{"id":2812,"date":"2022-06-14T11:14:11","date_gmt":"2022-06-14T04:14:11","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2812"},"modified":"2023-10-29T18:57:41","modified_gmt":"2023-10-29T11:57:41","slug":"menghitung-massa-atom-relatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif","title":{"rendered":"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20(Ar).jpg\" alt=\"Cara Menghitung Massa Atom Relatif (Ar)\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Pernah dengar tentang Massa Atom Relatif atau yang biasa dilambangkan dengan Ar? Yuk, ketahui rumus massa atom relatif dan cara menghitungnya dengan membaca artikel berikut!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>&#8212;<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa yang ada di pikiran kamu saat mendengar kata <a href=\"\/blog\/eksplorasi-5-jenis-model-atom\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">&#8216;atom&#8217;<\/a>? Mungkin kamu mikirin bom atom? Atau kamu malah mikirin kacang atom? Duh, iyaya, sore-sore gini enaknya nyemilin kacang atom, nih!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Sayangnya, yang hari ini mau aku bahas bukan kacang atom ya, tapi atom yang biasa kita temuin dalam ilmu kimia. Eh, tapi kalau kamu mau baca artikel ini sambil ngemilin kacang atom juga nggak papa yak, bebas hihiw.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Kita mulai dari dasarnya dulu, deh. Sebenarnya, atom itu apa sih?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Atom dan Partikel Penyusun Atom<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Atom adalah<\/span> unsur kimia terkecil setelah nuklir, yang dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dengan atom yang lain. Partikel atom terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">proton<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">neutron<\/span>, serta dikelilingi oleh <span style=\"font-weight: bold;\">elektron<\/span>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><em>Hayoo<\/em>, udah pada tahu belum apa itu proton, neutron, dan elektron? Apa sih perbedaannya? Biar paham coba simak <em>list<\/em> di bawah ini:<\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\"><strong>Proton<\/strong> adalah partikel bermuatan listrik <strong>positif<\/strong> yang terdapat di dalam inti atom.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Neutron<\/strong> adalah <span style=\"background-color: transparent; font-size: 16px;\">partikel <strong>inti atom<\/strong> yang <strong>tidak bermuatan<\/strong> listrik dan massanya sedikit lebih besar daripada massa proton.<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Elektron<\/strong> adalah <span style=\"background-color: transparent; font-size: 16px;\">satuan muatan listrik <strong>negatif<\/strong> yang mengelilingi proton dan neutron.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Duh, bingung ya, namanya mirip-mirip gitu? Nah,&nbsp;<\/span><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">biar makin paham, kamu bisa membaca sambil melihat gambar atom di bawah ini, ya!<\/span><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gambar%20atom.png\" alt=\"gambar struktur atom\" width=\"450\" loading=\"lazy\" style=\"width: 450px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><span style=\"background-color: transparent;\">Gambar atom (Sumber: radiologycafe.com)<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau diilustrasikan, bentuk atom itu kira-kira seperti gambar di atas, <em>guys<\/em>. Jadi, atom itu terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">inti atom (nukleus)<\/span> yang tersusun dari <span style=\"font-weight: bold;\">proton<\/span> yang bermuatan listrik positif dan <span style=\"font-weight: bold;\">neutron<\/span> yang tidak bermuatan listrik. Kemudian, di sekeliling nukleus ada <span style=\"font-weight: bold;\">elektron<\/span> yang bermuatan listrik negatif. Sudah paham ya, sampai sini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/mengetahui-cara-menentukan-rumus-empiris-senyawa\" rel=\"noopener\">Apa Itu Rumus Empiris? Yuk, Kita Bedah Sampai Tuntas!<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, seperti yang tadi udah dibilang di atas, atom itu kan unsur kimia terkecil, terus gimana ya, cara kita menghitung massa atom? Kalau benda-benda biasa kan bisa kita hitung massanya pakai timbangan, terus kalau atom kita ngitungnya pakai apa? Apakah pakai timbangan juga?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Perbedaan Massa Atom dan Massa Atom Relatif (Ar)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi, ternyata&nbsp;<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">massa atom itu <span style=\"font-weight: bold;\">nggak bisa diukur dengan cara ditimbang<\/span> <em>guys<\/em>, karena atom kan keciiiilll banget, jadi massanya pun juga terlalu keciiiiiil untuk dihitung dengan cara ditimbang. <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Tapi, massa atom bisa ditentukan dengan alat <span style=\"font-weight: bold;\">spektrometer massa<\/span>. Alat ini <span style=\"font-weight: bold;\">bukan berupa neraca\/timbangan<\/span>, tapi berupa alat rekayasa teknologi yang mampu menentukan massa partikel-partikel yang sangat kecil seperti atom.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Hasil pembacaan dari spektrometer massa atau disebut juga sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">spektrograf<\/span> yakni berupa <span style=\"font-weight: bold;\">kurva<\/span> yang menunjukkan massa atom dan persentase kelimpahan dari isotop-isotop suatu unsur yang terdapat di alam. Gambar spektrometer sendiri bisa kamu cek di infografik berikut. <em>Check it out!<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Alat%20Spektrometer%20Massa.jpg\" alt=\"Alat Spektrometer Massa\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Berarti kalau mau tahu massa atom, kita harus pakai spektrometer massa, ya?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Jawabannya: nggak juga, lho!<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Kita tetap bisa menghitung massa atom tanpa menggunakan spektrometer massa, <span style=\"font-weight: normal;\">tapi<\/span> yang kita hitung itu adalah <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom relatifnya<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Massa atom relatif adalah<\/span> massa suatu atom yang ditentukan dengan cara <span style=\"font-weight: bold;\">membandingkan massa atom standar<\/span>. <span style=\"font-weight: normal;\">Massa atom relatif<\/span> ini disimbolkan dengan <span style=\"font-weight: bold;\">Ar <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> tidak memiliki satuan<\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam <a href=\"\/blog\/macam-macam-model-atom\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">teori atom Bohr<\/span><\/a>, disebutkan bahwa atom-atom dari unsur tertentu di alam dapat memiliki massa yang berbeda-beda. Oleh karena itu, <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom relatif<\/span> dari suatu unsur <span style=\"font-weight: bold;\">dihitung berdasarkan<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom rata-rata<\/span> dari keseluruhan <span style=\"font-weight: bold;\">isotop stabil<\/span> yang terdapat di alam dibandingkan dengan <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom standar<\/span>. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi, massa atom relatif ini bisa kita hitung tanpa spektrometer massa dengan cara membandingkan dengan massa atom standar. Kenapa dibandingkan? Analoginya gini. <\/span><\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Sama halnya saat kita membeli buah jeruk di pasar, penjual akan menggunakan neraca duduk untuk menghitung massa jeruk yang kita beli. Penjual akan <span style=\"font-weight: bold;\">membandingkan massa jeruk<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">dengan massa anak beban<\/span> yang ada. Misalnya, kita mau beli 1 kg jeruk, maka penjual akan menggunakan anak beban yang massanya juga 1 kg. Nah, <span style=\"font-weight: bold;\">anak beban inilah yang digunakan sebagai<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">standar<\/span> ketika menghitung massa suatu benda (dalam hal ini yaitu buah jeruk).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/konsep-reaksi-reduksi-oksidasi-kimia-kelas-10\" rel=\"noopener\">Mempelajari Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumus dan Cara Menghitung Massa Atom Relatif (Ar)<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Lalu, kalau menghitung <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom relatif (Ar)<\/span>, standarnya apa nih?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan IUPAC (<em>International Union of Pure and Applied Chemistry<\/em>), atom yang digunakan sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">standar<\/span> penentuan massa atom relatif adalah <span style=\"font-weight: bold;\">atom karbon (C-12)<\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu bisa melihat <span style=\"font-weight: bold;\">rumus massa atom relatif <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">alias <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">rumus Ar<\/span> pada gambar berikut.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus%20Massa%20Atom%20Relatif%20(Ar).jpg\" alt=\"Rumus Massa Atom Relatif (Ar)\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Kenapa atom C-12 yang dijadikan standar? Atom C-12 digunakan sebagai standar atau pembanding untuk menentukan suatu unsur, karena atom C-12 memiliki <span style=\"font-weight: bold;\">isotop yang paling banyak terdapat di alam dan paling stabil<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Isotop adalah<\/span> atom yang memiliki nomor atom sama, tetapi nomor massanya berbeda. Contohnya yaitu isotop C-12 dan C-13.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Atom karbon C-12 memiliki massa sebesar <span style=\"font-weight: bold;\">12<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">satuan massa atom<\/span> bisa ditulis <span style=\"font-weight: bold;\">12<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">sma<\/span> atau <span style=\"font-weight: bold;\">12<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">amu (<em>atomic mass unit<\/em>)<\/span>. Dalam satuan kg, massa atom karbon C-12 adalah sebesar <span style=\"font-weight: bold;\">20,04 x 10<sup>-27<\/sup> kg<\/span>. <\/span><\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena atom C-12 ini digunakan sebagai standar, maka <span style=\"font-weight: bold;\">satu satuan massa atom<\/span> didefinisikan sebagai suatu massa yang besarnya <span style=\"font-weight: bold;\">tepat sama dengan seperdua belas massa satu atom C-12<\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, seperti sudah dibahas di infografik tadi, massa 1 atom hidrogen adalah <span style=\"font-weight: bold;\">1,67 x 10<sup>-27<\/sup> kg<\/span>, alias 1\/12 dari massa atom C-12. Maka dalam satuan sma, massa 1 atom <span style=\"font-weight: bold;\">hidrogen<\/span> dapat dianggap sama dengan <span style=\"font-weight: bold;\">1 sma<\/span>.<\/span><\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Gimana? Pusing, ya? Kalau kamu bingung dan ada pertanyaan, langsung aja tanyain ke RoboguruPlus! Pertanyaan kamu akan dijawab oleh Tutor yang ahli pada bidangnya masing-masing, lho. Yuk, tanya sekarang!<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/roboguruplus\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a0a38c01-0a03-4469-8a8f-60dc108e3138.png\" width=\"820\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog roboguru plus Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Sekarang, kita lanjut lagi, ya!<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kalau kamu perhatikan rumus Ar tadi, untuk menghitung Ar atau massa atom relatif, kita harus menghitung <span style=\"font-weight: bold;\">massa rata-rata dari 1 atom unsur<\/span> yang mau kita hitung. <\/span><\/span><\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Kenapa kita harus <span style=\"font-weight: normal;\">menentukan massa atom rata-rata<\/span> dari setiap unsur? <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi, <span style=\"font-weight: bold;\">atom-atom unsur yang sama, tidak selalu mempunyai massa yang sama<\/span>. Kita bisa menganalogikannya dengan massa butiran beras. Meskipun dari jenis beras yang sama, tapi antara satu butir beras dengan butiran beras lainnya, massanya tidak persis sama. Ada yang lebih berat sedikit, ada yang lebih ringan sedikit. Nggak akan sama persis massanya. Nah, sama halnya dengan atom\u2013atom unsur. Meskipun berasal dari unsur yang sama, tapi massanya berbeda-beda. Inilah yang kita kenal sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">isotop<\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Misalnya, <span style=\"font-weight: bold;\">atom karbon<\/span> ada yang mempunyai massa <span style=\"font-weight: bold;\">12 sma<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">13 sma<\/span>. Dengan adanya isotop tersebut, maka massa atom rata-rata dari atom karbon adalah <span style=\"font-weight: bold;\">rata-rata massa atom dari keseluruhan isotop stabil atom yang ada di alam<\/span>. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan, isotop yang tidak stabil atau <span style=\"font-weight: bold;\">radioisotop<\/span> yaitu isotop yang bersifat <span style=\"font-weight: bold;\">radioaktif<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> Radioisotop <span style=\"font-weight: bold;\">tidak dipertimbangkan dalam penentuan massa atom rata-rata<\/span>, karena dapat dengan cepat meluruh menjadi unsur lain.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/bentuk-molekul-dan-definisinya\" rel=\"noopener\">Bentuk Molekul berdasarkan Teori Domain Elektron dan Teori Hibridisasi<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom rata-rata dari suatu unsur X<\/span>, dapat dirumuskan dengan:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%20massa%20rata%20rata%201%20atom%20unsur%20x.png\" alt=\"rumus massa rata rata 1 atom unsur x\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; background-color: transparent; font-weight: bold;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">% isotop 1 = kelimpahan isotop pertama<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">% isotop 2 = kelimpahan isotop kedua<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">massa isotop 1 = massa atom isotop pertama<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">massa isotop 2 = massa atom isotop kedua<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">dan seterusnya (<\/span><span style=\"color: #000000;\">jika ada <span style=\"font-weight: bold;\">lebih dari 2 isotop<\/span>, maka bisa menggunakan perkalian yang sama dengan isotop pertama dan kedua).<br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oke, biar pemahaman kamu jadi lebih mantap, kita langsung aplikasikan aja ke latihan soal, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Contoh Soal<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Atom klorin (Cl) di alam tersedia dalam dua macam isotop, yaitu 75% sebagai Cl-35 yang bermassa 35 sma dan 25% sebagai Cl-37 yang bermassa 37 sma. Hitunglah massa atom relatifnya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyelesaian:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama-tama, kita hitung <span style=\"font-weight: bold;\">massa rata-rata 1 atom unsur klorin<\/span> terlebih dahulu menggunakan rumus seperti berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/massa%20rata%20rata%201%20atom%20unsur%20cl.png\" alt=\"massa rata rata 1 atom unsur cl\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Lalu, setelah mengetahui massa atom rata-rata <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">dari unsur klorin, selanjutnya kita hitung <span style=\"font-weight: bold;\">massa atom relatifnya<\/span> menggunakan <span style=\"font-weight: bold;\">rumus Ar<\/span> seperti berikut.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/massa%20atom%20relatif%20ar%20cl.png\" alt=\"massa atom relatif ar cl\" width=\"300\" loading=\"lazy\" style=\"width: 300px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Jadi, massa atom relatif atau Ar dari klorin tersebut adalah sebesar <span style=\"font-weight: bold;\">0,355<\/span>. <em>Eits<\/em> ingat, menulisnya <span style=\"font-weight: bold;\">tanpa satuan<\/span> ya, karena seperti tadi sudah kita bahas, massa atom relatif tidak mempunyai satuan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gimana, <em>guys<\/em>? Sudah paham kan tentang massa atom relatif? Biar makin mahir dalam menghitung massa atom relatif, kamu harus memperbanyak latihan soal, ya. Kalau kamu mau belajar <a href=\"\/blog\/tag\/kimia-x\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">materi Kimia kelas 10 lainnya<\/span><\/a>, kamu bisa lho membaca artikel-artikel lain di <span style=\"font-weight: bold;\">ruangbaca<\/span> dan menonton video belajar beranimasi di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>! Yuk, tingkatkan terus kemampuan belajarmu bersama Ruangguru!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/roboguruplus\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a0a38c01-0a03-4469-8a8f-60dc108e3138.png\" width=\"820\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog roboguru plus Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Sumber Gambar:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Gambar &#8216;Atom&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/www.radiologycafe.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/science-atom.png (Diakses: 9 Juni 2022)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Artikel ini pertama kali ditulis oleh Fahri Abdillah dan telah diperbarui oleh Kenya Swawikanti pada 14 Juni 2022.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah dengar tentang Massa Atom Relatif atau yang biasa dilambangkan dengan Ar? Yuk, ketahui rumus massa atom relatif dan cara menghitungnya dengan membaca artikel berikut! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":2812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1698580661:1"]},"categories":[548,549],"tags":[52,121,10,37],"class_list":["post-2812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-kimia-x","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernah dengar tentang Massa Atom Relatif atau yang biasa dilambangkan dengan Ar? Yuk, ketahui rumus massa atom relatif dan cara menghitungnya dengan membaca artikel berikut! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-14T04:14:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-29T11:57:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2022-06-14T04:14:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-29T11:57:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\"},\"wordCount\":1309,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Kimia X\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Kimia\",\"Kimia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\",\"name\":\"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg\",\"datePublished\":\"2022-06-14T04:14:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-29T11:57:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Pernah dengar tentang Massa Atom Relatif atau yang biasa dilambangkan dengan Ar? Yuk, ketahui rumus massa atom relatif dan cara menghitungnya dengan membaca artikel berikut! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-06-14T04:14:11+00:00","article_modified_time":"2023-10-29T11:57:41+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10","datePublished":"2022-06-14T04:14:11+00:00","dateModified":"2023-10-29T11:57:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif"},"wordCount":1309,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg","keywords":["Kelas 10","Kimia X","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Kimia","Kimia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif","name":"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg","datePublished":"2022-06-14T04:14:11+00:00","dateModified":"2023-10-29T11:57:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Menghitung%20Massa%20Atom%20Relatif%20%28Ar%29.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/menghitung-massa-atom-relatif#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rumus Massa Atom Relatif (Ar) dan Cara Menghitungnya | Kimia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2812"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15082,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2812\/revisions\/15082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}