{"id":2728,"date":"2022-06-23T04:25:55","date_gmt":"2022-06-22T21:25:55","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2728"},"modified":"2023-12-04T13:02:31","modified_gmt":"2023-12-04T06:02:31","slug":"matematika-kelas-11-pembuktian-matematika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika","title":{"rendered":"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><em style=\"text-align: center; background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg\" alt=\"pembuktian matematika\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em style=\"text-align: center; background-color: transparent;\">Kamu sudah tahu belum kalau ada 4 metode pembuktian dalam matematika, yaitu pembuktian langsung, kontraposisi, kontradiksi, dan induksi matematika. Yuk, kita pelajari!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span>&#8212;<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Albert Einstein, seorang fisikawan terkemuka, pernah <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">lho<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> mempertanyakan, kenapa ya teori matematika yang padahal hanya berasal dari pikiran manusia semata, bukan dari pengalaman, bisa sangat sesuai dan berlaku untuk benda-benda di dunia nyata? Kalau kita ambil contoh, fisika misalnya, ilmu ini bisa diterima semua orang karena pembuktiannya disaksikan lewat eksperimen. Kalau matematika? <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Nah<\/em><span style=\"background-color: transparent;\">, sebenarnya teori matematika juga selalu bisa dibuktikan dan sesuai dengan logika.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Logika dalam matematika? Pembuktian? Gimana <em>tuh <\/em>maksudnya? Logika dalam matematika bisa diingat kembali materinya pada artikel tentang <strong><a href=\"\/logika-matematika\" rel=\"noopener\">logika matematika<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span>&nbsp;Kalau pembuktian, ada beberapa cara untuk membuktikan dalam matematika, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">pembuktian langsung<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">kontraposisi<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">kontradiksi<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">induksi matematika<\/span>. Kita cek satu-satu di artikel berikut ini, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Pembuktian Langsung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Pembuktian langsung adalah metode pembuktian yang <span style=\"font-weight: bold;\">menggunakan alur maju<\/span>. Mulai dari pendefinisian sampai menghasilkan kesimpulan. Gampangnya <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">sih<\/em><span style=\"background-color: transparent;\">, \u201ckalau A maka B dan kalau B maka C\u201d. <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Nah<\/em><span style=\"background-color: transparent;\">, untuk menggunakan alur maju, maka pernyataan-pernyataan sebelumnya harus benar. Supaya nggak bingung, kita langsung coba buktikan pernyataan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #ffffff; color: #000000;\">\u201cJumlah dari dua bilangan genap adalah bilangan genap\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya&#8230; kalau kita pikir-pikir, pasti sih, 2 + 2 = 4 dan 4 + 10 = 14. Tapi, gimana ya buat bisa membuktikan kalau pernyataan itu berlaku buat semua bilangan genap? Pembuktiannya begini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Jadi, pertama kamu definisikan dulu <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">tuh<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> bilangan genap itu seperti apa. Misalnya, ada bilangan genap sembarang m dan n. Dari definisi bilangan genap, m dan n dapat ditulis:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">m = 2k, dengan k adalah suatu bilangan bulat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">n = 2i, dengan i adalah suatu bilangan bulat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Bila definisinya sudah benar, kita ke pernyataan selanjutnya. Karena kita ingin membuktikan jumlah dua bilangan genap, maka berdasarkan definisi di atas, jumlah dua bilangan genap bisa kita jabarkan seperti ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">m + n = 2k + 2i<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kemudian, kamu juga butuh sedikit memanipulasi penjumlahan itu agar bisa mendapat bentuk yang diinginkan. <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">m + n = 2k + 2i bisa kita ubah menjadi 2 (k + i), dengan (k + i) juga bilangan bulat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: bold;\">m + n = 2k + 2i = 2 (k + i), dengan (k + i) bilangan bulat.<\/span>&nbsp; &nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Setelah itu, lanjut <em>deh<\/em> ke kesimpulan. Ingat <em>lho<\/em>, kesimpulannya harus berdasarkan pernyataan sebelumnya. m + n dapat ditulis menjadi 2 kali suatu bilangan bulat (k + i). Sesuai definisi bilangan genap, maka m + n merupakan bilangan genap juga. Apakah pembuktian ini berlaku untuk seluruh bilangan genap? Iya, karena di awal sudah disebutkan kalau m dan n adalah bilangan genap sembarang. Jadi, terbukti, ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/cara-menghitung-bunga-majemuk\" rel=\"noopener\">Rumus Bunga Majemuk dan Cara Menghitungnya<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Kontraposisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kontraposisi adalah salah satu metode pembuktian tidak langsung. Kontraposisi memanfaatkan prinsip logika matematika, yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent;\">p&nbsp;\u2192 q&nbsp;\u2261&nbsp;\u223cq&nbsp;\u2192&nbsp;\u223cp<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, kalau mau membuktikan pernyataan p akan menghasilkan pernyataan q itu benar, maka buktikan aja pernyataan bukan q maka menghasilkan bukan p. Bingung, ya? Nah, untuk memahami lebih lanjut, coba deh buktikan:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cBila n bilangan bulat dan 7n + 9 bilangan genap, maka n bilangan ganjil\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana <em>nih <\/em>membuktikannya pakai kontraposisi? Misalnya, pernyataan p adalah 7n + 9 bilangan genap, dan pernyataan q adalah n bilangan ganjil. <strong>Maka, yang kita buktikan adalah bila n bukan bilangan ganjil (bilangan genap), maka 7n + 9 bukan bilangan genap (bilangan ganjil)<\/strong>. Jadi, negasi dari kebalikannya, ya. Penyelesaian lebih lanjutnya begini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan ada bilangan genap sembarang n. Dari definisi bilangan genap, n dapat dinyatakan sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: center;\">n = 2k, dengan k bilangan bulat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, karena n = 2k, maka 7n + 9 bisa dituliskan menjadi 7n + 9 = 7(2k) + 9 atau 2 (7k) + 9.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20kontraposisi.png\" alt=\"contoh pembuktian kontraposisi\" width=\"230\" loading=\"lazy\" style=\"width: 230px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, 7k + 4 sudah pasti merupakan bilangan bulat juga karena di awal, kita memisalkan k adalah bilangan bulat. 7k + 4 bisa dimisalkan dengan m, sehingga:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\">2(7k) + 9 = 2m + 1, dengan m bilangan bulat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai definisi bilangan ganjil, maka 2(7k) + 9 atau 7n + 9 adalah bilangan ganjil. <span style=\"background-color: transparent;\">Terbukti kan bila n bukan bilangan ganjil, maka 7n + 9 juga bukan bilangan genap. Secara <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">nggak<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> langsung, dapat disimpulkan <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">deh<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> bila n bilangan bulat dan 7n + 9 bilangan genap maka n bilangan ganjil, hehehe&#8230;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Kontradiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kontradiksi ini juga termasuk pembuktian tidak langsung. Kita memanfaatkan prinsip logika matematika, yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><span style=\"background-color: #ffffff; font-size: 18px;\">Jika p \u2192 q bernilai benar padahal q salah, maka p salah<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hmm gimana tuh maksudnya? Coba deh kita buktikan pernyataan ini dengan kontradiksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cBila n bilangan bulat dan n bilangan genap, maka 7n + 9 bilangan ganjil\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, kita misalkan dulu pernyataan p adalah n bilangan genap dan pernyataan q adalah 7n + 9 adalah bilangan ganjil. Maka, dengan kontradiksi, kita buktikan<strong> pernyataan n bukan bilangan genap (bilangan ganjil), maka untuk 7n + 9 adalah bilangan ganjil benar akan muncul suatu kontradiksi<\/strong>. Coba deh perhatikan penyelesaiannya di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan ada bilangan ganjil sembarang n. Dari definisi bilangan ganjil, n dapat dinyatakan sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: center;\">n = 2k + 1, dengan k bilangan bulat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena n = 2k + 1, maka 7n + 9 dapat dituliskan menjadi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20kontradiksi.png\" alt=\"contoh pembuktian kontradiksi\" width=\"240\" loading=\"lazy\" style=\"width: 240px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7k + 5 pastinya merupakan bilangan bulat juga karena k adalah bilangan bulat. Kita bisa misalkan 7k + 5 dengan m, sehingga:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-weight: bold;\">7n + 9 = 14k + 10 = 2m<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, 14k + 10 atau 7n + 9 dapat dinyatakan dalam 2 kali suatu bilangan bulat. Padahal, itu merupakan definisi bilangan genap. Berarti, kontradiksi dengan asumsi awal yang menyatakan 7n + 9 adalah bilangan ganjil. Itu artinya, asumsi awal n adalah bilangan ganjil, salah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/konsep-limit-fungsi-aljabar-dan-sifat-sifatnya\" rel=\"noopener\">Konsep Limit Fungsi Aljabar dan Sifat-Sifatnya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Lihat kan, ternyata ada kontradiksi bila n adalah bilangan ganjil? Maka, secara tidak langsung, pernyataan &#8220;bila n bilangan genap, maka 7n + 9 bilangan ganjil&#8221; benar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Induksi Matematika<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Induksi matematika digunakan untuk membuktikan suatu pernyataan untuk setiap bilangan asli. Untuk melakukan pembuktian menggunakan induksi matematika, ada langkah-langkahnya, <em>nih<\/em>. Bagaimana langkah-langkah melakukan induksi matematika?<\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/langkah-langkah%20melakukan%20induksi%20matematika.jpg\" alt=\"langkah-langkah melakukan induksi matematika\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waduh, maksudnya apa <em>tuh<\/em> ya langkah-langkah di atas. Oke, biar nggak bingung, mending langsung aja kita aplikasikan ke contoh soal di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Buktikan deret 1 + 2 + 3 + &#8230; + n = 1\/2 n(n+1)<\/span>&nbsp;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah pertama<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Kita akan buktikan untuk n = 1 adalah benar. Karena pernyataan tersebut merupakan deret, maka n di sini maksudnya jumlah suku pertama deret tersebut. <em>Nah<\/em>, yang diminta n = 1, berarti jumlah suku pertamanya hanyalah 1. Kemudian, kita substitusi semua n dengan 1. Jadi,<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20induksi%20matematika.png\" alt=\"contoh pembuktian induksi matematika\" width=\"140\" loading=\"lazy\" style=\"width: 140px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Langkah pertama terbukti ya karena ruas kiri dan kanannya sama.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Langkah kedua<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kita asumsikan pernyataan benar untuk n = k. Berarti jumlah suku pertamanya itu dari 1 + 2 + 3 + &#8230; + k, ya. Sehingga,<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20induksi%20matematika%201.png\" alt=\"contoh pembuktian induksi matematika\" width=\"240\" loading=\"lazy\" style=\"width: 240px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut kita asumsikan atau kita anggap benar. Kemudian, kita lanjut ke langkah ketiga.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Langkah ketiga<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buktikan untuk pernyataan n = k + 1 juga benar. Kita bisa membuktikannya menggunakan modal dari langkah kedua. Karena kita mau n = k + 1, maka di ruas kiri, kita tambahkan satu suku, yaitu k + 1. Jadi,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20induksi%20matematika%206.png\" alt=\"contoh pembuktian induksi matematika\" width=\"380\" loading=\"lazy\" style=\"width: 380px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\">&nbsp;<br \/>Di langkah kedua, kita peroleh 1 + 2 + 3 + &#8230; + k = 1\/2 (k)(k + 1). Maka,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20induksi%20matematika%203.png\" alt=\"contoh pembuktian induksi matematika\" width=\"360\" loading=\"lazy\" style=\"width: 360px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, kamu ingat nggak dengan sifat distribusi pada perkalian? Kalau ada (a + b)(c + d), maka bisa menjadi a(c + d) + b(c + d). Nah, di ruas kiri, bisa kita ubah persamaannya menggunakan sifat perkalian distribusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, a = k, b = 2, dan (c + d) = (k + 1). Berarti,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20pembuktian%20induksi%20matematika%205.png\" alt=\"contoh pembuktian induksi matematika\" width=\"280\" loading=\"lazy\" style=\"width: 280px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena ruas kiri dan kanannya sudah sama, berarti terbukti kalau untuk deret 1 + 2 + 3 + &#8230; + n nilainya sama dengan 1\/2 n(n + 1).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/mengulik-materi-logika-matematika\" rel=\"noopener\">Mengulik Materi Logika Matematika Konvers, Invers, dan Kontraposisi<\/a><\/span>&nbsp; &nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kata%20albert%20einstein%20tentang%20matematika.jpg\" alt=\"kata albert einstein tentang matematika\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"background-color: transparent;\">Oke, selesai sudah pembahasan kali ini. Wah, sekarang kamu sudah tau ya empat metode pembuktian dalam matematika. Ada pembuktian langsung, kontraposisi, kontradiksi, dan induksi matematika. Semuanya sudah dibahas lengkap di artikel ini disertai dengan contoh pembahasannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Gimana, asik kan ternyata belajar pembuktian matematika? Masih <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">buanyaak<\/em><span style=\"background-color: transparent;\"> loh yang bisa dipelajari tentang materi ini. <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">Nah<\/em><span style=\"background-color: transparent;\">, kalau kamu butuh tambahan video animasi dan pembahasan soal agar belajarmu jadi lebih mudah dan menyenangkan, daftar aja di <\/span><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong style=\"background-color: transparent;\">ruangbelajar<\/strong><\/a><span style=\"background-color: transparent;\">. Sekarang, ruangbelajar sudah dilengkapi fitur-fitur baru, seperti playlist belajar salah satunya. Tuh, kan semakin mendukung pembelajaran kamu aja, nih. So, langsung sikat!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span>Wirodikromo, S. dan Darmanto, M. (2019). <em>Matematika untuk SMA\/MA Kelas XI kelompok Wajib 2<\/em>. Jakarta: Erlangga.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 22 Juni 2022.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu sudah tahu belum kalau ada 4 metode pembuktian dalam matematika, yaitu pembuktian langsung, kontraposisi, kontradiksi, dan induksi matematika. Yuk, kita pelajari! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":193,"featured_media":2728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1701669751:1"]},"categories":[467,475],"tags":[31,10,133,37],"class_list":["post-2728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-matematika","category-matematika-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-matematika-xi","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu sudah tahu belum kalau ada 4 metode pembuktian dalam matematika, yaitu pembuktian langsung, kontraposisi, kontradiksi, dan induksi matematika. Yuk, kita pelajari! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-22T21:25:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-04T06:02:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rangga Putra Pertama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rangga Putra Pertama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\"},\"author\":{\"name\":\"Rangga Putra Pertama\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/69538389f0d49789f1e1e3e817a54ea3\"},\"headline\":\"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11\",\"datePublished\":\"2022-06-22T21:25:55+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T06:02:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\"},\"wordCount\":1223,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"Matematika XI\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Matematika\",\"Matematika SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\",\"name\":\"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg\",\"datePublished\":\"2022-06-22T21:25:55+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T06:02:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/69538389f0d49789f1e1e3e817a54ea3\",\"name\":\"Rangga Putra Pertama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rangga Putra Pertama\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/rangga-putra-pertama\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Kamu sudah tahu belum kalau ada 4 metode pembuktian dalam matematika, yaitu pembuktian langsung, kontraposisi, kontradiksi, dan induksi matematika. Yuk, kita pelajari! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-06-22T21:25:55+00:00","article_modified_time":"2023-12-04T06:02:31+00:00","author":"Rangga Putra Pertama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Rangga Putra Pertama","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika"},"author":{"name":"Rangga Putra Pertama","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/69538389f0d49789f1e1e3e817a54ea3"},"headline":"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11","datePublished":"2022-06-22T21:25:55+00:00","dateModified":"2023-12-04T06:02:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika"},"wordCount":1223,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","Matematika XI","SMA"],"articleSection":["Matematika","Matematika SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika","name":"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg","datePublished":"2022-06-22T21:25:55+00:00","dateModified":"2023-12-04T06:02:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuktian%20matematika.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Metode Pembuktian Matematika | Matematika Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/69538389f0d49789f1e1e3e817a54ea3","name":"Rangga Putra Pertama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rangga Putra Pertama"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/rangga-putra-pertama"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/193"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15878,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728\/revisions\/15878"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}