{"id":23938,"date":"2025-07-17T17:57:10","date_gmt":"2025-07-17T10:57:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=23938"},"modified":"2025-07-22T14:07:02","modified_gmt":"2025-07-22T07:07:02","slug":"perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc","title":{"rendered":"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png\" alt=\"Perlawanan Indonesia terhadap Portugis dan VOC\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Dalam <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Sejarah kelas 11<\/a><\/strong> ini, kamu akan belajar mengenai perlawanan Indonesia sebelum abad ke-19 dalam melawan para penjajah. Yuk, langsung kita bahas!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum bangsa Indonesia menyatukan diri dalam semangat kebangsaan pada <\/span><strong>awal abad ke-20<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, berbagai kerajaan dan kesultanan di Nusantara sudah terlebih dahulu melakukan perlawanan terhadap bangsa asing. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan-perlawanan tersebut umumnya dilakukan secara <\/span><strong>sporadis dan bersifat lokal<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi menjadi bukti bahwa semangat mempertahankan kedaulatan telah tumbuh sejak jauh sebelum Indonesia merdeka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan Portugis dan VOC yang melakukan kolonialisme di Nusantara mulai <\/span><strong>abad 16 hingga 18<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tepatnya pada <\/span><strong>tahun 1511-1799<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tentunya <\/span><strong>mendapat beragam respons<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari masyarakat, terutama <\/span><strong>kerajaan lokal<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang pada saat itu masih berdiri dengan melakukan perlawanan bersenjata. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, artikel ini akan mengupas bagaimana <\/span><strong>perlawanan sebelum abad ke-19<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> ini dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap Portugis dan VOC, yang terjadi di berbagai wilayah Nusantara. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari Barat hingga Timur, jejak perjuangan ini menunjukkan semangat perlawanan yang luar biasa dari para pemimpin dan rakyat Nusantara. Langsung aja yuk, simak selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme, Jenis &amp; Tujuannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perlawanan Terhadap Portugis<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedatangan Portugis ke Nusantara pada <\/span><strong>awal abad ke-16<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu awal mula penjajahan di Indonesia. Mereka datang dengan tujuan utama menguasai perdagangan, khususnya rempah-rempah, serta menyebarluaskan agama Katolik. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tindakan semena-mena dan upaya monopoli dagang mereka kemudian<\/span><strong> memicu berbagai perlawanan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kerajaan-kerajaan lokal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kesultanan Demak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kerajaan pertama yang menunjukkan perlawanan terhadap Portugis adalah Kesultanan Demak. Latar belakang perlawanan Demak melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah keinginan kuat untuk <\/span><strong>membebaskan Malaka dari cengkeraman Portugis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang saat itu menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak menguasai Malaka pada <\/span><strong>tahun 1511<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Portugis berupaya memonopoli perdagangan di Selat Malaka. Monopoli perdagangan dan pelabuhan yang dilakukan oleh Portugis ini menyebabkan para pedagang Demak kesulitan untuk menjual barang hasil bumi Demak seperti beras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu pada<\/span><strong> tahun 1512 dan 1521<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Demak melakukan serangan ke Malaka di bawah pimpinan <\/span><strong>Pangeran Sabrang Lor<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>Dipati Unus (Pati Unus)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, putra dari Raden Patah. Tujuannya jelas, yaitu mengusir Portugis dari Malaka dan mengembalikan jalur dagang kepada penguasa lokal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kedua peristiwa perlawanan terhadap Portugis yang dilakukan oleh Demak ini mengalami kegagalan karena <\/span><strong>kekuatan militer dan persenjataan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dimiliki <\/span><strong>Portugis<\/strong>, <span style=\"font-weight: 400;\">Benteng Formosa, Malaka, jauh <\/span><strong>lebih baik dan memadai<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pati Unus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memimpin penyerangan pun <\/span><strong>gugur<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">pada serangan <\/span><strong>tahun 1521<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, tekanan yang diberikan oleh Demak dan sekutunya menyebabkan pasokan bantuan untuk Portugis di Maluku terhambat, yang pada akhirnya turut mempercepat keluarnya Portugis dari wilayah Indonesia bagian Timur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena monopoli perdagangan di Malaka, peristiwa perlawanan terhadap Portugis oleh Kesultanan Demak juga dilatarbelakangi oleh <\/span><strong>pendirian pos dagang di Sunda Kelapa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh Portugis. Portugis berusaha untuk mendirikan pos dagang di Sunda Kelapa dengan cara bekerjasama dengan raja Sunda. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesultanan Demak yang menganggap kehadiran Portugis di Jawa sebagai ancaman, mengantisipasinya dengan menyerang Sunda Kelapa pada <\/span><strong>tahun 1527<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di bawah pimpinan <\/span><strong>Fatahillah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Serangan Demak ini berbuah <\/span><strong>kemenangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Pelabuhan Sunda Kelapa kemudian menjadi wilayah kekuasaan Demak dengan pengawasan dari Kesultanan Banten.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/strategi-perlawanan-bangsa-indonesia-terhadap-penjajahan-belanda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perlawanan Indonesia terhadap Belanda sampai Awal Abad 20<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kesultanan Ternate<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8162fd29-e89b-4522-9fae-bfbc09c97895.png\" alt=\"Sultan Baabullah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sultan Baabullah (Asset eksklusif Ruangguru)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Demak, ada juga kesultanan Ternate yang turut melakukan perlawanan terhadap Portugis. Perlawanan terhadap VOC di Maluku dipimpin oleh Sultan Baabullah, yang merupakan anak dari Sultan Hairun. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada <\/span><strong>mulanya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, kedatangan Portugis <\/span><strong>mendapat sambutan baik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari rakyat Ternate. Namun seiring berjalannya waktu, Portugis <\/span><strong>bersikap tidak ramah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap komunitas pedagang cengkeh di Maluku. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, Portugis terkesan <\/span><strong>memaksakan monopoli perdagangan rempah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di Maluku sehingga mendapat perlawanan dari Sultan Ternate, yakni <\/span><strong>Sultan Hairun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> beserta rakyatnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping itu, kegiatan <\/span><strong>penyebaran agama Kristen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan oleh Portugis di antara penduduk lokal Ternate yang beragama Islam <\/span><strong>menimbulkan kekhawatiran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Sultan Hairun. Ia kemudian mengumpulkan sultan-sultan dari berbagai daerah di Maluku untuk melawan Kristenisasi Portugis, serta berupaya mengusir Portugis dari Maluku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap Portugis yang dianggap sudah melampaui batas dengan memaksakan monopoli perdagangan serta melakukan kegiatan Kristenisasi di Maluku membuat Sultan Hairun mengobarkan perang dan mengepung benteng Portugis. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyadari posisinya terdesak, Portugis mengajukan perdamaian dan mengundang sang sultan untuk mengadakan pertemuan di Benteng Gamlamo milik Portugis. Namun, di benteng tersebut <\/span><strong>Sultan Hairun justru dibunuh dengan keji<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh Portugis pada <\/span><strong>tahun 1570<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak tertua Sultan Hairun yakni <\/span><strong>Sultan Baabullah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudian <\/span><strong>melanjutkan perjuangan sang ayah<\/strong><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Rakyat Ternate melakukan perlawanan terhadap Portugis di bawah pimpinan Sultan Baabullah dan berhasil mengusir Portugis dari Maluku pada <\/span><strong>tahun 1575<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sultan Baabullah memimpin perlawanan besar-besaran terhadap Portugis dan menyerang benteng-benteng serta pos perdagangan milik Portugis. Keberhasilan ini membuat Ternate mencapai puncak kejayaannya dan menjadi <\/span><strong>simbol keberhasilan rakyat Indonesia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam mengusir penjajah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kesultanan Aceh<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, ada perlawanan terhadap Portugis di Aceh yang menjadi salah satu perlawanan paling keras dan konsisten. <\/span><strong>Selama bertahun-tahun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Portugis menjadi <\/span><strong>musuh Kesultanan Aceh Darussalam<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab terjadinya perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis adalah <\/span><strong>monopoli perdagangan di selat Malaka<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, serta <\/span><strong>gangguan militer Portugis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap para pedagang Islam yang melintasi Malaka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah pimpinan <\/span><strong>Sultan Iskandar Muda<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> Kesultanan Aceh lalu menyerang pangkalan dagang Portugis di Malaka pada <\/span><strong>tahun 1629<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, Portugis berhasil menahan serangan Kesultanan Aceh ini, sehingga tetap berkuasa di Malaka. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Barulah pada <\/span><strong>tahun 1641<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, kekuasaan Portugis di Malaka melemah <\/span><strong>seiring kehadiran VOC<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kemudian merebut wilayah itu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perlawanan Terhadap VOC<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Portugis mulai kehilangan pengaruhnya di Nusantara, hadir kekuatan baru dari Eropa, yakni Belanda, melalui perusahaan dagangnya yang bernama <\/span><strong>VOC (<em>Vereenigde Oostindische Compagnie<\/em>)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">VOC datang dengan kekuatan militer yang lebih besar dan strategi politik yang lebih kompleks, seperti <\/span><strong>politik adu domba<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>dan <\/span><strong>monopoli dagang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semangat perlawanan rakyat Indonesia tetap tidak surut. Berikut ini adalah beberapa perlawanan terkenal terhadap VOC <\/span><strong>sebelum abad ke-19<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kesultanan Mataram Islam<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ecf1b8e7-650a-4901-bf34-cf2c9caf03e9.png\" alt=\"Mataram Islam vs VOC di Batavia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pertempuran Mataram VS VOC di Batavia (Asset eksklusif Ruangguru)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan terhadap VOC di Mataram bermula dari <\/span><strong>konflik kepentingan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> antara dua kekuatan besar, yaitu Mataram sebagai kerajaan terbesar di Pulau Jawa dan VOC sebagai kekuatan asing yang ingin memonopoli perdagangan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak <\/span><strong>VOC berkuasa di Batavia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> pada<\/span><strong> tahun 1619<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> mereka banyak terlibat dalam urusan politik kerajaan-kerajaan di Nusantara, khususnya Jawa. Keterlibatan ini seringkali <\/span><strong>membuat perseteruan politik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di internal kerajaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sultan Agung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> selaku raja Mataram berambisi untuk mempersatukan Jawa di bawah kekuasaan Mataram. Keberadaan VOC <\/span><strong>dianggap sebagai ancaman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap ambisi tersebut, sehingga Mataram berusaha mengusir VOC dari Pulau Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mataram <\/span><strong>melancarkan dua kali serangan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ke Batavia, yakni pada <\/span><strong>tahun 1628 dan 1629<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Sayangnya, kedua serangan tersebut <\/span><strong>mengalami kegagalan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kurangnya persiapan logistik Mataram menjadi penyebab kegagalan pada serangan pertama. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, munculnya wabah malaria dan kolera di tengah pasukan Mataram menjadi penyebab kegagalan pada serangan kedua. Kekalahan ini justru membuat <\/span><strong>pengaruh VOC <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">di Kesultanan Mataram <\/span><strong>semakin besar<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kesultanan Gowa-Tallo<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan terhadap VOC di Maluku dilatarbelakangi <\/span><strong>monopoli perdagangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan oleh VOC. VOC memaksakan keinginan untuk <\/span><strong>mengontrol pelabuhan Makassar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Makassar yang sejak lama terbuka bagi pedagang dari berbagai bangsa, tentu saja menolak keinginan VOC.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penyebab perlawanan Gowa-Tallo lainnya adalah <\/span><strong>Kerajaan Bone<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> mengalami <\/span><strong>keresahan dan kesengsaraan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di bawah <\/span><strong>pemerintahan Kesultanan Gowa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini membuat raja Bone, yakni <\/span><strong>Arung Palakka<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, menjalin kesepakatan dan kerja sama dengan panglima Belanda <\/span><strong>Speelman <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">untuk menyerang Gowa yang dipimpin <\/span><strong>Sultan Hasanuddin<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuat <\/span><strong>Perang Makassar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> meletus pada <\/span><strong>tahun 1666-1669<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Koalisi pasukan Bone dan VOC mendapatkan kemenangan. Sedangkan Sultan Hasanuddin dari Kesultanan Gowa dipaksa menandatangani <\/span><strong>Perjanjian Bongaya pada tahun 1667<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai tanda kekalahan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/19f03bc5-05f2-4ff8-9cd1-a44abdf9e4a4.png\" alt=\"Sultan Hasanuddin Menandatangani Perjanjian Bongaya\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sultan Hasaunddin Menandatangani Perjanjian Bongaya (Asset eksklusif Ruangguru)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kesultanan Banten<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan Kesultanan Banten terhadap VOC dilatarbelakangi oleh <\/span><strong>VOC yang berupaya memonopoli perdagangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sejak menaklukkan Batavia dan membangun pangkalan dagang di sana, VOC kian gencar berupaya <\/span><strong>mengatur dan memonopoli lalu lintas perdagangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di Nusantara, <\/span><strong>khususnya Jawa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga berambisi <\/span><strong>memonopoli atau menguasai perdagangan lada<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di Jawa bagian Barat, serta Lampung yang menjadi kekuasaan Kesultanan Banten.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu, Kesultanan Banten dipimpin oleh <\/span><strong>Sultan Ageng Tirtayasa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang dikenal sebagai pemimpin yang anti-kolonial. Ia menolak keras campur tangan VOC dalam urusan Banten. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan terhadap VOC adalah karena VOC berusaha <\/span><strong>menguasai jalur perdagangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> internasional di Selat Sunda dan <\/span><strong>menggoyahkan kekuasaan politik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesultanan Banten.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, terjadi <\/span><strong>konflik suksesi kepemimpinan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> antara <\/span><strong>Sultan Haji<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan <\/span><strong>Sultan Ageng Tirtayasa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kemudian dimanfaatkan dengan jeli oleh VOC dengan mengadu domba keduanya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peristiwa ini menjadi contoh nyata politik<\/span><em><strong> devide et impera<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> atau politik adu domba yang dijalankan oleh VOC untuk memecah-belah kekuatan lokal. VOC berusaha menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa yang dikenal anti VOC.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertempuran kemudian pecah pada <\/span><strong>tahun 1682<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">antara pasukan Sultan Ageng Tirtayasa menghadapi Sultan Haji yang dibantu pasukan VOC. Pertempuran ini dimenangkan oleh koalisi antara Sultan Haji dan VOC. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sultan Ageng Tirtayasa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudian <\/span><strong>ditangkap dan dipenjara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga <\/span><strong>meninggal dunia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> pada <\/span><strong>tahun 1692<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Akibat pertempuran ini, <\/span><strong>Kesultanan Banten<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> perlahan <\/span><strong>dipengaruhi oleh VOC<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span> <strong>mengalami kemunduran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Banten pun kehilangan kedaulatannya dan VOC menjadi penguasa utama di wilayah pesisir Jawa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Perlawanan Terhadap Penjajah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari berbagai perlawanan tersebut, terlihat bahwa latar belakang Demak melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah untuk <\/span><strong>membebaskan jalur perdagangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><strong>menentang penjajahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atas wilayah kedaulatan Nusantara. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Motif ini juga serupa dengan berbagai perlawanan lainnya, seperti Aceh, Ternate, dan lainnya yang sudah disebutkan di atas, yang menolak monopoli, dominasi politik, dan intervensi asing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu diminta untuk sebutkan<\/span> <strong>faktor penyebab lahirnya pergerakan nasional<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satunya adalah karena <\/span><strong>sejarah panjang perlawanan terhadap penjajahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> ini. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesadaran bahwa bangsa Indonesia memiliki hak atas tanah airnya sendiri tumbuh dari berbagai kekalahan, kemenangan, dan semangat juang yang diwariskan para pemimpin lokal seperti Sultan Hasanuddin, Sultan Baabullah, Sultan Agung, Sultan Ageng Tirtayasa, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/imperialisme-dan-kolonialisme\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dampak Imperialisme dan Kolonialisme terhadap Bangsa Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan Indonesia sebelum abad ke-19 memang belum berhasil menyatukan seluruh kekuatan Nusantara dalam satu <\/span><em>front<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">perjuangan. Namun, setiap perlawanan dari Barat hingga Timur, menunjukkan bahwa rakyat Indonesia <\/span><strong>tidak pernah diam terhadap penjajahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa semangat merdeka telah tumbuh lama sebelum Proklamasi 1945, dan dari sejarah ini pula kita belajar bahwa <\/span><strong>persatuan<\/strong>,<strong> keberanian<\/strong>, dan<strong> kecintaan terhadap tanah air<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><strong>pondasi utama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam mempertahankan kemerdekaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu tertarik mempelajari lebih lanjut tentang sejarah perlawanan Indonesia dan hubungannya dengan pergerakan nasional, jangan ragu untuk eksplorasi lebih jauh, tentunya <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/perlawanan-terhadap-portugis-dan-voc-subtopi-aqq8b8l4-hr-utbk-ujian-mandiri-persiapan-kuliah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bersama ruangbelajar<\/a><\/strong>! <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin kita paham sejarah, maka semakin kita tahu betapa berharganya kemerdekaan yang kita miliki hari ini. Jadi, jangan sekali-sekali melupakan sejarah, ya!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam artikel Sejarah kelas 11 ini, kamu akan belajar mengenai perlawanan Indonesia sebelum abad ke-19 dalam melawan para penjajah. Yuk, langsung kita bahas! &#8212; &nbsp; Sebelum bangsa Indonesia menyatukan diri dalam semangat kebangsaan pada awal abad ke-20, berbagai kerajaan dan kesultanan di Nusantara sudah terlebih dahulu melakukan perlawanan terhadap bangsa asing. Perlawanan-perlawanan tersebut umumnya dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":23938,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1753167882:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis VOC"],"_aioseo_description":["Dalam artikel ini, kamu akan belajar mengenai perlawanan Indonesia sebelum abad ke-19 dalam melawan Portugis dan VOC. Seperti apa ya? Yuk, langsung kita bahas!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png"],"_knawatfibu_alt":["Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-23938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel Sejarah kelas 11 ini, kamu akan belajar mengenai perlawanan Indonesia sebelum abad ke-19 dalam melawan para penjajah. Yuk, langsung kita bahas! &#8212; &nbsp; Sebelum bangsa Indonesia menyatukan diri dalam semangat kebangsaan pada awal abad ke-20, berbagai kerajaan dan kesultanan di Nusantara sudah terlebih dahulu melakukan perlawanan terhadap bangsa asing. Perlawanan-perlawanan tersebut umumnya dilakukan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-17T10:57:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-22T07:07:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2025-07-17T10:57:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-22T07:07:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\"},\"wordCount\":1641,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\",\"name\":\"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png\",\"datePublished\":\"2025-07-17T10:57:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-22T07:07:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Dalam artikel Sejarah kelas 11 ini, kamu akan belajar mengenai perlawanan Indonesia sebelum abad ke-19 dalam melawan para penjajah. Yuk, langsung kita bahas! &#8212; &nbsp; Sebelum bangsa Indonesia menyatukan diri dalam semangat kebangsaan pada awal abad ke-20, berbagai kerajaan dan kesultanan di Nusantara sudah terlebih dahulu melakukan perlawanan terhadap bangsa asing. Perlawanan-perlawanan tersebut umumnya dilakukan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-07-17T10:57:10+00:00","article_modified_time":"2025-07-22T07:07:02+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2025-07-17T10:57:10+00:00","dateModified":"2025-07-22T07:07:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc"},"wordCount":1641,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc","name":"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png","datePublished":"2025-07-17T10:57:10+00:00","dateModified":"2025-07-22T07:07:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5bdd9b7d-d467-4b9e-9b86-a6d9c5184bda.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23938"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24082,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23938\/revisions\/24082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}