{"id":3349,"date":"2022-03-17T04:19:39","date_gmt":"2022-03-16T21:19:39","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3349"},"modified":"2023-12-19T07:50:45","modified_gmt":"2023-12-19T00:50:45","slug":"prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan","title":{"rendered":"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg\" alt=\"Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Di Artikel ekonomi kelas 12 ini, kita akan mempelajari prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang harus dipenuhi saat membuat laporan keuangan. Yuk kita belajar!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu bertugas menjadi bendahara di kelas? Terlepas iya atau tidak, kita sudah pasti mengerti bukan, bahwa bendahara akan bertugas untuk mengurus hal-hal keuangan termasuk membuat laporan keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, membuat laporan keuangan tentunya harus sesuai dengan kaidah informasi di <a href=\"\/blog\/pengertian-akuntansi-dan-manfaatnya\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">akuntansi<\/a>, <em>guys!<\/em> Ada beberapa <strong>prinsip dasar akuntansi,<\/strong> akuntansi pakai \u201cn\u201d ya <em>guys<\/em>, bukan prinsip dasar akutansi. Prinsip dasar akuntansi yang harus kamu jadikan pedoman, <em>lho<\/em>. Prinsip-prinsip ini berguna supaya laporan <span style=\"color: #434856;\"><a href=\"https:\/\/www.blogbangbot.com\/search\/label\/keuangan\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\" style=\"color: #434856;\">keuangan<\/a><\/span> yang kamu buat tersusun sesuai dengan prosedur akuntansi.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kira-kira, apa saja ya <strong>prinsip dasar akuntansi<\/strong> itu? Yuk kita pelajari secara lengkap di artikel ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/mengenal-konsep-persamaan-dasar-akuntansi\" rel=\"noopener\">Mengenal Konsep Persamaan Dasar Akuntansi<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 20px;\"><strong>Prinsip Dasar Akuntansi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan materi ajar Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII, dijelaskan bahwa akuntansi memiliki 10 prinsip dasar sebagai pedoman untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi. Berikut adalah daftarnya prinsip akuntansi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">1. Prinsip Biaya Historis (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Historical Cost Principle<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip ini mengharuskan kita untuk melakukan <strong>pencatatan terhadap biaya yang dikeluarkan<\/strong> untuk mendapatkan suatu barang.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, jadi dalam memahami prinsip ini, kita harus menghitung seluruh transaksi keuangan, baik itu nilai barang, jasa, atau hal-hal lainnya yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut, sampai siap untuk dipakai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya <em>nih<\/em>, saat kamu beli AC, jangan dihitung harga AC-nya <em>aja, <\/em>tetapi kamu juga harus memperhitungkan biaya lainnya, seperti biaya angkut dan biaya pemasangan AC.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Revenue Recognition Principle<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendapatan adalah aliran harta yang masuk (aktiva) yang didapat dari penyerahan barang\/jasa. Aliran yang terjadi akibat transaksi unit usaha tersebut, dihitung pada suatu periode tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah, <\/em>prinsip akuntansi ini mengharuskan kita <strong>mencatat \u201charta\u201d itu sebagai pendapatan<\/strong>. Contohnya yaitu jika perusahaan kita mendapatkan 1 juta rupiah dari hasil penjualan mobil. Itu artinya, selain diakui sebagai \u201charta\u201d, 1 juta rupiah tersebut juga harus dimasukkan ke dalam \u201cpendapatan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga:&nbsp;<a href=\"\/blog\/ekonomi-kelas-12-bagaimana-analisis-transaksi-dan-pencatatannya-dalam-persamaan-dasar-akuntansi\" rel=\"noopener\"> Analisis Transaksi dan Pencatatannya dalam Persamaan Dasar Akuntansi<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">3. Prinsip Mencocokkan (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Matching Principle<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kita memahami prinsip biaya historis dan pengakuan pendapatan, kita bahas prinsip ketiga, yakni prinsip pencocokan atau <em>matching principle. <\/em>Sesuai dengan namanya yakni <em>matching <\/em>artinya mempertemukan atau mencocokkan. <em>&nbsp;&nbsp;<\/em>Prinsip dasar akuntansi ini berkaitan dengan prinsip kedua yakni <strong>mempertemukan pendapatan.&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Nah bedanya, pendapatan tersebut kita cocokkan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat bertransaksi<\/strong>. Tujuannya, untuk agar kita dapat mengetahui, apakah sebuah perusahaan yang dihitung laporan&nbsp; keuangannya, dalam situasi untung atau rugi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika pendapatan lebih besar dari beban, artinya perusahaan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil dari beban, berarti perusahaan menderita kerugian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-03.jpg\" alt=\"10 Prinsip dasar akuntansi laporan keuangan\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/ekonomi-kelas-12-penggolongan-akun\" rel=\"noopener\">5 Macam Penggolongan Akun dalam Akuntansi Jasa<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">4. Prinsip Konsistensi (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Consistency Principle<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa nih yang suka <em>sebel<\/em> kalo baca laporan keuangan, tapi formatnya berubah-ubah dari periode satu, ke yang lainnya? Karna laporan keuangan akan diserahkan ke orang lain, maka penting untuk menulis laporan keuangan yang mudah dipahami oleh pembaca ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu hal penting yang harus diterapkan dalam membuat laporan keuangan yakni konsistensi, yakni dalam hal metode dan standar yang digunakan dalam proses akuntansi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode dan standar yang digunakan dalam proses akuntansi <strong>harus diterapkan secara konsisten.<\/strong> Misalnya, perusahaan kamu menggunakan sistem <em>accrual <\/em>basis. <em>Nah<\/em>, seharusnya, sistem ini tidak boleh bergonta-ganti dengan sistem lain seenaknya karena jika tidak konsisten, ini akan menyulitkan <a href=\"\/blog\/mengetahui-daftar-pengguna-informasi-akuntansi\" rel=\"noopener\"><strong><span>para pengguna informasi akuntansi <\/span><\/strong><\/a>untuk membandingkan laporan keuangan pada periode yang berbeda.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">5. Prinsip Pengungkapan Secara Lengkap (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Full Disclosure<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenapa kita membuat laporan keuangan? Ya, sudah pasti agar orang lain bisa menilai bahwa transaksi keuangan kita transparan dan bisa dinilai seutuhnya dengan objektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip ini mengharuskan <strong>penyajian informasi di laporan keuangan secara lengkap<\/strong>. Kenapa? Karena para pemakai informasi akuntansi akan mengambil keputusan berdasarkan laporan keuangan yang lengkap. Membuat laporan keuangan secara lengkap sangat penting, karena bila tidak lengkap, akan timbul banyak pertanyaan terkait kondisi keuangan perusahaan.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/mengetahui-daftar-pengguna-informasi-akuntansi\" rel=\"noopener\">Mengetahui Daftar Pemakai Informasi Akuntansi<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Intermezo! Bagi kamu yang lagi fokus berjuang mempersiapkan diri hadapi UTBK, yuk gabung program #PelatnasUTBK dari Ruangguru. <span>Dengan bergabung di dalam #PelatnasUTBK, kamu juga bisa menerima program harian yang dirancang khusus oleh tim Ruangguru untuk membantu persiapanmu, lho!<\/span>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/utbk-sbmptn\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/954443f6-2375-4aa5-aa74-651da534db93.jpeg\" width=\"801\" height=\"195\" alt=\"IDN CTA Blog UTBK Center Ruangguru 2022\" \/><\/a><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">6. Prinsip Entitas Ekonomi (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Economic Entity Principle<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke kita lanjut ke prinsip berikutnya, yakni prinsip entitas ekonomi. Maksud dari entitas itu apa? Dalam bidang ekonomi, Entitas artinya sebuah badan atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha atau finansial untuk kepentingan diri sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip entitas ekonomi adalah sistem informasi ekonomi dari suatu perusahaan, <strong>harus berdiri sendiri<\/strong>. Kita <strong>tidak boleh mencampurkan laporan keuangan<\/strong> akuntansi antara perusahaan dengan pribadi maupun pihak lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya begini, Pak Tono memiliki sebuah perusahaan, dan usahanya tersebut memiliki arus kas dengan transaksi keuangan tertentu. Sebagai pemilik perusahaan tersebut, Pak Tono ingin mengetahui status keuangan perusahaannya melalui laporan keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, laporan keuangan tersebut, harus disusun secara terpisah dari hal-hal yang berkaitan dengan transaksi pribadi milik Pak Tono, yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha. Lalu, dari contoh ini, kira-kira apa manfaat prinsip entitas ekonomi bagi akuntansi? Tujuan utamanya adalah agar kekayaan milik perusahaan, tidak tercampur dengan kekayaan pribadi pemilik perusahaan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">7. Prinsip Periode Akuntansi<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk membuat laporan keuangan yang rapi, diperlukan juga pembatas penghitungan yakni berupa jangka waktu aktivitas akuntansi. Jangka waktu pelaporan keuangan perusahaan harus <strong>dibatasi oleh periode tertentu.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip periode akuntansi dibutuhkan, agar laporan keuangan menjadi jelas kurun waktunya. Jangka waktu periode akuntansi ini juga bermacam-macam, bergantung pada kesepakatan dan konsistensi antara laporan keuangan sebelumnya.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu periode pencatatan laporan keuangan bisa terjadi dalam kurun waktu satu bulan, tiga bulan, 4 bulan, enam bulan, atau satu tahun. Misalnya, perusahaan yang menggunakan periode akuntansi satu bulan, berarti dihitung saat menjalankan usaha mulai dari 1 Januari sampai 1 Februari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/7-karakteristik-yang-mempengaruhi-kualitas-sistem-informasi-akuntansi\" rel=\"noopener\">7 Karakteristik Yang Mempengaruhi Kualitas Sistem Informasi Akuntansi<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-04.jpg\" alt=\"Metode sistem pencatatan akuntansi\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">8. Prinsip Satuan Moneter<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip dasar akuntansi selanjutnya, yakni prinsip satuan moneter. Sesuai dengan peraturan keuangan yang berlaku pada suatu negara, setiap transaksi yang akan dicatat dalam akuntansi harus menggunakan satuan moneter, <em>guys!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maksudnya dari satuan moneter adalah, satuan uang atau mata uang yang digunakan dalam penghitungan laporan keuangan. Apakah menggunakan rupiah, dollar, atau mata uang lainnya.&nbsp; segala bentuk pencatatan transaksi harus <strong>dinyatakan dalam<\/strong> <strong>bentuk satuan mata uang.<\/strong> Misalnya, mata uang rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">9. Prinsip Kesinambungan Usaha (<\/span><\/strong><strong><em><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">Going Concern<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">)<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat kita mendirikan usaha, sudah pasti kita menginginkan agar usaha tersebut terus berjalan dan mendapatkan keuntungan, bukan? Sama halnya dengan akuntansi, salah satu prinsip akuntansi yang harus dipegang yakni suatu entitas ekonomi tersebut harus terus berjalan.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip ini menganggap bahwa sebuah usaha ekonomi akan <strong>terus berjalan secara berkesinambungan<\/strong>, kecuali ada peristiwa khusus yang bisa menghentikannya.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/siklus-akuntansi-perusahaan-jasa\" rel=\"noopener\">Tahapan Pengikhtisaran Akuntansi pada Perusahaan Jasa<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 16px; color: #434343;\">10. Prinsip Materialitas<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sekarang kita sudah sampai ke prinsip akuntansi terakhir, yakni prinsip materialitas. Hal utama dalam prinsip materialitas adalah mengakui adanya pengukuran dan pencatatan akuntansi secara material atau bernilai. Artinya, suatu informasi akuntansi punya nominal dan bisa dijual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi tertentu, apabila memiliki nilai nominal atau dapat memengaruhi para penggunanya dalam pengambilan keputusan, maka informasi tersebut memiliki nilai materialitas.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/tahap-pencatatan-akuntansi-perusahaan-jasa\" rel=\"noopener\">Apa Saja Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan Jasa?<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itu tadi <strong>10 prinsip dasar akuntansi<\/strong> yang harus kamu ketahui dalam sistem informasi akuntansi. Prinsip akuntansi ini tentunya penting dan harus diperhatikan demi menjaga standar dan kualitas informasi akuntansi itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana, sudah siap untuk membuat laporan keuangan-mu sendiri? Kalau masih belum yakin, bisa banget nih cek-cek materi tentang akuntansi lainnya di bagian Ekonomi Kelas 12 di aplikasi Ruangguru! Ada ribuan video belajar beranimasi yang bisa kamu simak penjelasannya di <a href=\"https:\/\/edu.ruangguru.com\/belajar?shortlink=eaff0eb9&amp;pid=blog\" style=\"color: #2299a9;\"><strong><span>ruangbelajar<\/span><\/strong><\/a>!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/utbk-sbmptn\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/954443f6-2375-4aa5-aa74-651da534db93.jpeg\" width=\"801\" height=\"195\" alt=\"IDN CTA Blog UTBK Center Ruangguru 2022\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<br \/><\/strong><span>Alam S. 2016. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Artikel ini pertama kali ditulis oleh Tedy Rizkha Heryansyah, diperbarui oleh Leo Bisma tanggal 17 Maret 2022.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Artikel ekonomi kelas 12 ini, kita akan mempelajari prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang harus dipenuhi saat membuat laporan keuangan. Yuk kita belajar!<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":3349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702947045:1"]},"categories":[541,547],"tags":[334,76,10,37],"class_list":["post-3349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-ekonomi-sma-kelas-12","tag-ekonomi-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di Artikel ekonomi kelas 12 ini, kita akan mempelajari prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang harus dipenuhi saat membuat laporan keuangan. Yuk kita belajar!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-16T21:19:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-19T00:50:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Leo Bisma\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Leo Bisma\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\"},\"author\":{\"name\":\"Leo Bisma\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3\"},\"headline\":\"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2022-03-16T21:19:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T00:50:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\"},\"wordCount\":1244,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg\",\"keywords\":[\"Ekonomi XII\",\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Ekonomi SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\",\"name\":\"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg\",\"datePublished\":\"2022-03-16T21:19:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T00:50:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3\",\"name\":\"Leo Bisma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Leo Bisma\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/leo-bisma\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Di Artikel ekonomi kelas 12 ini, kita akan mempelajari prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang harus dipenuhi saat membuat laporan keuangan. Yuk kita belajar!","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-03-16T21:19:39+00:00","article_modified_time":"2023-12-19T00:50:45+00:00","author":"Leo Bisma","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Leo Bisma","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan"},"author":{"name":"Leo Bisma","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3"},"headline":"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12","datePublished":"2022-03-16T21:19:39+00:00","dateModified":"2023-12-19T00:50:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan"},"wordCount":1244,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg","keywords":["Ekonomi XII","Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Ekonomi","Ekonomi SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan","name":"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg","datePublished":"2022-03-16T21:19:39+00:00","dateModified":"2023-12-19T00:50:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/EKO12%20-%20Prinsip%20Dasar%20Akuntansi%20dalam%20Membuat%20Laporan%20Keuangan-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-dasar-akuntansi-dalam-membuat-laporan-keuangan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan | Ekonomi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c3e028ce27ef57f04d1519ea3f029bc3","name":"Leo Bisma","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Leo Bisma"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/leo-bisma"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3349"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16315,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3349\/revisions\/16315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}