{"id":20457,"date":"2024-10-16T11:14:56","date_gmt":"2024-10-16T04:14:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=20457"},"modified":"2024-10-16T11:38:03","modified_gmt":"2024-10-16T04:38:03","slug":"sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan","title":{"rendered":"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png\" alt=\"Sejarah Lahirnya Pancasila\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah yang panjang dan sakral untuk bangsa Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Pancasila, mulai dari apa itu Pancasila, proses perumusannya, hingga dijadikan sebagai dasar negara? Mari kita bahas bersama-sama hal-ihwal Pancasila.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kalian pasti sudah sering dengar tentang Pancasila, <\/span><em>kan<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? Pancasila itu bukan cuma sekadar lima sila, tapi juga punya sejarah panjang dan menarik <\/span><em>banget lho<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Awalnya, Pancasila dirumuskan untuk menjadi pedoman hidup berbangsa bagi kita semua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila lahir melalui proses yang panjang dan penuh diskusi dari berbagai tokoh penting Indonesia. Mereka berjuang untuk menyusun dasar negara yang bisa menyatukan semua keberagaman yang ada di Indonesia. Proses ini <\/span><em>ngga<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">mudah ya <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, karena melibatkan perdebatan dan pemikiran yang mendalam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, setelah melalui perjalanan panjang, Pancasila akhirnya ditetapkan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Fungsi Pancasila ini sangat penting karena menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar kamu makin kenal dengan Pancasila, <\/span><em>yuk<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">simak sejarah lahirnya Pancasila berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Pancasila\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara etimologis, Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta. Kata &#8220;panca&#8221; berarti lima dan &#8220;sila&#8221; berarti dasar atau prinsip. Jadi, Pancasila adalah<\/span> <strong>lima prinsip utama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menjadi fondasi dan pedoman hidup bagi kita sebagai bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap sila dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai moral, sosial, dan politik yang diharapkan menjadi panduan bagi kita semua. Nilai-nilai ini menjaga agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis dalam keberagaman. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan hadirnya Pancasila, kita punya pedoman untuk menciptakan harmoni di antara berbagai suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Prinsip-prinsip ini juga menekankan pentingnya <\/span><strong>toleransi<\/strong>, <strong>gotong royong<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><strong>keadilan sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pancasila benar-benar jadi pilar kokoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita, deh pokoknya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, gimana <\/span><em>sih<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">sejarah dari lahirnya Pancasila?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sejarah Lahirnya Pancasila<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila lahir melalui proses yang panjang dan melibatkan diskusi serta musyawarah oleh para pendiri bangsa ya <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gagasan tentang dasar negara Indonesia mulai muncul ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II. Saat itu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945 setelah menjanjikan kemerdekaan Indonesia. <\/span><strong>Tugas utama BPUPKI<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><strong>merumuskan dasar negara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sidang BPUPKI pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, muncul banyak usulan mengenai dasar negara, termasuk dari tiga tokoh utama: Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila lahir pada tanggal <\/span><strong>1 Juni 1945<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno. Inilah mengapa tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai <\/span><strong>Hari Lahir Pancasila<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Tokoh-Tokoh Merumuskan Pancasila<\/span><\/h3>\n<h4><strong>Muhammad Yamin<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara dalam pidatonya, yang dikenal sebagai &#8220;Rumusan Yamin&#8221;. Usulan Moh. Yamin Sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peri Kebangsaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peri Kemanusiaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peri Ketuhanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peri Kerakyatan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesejahteraan Rakyat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yamin juga menyusun naskah tertulis yang sedikit berbeda dalam uraiannya, tetapi pada intinya tetap menekankan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan ketuhanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Soepomo<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soepomo, sebagai salah satu anggota BPUPKI, juga memberikan pandangannya tentang dasar negara. Dalam pidatonya pada tanggal 31 Mei 1945, ia lebih menekankan konsep<\/span><strong> negara integralistik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di mana negara dan rakyat merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Rumusan Pancasila versi Soepomo kurang eksplisit dibanding Soekarno dan Yamin, tetapi ide-idenya berkisar pada prinsip:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persatuan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekeluargaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebudayaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan Sosial<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketuhanan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>Soekarno<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan lima prinsip dasar yang ia beri nama <\/span><b>Pancasila<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Lima prinsip tersebut adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebangsaan Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Internasionalisme atau Perikemanusiaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mufakat atau Demokrasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesejahteraan Sosial<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketuhanan yang Berkebudayaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soekarno juga menyarankan bahwa kelima sila ini bisa diringkas menjadi <\/span><strong>Trisila <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">(Tiga Sila), atau bahkan <\/span><strong>Ekasila<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (Satu Sila), yaitu Gotong Royong, yang merupakan nilai inti dari Pancasila.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/detik-detik-menuju-proklamasi-kemerdekaan-ri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Detik-Detik Menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>Panitia Sembilan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah usulan dari para tokoh, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil yang dikenal sebagai <\/span><strong>Panitia Sembilan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang bertugas untuk merumuskan naskah dasar negara. Panitia ini terdiri dari sembilan anggota, yakni:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soekarno<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Hatta<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Yamin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Achmad Subardjo<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agus Salim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Abikusno Tjokrosujoso<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wahid Hasyim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Abdul Kahar Muzakkir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">A.A. Maramis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah diskusi dan usulan-usulan tersebut, Panitia Sembilan yang dibentuk oleh BPUPKI menghasilkan <\/span><b>Piagam Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 22 Juni 1945, yang merupakan rumusan awal dari Pancasila. Dalam Piagam Jakarta, lima sila yang dirumuskan adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemanusiaan yang Adil dan Beradab<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persatuan Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/ Perwakilan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kalimat &#8220;dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&#8221; diubah pada 18 Agustus 1945 demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, dan akhirnya lahirlah rumusan Pancasila yang kita kenal saat ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Rumusan Pancasila dalam UUD 1945 (18 Agustus 1945)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perdebatan dan penyesuaian, Pancasila akhirnya disahkan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, dengan rumusan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketuhanan Yang Maha Esa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemanusiaan yang Adil dan Beradab<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persatuan Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumusan inilah yang menjadi dasar negara Indonesia hingga sekarang ya <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pancasila Sebagai Dasar Negara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila menjadi <\/span><strong>sumber utama dari segala hukum yang ada di Indonesia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini artinya, setiap peraturan dan undang-undang harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila. Dengan adanya Pancasila, hukum di Indonesia jadi lebih kuat untuk menjaga ketertiban dan keadilan di seluruh lapisan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila<\/span> <em>ngga<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">cuma penting di aspek hukum, tapi juga dalam menjaga persatuan bangsa kita, guys. Lewat Pancasila, kita diajak untuk <\/span><strong>saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Inilah yang membuat Pancasila menjadi pondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat dan harmonis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pancasila Sebagai Ideologi Negara<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi <\/span><strong>sebagai ideologi negara <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila juga berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, guys. Lewat Pancasila, kita diajak untuk selalu menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini membantu kita membangun bangsa yang kuat dan harmonis, di mana keberagaman bukan menjadi penghalang, tapi kekuatan. Maka dari itu, Pancasila adalah pondasi utama yang terus membimbing kita untuk membentuk Indonesia yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/7-penyimpangan-demokrasi-terpimpin-terhadap-pancasila-dan-uud-1945\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Penyimpangan Demokrasi Terpimpin terhadap Pancasila dan UUD 1945<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Fungsi Pancasila<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi Pancasila itu luas banget, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain jadi <\/span><strong>dasar negara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Pancasila juga berperan sebagai <\/span><strong>ideologi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan pandangan hidup yang mengarahkan masyarakat dalam berperilaku. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai <\/span><strong>alat pemersatu bangsa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, membantu menciptakan norma dan nilai yang mendukung kerukunan di tengah perbedaan yang ada.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya Pancasila, diharapkan masyarakat dapat hidup rukun dan damai. Pancasila mengajak kita untuk saling menghormati dan menerima perbedaan, sehingga kita bisa bersama-sama membangun bangsa yang lebih baik. Dalam konteks ini, <\/span><strong>Pancasila bukan sekadar teori, tetapi menjadi pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Indonesia harus mengetahui sejarah dan makna Pancasila. Diharapkan kita semua bisa lebih menghargai dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari ya <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><strong>Pancasila<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><strong>identitas bangsa Indonesia<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang harus kita jaga dan lestarikan. Jadi, mari kita praktikkan Pancasila dalam tindakan nyata demi kebaikan bersama!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2013<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu semua sudah belajar sebagai seorang warga negara yang mengamalkan Pancasila? Sudah seharusnya kita sebagai warga negara mengamalkan Pancasila yaa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kamu mau berdiskusi tentang Pancasila dan sejarah yang lainnya, kamu bisa lho berdiskusi dengan guru-guru dari <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru Privat PKn<\/a><\/strong><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span>Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\" https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah yang panjang dan sakral untuk bangsa Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Pancasila, mulai dari apa itu Pancasila, proses perumusannya, hingga dijadikan sebagai dasar negara? Mari kita bahas bersama-sama hal-ihwal Pancasila. &#8212; &nbsp; Guys, kalian pasti sudah sering dengar tentang Pancasila, kan? Pancasila itu bukan cuma sekadar lima sila, tapi juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":20457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1729053341:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah yang panjang dan sakral untuk bangsa Indonesia. Bagaimana sejarah lengkap lahirnya Pancasila? Simak artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png"],"_knawatfibu_alt":["Sejarah Lahirnya Pancasila"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-20457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah yang panjang dan sakral untuk bangsa Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Pancasila, mulai dari apa itu Pancasila, proses perumusannya, hingga dijadikan sebagai dasar negara? Mari kita bahas bersama-sama hal-ihwal Pancasila. &#8212; &nbsp; Guys, kalian pasti sudah sering dengar tentang Pancasila, kan? Pancasila itu bukan cuma sekadar lima sila, tapi juga [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-16T04:14:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-16T04:38:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ringgana Wandy Wiguna\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ringgana Wandy Wiguna\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\"},\"author\":{\"name\":\"Ringgana Wandy Wiguna\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165\"},\"headline\":\"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan\",\"datePublished\":\"2024-10-16T04:14:56+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-16T04:38:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\"},\"wordCount\":1203,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\",\"name\":\"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png\",\"datePublished\":\"2024-10-16T04:14:56+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-16T04:38:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165\",\"name\":\"Ringgana Wandy Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ringgana Wandy Wiguna\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ringgana-wandy-wiguna\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah yang panjang dan sakral untuk bangsa Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Pancasila, mulai dari apa itu Pancasila, proses perumusannya, hingga dijadikan sebagai dasar negara? Mari kita bahas bersama-sama hal-ihwal Pancasila. &#8212; &nbsp; Guys, kalian pasti sudah sering dengar tentang Pancasila, kan? Pancasila itu bukan cuma sekadar lima sila, tapi juga [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-10-16T04:14:56+00:00","article_modified_time":"2024-10-16T04:38:03+00:00","author":"Ringgana Wandy Wiguna","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Ringgana Wandy Wiguna","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan"},"author":{"name":"Ringgana Wandy Wiguna","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165"},"headline":"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan","datePublished":"2024-10-16T04:14:56+00:00","dateModified":"2024-10-16T04:38:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan"},"wordCount":1203,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan","name":"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png","datePublished":"2024-10-16T04:14:56+00:00","dateModified":"2024-10-16T04:38:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4c96d6e-eb5d-4773-bb9b-9a9979bd59ad.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/sejarah-lahirnya-pancasila-pengertian-tokoh-dan-rumusan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh, dan Rumusan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165","name":"Ringgana Wandy Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ringgana Wandy Wiguna"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ringgana-wandy-wiguna"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20457"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20457\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20461,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20457\/revisions\/20461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}