itu, <span style=\"font-weight: bold;\">senyawa hemin (atau heme)<\/span> akan <span style=\"font-weight: normal;\">diubah menjadi<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> biliverdin dan zat besi<\/span>. Zat besinya akan dibawa ke sumsum merah tulang untuk dipakai <span style=\"font-weight: bold;\">membentuk hemoglobin baru<\/span>, sementara biliverdinnya akan <span style=\"font-weight: bold;\">diubah menjadi bilirubin<\/span>.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekskresi%20pada%20Hati.jpg\" alt=\"Ekskresi pada Hati\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, bilirubin ini lalu akan ditambahkan oleh hati ke dalam <span style=\"font-weight: bold;\">cairan empedu<\/span>. Empedu? Kayak gimana tuh?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, empedu merupakan <span style=\"font-weight: bold;\">cairan berwarna kehijauan<\/span> yang berperan dalam <span style=\"font-weight: bold;\">pencernaan lemak di usus halus<\/span>. Nah, di usus besar, bilirubin lalu akan dipisahkan dari komponen cairan empedu lainnya. Bilirubin tersebut lalu akan diproses lebih jauh membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">sterkobilin<\/span>, yang menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">zat warna feses<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">urobilinogen<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Zat yang dikeluarkan hati sebagai organ ekskresi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Urobilinogen inilah yang selanjutnya dibawa ke ginjal dan diubah menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">urobilin<\/span>. Urobilin lalu diekskresikan bersamaan dengan urin sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">zat warna urin<\/span>.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/sistem-peredaran-darah\" rel=\"noopener\">Jenis-Jenis Sistem Peredaran Darah pada Manusia<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitulah proses organ hati ikut berperan sebagai organ ekskresi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Zat%20Warna%20Feses%20dan%20Urin.jpg\" alt=\"Zat Warna Feses dan Urin\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi hati lainnya dalam sistem ekskresi adalah <span style=\"font-weight: normal;\">untuk menguraikan <\/span><strong>asam amino<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">, yang akan menghasilkan<\/span><strong> amonia dan urea <\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">yang sifatnya beracun. Oleh karena itu, amonia dan urea selanjutnya akan <\/span>diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.<em> Bye-bye,<\/em> urea dan amonia!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\">Ginjal<\/h2>\n<p><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/ginjal-struktur-dan-fungsi-ekskresi-pada-manusia\" rel=\"noopener\">Ginjal merupakan organ sistem ekskresi<\/a> yang bentuknya seperti biji kacang merah. Letak ginjal dalam tubuh ada di sebelah kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang.<\/p>\n<p>Ginjal terdiri dari tiga lapisan. Bagian luar ginjal disebut kulit ginjal (korteks renalis). Kemudian, bagian di bawahnya disebut medula renalis. Bagian dalam ginjal disebut rongga ginjal (pelvis renalis). Bagian dalam inilah yang berfungsi sebagai penampung urine sebelum dikeluarkan melalui ureter.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gambar%20struktur%20ginjal.png\" alt=\"gambar struktur ginjal\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar bagian ginjal (Sumber: Roboguru.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Fungsi ginjal sebagai organ ekskresi:<\/p>\n<p>Ginjal tersusun lebih dari 1 juta alat penyaring bernama nefron. Oleh karena itu, ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal, serta mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Zat yang dikeluarkan ginjal sebagai organ ekskresi:<\/span><\/p>\n<p>Ginjal menyaring zat-zat sisa dan racun keluar dari darah. Nah, zat-zat yang disaring ini ginjal berupa\u00a0<span style=\"font-weight: normal;\">urea, garam, dan kelebihan air<\/span> yang kemudian akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk <span style=\"font-weight: bold;\">urine<\/span>. Tapi, tahukah kamu urine yang dikeluarkan tubuh itu harus melalui serangkaian proses?<\/p>\n<p>Ada tiga tahap dalam proses pembentukan urine, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Filtrasi<\/strong>, yaitu proses penyaringan sel-sel darah. Proses filtrasi menghasilkan urine primer yang mengandung air, glukosa, asam amino, urea, dan ion-ion.<\/li>\n<li><strong>Reabsorbsi<\/strong>, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Proses reabsorbsi menghasilkan urine sekunder.<\/li>\n<li><strong>Augmentasi<\/strong>, yaitu proses pengumpulan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam cairan urine sekunder. Proses augmentasi menghasilkan urin sesungguhnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, lanjut ke pembahasan organ terakhir, yaitu kulit!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h2 style=\"font-size: 20px;\">Kulit<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi kulit sebagai organ sistem ekskresi adalah untuk <span style=\"font-weight: normal;\">mengeluarkan <\/span><strong>keringat <\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">yang mengandung <span style=\"font-weight: bold;\">kelebihan air<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">garam mineral<\/span>, maupun <span style=\"font-weight: bold;\">sedikit limbah nitrogen seperti urea<\/span>, yang dapat meracuni tubuh. Keringat biasanya keluar ketika kita melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau saat kita sedang kepanasan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kulit sendiri terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">dua lapisan utama<\/span>, yaitu lapisan <span style=\"font-weight: bold;\">epidermis<\/span> dan lapisan <span style=\"font-weight: bold;\">dermis<\/span>. Kita bahas satu per satu, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h3 style=\"font-size: 16px;\">a. Lapisan Epidermis (Kulit Ari)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Epidermis merupakan <strong>lapisan kulit paling luar<\/strong> yang tersusun dari <span style=\"font-weight: bold;\">sel-sel epitel<\/span> yang tersusun rapat dan mengandung senyawa <span style=\"font-weight: bold;\">keratin<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian paling atas sel-sel epidermis terdiri dari <span style=\"font-weight: bold;\">sel-sel mati<\/span> yang akan selalu <span style=\"font-weight: bold;\">mengelupas secara berkala<\/span>, sehingga perlu digantikan oleh sel-sel kulit yang baru. Selain itu, di epidermis juga terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">melanosit<\/span>, berupa sel penghasil pigmen melanin yang <span style=\"font-weight: bold;\">menentukan warna kulit<\/span> kita.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Lapisan%20Struktur%20Kulit%20Manusia.jpg\" alt=\"Lapisan Struktur Kulit Manusia\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\">b. Lapisan Dermis (Kulit Jangat)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lapisan dermis <span style=\"font-weight: normal;\">terdapat <\/span><strong>di bawah lapisan epidermis<\/strong>. Pada lapisan ini, terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">otot penggerak rambut<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">pembuluh darah<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">serabut saraf<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">kelenjar minyak (<em>glandula sebasea<\/em>)<\/span> yang berfungsi menghasilkan minyak pelumas kulit, dan <span style=\"font-weight: bold;\">kelenjar keringat (<em>glandula sudorifera<\/em>)<\/span> yang berfungsi menghasilkan keringat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar keringat memiliki pangkal yang menggulung dan saluran yang memanjang hingga ke pori-pori kulit. Nah, ketika kamu sedang beraktivitas di cuaca panas atau habis berolahraga, tubuh kamu pasti mengeluarkan keringat, kan? Hal itu bertujuan untuk <span style=\"font-weight: bold;\">\u2018mendinginkan\u2019 tubuh<\/span> dengan cara <span style=\"font-weight: bold;\">mengeluarkan kelebihan panas tubuh<\/span>. Tapi kok bisa gitu? Kaitannya dengan keringat gimana?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Detailnya begini, ketika kita berada di tempat yang panas, maupun ketika habis berolahraga, suhu tubuh kita akan meningkat. Hal ini lalu mendorong otak, tepatnya bagian <span style=\"font-weight: bold;\">hipotalamus<\/span> di otak, untuk <span style=\"font-weight: bold;\">mengirimkan perintah<\/span> ke kelenjar keringat agar <span style=\"font-weight: bold;\">aktif mengeluarkan keringat<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, selain ada garam mineral dan limbah nitrogen seperti urea, di dalam keringat juga ada kandungan airnya, kan? Ketika dikeluarkan dari tubuh, air dalam keringat bisa <span style=\"font-weight: bold;\">menguap<\/span> atau berubah menjadi uap air dengan <span style=\"font-weight: bold;\">memanfaatkan kelebihan panas tubuh<\/span>. Ini nih, bagaimana keringat juga ikut membantu mengeluarkan kelebihan panas tubuh.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/sistem-pencernaan-manusia\" rel=\"noopener\">Apa Saja Organ-Organ Sistem Pencernaan Manusia?<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh ya, kalau kamu lihat pada gambar di atas, di bawah lapisan dermis masih terdapat lapisan hipodermis, kan? Lapisan ini berisi kumpulan jaringan ikat, khususnya jaringan lemak, yang berfungsi menyatukan kulit pada otot dan mempertahankan suhu tubuh kita agar tetap hangat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekskresi%20pada%20Kulit.jpg\" alt=\"Ekskresi pada Kulit\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai deh, penjelasan materi tentang organ-organ sistem ekskresi pada manusia yang meliputi paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Kalau kamu masih penasaran tentang materi ini dan ingin mempelajari lebih dalam, segera gabung di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a>, yuk! Di sana, kamu bisa belajar materi ini dengan menonton video belajar beranimasi yang seru, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). <em>Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII SMP\/MTS Semester II<\/em>. Jakarta: Balitbang Kemendikbud.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 1 Maret 2023.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel Biologi kelas 8 ini, kamu akan belajar tentang macam-macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Artikel ini juga menjelaskan fungsi serta struktur sistem ekskresi tersebut. Yuk, simak bersama! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg"],"_edit_lock":["1696612422:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[506,508],"tags":[163,25,10,16],"class_list":["post-442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-smp-kelas-8","tag-biologi-viii","tag-kelas-8","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &amp; Fungsinya | Biologi Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &amp; Fungsinya | Biologi Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel Biologi kelas 8 ini, kamu akan belajar tentang macam-macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Artikel ini juga menjelaskan fungsi serta struktur sistem ekskresi tersebut. Yuk, simak bersama! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-28T21:05:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-06T17:13:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\"},\"author\":{\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbeef75dbafb3cf0cb01b704ed9127ae\"},\"headline\":\"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &#038; Fungsinya | Biologi Kelas 8\",\"datePublished\":\"2023-02-28T21:05:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-06T17:13:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\"},\"wordCount\":1406,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg\",\"keywords\":[\"Biologi VIII\",\"Kelas 8\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMP Kelas 8\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\",\"name\":\"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia & Fungsinya | Biologi Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg\",\"datePublished\":\"2023-02-28T21:05:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-06T17:13:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &#038; Fungsinya | Biologi Kelas 8\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbeef75dbafb3cf0cb01b704ed9127ae\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia & Fungsinya | Biologi Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia & Fungsinya | Biologi Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Pada artikel Biologi kelas 8 ini, kamu akan belajar tentang macam-macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Artikel ini juga menjelaskan fungsi serta struktur sistem ekskresi tersebut. Yuk, simak bersama! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2023-02-28T21:05:00+00:00","article_modified_time":"2023-10-06T17:13:42+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia"},"author":{"name":"Nurul Hidayah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbeef75dbafb3cf0cb01b704ed9127ae"},"headline":"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &#038; Fungsinya | Biologi Kelas 8","datePublished":"2023-02-28T21:05:00+00:00","dateModified":"2023-10-06T17:13:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia"},"wordCount":1406,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg","keywords":["Biologi VIII","Kelas 8","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMP Kelas 8"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia","name":"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia & Fungsinya | Biologi Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg","datePublished":"2023-02-28T21:05:00+00:00","dateModified":"2023-10-06T17:13:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sistem%20Ekskresi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sistem-ekskresi-manusia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia &#038; Fungsinya | Biologi Kelas 8"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbeef75dbafb3cf0cb01b704ed9127ae","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=442"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12629,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/442\/revisions\/12629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}