{"id":19683,"date":"2024-09-04T13:45:43","date_gmt":"2024-09-04T06:45:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=19683"},"modified":"2024-11-03T19:35:02","modified_gmt":"2024-11-03T12:35:02","slug":"candi-borobudur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur","title":{"rendered":"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg\" alt=\"Candi Borobudur\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Artikel ini\u00a0 membahas tentang <strong>Candi Borobudur<\/strong>, mulai dari sejarah, relief, tiga &#8216;dhatu&#8217; menurut ajaran Buddha, bangunan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Candi Borobudur. <\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu dengar kata \u2018candi\u2019, candi apa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang pertama kali terlintas di benakmu? Pasti sebagian besar dari kamu kepikiran Borobudur <\/span><em>gak sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">??<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur Buddha yang sangat megah. Kalau kamu bertanya, dimana letak Candi Borobudur? Jawabannya Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia ya <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi ini bukan sekadar bangunan batu biasa, melainkan sebuah monumen spiritual yang mencerminkan filosofi dan ajaran agama Buddha dengan begitu indah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Lalu, gimana\u00a0<em>sih\u00a0<\/em>sejarah dari candi Buddha terbesar di dunia ini? Langsung aja yuk disimak!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Yuk, Kenali Sejarah Singkat Candi Borobudur!<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara mengenai tahun didirikannya Candi Borobudur, masih belum ada keterangan yang pasti <\/span><em>sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, para arkeolog sepakat bahwa <strong>pembangunan Candi Borobudur terjadi sekitar tahun 775-832 Masehi<\/strong>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau berdasarkan relief Karmawibhangga, Candi Borobudur diperkirakan berdiri pada abad ke-9 Masehi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak penelitian telah membahas tentang Candi Borobudur, termasuk oleh J. G. de Casparis, seorang ahli epigrafi dari Belanda. Menurutnya, Candi Borobudur\u00a0 merupakan peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno atau Medang Mataram. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diperkirakan, Candi borobudur dibangun pada masa pemerintahan <strong>Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra<\/strong>, beserta putrinya Pramodhawardhani. Pendapat ini diambil dari dua prasasti, yaitu Prasasti Karangtengah dan Prasasti Sri Kahulunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pembangunan Candi Borobudur diselesaikan pada saat Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh Rakai Pikatan, suami dari Pramodhawardhani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">salah satu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">hal unik dari Candi Borobudur adalah pembangunannya yang menggunakan <strong>gaya Mandala<\/strong>. Gaya ini menggambarkan alam semesta menurut kepercayaan Buddha.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur sebenarnya didirikan sebagai tempat ritual keagamaan Buddha, khususnya perpaduan antara ajaran Mahayana dan Tantrayana.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kerajaan-maritim-hindu-buddha-di-nusantara\">13 Kerajaan Maritim Hindu-Buddha di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bangunan Candi Borobudur Terdiri dari Apa Aja?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur, sebuah monumen megah berbentuk bujur sangkar, memiliki dimensi keseluruhan mencapai <strong>123 x 123 meter persegi<\/strong>. Tinggi bangunan Candi Borobudur mencapai sekitar <strong>42 meter<\/strong> jika dihitung dari puncak tertinggi (chattra). Namun, jika chattra tidak dihitung, tinggi Candi Borobudur hanya sekitar <strong>31 meter<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, Candi Borobudur memiliki bentuk stupa dengan struktur berteras-teras yang mengerucut ke atas. Setiap tingkatan dari bangunan ini memiliki makna tersendiri yang merefleksikan perjalanan spiritual manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur terdiri dari <strong>sepuluh tingkatan<\/strong> yang menggambarkan kehidupan manusia di dunia dan di alam setelah kehidupan dunia. <strong>Enam tingkatan pertama di bagian bawah berbentuk bujur sangkar<\/strong> yang semakin mengecil ke atas. Sementara itu, <strong>tingkatan ketujuh hingga kesembilan berbentuk hampir bulat<\/strong>, dan <strong>tingkatan kesepuluh memiliki stupa besar di puncaknya<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur juga terbagi menjadi tiga bagian utama yang sesuai dengan konsep <em>dhatu<\/em> dalam ajaran Buddha. Pembagian ini dijelaskan oleh W. F. Stutterheim, yang menguraikan bahwa konsep <\/span><em>dhatu<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> mencerminkan tahapan yang harus dilalui manusia untuk mencapai pencerahan atau ke-Buddha-an. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep <em>dhatu<\/em> ini menambah kedalaman filosofis pada struktur megah Candi Borobudur, menjadikannya tidak hanya sebagai keajaiban arsitektur tetapi juga sebagai simbol perjalanan spiritual.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk kita bahas konsep <\/span><em>dhatu<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">ini satu per satu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tiga Bagian Candi Borobudur Menurut Konsep <em>Dhatu<\/em><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f6a5fd60-5a92-48c3-a45c-67ddbd5d3cf4.jpeg\" alt=\"Kamadhatu - Rupadhatu - Arupadhatu\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Ilustrasi Bagian Candi Borobudur<\/em> (<em>Sumber: Arsip Penulis<\/em>)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kamadhatu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian pertama atau <strong>bagian paling dasar<\/strong> dari Candi Borobudur adalah zona <strong>Kamadhatu<\/strong>. Zona ini memiliki arti <strong>bagian alam dunia yang kita huni dan alami saat ini<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini terdiri dari <strong>160 relief<\/strong> yang menjelaskan tentang Karmawibhangga Sutra, atau hukum sebab-akibat ya <\/span><em>guys<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">relief ini adalah relief yang menggambarkan <strong>sifat keduniaan,<\/strong> seperti sifat dan nafsu manusia yang berupa perampokan, pembunuhan, penyiksaan, fitrah, dan pemerkosaan. Dahulu bagian ini ada tudung penutupnya <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saat ini sudah dibuka secara permanen agar para pengunjung bisa melihat relief yang tersembunyi di bagian bawah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mau melihat seluruh koleksi foto relief di zona ini, kamu bisa melihatnya di Museum Candi Borobudur yang terletak di Borobudur Archaeological Park ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Rupadhatu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya ada zona <strong>Rupadhatu<\/strong> atau <strong>bagian tengah Candi Borobudur<\/strong>. Rupadhatu sendiri bermakna <strong>alam peralihan<\/strong> dimana seorang manusia telah dibebaskan dari semua urusan duniawi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini terdiri dari berbagai ukiran relief batu dan patung Buddha. Pada bagian ini, terdapat <strong>328 patung Buddha<\/strong> yang dihiasi oleh ukiran relief. Bisa membayangkan seberapa indah dan rumitnya bagian ini kan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys?<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menurut manuskrip Sansekerta, di dalam bagian ini terdiri dari <strong>1300 relief<\/strong> yang mencakup <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Gandawyuha<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lalitawistara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, Jataka, dan Awadana. Semua relief ini membentang sejauh<strong> 2,5 km dengan total 1212 panel<\/strong>. Bisa dibayangkan kan sebanyak itu relief yang ada? Keren banget!\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Arupadhatu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian terakhir adalah <strong>bagian puncak<\/strong> atau yang disebut <strong>Arupadhatu<\/strong>. Bagian ini menyimbolkan <strong>bagian alam tertinggi<\/strong>, atau rumah para Dewa. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga serambi yang berbentuk lingkaran yang mengarah ke kubah pusat atau stupa yang bisa diartikan sebagai kebangkitan dari dunia. Di bagian ini, tidak hanya ada ornamen atau hiasan begitu saja tapi, memiliki arti yang menggambarkan kemurnian tertinggi <\/span><em>lho<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serambi ini terdiri dari stupa berbentuk lingkaran yang berlubang, seperti lonceng terbalik, berisi patung Buddha yang menghadap ke luar candi. Terdapat <strong>72 stupa<\/strong> secara keseluruhan. Stupa terbesar yang berada di tengah tidak setinggi versi aslinya, yang memiliki tinggi <strong>42 meter di atas tanah dengan diameter 9,9 meter<\/strong>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan stupa yang mengelilinginya, stupa pusat yang berada di tengah dan ujung candi masih dalam perdebatan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">apakah memang kosong tidak ada isinya, atau memang sebenarnya berisi sesuatu dan sudah hilang. Menurut kamu gimana nih?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur tidak hanya melambangkan sebuah candi semata, tapi juga sebuah perjalanan spiritual yang mengajak kita untuk selalu merenungkan kehidupan manusia dan mencapai sebuah pencerahan tertinggi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peninggalan-kerajaan-hindu-dan-buddha-di-indonesia\">Peninggalan Kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Relief Candi Borobudur<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relief-relief yang ada di Candi Borobudur ada berbagai macam cerita. Secara keseluruhan, terdapat <strong>594 patung Buddha<\/strong> dengan posisi yang sedang bermeditasi. Selain itu ada enam varian mudra (posisi tangan) yang tersebar di sepanjang Candi Borobudur<\/span><em> guys<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap patung itu mencerminkan <strong>ajaran dan filosofi Buddha yang berbeda-beda<\/strong> ya. Berbagai relief ini akan menghadirkan kisah spiritual yang mendalam bagi para pengunjungnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relief-relief yang ada di Candi Borobudur bukan hanya menceritakan kisah-kisah Buddha saja, tetapi menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian semua sempat bertanya tidak <\/span><em>sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em>kok<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">bisa ya ribuan relief tersebut dipahat sebegitu indah dan halus? Sekeren apa seniman pahat pada saat itu? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luar biasa sekali keahlian para seniman dan pengrajin yang membangun Candi Borobudur <\/span><em>kan<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi setiap panel relief ini memiliki cerita tersendiri yang memberikan pembelajaran moral dan spiritual yang masih relevan hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20fd40eb-7163-4a96-9a53-81519a82f71c.jpeg\" alt=\"Relief Candi Borobudur\" width=\"549\" height=\"174\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar Relief Candi Borobudur (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: newstempo.github.io)<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Cerita Pada Relief Candi Borobudur<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa cerita yang dijelaskan pada panel relief yang ada di Candi Borobudur. Cerita tentang kehidupan, kebangkitan, hingga alam setelah kita hidup di dunia. <\/span><em>Nah<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cerita tersebut sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Karmawibhangga\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">pada relief Candi Borobudur yang pertama adalah relief Karmawibhangga yang terletak pada kaki Candi Borobudur. Relief ini menggambarkan <strong>hukum karma atau hukum sebab akibat<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Karmawibhangga dijelaskan tentang hubungan sebab akibat dari perbuatan baik dan jahat yang kita lakukan di dunia. Relief ini tidak berupa cerita serial yang bersambung dari panel ke panel, tapi setiap panel menggambarkan sebuah cerita yang memuat hubungan sebab akibat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relief ini menunjukkan perbuatan yang tercela dengan hukumannya. Begitu pula perbuatan yang baik dengan ganjaran yang diberikan Tuhan. Selanjutnya menggambarkan siklus samsara atau siklus kehidupan manusia yang oleh agama Buddha diakhiri dengan siklus kesempurnaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya saat ini hanya di bagian tenggara yang dibuka dan dapat kita lihat. Namun, kamu jangan sedih ya, karena kamu bisa melihat reliefnya di Museum Karmawibhangga di sebelah utara Candi Borobudur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Lalitawistara\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita selanjutnya adalah Lalitavistara atau Lalitawistara yang <strong>menceritakan riwayat Sang Buddha<\/strong>. Cerita ini dimulai dari turunnya Tushita dari surga hingga wejangan pertama di Taman Rusa dekat Banaras atau Benares.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">relief ini berderet dari tangga sisi selatan setelah 27 pigura yang menggambarkan persiapan di surga dan dunia untuk kedatangan Sang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bodhisattva.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Di dalam relief ini menggambarkan kehidupan Buddha sebagai seorang Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya. Relief-relief berjumlah 120 pigura, berakhir dengan Pemutaran Roda Dharma, simbol ajaran Buddha.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Jataka dan Awadana\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita selanjutnya adalah cerita Jataka yang menceritakan tentang <strong>Sang Buddha sebelum menjadi seorang pangeran Siddharta<\/strong>. Relief ini menonjolkan perbuatan baik seperti pengorbanan dan membantu. Kisah-kisah Jataka ini sebagian besar adalah cerita fabel dengan tokoh satwa yang bertingkah laku seperti seorang manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya adalah cerita Awadana yang mirip dengan Jataka. Perbedaannya adalah pelakunya bukan Sang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bodhisattva<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana dan Awadanasataka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Candi Borobudur, Jataka dan Awadana digambarkan bersama dalam satu deretan, dengan Jatakamala karya penyair Aryasura sebagai himpunan terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa ya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Gandawyuha\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita selanjutnya adalah cerita pada relief Gandawyuha<strong> menghiasi dinding lorong kedua Candi Borobudur<\/strong>. Relief ini menceritakan perjalanan Sudhana mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita ini memiliki 460 pigura. Penggambaran ceritanya didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana dan Gandawyuha. Di bagian ini juga ditutup oleh cerita yang diambil dari kitab Bhadracari.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengaruh-hindu-dan-buddha\">Pengaruh Hindu dan Buddha di Kehidupan Masa Kini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Nilai-Nilai apa aja yang Terkandung dalam Candi Borobudur?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur memiliki banyak sekali nilai yang dikandung dan bisa kita refleksikan di kehidupan sehari-hari. Nilai pertama adalah <strong>kebijaksanaan<\/strong>. Banyak relief dari cerita Karmawibhangga tentang sebab akibat yang bisa kita pelajari sehingga hidup kita bisa menjadi baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai selanjutnya adalah <strong>kedamaian<\/strong>. Dari cerita relief hingga bentuk bangunannya membuat hati kita damai dan tenang. Hal ini bisa terjadi karena aura kedamaian hadir di dalam Candi Borobudur. Selanjutnya adalah nilai harmoni, nilai ini banyak dijelaskan di dalam relief tentang harmoni antara manusia dengan alam semesta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai yang terakhir yang bisa kita ambil adalah nilai <strong>keindahan<\/strong>. Candi Borobudur ini merupakan salah satu mahakarya arsitektur yang sudah diakui dunia memiliki keindahan yang luar biasa. Kita patut bersyukur karena kita memiliki bangunan keajaiban dunia yang ada di negeri kita tercinta.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Candi Borobudur Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita beralih pada tahun 1991, keberadaan Candi Borobudur diakui oleh dunia dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Penghargaan ini adalah sebuah bukti pengakuan Internasional terhadap nilai sejarah yang terkandung, budaya, dan spiritual dari Candi Borobudur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, Candi Borobudur <strong>bukan<\/strong> didaulat\/termasuk sebagai 7 Keajaiban Dunia ya, <em>guys<\/em>. Soalnya masih ada yang persepsinya kurang tepat nih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur sendiri bukan hanya sebuah candi yang kuno, melainkan sebuah simbol budaya dan spiritualitas Indonesia. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur menjadi daya tarik wisata utama yang menarik wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Wisata ke Candi Borobudur bukan hanya memberikan pengalaman wisata yang menakjubkan saja, namun juga sebuah perjalanan spiritual yang membuahkan wawasan tentang ajaran Buddha dan makna dari hidup di dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur adalah maha karya arsitektur yang sangat megah dan tak ternilai. Candi ini menjadi simbol kebijaksanaan, kedamaian, harmoni, dan keindahan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami sejarah dan filosofi Candi Borobudur membuka pintu bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya dan spiritualitas Indonesia. M<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> kita jaga dan lestarikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya bangsa yang tak ternilai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gimana<\/em>, rasa penasaran kamu tentang Candi Borobudur sudah semakin terjawab <em>kan<\/em>? Setelah ini, kamu akan makin menyadari kalau budaya Indonesia sangat kaya. Bahkan, nenek moyang kita sudah berhasil membangun monumen Buddha semegah Candi Borobudur sejak ratusan tahun silam!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu\u00a0 masih haus ilmu dan ingin mempelajari lebih dalam tentang Sejarah Indonesia, kamu boleh\u00a0<em>lho\u00a0<\/em>belajar bareng kakak-kakak pengajar dari <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\" rel=\"noopener\"><strong>Ruangguru<\/strong> <strong>Privat<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersama Ruangguru Privat, belajar\u00a0<em>gak <\/em>hanya menyenangkan, tapi juga akan dibimbing\u00a0 sampai paham! Apalagi, pengajar di Ruangguru Privat sudah terstandarisasi kualitasnya. Kamu juga bebas pilih mau belajar secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Asyik banget karen abisa fleksibel!\u00a0Untuk info lebih lanjut, yuk klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg-10-privat-b\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d231e5a8-4abd-4ef2-b12e-d7210d9d8a95.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" width=\"820\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p><em><strong>Artikel ini disunting oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\">Laras Sekar Seruni<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini\u00a0 membahas tentang Candi Borobudur, mulai dari sejarah, relief, tiga &#8216;dhatu&#8217; menurut ajaran Buddha, bangunan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Candi Borobudur. &#8212; &nbsp; Kalau kamu dengar kata \u2018candi\u2019, candi apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Pasti sebagian besar dari kamu kepikiran Borobudur gak sih?? Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur Buddha yang sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":19683,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1730637171:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apakah Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia? Temukan jawabannya di artikel ini yang akan membahas sejarah dan fakta tentang Candi Borobudur!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg"],"_knawatfibu_alt":["Candi Borobudur"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-19683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini\u00a0 membahas tentang Candi Borobudur, mulai dari sejarah, relief, tiga &#8216;dhatu&#8217; menurut ajaran Buddha, bangunan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Candi Borobudur. &#8212; &nbsp; Kalau kamu dengar kata \u2018candi\u2019, candi apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Pasti sebagian besar dari kamu kepikiran Borobudur gak sih?? Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur Buddha yang sangat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-04T06:45:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-03T12:35:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ringgana Wandy Wiguna\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ringgana Wandy Wiguna\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\"},\"author\":{\"name\":\"Ringgana Wandy Wiguna\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165\"},\"headline\":\"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya\",\"datePublished\":\"2024-09-04T06:45:43+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-03T12:35:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\"},\"wordCount\":1845,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\",\"name\":\"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-09-04T06:45:43+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-03T12:35:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165\",\"name\":\"Ringgana Wandy Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ringgana Wandy Wiguna\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ringgana-wandy-wiguna\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel ini\u00a0 membahas tentang Candi Borobudur, mulai dari sejarah, relief, tiga &#8216;dhatu&#8217; menurut ajaran Buddha, bangunan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Candi Borobudur. &#8212; &nbsp; Kalau kamu dengar kata \u2018candi\u2019, candi apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Pasti sebagian besar dari kamu kepikiran Borobudur gak sih?? Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur Buddha yang sangat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-09-04T06:45:43+00:00","article_modified_time":"2024-11-03T12:35:02+00:00","author":"Ringgana Wandy Wiguna","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Ringgana Wandy Wiguna","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur"},"author":{"name":"Ringgana Wandy Wiguna","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165"},"headline":"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya","datePublished":"2024-09-04T06:45:43+00:00","dateModified":"2024-11-03T12:35:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur"},"wordCount":1845,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur","name":"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg","datePublished":"2024-09-04T06:45:43+00:00","dateModified":"2024-11-03T12:35:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/52f6356b-3b5a-4b5d-a288-b04f37fcc57b.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/candi-borobudur#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165","name":"Ringgana Wandy Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ringgana Wandy Wiguna"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ringgana-wandy-wiguna"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19683"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20742,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19683\/revisions\/20742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}