{"id":4390,"date":"2024-11-04T09:30:15","date_gmt":"2024-11-04T02:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4390"},"modified":"2024-11-04T12:38:43","modified_gmt":"2024-11-04T05:38:43","slug":"historiografi-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah","title":{"rendered":"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 18px;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg\" alt=\"Pengertian, Ciri, dan 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah\" width=\"820\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Apa itu historiografi dan apa saja jenis-jenis historiografi dalam sejarah? Yuk, kita bahas di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong> ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18px; font-family: arial, helvetica, sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang tidak kenal tentang kisah cinta Rama dan Shinta yang terkenal itu? Kamu mungkin menyebutnya dengan dongeng atau cerita-cerita masa lalu. Tapi, tahukah kamu? Dalam ilmu sejarah, cerita-cerita semacam itu disebut dengan historiografi. Yuk, kita pahami lebih jauh mengenai historiografi dan jenis-jenisnya di artikel berikut ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Historiografi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu <strong><em>historia <\/em><\/strong>yang artinya sejarah, dan <strong><em>graphia<\/em><\/strong> yang artinya penulisan. Singkatnya, <strong>Historiografi adalah penulisan sejarah. <\/strong>Nah, tapi tidak sesederhana itu ya, kita bahas dulu lebih detail, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-03.jpg\" alt=\"Historiografi menurut Gottschalk\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah-kisah pewayangan atau cerita Rama-Shinta dan Hanoman adalah contoh dari historiografi. Historiografi sendiri adalah tulisan sejarah. Menurut Louis Gottschalk, historiografi adalah bentuk publikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, mengenai peristiwa atau kombinasi peristiwa-peristiwa di masa lampau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi sebagai cabang ilmu merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang perkembangan penulisan sejarah dari masa ke masa, atau dalam arti lain disebut dengan <strong>sejarah dari penulisan sejarah.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Historiografi\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembagian jenis historiografi di Indonesia dibagi berdasarkan ciri dan karakteristiknya. Berurutan dari historiografi tradisional, historiografi kolonial, historiografi nasional dan historiografi modern. Ini dia penjelasan dari 4 jenis historiografi tersebut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Historiografi Tradisional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi tradisional merupakan penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan dari segi karakteristiknya, historiografi tradisional bersifat kultural dan politis, serta belum menggunakan metode ilmiah dalam penyusunannya, sehingga unsur subjektivitasnya tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Sudut pandang penulisannya berbentuk Istanasentris.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Tujuan penulisannya sebagai alat legitimasi raja atau psikopolitiksentris.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Terdapat rasa anakronis atau ketidakpastian keterangan waktu.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Banyak mengandung unsur mitos.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Bersifat Regiosentris atau kaya akan unsur kedaerahan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi Tradisional berkembang sejak masa Kerajaan Hindu dan Buddha sekitar abad ke-14 M hingga masa Kerajaan Islam pada awal abad ke-20 M.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Hindu dan Buddha<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Karya yang dihasilkan berupa terjemahan dari naskah-naskah dari India.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Bersifat religio magis.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Bersifat istanasentris.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh historiografi masa Hindu dan Buddha adalah Kitab Mahabarata dan Ramayana, Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama, Babad Arya Tabanan, Babad Tanah Jawi, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Masih mengandung unsur mitos.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Sudah mengenal unsur kronologi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bersifat etnosentris.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh historiografi masa Islam adalah Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Aceh, Babad Demak, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/sejarah-nenek-moyang-bangsa-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Historiografi Kolonial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi Kolonial adalah penulisan sejarah yang berkembang pada masa Kolonial Belanda sejak abad ke-17 M hingga Pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-20 M.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fokus utama historiografi kolonial adalah kehidupan warga Belanda (Eropa) di Hindia Belanda karena ditulis oleh orang-orang Belanda atau Eropa. Tujuan penulisannya untuk memperkuat kedudukan mereka di Indonesia. Ciri-ciri historiografi masa kolonial adalah:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\">Ciri-ciri historiografi kolonial<\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Sudut pandang penulisannya adalah <em>Neerdelandosentris <\/em>atau Eropasentris.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Tulisannya bersifat subjektif pemerintah kolonial.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Dalam penyusunannya cenderung mengabaikan sumber lokal.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Mengisahkan sejarah dari orang-orang besar, misalnya Daendels dan Raffles.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Tulisannya bersifat diskriminatif terhadap rakyat Hindia Belanda.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karakteristik historiografi kolonial berfokus pada kajian penguasaan Belanda atau Eropa di Hindia Belanda, sedangkan kondisi rakyat Hindia Belanda (Indonesia) yang terjajah tidak mendapat perhatian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Contoh historiografi masa kolonial<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><em>Beknopt Leerboek Geschiedenis van Nederlandsch Oost-Indie <\/em>karya A.J. Eijkman dan F.W. Stapel.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><em>Schets eener Economische Geschiedenis van Nederlands-Indie<\/em> karya G. Gonggrijp.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><em>Geschiedenis van den Indischen Archipel <\/em>karya B.H.M. Vlekke.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><em>Geschiedenis van Indonesie<\/em> karya H. J. de Graaf.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><em>History of Java<\/em> (1817) karya Thomas S. Raffles.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/jenis-jenis-sumber-sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumber Sejarah: Pengertian dan Jenis-Jenis &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-04%20(1).jpg\" alt=\"Jenis-jenis historiografi\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Historiografi Nasional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, yakni historiografi nasional. Ialah penulisan sejarah dengan bangsa Indonesia sebagai subjek utama. Model historiografi ini mulai marak setelah bangsa ini merdeka pada agustus 1945<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulisannya bersifat Indonesiasentris, dengan tujuan untuk kepentingan menanamkan rasa nasionalisme kepada seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan ciri dari historiografi nasional antara lain menggunakan perspektif nasionalisme Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari karakteristiknya, penulisan sejarah memiliki tujuan untuk kepentingan bangsa Indonesia. Tulisan sejarah sengaja dibuat berdasarkan perspektif bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\">Ciri-ciri historiografi nasional<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Penulisannya menggunakan sudut pandang rakyat Indonesia atau indonesiasentris.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Menceritakan tentang perjuangan dan semangat kebangsaan Indonesia.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\">Contoh historiografi nasional<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>6000 Tahun Sang Merah Putih <\/em>karya Muhammad Yamin<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Gadjah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara <\/em>Karya Muhammad Yamin<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Atjeh Sepintas Lalu <\/em>Karya SM Amin<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Historiografi Modern<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi modern muncul akibat tuntutan ketepatan teknik untuk mendapatkan fakta-fakta sejarah. Fakta sejarah didapat melalui penetapan metode penelitian, memakai ilmu-ilmu bantu, adanya teknik pengarsipan, dan rekonstruksi melalui sejarah lisan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masa ini dimulai dengan munculnya studi sejarah kritis, yang menggunakan prinsip-prinsip metode penelitian sejarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Historiografi modern tentunya berkembang sesuai dengan zaman. Historiografi masa kini sudah semakin objektif dan kritis terhadap satu peristiwa sejarah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Ciri-ciri historiografi modern<\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Bersifat metodologis: sejarawan diwajibkan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Bersifat kritis historis: artinya dalam penelitian sejarah menggunakan pendekatan multidimensional.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Sebagai kritik terhadap historiografi nasional: lahir sebagai kritik terhadap historiografi nasional yang dianggap memiliki kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan keindonesiaan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\">Munculnya peran-peran rakyat kecil.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\">Contoh historiografi modern<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Pemberontakan Petani Banten <\/em>karya Sartono Kartodirdjo<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Revolusi Pemuda\u00a0<\/em>karya Benedict Anderson<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Atjeh Sepintas Lalu <\/em>Karya SM Amin<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/aspek-kepercayaan-masa-praaksara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aspek Kepercayaan pada Masa Praaksara<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, historiografi modern tidak lepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan. Ini dia beberapa kelebihan dan kekurangannya:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-05.jpg\" alt=\"Kelebihan dan kekurangan Historiografi modern\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wah, hari ini kita belajar hal baru lagi ya! Masih semangat buat cari tahu lebih dalam tentang historiografi? Kamu bisa konsultasi langsung ke guru-guru berkualitas dan sudah terstandarisasi dari Ruangguru Privat Sejarah\u00a0<em>lho<\/em>! Disamping itu, kamu juga bebas pilih, mau ikutan kelas\u00a0<em>offline\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>online<\/em>. Seru banget kan. Tunggu apa lagi? Yuk daftar sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 18px;\"><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hendrayana. 2009. Sejarah 1: Sekolah Menengah Atas dan madrasah Aliyah Jilid 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Louis R Gottschalk: University of Chicago Photographic Archive, Hanna Holborn Gray Special Collections Research Center, University of Chicago Library. [Daring] tautan: http:\/\/photoarchive.lib.uchicago.edu\/db.xqy?one=apf1-06470.xml (Diakses 28 Oktober 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu historiografi dan apa saja jenis-jenis historiografi dalam sejarah? Yuk, kita bahas di artikel Sejarah Kelas 10 ini! &#8212; \u00a0 Siapa yang tidak kenal tentang kisah cinta Rama dan Shinta yang terkenal itu? Kamu mungkin menyebutnya dengan dongeng atau cerita-cerita masa lalu. Tapi, tahukah kamu? Dalam ilmu sejarah, cerita-cerita semacam itu disebut dengan historiografi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":4390,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1730698584:1"],"_wp_old_date":["2021-10-28"],"_aioseo_title":["Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah"],"_aioseo_description":["Historiografi menjadi media untuk mengetahui peristiwa sejarah dari sudut pandang pelaku sejarah. Yuk, pelajari apa itu historiografi dan keempat jenisnya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,88,37],"class_list":["post-4390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-x","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu historiografi dan apa saja jenis-jenis historiografi dalam sejarah? Yuk, kita bahas di artikel Sejarah Kelas 10 ini! &#8212; \u00a0 Siapa yang tidak kenal tentang kisah cinta Rama dan Shinta yang terkenal itu? Kamu mungkin menyebutnya dengan dongeng atau cerita-cerita masa lalu. Tapi, tahukah kamu? Dalam ilmu sejarah, cerita-cerita semacam itu disebut dengan historiografi. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-04T02:30:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-04T05:38:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Leo Bisma\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Leo Bisma\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\"},\"author\":{\"name\":\"Leo Bisma\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3\"},\"headline\":\"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-11-04T02:30:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-04T05:38:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\"},\"wordCount\":973,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah X\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\",\"name\":\"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-04T02:30:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-04T05:38:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3\",\"name\":\"Leo Bisma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Leo Bisma\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/leo-bisma\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apa itu historiografi dan apa saja jenis-jenis historiografi dalam sejarah? Yuk, kita bahas di artikel Sejarah Kelas 10 ini! &#8212; \u00a0 Siapa yang tidak kenal tentang kisah cinta Rama dan Shinta yang terkenal itu? Kamu mungkin menyebutnya dengan dongeng atau cerita-cerita masa lalu. Tapi, tahukah kamu? Dalam ilmu sejarah, cerita-cerita semacam itu disebut dengan historiografi. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-11-04T02:30:15+00:00","article_modified_time":"2024-11-04T05:38:43+00:00","author":"Leo Bisma","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Leo Bisma","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah"},"author":{"name":"Leo Bisma","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3"},"headline":"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10","datePublished":"2024-11-04T02:30:15+00:00","dateModified":"2024-11-04T05:38:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah"},"wordCount":973,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg","keywords":["Kelas 10","Konsep Pelajaran","Sejarah X","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah","name":"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg","datePublished":"2024-11-04T02:30:15+00:00","dateModified":"2024-11-04T05:38:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10SEJ%20-%20Memahami%203%20Jenis%20Historiografi%20dalam%20Sejarah-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/historiografi-sejarah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3","name":"Leo Bisma","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Leo Bisma"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/leo-bisma"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4390"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20767,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4390\/revisions\/20767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}