{"id":3385,"date":"2025-08-06T15:00:31","date_gmt":"2025-08-06T08:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3385"},"modified":"2025-08-20T14:35:34","modified_gmt":"2025-08-20T07:35:34","slug":"larutan-penyangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga","title":{"rendered":"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg\" alt=\"Larutan Penyangga\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Yuk, pelajari tentang larutan penyangga, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, cara kerja, serta contoh persamaan reaksinya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/kimia\/kimia-sma-kelas-11\">artikel Kimia kelas 11<\/a><\/strong> ini!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>&#8212;<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernah nggak, kamu makan pempek, lalu sesaat kemudian merasakan perih di bagian perut? Hal itu karena di dalam kuah pempek terdapat cuka yang mengandung asam asetat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hmm, asam? Bukannya asam itu bersifat korosif? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Memang betul. Makanya, bersyukurlah kamu karena di dalam tubuh kita ada <span style=\"font-weight: bold;\">larutan penyangga<\/span>\u00a0yang bisa menyelamatkan kita dari sifat korosif asam maupun basa. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Hah? Penyangga? Apa yang disangga? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Hehe, bukan, ini bukan buat nyangga pintu biar nggak ketutup sendiri gitu. Tapi, larutan ini <strong>menyangga pH supaya tidak berubah dan tetap stabil<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> <\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/kesetimbangan-kimia-jenis-jenis-reaksi-dan-tetapan\" rel=\"noopener\">Jenis-Jenis, Persamaan Reaksi, dan Tetapan Kesetimbangan Kimia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian dan Fungsi Larutan Penyangga<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Larutan penyangga<\/span> atau\u00a0<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">sering disebut juga dengan <span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">larutan buffer adalah<\/span> larutan yang dapat <span style=\"font-weight: bold;\">menstabilkan pH<\/span> meskipun diberikan sedikit <span style=\"font-weight: bold;\">asam<\/span>, sedikit <span style=\"font-weight: bold;\">basa<\/span>, ataupun <span style=\"font-weight: bold;\">diencerkan<\/span>.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Larutan penyangga ini banyak diberikan di tempat-tempat yang &#8220;rentan&#8221; berubah pH-nya, misalnya <span style=\"font-weight: bold;\">kolam renang<\/span>. Kolam renang yang baik biasanya mencampurkan larutan penyangga ke dalam air kolamnya, agar pH air kolam bisa stabil dan tidak merusak kulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Larutan%20Penyangga.jpg\" alt=\"Fakta Larutan Penyangga\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, larutan penyangga juga terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">di dalam soda<\/span> untuk mencegah rasa asam yang melukai gigi dan jaringan di mulut. Bahkan, <span style=\"font-weight: bold;\">di dalam tubuh <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">kita<\/span>, tepatnya <span style=\"font-weight: bold;\">di dalam cairan lambung<\/span>, juga terdapat larutan penyangga, lho! Fungsinya adalah untuk <span style=\"font-weight: bold;\">mempertahankan pH lambung agar tetap stabil<\/span> meskipun di dalam lambung terdapat makanan atau minuman yang mengandung <\/span><strong><a href=\"\/blog\/mengenal-sifat-dan-klasifikasi-asam-basa\" rel=\"noopener\">asam atau basa<\/a><\/strong><span style=\"color: #000000;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kamu memakan makanan yang asam kayak&#8230; ketek. Oke, ganti contoh lain. Misalnya, <span style=\"font-weight: bold;\">jeruk<\/span>. Dengan memakan jeruk yang mengandung <span style=\"font-weight: bold;\">asam sitrat<\/span>, nantinya pH lambung kita akan berubah. Nah<em>, <\/em>larutan penyangga yang ada di dalam cairan lambung, akan &#8220;mencegah&#8221; hal ini.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 460px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/makan%20makanan%20asam.gif\" alt=\"makan makanan asam\" width=\"460\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Efek makan makanan asam (Sumber: metro.co.uk)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hmm, mungkin kamu belum bisa membayangkan seperti apa larutan penyangga itu, ya? Oke, coba aku jelasin lagi ya. Kita ambil contoh cairan lambung tadi. Di dalam cairan lambung ini, yang bertindak sebagai larutan penyangga ternyata sangat kompleks, lho. Salah satu contohnya adalah campuran <span style=\"font-weight: bold;\">ion bikarbonat (HCO<sub>3<\/sub><sup>&#8211;<\/sup>)<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">ion karbonat (CO<sub>3<\/sub><sup>2-<\/sup>)<\/span>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Campuran ini dapat <span style=\"font-weight: bold;\">mencegah perubahan pH yang drastis pada lambung<\/span>, sehingga <span style=\"font-weight: bold;\">mencegah kerusakan lambung akibat pH makanan yang berubah-ubah<\/span>. Misalkan ketika kita makan pempek tadi. Meskipun lambung kita kemasukan cuka yang bersifat asam, tapi lambung tetap aman, kan? Hal ini karena <span style=\"font-weight: bold;\">larutan penyangga dalam lambung kita dapat mengatasinya<\/span>.<\/span><\/p>\n<p>Selain di lambung, larutan penyangga ada juga di dalam <span style=\"font-weight: bold;\">darah<\/span>, lho! <span style=\"font-weight: normal;\">Di dalam darah, larutan penyangga ini ada dalam bentuk<\/span><strong> H<sub>2<\/sub>CO<sub>3<\/sub> dan HCO<sub>3<\/sub><sup>&#8211;<\/sup><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-dan-faktor-yang-memengaruhi-laju-reaksi\" rel=\"noopener\">Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Larutan penyangga ada jenis-jenisnya, lho! Apa aja sih, jenis-jenis larutan penyangga? Yuk, kita bahas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Larutan Penyangga<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ada dua jenis larutan penyangga, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">larutan penyangga asam<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">larutan penyangga basa<\/span>. <\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Larutan penyangga asam<\/span> tersusun atas <span style=\"font-weight: bold;\">asam lemah dan basa konjugasinya<\/span>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Contohnya adalah yang ada di dalam lambung tadi, yaitu campuran <span style=\"font-weight: bold;\">ion bikarbonat (HCO<sub>3<\/sub><sup>\u2013<\/sup>)<\/span> yang berperan sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">asam lemah<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">ion karbonat (CO<sub>3<\/sub><sup>2\u2013<\/sup>)<\/span> yang berperan sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">basa konjugasinya<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Jenis-Jenis%20Larutan%20Penyangga.jpg\" alt=\"Jenis-Jenis Larutan Penyangga\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jenis yang kedua, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">larutan penyangga basa<\/span>. Larutan penyangga basa terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">basa lemah dan asam konjugasinya<\/span>. Contohnya adalah campuran dari <span style=\"font-weight: bold;\">ammonia (NH<sub>3<\/sub>)<\/span> yang bertindak sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">basa lemah<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">ammonium (NH<sub>4<\/sub><sup>+<\/sup>)<\/span> yang bertindak sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">asam konjugasinya<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lalu bagaimana cara kerja dari larutan penyangga dalam menstabilkan pH?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Kerja Larutan Penyangga<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi gini, cara kerja dari larutan penyangga adalah melalui <span style=\"font-weight: bold;\">reaksi dengan spesi (zat) penyusun larutan penyangga<\/span>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Misalkan larutan penyangga dari HCO<sub>3<\/sub><sup>\u2013<\/sup> dan CO<sub>3<\/sub><sup>2\u2013<\/sup> yang ada dalam lambung kita. Saat kita makan <span style=\"font-weight: bold;\">makanan asam<\/span>, secara kimiawi, akan banyak <span style=\"font-weight: bold;\">ion H<sup>+<\/sup><\/span> yang masuk ke dalam tubuh. Masuknya H<sup>+<\/sup> ini yang membuat pH darah di tubuh kita menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">turun (asam)<\/span>. Beruntung kita punya larutan penyangga di dalam lambung yang mampu <span style=\"font-weight: bold;\">mengikat H<sup>+<\/sup><\/span>\u00a0sehingga pH darah kita kembali stabil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adapun reaksi kimia yang terjadi adalah antara salah satu penyusun larutan penyangga, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">CO<sub>3<\/sub><sup>2\u2013<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dengan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> H<sup>+<\/sup><\/span> dari asam, dengan persamaan reaksi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Contoh%20Persamaan%20Reaksi%20Larutan%20Penyangga.jpg\" alt=\"Contoh Persamaan Reaksi Larutan Penyangga\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lalu bagaimana kalau kita mengonsumsi <span style=\"font-weight: bold;\">makanan atau minuman<\/span> yang <span style=\"font-weight: bold;\">mengandung basa<\/span>? Hal ini tentu akan meningkatkan pH lambung dan membuatnya menjadi basa, dong. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Eits, tapi jangan takut! Masuknya <span style=\"font-weight: bold;\">ion OH<sup>&#8211;<\/sup><\/span> dari makanan atau minuman yang bersifat basa tadi juga akan ditangkap oleh salah satu penyusun penyangga kok, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">HCO<sub>3<\/sub><sup>\u2013<\/sup><\/span>. Reaksi kimianya bisa kamu lihat pada gambar di atas, ya!<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/konsep-reaksi-reduksi-oksidasi-kimia-kelas-10\" rel=\"noopener\">Mempelajari Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, kamu tahu nggak kenapa yang bertugas menangkap H<sup>+<\/sup> itu CO<sub>3<\/sub><sup>2\u2013<\/sup> sementara yang menangkap OH<sup>&#8211;<\/sup> itu HCO<sub>3<\/sub><sup>\u2013<\/sup> ? Coba ingat-ingat lagi <span style=\"font-weight: bold;\">sifat<\/span> dari kedua zat penyusun penyangga tadi, deh!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyusun penyangga yang <span style=\"font-weight: bold;\">bereaksi dengan ion H<sup>+<\/sup> selalu bersifat basa<\/span>, yaitu ion CO<sub>3<\/sub><sup>2\u2013<\/sup> yang merupakan <span style=\"font-weight: normal;\">basa konjugasi<\/span>. Sedangkan yang <span style=\"font-weight: bold;\">bereaksi dengan OH<sup>\u2013<\/sup><\/span> adalah penyusun penyangga yang <span style=\"font-weight: bold;\">bersifat asam<\/span>, yaitu H<sub>2<\/sub>CO<sub>3<\/sub>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain penyangga yang ada di darah, <span style=\"font-weight: bold;\">di dalam sel<\/span> di tubuh kita juga ada larutan penyangganya, lho! Adapun larutan penyangganya adalah <span style=\"font-weight: bold;\">H<sub>2<\/sub>PO<sub>4<\/sub><sup>&#8211;<\/sup> (asam)<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">HPO<sub>4<\/sub><sup>2-<\/sup> (basa konjugasi)<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apabila ada <span style=\"font-weight: bold;\">ion H<sup>+<\/sup> berlebih<\/span> yang masuk ke dalam sel, maka akan diikat oleh penyusun penyangga <span style=\"font-weight: bold;\">basa konjugasi (HPO<sub>4<\/sub><sup>2-<\/sup>)<\/span>. Sebaliknya, apabila terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">senyawa basa berlebih<\/span> di dalam cairan intrasel, maka akan ditangkap oleh penyusun penyangga <span style=\"font-weight: bold;\">berupa asamnya<\/span>, yaitu<span style=\"font-weight: bold;\"> H<sub>2<\/sub>PO<sub>4<\/sub><sup>&#8211;<\/sup><\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Itu dia pembahasan kita tentang larutan penyangga, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, cara kerja, serta contoh persamaan reaksinya. Ternyata, larutan penyangga ini punya peranan yang cukup vital bagi kita, ya! Kalau kamu ingin mempelajari materi seperti ini sambil menonton video animasi lengkap dengan infografik menarik dan latihan soal, coba aja tonton di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Sumber Gambar:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">GIF \u2018Bayi Makan Lemon\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/metro.co.uk\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/lemon.gif?quality=90&amp;strip=all&amp;zoom=1&amp;resize=480%2C393 (Diakses: 9 Maret 2022).<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, pelajari tentang larutan penyangga, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, cara kerja, serta contoh persamaan reaksinya di artikel Kimia kelas 11 ini! &#8212; &nbsp; Pernah nggak, kamu makan pempek, lalu sesaat kemudian merasakan perih di bagian perut? Hal itu karena di dalam kuah pempek terdapat cuka yang mengandung asam asetat. Hmm, asam? Bukannya asam itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":3385,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1755675194:1"],"_wp_old_date":["2022-03-10"],"_aioseo_title":["Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH?"],"_aioseo_description":["Yuk, pelajari tentang larutan penyangga, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, cara kerja, serta contoh persamaan reaksinya lengkap!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[548,550],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-3385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, pelajari tentang larutan penyangga, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, cara kerja, serta contoh persamaan reaksinya di artikel Kimia kelas 11 ini! &#8212; &nbsp; Pernah nggak, kamu makan pempek, lalu sesaat kemudian merasakan perih di bagian perut? Hal itu karena di dalam kuah pempek terdapat cuka yang mengandung asam asetat. Hmm, asam? Bukannya asam itu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-06T08:00:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T07:35:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\"},\"author\":{\"name\":\"Kresnoadi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"headline\":\"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11\",\"datePublished\":\"2025-08-06T08:00:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T07:35:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\"},\"wordCount\":926,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Kimia\",\"Kimia SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\",\"name\":\"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-06T08:00:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T07:35:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, pelajari tentang larutan penyangga, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, cara kerja, serta contoh persamaan reaksinya di artikel Kimia kelas 11 ini! &#8212; &nbsp; Pernah nggak, kamu makan pempek, lalu sesaat kemudian merasakan perih di bagian perut? Hal itu karena di dalam kuah pempek terdapat cuka yang mengandung asam asetat. Hmm, asam? Bukannya asam itu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-08-06T08:00:31+00:00","article_modified_time":"2025-08-20T07:35:34+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga"},"author":{"name":"Kresnoadi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"headline":"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11","datePublished":"2025-08-06T08:00:31+00:00","dateModified":"2025-08-20T07:35:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga"},"wordCount":926,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Kimia","Kimia SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga","name":"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg","datePublished":"2025-08-06T08:00:31+00:00","dateModified":"2025-08-20T07:35:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Larutan%20Penyangga.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/larutan-penyangga#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Larutan Penyangga, Bisakah Menstabilkan pH? | Kimia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3385"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24463,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385\/revisions\/24463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}