{"id":4339,"date":"2024-05-07T17:00:00","date_gmt":"2024-05-07T10:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4339"},"modified":"2024-05-12T12:36:39","modified_gmt":"2024-05-12T05:36:39","slug":"mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru","title":{"rendered":"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png\" alt=\"contoh puisi baru - jenis jenis puisi baru\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, sama-sama kita ketahui pengertian, ciri-ciri, jenis puisi baru beserta contohnya secara ringkas di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-sma-kelas-10\">artikel Bahasa Indonesia kelas 10<\/a><\/strong> berikut ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apa kamu senang membaca atau menulis puisi? Salah satu jenis puisi yang paling terkenal adalah puisi baru atau modern. Puisi baru merupakan bentuk puisi yang muncul setelah puisi lama.<\/p>\n<p>Eits, tunggu, tunggu, kamu sudah tahu belum, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan puisi baru? Apa saja jenis dan juga contoh-contohnya? Buat kamu yang penasaran, mari simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Puisi Baru<\/span><\/h2>\n<p><strong>Puisi baru adalah<\/strong> karya sastra yang <strong>bebas dan tidak terikat dengan aturan-aturan<\/strong>. Puisi baru bisa juga disebut dengan <strong>puisi modern<\/strong>. Karya sastra ini merupakan bentuk pengembangan dari puisi lama.<\/p>\n<p>Nah, mungkin kamu tidak asing lagi dengan beberapa nama penyair, seperti Chairil Anwar, Joko Pinurbo, atau Sapardi Djoko Damono? Mereka banyak menciptakan puisi baru yang indah, loh. Sesekali, kamu bisa nih baca buku-buku puisinya, untuk dapat inspirasi saat membuat puisi juga.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi\">Pengertian Puisi, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Unsur Pembentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Perbedaan Puisi Baru dengan Puisi Lama<\/span><\/h2>\n<p>Sebelumnya sudah disebutkan ya, kalau puisi baru merupakan bentuk pengembangan dari puisi lama. Memangnya, apa sih <strong>perbedaan puisi lama dan puisi baru<\/strong> itu?<\/p>\n<p>Jadi, kalau <strong>puisi lama<\/strong> atau puisi tradisional, itu <strong>punya aturan tertentu<\/strong>, seperti <strong>persajakan, jumlah kata di setiap baris, jumlah baris, rima, dan irama<\/strong>. Sementara <strong>puisi baru<\/strong> atau puisi modern, <strong>tidak bergantung pada aturan-aturan tersebut<\/strong>. Struktur penulisan puisi baru lebih bebas.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pada <strong>puisi lama, pengarang atau penyair tidak diketahui<\/strong>. Puisi lama biasanya berisi nasehat, dan dianggap bagian dari budaya yang disampaikan secara turun temurun, sehingga masyarakat lebih mementingkan nilai yang terkandung di dalamnya. Sementara <strong>pengarang puisi baru, tercantum namanya<\/strong> di dalam karya-karyanya.<\/p>\n<p>Nah, karena <strong>isi puisi lama cenderung berupa nasehat<\/strong>, maka bentuk <strong>penyampaiannya hanya lewat lisan saja<\/strong>. Sedangkan, <strong>puisi baru bisa lewat lisan maupun tulisan<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\">Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Puisi Lama<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Puisi Baru<\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan penjelasan dari pengertian serta perbedaan puisi lama dan baru, kita bisa tahu nih kalau ciri-ciri puisi baru, di antaranya sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengarang atau penyair tercantum di dalam karyanya.<\/li>\n<li>Iramanya dinamis mengikuti suasana hati penulis.<\/li>\n<li>Sifatnya lebih bebas, tidak terikat pada aturan dalam bentuk penulisannya.<\/li>\n<li>Disebarkan melalui lisan maupun tulisan.<\/li>\n<li>Umumnya, puisi baru berisi tentang curahan hati penyair.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Puisi Baru<\/span><\/h2>\n<p>Puisi baru mempunyai banyak jenis. Namun, secara garis besar puisi baru dibagi menjadi dua, yaitu <strong>jenis puisi baru berdasarkan isinya<\/strong> dan <strong>jenis puisi baru berdasarkan bentuk<\/strong>. Mari kita simak penjelasan lengkap berikut, ya!<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">A. Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya<\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan lagi menjadi 7 jenis, yaitu <strong>balada, elegi, epigram, himne, ode, romansa, dan satire<\/strong>.<\/p>\n<h4>1. Balada<\/h4>\n<p>Balada merupakan salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisi tentang suatu kisah atau cerita<\/strong>. Balada terdiri dari 3 bait yang masing-masing dengan 8 larik. Balada bersajak a-b-a-b-b-c-c-b, lalu skemanya berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir yang berada pada bait pertama dipakai sebagai refren dalam bait-bait selanjutnya.<\/p>\n<h4>2. Elegi<\/h4>\n<p>Elegi merupakan salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisi tentang kesedihan atau tangis<\/strong>. Elegi ini berisikan sajak ataupun lagu yang mengekspresikan rasa duka cita atau keluh kesah karena sedih ataupun rindu. Kesedihannya terutama diakibatkan karena kematian atau kepergian seseorang yang dicintai.<\/p>\n<h4>3. Epigram<\/h4>\n<p>Epigram merupakan salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisi tentang ajaran atau tuntunan mengenai kehidupan<\/strong>. Epigram ini berasal dari bahasa Yunani yaitu &#8220;epigramma&#8221; yang artinya unsur pengajaran; nasihat yang membawa ke arah jalan kebenaran untuk dijadikan pedoman; ada teladan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\">Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &amp; Ekstrinsik<\/a><\/strong><\/p>\n<h4>4. Himne<\/h4>\n<p>Himne adalah salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisi pujaan atau pujian untuk Tuhan, tanah air ataupun pahlawan<\/strong>. Ciri himne ialah berupa lagu pujian untuk menghormati Tuhan, seorang dewa, pahlawan, tanah air ataupun almamater.<\/p>\n<p>Saat ini, pengertian himne menjadi semakin berkembang, yakni bisa diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan. Puisi nyanyian tersebut berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati atau yang berhubungan dengan ketuhanan.<\/p>\n<h4>5. Ode<\/h4>\n<p>Ode adalah salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisi sanjungan kepada orang yang sangat berjasa<\/strong>. Ciri ode antara lain bernada anggun, nada dan gayanya resmi, membahas tentang sesuatu yang mulia, dan bersifat menyanjung.<\/p>\n<h4>6. Romansa<\/h4>\n<p>Romansa merupakan salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisikan luapan perasaan cinta dan kasih sayang<\/strong>. Romansa berasal dari Bahasa Perancis &#8220;<em>romantique<\/em>&#8221; yang memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang; dan kasih mesra.<\/p>\n<h4>7. Satire<\/h4>\n<p>Satire adalah salah satu jenis puisi baru yang <strong>berisikan sindiran atau kritikan<\/strong>. Satire ini berasal dari Bahasa Latin &#8220;<em>satura<\/em>&#8221; yang memiliki arti sindiran: kecaman tajam terhadap suatu fenomena; dan tidak puasnya hati suatu golongan (pada pemimpin yang zalim).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/puisi-rakyat\">Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">B. Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya<\/span><\/h3>\n<p>Sementara itu, berdasarkan bentuknya, puisi baru dibedakan menjadi <strong>distikon, terzina, kuatrain, kuint, sektet, septime, oktaf\/stanza, dan soneta<\/strong>.<\/p>\n<h4>1. Distikon<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri dari dua baris<\/strong> dan biasa disebut puisi dua seuntai.<\/p>\n<h4>2. Terzina<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri dari tiga baris<\/strong> atau biasa disebut puisi tiga seuntai.<\/p>\n<h4>3. Kuatrain<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri atas empat baris<\/strong> dan biasa disebut puisi empat seuntai.<\/p>\n<h4>4. Kuint<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri dari lima baris<\/strong> dan biasa disebut puisi lima seuntai.<\/p>\n<h4>5. Sektet<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri dari enam baris<\/strong> atau biasa disebut puisi enam seuntai.<\/p>\n<h4>6. Septima<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri dari tujuh<\/strong> baris atau bisa disebut puisi tujuh seuntai.<\/p>\n<h4>7. Oktaf\/Stanza<\/h4>\n<p>Jenis puisi yang <strong>tiap bait terdiri dari delapan baris<\/strong> dan disebut double kuatrain atau puisi delapan seuntai.<\/p>\n<h4>8. Soneta<\/h4>\n<p>Soneta berasal dari Bahasa Italia yaitu &#8220;<em>sonneto<\/em>&#8221; yang memiliki arti puisi yang bersuara. Jenis puisi baru ini terdiri dari <strong>empat baris yang terbagi menjadi dua<\/strong>, yaitu dua <strong>bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris (4-4-3-3)<\/strong>.<\/p>\n<p>Soneta di Indonesia masuk melalui Belanda dan pertama kali diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, yang karena hal itu mereka disebut sebagai Pelopor atau Bapak Soneta indonesia. Dalam perkembangannya di Indonesia,\u00a0 puisi soneta bisa berpola 4-4-4-2 atau bahkan hanya 1 bait namun di dalamnya memiliki 14 baris sekaligus.<\/p>\n<p>Bentuk soneta di Indonesia memang lebih memiliki kebebasan dalam segi isi ataupun rimanya, tidak lagi mengikuti syarat-syarat soneta dari Italia ataupun Inggris. Namun, yang menjadi pedoman adalah jumlah barisnya, yakni empat belas baris.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-puisi\">Kumpulan Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Puisi Baru<\/span><\/h2>\n<p>Nah, bahasan yang terakhir, kakak akan lampirkan beberapa referensi contoh puisi baru bedasarkan macam-macamnya. Yuk, kita simak!<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Contoh Puisi Baru Balada<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bendera<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(oleh: Taufiq Ismail)<\/em><\/p>\n<p>Mereka yang berpakaian hitam<br \/>\nTelah berhenti di depan sebuah rumah<br \/>\nYang mengibarkan bendera duka<br \/>\nDan masuk dengan paksa<\/p>\n<p>Mereka yang berpakaian hitam<br \/>\nTelah menurunkan bendera itu<br \/>\nDi hadapan seorang ibu yang tua<br \/>\n\u201cTidak ada pahlawan meninggal dunia!\u201d<\/p>\n<p>Mereka yang berpakaian hitam<br \/>\nDengan hati yang kelam<br \/>\nTelah meninggalkan rumah itu<br \/>\nTergesa-gesa<\/p>\n<p>Kemudian ibu tua itu<br \/>\nPelahan menaikkan kembali<br \/>\nBendera yang duka<br \/>\nKe tiang yang duka<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Contoh Puisi Baru Elegi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Elegi Jakarta<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(<em>oleh: Asrul Sani<\/em>)<\/p>\n<p>Pada tapal terakhir sampai ke Yogya,<br \/>\nbimbang telah datang pada nyala<br \/>\nlangit telah tergantung suram<br \/>\nKata-kata berantukan pada arti sendiri<br \/>\nBimbang telah datang pada nyala<br \/>\ndan cinta tanah air akan berupa<br \/>\npeluru dalam darah<br \/>\nserta nilai yang bertebaran sepanjang masa<br \/>\nbertanya akan kesudahan ujian<br \/>\nmati \u2013 atau tiada mati-matinya<br \/>\nO jenderal, bapa, bapa<br \/>\ntiadakah engkau hendak berkata untuk kesekian kali<br \/>\nataukah suatu kehilangan keyakinan<br \/>\nhanya akan tetap tinggal pada titik-sempurna<br \/>\ndan nanti tulisan yang telah diperbuat sementara<br \/>\nakan hilang ditiup angin<br \/>\nia berdiam di pasir kering<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Contoh Puisi Baru Epigram<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sajak Ajaran Hidup<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/em><\/p>\n<p>hidup telah mendidikmu dengan keras<br \/>\nagar bersikap sopan \u2014<br \/>\nmisalnya buru-buru melepaskan topi<br \/>\natau sejenak menundukkan kepala \u2014<br \/>\njika ada jenazah lewat<br \/>\nhidup juga telah mengajarmu merapikan<br \/>\nrambutmu yang sudah memutih,<br \/>\nmembetulkan letak kacamatamu,<br \/>\ndan menggumamkan beberapa lirik doa<br \/>\njika ada jenazah lewat<br \/>\nagar masih dianggap menghormati<br \/>\nlambang kekalahannya sendiri<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-jenis-puisi-kontemporer\">Pengertian, Jenis, dan Contoh Puisi Kontemporer<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Contoh Puisi Baru Himne<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Doa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(oleh: Taufik Ismail)<\/em><\/p>\n<p>Tuhan kami<br \/>\nTelah nista kami dalam dosa bersama<br \/>\nBertahun-tahun membangun kultus ini<br \/>\nDalam pikiran yang ganda<br \/>\nDan menutupi hati nurani<\/p>\n<p>Ampunilah kami<br \/>\nAmpunilah<br \/>\nAmin<\/p>\n<p>Tuhan kami<br \/>\nTelah terlalu mudah kami<br \/>\nMenggunakan AsmaMu<br \/>\nBertahun di negeri ini<br \/>\nSemoga Kau rela menerima kembali<br \/>\nKami dalam barisanMu<\/p>\n<p>Ampunilah kami<br \/>\nAmpunilah<br \/>\nAmin<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Contoh Puisi Baru Ode<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Diponegoro<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(oleh: Chairil Anwar)<\/em><\/p>\n<p>Di masa pembangunan ini<br \/>\nTuan hidup kembali<br \/>\nDan bara kagum menjadi api<br \/>\nDi depan sekali tuan menanti<br \/>\nTak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.<br \/>\nPedang di kanan, keris di kiri<br \/>\nBerselempang semangat yang tak bisa mati.<\/p>\n<p>MAJU<br \/>\nIni barisan tak bergenderang-berpalu<br \/>\nKepercayaan tanda menyerbu<br \/>\nSekali berarti<br \/>\nSudah itu mati<\/p>\n<p>MAJU<br \/>\nBagimu Negeri<br \/>\nMenyediakan api<br \/>\nPunah di atas menghamba<br \/>\nBinasa di atas ditinda<br \/>\nSungguhpun dalam ajal baru tercapai<br \/>\nJika hidup harus merasai<\/p>\n<p>MAJU<br \/>\nSerbu.<br \/>\nSerang.<br \/>\nTerjang.<br \/>\nFebruari 1943<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>6. Contoh Puisi Baru Romansa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Lagu Gadis Itali<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(oleh: Sitor Situmorang)<\/em><\/p>\n<p>Kerling danau di pagi hari<br \/>\nLonceng gereja bukit Itali<br \/>\nJika musimmu tiba nanti<br \/>\nJemputlah abang di teluk Napoli<br \/>\nKerling danau di pagi hari<br \/>\nLonceng gereja bukit Itali<br \/>\nSedari abang lalu pergi<br \/>\nAdik rindu setiap hari<br \/>\nKerling danau di pagi hari<br \/>\nLonceng gereja bukit Itali<br \/>\nAndai abang tak kembali<br \/>\nAdik menunggu sampai mati<br \/>\nBatu tandus di kebun anggur<br \/>\nPasir teduh di bawah nyiur<br \/>\nAbang lenyap hatiku hancur<br \/>\nMengejar bayang di salju gugur<br \/>\n1955<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\">Kumpulan Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &amp; Syair, Lengkap!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>7. Contoh Puisi Baru Satire<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aku Bertanya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(oleh W.S. Rendra)<\/em><\/p>\n<p>Aku bertanya\u2026<br \/>\ntetapi pertanyaan-pertanyaanku<br \/>\nmembentur jidat penyair-penyair salon,<br \/>\nyang bersajak tentang anggur dan rembulan,<br \/>\nsementara ketidakadilan terjadi<br \/>\ndi sampingnya,<br \/>\ndan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,<br \/>\ntermangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Contoh Puisi Distikon<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Hutan Karet<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: Joko Pinurbo)<\/em><\/p>\n<p><em>\u2013in memoriam: Sukabumi<\/em><\/p>\n<p>Daun-daun karet berserakan.<br \/>\nBerserakan di hamparan waktu.<\/p>\n<p>Suara monyet di dahan-dahan.<br \/>\nSuara kalong menghalau petang.<\/p>\n<p>Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan.<br \/>\nBerloncatan di semak-semak rindu.<\/p>\n<p>Dan sebuah jalan melingkar-lingkar<br \/>\nmembelit kenangan terjal.<\/p>\n<p>Sesaat sebelum surya berlalu<br \/>\nmasih kudengat suara beduk bertalu-talu.<\/p>\n<p>(1990)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Joko Pinurbo, Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, hlm 2.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">9. Contoh Puisi Terzina<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aku Ingin<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/em><\/p>\n<p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br \/>\ndengan kata yang tak sempat diucapkan<br \/>\nkayu kepada api yang menjadikannya abu<\/p>\n<p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br \/>\ndengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br \/>\nawan kepada hujan yang menjadikannya tiada<\/p>\n<p>(1989)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, hlm 105.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">10. Contoh Puisi Kuatrain<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Hujan Bulan Juni<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/em><\/p>\n<p>tak ada yang lebih tabah<br \/>\ndari hujan bulan Juni<br \/>\ndirahasiakannya rintik rindunya<br \/>\nkepada pohon berbunga itu<\/p>\n<p>tak ada yang lebih bijak<br \/>\ndari hujan bulan Juni<br \/>\ndihapusnya jejak-jejak kakinya<br \/>\nyang ragu-ragu di jalan itu<\/p>\n<p>tak ada yang lebih arif<br \/>\ndari hujan bulan Juni<br \/>\ndibiarkannya yang tak terucapkan<br \/>\ndiserap akar pohon bunga itu<\/p>\n<p>(1989)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, hlm 104.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">11. Conotoh Puisi Kuint<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Embun Hutan Jati<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: Candra Malik)<\/em><\/p>\n<p>Hutan jati menunggu janji,<br \/>\nsepanjang hari yang sepi,<br \/>\nketika ulat-ulat melingkari.<br \/>\nJari-jemarinya yang tinggi<br \/>\nmemekarkan matahari.<\/p>\n<p>Pekarangan luas semesta<br \/>\nadalah telapak tangannya.<br \/>\nMenengadahlah angkasa raya,<br \/>\nminta embun dan air mata<br \/>\nmembasahi kelopak bunga.<\/p>\n<p>terlalu lama dalam gelap,<br \/>\nsepi beramai-ramai menetap,<br \/>\nangin mengepung senyap,<br \/>\ndan terik menolak lenyap,<br \/>\ntunas-tunas bersedekap.<\/p>\n<p>Lidah ular tedung menjulur<br \/>\nsakat pandan telah berumur,<br \/>\nbertandan-tanda intan sanur,<br \/>\nmerah dan kuning membaur,<br \/>\nmengalungi hutan leluhur.<\/p>\n<div class=\"code-block code-block-5\"><\/div>\n<p>Kutulis di tanah kemarau,<br \/>\nguguran daun berderau-derau,<br \/>\npatahan teranting masa lalu:<br \/>\ndi sini, kau akan kutunggu<br \/>\nsampai ujung waktuku.<\/p>\n<p>Malang, 2016<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Candra Malik, <em>Asal Muasal Pelukan<\/em>, hlm 143-144.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">12. Contoh Puisi Sektet<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pendaratan Malam<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: Sitor Situmorang)<\/em><\/p>\n<p>Tentara tak berbekal mendarat<br \/>\nDi malam disuburkan lapar<br \/>\n(Bila fajar bawa berita<br \/>\nKayu apung istirahat mereka)<br \/>\nTentara tak berbekal mendarat<br \/>\nDi malam disuburkan lapar<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Sitor Situmorang, <em>Dalam\u00a0Sajak<\/em>, hlm 42.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">13. Contoh Puisi Septima<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Indonesia Tumpah Darahku<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: M. Yamin)<\/em><\/p>\n<p>Bersatu kita teguh<br \/>\nBercerai kita jatuh<\/p>\n<p>Duduk di pantai tanah yang permai<br \/>\nTempat gelombang pecah berderai<br \/>\nBerbuih putih di pasir terderai<br \/>\nTampaklah pulau di lautan hijau<br \/>\nGunung-gunung bagus rupanya<br \/>\nDilingkari air mulia tampaknya<br \/>\nTumoah darahku Indonesia namanya<\/p>\n<p>Lihatlah kelapa melambai-lambai<br \/>\nBerdesir bunyinya sesayup sampai<br \/>\nTumbuh di pantai bercerai-cerai<br \/>\nMemagar daratan aman kelihatan<br \/>\nDengarlah ombak datang berlagu<br \/>\nMengejar bumi ayah dan ibu<br \/>\nIndonesia namanya, tanah airku<\/p>\n<p>Tanahku bercerai seberang-menyeberang<br \/>\nMerapung di air, malam dan siang<br \/>\nSebagai telaga dihiasi kiambang<br \/>\nSejak malam diberi kelam<br \/>\nSampai bulan terang-benderang<br \/>\nDi sanalah gerangan bangsaku gerangan menopang<br \/>\nSelama berteduh di alam nan lapang<\/p>\n<p>Tumpah darah nusa India<br \/>\nDalam hatiku selalu mulia<br \/>\nDijunjung tinggi atas kepala<br \/>\nSemenjak diri lahir ke bumi<br \/>\nSampai bercerai badan dan nyawa<br \/>\nKarena kita sedarah sebangsa<br \/>\nBertanah air di Indonesia<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-membuat-puisi-yang-baik-dan-benar\">Cara Membuat Puisi yang Benar dan Menarik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>14. Contoh Puisi Oktaf\/Stanza<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Lagu Angin<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: W.S. Rendra)<\/em><\/p>\n<p>Jika aku pergi ke timur<br \/>\narahku jauh, ya, ke timur.<br \/>\nJika aku masuk ke hutan<br \/>\naku disayang, ya, di hutan.<br \/>\nAku pergi dan kakiku adalah hatiku.<br \/>\nSekali pergi menolak rindu.<br \/>\nAda duka, pedih dan airmata biru<br \/>\ntapi aku menolak rindu.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Ibid, hlm 59.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">15. Contoh Puisi Soneta Pola 4-4-3-3<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pagi-Pagi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: M. Yamin)<\/em><\/p>\n<p>Teja dan cerawat masih gemilang,<br \/>\nMemuramkan bintang mulia raya;<br \/>\nMenjadi pudar padam cahaya,<br \/>\nTimbul tenggelam berulang-ulang.<\/p>\n<p>Fajar di timur datang menjelang,<br \/>\nMembawa permata ke atas dunia;<br \/>\nSeri-berseri sepantun mulia,<br \/>\nBerbagai warna, bersilang-silang.<\/p>\n<p>Lambatlaun serta berdandan,<br \/>\nTimbul matahari dengan pelahaan;<br \/>\nMenyinari bumi dengan keindahan.<\/p>\n<p>Segala bunga harumkan pandan,<br \/>\nKembang terbuka, bagus gubahan;<br \/>\nDibasahi embun, titik di dahan.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Sapardi Djoko Damono, <em>Bilang Begini Maksudnya Begitu<\/em>, hlm 12.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">16. Contoh Puisi Soneta Pola 4-4-4-2<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Entah Sampai Kapan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/em><\/p>\n<p>entah sejak kapan kita gugup<br \/>\ndi antara frasa-frasa pongah<br \/>\ndi kain rentang yang berlubang-lubang<br \/>\nsepanjang jalan raya itu; kita berhimpitan<\/p>\n<p>di antara kata-kata kasar yang desak-mendesak<br \/>\ndi kain rentang yang ditiup angin,<br \/>\nyang diikat di antara batang pohon<br \/>\ndan tiang listrik itu; kita tergencet di sela-sela<\/p>\n<p>huruf-huruf kaku yang tindih menindih<br \/>\ndi kain rentang yang berjuntai di perempatan jalan<br \/>\nyang tanpa lampu lalu lintas itu. Telah sejak lama<br \/>\nrupanya kita suka membayangkan diri kita<\/p>\n<p>menjelma kain rentang koyak-moyak itu, sebisanya<br \/>\nbertahan terhadap\u00a0hujan, angin, panas, dan dingin.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">(Sumber: Sapardi Djoko Damono, <em>Melipat Jarak<\/em>, hlm 31.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">17. Contoh Puisi Soneta 1 Bait 14 Baris Sekaligus<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aku<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>(Oleh: KH. Jamaluddin Kafie)<\/em><\/p>\n<p>Apakah aku hanya aku<br \/>\nDuduk mengintai waktu menunggu<br \/>\nOrang-orang di persimpangan jalan berhenti<br \/>\nLalu aku memutar arahku memburu waktu<br \/>\nYang selalu mengintai aku di perbatasan<br \/>\nNafsu<br \/>\nHingga aku segan bertanya kepada Tuhan<br \/>\nKapan waktu aku bisa bertemu<br \/>\nKarena aku sedang sibuk mencari arah jalan<br \/>\nSambil mengulur-ulur waktu<br \/>\nTetapi aku semakin percaya<br \/>\nWaktu jualah yang akan mengantarkan aku<br \/>\nKapan Tuhan bisa kutemui<br \/>\nTanpa waktu<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>Sudah paham kan mengenai jenis-jenis puisi baru dan contohnya. Buat kamu yang masih bingung, nonton aja video belajar beranimasi tentang puisi baru di <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Ada latihan soal dan rangkumannya juga, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/p>\n<p>https:\/\/bobo.grid.id\/read\/084020352\/menemukan-perbedaan-puisi-lama-dan-puisi-baru-materi-bahasa-indonesia?page=all (Diakses pada 7 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/kumparan.com\/berita-terkini\/mengenal-perbedaan-puisi-lama-dan-puisi-baru-22g9ehEbeEh\/full (Diakses pada 7 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/danririsbastind.wordpress.com\/2010\/03\/16\/puisi-indonesia-tumpah-darahku-m-yamin\/ (Diakses pada 7 Mei 2024)<\/p>\n<p>https:\/\/dosenbahasa.com\/ (Diakses pada 7 Mei 2024)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><strong>Artikel ini pertama kali ditulis oleh Shabrina Alfari, lalu diperbarui oleh Hani Ammariah pada 7 Mei 2024.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, sama-sama kita ketahui pengertian, ciri-ciri, jenis puisi baru beserta contohnya secara ringkas di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Apa kamu senang membaca atau menulis puisi? Salah satu jenis puisi yang paling terkenal adalah puisi baru atau modern. Puisi baru merupakan bentuk puisi yang muncul setelah puisi lama. Eits, tunggu, tunggu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":4339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1715492058:1"],"_aioseo_title":["17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya"],"_aioseo_description":["Yuk, sama-sama kita ketahui pengertian, ciri-ciri, jenis puisi baru beserta contohnya secara ringkas di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2021-11-03"]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-4339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, sama-sama kita ketahui pengertian, ciri-ciri, jenis puisi baru beserta contohnya secara ringkas di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Apa kamu senang membaca atau menulis puisi? Salah satu jenis puisi yang paling terkenal adalah puisi baru atau modern. Puisi baru merupakan bentuk puisi yang muncul setelah puisi lama. Eits, tunggu, tunggu, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-07T10:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-12T05:36:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\"},\"author\":{\"name\":\"Hani Ammariah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"headline\":\"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-05-07T10:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-12T05:36:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\"},\"wordCount\":2446,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\",\"name\":\"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png\",\"datePublished\":\"2024-05-07T10:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-12T05:36:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, sama-sama kita ketahui pengertian, ciri-ciri, jenis puisi baru beserta contohnya secara ringkas di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Apa kamu senang membaca atau menulis puisi? Salah satu jenis puisi yang paling terkenal adalah puisi baru atau modern. Puisi baru merupakan bentuk puisi yang muncul setelah puisi lama. Eits, tunggu, tunggu, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-05-07T10:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-05-12T05:36:39+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru"},"author":{"name":"Hani Ammariah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"headline":"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10","datePublished":"2024-05-07T10:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-12T05:36:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru"},"wordCount":2446,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png","keywords":["Bahasa Indonesia X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru","name":"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png","datePublished":"2024-05-07T10:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-12T05:36:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/305dfc05-45ed-419b-b4bf-00f1de6602a6.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"17 Contoh Puisi Baru berdasarkan Jenis-Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4339"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17539,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4339\/revisions\/17539"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}