{"id":23238,"date":"2025-08-01T13:00:54","date_gmt":"2025-08-01T06:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=23238"},"modified":"2025-09-01T11:30:05","modified_gmt":"2025-09-01T04:30:05","slug":"soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips","title":{"rendered":"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &#038; Geografi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png\" alt=\"soal tka mapel pilihan ips\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, kita sama-sama kerjakan simulasi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan jurusan IPS, yaitu Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi di artikel ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tes-kemampuan-akademik\">Tes Kemampuan Akademik (TKA)<\/a>\u00a0<\/strong>rencananya akan menggantikan UN atau Asesmen Nasional di tahun ajaran baru ini. Namun, berbeda dengan UN, hasil TKA tidak digunakan sebagai standar kelulusan, melainkan sebagai indikator seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, loh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, seperti apa sih soal-soal TKA nantinya? Yuk, kita simak dulu beberapa contoh prediksi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan jurusan IPS, yaitu Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi berikut ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/simulasi-soal-tka-sma-mapel-wajib\">Simulasi Soal TKA SMA: Bahasa Indonesia, Inggris &amp; Matematika<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">EKONOMI<\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Materi: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Kelangkaan, Biaya Peluang, dan Kegiatan Ekonomi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1. Kota Maju sedang menghadapi masalah serius terkait kelangkaan air bersih akibat musim kemarau panjang selama 5 bulan berturut- turut. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketersediaan air bersih turun 25% dibanding tahun sebelumnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi air per kapita justru meningkat sebesar 10% karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar rumah tangga masih menggunakan metode pengambilan air konvensional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infrastruktur penyediaan air saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah kota mempertimbangkan beberapa opsi solusi untuk jangka pendek dan menengah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membatasi penggunaan air dan menaikkan tarif air untuk mendorong masyarakat menghemat penggunaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi dan penggunaan teknologi hemat air.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun fasilitas pengolahan air bersih baru namun memerlukan waktu dan biaya besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan informasi tersebut, manakah solusi yang sebaiknya diterapkan dan dievaluasi oleh pemerintah untuk mengatasi kelangkaan air bersih di Kota Maju?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u2610<\/b> \u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Pembatasan penggunaan air dan peningkatan tarif menjadi salah satu cara untuk mengendalikan permintaan air secara langsung.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b>\u2610\u00a0 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Mengedukasi masyarakat tentang konservasi air dapat membantu menurunkan konsumsi air jangka panjang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b>\u2610\u00a0 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun fasilitas baru adalah solusi terbaik dan paling cepat untuk mengatasi kelangkaan air saat ini.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b>\u2610\u00a0 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah perlu melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas kebijakan pengendalian penggunaan air.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b>\u2610\u00a0 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan teknologi hemat air tidak tepat karena masyarakat belum terbiasa menggunakannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban:\u00a01, 2, dan 4<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menghadapi kelangkaan air:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan kombinasi kebijakan jangka pendek (pembatasan dan tarif) dan jangka panjang (edukasi dan evaluasi).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari solusi yang butuh waktu lama jika masalahnya mendesak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan menolak teknologi baru, justru perlu dikenalkan secara bertahap.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 1 benar<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> karena membatasi pemakaian dan menaikkan tarif adalah bentuk <\/span><strong>kebijakan pengendalian permintaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang efektif untuk jangka pendek.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 2 benar<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Edukasi mendorong perubahan perilaku. Jika masyarakat sadar pentingnya konservasi, penggunaan air bisa lebih bijak <\/span><strong>secara berkelanjutan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 3 salah<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Meskipun <\/span><strong>dibutuhkan dalam jangka panjang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, membangun fasilitas baru <\/span><strong>tidak cepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Proses ini memakan <\/span><strong>waktu, dana, dan perencanaan teknis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak cocok untuk solusi darurat.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 4 benar<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">kebijakan publik harus dievaluasi secara <\/span><strong>berkala<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> agar bisa diperbaiki jika tidak efektif.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><i><\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Pernyataan 5 salah<\/strong><\/em><b><i>, <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Justru karena belum terbiasa, maka pendekatan ini <\/span><strong>perlu diperkenalkan dan dibiasakan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> lewat edukasi &amp; insentif. Menolak teknologi hanya karena belum familiar adalah pendekatan yang tidak solutif.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/hubungan-kelangkaan-dengan-permintaan-dan-penawaran\">Hubungan Kelangkaan dengan Permintaan dan Penawaran<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p><strong>Materi: Ekonomi Mikro dan Makro<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Ketenagakerjaan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Pengangguran merupakan salah satu permasalahan krusial yang terjadi di Indonesia. Beberapa wilayah dengan Tingkat pengangguran tertinggi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2024 di antaranya Provinsi Jawa Barat (6.75%), Banten (6.68%), Papua (6.48%), Papua Barat Daya (6.48%), dan Kepulauan Riau (6.39%). Pengangguran terjadi disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya terdapat kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan pasar, keterbatasan lapangan kerja serta faktor ekonomi makro.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manakah solusi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan <\/span><strong>Benar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>Salah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk setiap pernyataan berikut!<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.2361%; text-align: center;\"><strong>Solusi<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 16.5472%; text-align: center;\"><strong>Benar<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 15.2166%; text-align: center;\"><strong>Salah<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.2361%;\">Peningkatan upah bagi tenaga kerja.<\/td>\n<td style=\"width: 16.5472%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 15.2166%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.2361%;\">Mendorong investasi daerah melalui insentif dan kemudahan izin.<\/td>\n<td style=\"width: 16.5472%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 15.2166%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.2361%;\">Menyediakan akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku UMKM.<\/td>\n<td style=\"width: 16.5472%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 15.2166%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kunci Jawaban: Salah, Benar, Benar<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyelesaikan masalah pengangguran, solusi yang fokus pada penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan keterampilan jauh lebih efektif dibanding sekadar menaikkan upah. Kombinasi antara investasi dan penguatan UMKM mampu mengatasi pengangguran baik dari sisi formal maupun informal.<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.3384%; text-align: center;\"><strong>Solusi<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 16.7519%; text-align: center;\"><strong>Benar<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 14.9096%; text-align: center;\"><strong>Salah<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.3384%;\">Peningkatan upah bagi tenaga kerja.<\/td>\n<td style=\"width: 16.7519%; text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"width: 14.9096%; text-align: center;\">\u221a<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.3384%;\">Mendorong investasi daerah melalui insentif dan kemudahan izin.<\/td>\n<td style=\"width: 16.7519%; text-align: center;\">\u221a<\/td>\n<td style=\"width: 14.9096%; text-align: center;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 68.3384%;\">Menyediakan akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku UMKM.<\/td>\n<td style=\"width: 16.7519%; text-align: center;\">\u221a<\/td>\n<td style=\"width: 14.9096%; text-align: center;\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 1 salah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Menaikkan upah <\/span><strong>tidak secara langsung menyelesaikan pengangguran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan bisa berisiko membuat pengusaha enggan merekrut pekerja baru karena biaya tenaga kerja menjadi lebih mahal. Solusi ini lebih cocok untuk isu kesejahteraan tenaga kerja, bukan pengurangan pengangguran.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><i><\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 2 benar<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ini merupakan langkah strategis. Investasi membuka lapangan kerja baru, terutama di daerah-daerah dengan pengangguran tinggi. Insentif pajak dan penyederhanaan izin dapat menarik investor dan mendorong pertumbuhan sektor industri dan jasa lokal.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><i><\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 3 benar<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">UMKM menyerap banyak tenaga kerja, sehingga pelatihan dan pembiayaan mengurangi pengangguran struktural dan terbuka.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p><strong>Materi: Ekonomi Mikro dan Makro<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Bank Sentral dan Kebijakan Moneter<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3. Pada akhir tahun 2024, inflasi di Indonesia mulai menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Untuk merespons hal tersebut, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate). Kebijakan ini diambil agar masyarakat mengurangi konsumsi dan menahan laju inflasi. Berdasarkan ilustrasi di atas, Bank Indonesia sedang menjalankan fungsi sebagai &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyelamat likuiditas bank<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengawasan sistem keuangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjaga stabilitas sistem pembayaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaksana kebijakan moneter<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola cadangan devisa<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengarahkan suku bunga pasar dan mengendalikan inflasi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa fungsi Bank Indonesia dalam konteks ini?<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Indonesia menjalankan fungsi sebagai pelaksana kebijakan moneter, yaitu mengatur jumlah uang beredar dan stabilitas harga melalui instrumen seperti:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">BI Rate (suku bunga acuan)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Operasi pasar terbuka<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Giro wajib minimum<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa pilihan lain tidak tepat?<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Opsi A<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Penyelamat likuiditas bank \u2192 konteksnya kalau ada bank yang hampir kolaps atau kekurangan dana.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Opsi B<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengawasan sistem keuangan \u2192 soal ini fokus pada inflasi, bukan sistem kelembagaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Opsi C<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Penjaga stabilitas sistem pembayaran \u2192 lebih ke transaksi antar bank, e-money, QRIS, dsb.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b><\/b><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Opsi E<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengelola cadangan devisa \u2192 berkaitan dengan perdagangan internasional dan nilai tukar, bukan inflasi domestik.<br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.<\/b><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tugas-dan-wewenang-bank-sentral\">Bank Sentral: Pengertian, Sejarah, Tugas &amp; Wewenang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">SEJARAH<\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Materi: Pengantar Ilmu Sejarah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Konsep Dasar Sejarah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1. Sejarawan R. Moh. Ali mendefinisikan sejarah sebagai ilmu yang menyelidiki perkembangan mengenai peristiwa dan kejadian di masa lampau. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengertian tersebut, apa ciri utama sejarah sebagai ilmu?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun berdasarkan kesaksian lisan dari para pelaku sejarah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis dan berdasarkan bukti.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyelidiki perubahan dan kesinambungan tradisi dalam masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempelajari semua peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusun narasi tentang kejadian di masa lalu berdasarkan imajinasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian sejarah menurut R. Moh. Ali sebagai ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa masa lampau menunjukkan bahwa sejarah memiliki metode dan sistematika layaknya ilmu pengetahuan lainnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri utama sejarah sebagai ilmu terletak pada <\/span><strong>pendekatan sistematis dan pembuktian berdasarkan fakta (<em>evidence-based<\/em>)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka, jawaban yang paling tepat adalah <\/span><strong>B. Mengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis dan berdasarkan bukti<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini mencerminkan bahwa sejarah tidak sekadar menceritakan masa lalu, tetapi menyusunnya melalui tahapan ilmiah seperti heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi (penulisan sejarah). Dengan demikian, sejarah memiliki ciri objektivitas, rasionalitas, dan keterujian sebagaimana ilmu lainnya. Adapun pilihan jawaban lainnya kurang tepat karena tidak mencerminkan sifat ilmiah sejarah secara menyeluruh.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>A: Disusun berdasarkan kesaksian lisan dari para pelaku sejarah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Ini hanya salah satu jenis sumber sejarah (sumber lisan), bukan ciri utama sejarah sebagai ilmu. Sejarah tidak hanya mengandalkan kesaksian lisan, melainkan juga bukti tertulis, visual, artefak, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>C: Menyelidiki perubahan dan kesinambungan tradisi dalam masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Pernyataan ini benar secara umum sebagai bagian kajian sejarah, tetapi tidak menegaskan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ciri ilmu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu sistematis dan berbasis bukti.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>D: Mempelajari semua peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Ini keliru karena sejarah tidak mempelajari semua peristiwa, hanya peristiwa penting, bermakna, dan memiliki dampak (signifikan), yang dapat dibuktikan dengan sumber.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>E: Menyusun narasi tentang kejadian di masa lalu berdasarkan imajinasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Ini justru bertentangan dengan prinsip sejarah sebagai ilmu karena imajinasi tidak dapat dijadikan dasar ilmiah. Penyusunan narasi sejarah harus didasarkan pada fakta, bukan rekaan atau imajinasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tips Menjawab Soal<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Tandai kata kunci dalam soal<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus pada frasa seperti <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201csejarah sebagai ilmu\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cR. Moh. Ali\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini menandakan kamu harus mencari jawaban yang mencerminkan sifat <\/span><strong>ilmiah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sejarah menurut seorang sejarawan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Ingat karakteristik sejarah sebagai ilmu<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri utama seperti:<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan <\/span><strong>metode ilmiah<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun secara <\/span><strong>sistematis<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <\/span><strong>fakta dan bukti sejarah (<em>evidence<\/em>)<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencari <\/span><strong>kebenaran obyektif<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Waspadai opsi yang terlihat benar tapi menyesatkan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenyusun narasi berdasarkan imajinasi\u201d tampak kreatif, tapi <\/span><strong>tidak ilmiah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDisusun dari kesaksian lisan\u201d adalah <\/span><strong>salah satu sumber<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi <\/span><strong>bukan ciri utama ilmu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMempelajari semua peristiwa masa lalu\u201d terlalu <\/span><strong>luas dan tidak sistematis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Cari jawaban yang menunjukkan metode dan sistematika<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam soal ini, opsi <\/span><strong>\u201cMengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis dan berdasarkan bukti\u201d<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> paling tepat karena memenuhi syarat sejarah sebagai ilmu: sistematis dan berbasis data.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Evaluasi semua opsi, bukan langsung memilih yang tampak benar<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali soal seperti ini menyisipkan beberapa pilihan yang kelihatannya benar, tapi <\/span><strong>tidak menjawab esensi pertanyaannya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Bandingkan antar pilihan untuk memastikan mana yang paling ilmiah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ipa\">Simulasi Soal TKA SMA: Fisika, Kimia &amp; Biologi<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p><strong>Materi: Periode Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Kehidupan Religi, Budaya, Politik, dan Ekonomi Masyarakat di Nusantara pada Masa Kerajaan Islam<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, seperti Demak, Aceh, Mataram Islam, dan Ternate-Tidore, telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan budaya masyarakat. Pengaruh tersebut tidak hanya tampak dalam sistem pemerintahan dan arsitektur, tetapi juga dalam tradisi, seni pertunjukan, dan upacara keagamaan yang masih dilestarikan hingga kini. Beberapa tradisi dan kesenian yang berkembang pada masa kerajaan Islam tetap hidup sebagai warisan budaya yang terus dipertahankan oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manakah yang merupakan peninggalan budaya dari masa kerajaan Islam yang masih berlanjut di masa kini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Upacara Kasada<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi Sekaten<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi Tabuik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wayang Topeng Malangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tari Reog Ponorogo<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: 2 dan 3<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia tidak hanya memainkan peran politik, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kebudayaan masyarakat. Tradisi seperti Sekaten yang berasal dari Kerajaan Demak merupakan upacara yang dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekaten merupakan wujud akulturasi antara nilai-nilai Islam dengan budaya Jawa, yang melibatkan musik gamelan, pasar malam, dan pembacaan syair keagamaan. Selain itu, Tradisi Tabuik yang berkembang di Sumatera Barat, khususnya di Pariaman, merupakan peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad, Hasan dan Husein, yang menampilkan nilai-nilai spiritual serta ekspresi budaya lokal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan lain seperti Upacara Kasada, Wayang Topeng Malangan, dan Tari Reog Ponorogo bukanlah peninggalan yang lahir dari pengaruh langsung kerajaan Islam. Upacara Kasada adalah ritual masyarakat Hindu Tengger untuk memuliakan leluhur dan Dewa di Gunung Bromo. Wayang Topeng Malangan merupakan warisan budaya yang berakar dari tradisi Hindu-Buddha di Jawa Timur. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Reog Ponorogo berasal dari tradisi animisme dan kepercayaan lokal sebelum masuknya Islam, meskipun kemudian mengalami Islamisasi dalam beberapa aspek. Oleh karena itu, hanya pernyataan 2 dan 3 yang sesuai dengan konteks soal sebagai warisan budaya yang berasal dari masa kerajaan Islam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tips Menjawab Soal<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Pahami kata kunci soal<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: Fokus pada frasa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cpeninggalan budaya dari masa kerajaan Islam yang masih berlanjut di masa kini\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini menuntut kamu memahami <\/span><strong>asal-usul budaya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><strong>keterkaitan dengan Islam<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Kenali ciri khas budaya Islam<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: Budaya dari masa kerajaan Islam biasanya mengandung unsur:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perayaan keagamaan Islam (misal: Maulid Nabi, Asyura)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi dakwah atau syiar agama<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seni pertunjukan yang sudah diislamkan (wayang, musik, tarian)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitektur masjid, makam wali, dll<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Telusuri asal tradisi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tidak tahu pasti, cermati nama dan lokasinya, lalu hubungkan dengan sejarah Islam di wilayah tersebut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sekaten<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Demak (kerajaan Islam), <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tabuik<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Asyura (Islam Syiah).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Eliminasi pilihan non-relevan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi Hindu-Buddha (misal: Kasada dari Tengger)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi animisme yang belum mengalami proses islamisasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Gunakan pendekatan logis dan geografis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: Tradisi di wilayah kuat pengaruh Islam (Aceh, Demak, Sumatera Barat) kemungkinan besar merupakan warisan budaya Islam.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kerajaan-maritim-hindu-buddha-di-nusantara\">13 Kerajaan Maritim Hindu-Buddha di Nusantara<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p><strong>Materi: Perlawanan terhadap Bangsa Eropa<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Perlawanan terhadap Bangsa Eropa Sebelum Abad ke-20<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3. Sultan Hasanuddin merupakan salah satu penguasa lokal yang tidak mau tunduk pada monopoli dagang VOC sehingga menimbulkan konflik bersenjata selama beberapa tahun. Pada akhirnya VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin untuk melakukan perundingan di Bongaya pada 18 November 1667. Isi perjanjian tersebut membatasi wilayah kekuasaan Kesultanan Gowa dan memperkuat kedudukan VOC.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihlah <\/span><strong>Tepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>Tidak Tepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> pada pernyataan berikut yang menggambarkan kondisi konflik GOWA dengan VOC!<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.5749%; text-align: center;\"><strong>Kondisi Konflik Gowa dengan VOC<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 17.4684%; text-align: center;\"><strong>Benar<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%; text-align: center;\"><strong>Salah<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.5749%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">VOC berusaha melemahkan Gowa karena posisinya yang strategis dalam perdagangan di kawasan timur kepulauan Nusantara.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 17.4684%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.5749%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya untuk memperoleh konsesi dagang yang lebih luas.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 17.4684%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.5749%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjanjian Bongaya memperkuat kedudukan VOC\u00a0 dalam monopoli perdagangan di Nusantara.<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 17.4684%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: Tepat, Tidak Tepat, Tepat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik antara Kesultanan Gowa dan VOC merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perlawanan terhadap dominasi kolonial di wilayah timur Indonesia. Kesultanan Gowa, yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin, dikenal sebagai kekuatan maritim yang tangguh dan memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan di kawasan timur Nusantara. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menjadikan VOC merasa terancam dan berusaha melemahkan kekuasaan Gowa agar dapat memonopoli perdagangan rempah-rempah. Pernyataan pertama dalam soal tersebut adalah <\/span><strong>tepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, karena VOC memang ingin menguasai wilayah strategis Gowa demi kepentingan dagang dan kekuasaan politik di kawasan timur Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan kedua adalah <\/span><strong>tidak tepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena Sultan Hasanuddin tidak bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya untuk mendapatkan konsesi dagang, melainkan karena terpaksa setelah Gowa mengalami kekalahan dalam perang melawan VOC. Penandatanganan perjanjian tersebut merupakan bentuk tekanan politik dan militer VOC yang membuat posisi Sultan Hasanuddin semakin sulit. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun pernyataan ketiga adalah <\/span><strong>tepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sebab isi Perjanjian Bongaya jelas menunjukkan adanya pembatasan wilayah kekuasaan Gowa dan pemberian hak monopoli perdagangan kepada VOC. Dengan demikian, perjanjian ini memperkuat cengkeraman VOC dalam bidang ekonomi dan politik di kawasan timur Nusantara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tips Menjawab Soal<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Baca Peristiwa Sejarahnya Secara Menyeluruh<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pahami latar belakang, tokoh, dan hasil dari konflik antara Kesultanan Gowa dan VOC. Pengetahuan konteks seperti <\/span><strong>Sultan Hasanuddin, Perjanjian Bongaya, dan monopoli dagang VOC<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> akan sangat membantu menilai kebenaran pernyataan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Ingat bahwa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya karena kalah perang, bukan untuk keuntungan dagang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Periksa Kata Kunci dalam Pernyataan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cermati kata-kata seperti: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">monopoli dagang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">konsesi dagang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">strategis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memperkuat kedudukan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, dsb. Kata kunci ini bisa menjadi petunjuk penting untuk menentukan apakah pernyataan sesuai dengan fakta sejarah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Memperoleh konsesi dagang&#8221; adalah frasa yang tidak sesuai dengan kondisi terpaksa saat penandatanganan perjanjian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Cocokkan Pernyataan dengan Fakta Sejarah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan setiap pernyataan dengan pengetahuan faktual yang kamu miliki. Jika ada bagian yang bertentangan dengan peristiwa sejarah atau menyesatkan meski terdengar benar secara umum, maka pernyataan tersebut harus ditandai <\/span><strong>Tidak Tepat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Hati-hati dengan Pernyataan Bernuansa \u201cMenguntungkan\u201d bagi Pihak yang Kalah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks sejarah kolonial, pernyataan yang menunjukkan tokoh pribumi &#8220;mendapat keuntungan besar&#8221; dari perjanjian dengan VOC biasanya perlu dicurigai. Perjanjian umumnya dibuat dalam kondisi tertekan dan merugikan pihak lokal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Latih Diri dengan Soal Serupa<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin sering kamu latihan soal bertipe benar\/tidak benar berbasis sumber sejarah, semakin cepat kamu dapat mengenali pola dan penipuan informasi dalam pernyataan soal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">SOSIOLOGI<\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Materi: Hubungan dan Gejala Sosial<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Ragam Gejala Sosial<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d045ff5d-2e06-46f5-b2a8-94e21fbb51ee.jpg\" alt=\"hubungan dan gejala sosial - soal tka sosiologi sma\" width=\"300\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1. Anjuran pada infografis tersebut mencerminkan adanya gejala sosial yang timbul akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol oleh anak-anak. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan gejala sosial dalam infografis tersebut!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan <\/span><strong>Sesuai<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><strong>Tidak Sesuai<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk setiap pernyataan berikut!<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.4725%; text-align: center;\"><strong>Pernyataan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 17.5708%; text-align: center;\"><strong>Sesuai<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%; text-align: center;\"><strong>Tidak Sesuai<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.4725%;\">Penggunaan internet pada anak perlu diawasi oleh orang tua agar anak tidak mudah terpapar konten negatif.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5708%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.4725%;\">Pola asuh yang terlalu longgar terhadap penggunaan internet dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5708%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 65.4725%;\">Anak-anak merupakan salah satu kelompok pengguna internet terbesar di Indonesia dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jenjang usia.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5708%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.9566%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: Sesuai, Sesuai, Tidak Sesuai<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. \u201cPenggunaan internet pada anak perlu diawasi oleh orang tua agar anak tidak mudah terpapar konten negatif.\u201d \u2013 (Sesuai)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alasan:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan ini sangat sesuai dengan isi infografis. Dalam sosiologi, ini menunjukkan <\/span><strong>peran lembaga keluarga<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam <\/span><strong>pengawasan sosial primer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Anak-anak, sebagai agen sosialisasi sekunder, belum mampu memilah informasi secara matang. Tanpa pendampingan, mereka rentan <\/span><strong>menyerap nilai-nilai yang menyimpang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari konten internet (kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, dll). Oleh karena itu, orang tua perlu hadir sebagai pengendali sosial informal untuk menjaga perkembangan anak tetap positif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. \u201cPola asuh yang terlalu longgar terhadap penggunaan internet dapat memengaruhi pembentukan kepribadian anak.\u201d \u2013 (Sesuai)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alasan:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan ini juga sesuai dengan infografis. Dalam perspektif sosiologi, pola asuh merupakan bagian dari proses <\/span><strong>sosialisasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan jika orang tua terlalu longgar, anak bisa membentuk kepribadian yang tidak seimbang, seperti antisosial, kecanduan digital, atau kurang empati. Infografis menekankan pentingnya <\/span><strong>kontrol durasi dan kualitas konten<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang jika diabaikan, dapat mengakibatkan <\/span><strong>gejala sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> berupa penurunan interaksi sosial, gangguan perkembangan bahasa, bahkan gangguan identitas pada anak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. \u201cAnak-anak merupakan salah satu kelompok pengguna internet terbesar di Indonesia dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jenjang usia.\u201d \u2013 (Tidak Sesuai)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Alasan:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan ini <\/span><strong>lebih bersifat data statistik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan mencerminkan <\/span><strong>gejala sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>masalah sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti yang diminta dalam soal. Infografis membahas <\/span><strong>dampak sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari penggunaan internet pada anak, bukan tentang <\/span><strong>sebaran pengguna internet<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> menurut usia. Meski pernyataan ini mungkin benar secara faktual, <\/span><strong>tidak relevan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menggambarkan <\/span><strong>masalah sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti yang dimaksud dalam pertanyaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan konseptual:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infografis tersebut mencerminkan <\/span><strong>gejala sosial modern<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana <\/span><strong>peran teknologi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (dalam hal ini internet) telah memengaruhi pola perilaku, sosialisasi, bahkan perkembangan kepribadian anak. Sosiologi melihat ini sebagai <\/span><strong>akibat dari perubahan sosial dan budaya digital<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang cepat, yang perlu disikapi dengan kebijakan dan kontrol sosial dari keluarga dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Berikut tips singkat untuk menjawab soal seperti ini:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Baca infografis dengan teliti<\/strong><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perhatikan tujuan utamanya: mencegah dampak negatif internet pada anak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pahami kata kunci dalam soal<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> misalnya: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">gejala sosial<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengaruh internet<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengasuhan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Cocokkan isi pernyataan dengan pesan utama infografis<\/strong><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kalau pernyataannya fokus ke pengawasan dan dampak sosial, kemungkinan besar <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">sesuai<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari pernyataan yang<\/span><strong> hanya menyajikan data statistik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> tanpa menunjukkan <\/span><strong>masalah sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p><strong>Materi: Penelitian Sosial<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Langkah Penelitian Sosial dan Metode Penelitian<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4408f69c-6555-40fb-97f4-45ddd0a80440.jpg\" alt=\"penelitian sosial - soal sosiologi tka sma\" width=\"300\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Seorang murid ingin melakukan penelitian sosial sederhana mengenai pengaruh pergaulan sebaya terhadap kelekatan hubungan antar anggota keluarga di kalangan remaja. Ia telah merancang beberapa langkah awal, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merumuskan masalah: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah terdapat hubungan antara pergaulan sebaya dengan kelekatan hubungan antar anggota keluarga?<\/span><\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusun pertanyaan terbuka sebanyak sepuluh butir untuk menggali pengalaman responden.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengolah jawaban informan menjadi bentuk angka dan menganalisisnya dengan aplikasi statistik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan langkah-langkah tersebut, manakah pernyataan yang tepat untuk menyempurnakan penelitian tersebut?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti perlu memperjelas rumusan masalah agar sesuai dengan pengalaman sosial remaja dalam berinteraksi dengan keluarga dan teman sebaya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti perlu mengubah jenis pertanyaan menjadi pertanyaan tertutup agar data lebih mudah dianalisis secara statistik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti perlu menyesuaikan kembali isi penelitian agar tidak terlalu rumit dan tetap sesuai dengan kemampuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti perlu menentukan jenis dan jumlah sampel terlebih dahulu sebelum menyusun instrumen pengumpulan data.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti sebaiknya menggunakan metode observasi partisipatif untuk menggantikan instrumen pertanyaan terbuka.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: 1, 2, dan 4<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soal ini menguji pemahaman siswa tentang <\/span><strong>langkah-langkah dalam penelitian sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama dalam membedakan <\/span><strong>kesesuaian metode dengan tujuan penelitian<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Peneliti dalam kasus tersebut berupaya mengukur <\/span><strong>pengaruh (hubungan antar variabel)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang berarti pendekatan yang digunakan adalah <\/span><strong>kuantitatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 1 \u2013 BENAR<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumusan masalah yang baik harus <\/span><strong>spesifik, kontekstual, dan bisa diteliti<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam kasus ini, rumusan masih terlalu umum. Peneliti sebaiknya memperjelas aspek apa yang dimaksud dari \u201cpergaulan sebaya\u201d dan \u201ckelekatan keluarga\u201d agar bisa mengarahkan instrumen dan analisis yang relevan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 2 \u2013 BENAR<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan terbuka cocok untuk pendekatan kualitatif. Tapi karena peneliti ingin <\/span><strong>mengubah jawaban menjadi angka dan menggunakan aplikasi statistik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, maka lebih tepat jika menggunakan <\/span><strong>pertanyaan tertutup<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (dengan pilihan jawaban terstruktur), agar bisa dianalisis secara kuantitatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 3 \u2013 TIDAK SELALU BENAR (PENGECOH)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan tersebut terdengar wajar, tetapi <\/span><strong>terlalu umum dan tidak spesifik terhadap metode atau proses penelitian<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, menyederhanakan topik tanpa alasan ilmiah bisa mengorbankan validitas. Jadi, ini <\/span><strong>bukan langkah konkret atau teknis yang dibutuhkan untuk menyempurnakan penelitian<\/strong><b>.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 4 \u2013 BENAR<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah ini sangat penting. Peneliti harus tahu siapa yang akan diwawancarai (populasi &amp; sampel) agar bisa membuat <\/span><strong>instrumen yang sesuai<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya, pertanyaan untuk siswa SMA tentu berbeda dari siswa SMP. Jadi, ini langkah dasar dalam desain penelitian kuantitatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 5 \u2013 TIDAK TEPAT<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Observasi partisipatif cocok untuk <\/span><strong>penelitian etnografi atau kualitatif mendalam<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan untuk penelitian yang ingin <\/span><strong>mengukur hubungan antar variabel dengan statistik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka, saran ini <\/span><strong>tidak sesuai dengan pendekatan dan tujuan penelitian kuantitatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dirancang murid tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Berikut tips singkat untuk menjawab soal seperti ini:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periksa dulu pendekatan penelitian: <\/span><strong>kualitatif atau kuantitatif?<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cocokkan langkah-langkah dengan pendekatan yang digunakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari jawaban yang terlalu umum, tidak teknis, atau tidak sesuai dengan tujuan awal penelitian.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penelitian-sosial\">Penelitian Sosial: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Jenis &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">GEOGRAFI<\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Materi: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar (Karakteristik, Keunikan, Persamaan\u2013perbedaan Wilayah)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Permasalahan Kewilayahan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perhatikan gambar tangkapan citra satelit berikut!<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0b9d64de-f32c-4a1c-8d96-961db16abcb3.png\" alt=\"permasalahan kewilayahan - soal tka sma geografi\" width=\"233\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan tangkapan citra satelit tersebut, seorang kepala daerah mengidentifikasi terdapatnya indikasi banjir pada wilayah yang berbatasan dengan laut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan informasi tersebut, seorang peneliti akan menindaklanjuti permasalahan tersebut. Rumusan masalah manakah yang tepat?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-checked=\"false\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana pengaruh bencana terhadap perekonomian penduduk?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-checked=\"false\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja jenis-jenis bencana alam yang berdampak luas terhadap masyarakat?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-checked=\"false\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana hubungan antara pasang air laut dengan topografi wilayah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-checked=\"false\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa siswa perlu mengetahui pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-checked=\"false\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana bentuk mitigasi bencana beserta dengan contohnya yang konkret di sekolah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: 1 dan 3<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjawab soal seperti ini, penting untuk berpikir secara ilmiah dan kontekstual. Perhatikan dulu gejala atau fenomena yang tampak pada citra, lalu kaitkan dengan rumusan masalah yang bersifat spesifik, dapat diteliti, dan relevan dengan topik yang ditunjukkan. Rumusan masalah yang baik harus fokus pada hubungan sebab-akibat atau kondisi geografis yang bisa diuji lebih lanjut, bukan sekadar opini atau pertanyaan umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 1 benar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena banjir akibat pasang laut atau luapan air di wilayah pesisir bisa <\/span><strong>mengganggu aktivitas ekonomi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama pada sektor pertanian, perdagangan, atau transportasi lokal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 2 salah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena terlalu <\/span><strong>umum<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak fokus pada fenomena banjir atau wilayah pesisir yang menjadi pokok masalah dari citra.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 3 benar<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">karena pertanyaan ini <\/span><strong>langsung berkaitan dengan fenomena yang tampak pada citra<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu genangan air di wilayah pesisir. Untuk mengetahui apakah banjir terjadi akibat pasang air laut, penting menganalisis <\/span><strong>ketinggian wilayah (topografi)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kedekatannya dengan pantai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 4 salah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">karena merupakan <\/span><strong>pertanyaan edukatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan rumusan masalah penelitian geografi yang akan ditindaklanjuti berdasarkan citra satelit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 5 salah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">karena fokusnya pada<\/span><strong> lingkup sekolah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan pada permasalahan wilayah pesisir atau dampak banjir dari citra.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p><strong>Materi: Proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial<\/strong><\/p>\n<p><strong>Submateri: Proses\/Fenomena yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ec367dae-3263-477b-9bff-fc2bad55329b.png\" alt=\"soal geografi - tka sma\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Danau Bandung purba terbentuk sekitar 125.000 tahun lalu ketika material erupsi Gunung Sunda membendung aliran Sungai Citarum Purba. Kedalaman rata-rata danau Bandung Purba saat itu sekitar 20-30 meter. Peristiwa gempa bumi dan longsor akibat erosi di antara Curug Cukangrahong dan Curug Halimun sekitar 16.000 tahun lalu berakibat air danau ini mengalir ke utara. Dampaknya adalah air danau mulai terkuras kemudian membuat bentang lahan Cekungan Bandung menjadi rawa dan berangsur-angsur mengering. Danau Bandung Purba juga menjadi wilayah yang dihuni oleh manusia sejak lama dengan ditemukan adanya perkakas obsidian yang tersebar di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan apakah pernyataan tentang fenomena Bandung Purba terkait aktivitas manusia berikut <\/span><strong>Benar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>Salah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%; text-align: center;\"><strong>Pernyataan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%; text-align: center;\"><strong>Benar<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%; text-align: center;\"><strong>Salah<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%;\">Data menunjukkan bahwa Bandung pernah berada di bawah permukaan air.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%;\">Manusia mulai menempati kawasan Danau Bandung Purba setelah mengering.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%;\">Manusia mulai mengembangkan pertanian di utara danau.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%;\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kunci Jawaban: Benar, Benar, Salah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menganalisis teks atau informasi spasial seperti grafik atau narasi geografi, penting untuk memperhatikan urutan waktu, proses terbentuknya suatu fenomena, serta dampak yang ditimbulkan. Dengan memahami kronologi dan hubungan sebab-akibat, kita dapat menarik kesimpulan yang logis mengenai kondisi wilayah pada masa tertentu.<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%; text-align: center;\"><strong>Pernyataan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%; text-align: center;\"><strong>Benar<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%; text-align: center;\"><strong>Salah<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%;\">Data menunjukkan bahwa Bandung pernah berada di bawah permukaan air.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%; text-align: center;\">\u221a<\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%; text-align: center;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%;\">Manusia mulai menempati kawasan Danau Bandung Purba setelah mengering.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%; text-align: center;\">\u221a<\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%; text-align: center;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 66.189%;\">Manusia mulai mengembangkan pertanian di utara danau.<\/td>\n<td style=\"width: 17.5707%; text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"width: 16.2402%; text-align: center;\">\u221a<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 1 benar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena grafik dan narasi menjelaskan bahwa sekitar <\/span><strong>125.000 SM<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, erupsi Gunung Sunda menyebabkan terbendungnya aliran Sungai Citarum Purba. Akibatnya terbentuk <\/span><strong>Danau Bandung Purba<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan kedalaman mencapai <\/span><strong>20\u201330 meter<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Artinya, wilayah Bandung memang pernah <\/span><strong>terendam air<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (berada di bawah permukaan air).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 2 benar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena narasi menyebutkan bahwa wilayah ini mulai dihuni <\/span><strong>setelah air danau surut<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan bukti <\/span><strong>ditemukannya perkakas obsidian<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini menunjukkan bahwa pemukiman manusia terjadi <\/span><strong>setelah danau tidak lagi tergenang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sepenuhnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pernyataan 3 salah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">karena tidak ada informasi dalam grafik maupun narasi yang menyebutkan secara spesifik bahwa <\/span><strong>pertanian<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dikembangkan, apalagi secara geografis disebut di <\/span><strong>utara danau<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Informasi ini tidak dapat dibuktikan dari data yang tersedia, jadi pernyataan ini <\/span><strong>tidak berdasar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a511c1f-fe02-4d76-9395-6c0277a2fe9e.png\" alt=\"Separator Soal TKA SMA\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, itulah beberapa prediksi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan IPS. Yuk, belajar dan persiapkan dirimu dari sekarang bersama Ruangguru, supaya kamu tidak kaget ketika masuk tahun ajaran baru, lalu langsung bertemu ujian yang sangat penting. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa menghadapi TKA dengan lebih percaya diri dan meraih hasil terbaik!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk informasi lebih lanjut mengenai persiapan TKA bersama Ruangguru, kamu bisa meningkatkan kemampuanmu dengan mengerjakan tryout TKA di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruanguji<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/tka\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3d84b5e5-35d9-4537-80b0-3793792f1e5c.png\" alt=\"tryout tka ruanguji ruangguru\" width=\"851\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi Soal:<\/strong><\/p>\n<p>Perkaban Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SMA\/MA\/Sederajat dan SMK\/MAK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita sama-sama kerjakan simulasi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan jurusan IPS, yaitu Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi di artikel ini! &#8212; &nbsp; Tes Kemampuan Akademik (TKA)\u00a0rencananya akan menggantikan UN atau Asesmen Nasional di tahun ajaran baru ini. Namun, berbeda dengan UN, hasil TKA tidak digunakan sebagai standar kelulusan, melainkan sebagai indikator seleksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":23238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1756700903:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Yuk, kita sama-sama kerjakan simulasi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan jurusan IPS, yaitu Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png"],"_wp_old_date":["2025-05-23"]},"categories":[552,561],"tags":[10,172,569,37],"class_list":["post-23238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latihan-soal","category-sma-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-latihan-soal-xii","tag-ruanguji","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &amp; Geografi - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &amp; Geografi - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita sama-sama kerjakan simulasi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan jurusan IPS, yaitu Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi di artikel ini! &#8212; &nbsp; Tes Kemampuan Akademik (TKA)\u00a0rencananya akan menggantikan UN atau Asesmen Nasional di tahun ajaran baru ini. Namun, berbeda dengan UN, hasil TKA tidak digunakan sebagai standar kelulusan, melainkan sebagai indikator seleksi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-01T06:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-01T04:30:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ruangguru\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"21 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\"},\"author\":{\"name\":\"Ruangguru\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835\"},\"headline\":\"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &#038; Geografi\",\"datePublished\":\"2025-08-01T06:00:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-01T04:30:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\"},\"wordCount\":4116,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png\",\"keywords\":[\"Konsep Pelajaran\",\"Latihan Soal XII\",\"ruanguji\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Latihan Soal\",\"Latihan Soal SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\",\"name\":\"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi & Geografi - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png\",\"datePublished\":\"2025-08-01T06:00:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-01T04:30:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &#038; Geografi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835\",\"name\":\"Ruangguru\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ruangguru\"},\"description\":\"Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA\/SMK.\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ruangguru\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi & Geografi - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi & Geografi - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, kita sama-sama kerjakan simulasi soal TKA SMA untuk mata pelajaran pilihan jurusan IPS, yaitu Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi di artikel ini! &#8212; &nbsp; Tes Kemampuan Akademik (TKA)\u00a0rencananya akan menggantikan UN atau Asesmen Nasional di tahun ajaran baru ini. Namun, berbeda dengan UN, hasil TKA tidak digunakan sebagai standar kelulusan, melainkan sebagai indikator seleksi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-08-01T06:00:54+00:00","article_modified_time":"2025-09-01T04:30:05+00:00","author":"Ruangguru","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Ruangguru","Est. reading time":"21 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips"},"author":{"name":"Ruangguru","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835"},"headline":"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &#038; Geografi","datePublished":"2025-08-01T06:00:54+00:00","dateModified":"2025-09-01T04:30:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips"},"wordCount":4116,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png","keywords":["Konsep Pelajaran","Latihan Soal XII","ruanguji","SMA"],"articleSection":["Latihan Soal","Latihan Soal SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips","name":"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi & Geografi - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png","datePublished":"2025-08-01T06:00:54+00:00","dateModified":"2025-09-01T04:30:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2f04224b-730d-4cb6-9307-aa0f42f4a319.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/soal-tka-sma-mapel-pilihan-ips#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Simulasi Soal TKA SMA: Ekonomi, Sejarah, Sosiologi &#038; Geografi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835","name":"Ruangguru","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ruangguru"},"description":"Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA\/SMK.","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ruangguru"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23238"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24544,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23238\/revisions\/24544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}