{"id":3514,"date":"2025-02-14T10:00:11","date_gmt":"2025-02-14T03:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3514"},"modified":"2025-02-18T12:57:40","modified_gmt":"2025-02-18T05:57:40","slug":"mitos-fakta-cokelat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat","title":{"rendered":"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg\" alt=\"mitos dan fakta cokelat\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa benar cokelat bisa bikin jerawatan? Terus, apa benar kalau cokelat dimakan bareng mie instan, bisa bikin keracunan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan membaca artikel berikut!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"\/blog\/hari-valentine-sebuah-mimpi-buruk-bagi-para-filofobia\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">Bulan Februari<\/span><\/a>, bulannya cokelat nih, <em>guys<\/em>! Coba deh, kamu pergi ke minimarket terdekat di rumahmu, pasti lagi banyak promo cokelat, kan? Mulai dari beli 2 gratis 1, beli 1 diskon 20%, bahkan ada juga paket cokelat khusus yang digratisin kartu ucapan hingga bunga mawar merah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cPengen banget beli Kak, tapi nggak punya ayang..\u201d \u00a0 :((<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nggak papa kok, beli aja! Mungkin kamu nggak punya ayang, tapi kamu punya eyang, kan? Eyang juga mau kok, dikasih cokelat!<\/p>\n<div class=\"hs-embed-wrapper\" style=\"position: relative; overflow: hidden; width: 100%; height: auto; padding: 0px; max-width: 400px; max-height: 400px; min-width: 256px; display: block; margin: auto;\" data-service=\"giphy\" data-responsive=\"true\">\n<div class=\"hs-embed-content-wrapper\">\n<div style=\"position: relative; overflow: hidden; max-width: 100%; padding-bottom: 100%; margin: 0px;\"><iframe loading=\"lazy\" class=\"giphy-embed\" style=\"position: absolute; top: 0px; left: 0px; width: 100%; height: 100%; border: none;\" src=\"https:\/\/giphy.com\/embed\/4bjDVMrsgjoAMHCVR2\" width=\"480\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/giphy.com\/gifs\/tenaganasionalberhad-grandma-grandmother-popo-4bjDVMrsgjoAMHCVR2\">via GIPHY<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Jadi kangen eyang, deh! (Sumber: giphy.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kalau lagi promo begini, pastinya nggak sedikit nih, orang yang akhirnya kalap beli cokelat dengan berbagai rasa dan varian. Kamu kaya gini juga, nggak?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kalap beli cokelat, eh baru nyadar cokelat di rumah udah menumpuk banyak. Akhirnya, supaya nggak mubazir, kamu makan deh cokelat itu satu per satu sampai habis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus besoknya, pas lagi ngaca, tiba-tiba kamu teriak,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cAAAAAAAAA JERAWATTTT!!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, kamu menggumam,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cIni pasti gara-gara cokelat laknat itu!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>.. apa iya kamu jerawatan gara-gara kebanyakan makan cokelat?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawabannya\u2026\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>*drum rolls*<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah, tapi <em>at the same time<\/em> betul juga!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hah? Gimana tuh, maksudnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/mitos-dan-fakta-vitamin-c\" rel=\"noopener\">Mitos dan Fakta Vitamin C, Bisa Cegah COVID-19?<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Benarkah Cokelat Bikin Jerawatan?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi gini <em>guys<\/em>, kalau kamu kebanyakan makan cokelat, memang betul kamu jadi beresiko terkena serangan <span style=\"text-decoration: line-through;\">zombie<\/span> jerawat yang tiba-tiba muncul bak pangeran berkuda putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapiiiiiii, yang memicu timbulnya jerawat itu bukan kandungan <strong><em>cocoa<\/em><\/strong> (olahan biji cokelat) pada produk cokelat yang kamu makan, ya! Melainkan, kandungan <strong>gula<\/strong> beserta <strong>turunan karbohidrat lainnya<\/strong> yang ada dalam produk cokelat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fakta%20cokelat%20dan%20jerawat.jpg\" alt=\"fakta cokelat dan jerawat\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi, kalau yang kamu makan adalah <strong><em>milk chocolate<\/em><\/strong> yang merupakan produk <strong><em>dairy<\/em><\/strong> (produk olahan susu). Produk <em>dairy<\/em> memang memiliki kecenderungan untuk menyebabkan timbulnya jerawat. Hal ini karena adanya <strong>kandungan laktosa<\/strong> pada susu, yang merupakan salah satu bentuk dari <strong>gula<\/strong>. <em>Hmm<\/em>&#8230; ujung-ujungnya, gula lagi, gula lagi\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, <em>again<\/em>, kalau kamu makan cokelat terus jerawatan, penyebabnya adalah <strong>kandungan gulanya<\/strong> ya, <strong>bukan kandungan cokelatnya<\/strong>. Jangan nyalahin cokelatnya, tapi salahin gulanya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cTerus Kak, bener nggak sih, kalau makan cokelat bareng mie instan bisa bikin keracunan?\u201d<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Benarkah Makan Cokelat Bersama Mie Instan Bikin Keracunan?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kalau kabar yang satu itu, sudah dipastikan <strong><em>hoax<\/em><\/strong> ya, teman-teman! Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) sudah <a href=\"https:\/\/kominfo.go.id\/content\/detail\/16191\/hoaks-pesan-berantai-wanita-meninggal-setelah-makan-mie-goreng-mengandung-arsenic\/0\/laporan_isu_hoaks\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong>menyatakan dalam artikel<\/strong><\/a> yang dirilis pada <em>website <\/em>Kominfo, bahwa informasi tersebut adalah <em>hoax<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buat yang belum tahu atau mungkin lupa, jadi, sempat beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa ada seorang wanita yang meninggal akibat terlalu banyak mengonsumsi mie goreng yang mengandung <strong><em>Arsenic Pentoxide<\/em><\/strong>. Mie tersebut kemudian bereaksi ketika si wanita memakan cokelat, yang membuat <em>Arsenic Pentoxide<\/em> berubah menjadi <strong><em>Arsenic Trioxide<\/em><\/strong> yang sangat <strong>beracun<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, detikHealth pun <a href=\"https:\/\/health.detik.com\/berita-detikhealth\/d-3522736\/makan-cokelat-setelah-makan-mi-goreng-bisa-bikin-meninggal\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong>melakukan wawancara<\/strong><\/a> dengan ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, untuk mengetahui apakah informasi tersebut benar atau <em>hoax<\/em>. Menurut Victoria, segala jenis arsenik (terutama yang sintetik), memang tergolong produk beracun. Tapi, di dalam tubuh manusia serta hewan, <strong>memang akan selalu ditemukan arsenik dalam level yang sangat rendah<\/strong>. Kandungan arsenik dalam tubuh ini merupakan <strong>akumulasi dari makanan maupun dari udara<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Victoria menjelaskan bahwa kontaminasi arsenik atau keracunan bukannya tidak mungkin terjadi. Tapi, yang tidak mungkin adalah produsen mie yang <strong>sudah lolos sertifikasi BPOM<\/strong> (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dengan <strong>sengaja menggunakan arsenik<\/strong> sebagai bahan baku mie yang diproduksi. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa informasi tersebut adalah <em>hoax<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Victoria juga menegaskan bahwa <strong>tidak benar<\/strong> jika makan cokelat setelah makan mie bisa<strong> memicu keracunan<\/strong>, bahkan sampai<strong> meninggal <\/strong>mendadak. Menurutnya, <strong>efek samping yang bisa timbul<\/strong> adalah <strong>resiko obesitas<\/strong>, karena baik mie maupun cokelat sama-sama memiliki <strong>kalori yang cukup tinggi<\/strong>. Jadi gitu, <em>guys<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/duck-syndrome\" rel=\"noopener\">Duck Syndrome, Terlihat Bahagia tapi Sebenarnya Tertekan<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Kandungan Gizi Cokelat Secara Umum<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>By the way<\/em>, kandungan produk cokelat tuh ada apa aja sih, selain gula dan kalori? Untuk tahu jawabannya, perhatikan tabel berikut, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kandungan%20gizi%20cokelat.jpg\" alt=\"kandungan gizi cokelat\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melihat tabel tersebut, kandungan apa nih, yang paling bikin kamu terkejut? Total kalorinya yang mencapai 500 kkal? Kandungan gulanya yang mencapai 50 gram? Atau kandungan lemaknya yang mencapai 40 gram?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cPunten Kak, brb, mau cek gula darah sama kolesterol dulu\u2026..\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hei, jangan takut dulu, dong! Tabel di atas itu adalah tabel yang <strong>berlaku secara umum<\/strong>, jadi belum tentu semua produk cokelat kandungan gizinya akan sama persis dengan tabel tersebut, ya. Bisa jadi kandungan gizinya <strong>lebih banyak<\/strong> atau <strong>lebih sedikit<\/strong>. Kamu bisa <strong>cek kandungan <a href=\"\/blog\/jurusan-ilmu-gizi\" rel=\"noopener\">gizi<\/a><\/strong> tiap-tiap produk makanan <strong>pada kemasannya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lagipula, tabel itu kan kandungan gizi cokelat secara umum per 100 gram, bukan per batang cokelat. Biasanya, satu batang cokelat ukuran reguler itu berat bersihnya berkisar antara 60-80 gram. Berarti, kandungan gizinya kurang lebih setengah sampai tiga perempat tabel tersebut lah, ya. <em>Hmm<\/em>\u2026 tetep banyak sih, ya\u2026 Yaudah yuk, kita cek gula darah sama kolesterol aja, yuk\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em> tapi, meskipun kandungan gizinya terlihat serem, bukan berarti kamu harus takut buat makan cokelat, ya! Kamu tetep boleh kok, makan cokelat. Tapi, ingat! <strong>Makan secukupnya<\/strong> aja dan <strong>jangan berlebihan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada baiknya sebelum makan cokelat, kamu perhatikan dulu <strong>tabel nilai gizi<\/strong> yang terdapat pada <strong>setiap kemasan produk<\/strong> cokelat. Perhatikan seberapa banyak kalori, gula, dan lemak yang terkandung pada produk tersebut. Lalu, coba kamu perkirakan deh, kira-kira pada hari itu kamu sudah mengonsumsi berapa banyak kalori? Kalau misalnya kamu pengen makan cokelat, baiknya satu batang cokelat itu langsung kamu habiskan saat itu juga atau nggak usah dihabiskan dulu? <strong><em>Be wise of what you eat, okay<\/em><\/strong><strong>!<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/kenapa-hujan-bikin-kita-galau-mager-dan-laper\" rel=\"noopener\">Kenapa Hujan Bikin Kita Galau, Mager, dan Laper?<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em>, meskipun kalori dan gulanya cukup tinggi, tapi cokelat juga punya banyak manfaat lho, untuk kesehatan. Terutama <strong>cokelat hitam<\/strong> atau <strong><em>dark chocolate<\/em><\/strong>. Kenapa <em>dark chocolate<\/em>? Karena <em>dark chocolate<\/em> adalah cokelat yang paling <strong>banyak<\/strong> <strong>mengandung<\/strong> <strong>padatan <\/strong><strong><em>cacao<\/em><\/strong> dan paling <strong>sedikit kandungan gulanya<\/strong>, makanya rasanya cenderung pahit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, untuk bisa dianggap sebagai cokelat hitam (<em>dark chocolate<\/em>), cokelat harus mengandung setidaknya <strong>50% padatan <\/strong><strong><em>cacao<\/em><\/strong> dan <strong>tidak mengandung susu<\/strong> seperti pada <em>milk chocolate<\/em>, kecuali dalam jumlah sangat sedikit akibat adanya kontaminasi silang selama proses produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat <em>dark chocolate<\/em> bagi kesehatan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px;\">Bernutrisi tinggi<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px;\">Sebagai sumber antioksidan<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px;\">Dapat mengurangi tekanan darah<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px;\">Dapat mengurangi resiko penyakit jantung<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal; font-size: 16px;\">Dapat melancarkan peredaran darah ke otak<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/manfaat%20cokelat%20hitam%20bagi%20kesehatan.jpg\" alt=\"manfaat cokelat hitam bagi kesehatan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, manfaat itu hanya bisa kamu dapatkan dengan syarat kamu makan <em>dark chocolate<\/em>-nya nggak berlebihan, ya! <strong>Maksimal<\/strong> <strong>1 oz<\/strong> atau sekitar <strong>28 gram<\/strong> saja <strong>per hari<\/strong>. Kalau lebih dari itu, takutnya malah meningkatkan resiko obesitas atau diabetes karena kandungan kalori dan gula pada cokelat yang cukup tinggi, sekalipun yang kamu makan adalah <em>dark chocolate<\/em> yang rasanya pahit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cKalau milk chocolate, maksimal 1 oz juga kak per hari?\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, untuk produk cokelat lainnya selain <em>dark chocolate<\/em>, seperti <em>milk chocolate<\/em> dan <em>white chocolate<\/em>, mungkin sebaiknya kamu <strong>membatasi diri lebih ketat lagi<\/strong>, nih! Karena tahu sendiri kan, kandungan kalori dan gula pada <em>milk chocolate<\/em> dan <em>white chocolate<\/em> <strong>lebih tinggi<\/strong> daripada <em>dark chocolate<\/em>, jadi konsumsinya tentu harus lebih <em>wise<\/em> lagi, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, itu tadi penjelasan tentang cokelat mulai dari kandungan gizinya, hingga beberapa mitos dan fakta tentang cokelat yang beredar di masyarakat. Gimana? Seru, kan? Kalau kamu mau baca artikel seru lainnya, langsung aja cus ke ruangbaca, ya! Bisa diakses melalui <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>, lho! Yuk, <em>download<\/em> aplikasinya sekarang!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Cherney, K., Kennedy, K. \u2018A Detailed Guide to Chocolate and How to Reap the Health Benefits of Dark Chocolate\u2019, <em>Everyday Health<\/em>, [Daring]. Tautan: https:\/\/www.everydayhealth.com\/diet-nutrition\/diet\/chocolate-dark-chocolate-nutrition-facts-health-benefits-caffeine-recipes\/ (Diakses: 16 Februari 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gunnars, K., Rose, K. \u20187 Proven Health Benefits of Dark Chocolate\u2019, <em>Healthline<\/em>, [Daring]. Tautan: https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/7-health-benefits-dark-chocolate (Diakses: 16 Februari 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">WebMD Team. \u2018Health Benefits of Dark Chocolate\u2019, <em>Nourish by WebMD<\/em>, [Daring]. Tautan: https:\/\/www.webmd.com\/diet\/health-benefits-dark-chocolate#1 (Diakses: 16 Februari 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">GIF \u2018Grandma Popo\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/giphy.com\/gifs\/tenaganasionalberhad-grandma-grandmother-popo-4bjDVMrsgjoAMHCVR2 (Diakses: 16 Februari 2022)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa benar cokelat bisa bikin jerawatan? Terus, apa benar kalau cokelat dimakan bareng mie instan, bisa bikin keracunan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan membaca artikel berikut! &#8212; &nbsp; Bulan Februari, bulannya cokelat nih, guys! Coba deh, kamu pergi ke minimarket terdekat di rumahmu, pasti lagi banyak promo cokelat, kan? Mulai dari beli 2 gratis 1, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1739858119:1"],"_wp_old_date":["2022-02-19"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa benar cokelat bisa bikin jerawatan? Terus, apa benar kalau cokelat dimakan bareng mie instan, bisa bikin keracunan? Yuk, cari tahu jawabannya sekarang!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-3514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa benar cokelat bisa bikin jerawatan? Terus, apa benar kalau cokelat dimakan bareng mie instan, bisa bikin keracunan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan membaca artikel berikut! &#8212; &nbsp; Bulan Februari, bulannya cokelat nih, guys! Coba deh, kamu pergi ke minimarket terdekat di rumahmu, pasti lagi banyak promo cokelat, kan? Mulai dari beli 2 gratis 1, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-14T03:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-18T05:57:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan?\",\"datePublished\":\"2025-02-14T03:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-18T05:57:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\"},\"wordCount\":1265,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\",\"name\":\"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-14T03:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-18T05:57:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apa benar cokelat bisa bikin jerawatan? Terus, apa benar kalau cokelat dimakan bareng mie instan, bisa bikin keracunan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan membaca artikel berikut! &#8212; &nbsp; Bulan Februari, bulannya cokelat nih, guys! Coba deh, kamu pergi ke minimarket terdekat di rumahmu, pasti lagi banyak promo cokelat, kan? Mulai dari beli 2 gratis 1, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-02-14T03:00:11+00:00","article_modified_time":"2025-02-18T05:57:40+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan?","datePublished":"2025-02-14T03:00:11+00:00","dateModified":"2025-02-18T05:57:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat"},"wordCount":1265,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat","name":"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg","datePublished":"2025-02-14T03:00:11+00:00","dateModified":"2025-02-18T05:57:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mitos%20dan%20fakta%20cokelat.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mitos-fakta-cokelat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3514"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22185,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514\/revisions\/22185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}