{"id":2227,"date":"2022-08-06T08:26:00","date_gmt":"2022-08-06T01:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2227"},"modified":"2023-12-19T07:33:29","modified_gmt":"2023-12-19T00:33:29","slug":"unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi","title":{"rendered":"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg\" alt=\"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi\" width=\"821\" style=\"width: 821px;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Squad, seberapa sering kamu membaca sebuah teks fiksi? Kalau kamu penyuka cerpen, novel, komik, dan tulisan fiksi lainnya sih, sepertinya hari-hari kamu tidak lepas dari yang namanya membaca ya? Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai unsur kebahasaan dalam teks fiksi. Kita akan fokus membahas mengenai majas (gaya bahasa), ungkapan, dan peribahasa yang terdapat dalam kutipan cerpen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tenang Squad. Cerpennya nggak panjang kok, jadi nggak bakal bikin kamu pusing. Kita lihat yuk contoh kutipan dari cerpen yang berjudul \u201c<em>Selamat Jalan Ayah\u201d <\/em>berikut ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Seorang gadis kecil yang tertidur pulas di kamar yang begitu luas untuk anak kecil seukurannya. <\/em><strong>Sang mentari mulai tersenyum menyapa dunia pagi ini ditemani nyanyian burung terbang kesana kemari<\/strong><em>. Sinar mentari menyelinap memasuki jendela kecil samping tempat tidur. Udara dingin pun ikut menyerang masuk ke dalam tulang-tulung.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>\u201cKiki\u2026..bangun nak, sudah siang dan saatnya berangkat ke sekolah\u201d, bisik Ibu ke telinga Kiki. <\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Namun tidak ada balasan dari Kiki, tetapi ibu terus membangunkan Kiki dan mengajaknya ke kamar mandi. Setelah mandi dan sarapan Kiki berangkat ke sekolah diantar ayah dengan kijang. Sementara ibu tetap di rumah, memang dalam keluarga ini ayah sebagai <\/em><strong>kepala keluarga<\/strong><em> sekaligus <\/em><strong>tulang punggung<\/strong><em> keluarga. Kiki adalah gadis kecil<\/em> <em>yang selalu ceria, ramah dan tersenyum kepada siapapun yang ia temui.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, sudah selesai kutipan cerpennya. Sekarang, sama-sama analisis yuk unsur kebahasaannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan kutipan cerpen di atas, kita bisa lihat nih kalau ada majas yang digunakan dalam kutipan cerpen di atas. Kamu tahu majas apa yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut? Yups, tepat. Majas yang digunakan adalah majas personifikasi. Masih ingat apa itu majas personifikasi?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Majas Personifikasi<\/span><\/h2>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/3LCWazWcAw1_xVDsJQHVLj5o5LYXy2QHIyJwYmGsOAIWvERXub8eR4aOKR9noMgCUPGYHyUKYDUNhkmIWnNHgC4m7UdqrUdlHnLWEg7DL3n_wLbGqrgbpEJ88sA0jTE1KikP55cB\" alt=\"majas personifikasi\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan kalimat berikut!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><strong>\u201cSang mentari mulai tersenyum menyapa dunia pagi ini ditemani nyanyian burung terbang kesana kemari.\u201d<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Majas personifikasinya ditunjukkan oleh <em><strong>\u201cSang mentari mulai tersenyum menyapa dunia&#8230;\u201d<\/strong><\/em> Ini karena kata <em><strong>\u201cmentari\u201d<\/strong><\/em> seolah-olah benar-benar tersenyum untuk menyapa dunia. <em><strong>\u201cMentari\u201d<\/strong><\/em> merupakan benda mati yang seolah-olah dibuat hidup oleh penulis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain majas, ada juga penggunaan ungkapan dalam kutipan cerpen di atas. Perhatikan kalimat berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>\u201cSementara ibu tetap di rumah, memang dalam keluarga ini ayah sebagai <strong>kepala keluarga<\/strong> sekaligus <strong>tulang punggung<\/strong> keluarga\u201d. <\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Coba, dari kalimat tadi ada ungkapan apa saja? Yups, <em><strong>&#8220;kepala keluarga&#8221;<\/strong><\/em> dan <em><strong>&#8220;<\/strong><strong>tulang punggung&#8221;<\/strong><\/em>. Kata <em><strong>&#8220;kepala keluarga&#8221;<\/strong><\/em> memiliki arti orang yang bertanggung jawab terhadap keluarganya, sedangkan <em><strong>&#8220;<\/strong><\/em><strong><em>tulang punggung&#8221;<\/em>&nbsp;<\/strong>memiliki arti orang yang bertanggung jawab sebagai tumpuan ekonomi keluarga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/karakteristik-karya-sastra-indonesia-tiap-angkatan\" rel=\"noopener\">Karakteristik Karya Sastra Indonesia Tiap Angkatan<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masih ada satu kutipan cerpen lagi nih yang akan kita bahas. Cerpen berikut berjudul \u201c<em>Juru Masak\u201d<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpembatang, tak ada yang bisa diandalkan<\/strong>. Tapi tidak patut rasanya Mangkudun memandangnya dengan sebelah mata. Maka, dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni. Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati. Awalnya ia hanya tukang cuci piring di Rumah Makan milik seorang perantau dari Lareh Panjang yang lebih dulu mengadu untung di Jakarta. Sedikit demi sedikit dikumpulkannya modal, agar tidak selalu bergantung pada induk semang. Berkat kegigihan dan kerja keras selama bertahun-tahun, Azrial kini sudah jadi juragan, punya enam Rumah Makan dan dua puluh empat anak buah yang tiap hari sibuk melayani pelanggan. Barangkali, ada hikmahnya juga Azrial gagal mempersunting anak gadis Mangkudun. <\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Kini, lelaki itu kerap disebut sebagai orang Lareh Panjang paling sukses di rantau. Itu sebabnya ia ingin membawa Makaji ke Jakarta. Lagi pula, sejak ibunya meninggal, ayahnya itu sendirian saja di rumah, tak ada yang merawat, adik-adiknya sudah terbang-hambur pula ke negeri orang. Meski hidup Azrial sudah berada, tapi ia masih saja membujang. Banyak yang ingin mengambilnya jadi menantu, tapi tak seorang perempuan pun yang mampu luluhkan hatinya. Mungkin Azrial masih sulit melupakan Renggogeni, atau jangan-jangan ia tak sungguh-sungguh melupakan perempuan itu.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam kutipan cerpen tersebut, dapat ditemukan satu unsur kebahasaan berupa peribahasa. Hayooo&#8230;kamu tahu nggak apa peribahasanya? Betul sekali. Peribahasanya yaitu <em><strong>\u201c&#8230;seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpembatang\u201d<\/strong> y<\/em>ang memiliki arti<em><strong> \u201ctak ada yang bisa diandalkan\u201d<\/strong><\/em> yang terdapat pada kutipan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Squad, itu tadi pembahasan mengenai unsur kebahasaan dalam teks fiksi. Masih bingung dengan unsur kebahasaan? Tenang. Kamu bisa tanya-tanya tutor yang berpengalaman sekaligus diskusi bareng yuk sama teman-teman di seluruh Indonesia. Semuanya bisa kamu dapatkan dengan gabung di<a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong> ruangbelajar <\/strong><\/a>sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Referensi<\/strong><br \/>Darmawati, Uti dan Y. Budiarti. 2014. Bahasa Indonesia untuk SMK\/MAK Muatan Nasional. Jakarta: Intan Pariwara<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Artikel diperbarui 6 Agustus 2022.<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Squad, seberapa sering kamu membaca sebuah teks fiksi? Kalau kamu penyuka cerpen, novel, komik, dan tulisan fiksi lainnya sih, sepertinya hari-hari kamu tidak lepas dari yang namanya membaca ya? Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai unsur kebahasaan dalam teks fiksi. Kita akan fokus membahas mengenai majas (gaya bahasa), ungkapan, dan peribahasa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":2227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702946009:1"]},"categories":[477,486],"tags":[103,76,10,37],"class_list":["post-2227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-12","tag-bahasa-indonesia-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Squad, seberapa sering kamu membaca sebuah teks fiksi? Kalau kamu penyuka cerpen, novel, komik, dan tulisan fiksi lainnya sih, sepertinya hari-hari kamu tidak lepas dari yang namanya membaca ya? Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai unsur kebahasaan dalam teks fiksi. Kita akan fokus membahas mengenai majas (gaya bahasa), ungkapan, dan peribahasa yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-06T01:26:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-19T00:33:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\"},\"author\":{\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\"},\"headline\":\"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12\",\"datePublished\":\"2022-08-06T01:26:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T00:33:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\"},\"wordCount\":709,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia XII\",\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\",\"name\":\"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-06T01:26:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T00:33:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\",\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Squad, seberapa sering kamu membaca sebuah teks fiksi? Kalau kamu penyuka cerpen, novel, komik, dan tulisan fiksi lainnya sih, sepertinya hari-hari kamu tidak lepas dari yang namanya membaca ya? Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai unsur kebahasaan dalam teks fiksi. Kita akan fokus membahas mengenai majas (gaya bahasa), ungkapan, dan peribahasa yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-08-06T01:26:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-19T00:33:29+00:00","author":"Tedy Rizkha Heryansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tedy Rizkha Heryansyah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi"},"author":{"name":"Tedy Rizkha Heryansyah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2"},"headline":"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12","datePublished":"2022-08-06T01:26:00+00:00","dateModified":"2023-12-19T00:33:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi"},"wordCount":709,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg","keywords":["Bahasa Indonesia XII","Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi","name":"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg","datePublished":"2022-08-06T01:26:00+00:00","dateModified":"2023-12-19T00:33:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_12.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/unsur-kebahasaan-dalam-teks-fiksi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Unsur Kebahasaan dalam Teks Fiksi | Bahasa Indonesia Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2","name":"Tedy Rizkha Heryansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tedy Rizkha Heryansyah"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16247,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227\/revisions\/16247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}