{"id":3595,"date":"2025-02-17T17:00:00","date_gmt":"2025-02-17T10:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3595"},"modified":"2025-02-19T13:46:17","modified_gmt":"2025-02-19T06:46:17","slug":"fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi","title":{"rendered":"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8"},"content":{"rendered":"<p><em><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-smp-kelas-8\">Artikel Fisika kelas 8<\/a><\/strong> ini membahas mengenai <strong>pembiasan cahaya<\/strong> dan kaitannya dengan terjadinya fenomena alam yang pernah kamu jumpai, yaitu pelangi.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Pelangi pelangi<\/em><\/p>\n<p><em>Alangkah indahmu<\/em><\/p>\n<p><em>Merah kuning hijau<\/em><\/p>\n<p><em>Di langit yang biru<\/em><\/p>\n<p><em>Pelukismu agung<\/em><\/p>\n<p><em>Siapa gerangan<\/em><\/p>\n<p><em>Pelangi pelangi<\/em><\/p>\n<p><em>Ciptaan Tuhan<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Hayooo<\/em>\u2026 Siapa yang bacanya sambil nyanyi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pasti pernah <em>dong<\/em> ngeliat pelangi. <em>Yap<\/em>, persis seperti lirik lagu di atas, pelangi terdiri dari berbagai macam warna. Ada merah, kuning, juga hijau. Warna-warna itulah yang membuat pelangi jadi indah bila dipandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Waahhh<\/em>\u2026 keren banget, ya! Tuhan bisa menciptakan pelangi. Jangan lupa bersyukur ya akan kebesaran-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em>! Tapi, kamu tahu <em>nggak<\/em> <em>sih<\/em> gimana pelangi bisa terjadi? <em>Nah<\/em>, ternyata, fenomena alam yang satu ini terjadi karena adanya peristiwa pembiasan cahaya, <em>lho<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa <em>tuh<\/em> pembiasan cahaya? Oke, kalau gitu, langsung aja <em>yuk<\/em> kita simak penjelasannya pada artikel berikut ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Pembiasan Cahaya<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, kamu sudah belajar mengenai <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-pemantulan-cahaya-dan-macam-macamnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengertian pemantulan cahaya dan macam-macamnya<\/a><\/strong>, ya. Ternyata, selain <span style=\"color: #444444;\">cahaya<\/span> dapat dipantulkan, cahaya juga dapat dibelokkan, <em>lho<\/em>. Peristiwa pembelokan cahaya inilah yang disebut dengan pembiasan cahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut definisinya, <strong>pembiasan cahaya<\/strong> adalah <strong>peristiwa pembelokan arah rambat cahaya<\/strong> karena melewati dua medium dengan kerapatan optik yang berbeda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Hukum Snellius tentang Pembiasan Cahaya<\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/terserah_FISIKA_bias_cahaya_garis_hahahaha-01.png\" alt=\"hukum snellius - pembiasan cahaya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Hmm<\/em>&#8230; Maksudnya gimana, <em>sih<\/em>?<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/tekanan-zat-padat\" rel=\"noopener\">Tekanan Zat Padat dan Penerapannya dalam Kehidupan<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, coba kamu perhatikan gambar di atas. Pada gambar tersebut, cahaya melewati dua medium dengan tingkat kerapatan yang berbeda, yaitu udara dan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Udara memiliki susunan partikel yang lebih renggang<\/strong>, sehingga molekulnya dapat bergerak dengan bebas. Berbeda dengan <strong>air<\/strong>, ia\u00a0<strong> memiliki susunan partikel yang lebih padat<\/strong>, sehingga molekulnya tidak mudah bergerak dengan bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, <strong>udara memiliki kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan air<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 400px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/giphy%20(27).gif\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Perbandingan kerapatan molekul antara air (<em>liquid<\/em>) dan udara (<em>gas<\/em>) (sumber: FuseSchool via YouTube)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besar <strong>kerapatan optik suatu medium dihubungkan dengan indeks bias<\/strong> (n). <strong>Semakin besar indeks bias <\/strong>suatu medium, artinya <strong>semakin besar pula kerapatan optik<\/strong> <strong>medium<\/strong> tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibatnya, <strong>cahaya yang melewati medium<\/strong> dengan indeks bias lebih besar (tingkat kerapatan yang besar) akan <strong>memiliki arah belok yang semakin besar pula<\/strong>. Besar kecilnya arah belok cahaya ini diukur dari bidang batas antara dua mediumnya, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, bagaimana jika suatu medium memiliki kerapatan optik yang kecil, seperti udara misalnya. Nah, hal ini berarti berlaku kebalikannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Medium dengan kerapatan optik yang kecil, berarti indeks bias medium tersebut juga kecil. Akibatnya, cahaya yang melewati medium tersebut akan memiliki arah belok yang juga semakin kecil dari bidang batas antara dua medium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Paham <em>nggak<\/em>, <em>nih<\/em>? Kalau masih belum paham, coba <em>deh<\/em> kamu perhatikan gambar berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fisika_kelas_8_-_Pembiasan_Cahaya-01.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat cahaya dibiaskan dari udara ke air (gambar A), <strong>cahaya<\/strong> akan <strong>merambat dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air memiliki indeks bias yang lebih besar dari udara (n<sub>2<\/sub> &gt; n<sub>1<\/sub>), sehingga arah belok cahaya dari bidang batas dua medium juga besar. Oleh karena itu, <strong>cahaya akan dibiaskan\/dibelokkan mendekati garis normal<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, saat cahaya dibiaskan dari air ke udara (gambar B), <strong>cahaya <\/strong>akan <strong>merambat dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udara memiliki indeks bias yang lebih kecil dari air (n<sub>1<\/sub> &lt; n<sub>2<\/sub>), sehingga arah belok cahaya dari bidang batas dua medium juga kecil. Oleh karena itu, <strong>cahaya akan dibiaskan\/dibelokkan menjauhi garis normal<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu dapat melihat perbedaannya pada gambar ya, <i>kan<\/i>?<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/hukum-newton\" rel=\"noopener\">Bunyi Hukum Newton dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus dan Contoh Soal Pembiasan Cahaya<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sampai sini semoga kamu paham ya tentang pembiasan cahaya. <i>Nah<\/i>, berikut ini ada rumus yang bisa kamu pakai untuk mengerjakan soal yang berkaitan dengan pembiasan cahaya, <i>loh<\/i>. Perhatikan dan coba kita kerjakan beberapa soal berikut, <i>yuk<\/i>!<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sssss-_Fisika_kelas_8_-_Pembiasan_Cahaya.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Contoh soal:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">1. Cahaya merambat dari air ke kaca. Jika indeks bias air adalah 1,33 dan indeks bias kaca adalah 1,54, maka hitunglah besar kecepatan cahaya di kaca jika diketahui kecepatan cahaya di air sebesar 2,25 x 10<\/span><sup style=\"background-color: transparent;\">8<\/sup><span style=\"background-color: transparent;\"> m\/s.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 547px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembiasan%20cahaya%205.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"547\" \/><\/p>\n<p>Jadi, besar kecepatan cahaya di kaca adalah <strong>1,94\u00a0x 10<sup>8<\/sup> m\/s<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">2. Cahaya merambat dari udara ke air. Jika kecepatan cahaya di udara adalah 3 x 10<\/span><sup style=\"background-color: transparent;\">8<\/sup><span style=\"background-color: transparent;\"> m\/s dan indeks bias air adalah 4\/3, maka tentukanlah besar kecepatan cahaya di air.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"background-color: transparent; width: 169px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembiasan%20cahaya%206.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"169\" \/><\/p>\n<p>Jadi, besar kecepatan cahaya di air adalah <strong>2,25 x 108 m\/s<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua contoh soal di atas merupakan sebagian kecil dari tipe soal yang akan dikeluarkan pada materi pembiasan cahaya, ya. Jadi, kamu juga bisa mengasah kemampuanmu dengan berlatih tipe-tipe soal lainnya di <strong>ruangbelajar<\/strong>. Oke?<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/ipa-kelas-8-mengenal-jenis-jenis-cermin\" rel=\"noopener\">Mengenal Jenis-Jenis Cermin di Sekitar Kamu<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh iya, kamu masih ingat, <i>nggak<\/i>? Di awal tadi, kita sempat bertanya-tanya, bagaimana <i>sih<\/i> pelangi bisa terjadi? Terus, kamu juga sudah diberi tahu kalau terjadinya pelangi itu karena adanya pembiasan cahaya. Tapi, bagaimana bisa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelangi <i>kan<\/i> warnanya banyak, ada merah, kuning, hijau, juga warna-warna yang lain. Sedangkan, di pembahasan tadi, <i>nggak<\/i> ada <i>tuh<\/i> yang ngejelasin kalau cahaya akan dibelokkan, lalu \u201ctimbul warna-warni kayak pelangi\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah loh<\/em>! Gimana, <em>tuh<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hayooo<\/em>&#8230; ada yang tahu kenapa bisa begitu?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 350px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/giphy%20(25).gif\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"350\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Kenapa, <em>hey<\/em>! Kasih tau, <em>nggak<\/em>? (sumber: giphy.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalem, <em>gengs<\/em>. Tenang aja dan nggak usah khawatir.\u00a0Penjelasannya ada di bawah ini, <em>kok<\/em>. Makanya, tetap simak, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaitan Pembiasan Cahaya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu sudah baca artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-sifat-cahaya\"><span style=\"color: #444444;\"><strong>macam-macam sifat cahaya<\/strong><\/span><\/a> belum? Kalau sudah, kamu pasti tahu salah satu dari sifat cahaya adalah dapat diuraikan. <i>Hmm<\/i>\u2026 diuraikan bagaimana maksudnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, jadi sebenarnya, cahaya putih yang biasa kita lihat ternyata tersusun dari berbagai macam warna dan warna-warna tersebut dapat diuraikan atau dipecah-pecah. Hal ini yang menyebabkan cahaya putih disebut sebagai <strong>cahaya polikromatik<\/strong>, contohnya sinar matahari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna-warna pada cahaya putih ada banyak, <i>lho<\/i>! Ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Biasanya <i>sih<\/i>, kita menyingkatnya dengan mejikuhibiniu. Sama dengan warna pada pelangi, bukan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguraian cahaya putih menjadi berbagai macam warna disebut dengan <strong>dispersi<\/strong>. Dispersi <strong>terjadi karena adanya perbedaan indeks bias tiap cahaya<\/strong>, sehingga saat cahaya dibiaskan pada suatu medium, cahaya tadi mengeluarkan berbagai macam warna seperti pelangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembiasan%20cahaya%208.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Contoh dispersi saat cahaya dibiaskan pada prisma segitiga (sumber: 7activestudio)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain gambar di atas, dispersi juga dapat terjadi saat cahaya matahari mengenai tetes-tetes air hujan. Mula-mula, cahaya matahari akan mengalami pembiasan oleh tetesan air hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah itu, warna putih pada cahaya matahari akan diuraikan menjadi warna-warna indah di langit yang kita sebut dengan pelangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 480px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/giphy%20(30).gif\" alt=\"giphy (30)\" width=\"480\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Pelangi terjadi karena pembiasan antara sinar matahari dengan tetesan air hujan (sumber: It&#8217;s Aumsum Time via YouTube)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu kamu ketahui, pelangi tidak selalu dapat dilihat saat turun hujan, <em>lho<\/em>. Alasannya karena posisi kita berdiri akan menentukan bisa atau tidaknya kita melihat pelangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar dapat melihat pelangi dengan jelas, saat hujan, kita harus berdiri membelakangi matahari. Posisi matahari juga tidak boleh terlalu tinggi. Apabila terlalu tinggi, kita tidak akan bisa melihat pelangi sama sekali. Makanya, kemungkinan terbesar pelangi akan terlihat, yaitu saat turun hujan di pagi atau sore hari.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tahukah_Kamu_2_-_Fisika_kelas_8_-_Pembiasan_Cahaya.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/macam-macam-gerak-benda-dan-contohnya\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Gerak pada Benda Beserta Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, kamu tahu <em>nggak<\/em>, <em>sih<\/em>? Peristiwa pembiasan cahaya tidak hanya menyebabkan terjadinya pelangi saja, <em>lho<\/em>! Masih banyak contoh pembiasan cahaya yang bisa kamu temui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya dapat kamu lihat pada gambar berikut ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tahukah_Kamu_1_-_Fisika_kelas_8_-_Pembiasan_Cahaya_-_logo-01.png\" alt=\"pembiasan cahaya\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, sudah terjawab <em>kan<\/em> kenapa pelangi bisa terjadi. Oh iya, kamu juga bisa <em>lho<\/em> membuat pelangi sendiri. Caranya, kamu bisa mencari tempat terbuka yang terkena sinar matahari. Lalu, semprotkan air menggunakan semprotan <em>spry<\/em> di daerah yang terkena sinar matahari tersebut. Hasilnya, kamu bisa melihat warna-warni yang muncul seperti warna pelangi. Keren, <em>nggak<\/em>? Jadi, <em>nggak<\/em> harus nunggu hujan turun <em>deh<\/em> untuk melihat pelangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em>, kamu juga dapat mempelajari materi pembiasan cahaya ini dengan lebih lengkap dan menarik lagi di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>, <em>loh<\/em>. Bagi yang belum <em>download<\/em>, <em>yuk<\/em> buruan <em>download<\/em> aplikasinya sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/download-for-desktop\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru\" width=\"800\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Fisika kelas 8 ini membahas mengenai pembiasan cahaya dan kaitannya dengan terjadinya fenomena alam yang pernah kamu jumpai, yaitu pelangi. &#8212; &nbsp; Pelangi pelangi Alangkah indahmu Merah kuning hijau Di langit yang biru Pelukismu agung Siapa gerangan Pelangi pelangi Ciptaan Tuhan &nbsp; Hayooo\u2026 Siapa yang bacanya sambil nyanyi? Kamu pasti pernah dong ngeliat pelangi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":3595,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1739947435:1"],"_wp_old_date":["2022-02-15"],"_aioseo_title":["Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi"],"_aioseo_description":["Apa itu pembiasan cahaya? Yuk, cari tahu rumus, proses, hingga contoh soalnya. Apa kaitan pembiasan cahaya dengan peristiwa terbentuknya pelangi ya?"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[513,515],"tags":[244,25,10,16],"class_list":["post-3595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-smp-kelas-8","tag-fisika-viii","tag-kelas-8","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Fisika kelas 8 ini membahas mengenai pembiasan cahaya dan kaitannya dengan terjadinya fenomena alam yang pernah kamu jumpai, yaitu pelangi. &#8212; &nbsp; Pelangi pelangi Alangkah indahmu Merah kuning hijau Di langit yang biru Pelukismu agung Siapa gerangan Pelangi pelangi Ciptaan Tuhan &nbsp; Hayooo\u2026 Siapa yang bacanya sambil nyanyi? Kamu pasti pernah dong ngeliat pelangi. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-17T10:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-19T06:46:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\"},\"author\":{\"name\":\"Hani Ammariah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"headline\":\"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8\",\"datePublished\":\"2025-02-17T10:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T06:46:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\"},\"wordCount\":1236,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png\",\"keywords\":[\"Fisika VIII\",\"Kelas 8\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Fisika\",\"Fisika SMP Kelas 8\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\",\"name\":\"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png\",\"datePublished\":\"2025-02-17T10:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T06:46:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Fisika kelas 8 ini membahas mengenai pembiasan cahaya dan kaitannya dengan terjadinya fenomena alam yang pernah kamu jumpai, yaitu pelangi. &#8212; &nbsp; Pelangi pelangi Alangkah indahmu Merah kuning hijau Di langit yang biru Pelukismu agung Siapa gerangan Pelangi pelangi Ciptaan Tuhan &nbsp; Hayooo\u2026 Siapa yang bacanya sambil nyanyi? Kamu pasti pernah dong ngeliat pelangi. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-02-17T10:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-02-19T06:46:17+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi"},"author":{"name":"Hani Ammariah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"headline":"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8","datePublished":"2025-02-17T10:00:00+00:00","dateModified":"2025-02-19T06:46:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi"},"wordCount":1236,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png","keywords":["Fisika VIII","Kelas 8","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Fisika","Fisika SMP Kelas 8"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi","name":"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png","datePublished":"2025-02-17T10:00:00+00:00","dateModified":"2025-02-19T06:46:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cfce071d-f67a-432a-a6d0-79ceb301ef06.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-peristiwa-terbentuknya-pelangi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembiasan Cahaya dan Kaitannya dengan Peristiwa Terbentuknya Pelangi | Fisika Kelas 8"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3595"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22196,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3595\/revisions\/22196"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}