{"id":3811,"date":"2025-01-14T08:30:28","date_gmt":"2025-01-14T01:30:28","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3811"},"modified":"2025-01-14T11:16:14","modified_gmt":"2025-01-14T04:16:14","slug":"teks-negosiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi","title":{"rendered":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &#038; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg\" alt=\"Teks Negosiasi\" width=\"820\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pada\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tag\/bahasa-indonesia-x\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Bahasa Indonesia kelas 10<\/a><\/strong>\u00a0ini, kamu akan belajar mengenai teks negosiasi, mulai dari pengertian,\u00a0<\/em><em>ciri-ciri, struktur,\u00a0<\/em><em>contoh, hingga cara membuat teks negosiasi. Yuk, belajar bersama!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pernah pergi ke toko alat-alat musik? Ada banyak banget alat musik yang dijual di sana. Mulai dari gitar, piano,\u00a0<em>bass<\/em>, hingga drum. Sayangnya, alat-alat musik biasanya harganya mahal\u00a0<em>guys<\/em>, jadi ketika membeli alat musik di toko musik, nggak jarang kita akan melakukan\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/prinsip-motif-dan-tindakan-ekonomi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tawar-menawar<\/a><\/strong>\u00a0harga dengan penjualnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain di toko musik, tawar-menawar juga sering terjadi di pasar tradisional. Siapa yang suka nemenin ibu ke pasar tradisional? Kira-kira\u00a0<em>skill<\/em>\u00a0tawar-menawar kamu udah sejago ibumu nggak, tuh?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 500px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jual%20beli%202.jpg\" alt=\"jual beli 2\" width=\"500\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Hayoo, siapa yang pernah kaya gini waktu negosiasi? (Sumber: today.line.me)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat kita melakukan tawar-menawar harga dalam proses jual beli barang, tandanya kita sedang melakukan yang namanya negosiasi. Nah,\u00a0dalam materi Bahasa Indonesia kali ini, kita akan membahas tentang teks negosiasi. Ada yang sudah tahu, apa yang dimaksud dengan teks negosiasi?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Negosiasi Menurut para Ahli<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sebelum kamu tahu apa itu teks negosiasi, kita pahami dulu, maksud dari negosiasi itu sendiri, ya. Pengertian negosiasi diungkapkan oleh beberapa ahli, seperti di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menurut Mulyadi<\/strong> (2016:147), negosiasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris, &#8216;<em>to negotiate<\/em>&#8216;, &#8216;<em>to be negotiating<\/em>&#8216;\u00a0 yang artinya &#8216;merundingkan, membicarakan kemungkinan tentang suatu kondisi, dan atau menawar&#8217;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan\u00a0<strong>menurut Robbins<\/strong> (2003), negosiasi adalah suatu proses yang didalamnya ada dua atau lebih pihak yang sedang bertukar barang dan jasa, serta berupaya menyepakati kerjasama tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menurut\u00a0Jackman<\/strong> (2005), negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Oliver<\/strong> (dalam Purwanto, 2006)\u00a0menambahkan, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Untuk itu, diperlukan persetujuan dari kedua belah pihak, sehingga terjadi proses yang saling memberi dan menerima sesuatu untuk mencapai kesepakatan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pengertian negosiasi menurut para ahli di atas, kita bisa simpulkan kalau negosiasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang memiliki kepentingan berbeda, namun menginginkan tujuan yang sama dengan adanya kesepakatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-teks-biografi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks Biografi: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Pengertian Teks Negosiasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, kita bisa tahu nih, kalau\u00a0<strong>teks negosiasi adalah\u00a0teks atau tulisan yang berisi kesepakatan antara dua belah pihak, dengan kepentingan berbeda<\/strong>.\u00a0Kesepakatan yang dimaksud ini bisa dalam berbagai keperluan, ya. Contohnya seperti kasus tawar menawar di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya, dalam kegiatan jual beli, pedagang ingin mendapat untung sebanyak-banyaknya, sedangkan pembeli ingin mendapat harga termurah. Akhirnya, dilakukanlah tawar menawar barang agar diperoleh kesepakatan bersama. Dengan tujuan, penjual masih mendapatkan untung, dan pembeli bisa mendapat barang dengan harga yang lebih murah. Paham sampai sini?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Tujuan Teks Negosiasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau ditelaah dari pengertiannya, mungkin kamu sudah bisa menebak ya,\u00a0<strong>tujuan teks negosiasi adalah\u00a0untuk mencapai kesepakatan bersama<\/strong>\u00a0antara dua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Nah, teks negosiasi nggak hanya digunakan oleh penjual dan pembeli dalam melakukan penawaran bisnis, tapi juga mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Teks Negosiasi<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti jenis teks yang lain, teks negosiasi juga memiliki karakteristik atau ciri yang membedakannya dengan teks-teks lainnya. Ciri-ciri teks negosiasi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Menghasilkan kesepakatan<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: justify;\">Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: justify;\">Memprioritaskan kepentingan bersama<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px; text-align: justify;\">Sarana untuk mencari penyelesaian<\/li>\n<li style=\"font-size: 16px; font-weight: normal; text-align: justify;\">Mengarah pada tujuan praktis<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ciri-Ciri%20Teks%20Negosiasi.jpg\" alt=\"Ciri-Ciri Teks Negosiasi\" width=\"600\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-teks-laporan-hasil-observasi-berdasarkan-strukturnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Struktur Teks Negosiasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti teks lainnya, teks negosiasi juga memiliki struktur yang perlu kamu perhatikan, terutama ketika nanti kamu ingin membuat suatu teks negosiasi.\u00a0<strong>Struktur teks negosiasi terdiri dari 6 bagian, yaitu orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, dan penutup<\/strong>.\u00a0Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Orientasi<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orientasi adalah bagian awal dari teks negosiasi. Orientasi biasanya berisi salam atau sapa antara dua belah pihak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Permintaan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, permintaan adalah bagian dimana satu\/dua belah pihak mengungkapkan permasalahan. Permasalahan ini berupa keinginan yang ingin dicapai atau diselesaikan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Pemenuhan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemenuhan adalah bagian dimana satu\/dua belah pihak dapat memenuhi sebuah permintaan atau tidak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Penawaran<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, penawaran adalah bagian puncak negosiasi. Di sini, terjadilah proses tawar menawar antara pihak satu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan bersama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Persetujuan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persetujuan adalah bagian ketika pihak satu dan lainnya sepakat\/setuju dengan keputusan hasil tawar menawar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Penutup<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, penutup adalah bagian yang menandakan kalau negosiasi telah disepakati dan berakhir. Penutup juga biasanya berisi ucapan terima kasih dan salam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kamu juga perlu mengetahui beberapa jenis teks negosiasi, nih. Ada apa aja ya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Jenis-Jenis Teks Negosiasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis teks negosiasi terbagi menjadi 3 macam, yakni teks negosiasi lisan, teks negosiasi gabungan antara narasi dan dialog, serta teks negosiasi tulisan. Berikut uraian lengkapnya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Teks Negosiasi Lisan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari namanya, mungkin kamu udah bisa nebak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau jenis teks negosiasi lisan <\/span><strong>dikemas dalam bentuk dialog<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh teksnya seperti <\/span><strong>percakapan sehari-hari <\/strong>atau <strong>dialog tentang penawaran atau kesepakatan antara kedua belah pihak<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Teks Negosiasi Gabungan antara Narasi dan Dialog<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis teks ini disajikan dalam bentuk <\/span><strong>gabungan antara narasi dan dialog<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh mudahnya bisa kamu temukan dalam <\/span><strong>cerita pendek atau cerpen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang di dalamnya terdapat negosiasi antartokoh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa baca contoh potongan cerpen berjudul <\/span><em>Sesaat Sebelum Berangkat<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">karya Puthut EA supaya makin terbayang, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-cerpen-singkat-dan-strukturnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Cerpen Singkat dan Menarik Berbagai Tema<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Teks Negosiasi Tulisan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau jenis teks negosiasi berbentuk tulisan, biasanya berupa <\/span><strong>surat penawaran kerjasama, surat penawaran barang, atau surat permintaan barang<\/strong>, <em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ketiga surat tersebut termasuk dalam <\/span><strong>surat niaga<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kira-kira, kaidah kebahasaan teks negosiasi seperti apa <\/span><em>sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? Langsung aja yuk disimak!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, teks negosiasi memiliki <\/span><strong>3 jenis kaidah kebahasaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang perlu diperhatikan. Mari kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Kalimat Persuasif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kalimat persuasif. Kalimat persuasif adalah kalimat yang sifatnya <\/span><strong>mengajak<\/strong>, <strong>membujuk<\/strong>, atau <strong>meyakinkan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">orang lain agar bersedia mengikuti apa yang dikatakan pembicara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat persuasif juga bisa diartikan sebagai kalimat yang memiliki unsur <\/span><strong>ajakan secara halus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">agar orang lain tergerak untuk mengikuti apa yang pembicara katakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk kalimat persuasif ini ada tiga jenis, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, berupa <\/span><strong>ajakan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMinggu depan kita nonton konser Coldplay, <\/span><em>yuk<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">!\u201d<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, berupa <\/span><strong>imbauan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKepada Bapak dan Ibu dimohon untuk memasang CCTV di depan pintu masuk dan di samping rumah. Hal ini untuk mengetahui dan\u00a0 mengantisipasi tingkat pencurian oleh maling yang sedang tinggi di lingkungan perumahan kita.\u201d<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, berupa <\/span><strong>permintaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya berharap seluruh siswa\/i SMA Rogu mengenakan baju adat dari daerah asal masing-masing untuk memperingati Hari Kartini minggu depan.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Pasangan Tuturan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kalimat persuasif, teks negosiasi juga memiliki pasangan tuturan. Maksudnya pasangan tuturan apa <\/span><em>tuh<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pasangan tuturan merupakan tindakan saling memberi <\/span><strong>pesan dan respons<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">antara kedua belah pihak dalam kegiatan negosiasi. Fungsi pasangan tuturan tentu saja agar pengajuan dan penawaran tersebut dapat mencapai kesepakatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh-contoh pasangan tuturan seperti ini:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengucapkan sa<\/span>lam <strong>direspons dengan<\/strong> membalas salam.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bertanya <strong>direspons dengan<\/strong> menjawab pertanyaan.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Meminta tolong <strong>direspons dengan<\/strong> memenuhi atau menolak permintaan.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menawarkan <strong>direspons dengan<\/strong> menerima atau menolak tawaran.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mengusulkan <strong>direspons dengan<\/strong> menerima <span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">atau menolak usulan.<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Kata yang Menunjukkan Kesantunan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaidah kebahasaan terakhir dalam teks negosiasi adalah <\/span><strong>kata yang menunjukkan kesantunan<\/strong>. <em>Hmm<\/em>, <span style=\"font-weight: 400;\">apakah sama dengan sopan santun? Kurang lebih, ya. Kalau ditelaah, santun dapat diartikan halus dan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, dalam negosiasi, meskipun negosiator ingin mempertahankan keinginan dan pendapatnya agar lawan bicara sepakat, tapi negosiator tetap harus menjaga tutur kata yang diucapkan agar tetap santun dan tidak terkesan memaksa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, negosiator dapat menggunakan beberapa kata seperti:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tolong, silakan, mari, cobalah, percayalah, bolehkah,<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Wih<\/em>,<span style=\"font-weight: 400;\"> kamu sudah belajar cukup banyak <\/span><em>nih<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">tentang teks negosiasi. Supaya pemahaman kamu makin mantap, kurang afdol rasanya kalau kamu tidak mencoba membuat teks negosiasi langsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Emang gimana sih<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">cara membuatnya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Cara Membuat Teks Negosiasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kamu mengetahui tentang pengertian, tujuan, ciri-ciri, <span style=\"font-weight: 400;\">struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan dari teks negosiasi, sekarang kita coba membuat teks negosiasi, yuk!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana ya caranya? Nah, ada beberapa langkah dalam membuat teks negosiasi. Kamu bisa perhatikan dengan baik <em>step by step<\/em>\u00a0nya berikut ini, ya.\u00a0<em>Check it out!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Langkah-Langkah%20Membuat%20Teks%20Negosiasi.jpg\" alt=\"Langkah-Langkah Membuat Teks Negosiasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Persiapan dan perencanaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap ini, kamu bisa menentukan\u00a0<strong>tema\u00a0kegiatan negosiasi<\/strong>. Misalnya, temanya adalah kegiatan jual beli. Atau bisa juga kegiatan negosiasi untuk menentukan kebijakan tertentu di suatu perusahaan, dan sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Menentukan pihak-pihak yang berkaitan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kegiatan negosiasi, perlu ditetapkan\u00a0<strong>pihak-pihak yang berkaitan<\/strong>. Misalnya temanya tentang jual beli, maka tentukan siapa yang berperan sebagai penjual dan siapa yang berperan sebagai pembeli.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Menentukan hal yang dinegosiasikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu\u00a0perlu menentukan\u00a0<strong>apa yang ingin dinegosiasikan<\/strong>\u00a0dalam teks tersebut. Misalnya temanya jual beli, lalu apa yang diperjualbelikan? Apakah berupa barang atau berupa jasa? Lalu, tentukan juga\u00a0<strong>waktu dan tempat<\/strong>\u00a0negosiasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Menyiapkan penyampaian argumen<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap ini, masing-masing pihak\u00a0<strong>mengutarakan apa yang diinginkan<\/strong>\u00a0secara bijaksana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Merancang kegiatan tawar menawar dan penyelesaian masalah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kegiatan ini, dilakukan\u00a0<strong>tawar-menawar<\/strong>\u00a0antara pihak-pihak yang terlibat\u00a0untuk mencapai sebuah kesepakatan. Misalnya temanya adalah jual beli,\u00a0maka tawar-menawarnya bisa berupa kesepakatan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>6. Menentukan penutup<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap ini merupakan tahap terakhir yang menutup proses negosiasi. Misalnya, antara kedua pihak saling mengucapkan\u00a0<strong>terima kasih dan salam<\/strong>. Selain itu, jika negosiasi yang dilakukan\u00a0<strong>bersifat formal<\/strong>, maka bisa juga ditutup dengan\u00a0<strong>kesepakatan tertulis dan penandatanganan dokumen<\/strong>\u00a0tertentu antara pihak yang terlibat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>7. Menulis struktur teks negosiasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, langkah-langkah di atas tadi kan masih berupa\u00a0<em>outline<\/em>\u00a0atau kerangka. Di tahap ini, kamu bisa menuliskan\u00a0struktur teks negosiasi, kemudian\u00a0<strong>sesuaikan kerangka tadi dengan struktur teks negosiasi<\/strong>\u00a0ini. Seperti yang tadi sudah dibahas, struktur teks negosiasi terdiri atas\u00a0orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, dan penutup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>8. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menyesuaikan kerangka dengan struktur, kamu tinggal\u00a0<strong>mengembangkannya menjadi sebuah teks utuh<\/strong>. Jangan lupa, ya! Saat proses mengembangkan kerangka menjadi teks, kamu harus memperhatikan\u00a0<strong>kaidah kebahasaan<\/strong>\u00a0yang digunakan agar teks negosiasi mudah diterima dan dimengerti oleh pembaca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\"><strong>Contoh Teks Negosiasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Oke, nggak afdhol rasanya kalau kita sudah bahas teorinya, tapi belum masuk ke contohnya, ya. Supaya kamu semakin paham mengenai materi teks negosiasi, berikut\u00a0contoh teks negosiasi singkat\u00a0yang bertemakan kegiatan jual beli. Coba kamu perhatikan dengan seksama, ya!<\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembeli: &#8220;Permisi Pak, saya mau beli gitar ini. Berapa harganya, ya?&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual: &#8220;Kalau gitar yang itu harganya 750 ribu, Nak.&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembeli: &#8220;Harganya boleh kurang nggak, Pak?&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual: &#8220;Hmmm, boleh. Mau nawar berapa, Nak?&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembeli: &#8220;600 ribu aja Pak, gimana?&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual: &#8220;Wah! Harga segitu rasanya tidak bisa, Nak.&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembeli: &#8220;Kalau 625 ribu?&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual: &#8220;Naikin dikit Nak, 650 ribu Bapak lepas gitar ini.&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembeli: &#8220;Oke deh Pak, saya setuju. Ini uangnya, ya.&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual: &#8220;Terima kasih, Nak. Ini gitarnya.&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembeli: &#8220;Terima kasih, Pak.&#8221;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-teks-negosiasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Jenis dan Strukturnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekian materi mengenai pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur,\u00a0cara membuat, hingga\u00a0contoh teks negosiasi. Apakah artikel ini sudah cukup jelas? Jika belum, kamu bisa loh, tonton\u00a0penjelasan lengkapnya di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>! Kamu bisa belajar lewat video beranimasi yang dilengkapi juga dengan latihan soal dan rangkuman, lho. Pasti makin paham,\u00a0deh!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.ruangguru.livestudents&amp;hl=id\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zabadi, Fairul, dan Sutejo. (2015). <em>Bahasa Indonesia<\/em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><\/p>\n<p>Pengertian Teks Negosiasi: Jenis, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Dan Pembahasannya [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-teks-negosiasi\/#G_Struktur_Teks_Negosiasi<\/p>\n<p>https:\/\/repository.uin-suska.ac.id\/2499\/3\/BAB%20II.pdf<\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Jual Beli di Pasar\u2019 [Daring]. Tautan:https:\/\/obs.line-scdn.net\/0hsq205GzQLF4PSTqKMDlTCTUfLzE8JT9da399QF8ncmkjKmkKMCxlbS4bezxxK2sAZi9kOC5NN293LTwMOy9l\/w580 (Diakses: 19 Januari 2022)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada\u00a0artikel Bahasa Indonesia kelas 10\u00a0ini, kamu akan belajar mengenai teks negosiasi, mulai dari pengertian,\u00a0ciri-ciri, struktur,\u00a0contoh, hingga cara membuat teks negosiasi. Yuk, belajar bersama! &#8212; &nbsp; Kamu pernah pergi ke toko alat-alat musik? Ada banyak banget alat musik yang dijual di sana. Mulai dari gitar, piano,\u00a0bass, hingga drum. Sayangnya, alat-alat musik biasanya harganya mahal\u00a0guys, jadi ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg"],"_edit_lock":["1736828033:1"],"_oembed_07def5bea058428e48db3b922b2d1c5a":["{{unknown}}"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-01-20","2023-05-08","2024-01-03"],"_aioseo_title":["Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &amp; Cara Membuatnya"],"_aioseo_description":["Artikel ini membahas tentang teks negosiasi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, contoh, hingga cara membuat teks negosiasi. Yuk, belajar bersama!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_oembed_bd0360a3c6f95655245632dd011c59e1":["{{unknown}}"],"_oembed_203af48768a40b64d7716f33d924d4de":["{{unknown}}"],"_oembed_8bc17c41ea58263c919960c137c917f9":["{{unknown}}"],"_oembed_ea4615080a633afb8faafe9967ce324c":["{{unknown}}"],"_oembed_8c280a003da3b7b0a713eeb6d99a2769":["{{unknown}}"],"_oembed_3f465a7be86b20572d35d2a4287d6c88":["{{unknown}}"],"_knawatfibu_alt":["Teks Negosiasi"],"_oembed_5a2f3ea1d10e8b7e118bda92f7542964":["{{unknown}}"]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-3811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &amp; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &amp; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada\u00a0artikel Bahasa Indonesia kelas 10\u00a0ini, kamu akan belajar mengenai teks negosiasi, mulai dari pengertian,\u00a0ciri-ciri, struktur,\u00a0contoh, hingga cara membuat teks negosiasi. Yuk, belajar bersama! &#8212; &nbsp; Kamu pernah pergi ke toko alat-alat musik? Ada banyak banget alat musik yang dijual di sana. Mulai dari gitar, piano,\u00a0bass, hingga drum. Sayangnya, alat-alat musik biasanya harganya mahal\u00a0guys, jadi ketika [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-14T01:30:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-14T04:16:14+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &#038; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2025-01-14T01:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-14T04:16:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\"},\"wordCount\":1837,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\",\"name\":\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur & Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-14T01:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-14T04:16:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &#038; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur & Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur & Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Pada\u00a0artikel Bahasa Indonesia kelas 10\u00a0ini, kamu akan belajar mengenai teks negosiasi, mulai dari pengertian,\u00a0ciri-ciri, struktur,\u00a0contoh, hingga cara membuat teks negosiasi. Yuk, belajar bersama! &#8212; &nbsp; Kamu pernah pergi ke toko alat-alat musik? Ada banyak banget alat musik yang dijual di sana. Mulai dari gitar, piano,\u00a0bass, hingga drum. Sayangnya, alat-alat musik biasanya harganya mahal\u00a0guys, jadi ketika [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-01-14T01:30:28+00:00","article_modified_time":"2025-01-14T04:16:14+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &#038; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10","datePublished":"2025-01-14T01:30:28+00:00","dateModified":"2025-01-14T04:16:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi"},"wordCount":1837,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg","keywords":["Bahasa Indonesia X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi","name":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur & Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg","datePublished":"2025-01-14T01:30:28+00:00","dateModified":"2025-01-14T04:16:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Teks%20Negosiasi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teks-negosiasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur &#038; Cara Membuatnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3811"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3811\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21813,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3811\/revisions\/21813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}