{"id":2401,"date":"2022-07-29T03:14:12","date_gmt":"2022-07-28T20:14:12","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2401"},"modified":"2023-12-04T11:47:53","modified_gmt":"2023-12-04T04:47:53","slug":"realitas-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial","title":{"rendered":"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png\" alt=\"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Apa itu realitas sosial? Yuk, ketahui pengertian, dimensi, dan proses pembentukan realitas sosial melalui <a href=\"\/blog\/tag\/sosiologi-x\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">artikel Sosiologi kelas 10<\/a> berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Akhir-akhir ini, di negara kita lagi rame banget pembahasan tentang Citayam Fashion Week. Mulai dari media sosial sampai siaran televisi nasional, semua membahas tentang Citayam Fashion Week. Fenomena ini menjadi viral karena remaja-remaja Citayam tersebut memiliki gaya <em>fashion<\/em> tersendiri yang justru kontras dengan tempat nongkrong mereka yakni kawasan Dukuh Atas yang terkesan elit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, dari fenomena Citayam Fashion Week ini, kita bisa mempelajari salah satu materi Sosiologi yang disebut dengan Realitas Sosial, lho! Udah tahu belum, apa yang dimaksud dengan Realitas Sosial?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengertian Realitas Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Menurut bahasa, realitas sosial adalah segala hal yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan menurut Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckmann<\/span> dalam bukunya yang berjudul &#8220;The Social Construction of Reality&#8221;, realitas sosial adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada di luar kemauan kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi, bisa kita simpulkan bahwa <span style=\"font-weight: bold;\">realitas sosial adalah<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">segala fenomena atau kenyataan di masyarakat yang terjadi di luar diri kita<\/span> atau bukan kemauan diri sendiri yang tidak bisa kita hindari. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Realitas sosial terbentuk atas situasi dan kondisi tertentu di masyarakat.&nbsp;<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contohnya seperti<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">kemiskinan<\/span>. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Terjadinya kemiskinan di suatu negara, bukan terjadi akibat kemauan sendiri, tetapi terbentuk karena konstruksi sosial, yakni terjadi akibat dorongan dari faktor-faktor lain, seperti <span style=\"font-weight: normal;\">kurangnya lapangan pekerjaan dan pembangunan yang tidak merata<\/span>. Kemiskinan ini kemudian menjadi dasar adanya kesenjangan sosial di masyarakat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, Citayam Fashion Week tadi juga merupakan fenomena yang terbentuk akibat adanya <span style=\"font-weight: bold;\">kesenjangan sosial<\/span> ini, <em>guys<\/em>. Gaya berpakaian anak-anak Citayam ini dianggap kontras dengan kawasan Dukuh Atas yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit yang terkesan elit. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, fenomena Citayam Fashion Week juga membuktikan adanya <span style=\"font-weight: bold;\">pembangunan yang tidak merata<\/span>, karena kalau pembangunan sudah merata, seharusnya anak-anak Citayam ini nggak perlu jauh-jauh ke Dukuh Atas hanya untuk sekedar nongkrong bersama teman. Bisa jadi, di daerah Citayam, kurang tersedia ruang publik yang bisa menjadi tempat remaja Citayam ini berekspresi, sehingga mereka harus jauh-jauh pergi ke Dukuh Atas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-sosiologi-dan-objek-studinya\" rel=\"noopener\">Pengertian Sosiologi dan Objek Studinya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dimensi Realitas Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Realitas sosial memiliki dua dimensi, yaitu objektif dan subjektif. Kita bahas satu per satu, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian%20dan%20Dimensi%20Realitas%20Sosial.png\" alt=\"Dimensi Realitas Sosial\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Realitas Objektif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Realitas objektif adalah kondisi yang <span style=\"font-weight: normal;\">sebenarnya ada di masyarakat dan diterima<\/span> oleh individu <span style=\"font-weight: bold;\">tanpa dipengaruhi pendapat pribadi<\/span>.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Realitas Subjektif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Realitas subjektif adalah kondisi yang <span style=\"font-weight: normal;\">terjadi di masyarakat dan diterima<\/span> oleh individu <span style=\"font-weight: bold;\">dengan dipengaruhi pendapat pribadi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, seperti ide dan opini<\/span>.<\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Biar makin paham, kita ambil contoh <span style=\"font-weight: normal;\">kemiskinan<\/span> tadi, ya. Dalam <span style=\"font-weight: bold;\">dimensi objektif<\/span>, kemiskinan dianggap sebagai ketidakmampuan memenuhi <span style=\"font-weight: bold;\">kebutuhan dasar<\/span>, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan dalam <span style=\"font-weight: bold;\">dimensi subjektif<\/span>, seseorang bisa jadi menyebut dirinya tidak mampu karena <span style=\"font-weight: bold;\">tidak memiliki kendaraan pribadi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, meskipun kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Contoh%20Dimensi%20Realitas%20Sosial.png\" alt=\"Contoh Dimensi Realitas Sosial\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah tahu dimensi dari realitas sosial, sekarang kita pelajari tentang proses terbentuknya realitas sosial, yuk!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-dan-jenis-objek-kajian-sosiologi\" rel=\"noopener\">Mengenal Objek Kajian Sosiologi dan Jenis-Jenisnya<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses Pembentukan Realitas Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Menurut Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckmann, proses pembentukan realitas sosial terdiri atas tiga tahap yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">internalisasi<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">eksternalisasi<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">objektivasi<\/span>.<\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Internalisasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Internalisasi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">proses penerimaan berbagai nilai, norma, dan realitas lainnya yang ada di masyarakat <\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">oleh individu<\/span> yang dilakukan melalui sosialisasi<\/span>. Sosialisasi adalah proses <span style=\"font-weight: normal;\">penanaman<\/span> nilai dan norma dari individu yang satu ke individu lainnya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Eksternalisasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Eksternalisasi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">proses individu <\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">mengekspresikan apa yang sudah diterima dan dipelajari<\/span> di tahap internalisasi sesuai dengan penafsiran mereka sendiri<\/span>.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Objektivasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Objektivasi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">proses yang terbentuk karena individu sebagai anggota masyarakat berulang kali melakukan kebiasaan<\/span> dari tahap eksternalisasi sehingga <span style=\"font-weight: normal;\">membentuk pola<\/span> yang berlaku secara umum di masyarakat. Objektivasi inilah yang menghasilkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.<\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh<\/span> dari tahap internalisasi, eksternalisasi, dan objektivasi bisa kamu lihat pada tabel berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Proses%20Pembentukan%20Realitas%20Sosial.png\" alt=\"Proses Pembentukan Realitas Sosial\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, sekian dulu materi kita tentang realitas sosial sebagai objek kajian sosiologi, meliputi pengertian, dimensi, proses pembentukan, serta contoh. Gimana? Sudah paham belum? Kalau belum paham, yuk nonton video belajarnya di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a>!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/download-for-desktop\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg\" width=\"800\" height=\"195\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Suhardi, Sri Sunarti. (2009). <em>Sosiologi 1: Untuk SMA\/MA Kelas X Program IPS<\/em>. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu realitas sosial? Yuk, ketahui pengertian, dimensi, dan proses pembentukan realitas sosial melalui artikel Sosiologi kelas 10 berikut ini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":2401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1701665273:1"]},"categories":[534,538],"tags":[52,10,37,106],"class_list":["post-2401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","category-sosiologi-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma","tag-sosiologi-x"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu realitas sosial? Yuk, ketahui pengertian, dimensi, dan proses pembentukan realitas sosial melalui artikel Sosiologi kelas 10 berikut ini! &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-28T20:14:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-04T04:47:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2022-07-28T20:14:12+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T04:47:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\"},\"wordCount\":660,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\",\"Sosiologi X\"],\"articleSection\":[\"Sosiologi\",\"Sosiologi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\",\"name\":\"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png\",\"datePublished\":\"2022-07-28T20:14:12+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T04:47:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apa itu realitas sosial? Yuk, ketahui pengertian, dimensi, dan proses pembentukan realitas sosial melalui artikel Sosiologi kelas 10 berikut ini! &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-07-28T20:14:12+00:00","article_modified_time":"2023-12-04T04:47:53+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10","datePublished":"2022-07-28T20:14:12+00:00","dateModified":"2023-12-04T04:47:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial"},"wordCount":660,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png","keywords":["Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA","Sosiologi X"],"articleSection":["Sosiologi","Sosiologi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial","name":"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png","datePublished":"2022-07-28T20:14:12+00:00","dateModified":"2023-12-04T04:47:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Realitas%20Sosial%20sebagai%20Objek%20Kajian%20Sosiologi%20Kelas%2010.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi | Sosiologi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15805,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2401\/revisions\/15805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}