{"id":4054,"date":"2023-12-22T10:00:00","date_gmt":"2023-12-22T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4054"},"modified":"2023-12-25T07:12:47","modified_gmt":"2023-12-25T00:12:47","slug":"jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya","title":{"rendered":"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &#038; Proses Terbentuknya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg\" alt=\"Luke Howard, Peneliti Awan\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Dengan memahami bentuk awan yang beragam, kita dapat mengetahui keadaan cuaca dalam waktu dekat, lho! Yuk, ketahui 10 jenis awan, masing-masing karakteristik, dan proses terbentuknya di artikel ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Putih, menggemaskan, seperti kapas, dan berjalan di atas langit, apakah itu? Apalagi kalau bukan awan. Pernah nggak sih kamu berkhayal untuk menyentuh, mengendarai, bahkan menggigit benda satu ini? hihihi selain bentuknya yang lucu, awan juga sangat mirip dengan permen kapas, ya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gif_cloud.gif\" alt=\"gif_cloud\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Cute Cloud Gif (sumber: dribbble.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, benda lucu ini bisa berubah menjadi sangat besar, berwarna gelap, disertai dengan hujan, dan petir yang menyeramkan, <em>lho<\/em>! Kadang lucu, kadang seram, kadang indah, kadang menakutkan, seperti gebetan lagi ngambek <em>aja<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa dia berubah gara-gara banyak yang sering bilang, \u201clangit, bisakah kau turunkan hujan dengan petir&#8230; aku ingin menangis tanpa terlihat..\u201d?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/langit-biru\" rel=\"noopener\">Kenapa Langit Berwarna Biru?<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apa itu Awan?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><strong>Awan adalah sekumpulan uap air yang kemudian mengembun di atmosfer<\/strong>, bisa dalam <strong>bentuk tetesan air ataupun kristal es<\/strong>. Jadi, bagi kamu yang ingin naik awan, sebaiknya urungkan niat ya, karena walau terlihat gembul dan empuk, awan tidaklah cukup kuat untuk dikendarai. Bahkan jika kita bisa menyentuhnya, awan hanya berisi tetesan air dan kristal es layaknya kabut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Proses Terbentuknya Awan<\/span><\/h2>\n<p>Lalu, dari mana ya awan berasal? Bagaimana proses terbentuknya awan? Yuk, simak penjelasannya dalam infografik di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-04.jpg\" alt=\"Proses Terbentuknya Awan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak yang mengira kalau awan itu ya sama seperti uap air, tapi ternyata itu salah, <em>lho<\/em>! Karena sebenarnya kalau sekadar uap air, di sekeliling kita sangat banyak uap air, tergantung dari kelembaban udara. Belum lagi uap air sangat sulit untuk dapat terlihat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi secara sederhana, <strong>terbentuknya awan bermula dari sekumpulan uap air yang dipanaskan matahari<\/strong>. Kemudian, <strong>uap naik ke permukaan udara.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, seperti saat kita naik gunung, semakin tinggi kita naik, maka akan semakin dingin udaranya, demikian juga dengan uap tadi. <strong>Suhu yang dingin juga tidak bisa menampung uap air terlalu banyak<\/strong>, hingga kemudian <strong>uap tadi mengembun menjadi tetesan-tetesan kecil atau kristal es<\/strong>. Kumpulan kristal es inilah yang kemudian membentuk awan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\">Bagaimana Proses Terbentuknya Pelangi?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Mengenal Jenis-Jenis Awan dari Luke Howard<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Luke-Howard-y-su-pasi%C3%B3n-por-la-meteorolog%C3%ADa.jpg\" alt=\"Luke-Howard - Peneliti Bentuk Awan\" width=\"600\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px; font-weight: normal;\"><em>Gambar: Luke Howard (Sumber: www.meteorologiaenred.com)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: justify;\">Kurang afdol rasanya jika kita membahas awan tanpa membahas <strong>Luke Howard, si \u2018bapak awan\u2019<\/strong>. Howard merupakan seorang ahli kimia kelahiran Inggris tahun 1772. Walau secara pekerjaan merupakan seorang ahli kimia, tapi kecintaannya pada langit membuatnya menjadi seorang meteorolog amatir berpengaruh, khususnya pada studi tentang awan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left; font-size: 16px;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-05.jpg\" alt=\"bagan Jenis-jenis Awan Beserta Kombinasinya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: justify;\">Ini semua bermula saat Howard menginjak sekolah dasar. Ia kerap memandangi langit tanpa menghiraukan pelajaran. Tapi, siapa yang menyangka <em>bengong<\/em>-nya Howard membawa pengaruh besar pada meteorologi. Pada tahun 1802, <strong>Howard berhasil mengklasifikasi 3 bentuk dasar awan dan kombinasinya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-06.jpg\" alt=\"3 bentuk dasar awan\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga bentuk dasar awan itu adalah Cirrus, Cumulus, dan Stratus. Cirrus merupakan awan dengan bentuk seperti rambut atau serat. Lalu, Cumulus merupakan awan dengan bentuk seperti gumpalan atau timbunan menumpuk. Sedangkan Stratus adalah bentuk awan seperti lapisan layar atau lembaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Awan Cirrus<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/09af5490-7252-4998-8b1e-b1f683c1c203.jpg\" alt=\"awan cirrus\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar: Awan Cirrus (sumber: www.id.wikipedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Cirrus<\/strong> adalah jenis awan yang terbentuk pada ketinggian antara 6.000 &#8211; 12.000 meter di atas permukaan laut. Awan ini <strong>terbentuk dari kristal es karena udara pada ketinggian tersebut sangatlah dingin<\/strong>. Warnanya putih atau keperakan karena terkena cahaya matahari. Jika cirrus mulai berkumpul, ini bisa menjadi pertanda kalau cuaca akan berubah dalam beberapa hari ke depan, loh.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fakta-menarik-lubang-hitam\">10 Fakta Menarik Lubang Hitam (Black Hole) yang Penting Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Awan Cumulus<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3f6fe58-72fe-4f25-bf71-a23da6e8795a.jpg\" alt=\"awan cumulus\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar: Awan Cumulus (sumber: www.id.wikipedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Cumulus<\/strong> sering menjadi penanda cuaca yang baik dan cerah. Jenis awan ini terbentuk pada ketinggian rendah hingga menengah dari permukaan bumi. Bentuknya menyerupai <strong>gundukan, bulat, atau bergelombang dengan tepi yang jelas<\/strong>. Umumnya, warnanya putih atau keabu-abuan saat terkena cahaya matahari. Jika matahari sedang terbit atau tenggelam, cumulus bisa berubah menjadi merah muda kejinggaan, loh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Awan Stratus<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7a1163f-e3d3-4fe0-8a0b-a222c0baf96e.jpg\" alt=\"awan stratus\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar: Awan Stratus (sumber: www.id.wikipedia.org)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Awan <strong>stratus<\/strong> cenderung terlihat <strong>datar dan menutupi langit<\/strong>. Mereka dapat membentang membentuk lembaran yang tebal dan sering kali tampak menyelimuti langit secara keseluruhan, memberikan <strong>tampilan yang abu-abu atau keabu-abuan<\/strong>. Nah, lain halnya dengan cumulus, stratus sering dikaitkan dengan kondisi cuaca yang teduh, mendung, bahkan bisa menyebabkan hujan ringan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Awan Cirrocumulus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left; font-size: 16px; font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/awan%20cirrocumulus.jpg\" alt=\"awan cirrocumulus\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: center;\"><em>Gambar: Awan Cirrocumulus (sumber: www.zonareferensi.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: justify;\">Karena awan ini terus berubah sepanjang waktu, maka dari ketiga dasar tadi terjadilah beberapa kombinasi bentuk awan. Ada perpaduan antara Cirrus dan Cumulus bernama <strong>Cirrocumulus<\/strong>, di mana <strong>awan berbentuk serat saling menumpuk<\/strong>. Awan jenis ini berbentuk seperti sekumpulan ombak air putus-putus. Awan ini terbuat dari kristal es, jadi tetes airnya akan terasa dingin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: normal; text-align: left; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Awan Cirrostratus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left; font-size: 16px;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/awan%20cirrostratus.jpg\" alt=\"awan cirrostratus\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar: awan Cirrostratus (sumber: www.zonareferensi.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikutnya ada awan <strong>Cirrostratus<\/strong>, yang merupakan perpaduan awan Cirrus dan stratus. Jadi, awan ini terbentuk dari awan Cirrus yang halus, kemudian bersatu dan membentuk lembaran. Biasanya, awan ini <strong>sangat luas ukurannya dan sulit untuk diidentifikasi karena terlalu tipis<\/strong>. Awan ini biasanya menandakan akan datang hujan saat terjadi cuaca panas.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teori-bumi-bulat-vs-bumi-datar\">Teori Bumi Bulat vs Bumi Datar, Manakah yang Benar?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>6. Awan Stratocumulus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left; font-size: 20px;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/stratocumulus.jpg\" alt=\"awan stratocumulus\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: center;\"><em>Gambar: Awan Stratocumulus (sumber: cloudatlas.wmo.int)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Lalu ada awan <strong>Stratocumulus<\/strong>, awan ini merupakan perpaduan antara awan Cumulus dan Stratus. Jadi, awan ini terbentuk dari sekumpulan awan cumulus yang bersatu dan kemudian <strong>menyebar membentuk lapisan seperti selimut yang bertumpuk<\/strong>. Awan ini biasanya tidak menimbulkan hujan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 20px; text-align: left;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>7. Awan Nimbus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 20px; text-align: left;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/nimbus.jpg\" alt=\"awan nimbus\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar: Awan Nimbus (sumber: web.extension.illinois.ed)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu ada perpaduan kombinasi antara awan stratus, cumulus, dan cirrus yang bernama awan <strong>nimbus<\/strong>. Awan ini <strong>biasanya membawa hujan, berwarna abu-abu gelap, teksturnya tebal dan merata<\/strong>. Awan ini biasanya menutup sinar matahari secara luas dan menimbulkan suasana mendung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>8. Awan Cumulonimbus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left; font-size: 20px;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cumulunimbus.jpg\" alt=\"awan cumulunimbus\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: center;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Gambar: awan Cumulonimbus (sumber: <\/em><em>https:\/\/cloudatlas.wmo.int\/<\/em><em>)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kemudian ada awan <strong>Cumulonimbus<\/strong>, awan ini bentuknya <strong>cukup besar dan menjulang tinggi seperti pohon<\/strong>. Cumulonimbus memiliki warna putih, hingga abu-abu sangat gelap dan membawa muatan air atau kristal es cukup banyak. Nah, awan yang satu ini juga merupakan awan pertanda hujan lebat, <em>lho<\/em>! Awan ini biasanya juga menandakan akan terjadi hujan badai disertai petir.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 20px; font-weight: normal; text-align: left;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>9. Awan Altocumulus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 20px; font-weight: normal; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/altocumulus.jpg\" alt=\"awan altocumulus\" width=\"600\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: center;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Gambar: awan Altocumulus (Sumber: https:\/\/cloudatlas.wmo.int\/)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Lalu ada awan <strong>Altocumulus<\/strong>, awan ini berbentuk seperti <strong>bola-bola salju yang menyebar di langit<\/strong>. Terkadang awan ini bentuknya teratur dan lucu, tetapi di balik itu, ternyata awan ini biasanya merupakan pertanda badai petir, <em>lho<\/em>! Awan jenis ini biasanya ditemukan di ketinggian yang cukup rendah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 20px; font-weight: normal; text-align: left;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>10. Awan\u00a0 Altostratus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/altostratus.jpg\" alt=\"awan altostratus\" width=\"600\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Gambar: Awan\u00a0 Altostratus (sumber: https:\/\/cloud-maven.com)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikutnya ada awan <strong>Altostratus<\/strong>. Awan ini memiliki bentuk seperti <strong>lembaran tipis, dan terkadang membentuk sebuah jalur yang unik<\/strong>. Awan ini biasanya berwarna putih sampai abu-abu, namun terkadang masih dapat ditembus sinar matahari dan biasanya membawa hujan yang ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hebat ya Pak Howard ini, walau pada zamannya studi meteorologi masih minim dia melakukan pengamatan yang teliti, padahal awan tidak bisa di <em>potek<\/em> lalu diamati di laboratorium. Berkat penemuan Howard, studi meteorologi menjadi lebih berkembang, manusia jadi bisa memprediksi cuaca dan kondisi alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nah, itulah penjelasan mengenai jenis-jenis awan, masing-masing karakteristik, dan proses terbentuknya. Ingin hebat dan pintar seperti Pak Howard? <em>Yuk<\/em>, belajar bersama kami di <span style=\"color: #2eb5c0;\"><a style=\"color: #2eb5c0;\" href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a><\/span>. Siapa tau rasa penasaran kamu tentang alam bisa membawa kamu menjadi penemu terkenal seperti cerita di atas. Temukan pembelajaran dan guru yang asik di sini, bersama teman-teman yang lain!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Jerman, Portilo. \u201c<em>Luke Howard dan klasifikasi awan<\/em>\u201d [online]. Meteorologiaenred. Link: https:\/\/www.meteorologiaenred.com\/id\/luke-howard.html (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Aulialia. \u201c<em>Awan Cirrocumulus : Pengertian, Karakteristik dan Jenisnya<\/em>\u201d. Ilmugeografi.com 27 september 2016 [online]. https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/meteorologi\/awan-cirrocumulus (diakses 28 November 2021)\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Aulialia. \u201c<em>Awan Cirrostratus : Pengertian, Proses dan Jenisnya<\/em>\u201d. Ilmugeografi.com 27 september 2016 [online]. https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/meteorologi\/awan-cirrostratus (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Fatma, Desy. \u201d<em>Awan Strato Cumulus : Pengertian, Karakteristik, Jenis dan Kandungannya<\/em>\u201d. Ilmugeografi.com 29 Spetember 2016 [online] .<em>https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/meteorologi\/awan-strato-cumulus<\/em>. (Diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Lestari, Ika. \u201c<em>6 Jenis Awan yang Menimbulkan Hujan Beserta Ciri-cirinya<\/em>\u201d. Ilmugeografi.com 23 Mei 2019 [online]. https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/meteorologi\/jenis-awan-yang-menimbulkan-hujan (di akses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Kurniawan, Andre. \u201c<em>10 Jenis Awan yang Sering Terlihat di Langit, Tidak Semua Menyebabkan Hujan<\/em>\u201d. Merdeka.com 3 September 2020 [online]. https:\/\/m.merdeka.com\/jabar\/10-jenis-awan-yang-sering-terlihat-di-langit-tidak-semua-menyebabkan-hujan-kln.html (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Hambyn, Richard. \u201c<em>How did clouds get their names?<\/em>\u201d TED-ed Youtube Chanel 24 November 2015 [online]. https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=UuW1jhxCgx0 (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Meteorologiaenred. Luke Howard. [online] https:\/\/www.meteorologiaenred.com\/id\/luke-howard.html (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Nicholas B. Lhoest. Cute Cloud Gif. [online] https:\/\/dribbble.com\/shots\/6833456-Cute-Cloud-Gif (diakses 28 November 2021)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Referensi, Zona. Awan Cirrocumulus. 6 Februari 2020 [online]. https:\/\/www.zonareferensi.com\/jenis-jenis-awan\/ (diakses 28 November 2021)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Referensi, Zona. Awan Cirrostratus. 6 Februari 2020 [online]. https:\/\/www.zonareferensi.com\/jenis-jenis-awan\/ (diakses 28 November 2021)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Breman, Ger. Stratocumulus radiatus. 10 April 2010 [online]. https:\/\/cloudatlas.wmo.int\/en\/varieties-stratocumulus-radiatus-sc-ra.html (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">University of Illinois Board of Trustees. Nimbus Cloud. [online]. https:\/\/web.extension.illinois.edu\/treehouse\/clouds.cfm?Slide=6 (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Antonio J. Galindo. Cumulonimbus. 16 Juni 2014 [online]. https:\/\/cloudatlas.wmo.int\/en\/cumulonimbus-cb.html (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Kwong Hung Tam. Altocumulus. 16 November 2015 [online]. https:\/\/cloudatlas.wmo.int\/en\/altocumulus-ac.html (diakses 28 November 2021)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #434856;\">Art Rangno. Altorstratus Cloud. 11 Maret 2018 [online]. https:\/\/cloud-maven.com\/category\/altostratus-clouds\/ (diakses 28 November 2021)<\/span><\/p>\n<p>https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Awan_sirus#\/media\/Berkas:CirrusField-color.jpg (diakses 22 Desember 2023)<\/p>\n<p>https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Cumulus_cloud#\/media\/File:GoldenMedows.jpg (diakses 22 Desember 2023)<\/p>\n<p>https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stratus#\/media\/Berkas:Stratus-Opacus-Uniformis.jpg (diakses 22 Desember 2023)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan memahami bentuk awan yang beragam, kita dapat mengetahui keadaan cuaca dalam waktu dekat, lho! Yuk, ketahui 10 jenis awan, masing-masing karakteristik, dan proses terbentuknya di artikel ini! &#8212; &nbsp; Putih, menggemaskan, seperti kapas, dan berjalan di atas langit, apakah itu? Apalagi kalau bukan awan. Pernah nggak sih kamu berkhayal untuk menyentuh, mengendarai, bahkan menggigit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":97,"featured_media":4054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg"],"_edit_lock":["1703463034:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-12-17"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Dari bentuk awan yang beragam, kita dapat mengetahui keadaan cuaca dalam waktu dekat. Yuk, ketahui 10 jenis awan, karakteristik, dan proses terbentuknya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-4054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &amp; Proses Terbentuknya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &amp; Proses Terbentuknya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dengan memahami bentuk awan yang beragam, kita dapat mengetahui keadaan cuaca dalam waktu dekat, lho! Yuk, ketahui 10 jenis awan, masing-masing karakteristik, dan proses terbentuknya di artikel ini! &#8212; &nbsp; Putih, menggemaskan, seperti kapas, dan berjalan di atas langit, apakah itu? Apalagi kalau bukan awan. Pernah nggak sih kamu berkhayal untuk menyentuh, mengendarai, bahkan menggigit [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-22T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-25T00:12:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Galang Kris Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Galang Kris Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\"},\"author\":{\"name\":\"Galang Kris Nanda\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/bba348ec3b0ca130148c9cb37056bf90\"},\"headline\":\"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &#038; Proses Terbentuknya\",\"datePublished\":\"2023-12-22T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-25T00:12:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\"},\"wordCount\":1505,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\",\"name\":\"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik & Proses Terbentuknya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg\",\"datePublished\":\"2023-12-22T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-25T00:12:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &#038; Proses Terbentuknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/bba348ec3b0ca130148c9cb37056bf90\",\"name\":\"Galang Kris Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Galang Kris Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/galang-kris-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik & Proses Terbentuknya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik & Proses Terbentuknya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Dengan memahami bentuk awan yang beragam, kita dapat mengetahui keadaan cuaca dalam waktu dekat, lho! Yuk, ketahui 10 jenis awan, masing-masing karakteristik, dan proses terbentuknya di artikel ini! &#8212; &nbsp; Putih, menggemaskan, seperti kapas, dan berjalan di atas langit, apakah itu? Apalagi kalau bukan awan. Pernah nggak sih kamu berkhayal untuk menyentuh, mengendarai, bahkan menggigit [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2023-12-22T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-25T00:12:47+00:00","author":"Galang Kris Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Galang Kris Nanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya"},"author":{"name":"Galang Kris Nanda","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/bba348ec3b0ca130148c9cb37056bf90"},"headline":"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &#038; Proses Terbentuknya","datePublished":"2023-12-22T03:00:00+00:00","dateModified":"2023-12-25T00:12:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya"},"wordCount":1505,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya","name":"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik & Proses Terbentuknya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg","datePublished":"2023-12-22T03:00:00+00:00","dateModified":"2023-12-25T00:12:47+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Jenis%20Awan-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/jenis-jenis-awan-dan-karakteristiknya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali 10 Jenis Awan, Karakteristik &#038; Proses Terbentuknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/bba348ec3b0ca130148c9cb37056bf90","name":"Galang Kris Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Galang Kris Nanda"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/galang-kris-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/97"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4054"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16508,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054\/revisions\/16508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}