{"id":2668,"date":"2025-05-06T07:11:12","date_gmt":"2025-05-06T00:11:12","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2668"},"modified":"2025-05-06T10:23:04","modified_gmt":"2025-05-06T03:23:04","slug":"5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater","title":{"rendered":"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 1709px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg\" alt=\"Perbedaan Psikolog dan Psikiater\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Profesi psikolog dan psikiater sering kali dianggap sama karena keduanya menangani masalah kejiwaan. Tapi, ternyata keduanya berbeda, loh! Yuk simak perbedaan psikolog dan psikiater dalam artikel ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah kamu, merujuk dari <strong><a href=\"https:\/\/www.mdpi.com\/1660-4601\/18\/8\/4046\/htm\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">data hasil riset oleh tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia tahun 2021<\/a><\/strong>, yang dilakukan pada 393 remaja berusia 16-24 tahun, sebanyak 95,4% dari mereka menyatakan pernah mengalami gejala kecemasan (<em>anxiety<\/em>), sebanyak 88% pernah mengalami gejala depresi dalam menghadapi permasalahan selama di usia ini, dan dari seluruh responden, sebanyak 96,4% menyatakan kurang memahami cara mengatasi stres akibat masalah yang sering mereka alami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya, persoalan kesehatan jiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Dibutuhkan tenaga ahli seperti psikolog dan psikiater untuk menanganinya. Secara garis besar, psikolog adalah seorang ahli dalam bidang psikologi yang fokus pada penanganan perilaku dan kesehatan mental. Sedangkan psikiater adalah dokter spesialis jiwa yang juga bertanggung jawab dengan gangguan mental.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun keduanya sama-sama menangani kesehatan mental, tapi keduanya nggak sepenuhnya sama, <em>lho!<\/em> Apa saja ya perbedaan psikolog dan psikiater?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, bagaimana dengan jurusan kuliahnya? Kira-kira kamu harus mengambil jurusan apa ya jika ingin berkarier menjadi salah satunya? Yuk, cari tahu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Latar belakang pendidikan jurusan psikolog dan psikiater<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Differences-between-a-psychiatrist-and-psychologist-1-Psychiatry-is-a-branch-of-medicine-while-psychology-is-the-study-of-human-behaviour.png\" alt=\"perbedaan jurusan untuk psikolog dan psikiater\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Psikolog adalah ilmu sosial, psikiater adalah cabang ilmu kedokteran (Sumber: leaderonomics.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjadi seorang psikolog, kamu harus menempuh pendidikan dan menyelesaikan <strong><a href=\"\/apa-bedanya-jurusan-psikologi-soshum-ips-dan-psikologi-saintek-ipa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pendidikan S1 dari Ilmu Psikologi<\/a><\/strong> terlebih dahulu. Baru setelah itu kamu bisa meneruskan program profesi untuk belajar praktik menjadi psikolog.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, psikiater adalah <span style=\"font-weight: bold;\">spesialisasi dari <a href=\"\/blog\/ketahuilah-hal-ini-sebelum-memilih-jurusan-kedokteran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ilmu Kedokteran<\/a><\/span>. Untuk menjadi psikiater, kamu harus menempuh pendidikan sarjana kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter umum terlebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mendapatkan gelar dokter umum, kamu bisa mengambil pelatihan residensi selama empat tahun dengan pengkhususan di bidang psikiatri. Setelah lulus masa residensi, psikiater akan bergelar dokter dan Sp.Kj (Spesialis Kesehatan Jiwa).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/hari-kesehatan-mental-peran-psikologi-klinis-untuk-bantu-masalah-kesehatan-mental\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peran Psikologi Klinis untuk Bantu Masalah Kesehatan Mental<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Psikolog menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi non-medis, sedangkan psikiater dari sisi medis<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Differences-between-a-psychiatrist-and-psychologist-Feature2.png\" alt=\"perbedaan psikolog dan psikiater\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Psikolog menyelidiki dari non medis, psikiater dari sisi medis (Sumber: eduadvisor.my)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan psikolog dan psikiater selanjutnya dilihat dari tugas\/pekerjaannya. \u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Tugas seorang psikiater adalah\u00a0menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi medis dan kelainan susunan saraf pada penderita penyakit kejiwaan.<\/span> Psikiater juga bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sementara itu, <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">tugas psikolog adalah untuk menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi non medis<\/span> seperti pola asuh, susunan keluarga, tumbuh kembang selama anak-anak hingga dewasa, hingga pengaruh lingkungan sosial. Psikolog harus fokus pada terapi psikososial untuk perilaku, pikiran dan emosi pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/macam-macam-gangguan-mental\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Saja Macam-Macam Gangguan Mental?<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Psikiater boleh memberikan obat, sedangkan psikolog tidak<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Differences-between-a-psychiatrist-and-psychologist-3-Psychiatrists-can-prescribe-medication-but-psychologists-can%E2%80%99t.png\" alt=\"perbedaan psikolog dan psikiater\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Psikiater boleh memberikan obat, psikolog tidak (Sumber: leaderonomics.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat kuliah di kedokteran, psikiater juga mempelajari ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. <em>So<\/em>, seorang <span style=\"font-weight: bold;\">psikiater bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi)<\/span>, terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien. Tentunya setelah dilakukan diagnosis gangguan mental terlebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Psikolog<\/span> lebih fokus kepada aspek sosial pasien, seperti <span style=\"font-weight: bold;\">memberikan terapi psikologi atau psikoterapi<\/span>. Selain itu, psikolog juga berkompeten untuk melakukan serentetan tes psikologi yang nantinya akan diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah yang dialami pasien seperti tes IQ, tes kepribadian, minat bakat, dan sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Memberikan terapi terbaik dengan cara yang berbeda<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/psychologist.jpg\" alt=\"perbedaan psikolog dan psikiater\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Kapan kita harus ke Psikolog atau ke Psikiater? (Sumber: medicalnewstoday.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Intinya, psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa upaya penanganan, pencegahan, diagnosis dan juga pemberian terapi. Keduanya bekerja sama untuk saling berkoordinasi dalam memberikan terapi terbaik bagi pasien. Hanya saja dalam bentuk yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Psikolog melakukan terapi pada pasien setiap minggu untuk konseling psikososial. Psikiater juga akan melakukan terapi setiap minggu atau bulanan untuk psikoterapi atau psikofarmakologi. Hal ini tergantung pada kasus dan permasalahan yang dihadapi masing-masing pasien atau kebutuhan klinis pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/bahaya-kebiasaan-self-diagnosis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahaya Kebiasaan Self Diagnosis yang Penting Diketahui<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 18pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">5. Psikolog bisa menjadi tempat untuk berkonsultasi, sedangkan psikiater untuk pengobatan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/08-Blog-Psychiatrist-Cancer-L%20(1).jpg\" alt=\"perbedaan psikolog dan psikiater\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Psikolog menjadi tempat untuk berkonsultasi, sedangkan psikiater khusus pengobatan. (Sumber: cancercenter.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi yang memiliki permasalahan dengan kesehatan jiwa, kamu bisa berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Ada juga kasus pasien yang perlu berkonsultasi dengan kedua profesi ini. Hal ini sangat tergantung pada kasus dan permasalahan yang dihadapi pasien. Bisa saja, seorang pasien yang berkonsultasi ke psikolog juga akan direferensikan ke psikiater karena misalnya membutuhkan terapi berupa obat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah itu dia, perbedaan psikolog dan psikiater. Masalah kesehatan jiwa memang masih kerap dianggap kurang penting dibandingkan kesehatan fisik. Padahal jika tidak ditangani, gangguan kejiwaan juga dapat mengancam kehidupan seseorang, lho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baik psikolog maupun psikiater sangat dibutuhkan untuk banyak orang. Kamu berminat berprofesi menjadi salah satunya?\u00a0Yuk, siapkan diri untuk bisa masuk jurusan Psikologi atau Kedokteran bersama <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">&#8220;Riset: usia\u00a016-24\u00a0tahun adalah periode kritis untuk kesehatan mental remaja dan anak muda Indonesia&#8221; [Daring]. Tautan: https:\/\/theconversation.com\/riset-usia-16-24-tahun-adalah-periode-kritis-untuk-kesehatan-mental-remaja-dan-anak-muda-indonesia-169658 (Diakses pada 30 Juni 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profesi psikolog dan psikiater sering kali dianggap sama karena keduanya menangani masalah kejiwaan. Tapi, ternyata keduanya berbeda, loh! Yuk simak perbedaan psikolog dan psikiater dalam artikel ini! &#8212; &nbsp; Tahukah kamu, merujuk dari data hasil riset oleh tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia tahun 2021, yang dilakukan pada 393 remaja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":2668,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1746501650:1"],"_knawatfibu_alt":["Perbedaan Psikolog dan Psikiater"],"_wp_old_date":["2022-06-30"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Tugas psikolog &amp; psikiater adalah menangani kesehatan mental. Tapi, apa saja perbedaan psikolog dan psikiater? Jurusan kuliah apa yang harus diambil?"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-2668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Profesi psikolog dan psikiater sering kali dianggap sama karena keduanya menangani masalah kejiwaan. Tapi, ternyata keduanya berbeda, loh! Yuk simak perbedaan psikolog dan psikiater dalam artikel ini! &#8212; &nbsp; Tahukah kamu, merujuk dari data hasil riset oleh tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia tahun 2021, yang dilakukan pada 393 remaja [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-06T00:11:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-06T03:23:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\"},\"author\":{\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"headline\":\"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya!\",\"datePublished\":\"2025-05-06T00:11:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T03:23:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\"},\"wordCount\":800,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\",\"name\":\"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-06T00:11:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T03:23:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Profesi psikolog dan psikiater sering kali dianggap sama karena keduanya menangani masalah kejiwaan. Tapi, ternyata keduanya berbeda, loh! Yuk simak perbedaan psikolog dan psikiater dalam artikel ini! &#8212; &nbsp; Tahukah kamu, merujuk dari data hasil riset oleh tim Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia tahun 2021, yang dilakukan pada 393 remaja [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-05-06T00:11:12+00:00","article_modified_time":"2025-05-06T03:23:04+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater"},"author":{"name":"Shabrina Alfari","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"headline":"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya!","datePublished":"2025-05-06T00:11:12+00:00","dateModified":"2025-05-06T03:23:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater"},"wordCount":800,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater","name":"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya! - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg","datePublished":"2025-05-06T00:11:12+00:00","dateModified":"2025-05-06T03:23:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Psikologi%20VS%20Psikiater-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/5-perbedaan-psikolog-dan-psikiater#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Samakan, ya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2668"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23075,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2668\/revisions\/23075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}