{"id":412,"date":"2025-04-22T10:00:00","date_gmt":"2025-04-22T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=412"},"modified":"2025-04-23T10:44:03","modified_gmt":"2025-04-23T03:44:03","slug":"contoh-puisi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat","title":{"rendered":"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &#038; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg\" alt=\"IND7 - Konsep Pelajaran - Contoh Puisi Rakyat-01\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/tag\/bahasa-indonesia-vii\" rel=\"noopener\">artikel Bahasa Indonesia kelas 7<\/a> ini sampai habis, ya!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang suka berpantun seperti karakter Jarjit di animasi Upin Ipin? Biasanya, kamu suka berbalas pantun dengan teman, keluarga, atau abang ojol waktu pesan-antar makanan? Kayak contoh di bawah ini, nih!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 400px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/1-98683f6205efbdd1649342f83fb045bf-4bdb99e1dea94d559175309c7c2b9c3d.jpg\" alt=\"1-98683f6205efbdd1649342f83fb045bf-4bdb99e1dea94d559175309c7c2b9c3d\" width=\"400\" height=\"556\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Chakeeeppp (Sumber: idntimes.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seru banget, ya, abang ojolnya! Kamu pernah nggak, berbalas pantun sama abang ojol? <em>Btw<\/em>, ngomongin soal pantun, ternyata pantun itu merupakan salah satu contoh dari puisi rakyat, lho! Apa itu puisi rakyat? Yuk, simak penjelasannya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Puisi Rakyat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puisi rakyat adalah warisan bangsa berbentuk pantun, gurindam, dan syair yang memiliki nilai-nilai baik, seperti nilai moral, agama, dan budi pekerti<\/strong>. Puisi ini merupakan puisi yang berasal dari rakyat atau masyarakat biasa, bukan dari kalangan sastrawan atau penulis terkenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan puisi modern, puisi rakyat merupakan <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\">puisi lama<\/a> yang <strong>disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut<\/strong> dan diwariskan secara turun-temurun antar generasi, sehingga seringkali <strong>tidak diketahui penulis atau pengarangnya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, puisi rakyat juga cenderung <strong>lebih kaku<\/strong> dan tidak sebebas puisi modern karena adanya <strong>aturan-aturan yang harus diikuti<\/strong>, seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, serta adanya rima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, tema yang dibicarakan dalam puisi rakyat adalah mengenai kehidupan sehari-hari, tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, kepercayaan, serta keindahan alam. Puisi rakyat juga seringkali mencerminkan nilai-nilai, pemikiran, dan perasaan masyarakat dalam bentuk bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puisi rakyat biasanya dilantunkan secara lisan atau dinyanyikan dalam acara-acara tertentu, seperti upacara adat, acara kesenian, dan acara perayaan keagamaan. Puisi rakyat dapat berupa pantun, gurindam, atau syair. Makna yang terkandung dalam puisi rakyat, biasanya mengandung nilai-nilai positif yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/puisi-rakyat\">Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Puisi Rakyat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun puisi rakyat terdiri atas beberapa jenis, namun ada beberapa ciri yang sama antara satu jenis puisi rakyat dengan jenis lainnya. Ciri-ciri puisi rakyat antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Memiliki bentuk yang tetap<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memiliki jumlah baris tertentu per bait<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memiliki jumlah kata tertentu per baris<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memiliki rima pada akhir bait<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Puisi Rakyat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puisi rakyat terdiri atas tiga jenis, yakni <strong>pantun<\/strong>, <strong>gurindam<\/strong>, dan <strong>syair<\/strong>. Masing-masing jenis memiliki ciri-ciri dan aturannya masing-masing. Untuk memahami lebih jauh, perhatikan penjelasan berikut, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pantun<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis puisi rakyat yang pertama yaitu pantun. <strong>Pantun adalah<\/strong> puisi rakyat yang bertujuan untuk menyampaikan perasaan, saran, larangan, nasihat, kasih sayang, ajaran budi pekerti, moral, serta kritik sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-ciri pantun,<\/strong> yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Terdiri atas empat baris dalam satu bait.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Setiap bait memuat dua baris sampiran dan dua baris isi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Baris sampiran pada pantun terdapat pada bait pertama dan kedua, kemudian isi pantun berada pada bait ketiga dan keempat.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Mengandung 8\u201312 suku kata per barisnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Gurindam<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gurindam adalah<\/strong> puisi rakyat dari India yang kemudian juga berkembang menjadi puisi lama Melayu. Gurindam berisikan moral dan pesan agama yang dipadukan dengan sajak dan peribahasa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-ciri-ciri-gurindam\">Pengertian dan Ciri-Ciri Gurindam<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-ciri gurindam,<\/strong> yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Satu bait terdiri atas dua baris.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Satu baris memiliki 10-14 suku kata.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bersajak sama, yaitu a-a, b-b, c-c, d-d, dan seterusnya.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Baris pertama berisi persoalan, baris kedua berisi jawaban.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Syair<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Syair adalah<\/strong> puisi rakyat yang berasal dari Persia (sekarang Iran). Syair masuk ke Nusantara bersamaan dengan datangnya Islam. Syair memiliki ciri utama yaitu bahasa yang digunakan merupakan Bahasa Melayu lama. Pada awalnya, syair mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab, tapi seiring dengan perkembangannya, syair mengalami perkembangan dan dimodifikasi sehingga menjadi khas Melayu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bahasa-indonesia-kelas-9-mengenal-syair-si-puisi-lama\">Pengertian, Sejarah, dan Jenis-Jenis Syair<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-ciri syair<\/strong> yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Setiap bait terdiri atas 4 baris.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Semua baris merupakan isi, jadi tidak ada sampiran seperti pada pantun.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bersajak a-a-a-a.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Puisi Rakyat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa contoh puisi rakyat singkat yang dikategorikan berdasarkan jenisnya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Puisi Rakyat Pantun<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh puisi rakyat pantun terdiri atas beberapa tema, mulai dari pantun <strong>nasihat<\/strong>, <strong>jenaka<\/strong>, <strong>teka-teki<\/strong>, <strong>kiasan<\/strong>, dan <strong>agama<\/strong>. Berikut contoh pantun sesuai jenis temanya untuk kamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Pantun Nasihat<\/h4>\n<p>1.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minum cincau di siang bolong<br \/>\nRasa cincaunya segar sekali<br \/>\nJangan pernah menjadi orang sombong<br \/>\nAgar jauh dari penyakit hati<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terbang rendah burung peragam<br \/>\nDari huma terbang ke hutan<br \/>\nBudaya daerah beraneka ragam<br \/>\nMari bersama kita lestarikan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>3.<\/p>\n<p>Jalan-jalan ke kota Blitar<br \/>\nJangan lupa beli semangka<br \/>\nRajin belajar janganlah gentar<br \/>\nAgar cita mudah diraih jua<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>4.<\/p>\n<p>Burung merpati terbang tinggi<br \/>\nHinggap sebentar di atas dahan<br \/>\nJangan iri pada yang lebih<br \/>\nSyukuri hidup penuh keikhlasan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>5.<\/p>\n<p>Pagi hari minum jamu<br \/>\nAgar tubuh tetap kuat<br \/>\nHormati orang yang lebih dulu<br \/>\nItulah tanda hati yang sehat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Pantun Jenaka<\/h4>\n<p>6.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adik Nia memetik tomat<br \/>\nTomat merah dibelah dua<br \/>\nKakek cerita terlalu semangat<br \/>\nGigi palsunya copot semua<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pagi-pagi mancing ikan<br \/>\nDapatnya banyak hati pun senang<br \/>\nBadan kurus sedikit makan<br \/>\nTerkena angin langsung terbang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>8.<\/p>\n<p>Naik sepeda ke kota lama<br \/>\nBan bocor ditambal pita<br \/>\nKatanya sih jomblo bahagia<br \/>\nTapi statusnya \u201csedang menderita\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>9.<\/p>\n<p>Pagi-pagi kejar angkot<br \/>\nBawa tas isinya mie instan<br \/>\nPas ditanya guru soal yang ribet<br \/>\nJawabnya malah, \u201cSaya belum sarapan!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>10.<\/p>\n<p>Pergi ke sekolah bawa bekal<br \/>\nIsinya nasi sama kerupuk<br \/>\nNiat belajar malah ngelamun total<br \/>\nMikirin tugas yang menumpuk<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Pantun Teka-Teki<\/h4>\n<p>11.<\/p>\n<p>Siang-siang minum kelapa<br \/>\nTak lupa sambil makan pisang keju<br \/>\nPunya ekor disimpan di kepala<br \/>\nHewan apakah itu?<\/p>\n<p>(Jawabannya: Gajah)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">12.<\/p>\n<p>Kalau tuan bawa panci<br \/>\nPancinya diisi rebung<br \/>\nKalau tuan bijak sekali<br \/>\nApa binatang bertanduk di hidung?<\/p>\n<p>(Jawabannya: Badak)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Pantun Kiasan<\/h4>\n<p>13.<\/p>\n<p>Melihat ikan di tepi kolam<br \/>\nPohon pinang jadi tambatan<br \/>\nAir beriak tanda tak dalam<br \/>\nAir tenang menghanyutkan<\/p>\n<p>Makna: Orang yang ilmunya sedikit biasanya banyak bicara. Sedangkan orang yang banyak ilmunya lebih tenang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>14.<\/p>\n<p>Daun lebar ditanam di pekarangan<br \/>\nDisiramnya pakai air di gelas<br \/>\nTidak pernah lapuk oleh air hujan<br \/>\nTidak pernah habis terkena panas<\/p>\n<p>Makna: Jikalau seseorang telah berjasa kepada negaranya, pasti jasanya juga tidak akan terlupakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Pantun Agama<\/h4>\n<p>15.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemumu di dalam semak<br \/>\nJatuh sehelai selarasnya<br \/>\nMeski ilmu setinggi tegak<br \/>\nTidak sembahyang apa gunanya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>16.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terang bulan terang cahaya<br \/>\nCahaya memancar ke Tanjung Jati<br \/>\nJikalau hendak hidup bahagia<br \/>\nBeribadahlah sebelum mati<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-pantun-berdasarkan-jenisnya\">Kumpulan Contoh Pantun Nasehat, Jenaka &amp; Jenis-Jenis Lainnya<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>17.<\/p>\n<p>Mentari pagi bersinar cerah<br \/>\nBurung berkicau di atas dahan<br \/>\nShalat lima waktu janganlah lengah<br \/>\nItulah kunci hidup penuh keberkahan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>18.<\/p>\n<p>Pergi ke masjid hari Jum&#8217;at<br \/>\nBawa sajadah dan juga peci<br \/>\nBerbuat baik janganlah diperhambat<br \/>\nAgar hidup selalu diberkahi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>19.<\/p>\n<p>Air mengalir di tengah sawah<br \/>\nAnak kecil bermain gembira<br \/>\nIngat selalu perintah Allah<br \/>\nJauhi dosa, perbanyak pahala<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Puisi Rakyat Gurindam<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh puisi rakyat gurindam terdiri atas beberapa tema, seperti <strong>persahabatan<\/strong>, <strong>agama<\/strong>, <strong>nasihat<\/strong>, <strong>pendidikan<\/strong>, dan <strong>romansa (romantis)<\/strong>. Berikut contoh gurindam sesuai jenis temanya untuk kamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Gurindam Persahabatan<\/h4>\n<p>20. Cari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan.<br \/>\n21. Sebelum berbicara pikir dahulu, agar tidak melukai hati temanmu.<br \/>\n22. Baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan.<br \/>\n23. Jika sahabat tulus dan setia, dalam susah pun tetap bersama.<br \/>\n24. Bersahabat janganlah pura-pura, niat yang baik itulah utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Gurindam Agama<\/h4>\n<p>25. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang.<br \/>\n26. Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.<br \/>\n27. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat.<br \/>\n28. Barang siapa mengenal Tuhan, hatinya tenang, hidup pun aman.<br \/>\n29. Jika engkau rajin beribadah, dunia akhirat akan indah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Gurindam Nasihat<\/h4>\n<p>30. Kalau bekerja terburu-buru, tentulah kerja banyak keliru<br \/>\n31. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda diri kurang.<br \/>\n32. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah.<br \/>\n33. Jika ingin hidupmu selamat, jauhkan diri dari maksiat.<br \/>\n34. Hormati orang tua setiap saat, itulah tanda anak yang hebat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Gurindam Pendidikan<\/h4>\n<p>35. Jika hendak mengenal orang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu.<br \/>\n36. Ilmu wajib diamalkan, agar ilmu tidak terlupakan.<br \/>\n37. Tidak ada yang tidak mungkin, asal kamu belajar rajin.<br \/>\n38. Ilmu itu pelita di malam gelap, jadi bekal hidup agar tak tersesat.<br \/>\n39. Belajar rajin sejak kecil, dewasa nanti jadi pribadi tangguh dan cerdik akal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Gurindam Romansa (Romantis)<\/h4>\n<p>40. Apabila hendak asmara bahagia, hilangkan egois di dada.<br \/>\n41. Jika hendak mencari cinta sejati, carilah dengan penuh hati-hati.<br \/>\n42. Cinta kekasih bersemi, jika setia akan abadi.<br \/>\n43. Jika cinta tumbuh di hati, jagalah setia sepanjang hari.<br \/>\n44. Cinta sejati tak hanya kata, tulus hadir dengan setia.<br \/>\n45. Bila kasih terpatri di jiwa, rindu pun datang tanpa diminta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Contoh Puisi Rakyat Syair<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh puisi rakyat syair terdiri atas beberapa macam, yakni <strong>syair panji<\/strong>,<strong> syair romantis<\/strong>,<strong> syair kiasan<\/strong>,<strong> syair sejarah<\/strong>, dan <strong>syair agama<\/strong>. Berikut contoh syair sesuai jenisnya untuk kamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Syair Panji<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syair panji menceritakan tentang kehidupan di dalam istana, baik tentang orang-orang yang berasal dari sana, maupun tentang orang-orang yang berada di dalamnya. Contoh syair panji adalah <strong>Syair Ken Tambuhan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syair Ken Tambuhan bercerita tentang seorang puteri raja yang cantik, yang ditawan oleh raja Kuripan dan dikurung dalam taman larangan istana. Putera raja yang bernama Raden Mentri kebetulan bertemu dengan Ken Tambuhan dan jatuh cinta padanya. Ibunya yang takut puteranya akan kawin dengan orang tidak sederajat, kemudian mengupah seseorang untuk membunuh Ken Tambuhan. Sang kaki tangan menyeret Ken Tambuhan ke luar kota, membunuhnya, dan meletakkannya di atas getek untuk dihanyutkan di sungai. Raden Mentri yang menemukan jenazah Ken Tambuhan lalu bunuh diri. Para dewa yang mengetahui kisah ini merasa iba, dan menghidupkan mereka berdua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">46. Berikut adalah <strong>cuplikan Syair Ken Tambuhan<\/strong>:<\/p>\n<p>Jika tuan menjadi air<br \/>\nKakang menjadi ikan di pasir<br \/>\nKata nin tiada kakanda mungkir<br \/>\nKasih kakang batin dan lahir<\/p>\n<p>Jika tuan menjadi bulan<br \/>\nKakang menjadi pungguk merawan<br \/>\nAria ningsun emas tempawan<br \/>\nJanganlah bercerai apalah tuan<\/p>\n<p>Tuang laksana bunga kembang<br \/>\nKakanda menjadi seekor kumbang<br \/>\nTuanlah memberi kakanda bimbang<br \/>\nTiadalah kasihan tuan akan abang<\/p>\n<p>Jika tuan menjadi kayu rampak<br \/>\nKakanda menjadi seekor merak<br \/>\nTiadalah mau kakanda berjarak<br \/>\nSeketika pun tiada dapat bergerak<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Syair Romantis<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai namanya, syair romantis membahas tentang asmara atau percintaan. Biasanya, syair romantis terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, atau cerita rakyat. Contohnya yakni <strong>Syair Bidasari<\/strong> yang bercerita tentang Bidasari, seorang puteri raja yang sangat cantik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">47. Berikut adalah <strong>cuplikan Syair Bidasari<\/strong>:<\/p>\n<p>Tersebutlah perkataan Bidasari<br \/>\nSetelah malam sudahlah hari<br \/>\nBangunlah ia seorang diri<br \/>\nMakan dan minum barang yang digemari<\/p>\n<p>Pergilah mandi Siti Bangsawan<br \/>\nSerta memakai bau-bauan<br \/>\nLalu masuk ke dalam peraduan<br \/>\nSantap sirih di dalam puan<\/p>\n<p>Bertemu sepah bekas dimakan<br \/>\nDiambil Siti dicampakkan<br \/>\nDengan takutnya ia berfikirkan<br \/>\nSiapakah ini yang membuatkan<\/p>\n<p>Jikalau manusia yang empunya<br \/>\nNescaya aku dicabulinya<br \/>\nJika ayahku datang adalah tandanya<br \/>\nBertambahlah makanan yang dibawanya<\/p>\n<p>Dilihatnya Siti tempat tidurnya<br \/>\nTilam sedikit tersingkir alasnya<br \/>\nSirih di puan salah aturannya<br \/>\nBidasari masygul dengan takutnya<\/p>\n<p>Ia pun duduk di atas geta<br \/>\nSangatlah gundah rasanya cita<br \/>\nSeraya bertaburan air mata<br \/>\nManakah tempat ia hendak dikata<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Syair Kiasan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syair kiasan bercerita tentang kisah cinta ikan, burung, bunga, atau buah-buahan. Disebut syair kiasan karena cerita yang ada dalam syair kiasan berisi tentang sindiran terhadap peristiwa tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh syair kiasan adalah <strong>Syair Burung Pungguk<\/strong>. Syair ini bercerita tentang kegagalan kisah cinta akibat perbedaan kedudukan atau derajat. Syair menceritakan seorang pria yang mencintai seorang gadis dengan derajat yang lebih tinggi, namun gadis tersebut menolaknya. Pria tersebut diibaratkan sebagai burung pungguk, sedangkan si gadis diibaratkan sebagai bulan. Karena cintanya ditolak, sang Pungguk hanya bisa menatap sang Bulan dari jauh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">48. Berikut adalah <strong>cuplikan Syair Burung Pungguk<\/strong>:<\/p>\n<p>Pertama mula pungguk merindu<br \/>\nBerbunyilah guruh mendayu-dayu<br \/>\nHatinya rawan bercampur pilu<br \/>\nSeperti diiris dengan sembilu<\/p>\n<p>Pungguk bermadah seraya merawan<br \/>\nWahai bulan, terbitlah tuan<br \/>\nGundahku tidak berketahuan<br \/>\nKeluarlah bulan tercelah awan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Syair Sejarah<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syair ini menceritakan kisah berdasarkan cerita sejarah. Sebagian besar syair sejarah bercerita tentang peperangan. Misalnya, <strong>Syair Perang Mengkasar<\/strong> (dulunya bernama <strong>Syair Sipelman<\/strong>), yang bercerita tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">49. Berikut adalah <strong>cuplikan Syair Perang Mengkasar<\/strong>:<\/p>\n<p>Demikian asal mula pertama<br \/>\nWelanda dan Bugis bersama-sama<br \/>\nKornilis Sipalman ternama<br \/>\nRaja Palakka menjadi panglima<\/p>\n<p>Berkampunglah Welanda sekalian jenis<br \/>\nBerkatalah Jendral Kapitan yang bengis<br \/>\nJikalau alah Mengkasar nin habis<br \/>\nTunderu\u2019 kelak raja di Bugis<\/p>\n<p>Setelah didengar oleh si Tunderu\u2019<br \/>\nKata jenderal Welanda yang mabuk<br \/>\nBerbangkitlah ia yang duduk<br \/>\nBetalah kelak di medan mengamuk<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Contoh Syair Agama<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, yaitu syair agama yang berisi ajaran agama dan nasihat bijak. Salah satu contoh syair agama yaitu <strong>Syair Perahu<\/strong> yang ditulis oleh <strong>Hamzah Fansuri<\/strong>, seorang penyair yang dipercayai dilahirkan pada akhir abad ke-16 di Barus atau Panchor, Sumatera Utara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">50. Berikut adalah <strong>cuplikan Syair Perahu<\/strong>:<\/p>\n<p>Inilah gerangan suatu madah<br \/>\nmengarangkan syair terlalu indah<br \/>\nmembetuli jalan tempat berpindah<br \/>\ndi sanalah i&#8217;tikat diperbetuli sudah<\/p>\n<p>Wahai muda kenali dirimu<br \/>\nialah perahu tamsil tubuhmu<br \/>\ntiadalah berapa lama hidupmu<br \/>\nke akhirat jua kekal hidupmu<\/p>\n<p>Hai muda arif-budiman<br \/>\nhasilkan kemudi dengan pedoman<br \/>\nalat perahumu jua kerjakan<br \/>\nitulah jalan membetuli insan<\/p>\n<p>Perteguh jua alat perahumu<br \/>\nhasilkan bekal air dan kayu<br \/>\ndayung pengayuh taruh di situ<br \/>\nsupaya laju perahumu itu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-syair-berbagai-tema\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Syair Berbagai Macam Tema beserta Ciri-Ciri dan Jenisnya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian pembahasan mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga contoh puisi rakyat pantun, gurindam, dan syair. Semoga artikel ini berguna untuk kamu yang sedang belajar tentang puisi rakyat dan puisi lama, ya! Jangan lupa belajar terus bersama <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>, supaya jadi anak pintar!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Chat dengan Pengemudi Ojek Online&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2021\/10\/1-98683f6205efbdd1649342f83fb045bf-4bdb99e1dea94d559175309c7c2b9c3d.JPG<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini sampai habis, ya! &#8212; &nbsp; Siapa yang suka berpantun seperti karakter Jarjit di animasi Upin Ipin? Biasanya, kamu suka berbalas pantun dengan teman, keluarga, atau abang ojol waktu pesan-antar makanan? Kayak contoh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1745379705:1"],"_wp_old_date":["2023-03-06","2024-01-24"],"_aioseo_title":["50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &amp; Syair, Lengkap!"],"_aioseo_description":["Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini sampai habis, ya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[477,481],"tags":[7,10,16],"class_list":["post-412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp-kelas-7","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &amp; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &amp; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini sampai habis, ya! &#8212; &nbsp; Siapa yang suka berpantun seperti karakter Jarjit di animasi Upin Ipin? Biasanya, kamu suka berbalas pantun dengan teman, keluarga, atau abang ojol waktu pesan-antar makanan? Kayak contoh [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-22T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-23T03:44:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &#038; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7\",\"datePublished\":\"2025-04-22T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-23T03:44:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\"},\"wordCount\":2166,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 7\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMP Kelas 7\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\",\"name\":\"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam & Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-22T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-23T03:44:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &#038; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam & Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam & Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini sampai habis, ya! &#8212; &nbsp; Siapa yang suka berpantun seperti karakter Jarjit di animasi Upin Ipin? Biasanya, kamu suka berbalas pantun dengan teman, keluarga, atau abang ojol waktu pesan-antar makanan? Kayak contoh [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-04-22T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-04-23T03:44:03+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &#038; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7","datePublished":"2025-04-22T03:00:00+00:00","dateModified":"2025-04-23T03:44:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat"},"wordCount":2166,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg","keywords":["Kelas 7","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMP Kelas 7"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat","name":"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam & Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg","datePublished":"2025-04-22T03:00:00+00:00","dateModified":"2025-04-23T03:44:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND7%20-%20Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Rakyat-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"50 Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &#038; Syair, Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=412"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22982,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412\/revisions\/22982"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}