{"id":3706,"date":"2024-12-09T12:03:00","date_gmt":"2024-12-09T05:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3706"},"modified":"2024-12-10T11:46:28","modified_gmt":"2024-12-10T04:46:28","slug":"pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas","title":{"rendered":"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg\" alt=\"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Di artikel <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sosiologi\/sosiologi-sma-kelas-12\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sosiologi Kelas 12<\/a><\/strong> kali ini, kita akan belajar mengenai kearifan lokal, dan perannya dalam pemberdayaan komunitas. Simak artikel ini hingga selesai ya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hai hai, kamu pernah nggak\u00a0 mendengar sebuah istilah bernama <strong><a href=\"\/blog\/kearifan-lokal-dan-karakteristiknya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kearifan lokal<\/a><\/strong>? Secara umum, kearifan lokal\u00a0 atau local wisdom, dipandang sebagai salah satu topik dalam ilmu masyarakat atau sosiologi nih!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kearifan lokal juga merupakan subjek penting yang bisa dimanfaatkan dalam membangun masyarakat, salah satunya dengan cara memberdayakan komunitas. Eh tapi, bingung ga dengan istilah-istilah tersebut? Kita bahas satu persatu dulu aja ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/teori-ketimpangan-sosial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teori Ketimpangan Sosial Klasik &amp; Modern<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Kearifan Lokal<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dimaksud kearifan lokal? Kearifan lokal atau <em>local wisdom<\/em> dapat dipahami dari istilahnya. <em>Local wisdom<\/em> -&gt; <em>local <\/em>berarti setempat, dan <em>wisdom <\/em>artinya kebijaksanaan atau arif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, kearifan lokal adalah <strong>gagasan-gagasan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, bernilai, tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya secara turun-temurun<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus kira-kira, apa sih fungsi dari kearifan lokal?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Fungsi Kearifan Lokal<\/span><\/h2>\n<p>Kearifan lokal ini memiliki beberapa fungsi, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Fungsi Pencegahan dan Penyelesaian Konflik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara tidak langsung, kearifan lokal menjadi alat kontrol sosial. Artinya, kearifan lokal dapat mencegah terjadinya konflik pada masyarakat setempat. Selain itu kearifan lokal juga bisa menjadi penyelesaian ketika terjadi konflik di masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya seperti pelaksanaan <strong>tradisi <em>meron\u00a0<\/em><\/strong>pada masyarakat Desa Sukolilo, Kabupaten Pati. Tradisi ini sebenarnya merupakan ritual yang dilaksanakan pada setiap bulan maulud. Tapi, jika merujuk pada asal katanya, <em>meron<\/em> dalam bahasa Jawa Kawi berarti\u00a0<em>ngamuk\u00a0<\/em>atau marah yang diejawantahkan dalam perang masal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Fungsi Pengembangan Sumber daya Manusia dan Ekonomi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kearifan lokal juga dapat difungsikan untuk memajukan potensi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya pada <strong>Desa Wisata Baduy<\/strong> di Banten yang tetap mempertahankan kearifan lokal di desanya, yang justru menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke sana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Fungsi Pelestarian Alam dan Budaya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam fungsi pelestarian alam dan budaya, kearifan lokal dapat mempertahankan kondisi alam dan budaya yang ada agar tidak hilang. Contohnya seperti sistem\u00a0<strong><em>subak\u00a0<\/em><\/strong>di Bali. Pada sistem\u00a0<em>subak<\/em>, masyarakat Bali masih melestarikan hukum adat dengan\u00a0<strong>sistem pengairan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini terccermin dari semangat gotong royong pada masyarakat dalam memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan pengairan padi dan palawija. Jadi bisa dibilang, kearifan lokal ini bukan cuma sekedar gagasan maupun nilai-nilai setempat yang bijaksana aja ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh lainnya seperti <strong>tradisi rewang alias gotong royong<\/strong> jika ada salah satu warga yang melaksanakan pernikahan di Jawa Tengah. Nah, tradisi rewang ini dilakukan secara bersama-sama dan bersifat sukarela. Tujuan dari tradisi rewang adalah agar antar masyarakat saling memudahkan dan peduli terhadap satu sama lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanya nih, tradisi rewang ini di beberapa tempat masih dilakukan sampai sekarang! Apakah di wilayah rumahmu masih ada tradisi tersebut masih dilakukan di sekitar rumahmu? Keren banget ya solidaritas antar warganya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/apa-itu-globalisasi-sosiologi-kelas-12\" rel=\"noopener\">Pengertian Globalisasi, Karakteristik, dan Prosesnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu ingin tau salah satu contoh kearifan lokal, coba simak infografis dibawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-05.jpg\" alt=\"Contoh Kearifan Lokal\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Kearifan Lokal<\/span><\/h2>\n<p>Ciri-ciri dari kearifan lokal antara lain:<\/p>\n<\/div>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Mampu bertahan dari masifnya\u00a0 budaya luar yang masuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Mampu mengakomodasi budaya luar yang masuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Mampu mengintegrasi budaya luar dengan budaya asli Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Mampu mengendalikan dan memberi arah pada perkembangan budaya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>\n<h2>Jenis-Jenis Kearifan Lokal<\/h2>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kearifan lokal dibagi menjadi dua jenis, yaitu\u00a0<em>tangible\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>intangible<\/em>. Seperti apa ya pembahasan lengkapnya?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kearifan Lokal Berwujud Nyata atau Tangible<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis Kkarifan lokal ini <strong>memiliki wujud kebendaan<\/strong>, <strong>terlihat nyata<\/strong> dan <strong>bisa disentuh<\/strong> oleh setiap orang. Berikut wujud dari kearifan lokal tangible:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Tekstual<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> penuangan kearifan lokal pada bentuk catatan tertulis. <\/span><strong>Contoh:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<strong>Prasi<\/strong> adalah lukisan pada daun lontar yang ditulis pada aksara Bali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Bangunan<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kearifan lokal yang mencerminkan nilai dan budaya masyarakat setempat yang berwujud rumah, candi hingga lumbung padi.\u00a0 <\/span><strong>Contoh: Rumah Tongkonan<\/strong> di Toraja yang dibangun dengan kaidah lokal dan sebagai simbol martabak keluarga Toraja.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Karya Seni<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">kearifan lokal yang merupakan ciptaan dan ekspresi perasaan manusia. <\/span><strong>Contoh: Wayang\u00a0<\/strong>yang memiliki cerita dengan nilai-nilai yang dapat diambil oleh masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kearifan Lokal Tidak Berwujud Nyata atau Intangible<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Kearifan lokal intangible<\/b> adalah <span style=\"font-weight: 400;\">kearifan lokal yang tidak terlihat nyata dan tidak bisa disentuh oleh setiap orang. Contoh dari kearifan lokal intangible:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Gagasan atau ide<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Nilai-nilai<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Cerita rakyat yang disebarkan secara lisan<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Dimensi Kearifan Lokal<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sekarang kita sudah tahu\u00a0nih tentang pengertian, fungsi, jenis, dan ciri-ciri dari kearifan lokal. Nah, pembahasan kearifan lokal ini ternyata juga sangat luas, karena kearifan lokal sendiri terdiri dari beberapa dimensi guys!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kearifan lokal juga ada beberapa dimensi yang perlu kamu tau. Tapi sebelumnya, kamu harus pahami dulu nih, kalau dimensi-dimensi kearifan lokal ini nggak bersifat tunggal ya! Jadi dalam satu wujud kearifan lokal, bisa aja tuh ada lebih dari satu atau dua dimensi. Dimensi tersebut diantaranya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Dimensi Pengetahuan Lokal\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kearifan lokal dilihat sebagai kemampuan masyarakat setempat untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Pengetahuan lokal warga ini menjadi manfaat bagi kehidupan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya deh, dalam mengelola hasil pertanian dan menghadapi musim pancaroba, ada kearifan lokal dari masyarakat kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka terkenal memiliki kearifan lokal yaitu leuit. Apa itu leuit? Leuit adalah lumbung padi yang digunakan untuk menyimpan hasil panen mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Dimensi Nilai Lokal\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dimensi pengetahuan lokal, kearifan lokal dipandang sebagai kemampuan masyarakat setempat untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan pada dimensi nilai lokal, kearifan lokal dipandang tingkah laku yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh\u00a0 masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pahami lagi ya, pengetahuan lokal mengacu pada cara adaptasi, sedangkan nilai lokal berkaitan dengan tingkah laku bersama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Dimensi Keterampilan Lokal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita lanjut dimensi ketiga nih, yaitu dimensi keterampilan lokal. Yang berkaitan dengan kemampuan masyarakat setempat untuk bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya masih pada masyarakat Kasepuhan Ciptagelar dengan sistem lumbung padinya atau leuit nih. Kemampuan masyarakat dalam menciptakan, mengelola, dan menjalankan leuit hingga sekarang, membuat mereka tetap bisa bertahan hidup dan memiliki cadangan pangan apabila musim tidak menentu maupun jika ada krisis pangan nih, misalnya kayak pandemi sekarang deh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Dimensi Sumber Daya Lokal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, dimensi sumber daya lokal. Hal ini berhubungan sama kemampuan masyarakat setempat untuk memanfaatkan sumber daya alam dan manusia sesuai kebutuhannya demi tercipta keseimbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, dimensi ini fokus pada peran manusianya dalam mengelola alam maupun hubungan antarwarga ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya misal dari beberapa daerah yang punya sumber daya unik yang hanya dimiliki di daerahnya, misal provinsi Riau yang kaya akan minyak kelapa sawit, yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan dan menggerakkan ekonomi mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Dimensi Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita lanjut lagi, dimensi mekanisme pengambilan keputusan lokal. Yakni berkaitan dengan kemampuan dalam menentukan keputusan suatu perkara atau memberikan kebijakan sosial lainnya. Konteks dari keputusan lokal ini, misalnya terjadi situasi dimana dibutuhkan keputusan maupun menentukan hukum adat. Keputusannya ditetapkan oleh lingkungan sosial atau masyarakatnya itu sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Dimensi Solidaritas Kelompok Lokal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah yang terakhir, yaitu dimensi solidaritas kelompok lokal yang bisa menyatukan masyarakat setempat dalam menjaga kekompakan, kebersamaan, serta rasa senasib sepenanggungan sebagai makhluk sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sekarang udah mulai paham, kan? Tentang apa itu kearifan lokal. Setelah belajar tentang kearifan lokal. Lanjut nih, kita akan bahas tentang pemberdayaan komunitas! Soalnya dua materi ini tuh ada hubungannya lho, nanti kita juga akan bahas pemberdayaan komunitas berdasarkan kearifan lokal nih.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"\/blog\/teori-evolusi-perubahan-sosial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Mengenal Teori Evolusi dalam Perubahan Sosial<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Pemberdayaan Komunitas\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan definisinya, pemberdayaan berasal dari kata \u201cdaya\u201d yang artinya kekuatan atau kemampuan nih.\u00a0 Jadi <strong>pemberdayaan<\/strong> bisa kita pahami sebagai <strong>proses atau rangkaian tindakan untuk mengubah masyarakat<\/strong> yang tadinya kurang atau belum berdaya menjadi berdaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, komunitas itu apa dong? <strong>Komunitas<\/strong> adalah <strong>kelompok yang berinteraksi atau menjalin hubungan sosial<\/strong> dan dibatasi oleh persamaan kehidupan seperti tempat, nilai sosial (value), dan minat (interest).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, <strong>pemberdayaan komunitas<\/strong> adalah <strong>proses atau rangkaian tindakan untuk mengubah suatu kelompok sosial menjadi berdaya<\/strong>. Nah, ini nih kata kuncinya, kelompok menjadi berdaya ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya gini, ada satu masyarakat yang tadinya gak bisa nih mengolah potensi alamnya. Padahal kaya banget. Berarti, nggak berdaya tuh mereka sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, lewat pemberdayaan, mereka jadi terlatih dan punya keterampilan untuk bisa mengolah potensi alamnya. Dari yang gak berdaya, jadi berdaya deh. Oke?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/apa-itu-modernisasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Modernisasi dan Segala Sesuatu Tentangnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-03.jpg\" alt=\"Kearifan Lokal - Tahukah kamu?\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pendekatan Pemberdayaan Komunitas\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu pernah melihat pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah setempat? Kalau ada, tentu pendekatan yang dilakukan untuk memberdayakan masing-masing kelompok pasti berbeda dong. Setiap daerah pasti memiliki strategi dengan pendekatan kearifan lokal. Untuk lebih jelasnya, pahami materi di bawah ini ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Eliot (dalam I.N. Sumaryadi, 2005:150), ada tiga strategi pendekatan yang dipakai dalam proses pemberdayaan komunitas atau masyarakat, antara lain adalah:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pendekatan kesejahteraan (<em>the welfare approach<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yakni pendekatan dengan cara terjun langsung untuk memberi bantuan dengan sasaran kelompok-kelompok tertentu. Contohnya, jika ada bencana alam terjadi, maka akan ada penyaluran bantuan langsung ke daerah yang terkena bencana alam tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pendekatan pembangunan (<em>the development approach<\/em>)<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: 14px;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memusatkan perhatian pada pembangunan untuk meningkatkan kemandirian, kemampuan, dan keberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Pendekatan pemberdayaan (<em>the empowerment approach<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yakni pendekatan dengan cara memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengatasi ketidakberdayaan khususnya di bidang ekonomi akibat dari kemiskinan dari proses politik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-dan-bentuk-ketimpangan-sosial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian dan Bentuk-bentuk Ketimpangan Sosial<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/1024px-Humanitarian_Aid_DVIDS246498.jpg\" alt=\"1024px-Humanitarian_Aid_DVIDS246498\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Membantu korban bencana alam sebagai contoh pendekatan kesejahteraan. (Sumber: Wikimedia Commons)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, sebagai anggota masyarakat yang mayoritas masih memegang teguh nilai dan norma leluhur, perlu dilakukan strategi pemberdayaan komunitas melalui nilai-nilai kearifan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kearifan itu sendiri dipahami sebagai seseorang dalam menggunakan akal pikirannya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pengertian lokal merujuk pada ruang lingkup kejadian yang cakupannya tidak luas atau hanya berada di satu tempat saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara terminologi, kearifan lokal (<em>local<\/em> <em>wisdom<\/em>) dapat dimaknai sebagai pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang tercipta dari hasil adaptasi suatu komunitas yang berasal dari pengalaman hidup yang disampaikan dari generasi ke generasi di komunitas tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/mengisi-liburan-sekolah-dengan-ikut-memberdayakan-komunitas-lokal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengisi Liburan Sekolah dengan Ikut Memberdayakan Komunitas Lokal<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Fokus Pemberdayaan Komunitas\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh iya, kamu tau nggak apa alasan dari dilakukannya pemberdayaan?\u00a0 Dasar dari tujuan pemberdayaan komunitas adalah untuk menjadikan masyarakat semakin cinta dengan lingkungannya, taat hukum, mengerti akan hak dan kewajiban, dan juga mensejahterakan secara mandiri masyarakatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, ada 5 hal yang bisa dijadikan <strong>fokus dalam pemberdayaan masyarakat<\/strong> dengan<strong> pendekatan ala kearifan lokal<\/strong>, yakni:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Menghormati dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia;<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Komitmen global terhadap pembangunan sosial masyarakat adat sesuai dengan konvensi yang diselenggarakan oleh ILO;<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Isu pelestarian lingkungan dan menghindari keterdesakan komunitas asli dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan;<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Meniadakan diskriminasi masyarakat asli dalam pembangunan nasional; dan<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Melakukan proses penghubungan kearifan masyarakat lokal dengan desain kebijakan serta kegiatan pemecahan masalah-masalah sosial.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-04.jpg\" alt=\"Fokus pendekatan pemberdayaan komunitas melalui kearifan lokal\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai-\u00adnilai tersebut juga meliputi kegotongroyongan, kekerabatan, musyawarah untuk mufakat, dan toleransi. Jika pemberdayaan komunitas berbasis nilai\u00ad-nilai kearifan lokal yang dilakukan secara konsisten, di kemudian hari akan menciptakan masyarakat yang berdaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini penting, karena untuk menghadapi tantangan di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pemberdayaan-komunitas-dengan-pemanfaatan-kearifan-lokal-di-abad-21\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">abad ke 21 perlu adanya pemberdayaan komunitas<\/a><\/strong> agar tercipta komunitas yang unggul.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Mudah kan! Terima kasih ya udah belajar hari ini. Kalau kamu ingin belajar lebih banyak tentang materi ini, boleh banget cek di aplikasi <a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>, ya! Di aplikasi ini, kamu bisa dapetin semua materi dan persiapan yang kamu butuhkan untuk belajar materi ini dan materi <strong>Sosiologi Kelas 12<\/strong> lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4a9feb8d-a7fd-47a1-b691-e363689581ce.jpeg\" alt=\"Ruangguru-Ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulyadi, Yad dkk. (2014) Sosiologi SMA Kelas XII. Jakarta: Yudhistira.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Akbar, F. (2017) &#8216;Pengertian dan Contoh Kearifan Lokal&#8217;, 1 Maret 2017 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.infokekinian.com\/pengertian-dan-contoh-kearifan-lokal\/#more-640 (Diakses: 27 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Humanitary Aid [Daring]. Tautan:\u00a0 upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/thumb\/0\/09\/Humanitarian_Aid_DVIDS246498.jpg\/1024px-Humanitarian_Aid_DVIDS246498.jpg\u00a0 (Diakses: 3 Februari 2022)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Artikel ini diperbarui pada 9 Desember 2024 oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\">Laras Sekar Seruni<\/a>.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel Sosiologi Kelas 12 kali ini, kita akan belajar mengenai kearifan lokal, dan perannya dalam pemberdayaan komunitas. Simak artikel ini hingga selesai ya! &#8212; &nbsp; Hai hai, kamu pernah nggak\u00a0 mendengar sebuah istilah bernama kearifan lokal? Secara umum, kearifan lokal\u00a0 atau local wisdom, dipandang sebagai salah satu topik dalam ilmu masyarakat atau sosiologi nih! [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":3706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1733805852:1"],"_aioseo_title":["Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas"],"_aioseo_description":["Apa yang dimaksud dengan kearifan lokal? Bagaimana bentuk pendekatan kearifan lokal dalam membangun pemberdayaan suatu komunitas? Simak di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2022-02-03","2024-01-17"],"_knawatfibu_alt":["Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas"]},"categories":[534,540],"tags":[76,10,37,82],"class_list":["post-3706","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","category-sosiologi-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma","tag-sosiologi-xii"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di artikel Sosiologi Kelas 12 kali ini, kita akan belajar mengenai kearifan lokal, dan perannya dalam pemberdayaan komunitas. Simak artikel ini hingga selesai ya! &#8212; &nbsp; Hai hai, kamu pernah nggak\u00a0 mendengar sebuah istilah bernama kearifan lokal? Secara umum, kearifan lokal\u00a0 atau local wisdom, dipandang sebagai salah satu topik dalam ilmu masyarakat atau sosiologi nih! [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-09T05:03:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-10T04:46:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Leo Bisma\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Leo Bisma\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\"},\"author\":{\"name\":\"Leo Bisma\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3\"},\"headline\":\"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2024-12-09T05:03:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-10T04:46:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\"},\"wordCount\":1862,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\",\"Sosiologi XII\"],\"articleSection\":[\"Sosiologi\",\"Sosiologi SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\",\"name\":\"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg\",\"datePublished\":\"2024-12-09T05:03:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-10T04:46:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3\",\"name\":\"Leo Bisma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Leo Bisma\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/leo-bisma\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Di artikel Sosiologi Kelas 12 kali ini, kita akan belajar mengenai kearifan lokal, dan perannya dalam pemberdayaan komunitas. Simak artikel ini hingga selesai ya! &#8212; &nbsp; Hai hai, kamu pernah nggak\u00a0 mendengar sebuah istilah bernama kearifan lokal? Secara umum, kearifan lokal\u00a0 atau local wisdom, dipandang sebagai salah satu topik dalam ilmu masyarakat atau sosiologi nih! [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-12-09T05:03:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-10T04:46:28+00:00","author":"Leo Bisma","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Leo Bisma","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas"},"author":{"name":"Leo Bisma","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3"},"headline":"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12","datePublished":"2024-12-09T05:03:00+00:00","dateModified":"2024-12-10T04:46:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas"},"wordCount":1862,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg","keywords":["Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA","Sosiologi XII"],"articleSection":["Sosiologi","Sosiologi SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas","name":"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg","datePublished":"2024-12-09T05:03:00+00:00","dateModified":"2024-12-10T04:46:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pendekatan%20Kearifan%20Lokal%20dalam%20Pemberdayaan%20Komunitas%20-%20Sosiologi%20Kelas%2012-02.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas | Sosiologi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3","name":"Leo Bisma","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Leo Bisma"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/leo-bisma"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3706"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21180,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706\/revisions\/21180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}