{"id":4360,"date":"2024-05-13T10:00:00","date_gmt":"2024-05-13T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4360"},"modified":"2024-05-13T17:55:24","modified_gmt":"2024-05-13T10:55:24","slug":"mengenal-jenis-jenis-puisi-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama","title":{"rendered":"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png\" alt=\"contoh puisi lama berdasarkan jenisnya\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Puisi ternyata ada banyak jenisnya, loh. Salah satunya puisi lama. Apa itu puisi lama? Seperti apa ciri-ciri dan contohnya? Yuk, mari kita simak bersama di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-sma-kelas-10\">artikel Bahasa Indonesia kelas 10<\/a><\/strong> berikut ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Siapa di antara kamu yang suka menulis dan tertarik dengan dunia sastra? <em>Nah,<\/em> jika kamu ingin menggeluti dunia sastra, kamu pun harus mengetahui karakter dan contoh-contoh tulisannya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Pada artikel ini, kita akan coba mengenal tentang puisi lama. Dalam puisi lama, ada beberapa jenis yang bisa kamu pelajari dan pahami baik-baik. Mulai dari <strong>pantun, mantra, karmina, syair, gurindam, seloka, talibu<\/strong>, juga contoh dari puisi dari Chairil Anwar.<\/span><\/p>\n<p>Langsung saja kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Puisi Lama<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puisi lama itu apa, sih? Jadi, <strong>puisi lama adalah puisi yang terikat dengan aturan-aturan tertentu<\/strong>, seperti rima, jumlah suku kata, jumlah baris, dan juga makna yang terkandung di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, puisi lama diciptakan oleh orang-orang terdahulu (nenek moyang kita) untuk dijadikan nasehat ataupun seni hiburan. Puisi lama bisa juga disebut dengan <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/puisi-rakyat\">puisi rakyat<\/a><\/strong>, loh.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\">Kumpulan Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Puisi Lama<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puisi lama memiliki ciri-ciri tersendiri, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak pernah diketahui nama pengarang dari puisi tersebut.<\/li>\n<li>Penyampaiannya dari mulut ke mulut, sehingga puisi lama digolongkan menjadi jenis sastra lisan.<\/li>\n<li>Mempunyai keterikatan terhadap aturan-aturan tertentu dalam pembuatannya. Contohnya seperti jumlah suku kata dalam setiap baris, jumlah baris dalam setiap bait, rima, sajak, hingga makna yang terkandung di dalamnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Puisi Lama<\/span><\/h2>\n<p>Nah, puisi lama dibagi lagi menjadi beberapa jenis, di anataranya ada <strong>pantun<\/strong><span style=\"color: #434856;\"><strong>, mantra, karmina, syair, gurindam, seloka, dan talibu.\u00a0<\/strong>Lalu, apa ya perbedaan dari setiap jenis puisi lama tersebut? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pantun<\/span><\/h3>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\">Pantun<\/a> adalah<\/strong> salah satu bentuk puisi lama\/puisi tradisional yang <strong>terdiri dari empat larik (baris), dengan sajak a-b-a-b<\/strong>. Pantun sering kali digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan, cerita, atau humor secara ringkas dan kreatif.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri pantun:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Terdiri dari empat baris dengan pola a-b-a-b.<\/li>\n<li>Setiap baris biasanya terdiri dari 4-6 suku kata.<\/li>\n<li>Baris 1 dan 2 sebagai sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 sebagai isi.<\/li>\n<li>Pantun sering menggunakan berbagai jenis majas, seperti majas perbandingan, metafora, atau sindiran untuk meningkatkan keindahan bahasa dan memperkaya maknanya.<\/li>\n<li>Mengandung makna yang padat, pantun serinkali menggambarkan situasi atau perasaan dengan kata-kata yang sederhana namun dalam.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mantra<\/span><\/h3>\n<p>Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar istilah mantra?<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c77ce65f-c1b9-40b3-9b44-a4732ea96187.jpg\" alt=\"meme mbah dukun\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Sumber: www.kibrispdr.org)\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yap! <strong>Mantra adalah<\/strong> jenis puisi lama yang <strong>dianggap memiliki kekuatan magis (ghaib)<\/strong>. Kekuatan ghaib ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, menolak bala, ataupun mendatangkan celaka bagi seseorang. Oleh karena itu, mantra berkaitan erat dengan kepercayaan, budaya, maupun adat istiadat suatu wilayah.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri mantra:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mempunyai rima a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, a-b-c-d-e a-b-c-d-e.<\/li>\n<li>Diyakini memiliki kekuatan magis.<\/li>\n<li>Terdapat perulangan dalam penyebutannya.<\/li>\n<li>Disampaikan secara lisan.<\/li>\n<li>Lebih bebas dibandingkan puisi lama lainnya dalam suku kata, baris, dan sajak.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Karmina<\/span><\/h3>\n<p>Kita lanjut ya, <strong>karmina adalah<\/strong> jenis puisi lama yang <strong>mirip dengan pantun, namun lebih pendek<\/strong>. Karmina hanya memiliki 2 baris saja dengan sajak a-a.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi\">Pengertian Puisi, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Unsur Pembentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri karmina:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Setiap bait terdiri dari 2 baris.<\/li>\n<li>Setiap baris biasanya terdiri dari 8-12 suku kata.<\/li>\n<li>Baris pertama berupa sampiran dan baris kedua berupa isi.<\/li>\n<li>Bersajak lurus, yaitu a-a.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Gurindam<\/span><\/h3>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-ciri-ciri-gurindam\">Gurindam<\/a> adalah<\/strong> jenis puisi rakyat yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Melayu. Gurindam pertama kali dibawa oleh orang Hindu, sekaligus menyebarkan sastra Hindu secara luas. Isinya berupa <strong>nasehat<\/strong> bagi pembaca maupun pendengarnya.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri gurindam:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Setiap bait terdiri dari 2 baris.<\/li>\n<li>Setiap baris terdiri dari 10-14 suku kata.<\/li>\n<li>Baris 1 dan 2 membentuk kalimat majemuk yang memiliki hubungan syarat atau sebab akibat.<\/li>\n<li>Baris 1 berisi syarat, sedangkan baris 2 berisi jawaban.<\/li>\n<li>Berupa nasihat, petunjuk, filosofi hidup, maupun kata-kata mutiara.<\/li>\n<li>Memiliki sajak a-a.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Syair<\/span><\/h3>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bahasa-indonesia-kelas-9-mengenal-syair-si-puisi-lama\">Syair<\/a> adalah<\/strong> jenis puisi rakyat yang berasal dari Persia. Syair terdiri dari empat baris sebagai isi. Syair punya ciri khas, yaitu <strong>bahasa yang digunakan berupa Bahasa Melayu lama<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri syair:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Setiap bait terdiri atas 4 baris.<\/li>\n<li>Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.<\/li>\n<li>Semua baris merupakan isi. Jadi, tidak ada sampiran seperti di pantun.<\/li>\n<li>Mempunyai sajak a-a-a-a.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Seloka<\/span><\/h3>\n<p><strong>Seloka adalah<\/strong> jenis puisi lama yang <strong>mirip dengan pantun, namun mempunyai bait yang saling sambung-menyambung<\/strong>. Sehingga, seloka sering juga disebut sebagai pantun berkait atau pantun berantai.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri seloka:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Setiap bait terdiri dari 4 baris.<\/li>\n<li>Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sementara baris ketiga dan keempat merupakan isi.<\/li>\n<li>Setiap baris terdiri dari 4-6 atau 8-12 suku kata.<\/li>\n<li>Memiliki sajak a-a-a-a atau a-b-a-b.<\/li>\n<li>Merupakan pantun yang saling sambung-menyambung.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Talibun<\/span><\/h3>\n<p>Terakhir,<strong> talibun adalah<\/strong> jenis puisi lama yang <strong>setiap baitnya, terdiri dari jumlah baris yang genap<\/strong>, misalnya 6,8, atau 10 baris.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri talibun:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Memiliki lebih dari 4 baris dan berjumlah genap. Misalnya, 4, 6, 8, atau 10 baris dalam setiap bait.<\/li>\n<li>Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka tiga baris awal adalah sampiran dan tiga baris akhir adalah isi. Begitupun kelipatannya.<\/li>\n<li>Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-a-b-c. Dan jika satu bait terdiri atas 8 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-d-a-b-c-d, begitu seterusnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Puisi Lama<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke<em>, <\/em>sekarang di bawah ini ada beberapa contoh dari puisi lama yang bisa kalian pelajari dan pahami:<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Contoh Pantun Jenaka<\/span><\/h3>\n<p>Pagi-pagi mancing ikan<br \/>\ndapatnya banyak hati pun senang<br \/>\nBadan kurus sedikit makan<br \/>\nTerkena angin langsung terbang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Contoh Pantun Nasihat<\/span><\/h3>\n<p>Ke supermarket beli piring baru<br \/>\nSekalian juga membeli gelas<br \/>\nDengarkanlah nasihat ibu bapak guru<br \/>\nAgar menjadi juara kelas<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Contoh Pantun Agama<\/span><\/h3>\n<p>Asam kandis asam gelugur<br \/>\nKetiga asam si riang-riang<br \/>\nMenangis mayat di pintu kubur<br \/>\nTeringat badan tidak sembahyang<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-pantun-berdasarkan-jenisnya\">Kumpulan Contoh Pantun Nasihat, Jenaka &amp; Jenis Lainnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Contoh Mantra Pelemah<\/span><\/h3>\n<p>Bismillahirrahmanirrahim<br \/>\nRebah ramu engkau berdiri ramu aku<br \/>\nRebah syarak engkau berdiri syarak ak<br \/>\nAku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau<br \/>\nBerkat lailahaillallah<br \/>\nMuhammadurrasulullah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Contoh Mantra Penunduk<\/span><\/h3>\n<p>Gempa ali gempa gempita<br \/>\nDang sari gajah berlenggang<br \/>\nSah aku anak harimau yang garang<br \/>\nBatu congkol hatiku<br \/>\nNibung kering tulangku<br \/>\nBerkat doa baginda<br \/>\nAli Gentar bumi gentar langit<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Contoh Mantra Pengusir Roh Halus<\/span><\/h3>\n<p>Manunggaling Kawula Gusti<br \/>\nYa Murubing Bumi<br \/>\nSirku Sir Sang Hyang Widi<br \/>\nKinasih kang asih<\/p>\n<p>Sihir lontar pinang lontar<br \/>\nTerletak di ujung bumi<br \/>\nSetan buta jembalang tua<br \/>\nAku sapa tidak berbunyi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Contoh Karmina Lucu<\/span><\/h3>\n<p>Burung perkutut terbang melayang<br \/>\nAbang kentut tidak bilang-bilang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Contoh Karmina tema Pendidikan<\/span><\/h3>\n<p>Lukamu adalah lukaku, ditahan di dalam kalbu<br \/>\nTetaplah maju, meski tak tahu yang dituju<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">9. Contoh Karmina tema Cinta<\/span><\/h3>\n<p>Buah nanas buah kelapa<br \/>\nHatiku panas ingin berjumpa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">10. Contoh Gurindam Nasihat<\/span><\/h3>\n<p>Jika hendak mengenal orang berbahagia<br \/>\nSangat memeliharakan yang sia-sia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">11. Contoh Gurindam Pendidikan<\/span><\/h3>\n<p>Kasihkan orang yang berilmu<br \/>\nTanda rahmat atas dirimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">12. Contoh Gurindam Berangkai<\/span><\/h3>\n<p>Lakukan saja apa yang menurutmu benar<br \/>\nLakukan saja apa yang menurutmu pantas<br \/>\nHidup hanya bergantung pada hati<br \/>\nKarena hidup hanya sesaat dan kemudian mati<br \/>\nBukalah pintu cinta dihatimu<br \/>\nJangan pintu cinta dimatamu<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-gurindam-berbagai-tema\">Kumpulan Contoh Gurindam Berbagai Tema, Ciri &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">13. Contoh Syair Pendidikan<\/span><\/h3>\n<p>Ingatlah ini ananda<br \/>\nRajinlah belajar sepanjang masa<br \/>\nKarena ilmu tiada habisnya<br \/>\nSampai kau tutup usia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">14. Contoh Syair Agama<\/span><\/h3>\n<p>Jauhi semua perbuatan jahat<br \/>\nJauhi pula perbuatan maksiat<br \/>\nMari kita segera bertaubat<br \/>\nSupaya selamat di dunia akhirat<\/p>\n<p>Jangan lalaikan perintah-Nya<br \/>\nKerjakan yang disuruh-Nya<br \/>\nBertaubatlah kepada-nya<br \/>\nDia pasti menerimanya<\/p>\n<p>Ingatlah pada dosamu<br \/>\nIngatlah akan kelalaianmu<br \/>\nPerbaiki hati dan dirimu<br \/>\nTuhan pasti kan menyayangimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">15. Contoh Syair Nasihat<\/span><\/h3>\n<p>Rajin-rajinlah beribadat<br \/>\nJanganlah lupa mengerjakan salat<br \/>\nDan perbanyaklah engkau berzakat<br \/>\nUntuk bekal nanti di akhirat<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-syair-berbagai-tema\">Kumpulan Contoh Syair Berbagai Macam Tema beserta Ciri &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1em;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">16. Contoh Seloka 4 Baris<\/span><\/h3>\n<p>Sudah bertemu kasih sayang<br \/>\nDuduk termangu malam siang<br \/>\nHingga setampak tiada renggang<br \/>\nTulang sendi habis terguncang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">17. Contoh Seloka 8 Baris<\/span><\/h3>\n<p>Lurus jalan ke Payakumbuh<br \/>\nKayu jati bertimbal jalan<br \/>\nDi mana hati tak kan rusuh<br \/>\nIbu mati Bapak berjalan<br \/>\nKayu jati bertimbal jalan<br \/>\nTurun angin patahlah hati<br \/>\nIbu mati Bapak Berjalan<br \/>\nKe mana untung diberi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">18. Contoh Seloka 12 Baris<\/span><\/h3>\n<p>Cendawan berduri robekkan kain<br \/>\nAmbil tambang diikat sebelah<br \/>\nPikirkan diri yang belum kawin<br \/>\nAdakah kumbang bersedia singgah<br \/>\nAmbil tambang diikat sebelah<br \/>\nRobek menganga si kain perca<br \/>\nAdakah kumbang bersedia singgah<br \/>\nTaman bunga mekar ceria<br \/>\nRobek menganga si kain perca<br \/>\nBuat tambalan kain pengganti<br \/>\nTaman bunga mekar ceria<br \/>\nSudah tentukan si hari jadi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>19. Contoh Talibun 6 Baris<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Kalau anak pergi ke pekan (a)<br \/>\nYu beli belanak pun beli sampiran (b)<br \/>\nIkan panjang beli dahulu (c)<br \/>\nKalau anak pergi berjalan (a)<br \/>\nIbu cari sanak pun cari isi (b)<br \/>\nInduk semang cari dahulu (c)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">20. Contoh Talibun 8 Baris<\/span><\/h3>\n<p>Pergi ke kota jalannya lebar (a)<br \/>\nMembawa barang dalam ikatan (b)<br \/>\nSemua ikatan ada dalam wadah (c)<br \/>\nWadah dibawa oleh kedua tangan (d)<br \/>\nDag dig dug jantung ini berdebar (a)<br \/>\nHati merasa tidak karuan (b)<br \/>\nMelihat pria dengan rambut terbelah (c)<br \/>\nSungguh ia pria idaman (d)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">21. Contoh Talibun 10 Baris<\/span><\/h3>\n<p>Bunga di pasar sangat bergelimang (a)<br \/>\nSemua bertebaran di atas genangan (b)<br \/>\nGenangan membuat noda menghitam (c)<br \/>\nKelam dan tiada mengering (d)<br \/>\nTergeletak di tengah jalanan (e)<br \/>\nAndaikan kebahagiaan mulai menghilang (a)<br \/>\nKemudian timbullah semua kenangan (b)<br \/>\nKau jangan menangis sehari semalam (c)<br \/>\nKau jangan menangis hingga mata kering (d)<br \/>\nIngatlah Tuhan sumber kebahagiaan (e)<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-puisi\">Kumpulan Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah<em>,<\/em> itulah penjelasan mengenai <strong>macam-macam puisi lama<\/strong>. Agar kamu semakin handal dalam membuat puisi, kuncinya, kamu harus memperkaya perbendaharaan kata ya, karena permainan kata dalam penulisan sastra itu sangat penting, tentunya untuk menggambarkan suasana hati, dan juga pikiran kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau belajar menulis puisi lama dengan baik? <em>Yuk<\/em>, langsung lihat di video belajar beranimasi di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/p>\n<p>https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6938878\/13-contoh-mantra-beserta-pengertian-dan-cirinya (Diakses pada 13 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/jenis-jenis-puisi-lama\/ (Diakses pada 13 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/kumparan.com\/berita-hari-ini\/contoh-seloka-beserta-ciri-cirinya-sebagai-puisi-lama-1yu1apF0NVO\/full (Diakses pada 13 Mei 2024)<\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/www.kibrispdr.org\/detail-24\/foto-mbah-dukun.html (Diakses pada 13 Mei 2024)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Artikel ini diperbarui pada 13 Mei 2024.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi ternyata ada banyak jenisnya, loh. Salah satunya puisi lama. Apa itu puisi lama? Seperti apa ciri-ciri dan contohnya? Yuk, mari kita simak bersama di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Siapa di antara kamu yang suka menulis dan tertarik dengan dunia sastra? Nah, jika kamu ingin menggeluti dunia sastra, kamu pun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":4360,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1715597585:1"],"_oembed_0d2f211a25f7c5b7a5fb3ae5ec31b983":["{{unknown}}"],"_wp_old_date":["2021-11-01"],"_aioseo_title":["21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya"],"_aioseo_description":["Apa itu puisi lama? Yuk, kita pelajari pengertian, jenis puisi lama, serta contohnya, meliputi pantun, karmina, mantra, gurindam, syair, seloka, dan talibun."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-4360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Puisi ternyata ada banyak jenisnya, loh. Salah satunya puisi lama. Apa itu puisi lama? Seperti apa ciri-ciri dan contohnya? Yuk, mari kita simak bersama di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Siapa di antara kamu yang suka menulis dan tertarik dengan dunia sastra? Nah, jika kamu ingin menggeluti dunia sastra, kamu pun [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-13T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-13T10:55:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\"},\"author\":{\"name\":\"Hani Ammariah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"headline\":\"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-05-13T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-13T10:55:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\"},\"wordCount\":1599,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\",\"name\":\"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png\",\"datePublished\":\"2024-05-13T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-13T10:55:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Puisi ternyata ada banyak jenisnya, loh. Salah satunya puisi lama. Apa itu puisi lama? Seperti apa ciri-ciri dan contohnya? Yuk, mari kita simak bersama di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Siapa di antara kamu yang suka menulis dan tertarik dengan dunia sastra? Nah, jika kamu ingin menggeluti dunia sastra, kamu pun [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-05-13T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-05-13T10:55:24+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama"},"author":{"name":"Hani Ammariah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"headline":"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10","datePublished":"2024-05-13T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-13T10:55:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama"},"wordCount":1599,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png","keywords":["Bahasa Indonesia X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama","name":"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png","datePublished":"2024-05-13T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-13T10:55:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1f574b5e-c3c6-41eb-91f7-aca5c3c5a0ea.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"21 Contoh Puisi Lama berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4360"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17563,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360\/revisions\/17563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}