{"id":2425,"date":"2025-06-19T12:39:45","date_gmt":"2025-06-19T05:39:45","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2425"},"modified":"2025-06-23T16:12:27","modified_gmt":"2025-06-23T09:12:27","slug":"sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia","title":{"rendered":"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg\" alt=\"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia - Sejarah Kelas 11\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Seperti apa sih perkembangan kolonialisme dan imperialisme Eropa di Indonesia? Yuk, temukan jawabannya dengan membaca <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Sejarah kelas 11<\/a><\/strong> ini sampai selesai! Selamat membaca!<\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center; font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kisah kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945 tidak terlepas dari campur tangan bangsa-bangsa Eropa yang pernah datang ke Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kamu masih ingat <em>nggak,<\/em> sejak kapan bangsa Eropa datang ke sini? Tenang, artikel ini akan kasih tahu perkembangan <a href=\"\/blog\/imperialisme-dan-kolonialisme\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">kolonialisme dan imperialisme<\/span><\/a> Eropa di Indonesia. Baca artikel ini sampai habis, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah dicari bangsa Eropa karena manfaatnya sebagai penghangat dan bisa dijadikan pengawet makanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada saat itu. Dari faktor-faktor tersebut, banyak bangsa Eropa yang berusaha untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya | Sejarah Kelas 10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya, kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia\u00a0<em>gak\u00a0<\/em>semata-mata\u00a0<strong>hanya karena rempah-rempah aja<\/strong>, tapi juga didorong oleh beberapa hal. Apa aja\u00a0<em>tuh<\/em>?<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mencari kekayaan (<em>gold<\/em>), kejayaan (<em>glory<\/em>), dan penyebaran agama Kristen (<em>gospel<\/em>). Konsep ini dikenal sebagai 3G.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti <strong>teori heliosentrisme<\/strong>,\u00a0<strong>penemuan kompas<\/strong>,\u00a0<strong>teropong<\/strong>, dan\u00a0<strong>peta<\/strong>.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Buku Imago Mundi dan Il Milione karangan Marco Polo, yang berisi tentang perjalanannya ke Timur.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hal-hal%20yang%20mendorong%20kedatangan%20bangsa%20Eropa%20ke%20Indonesia.jpg\" alt=\"Hal-hal yang mendorong kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oke, abis ini kita bahas kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, hingga Inggris, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Portugis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Bartholomeus Diaz melakukan penjelajahan samudra dan sampai di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1488. Penjelajahan lalu diteruskan Vasco da Gama yang sampai di Gowa (India) pada 1498, lalu pulang ke Lisboa, Portugal, dengan membawa rempah-rempah.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"\/blog\/strategi-perlawanan-bangsa-indonesia-terhadap-penjajahan-belanda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Strategi Perlawanan Indonesia terhadap Belanda Sampai Awal Abad 20<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Portugis pun semakin gigih dalam mencari sumber rempah-rempah. Untuk itu, Portugis melanjutkan ekspedisi ke timur yang dipimpin\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Alfonso d\u2019Albuquerque<\/span> untuk menguasai Malaka. Ia berhasil menguasai Malaka sebagai pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara pada 10 Agustus 1511.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Spanyol<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Orang Spanyol yang pertama kali melakukan penjelajahan samudra adalah Christopher Columbus. Pada 1492, ia berlayar ke arah barat melewati Samudra Atlantik, hingga akhirnya tiba di benua Amerika. Saat itu, Columbus berpikir kalau dia telah sampai di daerah yang ditujunya, yaitu India. Karena itulah Columbus lalu menamakan penduduk lokal yang ia temui sebagai warga Indian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-benua-amerika\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Siapa Penemu Benua Amerika? Simak Sejarah dan Penjelasannya!<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Penjelajahan berikutnya dilakukan Magelhaens dari Spanyol ke barat daya. Melintasi Samudra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika, kemudian melewati Samudra Pasifik dan mendarat di Filipina pada tahun 1521. Pelayaran Magelhaens berpengaruh bagi dunia ilmu pengetahuan karena dirinya berhasil membuktikan bahwa bumi itu bulat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Penjelajahan Magelhaens kemudian dilanjutkan Sebastian del Cano. Pada 1521, <span style=\"font-weight: bold;\">Sebastian del Cano<\/span> berhasil berlabuh di Tidore, namun kedatangan mereka dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk menyelesaikan permasalahan keduanya, Portugis dan Spanyol melakukan <strong>Perjanjian Saragosa<\/strong> pada 1529.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Belanda<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada 1596,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/laksamana-malahayati\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">Cornelis de Houtman<\/span><\/a> berhasil mendarat di Banten. Sikap Belanda yang kurang ramah dan berusaha memonopoli perdagangan di Banten membuat Sultan Banten saat itu marah. Akibatnya, ekspedisi ini terbilang gagal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sekitar 1598-1600, pedagang Belanda mulai berdatangan kembali. Kedatangannya kali ini dipimpin <span style=\"font-weight: bold;\">Jacob van Neck<\/span>. Ia berhasil mendarat di Maluku dan membawa rempah-rempah. Keberhasilan van Neck menyebabkan semakin banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Inggris<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Masuknya bangsa Inggris ke Indonesia juga bertujuan mencari rempah-rempah. Tokoh penjelajahnya adalah Sir Henry Middleton dan James Cook. Henry Middleton mulai menjelajah di tahun 1604 dari Inggris menyusuri perairan Cabo da Roca (Portugal) dan Pulau Canary.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Henry Middleton<\/span> lanjut menuju perairan Afrika Selatan hingga Samudra Hindia. Ia sampai di Sumatra, lalu menuju Banten di akhir 1604. Ia berlayar ke Ambon (1605), lalu ke Ternate, serta Tidore, dan mendapat rempah-rempah, seperti lada dan cengkeh. Sedangkan <span style=\"font-weight: bold;\">James Cook<\/span>\u00a0sampai ke Batavia tahun 1770, setelah dari Australia.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-padri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &amp; Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Di antara bangsa-bangsa tersebut, Belanda merupakan negara yang cukup lama berada di Indonesia. Hingga akhirnya mereka membuat perusahaan dagang di Indonesia. <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Meski telah bangkrut, sampai sekarang, perusahaan ini tercatat sebagai salah satu perusahaan terkaya di dunia, <\/span><em style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">lho<\/em>!<span style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">\u00a0Ada yang bisa menebak nama perusahaannya?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/sejarah-kelas-11-dampak-kedatangan-bangsa-eropa-bagi-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dampak Kedatangan Bangsa Eropa Bagi Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Vereenigde Oostindische Compagnie<\/strong> atau lebih dikenal dengan VOC merupakan perusahaan dagang tersebut. VOC didirikan pada 20 Maret 1602 oleh <strong>Johan van Oldenbarnevelt<\/strong>. Kepemimpinannya dipegang oleh 17 orang pemegang saham (<em>Heeren Zeventien<\/em>) yang berkedudukan di Amsterdam. Tujuan pembentukannya adalah:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Menghindari persaingan sesama pedagang Belanda.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Memperkuat Belanda dalam persaingan dengan Bangsa Eropa lain.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Keberadaan VOC tidak hanya sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik. VOC memiliki <strong>hak <em>octrooi<\/em><\/strong>, yaitu monopoli perdagangan, mencetak mata uang sendiri, mengadakan perjanjian, menyatakan perang dengan negara lain, menjalankan kekuasaan kehakiman, memungut pajak, memiliki angkatan perang, dan mendirikan benteng.\u00a0<span style=\"background-color: transparent;\"><strong>VOC <\/strong>pun<strong> memiliki beberapa kebijakan<\/strong>, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Contingenten<\/em>: pajak wajib berupa hasil bumi yang langsung dibayarkan ke VOC.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Verplichte leverantie<\/em>: penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC. Kebijakan ini berlaku di daerah jajahan yang tidak secara langsung dikuasai VOC, misalnya Kesultanan Mataram.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ekstirpasi: menebang kelebihan jumlah tanaman agar produksinya tidak berlebihan, sehingga harga dapat dipertahankan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pelayaran Hongi: Pelayaran dengan perahu kora-kora untuk memantau penanaman dan perdagangan rempah-rempah oleh petani.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada <strong>tahun 1799, VOC bangkrut<\/strong> karena pegawai VOC banyak yang melakukan <strong>korupsi<\/strong>, menanggung<strong> utang akibat perang<\/strong>, dan kemerosotan moral para pegawai. Dengan dibubarkannya VOC, maka kekuasaannya di Indonesia kemudian diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda yang saat itu dikuasai Prancis.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-pattimura\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perang Pattimura: Latar Belakang, Kronologi, Strategi &amp; Akhir Perang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Perebutan Politik Hegemoni Bangsa Eropa di Indonesia<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Masa Pemerintahan Republik Bataaf<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kerajaan Belanda dipimpin Louis Napoleon, yang merupakan adik Napoleon Bonaparte, mengangkat <span style=\"font-weight: bold;\">Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels<\/span>\u00a0pada tahun 1808 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Tugas lainnya adalah memperbaiki nasib rakyat selaras dengan cita-cita Revolusi Prancis. Adapun kebijakan Daendels adalah:<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kebijakan%20Herman%20Willem%20Daendels.jpg\" alt=\"Kebijakan Herman Willem Daendels\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Sisi negatif pemerintahan Daendels adalah membiarkan terus praktik perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di Jawa yang buruk, sehingga menimbulkan banyak perlawanan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Daendels kemudian ditarik ke Eropa, lalu digantikan <span style=\"font-weight: bold;\">Gubernur Jenderal Janssens <\/span><\/span><span style=\"background-color: transparent;\">pada tahun 1811. Masa pemerintahannya tidak lama, karena pasukan Inggris datang menyerang. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Janssens dan pasukannya menyerah dengan ditandatanganinya <strong>Perjanjian Tuntang<\/strong>, sehingga s<strong>elanjutnya Nusantara berada di bawah kekuasaan Inggris<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Masa Pemerintahan Inggris<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pada 1811, pimpinan Inggris di India, Lord Minto, memerintahkan <span style=\"font-weight: bold;\">Thomas Stamford Raffles<\/span>\u00a0yang berada di Penang untuk menguasai Pulau Jawa. Penjajahan bangsa Inggris tidak berlangsung lama. Sejak 1816, Inggris menyerahkan kembali kekuasaannya kepada Belanda. Indonesia kembali berada di bawah kekuasaan Belanda.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kebijakan%20Thomas%20Stamford%20Raffles.jpg\" alt=\"Kebijakan Thomas Stamford Raffles\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Masa Pemerintahan Belanda<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Van der Capellen<\/span> ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, menerapkan kebijakan dalam menghapuskan peran penguasa tradisional, menerapkan pajak yang memberatkan rakyat, sehingga muncul banyak perlawanan dari rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Belanda juga mengutus <span style=\"font-weight: bold;\">Johannes van den Bosch<\/span>\u00a0untuk meningkatkan penerimaan negara Belanda yang kosong akibat perang dengan masyarakat Nusantara dan bangsa Eropa lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Van den Bosch memberlakukan sistem tanam paksa (<em>cultuur stelsel<\/em>) sejak tahun 1830. Penerapan <em>cultuur stelsel <\/em>banyak mengalami penyimpangan, seperti waktu tanam yang melebihi usia tanam padi, tanah yang seharusnya bebas pajak tetap kena pajak, hingga rakyat harus menyediakan sampai setengah tanahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Meski begitu, Tanam Paksa juga berdampak positif karena rakyat Indonesia mengetahui jenis-jenis tanaman baru dan mengetahui cara tanam yang baik.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011-06.jpg\" alt=\"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia - Sejarah Kelas 11-06\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Pada tahun 1870, Tanam Paksa dihapus<\/strong> dan diganti Politik Pintu Terbuka yang tertuang dalam <strong>UU Agraria 1870<\/strong> yang mengatur tentang kepemilikan tanah pribumi dan pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Di sini, mulai diberlakukan politik pintu terbuka, investor asing mulai muncul, terjadi pengembangan usaha perkebunan di luar Jawa, dan sistem kerja paksa diganti dengan sistem kerja bebas.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Timeline%20Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia.jpg\" alt=\"Timeline Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Perkembangan kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa tentunya memiliki berbagai dampak bagi Indonesia. Di samping dampak negatif, banyak dampak positif yang kita dapat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Meski begitu, hidup di bawah bayang-bayang bangsa lain pasti <\/span><em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">nggak <\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">enak, <\/span><em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">kan<\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">? Buat kamu yang mau tau tentang materi ini lebih dalam, kamu juga bisa <\/span><em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">lho nonton <\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">materi ini lewat video animasi di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/penjelajahan-samudra-dan-munculnya-kolonialisme-imperialisme-subtopi-e97n3gub-hr-utbk-ujian-mandiri-persiapan-kuliah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">. Yuk\u00a0<em>download\u00a0<\/em>aplikasinya sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Sardiman AM, Lestariningsih AD. (2017) <em>Sejarah Indonesia<\/em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Sumber Gambar:<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left; font-weight: normal;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Foto &#8216;Herman Willem Daendels&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/idsejarah.net\/2016\/10\/biografi-herman-willem-daendels.html (Diakses pada 22 Juli 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left; font-weight: normal;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Foto &#8216;Sir Thomas Stamford Raffles&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Sir_Thos._Stamford_Raffles.png (Diakses pada 22 Juli 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left; font-weight: normal;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Foto &#8216;Cultuurtelsel&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kamussejarah.com\/2017\/08\/cultuurstelsel.html (Diakses pada 22 Juli 2021)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini diperbarui pada 19 Juni 2025.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti apa sih perkembangan kolonialisme dan imperialisme Eropa di Indonesia? Yuk, temukan jawabannya dengan membaca artikel Sejarah kelas 11 ini sampai selesai! Selamat membaca! &#8212; &nbsp; Kisah kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945 tidak terlepas dari campur tangan bangsa-bangsa Eropa yang pernah datang ke Indonesia. Kamu masih ingat nggak, sejak kapan bangsa Eropa datang ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":2425,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1750669807:1"],"_aioseo_title":["Perkembangan Kolonialisme &amp; Imperialisme Eropa di Indonesia"],"_aioseo_description":["Seperti apa perkembangan kolonialisme &amp; imperialisme Eropa di Indonesia, mulai dari kedatangan bangsa Portugis, Belanda, hingga Inggris? Simak artikel ini ya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_wp_old_date":["2022-07-27"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-2425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti apa sih perkembangan kolonialisme dan imperialisme Eropa di Indonesia? Yuk, temukan jawabannya dengan membaca artikel Sejarah kelas 11 ini sampai selesai! Selamat membaca! &#8212; &nbsp; Kisah kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945 tidak terlepas dari campur tangan bangsa-bangsa Eropa yang pernah datang ke Indonesia. Kamu masih ingat nggak, sejak kapan bangsa Eropa datang ke [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-19T05:39:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T09:12:27+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"headline\":\"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2025-06-19T05:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T09:12:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\"},\"wordCount\":1350,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\",\"name\":\"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-19T05:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T09:12:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Seperti apa sih perkembangan kolonialisme dan imperialisme Eropa di Indonesia? Yuk, temukan jawabannya dengan membaca artikel Sejarah kelas 11 ini sampai selesai! Selamat membaca! &#8212; &nbsp; Kisah kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945 tidak terlepas dari campur tangan bangsa-bangsa Eropa yang pernah datang ke Indonesia. Kamu masih ingat nggak, sejak kapan bangsa Eropa datang ke [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-06-19T05:39:45+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T09:12:27+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia"},"author":{"name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"headline":"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2025-06-19T05:39:45+00:00","dateModified":"2025-06-23T09:12:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia"},"wordCount":1350,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia","name":"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg","datePublished":"2025-06-19T05:39:45+00:00","dateModified":"2025-06-23T09:12:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Kolonialisme%20dan%20Imperialisme%20Eropa%20di%20Indonesia%20-%20Sejarah%20Kelas%2011.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2425"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23553,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425\/revisions\/23553"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}