{"id":376,"date":"2025-01-03T07:00:00","date_gmt":"2025-01-03T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=376"},"modified":"2025-01-03T10:58:38","modified_gmt":"2025-01-03T03:58:38","slug":"fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui","title":{"rendered":"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png\" alt=\"Header - Fakta Seru - Sejarah Mata Uang Indonesia\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Mata uang Indonesia mengalami sejarah yang cukup panjang. Bahkan, setelah merdeka, kita tidak langsung menggunakan mata uang Rupiah, loh! Terus, pakai apa dong? Yuk, baca sampai habis artikel ini untuk tahu jawabannya!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang tahu sejarah mata uang Indonesia? Uang Rupiah yang kita gunakan saat ini, ternyata telah melalui berbagai perubahan, <em>lho<\/em>! Nyatanya, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, kita tidak langsung menggunakan Rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama Rupiah baru diresmikan beberapa tahun setelah proklamasi. Nah, sekarang, pastinya kamu penasaran kan mata uang apa yang digunakan saat wilayah Nusantara ini masih berbentuk kerajaan, sampai berubah menjadi republik seperti sekarang?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut sejarah lengkap mata uang Indonesia dari masa ke masa yang bisa kamu ketahui. <em>Check this out<\/em>!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Mata Uang Nusantara pada Zaman Kerajaan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum merdeka, Indonesia masih bernama Nusantara, yang menjadi tempat dari banyak kerajaan. Seperti contohnya kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit, kerajaan Medang Mataram (Mataram Kuno), dan sebagainya. Pada masa itu, jual beli menggunakan uang sudah banyak digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, <span style=\"font-weight: bold;\">uang yang beredar bukan uang kertas, melainkan logam<\/span>. Bahan dasar uang logam tersebut biasanya berupa <span style=\"font-weight: bold;\">emas atau perak<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Masa Kerajaan Hindu-Buddha<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa ini, masing-masing kerajaan biasanya memiliki mata uang sendiri. Di awal abad ke-12, kerajaan Jenggala membuat mata uang dari emas dan perak yang disebut <span style=\"font-weight: bold;\">Krisnala (uang Ma)<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pada abad ke-9, kerajaan Buton menggunakan <span style=\"font-weight: bold;\">uang Kampua<\/span>. Sekitar abad ke-14 sampai ke-16, kerajaan Majapahit menggunakan <span style=\"font-weight: bold;\">uang Gobog<\/span> yang terbuat dari tembaga. Uang ini juga banyak digunakan sebagai benda keramat, loh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Uang%20Gobog%20-%20Kerajaan%20Majapahit.png\" alt=\"Uang Gobog - Kerajaan Majapahit\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Uang Gobog dari kerajaan Majapahit (Sumber: bi.go.id)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-fungsi-jenis-dan-syarat-uang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Uang, Jenis, Fungsi, dan Syaratnya<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Masa Kerajaan Islam<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Islam mulai berkembang di Nusantara, muncul juga mata uang dari kerajaan-kerajaan Islam, seperti kerajaan Samudra Pasai, kerajaan Aceh, kerajaan Jambi, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, mata uang yang dikeluarkan kerajaan Islam, bertuliskan bahasa Arab. Misalnya, uang kerajaan Jambi yang pada sisi belakangnya bertuliskan Arab \u201cSanat 1256\u201d dan pada sisi depan bertuliskan \u201cCholafat al Mukmin\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada juga di kerajaan Samudra Pasai, menggunakan <span style=\"font-weight: bold;\">mata uang Dirham<\/span> yang terbuat dari emas. Uang yang bentuknya seperti koin tersebut memiliki ukiran nama Sultan dengan gelar Malik Az-Zahrir atau Malik At-Tahir.<\/p>\n<p class=\"caption\" style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9850\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/6KmeePT7Dg8DL5Eo4yHNw9CzqZ32RA-689x339-1.jpg\" alt=\"uang Indonesia - Mata uang kerajaan Samudera Pasai \" \/><\/p>\n<p class=\"caption\" style=\"text-align: center;\"><em>Gambar mata uang kerajaan Samudera Pasai (Sumber: vcoins.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Mata Uang Indonesia pada Masa Penjajahan Belanda<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah Belanda datang dan menjajah kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah nusantara, mereka berusaha untuk mengganti semua mata uang asing yang beredar di sana. Pemerintah Hindia Belanda (wilayah Indonesia sebelum merdeka) mendirikan De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828. De Javasche Bank inilah yang menjadi cikal bakal Bank Indonesia sekarang ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat itu, <span style=\"font-weight: bold;\">De Javasche Bank mengeluarkan mata uang Sen dan Gulden<\/span>. Kedua mata uang tersebut digunakan khusus hanya di wilayah Hindia Belanda saja.<\/p>\n<p class=\"caption\" style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9851\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/Wayang-10-YR-1.jpg\" alt=\"uang indonesia - Contoh mata uang Gulden\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Contoh mata uang Gulden (Sumber: uang-kuno.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Mata Uang Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uang Belanda yang telah beredar sebelumnya, akhirnya ditarik dari peredaran saat kedatangan para penjajah Jepang pada tahun 1942. Jepang menarik semua uang terbitan Belanda dan menggantinya dengan uang mereka sendiri yang diterbitkan oleh Bank Nanpo Kaihatsu Ginko. Perbedaan yang paling terlihat adalah <span style=\"font-weight: bold;\">perubahan dari tulisan De Javasche Bank (Belanda), ke tulisan De Japansche Regeering (Jepang)<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kamu tahu nggak, sebagai upaya untuk menarik hati masyarakat Indonesia, saat masa pendudukan Jepang akan berakhir, Jepang akan menerbitkan mata uang baru menggunakan bahasa Indonesia. Mata uang tersebut adalah Rupiah Hindia Belanda.<\/p>\n<p class=\"caption\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9852\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/NLI-125c-499x485-1.jpg\" alt=\"uang indonesia - Contoh mata uang De Japansche Regeering\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Contoh mata uang De Japansche Regeering (Sumber: panix.com)<\/em><\/p>\n<p class=\"caption\" style=\"text-align: left; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tugas-dan-wewenang-bank-sentral\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bank Sentral: Pengertian, Sejarah, Tugas &amp; Wewenang\u00a0<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Mata Uang Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Kedatangan NICA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, kondisi keuangan Indonesia cukup memburuk. Semua mata uang baru yang beredar banyak digunakan dalam transaksi, baik itu mata uang terbitan Hindia Belanda maupun terbitan Jepang. Saat itu, <span style=\"font-weight: bold;\">Indonesia memiliki 4 jenis mata uang yang sah<\/span>, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">De Javasche Bank<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">De Japansche Regeering<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dai Nippon emisi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dai Nippon Teikoku Seibu<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini semakin diperburuk dengan kedatangan tentara sekutu yang dikenal dengan sebutan NICA (Netherlands Indies Civil Administration). <span style=\"font-weight: bold;\">NICA menarik semua uang yang beredar di Indonesia dan menggantinya dengan \u201cGulden NICA\u201d atau uang NICA<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pejuang pada saat itu menolak uang NICA karena menampilkan Ratu Wilhelmina, lambang kerajaan dan bahasa Belanda. Saat uang tersebut memasuki pulau Jawa, Bung Karno mendeklarasikan bahwa uang NICA adalah ilegal.<\/p>\n<p class=\"caption\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9853\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/uang_een_gulden_nica_thn_1943-689x404-1.jpg\" alt=\"uang indonesia - Contoh Gulden NICA \" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Contoh Gulden NICA (Sumber: bukalapak.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Oeang Republik Indonesia (ORI)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian langsung bergerak untuk membuat mata uang sendiri. Namun sayangnya, hal ini terkendala dengan sumber daya untuk membuat dan mencetak mata uang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah perjuangan yang gigih, pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mencetak dan menerbitkan uang sendiri pada tanggal 3 Oktober 1946. Uang tersebut dikenal dengan ORI atau Oeang Republik Indonesia. <span style=\"font-weight: bold;\">ORI merupakan mata uang rupiah yang diterbitkan pertama kali<\/span>.<\/p>\n<p class=\"caption\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9854\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/ori-689x331-1.jpg\" alt=\"uang indonesia - Oeang Republik Indonesia Satu Rupiah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Oeang Republik Indonesia Satu Rupiah (Sumber: kppnternate.net)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua uang terbitan Jepang harus ditukarkan dengan ORI. Standar nilai tukar ORI ditetapkan dengan harga, 1 ORI = 50 Rupiah Hindia Belanda. Pemerintah juga menetapkan bahwa 1 ORI setara dengan 0.5 gram emas. Namun, ORI mulai mengalami masalah finansial yang menyebabkan tingkat inflasi menjadi tidak terkendali. Pada bulan Maret 1947, nilai tukar ORI merosot dari 5 Gulden NICA menjadi 0.3 Gulden NICA.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/mengenal-unsur-pengaman-uang-rupiah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Unsur-Unsur Pengaman Uang Rupiah<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemerosotan ORI sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya agresi militer Belanda yang mempersempit wilayah Republik Indonesia, pemerintah Belanda yang melakukan pemalsuan ORI untuk membuat nilainya turun akibat inflasi, serta NICA yang kerap mengintimidasi masyarakat Indonesia yang menyimpan atau menggunakan ORI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia sulit untuk menyatukan Indonesia sebagai satu kesatuan yang moneter. Sehingga, pada 1947, pemerintah memberikan mandat kepada pemerintah daerah untuk menerbitkan mata uang lokal, yaitu ORI Daerah (ORIDA) yang bertujuan menangkal mata uang NICA.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kemunculan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">ORIDA hanya berlaku sementara di daerah masing-masing. Sepanjang tahun 1947-1950, ORI-Daerah atau ORIDA terbit di beberapa provinsi, seperti Sumatra, Banten, Tapanuli, dan Banda Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kemunculan ORIDA di Sumatra<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggagas pertama kemunculan ORIDA adalah Gubernur Sumatra, Tengku Mohammad Hasan. ORIDA di Sumatra ini kemudian dikenal sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">Oeang Republik Indonesia Sumatra (ORIPS)<\/span>. Nilainya setara dengan 1 ORI. Selain itu, muncul juga ORIDA lain di wilayah Sumatra, yaitu ORITA-Tapanuli, ORIPSU-Sumatra Utara, ORIBA-Banda Aceh, ORIN-Kabupaten Nias, dan ORIAB-Kabupaten Labuhan Batu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gambar%20mata%20uang%20ORIDA%20Sumatra.png\" alt=\"gambar mata uang ORIDA Sumatra\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar ORIDA Sumatra (Sumber: bi.go.id)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kemunculan ORIDA di Jawa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 11 Agustus 1948, ORIDA di pulau Jawa pertama kali terbit dan beredar di Banten, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">Oeang Republik Indonesia Daerah Banten (ORIDAB)<\/span>. Uang ini ditandatangani oleh seorang ulama dan pahlawan nasionalis, Achmad Chatib dalam aksara Arab.\u00a0Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terbit juga ORIDA dalam bentuk surat tanda penerimaan uang yang ditanda tangani oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gambar%20mata%20uang%20ORIDA%20Banten.png\" alt=\"gambar mata uang ORIDA Banten\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar ORIDA Jawa (Sumber: bi.go.id)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/faktor-faktor-yang-memengaruhi-permintaan-dan-penawaran-uang.docx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Uang<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beredarnya berbagai jenis mata uang dan bentuk ORIDA, telah membantu Indonesia menghadapi uang NICA yang beredar di tiap daerah. Penggunaan mata uang ORI dan ORIDA berakhir seiring dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada 1 Mei 1950, pemerintahan RIS menarik ORI dan ORIDA yang beredar, kemudian menggantinya dengan mata uang RIS.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Uang Republik Indonesia Serikat (RIS)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 1 Januari 1950, terbitlah uang RIS, atau disebut juga <span style=\"font-weight: bold;\">&#8220;Uang Federal&#8221; atau &#8220;Uang DJB&#8221;<\/span>. Uang RIS ini menampilkan gambar Sukarno, selaku presiden RIS dan ditanda tangani oleh Menteri Keuangan, MR. Sjafruddin Prawiranegara. Saat itu juga, uang RIS dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Republik Indonesia Serikat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gambar%20mata%20uang%20RIS.png\" alt=\"gambar mata uang RIS\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar mata uang RIS (Sumber: bi.go.id)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerbitan uang RIS ini <span style=\"font-weight: bold;\">bertujuan untuk menghapus berbagai jenis mata uang dengan nilai tukar yang berbeda-beda<\/span>. Selain itu, Sjarifuddin mencetuskan kebijakan moneter yang dikenal dengan istilah &#8220;Gunting Sjafruddin&#8221;, yakni menggunting uang kertas De Javasche Bank versi lama dan mata uang Hindia Belanda untuk menekan inflasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan beredarnya uang RIS, berakhir pula kekacauan sirkulasi uang di Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia belum sepenuhnya bisa mengendalikan sirkulasi uang karena masih dipegang oleh De Javasche Bank (DJB).\u00a0Pada Agustus 1950, pemerintah Republik Indonesia menyatakan RIS bubar, dan Indonesia kembali ke bentuk NKRI. Dengan begitu, penggunaan mata uang RIS juga tidak berlaku lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kelahiran Bank Indonesia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal 1 Juli 1953 diperingati sebagai hari lahir Bank Indonesia. De Javasche Bank telah digantikan oleh Bank Indonesia dan bertindak sebagai bank sentral. Terdapat dua macam uang rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, yaitu uang yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia (Kementerian Keuangan) dan uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah RI menerbitkan uang kertas dan logam pecahan dibawah 5 Rupiah, sedangkan Bank Indonesia menerbitkan uang kertas dan logam pecahan diatas 5 Rupiah. Namun, dengan adanya Undang-Undang No.13\/1968, Bank Indonesia menjadi pemegang hak tunggal untuk mengeluarkan uang.<\/p>\n<p class=\"caption\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9856\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px; height: auto; max-width: 100%;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/uang-kertas-1.jpg\" alt=\"uang indonesia - Rupiah tahun 1990an \" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar uang Rupiah tahun 1990-an (Sumber: andryngebluss.blogspot.co.id)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"caption\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9857\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px; height: auto; max-width: 100%;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/Indonesian_Rupiah_IDR_banknotes2009-547x485-1.jpg\" alt=\"uang indonesia - Rupiah tahun 2000an\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar uang Rupiah tahun 2000-an (Sumber: andryngebluss.blogspot.co.id)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"caption\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9858\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Imported_Blog_Media\/nupsffsrbs51ohwhxdv3-1.png\" alt=\"uang indonesia - Rupiah baru tahun 2017 \" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar uang Rupiah tahun 2017 (Sumber: kumparan.com)\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/alasan-mengapa-setiap-negara-punya-mata-uang-yang-berbeda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan Kenapa Setiap Negara Punya Mata Uang yang Berbeda<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uang Rupiah kertas maupun logam juga selalu mengalami perkembangan, dari segi tampilan maupun ukuran. Pada tahun 2022 ini, pemerintah dan Bank Indonesia juga kembali memperbaharui Rupiah dengan desain dan ukuran yang berbeda. Uang kertas tersebut adalah Rupiah Kertas Tahun Emisi (TE) 2022. Apakah kamu sudah memiliki semua uang Rupiah baru ini?<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gambar%20uang%20rupiah%202022.jpg\" alt=\"gambar uang rupiah 2022\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar uang Rupiah tahun 2022 (Sumber: pikiranrakyat.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itulah sejarah perkembangan mata uang Indonesia dari masa ke masa. Bagaimana, teman-teman? Rupiah ternyata sudah mengalami banyak sekali perkembangan dan perubahan ya seiring dengan berkembangnya bangsa ini. Selama itu pula, telah banyak sekali pecahan Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengganti, memperbaiki, atau menyempurnakan mata uang Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai salah satu identitas dan kebanggaan bangsa, sudah seharusnya Rupiah kita jaga dan akui dengan cara tidak memalsukannya. Kamu bisa belajar lebih lanjut mengenai sejarah uang maupun materi Ekonomi lainnya dengan guru privat Ekonomi melalui <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/privat\/ekonomi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru Privat<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg-10-privat-b\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d231e5a8-4abd-4ef2-b12e-d7210d9d8a95.png\" alt=\"Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Koleksi Numismatik [Daring]. Tautan: https:\/\/www.bi.go.id\/id\/layanan\/museum-bi\/koleksi-museum\/default.aspx (Diakses pada 9 Maret 2023)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Jatmiko A. (2022) Mengenal ORIDA, Mata Uang yang Pernah Mewarnai Perjalanan Indonesia [Daring]. Tautan: https:\/\/katadata.co.id\/agungjatmiko\/ekonopedia\/6293ede343c32\/mengenal-orida-mata-uang-yang-pernah-mewarnai-perjalanan-indonesia#:~:text=ORIDA%20merupakan%20mata%20uang%20daerah,NICA%20pada%20masa%20Revolusi%20Kemerdekaan.&amp;text=Setelah%20memproklamasikan%20kemerdekaan%20pada%2017,badan%2Dbadan%20keuangan%20yang%20mapan. (Diakses pada 9 Maret 2023)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sitompul M. (2020) Riwayat Uang RIS [Daring]. Tautan: \u00a0https:\/\/historia.id\/ekonomi\/articles\/riwayat-uang-ris-vVWJW\/page\/1 (Diakses pada 9 Maret 2023)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sejarah Oeang Republik Indonesia [Daring]. Tautan: https:\/\/visual.kemenkeu.go.id\/sejarah-oeang (Diakses pada 9 Maret 2023)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mata uang Indonesia mengalami sejarah yang cukup panjang. Bahkan, setelah merdeka, kita tidak langsung menggunakan mata uang Rupiah, loh! Terus, pakai apa dong? Yuk, baca sampai habis artikel ini untuk tahu jawabannya! &#8212; &nbsp; Siapa yang tahu sejarah mata uang Indonesia? Uang Rupiah yang kita gunakan saat ini, ternyata telah melalui berbagai perubahan, lho! Nyatanya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png"],"_edit_lock":["1735876578:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa"],"_aioseo_description":["Sudah tahu sejarah uang Indonesia dari masa ke masa? Rupiah yang kita gunakan, ternyata telah melalui beragam perubahan lho! Yuk, kita cari tahu."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Sejarah Uang di Indonesia"],"_wp_old_date":["2023-03-09"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mata uang Indonesia mengalami sejarah yang cukup panjang. Bahkan, setelah merdeka, kita tidak langsung menggunakan mata uang Rupiah, loh! Terus, pakai apa dong? Yuk, baca sampai habis artikel ini untuk tahu jawabannya! &#8212; &nbsp; Siapa yang tahu sejarah mata uang Indonesia? Uang Rupiah yang kita gunakan saat ini, ternyata telah melalui berbagai perubahan, lho! Nyatanya, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-03T00:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-03T03:58:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ruangguru\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\"},\"author\":{\"name\":\"Ruangguru\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835\"},\"headline\":\"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah?\",\"datePublished\":\"2025-01-03T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-03T03:58:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\"},\"wordCount\":1668,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\",\"name\":\"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png\",\"datePublished\":\"2025-01-03T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-03T03:58:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835\",\"name\":\"Ruangguru\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ruangguru\"},\"description\":\"Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA\/SMK.\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ruangguru\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Mata uang Indonesia mengalami sejarah yang cukup panjang. Bahkan, setelah merdeka, kita tidak langsung menggunakan mata uang Rupiah, loh! Terus, pakai apa dong? Yuk, baca sampai habis artikel ini untuk tahu jawabannya! &#8212; &nbsp; Siapa yang tahu sejarah mata uang Indonesia? Uang Rupiah yang kita gunakan saat ini, ternyata telah melalui berbagai perubahan, lho! Nyatanya, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-01-03T00:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-01-03T03:58:38+00:00","author":"Ruangguru","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Ruangguru","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui"},"author":{"name":"Ruangguru","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835"},"headline":"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah?","datePublished":"2025-01-03T00:00:00+00:00","dateModified":"2025-01-03T03:58:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui"},"wordCount":1668,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui","name":"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png","datePublished":"2025-01-03T00:00:00+00:00","dateModified":"2025-01-03T03:58:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20-%20Fakta%20Seru%20-%20Sejarah%20Mata%20Uang%20Indonesia.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fakta-menarik-perubahan-uang-indonesia-yang-perlu-kamu-ketahui#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Mata Uang Indonesia dari Masa ke Masa, Bagaimana bisa Jadi Rupiah?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835","name":"Ruangguru","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ruangguru"},"description":"Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA\/SMK.","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ruangguru"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21695,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376\/revisions\/21695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}