{"id":4336,"date":"2021-11-03T02:00:00","date_gmt":"2021-11-03T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4336"},"modified":"2021-11-03T02:00:00","modified_gmt":"2021-11-03T02:00:00","slug":"smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak","title":{"rendered":"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg\" alt=\"dampak helicopter parenting\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa itu helicopter parenting dan seperti apa dampaknya pada anak? Mari kita cari tau sama-sama di artikel ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda pernah memutuskan sesuatu untuk anak tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengannya? Hal ini merupakan tanda-tanda dari <em>helicopter parenting, lho<\/em>. Apa <em>sih helicopter parenting<\/em> itu? <em>Helicopter parenting<\/em> merupakan <strong>gaya mengasuh<\/strong> dengan orang tua yang terlalu fokus terhadap anaknya. Mereka terlalu mengatur atau ikut campur terhadap pengalaman anaknya, terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan kesuksesan dan kegagalan anak. Istilah ini pertama kali digunakan oleh dr. Haim Ginott dalam buku berjudul \u201cParents &amp; Teenagers\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. Ann Dunnewold Ph.D, seorang psikolog sekaligus penulis, menyebut <em>helicopter parenting<\/em> juga sebagai <em>overparenting<\/em>. Artinya, orang tua terlibat dalam kehidupan anak-anaknya, namun dengan cara yang berlebihan, seperti terlalu mengontrol, terlalu melindungi, dan selalu menuntut anaknya untuk sempurna. Pastinya Smart Parents ingin menghindari pola pengasuhan seperti ini <em>\u2018kan<\/em>? <em>So<\/em>, mari ketahui ciri-ciri dari <em>helicopter parenting<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/8-Warning-Signs-Of-Helicopter-Parenting-And-5-Adverse-Effects-On-Your-Child.jpg\" alt=\"helicopter parenting\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><em>Ilustrasi helicopter parenting (Sumber:&nbsp;momjunction.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ciri-ciri <em>Helicopter Parenting<\/em><\/strong><\/span><span style=\"color: #45818e;\"><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Pada tahap balita: Selalu menjaga ketat anaknya saat bermain<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat, bahwa <em>helicopter parenting<\/em> tak hanya berlaku untuk orang tua yang memiliki anak kecil, melainkan juga orang tua yang memiliki anak remaja atau bahkan dewasa. Pada tahap balita, <em>helicopter parenting<\/em> mulai terlihat saat orang tua terlalu ketat menjaga anak saat bermain. Orang tua tidak membiarkan anak disentuh orang lain, tidak membiarkan anak bermain sesuatu yang baru, terlalu takut anak terluka saat bermain, mengarahkan perilaku anak, dan tidak membiarkan anak punya waktu sendiri.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Pada usia sekolah hingga kuliah: Membuat keputusan untuk anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap ini, <em>helicopter parenting<\/em> biasanya berinisiatif untuk membuat keputusan bagi hidup anak tanpa mempertimbangkan pendapat anak. Misalnya, mendaftarkan anak ke kursus atau kegiatan yang belum tentu sesuai dengan minat anak. Selain itu, perilaku <em>helicopter parenting<\/em> juga terlihat jika orang tua mulai mengatur dengan siapa anak boleh berteman hingga mengatur kegiatan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/id-0007666831.jpg\" alt=\"helicopter parenting\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><em>Helicopter parenting disebut juga dengan overparenting (Sumber:&nbsp;kidskunst.info)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Sangat peduli pada bidang akademik anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar <em>helicopter parent <\/em>menaruh perhatian lebih pada bidang akademik anak. Misalnya, anak harus selalu berada di <a href=\"\/blog\/apakah-anak-harus-selalu-ranking-terbaik\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\"><em>ranking<\/em> pertama<\/a> dan orang tua akan protes kepada guru jika anak mendapat nilai jelek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anak sudah terbiasa dengan gaya <em>helicopter parenting<\/em> sejak kecil, anak menjadi tidak memiliki kuasa untuk membuat keputusan sendiri dan melawan keputusan orang tua. Dengan begitu, sebagian besar pilihan anak dibuat oleh orang tua. Pola ini bisa terus berlanjut di usia dewasa, pada bidang pekerjaan hingga pasangan hidup anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak <em>Helicopter Parenting <\/em>pada Anak<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Kurang percaya diri<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Helicopter parenting<\/em> biasanya diawali dengan tujuan yang baik, namun akhirnya bisa berdampak buruk bagi anak. Anak yang dibesarkan dengan <em>helicopter parent<\/em> berpotensi memiliki <a href=\"\/blog\/7-cara-menumbuhkan-kepercayaan-diri-dan-kreativitas-anak\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">rasa kepercayaan diri<\/a> yang rendah karena tidak terbiasa membuat keputusan sendiri. Anak juga bisa merasa orang tuanya tidak percaya pada diri mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/helicopter-parenting.jpg\" alt=\"helicopter parenting\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><em>Helicopter parenting bisa berdampak buruk pada anak (Sumber:&nbsp;independent.co.uk)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Tidak punya kemampuan untuk menghadapi masalah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemampuan anak dalam menghadapi masalah juga tidak berkembang karena selalu ada orang tua yang memastikan segalanya baik-baik saja. Kehidupannya juga selalu bebas dari masalah dan kegagalan, sehingga anak tidak tahu bagaimana cara menghadapi kesedihan ataupun kegagalan dalam hidupnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Anak memiliki tingkat kecemasan dan depresi tinggi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian dari University of Mary Washington menunjukkan bahwa anak-anak dengan <em>helicopter parenting <\/em>ternyata memiliki tingkat kecemasan dan <a href=\"\/blog\/mengapa-orang-tua-perlu-memperhatikan-kesehatan-mental-anak\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">depresi<\/a> yang tinggi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">4. Kemampuan dasar anak berkurang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemampuan dasar anak untuk melakukan hal-hal dasar sehari-hari pun menjadi berkurang karena sudah terbiasa diurus oleh orang tua, seperti mengemas barangnya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/636655259913149454-Helicopter-Parenting-1.jpg\" alt=\"helicopter parenting\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><em>Helicopter parenting bisa membuat anak depresi (Sumber:&nbsp;usatoday.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">5. Anak tidak terbiasa dalam menghadapi tekanan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegagalan, tantangan dan tekanan adalah hal yang berguna bagi anak agar bisa berkembang dan mempelajari kemampuan baru. Anak harus dibiasakan sejak kecil untuk menghadapi semuanya sendiri agar kekuatan mentalnya terasah sejak dini. Jika anak terbiasa memiliki orang tua yang mengatur semuanya, anak akan kaget dan menjadi cenderung cepat menyerah saat menemui permasalahan di masa dewasanya kelak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin selalu melindungi dan mengawasi anak agar tidak ada hal buruk yang terjadi padanya. Namun, jangan sampai upaya ini memberikan pengaruh negatif dan terlalu berlebihan hingga mengarah ke <em>helicopter parenting<\/em>. Biarkan anak melakukan pekerjaan yang bisa mereka lakukan agar bisa mandiri. Dengan partisipasi orang tua yang tepat dalam mendidik anak, maka anak akan terbentuk dengan kepribadian percaya diri dan dapat diandalkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayo, coba mulai dari sekarang dengan biarkan anak belajar secara mandiri melalui video beranimasi di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/92bc481d\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Orang tua juga tetap bisa mengontrol anak melalui rapor orang tua, <em>lho<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu helicopter parenting dan seperti apa dampaknya pada anak? Mari kita cari tau sama-sama di artikel ini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":4336,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg"]},"categories":[1],"tags":[226],"class_list":["post-4336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-for-kids"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu helicopter parenting dan seperti apa dampaknya pada anak? Mari kita cari tau sama-sama di artikel ini! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-03T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\"},\"author\":{\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"headline\":\"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak\",\"datePublished\":\"2021-11-03T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\"},\"wordCount\":738,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg\",\"keywords\":[\"For Kids\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\",\"name\":\"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-03T02:00:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apa itu helicopter parenting dan seperti apa dampaknya pada anak? Mari kita cari tau sama-sama di artikel ini! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-11-03T02:00:00+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak"},"author":{"name":"Shabrina Alfari","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"headline":"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak","datePublished":"2021-11-03T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak"},"wordCount":738,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg","keywords":["For Kids"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak","name":"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg","datePublished":"2021-11-03T02:00:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting%20-%20Helicopter%20Parenting.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/smart-parents-apakah-anda-melakukan-helicopter-parenting-waspadai-dampaknya-pada-anak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Helicopter Parenting? Waspadai Dampaknya pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4336"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4336\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}