{"id":3115,"date":"2025-08-06T13:00:28","date_gmt":"2025-08-06T06:00:28","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3115"},"modified":"2025-08-20T14:28:55","modified_gmt":"2025-08-20T07:28:55","slug":"apa-itu-titrasi-asam-basa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa","title":{"rendered":"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &#038; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg\" alt=\"Titrasi Asam Basa\" width=\"820\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/kimia\/kimia-sma-kelas-11\">artikel Kimia kelas 11<\/a><\/strong> kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang titrasi asam basa, mulai dari pengertian, alat dan bahan, cara melakukan, jenis-jenis titrasi asam basa, kurva, dan contoh perhitungannya!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>&#8212;<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Halo, teman-teman! Pernah nggak kamu mendengar tentang titrasi <\/span><strong><a href=\"\/blog\/mengenal-sifat-dan-klasifikasi-asam-basa\" rel=\"noopener\">asam basa<\/a><\/strong><span style=\"color: #000000;\">? Atau mungkin kamu sudah mempelajarinya di sekolah?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, ketika mempelajari titrasi asam basa di sekolah, kita akan diajak bereksperimen di laboratorium kimia nih, oleh guru kita! Eksperimen apa, tuh? Tentunya eksperimen titrasi asam basa, dong!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Eksperimen yang dilakukan akan membutuhkan beberapa peralatan, di antaranya yaitu buret dan labu erlenmeyer. Kayak gini nih, ilustrasinya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 300px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/alat%20titrasi.png\" alt=\"alat titrasi\" width=\"300\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Alat titrasi (Sumber: wikimedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Ei<span style=\"color: #000000;\">ts<\/span><\/em>, sebelum membahas lebih jauh, ketahui dulu yuk pengertian dari titrasi asam basa!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Titrasi Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya, <span style=\"font-weight: bold;\">titrasi adalah<\/span> metode analisis untuk menentukan kemolaran atau <span style=\"font-weight: bold;\">konsentrasi<\/span> suatu zat di dalam larutan, menggunakan konsep <span style=\"font-weight: bold;\">reaksi kimia<\/span>. Jadi, <span style=\"font-weight: bold;\">titrasi asam basa adalah<\/span> suatu<\/span><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">prosedur<\/span> yang dilakukan saat kita ingin menentukan <span style=\"font-weight: bold;\">kemolaran atau konsentrasi<\/span> suatu <span style=\"font-weight: bold;\">as<span style=\"color: #000000;\">am atau basa\u00a0<\/span><\/span><span style=\"color: #000000; font-weight: normal;\">dengan menggunakan konsep penetralan asam-basa.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000; font-weight: normal;\">Nah, untuk melakukan titrasi asam basa, kamu butuh beberapa alat dan bahan, nih. Apa aja ya, alat dan bahan yang dibutuhin?<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Alat dan Bahan dalam Proses Titrasi Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam titrasi asam basa, kamu akan membutuhkan <span style=\"font-weight: bold;\">titran (titer), buret, titrat, labu erlenmeyer, <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">indikator kimia<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Alat%20dan%20Bahan%20Titrasi%20Asam%20Basa.jpg\" alt=\"Alat dan Bahan Titrasi Asam Basa\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Titran (Titer)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Titran adalah <span style=\"font-weight: bold;\">zat yang digunakan untuk mentitrasi<\/span>. Titran disebut juga sebagai titer. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Titran ini merupakan larutan standar yang telah diketahui secara pasti <span style=\"font-weight: bold;\">konsentrasinya<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> misalnya asam kuat atau basa kuat. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Nah, pada titrasi asam basa, posisi titran terletak pada <span style=\"font-weight: bold;\">buret<\/span>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Buret<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Buret adalah alat laboratorium berupa <span style=\"font-weight: bold;\">kaca berbentuk silinder<\/span> dengan bagian bawah <span style=\"font-weight: bold;\">mengerucut<\/span>. Buret memiliki <span style=\"font-weight: bold;\">garis ukur<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">sumbatan keran<\/span> pada bagian bawahnya. Sumbatan keran ini berfungsi untuk <span style=\"font-weight: normal;\">menjaga<\/span> agar cairan yang diisikan ke dalam buret dapat <span style=\"font-weight: bold;\">menetes secara presisi<\/span> sesuai kehendak pelaku eksperimen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">c. Titrat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrat adalah larutan sampel yang akan <span style=\"font-weight: bold;\">dianalisis<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">atau ditentukan konsentrasinya<\/span>. Jadi, titrat inilah yang nantinya akan kita ubah atau kita hitung konsentrasinya, dengan meneteskan sejumlah zat titran ke dalamnya melalui buret. Pada titrasi asam basa, posisi titrat terletak pada <span style=\"font-weight: bold;\">labu erlenmeyer<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">d. Labu Erlenmeyer<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Labu erlenmeyer adalah alat laboratorium berupa <span style=\"font-weight: bold;\">gelas kaca<\/span><\/span> dengan <span style=\"font-weight: bold;\">ujung kepala dan leher yang kecil<\/span> kemudian <span style=\"font-weight: bold;\">melebar<\/span> terus <span style=\"font-weight: bold;\">hingga bagian bawahnya<\/span>. Labu erlenmeyer biasa dipakai untuk menampung bahan kimia yang berbentuk <span style=\"font-weight: bold;\">cair<\/span>. Bagian kepala dan lehernya yang kecil berfungsi untuk mengurangi resiko cairan kimia <span style=\"font-weight: bold;\">tumpah<\/span> atau <span style=\"font-weight: bold;\">menyiprat<\/span> ke luar.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">e. Indikator Kimia<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Indikator kimia adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kapan suatu sampel (titrat) telah habis bereaksi. Ketika titrat dengan titran sudah <span style=\"font-weight: bold;\">tepat bereaksi<\/span> atau <span style=\"font-weight: bold;\">habis bereaksi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, maka dapat dibilang bahwa eksperimen tersebut sudah mencapai <span style=\"font-weight: bold;\">titik ekuivalen<\/span><\/span>. Ketika telah melampaui titik ekuivalen, maka akan terjadi <span style=\"font-weight: bold;\">perubahan warna<\/span> yang spesifik.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Indikator kimia yang biasa digunakan yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">indikator pp<\/span> atau\u00a0<em><span style=\"font-weight: bold;\">phenolptalein<\/span>.\u00a0<\/em>Indikator ini diteteskan sebanyak <span style=\"font-weight: bold;\">1-2 tetes<\/span> ke dalam <span style=\"font-weight: bold;\">titrat<\/span>. Kalau <span style=\"font-weight: bold;\">tidak diteteskan<\/span>, maka titrat <span style=\"font-weight: bold;\">tidak bisa berubah warna<\/span>, sehingga kita tidak akan tahu kapan titik ekuivalennya terjadi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/kesetimbangan-kimia-jenis-jenis-reaksi-dan-tetapan\" rel=\"noopener\">Kesetimbangan Kimia, Jenis-Jenis, Persamaan Reaksi, dan Tetapannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Melakukan Titrasi Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Oke, sudah tahu pengertian dan alat bahan untuk melakukan titrasi, sekarang saatnya kamu tahu langkah-langkah dalam proses titrasi asam basa agar kamu mengerti cara melakukannya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Eits<\/em>, tapi ingat! <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Don&#8217;t try this at home!<\/em><\/span> Alias <span style=\"font-weight: bold;\">jangan melakukan eksperimen ini sendiri di rumah, ya!<\/span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses titrasi asam basa melibatkan larutan asam kuat atau basa kuat yang bisa <span style=\"font-weight: bold;\">berbahaya<\/span> bagi tubuh, jadi harus dilakukan <span style=\"font-weight: bold;\">di dalam laboratorium dengan didampingi oleh guru atau asisten laboratorium<\/span>. Sebelum melakukan eksperimen ini pun, kamu harus mengenakan <span style=\"font-weight: bold;\">alat pelindung diri<\/span> seperti baju atau jas lab, sarung tangan, dan kacamata (<em>goggles<\/em>) untuk mengurangi resiko terkena cipratan bahan kimia. Ingat, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, sekarang kita bahas yuk, langkah-langkahnya! <span style=\"font-weight: bold;\">Langkah-langkah dalam proses titrasi<\/span> adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Titrasi dilakukan secara perlahan. <span style=\"font-weight: bold;\">Titran<\/span> (larutan standar) diteteskan <span style=\"font-weight: bold;\">satu tetes demi satu tetes<\/span> ke dalam <span style=\"font-weight: bold;\">titrat<\/span> (larutan sampel).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Setiap tetesnya harus disertai dengan <span style=\"font-weight: bold;\">pengocokan<\/span> agar reaksi dapat terjadi secara <span style=\"font-weight: bold;\">optimal dan merata<\/span>. Hati-hati ketika mengocok, ya! Jangan sampai tumpah atau menyiprat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Proses penetesan ini dilakukan secara terus menerus hingga mencapai <span style=\"font-weight: bold;\">titik ekuivalen<\/span>. Titik ekuivalen adalah titik di mana titrat dengan titran <span style=\"font-weight: bold;\">tepat bereaksi<\/span> atau <span style=\"font-weight: bold;\">habis bereaksi<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Pada titrat, ditambahkan <span style=\"font-weight: bold;\">1-2 tetes indikator kimia<\/span>. Indikator kimia ini berfungsi untuk mengetahui kapan suatu sampel (titrat) telah habis bereaksi, sehingga ketika telah melampaui titik ekuivalen, akan terjadi <span style=\"font-weight: bold;\">perubahan warna<\/span> yang spesifik. Jika warna telah berubah, proses titrasi dapat <span style=\"font-weight: bold;\">dihentikan<\/span> dengan mematikan sumbatan keran pada buret.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, begitulah cara melakukan titrasi asam basa. Memang terlihat mudah, tapi tetap harus dilakukan <span style=\"font-weight: bold;\">di laboratorium dengan pendampingan<\/span>, ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Membaca Hasil Titrasi Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara membaca data hasil titrasi asam basa pun cukup mudah, loh! Setelah proses titrasi selesai, yang ditandai dengan perubahan warna pada larutan sampel, untuk membaca hasil titrasi asam basa adalah dengan melihat skala volume permukaan cairannya. Misalnya, permukaan cairan pada buret setelah titrasi, berada pada skala 20 ml. Maka, volume standar atau titran yang terpakai sebesar 20 ml.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Kita rehat sejenak, yuk! Kamu udah pernah cobain fitur <span style=\"font-weight: bold;\">Adapto<\/span> di <span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span> belum, sih? Nah, video pembahasan tentang <span style=\"font-weight: bold;\">Titrasi Asam Basa<\/span> sudah dilengkapi dengan fitur Adapto, lho! Yuk, cobain!<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/39940b84\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/5a2e155b-2bf0-40bf-8b0a-a0a498e7732d.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog Adapto Ruangguru 2022\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Titrasi Asam Basa dan Kurvanya<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi asam basa terdiri atas beberapa macam atau jenis, antara lain yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Titrasi Asam Kuat oleh Basa Kuat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi asam kuat oleh basa kuat, artinya: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Titran <\/strong>(larutan standar pada buret) \u2192 <strong>basa kuat <\/strong><\/li>\n<li><strong>Titrat<\/strong> (larutan sampel pada labu erlenmeyer) \u2192 <strong>asam kuat<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Hayoloh,<\/em> bingung nggak tuh.. Tenang, tenang. Bacanya pelan-pelan aja! Kamu nggak akan bingung kok kalau memperhatikan dengan perlahan dan seksama <em>xixi&#8230;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi asam kuat oleh basa kuat akan menghasilkan kurva sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kurva%20Titrasi%20Asam%20Kuat%20oleh%20Basa%20Kuat.jpg\" alt=\"Kurva Titrasi Asam Kuat oleh Basa Kuat\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Titrasi Basa Kuat oleh Asam Kuat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi basa kuat oleh asam kuat, artinya: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Titran<\/strong> (larutan standar pada <strong>buret<\/strong>) \u2192 <strong>asam <\/strong><strong>kuat <\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Titrat<\/strong> (larutan sampel pada labu <strong>erlenmeyer<\/strong>) \u2192 <strong>basa <\/strong><strong>kuat<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi basa kuat oleh asam kuat akan menghasilkan kurva sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kurva%20Titrasi%20Basa%20Kuat%20oleh%20Asam%20Kuat.jpg\" alt=\"Kurva Titrasi Basa Kuat oleh Asam Kuat\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Titrasi Asam Lemah oleh Basa Kuat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi asam lemah oleh basa kuat, artinya: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Titran<\/strong> (larutan standar pada <strong>buret<\/strong>) \u2192 <strong>basa<\/strong> <strong>kuat <\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Titrat<\/strong> (larutan sampel pada labu <strong>erlenmeyer<\/strong>) \u2192 <strong>asam<\/strong> <strong>lemah<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi asam lemah oleh basa kuat akan menghasilkan kurva sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kurva%20Titrasi%20Asam%20Lemah%20oleh%20Basa%20Kuat.jpg\" alt=\"Kurva Titrasi Asam Lemah oleh Basa Kuat\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Titrasi Basa Lemah oleh Asam Kuat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi basa lemah oleh asam kuat, artinya: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Titran<\/strong> (larutan standar pada <strong>buret<\/strong>) \u2192 <strong>asam <\/strong><strong>kuat <\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Titrat<\/strong> (larutan sampel pada labu <strong>erlenmeyer<\/strong>) \u2192 <strong>basa <\/strong><strong>lemah<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Titrasi basa lemah oleh asam kuat akan menghasilkan kurva sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kurva%20Titrasi%20Basa%20Lemah%20oleh%20Asam%20Kuat.jpg\" alt=\"Kurva Titrasi Basa Lemah oleh Asam Kuat\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa\">Bagaimana Cara Menentukan Indikator Asam Basa?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Titrasi Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, titrasi asam basa bertujuan untuk mencari tahu konsentrasi dari larutan sampel yang dianalisis. Untuk menentukan konsentrasi larutan sampel, kamu bisa menggunakan rumus titrasi asam basa berikut:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0406f0f0-7736-4bb9-a9f9-a9b60cce0d4c.png\" alt=\"rumus titrasi asam basa\" width=\"281\" height=\"40\" \/><\/p>\n<p>Keterangan:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2983e541-dee7-41cf-b203-d8fc8640be75.png\" alt=\"keterangan rumus titrasi asam basa\" width=\"394\" height=\"160\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Menghitung Konsentrasi Sampel<\/span><\/h2>\n<p>Nah, supaya kamu semakin paham, yuk kita coba selesaikan soal titrasi asam basa di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analisis larutan sampel HCl 20 ml dengan larutan standar 0,1 M NaOH 25 ml. Berapakah konsentrasi HCl yang dihasilkan?<\/p>\n<p><strong>Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a303cce-f9f1-49ee-880a-77a4eb78f58b.png\" alt=\"cara mencari konsentrasi larutan atau sampe - contoh soal titrasi asam basa\" width=\"395\" height=\"361\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, konsentrasi HCl yang dihasilkan adalah 0,125 Molar.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oke,\u00a0 selesai sudah materi titrasi asam basa kali ini. Semoga, dengan membaca artikel ini, kamu bisa tambah paham mengenai pengertian, cara melakukan titrasi asam basa, serta contoh perhitungannya, ya. Jangan lupa juga kalau kurva titrasi asam basa itu terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">tiga bagian<\/span>, yaitu bagian yang menandakan <span style=\"font-weight: bold;\">pH awal<\/span>, bagian yang menandakan <span style=\"font-weight: bold;\">pH saat titik ekuivalen<\/span>, dan bagian yang menandakan <span style=\"font-weight: bold;\">pH setelah melampaui titik ekuivalen<\/span>. Sudah paham, ya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau kamu ingin tahu lebih banyak lagi tentang titrasi beserta rumusnya, kamu bisa belajar menggunakan video belajar beranimasi di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Di sana, kamu nggak cuma bisa belajar melalui video, tapi juga bisa mengerjakan latihan soal, lho. Yuk, gabung sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sumber Gambar:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Gambar &#8216;Alat Titrasi&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/4\/4d\/Titration_Apparatus.png (Diakses: 21 April 2022)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel Kimia kelas 11 kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang titrasi asam basa, mulai dari pengertian, alat dan bahan, cara melakukan, jenis-jenis titrasi asam basa, kurva, dan contoh perhitungannya! &#8212; &nbsp; Halo, teman-teman! Pernah nggak kamu mendengar tentang titrasi asam basa? Atau mungkin kamu sudah mempelajarinya di sekolah? Umumnya, ketika mempelajari titrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg"],"_edit_lock":["1755674794:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-04-22","2023-06-08"],"_aioseo_title":["Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva &amp; Contoh Perhitungannya"],"_aioseo_description":["Yuk, pahami tentang titrasi asam basa, mulai dari pengertian, alat dan bahan, cara melakukan, jenis-jenis titrasi asam basa, kurva, dan contoh perhitungannya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[548,550],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-3115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &amp; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &amp; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di artikel Kimia kelas 11 kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang titrasi asam basa, mulai dari pengertian, alat dan bahan, cara melakukan, jenis-jenis titrasi asam basa, kurva, dan contoh perhitungannya! &#8212; &nbsp; Halo, teman-teman! Pernah nggak kamu mendengar tentang titrasi asam basa? Atau mungkin kamu sudah mempelajarinya di sekolah? Umumnya, ketika mempelajari titrasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-06T06:00:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T07:28:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &#038; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11\",\"datePublished\":\"2025-08-06T06:00:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T07:28:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\"},\"wordCount\":1273,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Kimia\",\"Kimia SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\",\"name\":\"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah & Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-06T06:00:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T07:28:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &#038; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah & Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah & Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Di artikel Kimia kelas 11 kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang titrasi asam basa, mulai dari pengertian, alat dan bahan, cara melakukan, jenis-jenis titrasi asam basa, kurva, dan contoh perhitungannya! &#8212; &nbsp; Halo, teman-teman! Pernah nggak kamu mendengar tentang titrasi asam basa? Atau mungkin kamu sudah mempelajarinya di sekolah? Umumnya, ketika mempelajari titrasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-08-06T06:00:28+00:00","article_modified_time":"2025-08-20T07:28:55+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &#038; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11","datePublished":"2025-08-06T06:00:28+00:00","dateModified":"2025-08-20T07:28:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa"},"wordCount":1273,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Kimia","Kimia SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa","name":"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah & Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg","datePublished":"2025-08-06T06:00:28+00:00","dateModified":"2025-08-20T07:28:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Titrasi%20Asam%20Basa.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &#038; Contoh Perhitungannya | Kimia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3115"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24461,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3115\/revisions\/24461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}