{"id":19332,"date":"2024-07-26T12:03:33","date_gmt":"2024-07-26T05:03:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=19332"},"modified":"2024-08-01T09:00:01","modified_gmt":"2024-08-01T02:00:01","slug":"perang-padri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri","title":{"rendered":"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &#038; Dampaknya | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png\" alt=\"Perang Padri\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\">Artikel Sejarah kelas 11<\/a><\/strong> ini membahas <strong>sejarah Perang Padri<\/strong> secara lengkap dan kronologis, mulai dari tokoh, penyebab, hingga dampaknya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu membaca atau mendengar sejarah Perang Padri atau Paderi? Buat yang belum tahu, <\/span><strong>Perang Padri adalah salah satu perang yang terjadi paling lama di Indonesia, mulai dari tahun 1803\u20141838<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ya, walaupun, sempat ada gencatan senjata di tengah peperangan ini <\/span><em>sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Perang Padri menarik banget buat dikuliti, <\/span><em>loh<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Dalam kronologi perang ini, kita bisa melihat kawan yang jadi lawan, yang harusnya jadi musuh malah jadi sekutu, dan yang tadinya lawan memilih bersatu untuk menyerang musuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas alurnya mirip cerita-cerita di drama televisi, ya? Lantas, apakah sejarah Perang Padri benar-benar seruwet cerita drama televisi? Yuk, kita simak latar belakang, tokoh-tokoh, hingga dampak Perang Padri dalam artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Latar Belakang Perang Padri<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, kita harus tahu latar belakang Perang Padri terlebih dahulu. <\/span><strong>Perang Padri dilatarbelakangi oleh pertentangan antara kaum adat dan kaum padri<\/strong>. Perang Padri terjadi di Sumatra Barat <span style=\"font-weight: 400;\">tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum adat meliputi bangsawan dan masyarakat adat di Minangkabau yang masih memegang teguh adat istiadat dari leluhur mereka. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, kaum Padri terdiri atas ulama-ulama dan umat muslim yang ingin menerapkan syariat Islam dengan benar di Minangkabau. Mereka inilah lawan yang akhirnya jadi kawan dalam alur cerita sejarah Perang Padri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, Perang Padri dibagi ke dalam tiga masa. Pertama, berlangsung antara 1821\u20131825, yang ditandai dengan meluasnya perlawanan rakyat ke seluruh daerah Minangkabau. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, antara tahun 1825\u20131830, yang ditandai dengan meredanya\u00a0 pertempuran karena Belanda berhasil mengadakan perjanjian dengan gerakan kaum Padri yang mulai melemah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, antara tahun 1830\u20131838, ditandai dengan perlawanan Padri yang meningkat dan penyerbuan Belanda secara besar-besaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Awal Perang Padri<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyebab Perang Padri adalah pertentangan antara dua kaum di lingkup masyarakat Minangkabau pada tahun 1803<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada waktu itu, ada tiga orang yang baru pulang dari Makkah, yakni Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang. Mereka menyampaikan keinginannya untuk memperbaiki penerapan syariat Islam di kehidupan masyarakat Minangkabau. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kala itu, masyarakat Minangkabau memang masih melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti judi, sabung ayam, dan minum minuman keras.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keinginan tiga orang itu disambut baik oleh para ulama, tetapi ditolak oleh masyarakat adat. Mereka pun terbagi menjadi dua kubu yang disebut kaum padri dan kaum adat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum padri kukuh meminta kaum adat yang beragama Islam untuk tidak menjalankan lagi kebiasaan yang menyimpang dari ajaran Islam. Di sisi lain, kaum adat memandang gerakan kaum padri sebagai ancaman terhadap kelestarian budaya Minangkabau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/strategi-perlawanan-bangsa-indonesia-terhadap-penjajahan-belanda\">Perlawanan Indonesia terhadap Belanda sampai Awal Abad 20 | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua kaum telah beberapa kali merundingkan permasalahan ini. Bahkan,<strong> delapan tokoh ulama pelopor gerakan Kaum Padri yang disebut Harimau nan Salapan<\/strong>\u2014Tuanku Barapi, Tuanku Biaro, Tuanku Galuang, Tuanku Kapau, Tuanku Ladang Lawas, Tuanku Lubuk Aur, Tuanku Mansingan, Tuanku Nan Renceh, dan Tuanku Padang Luar\u2014telah meminta bantuan kepada Yang Dipertuan Pagaruyung Sultan Arifin Muningsyah, Raja Kerajaan Pagaruyung, untuk mengajak kaum adat meninggalkan kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam itu. Sayangnya, mereka tidak pernah menuai kesepakatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu membuat situasi memanas di antara beberapa nagari dalam Kerajaan Pagaruyung. Akhirnya, pada tahun 1815, tokoh Perang Padri pertama, yakni Tuanku Pasaman, memimpin kaum padri dalam menyerang Kerajaan Pagaruyung hingga meletuskan peperangan di Koto Tangah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, Yang Dipertuan Pagaruyung Sultan Arifin Muningsyah pun terpaksa pergi dari ibu kota kerajaan. Sementara itu, kaum adat makin terpukul mundur sejak kepergian pemimpinnya itu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Keterlibatan Belanda dalam Perang Padri<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dalam kondisi terdesak, pada tahun 1821, kaum adat meminta bantuan kepada pemerintah Kolonial Belanda<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Belanda pun <\/span><em>nggak<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">mau menyia-nyiakan kesempatan ini <\/span><em>dong<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka menjadikan pengajuan bantuan ini sebagai tanda penyerahan Kerajaan Pagaruyung kepada pemerintah Hindia Belanda. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kaum adat juga menyerahkan daerah Simawang dan Soli Air kepada pasukan Belanda. Momen ini menandakan Belanda yang harusnya jadi musuh malah jadi sekutu bagi kaum adat dalam sejarah Perang Padri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, tanpa kaum adat sadari, Belanda sedang melakukan <\/span><em>devide et impera<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">atau politik adu domba demi memecah masyarakat di Sumatra Barat saat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui perjanjian itu, kaum padri pun menyerang pos-pos Belanda di Simawang, Soli Air, dan Sipanang pada September 1821. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum padri yang dipimpin Tuanku Pasaman cukup sulit dikalahkan. Surat ajakan damai dikirimkan oleh Belanda, <\/span>tapi <em>dicuekin<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">sama Tuanku Pasaman. Beliau justru semakin menggencarkan perlawanan di berbagai tempat. <\/span><em>Gaskeun<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">pokoknya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pada 4 Maret 1822, kaum padri digiring keluar dari Pagaruyung oleh pasukan Belanda yang dipimpin Letkol Raaff. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara <\/span><em>sat-set<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, Belanda segera membangun benteng pertahanan yang diberi nama Fort van der Capellen di Batusangkar. Di sisi lain, kaum padri pantang menyerah. Mereka menyusun kekuatan dan pertahanan di Lintau.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3fcb4de9-2ead-4eb5-8142-90354ca3516d.jpg\" alt=\"Fort Van der Capellen\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Benteng Fort van der Capellen di Sumatra Barat (<\/em><em>https:\/\/min.wikipedia.org\/wiki\/<\/em><em>)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentrok antara kaum padri dan Belanda kembali terjadi di Tanjung Alam dan Baso. Pada Juni 1822, kaum padri gagal menghadang Belanda di Tanjung Alam. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, mereka kembali berhasil<\/span> <em>kok<\/em> d<span style=\"font-weight: 400;\">alam memaksa Belanda mundur ke bentengnya di Batusangkar melalui pertempuran di Baso yang dipimpin Tuanku Nan Renceh pada September 1822.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, situasi menendang Belanda kembali ke Batusangkar ini tidak hanya terjadi sekali, ya. Ketika mendapat tambahan pasukan pada 13 April 1823, Letkol Raaff menyerang Lintau. Tapi, kegigihan kaum padri menggagalkannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Gencatan Senjata dalam Perang Padri<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rupanya pada tahun 1825, Belanda tidak hanya terlibat dalam Perang Padri yang terjadi di Sumatra Barat, tetapi juga Perang Diponegoro di Jawa dan perang-perang lain di Eropa. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menyebabkan Belanda kewalahan dan hampir kehabisan dana perang. Ditambah lagi, kaum padri pantang menyerah dan cukup tangguh dalam melakukan perlawanan sehingga semakin menyulitkan Belanda. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini menyebabkan <\/span><strong>Belanda mengajak kaum padri yang diwakilkan Tuanku Imam Bonjol sebagai pimpinannya melakukan gencatan senjata melalui Perjanjian Masang pada 15 November 1825<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perjanjian itu, Tuanku Imam Bonjol berusaha untuk merangkul kaum adat sembari memulihkan kekuatan kaum padri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, kebetulan, kaum adat juga sedang merasa kecewa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sama Belanda karena membuat perjanjian damai dengan kaum padri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berpikir bahwa Belanda mengkhianati janjinya dan mementingkan kepentingan sendiri. Di samping itu, Tuanku Imam Bonjol juga menyesali tindakan kaum padri ketika perseteruan di antara sesama orang Minang terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alhasil, usaha Tuanku Imam Bonjol pun nggak sia-sia. Mereka membuat kesepakatan yang disebut <strong>Plakat Puncak Pato<\/strong> di Bukit Marapalam, Kabupaten Tanah Datar. Kesepakatan itu berbunyi <em>adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah <\/em>yang berarti \u2018adat Minangkabau berlandaskan agama Islam, agama Islam berlandaskan Al-Qur\u2019an\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/herman-johannes-insinyur-ilmu\">Kisah Herman Johannes, Insinyur yang Berperang Bersama Ilmunya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaum Padri dan Kaum Adat sebagai Masyarakat Minangkabau<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar tahun 1831, kekuatan Belanda usai Perang Diponegoro di Jawa berangsur pulih. Belanda kembali ke Sumatra Barat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini, Belanda ingin menguasai perkebunan kopi di wilayah Darek yang merupakan kawasan pedalaman Minangkabau. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda pun lagi-lagi mengkhianati janjinya. Mereka menyerang nagari Pandai Sikek yang memproduksi mesiu dan senjata api. Bahkan, mereka membangun Benteng Fort de Kock di Bukittinggi untuk memperkuat tenggernya di Sumatra Barat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda terus-menerus menyerang kaum padri selama periode 1831\u20141832. Mereka terus menambah pasukan dari berbagai daerah untuk menumpas kaum padri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan bertubi-tubi memaksa kaum padri mundur berkali-kali. kaum padri baru berhasil kembali mengalahkan Belanda di bawah tokoh Perang Padri lainnya, yakni Tuanku Rao, di Padang Matinggi pada Januari 1833.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 11 Januari 1833, Belanda juga dibuat kaget oleh serangan mendadak kaum padri dan kaum adat yang telah bersatu terhadap beberapa kubu pertahanan dari garnisunnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu, Belanda mungkin merasa bagai disambar petir<\/span><em> gitu<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">kali, ya. Mereka kehilangan banyak tentara. Mereka juga dikepung oleh seluruh masyarakat Minangkabau, tidak lagi hanya kaum padri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagian ini yang menjadi alur cerita lawan bersatu untuk menyerang musuh yang sebenarnya dalam sejarah Perang Padri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menanggapi situasi itu, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan<\/span> pengumuman yang disebut <strong>Plakat Panjang<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengumuman itu berisi pernyataan bahwa kedatangan Belanda ke Minangkabau bukan bermaksud untuk menguasai negeri tersebut, tetapi hanya untuk berdagang dan menjaga keamanan sehingga penduduk Minangkabau akan tetap diperintah oleh para penghulu mereka dan tidak diharuskan membayar pajak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belanda juga berkata bahwa penduduk setempat wajib menanam kopi dan menjualnya kepada Belanda untuk biaya menjaga keamanan, membuat jalan, dan membuka sekolah<span style=\"font-weight: 400;\">. Belanda <\/span><em>saking udah<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">kepepetnya<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">jadi bikin-bikin alasan <\/span><em>gitu deh<\/em>, <em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Akhir Perang Padri<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengumuman Belanda memang benar hanya dalih saja. Faktanya, Belanda berusaha untuk menyerang Benteng Bonjol pada tahun yang sama. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, serangan itu dapat diperlambat oleh kaum padri berkat taktik serangan gerilya mereka. Akan tetapi, Belanda tidak menyerah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang tahun 1834, mereka fokus membuat akses jalan dan jembatan ke Bonjol. Hingga akhirnya, mulai 16 April 1935, Belanda bertekad untuk menyerbu dan menaklukkan Bonjol meski akses jalan menuju ke sana belum memadai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jenderal-sudirman\">Jenderal Sudirman dan Taktik Gerilya dalam Perang Kemerdekaan Jilid 2<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun gagal berkali-kali, Belanda tetap berusaha untuk menghancurkan Benteng Bonjol. Selain itu, Belanda juga memblokade Bonjol untuk melumpuhkan suplai bahan makanan dan senjata bagi kaum padri. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Blokade dan serangan bertubi-tubi ini justru membangkitkan semangat perlawanan dari masyarakat Minangkabau. Beberapa kali Belanda kewalahan mengatasi perlawanan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah satu tahun dikepung, Benteng Bonjol akhirnya bisa dijebol oleh Belanda. Akan tetapi, kaum padri yang gigih kembali berhasil dalam memorak-porandakan Belanda hingga keluar dari benteng. Hal ini membuat pemerintah Hindia Belanda murka.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f35c7bde-0a0b-40cd-8c93-3ef33ec93b5c.jpg\" alt=\"Perang Padri\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Ilustrasi Perang Padri (upload.wikimedia.org)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, seorang perwira tinggi Belanda yang ahli strategi perang <\/span><em>Benteng Stelsel<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">dikirim ke Bonjol. Pengepungan Bonjol dari segala penjuru pun dilakukan selama enam bulan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasukan-pasukan dari berbagai wilayah kekuasaan Belanda didatangkan. Mereka menyerang dan menghujani peluru di wilayah itu selama pengepungan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga akhirnya, Tuanku Imam Bonjol ditangkap pada 25 Oktober 1837. Penangkapan ini menjadi pukulan berat bagi perlawanan kaum padri. Mereka pun terpaksa meninggalkan Bonjol untuk meneruskan perang di hutan-hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, Perang Padri tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Tuanku Tambusai. Tapi<\/span>, benteng terakhir kaum padri di Dalu-Dalu yang dipimpinnya diduduki Belanda pada 28 Desember 1838. Dengan demikian, peristiwa ini menjadi akhir Perang Padri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dapat disimpulkan, <strong>Belanda memenangkan perang ini<\/strong>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><b>. <\/b><em>*nangis di pojokan<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> <span class=\"x19la9d6 x1fc57z9 x6ikm8r x10wlt62 x19co3pv x1g5zs5t xfibh0p xiy17q3 x1xsqp64 x1lkfr7t xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd\"><span class=\"xrtxmta x1bhl96m\">\ud83d\ude2d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Dampak Perang Padri<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan penjelasan di atas, <\/span><strong>Perang Padri adalah perang yang berawal dari perang saudara dan berakhir menjadi perang melawan kolonial Belanda<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya, ada banyak dampak Perang Padri yang dirasakan oleh pihak-pihak yang berperang, bahkan kita sebagai generasi penerus bangsa. Adapun <\/span><strong>dampak Perang Padri adalah sebagai berikut<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 Banyak korban dari semua pihak yang turut berperang.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 Kerajaan Pagaruyung (wilayah Sumatra Barat) dikuasai oleh Belanda.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 Lahirnya persatuan di tengah beragam tradisi dan agama.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 Penanaman nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-dunia-i-dan-kegagalan-lbb-dalam-menciptakan-perdamaian-dunia\">Perang Dunia I dan Kegagalan LBB dalam Menciptakan Perdamaian Dunia | Sejarah Kelas 11<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selesai <\/span><em>deh<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">cerita kita tentang sejarah Perang Padri yang terjadi di Sumatra Barat. Menarik, \u2018kan? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, buat kamu yang mau dapat lebih banyak lagi pengetahuan sejarah,<\/span><em> download<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">aplikasi <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/\">Ruangguru<\/a><\/strong>, yuk! Setelah itu, kamu tinggal buka ruangbelajar yang menyediakan video pembelajaran dengan beragam animasi menarik. Janji <\/span><em>deh<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">belajar bakal terasa lebih menyenangkan!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d5941b13-6a81-4561-8672-1205d059c690.jpeg\" alt=\"CTA Ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poesponegoro, Marwanti Djoened &amp; Notosusanto, Nugroho (ed). (2019) Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Balai Pustaka<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perang Padri, Perang Saudara yang Berujung Melawan Belanda [daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2024\/03\/01\/150000779\/perang-padri-perang-saudara-yang-berujung-melawan-belanda?page=all (Diakses pada 17 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perang Padri sebagai Revolusi Rakyat Minangkabau dalam Memeluk Agama Islam [daring]. Tautan: https:\/\/www.agamkab.go.id\/Agamkab\/detailkarya\/667\/perang-padri-sebagai-revolusi-rakyat-minang-kabau&#8211;dalam-memeluk-agama-islam.html (Diakses pada 12 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Perang Padri [daring]. Tautan: https:\/\/www.bangunpiaman.com\/2023\/03\/sejarah-perang-padri.html (Diakses pada 12 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Perang Padri: Tokoh, Penyebab, Kronologi, dan Dampak [daring]. Tautan: https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2022\/07\/20\/183104878\/sejarah-perang-padri-tokoh-penyebab-kronologi-dan-dampak?page=all (Diakses pada 12 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Perang Padri, Diawali Perpecahan di Kalangan Rakyat Minangkabau [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6294166\/sejarah-perang-padri-diawali-perpecahan-di-kalangan-rakyat-minangkabau (Diakses pada 17 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benteng\u00a0 van der Capellen [daring]. Tautan:https:\/\/min.wikipedia.org\/wiki\/Benteng_Van_der_Capellen#\/media\/Berkas:Fort_van_der_Capellen1826.jpg (Diakses pada 26 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilustrasi Perang Padri [daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/7\/7a\/Naar-beide-zijden-front.jpg (Diakses pada 17 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Artikel ini disunting oleh <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\">Laras Sekar Seruni<\/a>.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sejarah kelas 11 ini membahas sejarah Perang Padri secara lengkap dan kronologis, mulai dari tokoh, penyebab, hingga dampaknya. &#8212; &nbsp; Pernahkah kamu membaca atau mendengar sejarah Perang Padri atau Paderi? Buat yang belum tahu, Perang Padri adalah salah satu perang yang terjadi paling lama di Indonesia, mulai dari tahun 1803\u20141838. Ya, walaupun, sempat ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":121,"featured_media":19332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1722477529:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &amp; Dampaknya"],"_aioseo_description":["Penasaran dengan latar belakang terjadinya perang padri? Yuk, simak kronologi perang padri, sekaligus tokoh-tokoh dibaliknya dan dampaknya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png"],"_knawatfibu_alt":["Perang Padri"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,265,37],"class_list":["post-19332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xi","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &amp; Dampaknya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &amp; Dampaknya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Sejarah kelas 11 ini membahas sejarah Perang Padri secara lengkap dan kronologis, mulai dari tokoh, penyebab, hingga dampaknya. &#8212; &nbsp; Pernahkah kamu membaca atau mendengar sejarah Perang Padri atau Paderi? Buat yang belum tahu, Perang Padri adalah salah satu perang yang terjadi paling lama di Indonesia, mulai dari tahun 1803\u20141838. Ya, walaupun, sempat ada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-26T05:03:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-01T02:00:01+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tri Janarti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tri Janarti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\"},\"author\":{\"name\":\"Tri Janarti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d\"},\"headline\":\"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &#038; Dampaknya | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2024-07-26T05:03:33+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-01T02:00:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\"},\"wordCount\":1891,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah XI\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\",\"name\":\"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh & Dampaknya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png\",\"datePublished\":\"2024-07-26T05:03:33+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-01T02:00:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &#038; Dampaknya | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d\",\"name\":\"Tri Janarti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tri Janarti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tri-janarti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh & Dampaknya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh & Dampaknya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Sejarah kelas 11 ini membahas sejarah Perang Padri secara lengkap dan kronologis, mulai dari tokoh, penyebab, hingga dampaknya. &#8212; &nbsp; Pernahkah kamu membaca atau mendengar sejarah Perang Padri atau Paderi? Buat yang belum tahu, Perang Padri adalah salah satu perang yang terjadi paling lama di Indonesia, mulai dari tahun 1803\u20141838. Ya, walaupun, sempat ada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-07-26T05:03:33+00:00","article_modified_time":"2024-08-01T02:00:01+00:00","author":"Tri Janarti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tri Janarti","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri"},"author":{"name":"Tri Janarti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d"},"headline":"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &#038; Dampaknya | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2024-07-26T05:03:33+00:00","dateModified":"2024-08-01T02:00:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri"},"wordCount":1891,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","Sejarah XI","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri","name":"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh & Dampaknya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png","datePublished":"2024-07-26T05:03:33+00:00","dateModified":"2024-08-01T02:00:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7ef7d9d1-050c-4bbc-a50d-bfc92c91e97b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perang-padri#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &#038; Dampaknya | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d","name":"Tri Janarti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tri Janarti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tri-janarti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/121"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19332"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19425,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19332\/revisions\/19425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}