{"id":343,"date":"2024-04-22T11:00:00","date_gmt":"2024-04-22T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=343"},"modified":"2024-04-24T16:23:50","modified_gmt":"2024-04-24T09:23:50","slug":"penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya","title":{"rendered":"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg\" alt=\"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya. Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum kita masuk ke pembahasan, coba deh kamu bayangkan ketika membaca sebuah artikel tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Mari kita coba!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kini layanan masyarakat sudah bisa memanfaatkan perpanjangan SIM secara online tepatnya melalui aplikasi Digital Korlantas Polri di mana terdapat salah satu fiturnya adalah layanan SIM Nasional Presisi Sinar jadi buat Anda pengguna ponsel berbasis Android jangan sampai salah mengunduh aplikasi pasalnya dalam layanan Play Store tidak terdapat aplikasi Sinar melainkan Digital Korlantas Polri<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Nyeseknya udah sampai ke ulu hati belum? Sering ketemu sama tulisan yang bikin kamu sesak nafas? Pasti pernah. Nah, supaya tidak terjadi kesalahan informasi dan melelahkan pembaca, dalam setiap tulisan harus diberikan tanda baca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Tanda Baca<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanda baca adalah simbol yang nggak ada hubungannya sama suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa<\/strong>. Tanda baca itu sendiri berperan <strong>menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Titik (.)<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Penanda Akhir Kalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Fungsi tanda titik yang paling umum dan paling banyak dipahami orang-orang ialah sebagai penanda pada akhir kalimat. Bukan kalimat seruan atau kalimat tanya. Kamu biasa memahaminya sebagai kalimat berita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ayah baru saja berangkat ke Yogyakarta.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ida sudah menyelesaikan artikel tentang <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/faktor-faktor-penyebab-ketimpangan-sosial\" rel=\"noopener\">Ketimpangan Sosial <\/a>kemarin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tanda di Penulisan Bagan, Ikhtisar, atau Daftar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik bisa digunakan di belakang satu huruf atau angka dalam penulisan bagan, ikhtisar, atau daftar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">II. Provinsi Jawa Barat<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kota Bekasi<\/li>\n<li>Kabupaten Bekasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Pembahasan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.1 Isi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.2 Analisa Tabel<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.3 Analisa Grafik<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Pemisah Angka pada Penanda Waktu (Jam, Menit, dan Detik)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Jarang diketahui, tanda titik juga dapat digunakan sebagai pemisah angka jam, menit, dan detik. Hal ini disebabkan tanda tersebut sering digantikan oleh titik dua (:)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pukul 06.05 (Pukul 6 lewat 5 menit)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pukul 10.18 (Pukul 10 lewat 18 menit)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Penunjukkan Jangka Waktu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Hampir serupa dengan fungsi yang ketiga, tanda titik juga berfungsi sebagai penunjukkan jangka waktu tertentu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">01.03.47 (1 jam 3 menit 47 detik)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">07.00.38 (7 jam 38 detik)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Memperjelas Jumlah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik digunakan untuk memperjelas bilangan ribuan atau kelipatannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1.000.000 kasus.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan di tol bulan lalu mencapai 1.200 kejadian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, perlu kamu ingat nih, <span style=\"font-weight: bold;\">tanda titik tidak berlaku kepada angka yang tidak menyatakan jumlah meskipun angkanya ribuan<\/span> ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tsunami di Aceh terjadi pada tahun 2004.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Perempuan itu kelahiran tahun 1999.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Peran dalam Penulisan Referensi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penulisan daftar pustaka, tanda titik digunakan setelah nama penulis, judul tulisan yang tidak mengandung tanda seru atau tanda tanya, dan tempat terbit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agung, Muhammad. 2007. <em>Media Belajar yang Asyik<\/em>. Solo: Ragam Cendekia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Tidak Digunakan pada Akhir Judul<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu tidak boleh menggunakan tanda titik pada akhir judul karangan\/artikel yang merupakan kepala karangan. Selain itu pada bagian kepala tabel, grafik, dan ilustrasi juga tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/pengertian-jenis-dan-contoh-majas\" rel=\"noopener\">Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas<\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Grafik 3.2 Angka Kematian COVID-19 di Provinsi Jawa Timur<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/blog.skillacademy.com\/cara-memulai-bisnis-rumahan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Memulai Bisnis Rumahan di Bulan Ramadan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Tidak Digunakan pada Kepala Surat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh iya tanda titik ini juga tidak boleh dipakai dalam kepala surat ya. Artinya, tanda titik tidak diperbolehkan di belakang alamat pengirim dan penerima surat, nama pengirim dan penerima surat, dan tanggal surat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepada<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">HRD PT Jaya Sentosa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Pandawa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sukabumi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/FS%20-%20Tanda%20Baca-01.jpg\" alt=\"penggunaan tanda baca titik\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Koma (,)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Diletakkan di Tengah Kalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda ini sangat sering digunakan pada tengah-tengah kalimat. Nah, tanda koma biasanya dipakai dalam suatu perincian atau pun penyebutan bilangan. Untuk penempatannya ada di belakang kata yang mengikutinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Satu, dua, tiga, \u2026.. mulai!<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ibu berbelanja keperluan memasak seperti garam, gula, kecap, dan minyak goreng.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Perbandingan Kalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda koma berperan dalam membentuk sebuah kalimat perbandingan. Tanda ini dipakai memisahkan kalimat yang setara yang didahului kata yang menunjukkan perbandingan seperti tetapi, namun, atau melainkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wahana wisata itu sungguh menyenangkan, namun cukup berbahaya bagi anak-anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Memisahkan Anak Kalimat dengan Induk Kalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda koma juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya. Dengan catatan, jika anak kalimatnya mendahului induk kalimat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tempatnya terlalu sempit, kita tidak akan gunakan tempat itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Pemisah Partikel<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda koma dipakai untuk memisahkan partikel dengan inti kalimat. Partikel ini bukan seperti partikel di materi IPA ya. Partikel dalam\u00a0 bahasa Indonesia seperti oh, ya, hmm, wah, aduh, dan bentuk lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Wah, ternyata pemandangan di sini tak kalah indahnya!<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Hmm, baiklah kalau seperti itu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kata Penghubung Antarkalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu wajib meletakkan tanda koma di belakang kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkalimat. Kata atau ungkapan tersebut misalnya oleh karena itu, namun, akan tetapi, maka dari itu, dan meskipun begitu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2026. oleh karena itu, kita harus merencanakan dengan matang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8230;&#8230; akan tetapi, peluang tim ini untuk menang masih terbuka lebar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Identitas yang Ditulis Berurutan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maksud identitas itu ialah penulisan nama dan alamat, bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat atau wilayah yang ditulis secara berurutan harus memakai tanda koma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Jakarta, 13 April 2021<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Jalan Raya Bogor KM 19, Kramat Jati, Jakarta Timur<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Memisahkan Petikan Langsung<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu menemukan percakapan dalam sebuah cerita, baik di cerpen atau novel, tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagiannya yang lain dalam kalimat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Roro bertanya, \u201cApakah kamu lupa materi tentang <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konjungsi-temporal\">konjungsi temporal<\/a>?\u201d<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">\u201cBaiklah,\u201d jawab Pak Adi, \u201csegera akan saya kerjakan hari ini.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Catatan Kaki<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penyusunan catatan kaki, tanda koma digunakan dalam penyusunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anton M. Moeliono, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017), hlm 48.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">9. Penulisan Daftar Pustaka<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada penyusunan daftar pustaka, tanda koma berfungsi sebagai pemisah bagian nama yang dibalik susunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penulisan daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">10. Penulisan Bilangan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda koma dalam hal ini dipakai pada angka persepuluhan atau bisa dipakai di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">17,2 km<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Rp90,12<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">11. Penulisan Gelar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penulisan gelar akademik, tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, marga, atau keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Hani Ammariah, S.Si<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ny. Ratu Regina, S.Kom<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">12. Kalimat Bertingkat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, tanda koma juga berperan dalam kalimat bertingkat nih. Ia dipakai buat mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kakak pertamaku, Kresno, adalah orang yang sangat kreatif.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Di sekolah kami, misalnya, masih banyak siswa dari latar belakang keluarga yang kurang mampu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">13. Menghindari Salah Baca<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata tanda koma berfungsi juga untuk menghindari salah baca\/salah penafsiran lho. Tanda ini digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam upaya pembinaan warga, kita memerlukan semangat gotong royong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandingan dengan<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Kita memerlukan semangat gotong royong dalam upaya pembinaan warga.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"\/blog\/pengertian-literasi\" rel=\"noopener\"><strong>Pengertian Literasi, Tujuan, dan Jenisnya<\/strong><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">14. Tidak Digunakan untuk Pemisahan Petikan Langsung<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda koma TIDAK dipakai untuk memisahkan petikan langsung dalam kalimat jika petikan langsung diakhiri tanda tanya atau tanda seru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\u201cKenapa kamu berbohong?\u201d tanya Devi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">\u201c<em>Visitor<\/em> blog jangan sampai turun lagi!\u201d tegas Fahri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Seru (!)<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kalimat Perintah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu memerintahkan atau menyeru kepada seseorang, maka berlaku penggunaan tanda seru di sini jika ucapanmu dituliskan. Tanda seru ini dipakai baik perintah yang sifatnya keras maupun tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tolong matikan lampu di ruang itu!<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kerjakan tugas ini sekarang juga!<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menunjukkan Ekspresi Terkejut\/Kaget<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kamu merasa kaget, terkejut, atau rasa emosi yang kuat, maka wajib menggunakan tanda seru dalam penulisan kalimatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Astaga! Apakah aku lupa mengirimkan kabar ke kamu?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kita berangkat sekarang, ayo semangat!<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Tanya (?)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menanyakan Sesuatu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namanya aja tanda tanya, sudah pasti fungsi yang pertama bertujuan untuk kalimat yang menanyakan sesuatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kapan Gulman pergi ke Bandung?<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apakah Devi sudah tahu kabar itu?<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eits, tapi <span style=\"font-weight: bold;\">tanda tanya tidak digunakan dalam kalimat tanya yang berubah bentuk menjadi penjelas<\/span> ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Sampai sekarang dia tidak tahu kenapa gurunya selalu memberikan nilai yang jelek.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pak Hasan sudah mengerti bagaimana cara mengoperasikan mesin tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Digunakan dalam Tanda Kurung<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda tanya bisa diletakkan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian dari sebuah kalimat yang masih kurang dapat dibuktikan keabsahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total dana yang dikorupsi sekitar 500 juta rupiah (?)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Memisahkan Bagian Kalimat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Memisahkan Kalimat Setara<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara dalam kalimat majemuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Akhir Pernyataan Lengkap<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lain halnya jika rangkaian tadi merupakan<span style=\"font-weight: bold;\"> pelengkap yang mengakhiri pernyataan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> Tanda titik dua tidak digunakan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita memerlukan tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Sesudah Kata atau Ungkapan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik dua ini bisa digunakan sesudah kata\/ungkapan juga lho<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua: Dwi Hatmojo Kresnoadi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Ketua: Hani Ammariah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekretaris: Salsabila Nanda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari\/Tanggal: Senin, 19 April 2021<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Waktu: 07.00 &#8211; selesai<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Di antara Identitas Penerbit<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik dua bisa dipakai di antara<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik dua di antara:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(a) jilid atau nomor dan halaman,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(b) bab dan ayat dalam kitab suci,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(c) judul dan subjudul suatu karangan, serta<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(d) nama kota dan penerbit buku dalam daftar pustaka..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Republika, 1 (2020), 34:7<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Al-Kahfi: 10<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Karangan Regina Kayo, Rahasia Hidup: Kisah di Kota Hujan, sudah terbit.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Abdillah, Fahri. 2020. 7 Jurus Jitu Melakukan Negosiasi. Purwokerto: Penerbit Lampion.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Dalam Teks Drama Setelah Kata yang Menunjukkan Pelaku<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda titik dua dipakai dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ratu: (sambil memandang ke bawah) \u201cSudahlah. Mungkin memanglah ini takdirku\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hani: (menepuk pundak Ratu) \u201cHei, ngapain ngelamun aja?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ratu: (kaget) \u201cEh, kamu Hani..\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Elipsis\/Titik-titik (&#8230;)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Penulisan Kalimat yang Terputus-putus<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda elipsis ditulis dengan cara titik-spasi-titik-spasi-titik ( . . . ). Tanda ini dipakai dalam penulisan kalimat yang terputus-putus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hmm . . . . aku juga tidak habis pikir dengan kejadian itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Penunjukkan Ada Bagian Naskah yang Dihilangkan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda elipsis dipakai juga untuk menunjukkan kalau di sebuah kalimat ada bagian yang dihilangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal yang patut dihindari . . . serta menjadi masalah yang cukup besar dalam teknik membuat website.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau <span style=\"font-weight: bold;\">bagian yang dihilangkan itu akhir dari kalimat, maka kamu perlu memakai empat titik<\/span> (&#8230; .), tiga titik penanda hilangnya bagian teks, dan satu sebagai tanda akhir kalimat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia termasuk orang yang setuju dengan \u2026 .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Hubung (-)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menyambung Huruf Kata dan Penulisan Tanggal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda hubung dipakai untuk menyambung huruf dari kata yang dieja satu per satu dan digunakan juga pada penulisan tanggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">R-u-a-n-g-g-u-r-u<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">19-08-1998<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menyambung Suku<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda hubung berfungsi untuk menyambung suku dari kata dasar dan imbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Ririn membeli baju lengan pan-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">jang di Pasar Tanah Abang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Jangan sampai kamu memberi-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">kan berita yang tidak benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pengecualian<\/strong> terhadap pemotongan suku kata jika huruf terakhir pada kata tersebut ialah huruf vokal<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik itu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bukan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik i-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">tu seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Memperjelas Hubungan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda hubung dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata\/ungkapan serta penghilangan bagian kelompok kata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">ber-evolusi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">dua puluh lima-ribuan (25 x 1.000)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba kamu bandingakan dengan ini:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">ber-revolusi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">dua-puluh-lima-ribuan (20 x 5.000)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Menyambung Unsur Kata Ulang<\/span><span style=\"background-color: #ff0000;\"><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata yang berulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">mondar-mandir, kanan-kiri<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">anak-anak, kuda-kuda<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Merangkai Kata Depan dengan Huruf Kapital<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda hubung juga dipakai untuk merangkai:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(a) se- dengan kata selanjutnya dengan awalan kapital,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(b) ke- dengan angka,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(c) angka dengan \u00ad\u00ad\u2013an,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(e) nama jabatan rangkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">se-Jawa Barat<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">era 90-an<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">mem-PHK-kan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Menteri-Sekretaris Negara<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Merangkai Unsur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rangkaian unsur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing, juga diperlukan tanda hubung lho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dia menata rambutnya se-<em>stylish<\/em> mungkin.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Jangan sampai sistem peng-<em>upload<\/em>-an data nanti mengalami gangguan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pekerjaan Ratu tolong di-<em>backup<\/em> ya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penggunaan%20tanda%20baca%20titik%20dua,%20elipsis,%20dan%20hubung.jpg\" alt=\"penggunaan tanda baca titik dua, elipsis, dan hubung\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ff0000;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a style=\"background-color: #ffffff;\" href=\"\/blog\/teknik-pernapasan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Teknik Pernafasan 4-7-8 untuk Atasi Susah Tidur<\/strong><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Pisah (\u2014)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Membatasi Penyisipan Kata<\/span><\/h3>\n<p>Jika ada pembatasan penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar konteks kalimat, maka digunakan tanda pisah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Kesuksesan itu\u2014saya yakin akan tercapai\u2014harus diperjuangkan oleh dirinya sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tanda Pisah Dua Bilangan<\/span><\/h3>\n<p>Tanda pisah dipakai juga di antara dua bilangan\/tanggal yang menunjukkan arti \u201csampai\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>2019 \u2013 2020<\/li>\n<li>Medan, 13 \u2013 20 Januari 2015<\/li>\n<li>Bandung \u2013 Surabaya<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Penegasan Keterangan Aposisi<\/span><\/h3>\n<p>Tanda pisah bisa dipakai untuk penegasan keterangan aposisi (keterangan lain) sehingga kalimat menjadi lebih jelas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Anggota komunitas itu \u2013 Shabrina, Devi, dan Nanda \u2013 sudah memberi dampak positif yang cukup besar bagi lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Kurung (())<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Mengapit Angka<\/span><\/h3>\n<p>Kamu bisa memakai tanda baca kurung untuk digunakan mengapit angka atau huruf yang merinci suatu urutan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Harta kekayaannya meliputi (a) logam mulia, (b) properti, dan (c) saham.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mengapit Huruf<\/span><\/h3>\n<p>Tanda kurung dipakai mengapit huruf atau kata yang kemunculannya di kalimat dapat dihilangkan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Pendaki amatiran tidak diperkenankan untuk mendaki sampai (puncak) Mahameru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Mengapit Keterangan<\/span><\/h3>\n<p>Kamu juga bisa menggunakan tanda kurung untuk mengapit keterangan\/penjelasan yang bukan bagian pokok dari sebuah kalimat.<\/p>\n<p>&#8211; Bukti tersebut (lihat halaman 109) mendukung pernyataannya bahwa dalam melakukan teknik negosiasi harus dilakukan secara serius.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Tambahan Keterangan<\/span><\/h3>\n<p>Untuk menjelaskan keterangan yang berupa abreviasi, digunakan pula tanda kurung.<\/p>\n<p>Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) telah mengeluarkan kebijakan penggunaan meterai 10000 dalam dokumen berharga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Kurung Siku ([ ])<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Mengapit Keterangan<\/span><\/h3>\n<p>Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan yang ada di kalimat penjelas. Nah, kalimat penjelas ini sebelumnya sudah bertanda kurung ya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>\u2013 Persamaan dari metode pengajaran itu (perbedaannya [lihat halaman 33-45] cukup signifikan) memberikan output yang kurang lebih sama dengan tujuan awal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mengapit Huruf, Kata, atau Kelompok<\/span><\/h3>\n<p>Tanda kurung siku ini bisa dipakai dalam hal pengoreksian kalimat yang ditulis oleh orang lain. Tanda ini menyatakan bahwa ada kesalahan atau kekurangan huruf pada naskah aslinya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Para pemuda juga wajib berperan dalam pemberdaya[a]n masyarakat di lingkungan sekitar tempat mereka tinggal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Garis Miring (\/)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pengganti Kata Hubung<\/span><\/h3>\n<p>Garis miring digunakan sebagai pengganti kata dan, atau, serta tiap (per).<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>pria\/wanita<\/li>\n<li>harga permen itu Rp1.000,00\/butir<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Dipakai pada Nomor Surat dan Kalimat<\/span><\/h3>\n<p>Tanda garis miring juga dipakai dalam nomor surat serta penanda rentang masa tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>No. 036\/Kep\/BKD\/2020<\/li>\n<li>Tahun Ajaran 2020\/2021<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penggunaan%20tanda%20baca%20pisah,%20kurung,%20kurung%20siku,%20dan%20miring.jpg\" alt=\"penggunaan tanda baca pisah, kurung, kurung siku, dan miring\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Apostrof (\u2018)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Penggunaan Kata Khusus<\/span><\/h3>\n<p>Dalam penulisan, tanda ini digunakan dalam penulisan nama serta kata khusus dari serapan bahasa asing.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Ahmad Syafi\u2019i (bukan \u2018Syafi i\u2019 atau \u2018Syafii\u2019)<\/li>\n<li>Surat Al-An\u2019am (bukan Al-An am atau Al-Anam)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menunjukkan Penghilangan Bagian Kata<\/span><\/h3>\n<p>Tanda apostrof juga dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau angka dalam tahun.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Deni \u2018lah orang yang menyelamatmu (\u2018lah = adalah)<\/li>\n<li>19 Februari \u201921 (\u201921 = 2021)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Petik (\u201c)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Petikan Langsung<\/span><\/h3>\n<p>Tanda petik berfungsi sebagai pengapit petikan langsung dari pembicaraan dalam naskah atau bahan tertulis lain.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>\u201cAku lapar,\u201d ucap Ratu.<\/li>\n<li>Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, \u201cBahasa negara ialah Bahasa Indonesia.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Penutup Kalimat<\/span><\/h3>\n<p>Tanda petik dipakai sebagai tanda baca ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung atau bagian kalimat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Tedy sering menjadi \u201cpengacau\u201d dalam setiap kegiatan tim di tempatnya bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Mengapit Istilah Ilmiah<\/span><\/h3>\n<p>Tanda ini juga bisa dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau memiliki arti khusus.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Dalam istilah asing, keadaan semacam inilah yang disebut sebagai \u201cjetlag\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Mengapit Judul<\/span><\/h3>\n<p>Tanda petik dipakai untuk mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>Karangan Salsabila Nanda yang berjudul \u201cPeran UKM terhadap Ekonomi Indonesia\u201d telah diterbitkan di surat kabar Republika sebagai tema besar halaman Keuangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal (\u2018)<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Mengapit Makna<\/span><\/h3>\n<p>Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang ada di dalam petikan lain.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<p>\u201cKau dengar bunyi \u2018ngiung-ngiung\u2019 tadi kah?\u201d tanya Fahri kepada Adi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mengapit Petikan di dalam Petikan Lain<\/span><\/h3>\n<p>Petik tunggal juga digunakan dalam penulisan untuk mengapit makna, terjemahan, atau ungkapan asing.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>feedback \u2018umpan balik\u2019<\/li>\n<li>shut down \u2018nonaktif\u2019<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penggunaan%20tanda%20baca%20apostrof,%20petik,%20dan%20petik%20tunggal.jpg\" alt=\"penggunaan tanda baca apostrof, petik, dan petik tunggal\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi penjelasan tentang penggunaan tanda baca beserta fungsi dan contoh penulisannya. Bagaimana? Apakah ada yang belum kamu pahami? Nah, kalau semisal kamu punya pertanyaan lain, bisa banget nih ditanyakan lewat <a href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>roboguru<\/strong><\/a>. Tinggal foto soal yang menurut kamu sulit dan nanti akan ada konsep pembahasannya. Gratis. Coba sekarang yuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a80c2f9d-5f1a-424f-b9cf-6b4c6f362d2a.jpeg\" alt=\"Roboguru Whatsapp\" width=\"648\" height=\"227\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/puebi.readthedocs.io\/en\/latest\/tanda-baca\/ (diakses 13 April 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dio Dananjaya. 2021. Ini Nama Aplikasi untuk Perpanjang SIM Secara Online. kompas.com (daring). Tautan: https:\/\/otomotif.kompas.com\/read\/2021\/04\/14\/071200115\/ini-nama-aplikasi-untuk-perpanjangan-sim-secara-online<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 22 April 2024.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya. Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut. &#8212; &nbsp; Sebelum kita masuk ke pembahasan, coba deh kamu bayangkan ketika membaca sebuah artikel tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Mari kita coba! Kini layanan masyarakat sudah bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg"],"_edit_lock":["1713950494:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-03-15"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya! Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya. Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut. &#8212; &nbsp; Sebelum kita masuk ke pembahasan, coba deh kamu bayangkan ketika membaca sebuah artikel tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Mari kita coba! Kini layanan masyarakat sudah bisa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-22T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-24T09:23:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\"},\"author\":{\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\"},\"headline\":\"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!\",\"datePublished\":\"2024-04-22T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-24T09:23:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\"},\"wordCount\":2733,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\",\"name\":\"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg\",\"datePublished\":\"2024-04-22T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-24T09:23:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\",\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya. Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut. &#8212; &nbsp; Sebelum kita masuk ke pembahasan, coba deh kamu bayangkan ketika membaca sebuah artikel tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Mari kita coba! Kini layanan masyarakat sudah bisa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-04-22T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-04-24T09:23:50+00:00","author":"Tedy Rizkha Heryansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tedy Rizkha Heryansyah","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya"},"author":{"name":"Tedy Rizkha Heryansyah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2"},"headline":"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!","datePublished":"2024-04-22T04:00:00+00:00","dateModified":"2024-04-24T09:23:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya"},"wordCount":2733,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya","name":"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg","datePublished":"2024-04-22T04:00:00+00:00","dateModified":"2024-04-24T09:23:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Tanda%20Baca%2c%20Fungsi%2c%20dan%20Contohnya%2c%20Lengkap!.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2","name":"Tedy Rizkha Heryansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tedy Rizkha Heryansyah"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=343"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17455,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/343\/revisions\/17455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}