{"id":4141,"date":"2024-12-13T09:00:37","date_gmt":"2024-12-13T02:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4141"},"modified":"2024-12-13T14:42:52","modified_gmt":"2024-12-13T07:42:52","slug":"ciri-ciri-jamur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur","title":{"rendered":"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg\" alt=\"Ciri-Ciri Jamur beserta Klasifikasinya\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\">Kamu pernah makan jamur? Kira-kira seperti apa ya, ciri-ciri jamur<\/span> beserta klasifikasinya? Yuk, kita cari tahu di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/biologi\/biologi-sma-kelas-10\">artikel Biologi kelas 10<\/a><\/strong> ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang hobi makan <strong><a href=\"\/blog\/dampak-negatif-dan-manfaat-jamur-yang-perlu-kamu-tahu\" rel=\"noopener\">jamur<\/a><\/strong>? Kamu lebih suka hidangan jamur yang seperti apa, nih? Tumis jamur? Sup krim jamur? Atau jamur krispi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau aku sih, suka semua asalkan bukan jamur beracun hehehe..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em>, tapi pernah nggak kamu berpikir, jamur itu masuk kategori tumbuhan atau bukan, ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu pikir jamur itu masuk kategori tumbuhan, jawabannya bukan ya, teman-teman! Jamur itu masuk ke dalam <strong><a href=\"\/blog\/sistem-klasifikasi-5-kingdom-whittaker\" rel=\"noopener\">Kingdom<\/a> <\/strong>Fungi. Kenapa? Karena jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau tumbuhan kan punya klorofil ya, makanya bisa melakukan <strong><a href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\" rel=\"noopener\">fotosintesis<\/a><\/strong>. Nah, kalau jamur nggak punya klorofil, jadi nggak bisa melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, jamur berbeda dari tumbuhan dan termasuk ke dalam Kingdom Fungi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ngomongin soal jamur, seperti apa sih, ciri-ciri jamur?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Jamur<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Umumnya bersifat multiseluler<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur tubuh jamur pada umumnya bersifat <span style=\"font-weight: bold;\">multiseluler<\/span> (terdiri atas banyak sel). Meskipun begitu, ada juga kelompok jamur yang sifatnya <span style=\"font-weight: bold;\">uniseluler<\/span> (terdiri atas satu sel).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Bersifat eukariotik dan heterotrof<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun sifat lainnya dari jamur yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">eukariotik<\/span> (memiliki membran inti) dan <span style=\"font-weight: bold;\">heterotrof<\/span> (tidak bisa membuat makanan sendiri).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Hidup melalui beberapa cara<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena tidak dapat membuat makanannya sendiri, jamur dapat hidup melalui beberapa cara, diantaranya secara:<\/p>\n<h4>a. Saprofit<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saprofit merupakan cara hidup dengan <span style=\"font-weight: bold;\">menyerap nutrisi dari organisme yang sudah mati<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> Seperti misalnya batang pohon yang sudah lapuk, serasah kayu, maupun jerami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh jamur saprofit<\/span> adalah jamur-jamur yang biasa kita konsumsi, seperti <span style=\"font-weight: bold;\">jamur merang<\/span> (<em>Volvariella volvacea<\/em>), <span style=\"font-weight: bold;\">jamur tiram<\/span> (<em>Pleurotus ostreatus<\/em>), dan <span style=\"font-weight: bold;\">jamur kuping<\/span> (<em>Auricularia auricula-judae<\/em>).<\/p>\n<h4>b. Simbiosis Mutualisme<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simbiosis mutualisme yaitu simbiosis yang <span style=\"font-weight: bold;\">saling menguntungkan<\/span>. Umumnya, simbiosis mutualisme ini dilakukan <span style=\"font-weight: bold;\">antara jamur dengan akar tanaman<\/span>. Jadi, hifa jamur akan tumbuh di permukaan akar untuk menyediakan air dan unsur hara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai gantinya, tumbuhan akan memberi karbohidrat hasil fotosintesis kepada jamur. <span style=\"font-weight: bold;\">Contoh jamur<\/span> yang <span style=\"font-weight: bold;\">bersimbiosis mutualisme<\/span> adalah jamur <em><span style=\"font-weight: bold;\">Amanita phalloides<\/span><\/em>.<\/p>\n<h4>c. Simbiosis Parasitisme<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simbiosis parasitisme yaitu simbiosis yang <span style=\"font-weight: bold;\">merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lainnya<\/span>. Jamur parasit akan <span style=\"font-weight: bold;\">menyerap nutrisi dari inang dan merugikan inang<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Contohnya<\/span> adalah jamur <em><span style=\"font-weight: bold;\">Ustilago maydis<\/span><\/em>, yang parasit pada biji jagung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Dinding selnya tersusun atas kitin<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri selanjutnya yang membedakan jamur dengan tumbuhan dapat dilihat secara anatomis. Tumbuhan dan jamur memiliki perbedaan pada penyusun dinding selnya. <strong>Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa, sementara dinding sel jamur tersusun atas kitin<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Umumnya hidup di tempat yang lembab<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu perhatikan, kelompok jamur-jamuran <span style=\"font-weight: bold;\">memiliki habitat\u00a0di tempat yang lembab, serta memiliki banyak zat organik<\/span>. Satu hal yang perlu kamu ingat adalah jamur tidak terlalu suka terpapar cahaya matahari langsung.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-10-mengenal-jenis-jenis-protista-mirip-jamur\" rel=\"noopener\">Mengenal Jenis-Jenis Protista Mirip Jamur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Jamur multiseluler tersusun atas hifa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jamur-jamur yang termasuk kategori <span style=\"font-weight: bold;\">multiseluler<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">tersusun atas<\/span> sel-sel memanjang menyerupai benang yang disebut dengan <span style=\"font-weight: bold;\">hifa<\/span>. Nah, hifa di jamur tertentu, <span style=\"font-weight: bold;\">ada yang bersekat<\/span>, namun <span style=\"font-weight: bold;\">ada juga yang tidak bersekat (senositik)<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekat pada hifa jamur disebut dengan <span style=\"font-weight: bold;\">septa<\/span>. Di septa jamur ini, terdapat celah yang membuat sitoplasma dari sel yang satu dapat berhubungan dengan sitoplasma dari sel yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Jenis-Jenis%20Hifa%20pada%20Jamur.jpg\" alt=\"Jenis-Jenis Hifa pada Jamur\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hifa-hifa pada jamur akan membentuk miselium. Miselium pada jamur terbagi menjadi dua, yaitu <strong>miselium generatif<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> yang berfungsi sebagai alat reproduksi (pembentuk spora), dan <span style=\"font-weight: bold;\">m<\/span><strong>iselium vegetatif<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> yang berperan\u00a0sebagai penyerap makanan dan nutrisi dari lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sampai sini, mulai paham kan tentang materi biologi satu ini? Atau kamu jadi keinget punya PR yang kamu masih kurang pahamin? Gampang, kamu bisa banget langsung kirim foto soal PR kamu, dan penjelasannya di Roboguru! Cobain langsung dengan klik banner\u00a0roboguru\u00a0dibawah ini ya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/8b4612fa-3a65-4f41-b9c6-497f89f457ad.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog Roboguru Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Klasifikasi Jamur<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Berdasarkan spora seksual yang dihasilkan<\/span>, Kingdom Fungi diklasifikasikan menjadi 4 (empat) Filum, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, <\/span>dan<span style=\"font-weight: bold;\"> Deuteromycota<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Zygomycota<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zygomycota merupakan jamur yang <span style=\"font-weight: bold;\">sporanya berdinding tebal<\/span>. Adapun <span style=\"font-weight: bold;\">ciri-ciri<\/span> dari klasifikasi jamur ini adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hifanya tidak bersekat<\/strong>, sehingga mempunyai beberapa inti (<strong>senositik<\/strong>).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #000000;\">D<\/span>apat berkembang biak melalui <span style=\"font-weight: bold;\">reproduksi seksual<\/span> dengan membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">zigospora<\/span>, serta melalui <span style=\"font-weight: bold;\">reproduksi aseksual<\/span> dengan membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">sporangiospora<\/span>, serta bagian tubuhnya membentuk\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">rhizoid<\/span>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh<\/span> zygomycota yaitu <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Rhizopus stolonifer<\/em><\/span> (tumbuh di roti) dan <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Rhizophus oryzae<\/em><\/span> (jamur tempe).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Ascomycota<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ascomycota adalah kelompok fungi yang <span style=\"font-weight: bold;\">hifanya bersekat, sehingga di tiap sel hifanya berinti satu<\/span>. Salah satu keunikan dari kelompok ini adalah terdapat alat pembentuk spora yang disebut <span style=\"font-weight: bold;\">askus<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok ini dapat berkembang biak baik secara <span style=\"font-weight: bold;\">seksual<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> dengan membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">askospora<\/span>, maupun <span style=\"font-weight: bold;\">aseksual<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> dengan membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">konidia<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sarcoscypha%20sp.jpg\" alt=\"Sarcoscypha sp\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: center;\"><em>Sarcoscypha sp. (Sumber: wikimedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh<\/span> ascomycota antara lain, <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Saccharomyces cerevisiae <\/em><\/span>(ragi) dan <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Sarcoscypha sp<\/em><\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Basidiomycota<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Basidiomycota merupakan kelompok fungi yang <span style=\"font-weight: bold;\">hifanya bersekat, sehingga di tiap sel hifanya berinti satu<\/span>. Pada umumnya, kelompok ini berkembang biak secara <span style=\"font-weight: bold;\">seksual<\/span> dengan membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">basidiospora<\/span> yang terletak di permukaan basidium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jamur%20kuping.jpg\" alt=\"jamur kuping\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Jamur Kuping (Sumber: wikimedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi, basidiomycota juga bisa bereproduksi secara <span style=\"font-weight: bold;\">aseksual<\/span>, yaitu dengan membentuk membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">konidia, oidia, maupun klamidospora<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Contoh<\/span> basidiomycota yaitu <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Volvariella volvacea<\/em><\/span> (jamur merang).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Deuteromycota<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deuteromycota merupakan kelompok jamur yang <span style=\"font-weight: bold;\">tidak memiliki atau belum diketahui reproduksi seksualnya<\/span>, sehingga Deuteromycota <span style=\"font-weight: bold;\">biasanya berkembang biak hanya secara aseksual<\/span>. Oleh karena itu, Deuteromycota disebut juga sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">Fungi imperfecti<\/span>, yaitu fungi yang tidak sempurna karena reproduksi seksualnya belum diketahui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deuteromycota biasanya melakukan reproduksi aseksual dengan membentuk <span style=\"font-weight: bold;\">konidia<\/span>. Secara umum, kelompok ini <span style=\"font-weight: bold;\">hifanya bersekat <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span> hidup secara <span style=\"font-weight: bold;\">saprofit dan parasit<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Contoh<\/span> deuteromycota yaitu <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Hyphomycetes<\/em><\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa melihat <span style=\"font-weight: bold;\">perbedaan karakteristik atau ciri-ciri antar Filum Fungi<\/span> berdasarkan reproduksi seksualnya pada tabel di bawah ini, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Klasifikasi%20Jamur.jpg\" alt=\"Klasifikasi Jamur\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itulah tadi ciri-ciri jamur beserta klasifikasinya yang perlu kamu tahu. Sudah mengerti kan, apa yang membedakan jamur dengan tumbuhan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/biologi\"><strong>Ruangguru Privat Biologi<\/strong><\/a> misalnya. Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94e6e69e-708c-48fc-b4e9-d277c9405371.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Irnaningtyas. (2016). <em>Biologi untuk SMA\/MA Kelas X Kurikulum 2013<\/em>. Jakarta: Penerbit Erlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar &#8216;Sarcoscypha sp.&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/6\/67\/Scarlet_elf_cap_cadnant_dingle.jpg (Diakses: 1 Desember 2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar &#8216;Jamur Kuping&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/0\/01\/Auricularia_auricula-judae_a.JPG\u00a0(Diakses: 1 Desember 2021).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu pernah makan jamur? Kira-kira seperti apa ya, ciri-ciri jamur beserta klasifikasinya? Yuk, kita cari tahu di artikel Biologi kelas 10 ini! &#8212; &nbsp; Siapa yang hobi makan jamur? Kamu lebih suka hidangan jamur yang seperti apa, nih? Tumis jamur? Sup krim jamur? Atau jamur krispi? Kalau aku sih, suka semua asalkan bukan jamur beracun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg"],"_edit_lock":["1734075662:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[""],"_aioseo_description":["Kamu pernah makan jamur? Kira-kira seperti apa ya, ciri-ciri jamur beserta klasifikasinya? Yuk, kita cari tahu 4 klasifikasi jamur di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2021-12-02"]},"categories":[506,510],"tags":[112,52,10,37],"class_list":["post-4141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-10","tag-biologi-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu pernah makan jamur? Kira-kira seperti apa ya, ciri-ciri jamur beserta klasifikasinya? Yuk, kita cari tahu di artikel Biologi kelas 10 ini! &#8212; &nbsp; Siapa yang hobi makan jamur? Kamu lebih suka hidangan jamur yang seperti apa, nih? Tumis jamur? Sup krim jamur? Atau jamur krispi? Kalau aku sih, suka semua asalkan bukan jamur beracun [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-13T02:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-13T07:42:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-12-13T02:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-13T07:42:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\"},\"wordCount\":1010,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg\",\"keywords\":[\"Biologi X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\",\"name\":\"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-12-13T02:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-13T07:42:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Kamu pernah makan jamur? Kira-kira seperti apa ya, ciri-ciri jamur beserta klasifikasinya? Yuk, kita cari tahu di artikel Biologi kelas 10 ini! &#8212; &nbsp; Siapa yang hobi makan jamur? Kamu lebih suka hidangan jamur yang seperti apa, nih? Tumis jamur? Sup krim jamur? Atau jamur krispi? Kalau aku sih, suka semua asalkan bukan jamur beracun [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-12-13T02:00:37+00:00","article_modified_time":"2024-12-13T07:42:52+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10","datePublished":"2024-12-13T02:00:37+00:00","dateModified":"2024-12-13T07:42:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur"},"wordCount":1010,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg","keywords":["Biologi X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur","name":"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg","datePublished":"2024-12-13T02:00:37+00:00","dateModified":"2024-12-13T07:42:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Jamur%20beserta%20Klasifikasinya.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/ciri-ciri-jamur#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yuk, Ketahui 4 Klasifikasi Jamur serta Ciri-Cirinya | Biologi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4141"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21225,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4141\/revisions\/21225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}