{"id":23143,"date":"2025-05-14T09:32:29","date_gmt":"2025-05-14T02:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=23143"},"modified":"2025-05-14T14:36:31","modified_gmt":"2025-05-14T07:36:31","slug":"peradaban-romawi-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno","title":{"rendered":"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png\" alt=\"Peradaban Yunani Kuno\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel Sejarah kelas 10<\/a><\/strong> ini membahas peradaban Romawi Kuno yang menjadi puncak kejayaan Eropa di masa lalu. Kok bisa ya? Ayo kita belajar sama-sama!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu di sebuah kota bernama Roma, ada manusia bergelar <\/span><strong>gladiator <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">berdiri melawan singa. Jumlah penontonnya ada banyak dan berkumpul di sebuah bangunan besar yang mirip dengan stadion sepakbola di masa sekarang. Hm\u2026 <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, <\/span><strong>pertunjukkan ini merupakan salah satu kegiatan hiburan di masa Romawi kuno<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Yok kita cari tau lebih lanjut tentang sejarah Romawi Kuno!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sejarah Awal Romawi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Romawi itu asal-usulnya dari mana sih?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jadi Eropa bagian selatan, ada suku bangsa yang disebut <\/span><strong>Bangsa Latin yang tinggal di daerah yang subur bernama Latium<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di sebelah selatan <\/span><strong>Pegunungan Alpen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Bangsa Latin ini yang menjadi <\/span><strong>nenek moyang Bangsa Romawi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka merupakan suku bangsa yang memanfaatkan lahan pertanian yang subur di lembah-lembah pegunungan. Makanya, karena kesuburan wilayahnya,<\/span><strong> banyak bangsa lain yang mencoba untuk mengambil alih lahan atau menguasai daerah Latium<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama <\/span><strong>bangsa Etruskan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di utara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, hal ini yang kemudian <\/span><strong>menyebabkan bangsa Latin memperkuat pertahanan dan militernya<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Soalnya kalo tentara dan militernya ga kuat, ya mereka bakal dikuasai oleh bangsa lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa sih lingkungan Latium itu sangat subur?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gini,<\/span><strong> daerah Latium merupakan dataran berbukit dan lembah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Terdapat sungai yang mengaliri daerah ini, yaitu <\/span><strong>Sungai Tiberias<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Menurut bukti-bukti arkeologis, <\/span><strong>di daerah ini sudah ditemukan kegiatan pertanian yang aktif sejak Zaman Perunggu di Eropa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman Perunggu itu kira-kira sezaman dengan Peradaban Mesir dan Yunani. Nah berarti, masyarakat Latin sudah memanfaatkan tanah mereka sejak saat itu.\u00a0 Selain dataran yang cocok digunakan untuk pertanian, <\/span><strong>wilayah Latium juga berbatasan langsung dengan laut Tengah atau Mediterania<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merupakan<\/span><strong> jalur perdagangan regional yang sangat menguntungkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> ketika itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wuih, jadi ga heran ya kenapa daerah Latium itu sangat cocok untuk penghidupan bangsa Latin. Dari bangsa Latin ini kemudian lahirlah peradaban Romawi Kuno.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-india-kuno\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejarah Peradaban India Kuno beserta Peninggalannya | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sistem Politik dan Pemerintahan Romawi Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut legenda,<\/span><strong> Kerajaan Romawi didirikan oleh dua bersaudara bernama Remus dan Romulus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dibesarkan oleh seekor serigala betina. Nah, makanya nih kalo kita perhatiin, salah satu <\/span><strong>simbol dari kota Roma<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah <\/span><strong>seekor serigala dengan dua orang anak bayi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di bawahnya. Termasuk logo klub sepak bola asal kota Roma.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dua bersaudara ini kemudian menaklukkan musuh-musuh bangsa Latin. Tapi nih\u2026 Mereka kemudian berselisih dan akhirnya terjadi perang antara dua saudara ini, pecah kongsi gitu gaes. Konflik ini dimenangkan oleh <\/span><strong>Romulus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang menjadi penguasa pertama Kerajaan Romawi Kuno.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Sistem Kerajaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menangnya Romulus, maka Romawi Kuno menerapkan <\/span><strong>sistem kerajaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menjalankan negara. <\/span><strong>Sistem ini terus bertahan sampai kemudian mereka memiliki raja bernama Tarquin Superbus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dia merupakan salah satu raja yang sangat semena-mena. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jatuhnya Kerajaan Romawi Kuno dimulai oleh pemberontakan rakyat yang terjadi karena skandal dalam keluarga kerajaan. Hal ini yang menyebabkan kemarahan rakyat dan para bangsawan hingga kemudian <\/span><strong>Tarquinus dilengserkan dari kekuasaan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah jatuhnya Tarquinus, para bangsawan Romawi membicarakan dan mencari bentuk pemerintahan yang lebih baik. Mereka kemudian membentuk sebuah negara yang berasal dari partisipasi masyarakat luas dan bukan keluarga kerajaan. <\/span><strong>Sistem ini disebut dengan sistem Republik<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Sistem Republik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem republik, kekuasaan negara dibagi menjadi <\/span><strong>tiga kekuatan<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu <\/span><strong>Magistrat<\/strong>, <strong>Senat<\/strong>, dan <strong>Majelis Rakyat<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Masing-masing dari lembaga itu punya peran yang spefisik dalam menjalankan pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Magistrat berfungsi sebagai lembaga eksekutif yang menjalankan kebijakan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk masyarakat umum. Lembaga ini dipilih langsung oleh rakyat dan dipimpin oleh dua orang konsul selaku pemimpin dari Magsitrat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Senat di satu sisi merupakan sekumpulan pejabat dan bangsawan yang menjadi penasehat dan tempat pertimbangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kebijakan negara. Jadi semacam lembaga penasehat pemerintah gitu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Majelis Rakyat berfungsi sebagai lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi misalnya Konsul dan Magistrat punya kebijakan penghematan anggaran, nah Majelis Rakyat akan membahas kebijakan tersebut apakah dapat dijalankan atau tidak. Begitupun soal perang dan ekspedisi militer, perlu adanya izin dari Majelis Rakyat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa penerapan sistem ini, <\/span><strong>Romawi perlahan menjadi negara paling kuat di Eropa.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kekuasaannya berada dari barat ke timur. Coba perhatikan peta Romawi Kuno berikut.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6d954e39-8e0b-4115-a238-8726b1a83160.png\" alt=\"Peta Romawi Kuno\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Peta Romawi Kuno<br \/>\n<\/em><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: Wikipedia by Tataryn &#8211; Own work, CC BY-SA 3.0, <\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tersebut kemudian perlahan mulai berubah dan tidak berjalan efektif karena <\/span><strong>sering terjadi perdebatan sengit dan berlarut-larut antara Senat dan Magistrat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Terutama ketika membahas kebijakan soal perang dan penaklukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu konflik yang kemudian menjadi titik balik dari sejarah Romawi Kuno adalah <\/span><strong>ketika Julius Caesar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, seorang Konsul pada tahun 49 Sebelum Masehi, <\/span><strong>menahbiskan diri sebagai penguasa tunggal Republik Romawi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan gelar Dictator Perpetuo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Caesar memang memimpin Romawi dengan baik dan mendapat dukungan dari rakyat. Pada masa ini <\/span><strong>tentara Romawi Kuno menjadi kekuatan militer yang paling jago <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">dengan menaklukkan daerah yang jauh di luar Latium seperti <\/span><strong>Prancis<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(dulu disebut Gaul atau Galia), <\/span><strong>Spanyol<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(Hispania), dan <\/span><strong>Mesir<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Afrika Utara. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dia menjalankan pemerintahan dengan <\/span><strong>tangan besi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan hal ini tidak disukai oleh Senat. Sebagian anggota Senat tidak sepakat dengan cara memimpin Caesar yang sangat keras dan<\/span><strong> mereka mengkhawatirkan posisi mereka akan lenyap<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> jika bertentangan dengan kehendak Caesar. Hal ini yang kemudian menjadi sebab dari pembunuhan Julius Caesar oleh para anggota Senat pada tahun 44 Sebelum Masehi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah wafatnya Caesar, <\/span><strong>pemerintahan Romawi mulai tidak stabil<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kepercayaan rakyat dan daerah-daerah kekuasaan mulai mengendur dan perlu adanya sosok pemimpin yang kuat. Hal ini kemudian menyebabkan <\/span><strong>lahirnya sistem kekaisaran<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan menjadikan Romawi dipimpin oleh seorang <\/span><strong>Kaisar<\/strong>. <strong>Kaisar Romawi yang pertama adalah Kaisar Augustus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang naik tahta pada tahun 27 Sebelum Masehi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa inilah Kekaisaran Romawi dibangun. Secara sistem, masih sama dengan republik di mana Senat berfungsi sebagai penasehat. Namun secara praktik, <\/span><strong>kekuasaan Kaisar begitu besar dalam menentukan kebijakan negara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-10-asal-usul-dan-kisah-peradaban-awal-amerika\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Asal Usul dan Kisah Peradaban awal Amerika | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Raja dan Penguasa Romawi Kuno<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Romawi Kuno tuh punya raja yang banyak banget karena emang masa jayanya lama juga. Nah, makanya di sini kita akan bahas singkat <\/span><strong>7 raja Romawi Kuno<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau penguasa Romawi Kuno.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Romulus<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Romulus merupakan raja pertama dan pendiri dari Kerajaan Romawi<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Pada masa ini Romawi mulai melancarkan kampanye militer untuk memperkuat posisinya di wilayah Eropa Selatan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tarquinus<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa pemerintahan Tarquinus, <\/span><strong>Romawi berada dalam krisis pemerintahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan militer. Sayangnya kekuasaannya tidak didukung penuh orang rakyat. Terutama karena <\/span><strong>kebijakan hukum terlalu berpihak pada keluarga raja menyebabkan ketidakadilan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuasaannya berakhir ketika dia dilengserkan dari tahta sekaligus mengakhiri masa Kerajaan Romawi Kuno dan mengawali Republik Romawi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Julius Caesar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Julius Caesar adalah salah satu penguasa Romawi yang paling terkenal. <\/span><strong>Dia berhasil memimpin Romawi berada di puncak kejayaan dan kemakmuran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada masa ini <\/span><strong>Romawi memperluas pengaruhnya ke luar daerah<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa kekuasaan Julius Caesar juga, kalender modern mulai disusun untuk mempermudah sistem penanggalan musim dingin. Bulan ketujuh dalam kalender satu tahun bernama<\/span><strong> Juli untuk menghormati Julius<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saking terkenalnya nama Caesar diambil sebagai simbol kekuasaan dan kekuatan oleh pemimpin setelahnya seperti <\/span><strong>Tsar<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Rusia dan <\/span><strong>Qaisar<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Persia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Augustus<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama aslinya adalah <\/span><strong>Octavianus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun setelah naik tahta, ia menyebut dirinya sebagai <\/span><strong>Augustus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemerintahannya ditandai dengan <\/span><strong>konsolidasi kekuatan di daerah-daerah luar Roma dan mengembalikan kekuatan militer Romawi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">setelah jatuhnya Julius Caesar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sama nih kayak pemerintahan Julius Caesar, pada masa Augustus, tahun Masehi mulai dihitung. <\/span><strong>Jadi tahun 1 Masehi jatuh pada masa kekuasaan Augustus Caesar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Bulan kedelapan bernama<\/span><strong> Agustus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sebagai tanda penghormatan untuk Kaisar Augustus.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Nero<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa pemerintahan Nero ditandai dengan <\/span><strong>berkembangnya ajaran Kristen<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang datang dari <\/span><strong>Palestina<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Para pemeluk agama Kristen mulai mengajarkan ajaran agamanya kepada penduduk di kota-kota yang dikuasai oleh Romawi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini kemudian membuat Kaisar <\/span><strong>Nero mengeluarkan kebijakan untuk menangkap dan menghukum para pemeluk agama Kristen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena bertanggung jawab atas <\/span><strong>kebakaran besar di Roma<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, justru hal ini membuat agama Kristen menjadi semakin besar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Vespasian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa Vespasian, beberapa bangunan terkenal yang menjadi <\/span><strong>ciri khas dari arsitektur Romawi dibangun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Salah satu karya arsitektur yang menjadi mahakarya dari Vespasian adalah <\/span><strong>Koloseum<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang merupakan stadion raksasa tempat gladiator bertarung.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Konstantin<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaisar Konstantin adalah <\/span><strong>salah satu Kaisar yang paling berpengaruh dalam sejarah Romawi dan agama Kristen<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Pada masanya, agama Kristen diakui oleh negara dan menjadikan pemeluk agama Kristen berkembang pesat. Dia juga diingat sebagai pembangun dari <\/span><strong>kota Konstantinopel <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">yang menjadi ibu kota dari Romawi di masa-masa akhir.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sistem Kepercayaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Romawi Kuno menganut kepercayaan <\/span><strong>politeisme<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang mengakui banyak dewa. Sebagian besar dewa yang menjadi kepercayaan masyarakat Romawi, dipengaruhi oleh kepercayaan Yunani.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-yunani-kuno\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peradaban Yunani Kuno: Sejarah, Raja, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa terbesar dari kepercayaan Romawi Kuno adalah Jupiter.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentar, ini tuh Jupiter kayak nama planet?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Betul. Ini Jupiter kayak nama planet di tata surya.<\/span> <strong>Banyak nama-nama benda angkasa yang mengambil dari mitologi atau kepercayaan dari bangsa Romawi<\/strong>. <strong>Merkurius<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dewa kecepatan, <\/span><strong>Venus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dewi kesuburan, <\/span><strong>Mars<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dewa Perang, <\/span><strong>Neptunus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dewa laut, dan lain-lain. Menarik juga ya\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyembah dewa-dewa mereka, masyarakat Romawi mendirikan kuil-kuil guna melakukan pemujaan dan ritual keagamaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berjalannya waktu, <\/span><strong>agama Kristen<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">juga mulai menjadi agama yang dianut oleh masyarakat Romawi. Hingga kemudian agama <\/span><strong>Kristen menjadi agama resmi dari Kekaisaran Romawi<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Makanya, sampai saat ini, <\/span><strong>Vatikan sebagai pusat agama Kristen<\/strong>,<strong> terutama Katolik<\/strong>,<strong> berada di Kota Roma<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Hasil Budaya dan Peradaban<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bahasa Latin<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bahasa Romawi kuno yang sampai saat ini masih digunakan <\/span><strong>sebagai bahasa ilmiah di Eropa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Demikian juga dengan <\/span><strong>huruf latin<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang sampai saat ini kamu gunakan untuk membaca artikel ini. Jadi, secara langsung, <\/span><strong>kebudayaan Romawi Kuno dalam bidang bahasa dan huruf masih bisa kita lihat yaa saat ini<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain bahasa, ada juga<\/span><strong> seni lukisan Romawi Kuno yang dikembangkan<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kebudayaan material<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang menjadi peninggalan Romawi kuno adalah <\/span><strong>arsitektur Romawi Kuno<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">seperti stadion <\/span><strong>koloseum<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>aquaduk<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><strong>kubah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ketiga bangunan tersebut merupakan teknik bangunan dan arsitektur yang dikembangkan oleh Romawi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa ya mereka bisa bangun bangunan yang besar dan lengkung tanpa rubuh?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut dikarenakan para insinyur Romawi <\/span><strong>mengembangkan teknologi beton<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membangun. Beton merupakan campuran antara <\/span><strong>kapur<\/strong>, <strong>pasir<\/strong>, dan <strong>batu koral<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Material ini begitu kuat dan tahan lama sehingga mampu bertahan ratusan tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain beton, teknologi pembuatan jalan juga menjadi salah satu ciri khas dari peninggalan Romawi Kuno. Bagi pemerintahan Romawi, <\/span><strong>jalan merupakan satu sarana yang penting untuk ekonomi dan militer<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Pemerintah <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/angka-romawi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Romawi<\/a><\/strong> membangun jalan yang <\/span><strong>menghubungkan antara Roma dengan daerah-daerah lain<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merupakan daerah kekuasaan Kekaisaran Romawi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-tiongkok-kuno\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sejarah Peradaban Tiongkok Kuno | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, panjang juga ya sejarah peradaban Romawi Kuno ini. Kita jadi tau bahwa sejarah sebuah negara itu penuh dengan dinamika yang penuh jatuh-bangun. Namun, <\/span><strong>hal yang membuat Roma terus ada dan menyisakan peninggalan sampai saat ini adalah Romawi selalu mencoba untuk bangun dan bangkit<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>Buat kamu yang mau tau cerita tentang peradaban Romawi Kuno lebih dalam, boleh banget <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/kondisi-geografis-dan-lingkungan-alam-peradaban-romawi-kuno-7wd4mbp26g-hr-sma-kelas-10-ips\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">simak di ruangbelajar<\/a><\/strong>, ya! Kamu akan diceritain kisah tentang Romawi Kuno oleh Master Teacher yang asyik banget! <span style=\"font-weight: 400;\">Sampai jumpa lagiii\u2026<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Roman Empire Trajan 117AD [daring]. Tautan: https:\/\/commons.wikimedia.org\/w\/index.php?curid=19625326 (Diakses: 14 Mei 2025)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sejarah kelas 10 ini membahas peradaban Romawi Kuno yang menjadi puncak kejayaan Eropa di masa lalu. Kok bisa ya? Ayo kita belajar sama-sama! &#8212; &nbsp; Dulu di sebuah kota bernama Roma, ada manusia bergelar gladiator berdiri melawan singa. Jumlah penontonnya ada banyak dan berkumpul di sebuah bangunan besar yang mirip dengan stadion sepakbola di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":309,"featured_media":23143,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1747208070:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Sejarah Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya &amp; Peninggalan"],"_aioseo_description":["Romawi adalah sebuah negara yang penuh kejayaan. Di balik semua kemegahan, ia juga pernah mengalami pengkhianatan. Ingin tau kisah lengkapnya? Ayo kita bahas!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png"],"_knawatfibu_alt":["Peradaban Yunani Kuno"],"_wp_old_date":["2025-05-13"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-23143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Sejarah kelas 10 ini membahas peradaban Romawi Kuno yang menjadi puncak kejayaan Eropa di masa lalu. Kok bisa ya? Ayo kita belajar sama-sama! &#8212; &nbsp; Dulu di sebuah kota bernama Roma, ada manusia bergelar gladiator berdiri melawan singa. Jumlah penontonnya ada banyak dan berkumpul di sebuah bangunan besar yang mirip dengan stadion sepakbola di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-14T02:32:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-14T07:36:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\"},\"author\":{\"name\":\"F. Lazuardi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\"},\"headline\":\"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10\",\"datePublished\":\"2025-05-14T02:32:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-14T07:36:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\"},\"wordCount\":1761,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\",\"name\":\"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png\",\"datePublished\":\"2025-05-14T02:32:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-14T07:36:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\",\"name\":\"F. Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"F. Lazuardi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/f-lazuardi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Sejarah kelas 10 ini membahas peradaban Romawi Kuno yang menjadi puncak kejayaan Eropa di masa lalu. Kok bisa ya? Ayo kita belajar sama-sama! &#8212; &nbsp; Dulu di sebuah kota bernama Roma, ada manusia bergelar gladiator berdiri melawan singa. Jumlah penontonnya ada banyak dan berkumpul di sebuah bangunan besar yang mirip dengan stadion sepakbola di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-05-14T02:32:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-14T07:36:31+00:00","author":"F. Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"F. Lazuardi","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno"},"author":{"name":"F. Lazuardi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4"},"headline":"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10","datePublished":"2025-05-14T02:32:29+00:00","dateModified":"2025-05-14T07:36:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno"},"wordCount":1761,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png","keywords":["Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno","name":"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png","datePublished":"2025-05-14T02:32:29+00:00","dateModified":"2025-05-14T07:36:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94d4504e-63e2-49cf-a81b-910a3080e782.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4","name":"F. Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","caption":"F. Lazuardi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/f-lazuardi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/309"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23143"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23160,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23143\/revisions\/23160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}