{"id":4225,"date":"2024-09-18T08:14:23","date_gmt":"2024-09-18T01:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4225"},"modified":"2024-09-23T10:46:42","modified_gmt":"2024-09-23T03:46:42","slug":"teori-pembentukan-tata-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya","title":{"rendered":"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png\" alt=\"teori pembentukan tata surya geografi kelas 10\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Kamu tau nggak sih, bagaimana asal mula tata surya terbentuk? Yuk, pelajari 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/geografi\/geografi-sma-kelas-10\">artikel Geografi Kelas 10<\/a><\/strong> ini! Ada Teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, hingga Awan Debu, lho!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Entah kenapa di negara ini, malam hari itu selalu identik dengan kegalauan. Sendirian, ngeliatin bintang, bengong, keingat masa lalu&#8230;. Ya, tidak bisa dipungkiri, kesunyian malam memang membuat banyak orang sering berkhayal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, pernahkah kamu berpikir: <em>kok bisa sih, bintang dan planet-planet yang kita lihat itu ada di sana?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh lagi, pernah nggak kamu mikir, &#8220;Bagaimana ya, cara bumi ini terbentuk? Gimana bisa ada <a href=\"\/blog\/ciri-ciri-planet\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">planet-planet<\/span><\/a> yang melayang di angkasa, tapi nggak saling bertabrakan? Seperti apa sih, awal mulanya?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, setelah ditelisik, sampai saat ini, ada 5 teori yang menjelaskan tentang awal mula pembentukan tata surya. Wah, ada teori apa aja, tuh?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/lima%20teori%20pembentukan%20tata%20surya.png\" alt=\"lima teori pembentukan tata surya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Teori Nebula<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika mencari tahu tentang Teori Nebula di internet, kita pasti akan menemukan nama<strong> Immanuel Kant<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> Selain sangat dikenal sebagai filsuf, Kant juga fokus mempelajari berbagai ilmu. Mulai dari geologi, astronomi sampai fisika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada karyanya di tahun 1755 yang berjudul<strong> \u201cThe Universal Natural History and Theories of the Heavens\u201d<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">, dia mencetuskan teori yang menjelaskan tentang asal muasal tata surya. <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">Dia berpendapat bahwa pada awalnya<\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">, kabut dan gas yang ada di angkasa berputar lambat dan membentuk cakram datar<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\"> dengan beberapa inti massa. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, <span style=\"background-color: transparent;\">inti massa yang berada di tengah, memiliki suhu tinggi dan berpijar lalu membentuk matahari, sementara bagian inti massa di pinggirnya mengalami pendinginan dan perlahan-lahan berubah menjadi planet yang mengorbit pada matahari.<\/span><\/p>\n<p><script>\/\/ <![CDATA[ (function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https:\/\/embed.playbuzz.com\/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk')); \/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu, pada zaman itu, tidak hanya Kant yang berpikir tentang <em>\u201cGimana sih proses munculnya tata surya?\u201d.<\/em> Ada juga\u00a0<span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">seorang astronom asal Perancis<\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">\u00a0bernama <\/span><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Pierre Simon De Laplace<\/strong><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> yang memikirkan tentang asal mula terbentuknya tata surya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Dalam bukunya yang berjudul <span style=\"font-weight: bold;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-weight: bold;\">Exposition of a World System<em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">&#8221; <\/em><\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">(1796), Laplace memberikan pernyataannya soal proses terbentuknya tata surya. <\/span>Berbeda dengan Kant yang berpikir kalau tata surya berasal dari kabut yang berputar lambat, Laplace berpendapat bahwa tata surya kita <strong>berasal dari kabut gas yang berputar cepat dan mempunyai suhu sangat tinggi<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/p>\n<p><script>\/\/ <![CDATA[ (function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https:\/\/embed.playbuzz.com\/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk')); \/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecepatan putaran kabut gas ini, akhirnya melemparkan berbagai materi bola gas ke sekelilingnya. Lama kelamaan, bola-bola padat ini berubah menjadi planet-planet dan sumber utama bola panas itu menjadi pusat peredaran planet yang kita kenal dengan matahari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Teori Nebula merupakan teori yang menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari <span style=\"font-weight: bold;\">kabut pekat dan besar yang berputar, berpilin, dan terpadatkan menjadi matahari beserta planet-planet dan penyusun tata surya lainnya<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Teori Planetesimal<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hayoo<\/em>, kalau dari namanya, kira-kira kayak apa tuh, teori planetesimal?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori ini dikemukakan oleh\u00a0<span style=\"font-weight: bold; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Thomas C. Chamberlin dan <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">Forest R. Moulton <\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">pada tahun 1905. Pada teori ini, Moulton dan Chamberlin berpendapat bahwa pada mulanya, matahari merupakan bintang yang memang sudah ada sebelum penyusun sistem tata surya lainnya terbentuk, tapi pada saat itu belum diputuskan kalau namanya adalah matahari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, pada suatu waktu, ada sebuah <span style=\"font-weight: bold;\">bintang lain<\/span> berukuran sebesar matahari yang <span style=\"font-weight: bold;\">lewat dan mengorbit dekat sekali dengan matahari<\/span>. Nah, berhubung si bintang gede ini punya gravitasi, akibatnya <span style=\"font-weight: bold;\">ada material matahari yang tertarik keluar<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><script>\/\/ <![CDATA[ (function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https:\/\/embed.playbuzz.com\/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk')); \/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Material yang tidak terseret jauh, berhasil kembali masuk dan bergabung dengan matahari. Tetapi, material yang terseret jauh akhirnya hanya mengambang di angkasa. Kemudian, <span style=\"font-weight: bold;\">material-material yang mengambang ini lama-kelamaan mengumpul, menyatu, dan mengeras sehingga menjadi berbagai planet dan penyusun sistem tata surya lainnya<\/span>.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/5-akibat-revolusi-bumi-bagi-kehidupan\" rel=\"noopener\">5 Akibat Revolusi Bumi Bagi Kehidupan, Apa Saja itu?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits,\u00a0<\/em>sebelum kamu lanjut baca tentang teori pembentukan tata surya dari para ahli, simak sekilas info ini dulu yuk! Buat kamu yang\u00a0mau mempelajari lebih dalam tentang materi Geografi lainnya, kamu boleh <em>lho\u00a0<\/em>belajar lebih dalam dengan kakak-kakak pengajar di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/geografi\">Ruangguru Privat<\/a><\/strong>. Bersama Ruangguru Privat, belajar\u00a0<em>gak\u00a0<\/em>hanya menyenangkan, tapi juga akan dibimbing sampai paham!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi, pengajar di Ruangguru Privat sudah terstandarisasi kualitasnya. Kamu juga bebas pilih mau belajar secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Asyik banget karen abisa fleksibel!\u00a0Untuk info lebih lanjut, yuk klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Teori Pasang Surut<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasang surut? Bukannya itu air laut? Kok ada di angkasa? Apa hubungannya sama pembentukan <a href=\"\/blog\/sistem-tata-surya-ipa-kelas-6\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">tata surya<\/span><\/a>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em>, sabar dulu, <em>guys<\/em>..<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 480px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sabar.gif\" alt=\"sabar\" width=\"480\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Tunggu dulu sebentar (Sumber: giphy.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hilangkan dulu bayangan kamu tentang laut-laut itu. Teori pasang surut ini, sebenarnya mirip kayak teori planetesimal. Teori ini dikemukakan oleh <span style=\"font-weight: bold;\">James dan Jeffreys<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama halnya dengan teori planetesimal, pada teori ini, matahari dianggap sebagai bintang yang memang sudah ada, hanya saja masih belum diputuskan kalau namanya adalah matahari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, <span style=\"font-weight: bold;\">lewatlah satu bintang besar yang mengorbit dekat dengan matahari<\/span>. Nah, kalau dalam teori planetesimal, gravitasi bintang besar ini membuat material-material matahari tertarik. Sedangkan dalam teori pasang surut, <span style=\"font-weight: bold;\">gravitasi bintang besar yang lewat ini menarik gelombang pasang gas-gas panas matahari<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gelombang gas-gas matahari yang tertarik ini kemudian <span style=\"font-weight: bold;\">membentuk <\/span><em><span style=\"font-weight: bold;\">filament<\/span>\u00a0<\/em>yang pada akhirnya menjadi cikal bakal planet dan penyusun sistem tata surya lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Teori Bintang Kembar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori ini mungkin cukup &#8216;unik&#8217; dan berbeda dari sebelumnya. Teori ini dikemukakan oleh <strong>Raymond Arthur Lyttleton<\/strong>, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris pada tahun 1956. Menurutnya, sebelum galaksi terbentuk, terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">dua &#8216;bintang raksasa&#8217;<\/span> di luar angkasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iya, makanya disebut bintang kembar.<\/p>\n<p><script>\/\/ <![CDATA[ (function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https:\/\/embed.playbuzz.com\/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk')); \/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, <span style=\"font-weight: bold;\">salah satu dari dua bintang ini meledak dan hancur membentuk serpihan berupa batuan, gas, debu, dan berbagai material lainnya<\/span>. Kemudian, pecahan dari bintang yang meledak tersebut mengambang-ambang di angkasa dan perlahan-lahan mengorbit ke bintang yang masih utuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pecahan-pecahan dari bintang yang meledak itu <span style=\"font-weight: bold;\">lama kelamaan menjadi planet beserta penyusun sistem tata surya lainnya<\/span>, sementara <span style=\"font-weight: bold;\">bintang yang masih utuh (tidak meledak) kemudian menjadi matahari<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Teori Awan Debu<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori Awan Debu (<em>The Dust-Cloud Theory<\/em>) pada awalnya dicetuskan oleh <strong>Carl Friedrich von Weizs\u04d3cker<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> kemudian teori ini\u00a0&#8216;disempurnakan&#8217;\u00a0lagi oleh <strong>Gerald Peter Kuiper<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, mereka mengatakan kalau tata surya <span style=\"font-weight: bold;\">terbentuk dari gumpalan awan dan debu dengan jumlah yang sangat banyak, yang berputar menyerupai cakram, lalu berubah bentuk menjadi planet dan matahari<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada teori Awan Debu, proses yang terjadi adalah <span style=\"font-weight: normal;\">pemampatan atau penggumpalan.<\/span>\u00a0Pada proses pemampatan ini, partikel debu tertarik ke bagian pusat awan, membentuk bola, dan lama kelamaan menjadi cakram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, partikel yang berada di tengah cakram saling menekan, lalu menimbulkan panas dan menjadi pijar. <span style=\"font-weight: bold;\">Bagian tengah ini, kemudian menjadi matahari<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara bagian luarnya berputar dengan sangat cepat, lalu sampai pada titik di mana mereka terpental dan terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. <span style=\"font-weight: bold;\">Bagian inilah yang pada akhirnya menjadi planet dan penyusun tata surya lainnya<\/span> selain matahari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><script>\/\/ <![CDATA[ (function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https:\/\/embed.playbuzz.com\/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk')); \/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p><script>\/\/ <![CDATA[ (function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https:\/\/embed.playbuzz.com\/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk')); \/\/ ]]><\/script><\/p>\n<div class=\"playbuzz\" style=\"text-align: center;\" data-id=\"d58cdeb9-3510-4ab7-b6db-602ac68b0f55\" data-show-info=\"false\" data-show-share=\"false\">&#8212;<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana, <em>guys<\/em>? Sekarang sudah tahu kan, tentang 5 teori pembentukan tata surya dan pencetusnya. Kira-kira teori mana nih, yang menurutmu paling masuk akal? Coba kamu jawab pada kotak pertanyaan di atas, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kalau kamu ingin mempelajari materi dalam bentuk video beranimasi, lengkap dengan rangkuman infografisnya, langsung aja tonton di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #33cccc;\"><strong><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Wardiyatmoko. (2006). <em>Geografi untuk SMA\/MA Kelas X<\/em>. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Yasinto, <\/span>Sindhu P. (2016). <em>Geografi untuk SMA\/MA Kelas X<\/em>. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu tau nggak sih, bagaimana asal mula tata surya terbentuk? Yuk, pelajari 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli di artikel Geografi Kelas 10 ini! Ada Teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, hingga Awan Debu, lho! &#8212; &nbsp; Entah kenapa di negara ini, malam hari itu selalu identik dengan kegalauan. Sendirian, ngeliatin bintang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":4225,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1730637318:1"],"_aioseo_title":["5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya"],"_aioseo_description":["Yuk, pelajari 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli, mulai dari Teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, hingga Awan Debu!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Teori Pembentukan Tata Surya"],"_wp_old_date":["2021-11-23"]},"categories":[527,531],"tags":[115,52,10,37],"class_list":["post-4225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","category-geografi-sma-kelas-10","tag-geografi-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu tau nggak sih, bagaimana asal mula tata surya terbentuk? Yuk, pelajari 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli di artikel Geografi Kelas 10 ini! Ada Teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, hingga Awan Debu, lho! &#8212; &nbsp; Entah kenapa di negara ini, malam hari itu selalu identik dengan kegalauan. Sendirian, ngeliatin bintang, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-18T01:14:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-23T03:46:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\"},\"author\":{\"name\":\"Kresnoadi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"headline\":\"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-09-18T01:14:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-23T03:46:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\"},\"wordCount\":1111,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png\",\"keywords\":[\"Geografi X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Geografi\",\"Geografi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\",\"name\":\"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png\",\"datePublished\":\"2024-09-18T01:14:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-23T03:46:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Kamu tau nggak sih, bagaimana asal mula tata surya terbentuk? Yuk, pelajari 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli di artikel Geografi Kelas 10 ini! Ada Teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, hingga Awan Debu, lho! &#8212; &nbsp; Entah kenapa di negara ini, malam hari itu selalu identik dengan kegalauan. Sendirian, ngeliatin bintang, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-09-18T01:14:23+00:00","article_modified_time":"2024-09-23T03:46:42+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya"},"author":{"name":"Kresnoadi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"headline":"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10","datePublished":"2024-09-18T01:14:23+00:00","dateModified":"2024-09-23T03:46:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya"},"wordCount":1111,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png","keywords":["Geografi X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Geografi","Geografi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya","name":"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png","datePublished":"2024-09-18T01:14:23+00:00","dateModified":"2024-09-23T03:46:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20pembentukan%20tata%20surya%20geografi%20kelas%2010.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-pembentukan-tata-surya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Tokoh Pencetusnya | Geografi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4225"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20097,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4225\/revisions\/20097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}