{"id":1873,"date":"2024-01-22T09:00:00","date_gmt":"2024-01-22T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1873"},"modified":"2024-01-22T13:21:41","modified_gmt":"2024-01-22T06:21:41","slug":"teori-asal-usul-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan","title":{"rendered":"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png\" alt=\"teori asal usul kehidupan\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang penasaran nggak, sebenarnya, kehidupan itu asalnya darimana, ya? Yuk, kita belajar sama-sama mengenai Teori Asal Usul Kehidupan di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tag\/biologi-xii\">artikel Biologi kelas 12<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana kita bisa lahir? <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Okay<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, ganti pertanyaan. Bagaimana makhluk hidup bisa ada di dunia ini? Sebagian dari kamu mungkin akan berpikir mengenai Teori Big Bang, Teori Evolusi, atau kalau sudah mentok <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan menjawab \u201cdari sananya\u201d sambil garuk-garuk kepala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di dalam ilmu biologi, ternyata ada yang namanya <\/span><strong>Teori Asal Usul Kehidupan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Yap, sesuai namanya, teori ini akan <\/span><strong>mengupas segala hal yang berkaitan dengan asal-usul kehidupan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Seperti apa ya penjelasan lengkapnya? Mari simak!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak zaman dahulu, beberapa ahli sudah mengeluarkan berbagai pendapat mengenai asal usul makhluk hidup yang ada di bumi. Ada 5 Teori Asal Usul Kehidupan yang bisa kamu pahami. Kita mulai dari teori yang tertua dulu ya, yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>1. Teori Abiogenesis (<em>Generatio Spontanea<\/em>)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><strong>Teori abiogenesis adalah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> teori yang menyatakan bahwa <\/span><strong>makhluk hidup berasal dari benda mati<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Aneh, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Tapi, begitulah pandangannya di masa lampau. Ini terjadi karena orang-orang pada zaman dulu mendapatkan fakta dari hal yang dia lihat saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, bagaimana orang pada masa itu menganggap ikan dan katak berasal dari lumpur, ya karena melihat makhluk itu \u201cmuncul dari lumpur\u201d. Bagaimana mereka berpikir bahwa cacing berasal dari tanah, ya karena mereka melihatnya di tanah. Sesimpel ituuh~<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"asal usul kehidupan\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20abiogenesis%20katak.gif\" alt=\"asal usul kehidupan\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Aku lahir dari mana? (Sumber: giphy.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang terlihat dari isi teorinya, <\/span><strong>penganut Teori Abiogenesis adalah ilmuwan-ilmuwan di masa lampau, seperti Aristoteles (384-322 SM).<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Awal kemunculan teori ini adalah saat Aristoteles meletakkan sepotong daging di tempat terbuka. Perlahan-lahan, daging itu membusuk dan munculah larva lalat (belatung). Kejadian inilah yang membuat Aristoteles berpendapat kalau makhluk hidup berasal dari benda mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pada tahun 1677, <\/span><b>Antonie van Leeuwenhoek, seorang ilmuwan Belanda, ikut mendukungnya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Antonie mengamati air rendaman jerami melalui mikroskop buatannya, dan menemukan makhluk renik mulai bermunculan dari jerami yang direndam tersebut. Sehingga, ia juga percaya kalau makhluk hidup berasal dari benda mati. Namun, pada abad ke-19, teori ini disanggah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/spesiasi\" rel=\"noopener\">Spesiasi, Cara Menciptakan Hewan Baru dengan Sains<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Teori Biogenesis<\/span><\/h2>\n<p><strong>Teori Biogenesis adalah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa <\/span><strong>makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Adapun para ilmuwan yang mengemukakan teori ini, di antaranya <\/span><strong>Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka melakukan pengamatan tersendiri yang lebih terencana dan terstruktur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya lebih jelas, kita bahas saja ya, pengamatan dari masing-masing ilmuwan ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Percobaan Francesco Redi<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 400px;\" title=\"francesco redi.jpg\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/francesco%20redi.jpg\" alt=\"francesco redi\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi Francesco Redi (<span style=\"background-color: transparent;\">Sumber: timetoast.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Francesco Redi adalah seorang dokter dan ahli Biologi. Ia menjadi orang pertama yang melakukan percobaan untuk menyanggah Teori Abiogenesis. Redi membuat percobaan dengan memasukkan daging ke dalam dua buah toples; toples tanpa penutup (terbuka) dan toples dengan penutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa hari diamati, muncul larva di daging dalam toples yang terbuka. Sementara daging di toples yang tertutup bersih. Redi pun berkesimpulan bahwa belatung tersebut berasal dari lalat-lalat yang masuk ke dalam toples dan bertelur di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penentuan-jenis-kelamin-pada-makhluk-hidup\">Penentuan Jenis Kelamin Makhluk Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"asal usul kehidupan\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/percobaan%20francesco%20redi-1.jpg\" alt=\"Percobaan asal usul kehidupan\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Percobaan Francesco Redi\u00a0<span style=\"background-color: transparent;\">(Sumber: timetoast.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti sampai di situ, Redi kembali membuat percobaan untuk meyakinkan kesimpulannya. Dia memodifikasi toples yang digunakan dengan membuat tutup yang terbuat dari kain kasa. Hal ini dilakukan agar udara dari luar bisa masuk dan terjadi pembusukan daging. Tetapi, lalat tidak dapat masuk, sehingga mencegah munculnya telur lalat. Hasilnya? Daging tersebut membusuk, dan tidak ada larva yang lahir.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3524149-90a7-4ae5-b14e-7f9f35b478c0.png\" alt=\"teori biogenesis - percobaan fransesco redi\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Percobaan Lazzaro Spallanzani<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"asal usul kehidupan\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/lazaro%20spallanzani.jpg\" alt=\"Lazzaro Spallanzani\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Patung Lazzaro Spallanzani (Sumber: spallanzani.it)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lazzaro Spallanzani adalah seorang ilmuwan dan ahli fisiologi asal Italia. Hampir mirip dengan percobaan yang dilakukan oleh Redi, Spallanzani berusaha membuktikan bahwa munculnya organisme berasal dari organisme lain yang hidup. Spallanzani melakukan pengujian dengan memanaskan air kaldu (rebusan daging) di dua tempat yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dipanaskan, masing-masing wadah diberikan kondisi yang berbeda, yakni wadah yang pertama diberi penutup, sementara wadah satunya dibiarkan terbuka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pohon-filogeni\">Pohon Filogeni: Menjawab Kenapa Manusia Mirip Kera<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px;\" title=\"asal usul kehidupan\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/percobaan%20lazaro%20spallanzani.jpg\" alt=\"Larazzon asal usul kehidupan\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Percobaan Lazzaro Spallanzani (Sumber: timetoast.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah didiamkan beberapa hari, terlihat bahwa di wadah yang terbuka, kondisi air kaldu menjadi keruh dan aromanya busuk. Di sisi lain, kondisi air kaldu pada wadah yang tertutup tetap jernih. Kok bisa? Ini terjadi karena adanya aktivitas mikroorganisme yang berasal dari udara bebas.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9025fbba-5ff0-46f4-b117-804bf0dc8d84.png\" alt=\"teori biogenesis - percobaan lazzaro spallanzani\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">c. Percobaan Louis Pasteur<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"asal usul kehidupan\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/louis%20pasteur.jpg\" alt=\"Louis Pasteur\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Louis Pasteur (<span style=\"background-color: transparent;\">Sumber: thefamouspeople.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sudah dilakukan penelitian oleh Redi dan Spallanzani, Teori Abiogenesis tetap masih dipercaya kebenarannya. Para pendukungnya menyangkal kesimpulan yang dibuat oleh Spallanzani dan mengatakan bahwa mikroorganisme tidak tumbuh karena tidak ada udara. Menurut mereka, udara dibutuhkan untuk menyokong kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/perbedaan-teori-evolusi-darwin-dan-lamarck\" rel=\"noopener\">Perbedaan Teori Evolusi Darwin dan Lamarck<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai akhirnya, Louis Pasteur, seorang ahli biokimia kebangsaan Prancis, berhasil menyempurnakan percobaan Spallanzani, sekaligus mematahkan Teori Abiogenesis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasteur memodifikasi salah satu wadah yang digunakan Spallanzani dengan wadah labu berleher panjang. Untuk apa? Leher panjang ini berguna sebagai indikator yang memberitahukan bahwa masih ada hubungan antara labu dan udara di luar (masih ada oksigen untuk mikroorganisme hidup).<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px;\" title=\"asal usul kehidupan\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/percobaan%20louis%20pasteur-1.jpg\" alt=\"Percobaan Louis\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi oleh Megan Whitaker<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu bagaimana hasilnya?<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dipanaskan dan didiamkan beberapa hari, ternyata air kaldu yang ditempatkan di labu berleher panjang tetap jernih. Tetapi, di bagian ujung lehernya muncul banyak debu dan kotoran. Sementara pada wadah yang terbuka, mengandung mikroorganisme.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2b192ec6-6f44-472b-b5af-4047da49da39.png\" alt=\"teori biogenesis - percobaan louis pasteur\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eksperimen ini pun mematahkan Teori Abiogenesis dan menghasilkan teori baru dengan 3 isi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Omne vivum ex ovo: Semua makhluk hidup berasal dari telur.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Omne ovum ex vivo: Semua telur berasal dari makhluk hidup.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Omne vivum ex vivo: Semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu juga pasti setuju dengan hasil teori dari percobaan Pasteur itu. Tapi sekarang, bagaimana kalau pertanyaannya kita ubah menjadi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>\u201cKalau semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain, bagaimana caranya makhluk hidup pertama lahir?\u201d<\/strong><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hayo, kalau ada yang tahu, coba tulis di kolom komentar di bawah ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Teori Evolusi Kimia (<em>Neo Biogenesis<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah setelah Louis Pasteur berhasil mematahkan Teori Abiogenesis, pertanyaan mengenai asal-usul kehidupan sudah terjawab? Sayangnya, belum juga. Para ilmuwan masih terus berpikir dan menciptakan teori-teori baru. Salah satunya Teori Neo Biogenesis. Apa sih itu?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/klasifikasi-dan-dampak-mutasi\">Mutasi: Pengertian, Klasifikasi, dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Neo Biogenesis, atau Teori Evolusi Kimia menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari senyawa organik. Teori ini berasal dari hipotesis dua orang ilmuwan asal Inggris, yaitu Oparin dan Haldane pada tahun 1920.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a803285f-741c-4e5e-8f56-cb770b987e47.jpg\" alt=\"teori evolusi kimia - teori neobiogenesis - oparin dan haldane\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar Oparin dan Haldane, pencetus Teori Evolusi Kimia (Sumber: Twitter.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya, berpendapat kalau laut yang baru terbentuk, mengandung molekul sederhana yang melimpah. Dari molekul sederhana ini, terbentuklah molekul-molekul yang lebih kompleks, sebagai cikal-bakal munculnya kehidupan. Namun, teori ini belum bisa dibuktikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pada tahun 1953, Harold Urey dan muridnya, yaitu Stanley Miller, baru bisa menyempurnakan teori tersebut. Mereka membuat eksperimen dengan menciptakan atmosfer bumi primitif, ditambah dengan campuran gas-gas, seperti metana, amonia, hidrogen, dan uap air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, Urey dan Miller memanfaatkan aliran listrik sebagai sumber pengganti cahaya matahari dan kilat. Dalam beberapa hari, percobaan tersebut menghasilkan senyawa organik yang terdiri dari urea, asam asetat, asam laktat, dan asam amino.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3361345c-431f-4f35-ae2b-d4400b7b02ce.png\" alt=\"Percobaan Miller-Urey - Teori Evolusi Kimia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Percobaan Miller-Urey (Sumber: Wikipedia.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari hasil percobaan ini, mereka menyimpulkan kalau terbentuknya makhluk hidup dari senyawa organik, sangat mungkin terjadi. Namun, prosesnya membutuhkan waktu jutaan tahun hingga sampai pada penciptaan makhluk hidup yang paling sederhana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Teori Panspermia<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti sampai di situ, pada abad ke-19, para ilmuwan antariksa mengemukakan teori baru mengenai asal-usul kehidupan, yaitu Teori Panspermia atau Teori Eksogenesis atau Teori Kosmologi. Nah loh, apaan lagi tuh?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Panspermia menyatakan bahwa benih-benih kehidupan sudah ada dan tersebar di seluruh alam semesta (luar angkasa). Jadi, mereka menganggap kalau organisme mikroskopis itu berasal dari luar angkasa, misalnya asteroid atau planet lain yang berdekatan dengan Bumi, seperti Venus atau Mars. Kemudian, berkembang dan berevolusi di Bumi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/biologi-kelas-12-apa-itu-mitosis\">Pengertian dan Tahap-Tahap Pembelahan Sel Mitosis<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d0100186-ae2d-4763-b079-de574ca8cd8d.jpeg\" alt=\"ilustrasi alam semesta\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ilustrasi Luar Angkasa (Sumber: Detik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, teori ini lebih bersifat spekulatif karena belum ada cara untuk membuktikannya. Sehingga, banyak juga yang berpendapat bahwa Teori Panspermia nggak bisa dianggap sebagai hipotesis, apalagi teori.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>5. Teori Penciptaan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyaknya teori-teori yang bermunculan, membuat para ilmuwan semakin bingung, gais. Akhirnya, sebagian ilmuwan memutuskan untuk kembali ke teori penciptaan yang bersumber dari ajaran agama serta kitab-kitab yang mereka ikuti. Oleh karena itu, munculah Teori Penciptaan yang berasal dari agama. Meskipun belum terbukti kebenarannya secara ilmiah, tapi karena teori itu berasal dari Tuhan, mereka meyakini dengan iman, bukan pemikiran manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, itulah penjelasan materi biologi SMA mengenai <\/span><strong>Teori Asal Usul Kehidupan<\/strong><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dimulai dari dua teori dasar biogenesis dan abiogenesis, serta tiga percobaan ilmuwan Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Menarik sekali bukan? Nah, untuk kamu yang masih bingung atau ingin belajar lebih banyak lagi, yuk segera <em>download<\/em> <a href=\"\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a> ! Belajar jadi semakin mudah dan menyenangkan dengan video-video animasi yang seruuu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Kamu bisa belajar UTBK kilat dengan mengambil Paket Kilat UTBK Intensif dari Brain Academy.&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:10755,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:4409430},&quot;16&quot;:10}\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/download-for-desktop\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Irnaningtyas. (2018). Biologi untuk SMA\/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Franesco Redi&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.timetoast.com\/timelines\/scientists-contributions-to-the-origins-of-life<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Percobaan Francesco Redi&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.timetoast.com\/timelines\/germs-time-line-by-chloe-gulick-p-3<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Lazarro Spallanzani&#8217; [daring] Tautan: http:\/\/www.spallanzani.it\/<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Percobaan Lazarro Spallanzani&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.timetoast.com\/timelines\/history-of-spontaneous-generation-e8670e79-80ba-46c7-98d0-c35c30181990<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Louis Pasteur&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.thefamouspeople.com\/profiles\/louis-pasteur-145.php<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Percobaan Louis Pasteur&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.pasteurbrewing.com\/pasteur-swan-neck-flask-experiment\/<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/gradient-mountain-landscape_20547362.htm#query=jungle&amp;position=3&amp;from_view=search&amp;track=sph&amp;uuid=9e6aef0f-eab4-4b57-8c1c-9fab9b5d9df4 (diakses pada 22 Januari 2024)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini diperbarui pada 22 Januari 2024 oleh Hani Ammariah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang penasaran nggak, sebenarnya, kehidupan itu asalnya darimana, ya? Yuk, kita belajar sama-sama mengenai Teori Asal Usul Kehidupan di artikel Biologi kelas 12 ini! &#8212; &nbsp; Bagaimana kita bisa lahir? Okay, ganti pertanyaan. Bagaimana makhluk hidup bisa ada di dunia ini? Sebagian dari kamu mungkin akan berpikir mengenai Teori Big Bang, Teori Evolusi, atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":1873,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1705904502:1"],"_wp_old_date":["2022-08-30"],"_aioseo_title":["Penjelasan 5 Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12"],"_aioseo_description":["Ada yang penasaran nggak, sebenarnya, kehidupan itu asalnya darimana, ya? Yuk, kita belajar sama-sama mengenai Teori Asal Usul Kehidupan di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[506,512],"tags":[73,76,10,37],"class_list":["post-1873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-12","tag-biologi-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada yang penasaran nggak, sebenarnya, kehidupan itu asalnya darimana, ya? Yuk, kita belajar sama-sama mengenai Teori Asal Usul Kehidupan di artikel Biologi kelas 12 ini! &#8212; &nbsp; Bagaimana kita bisa lahir? Okay, ganti pertanyaan. Bagaimana makhluk hidup bisa ada di dunia ini? Sebagian dari kamu mungkin akan berpikir mengenai Teori Big Bang, Teori Evolusi, atau [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-22T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-22T06:21:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\"},\"author\":{\"name\":\"Kresnoadi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"headline\":\"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2024-01-22T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-22T06:21:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\"},\"wordCount\":1542,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png\",\"keywords\":[\"Biologi XII\",\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\",\"name\":\"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png\",\"datePublished\":\"2024-01-22T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-22T06:21:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Ada yang penasaran nggak, sebenarnya, kehidupan itu asalnya darimana, ya? Yuk, kita belajar sama-sama mengenai Teori Asal Usul Kehidupan di artikel Biologi kelas 12 ini! &#8212; &nbsp; Bagaimana kita bisa lahir? Okay, ganti pertanyaan. Bagaimana makhluk hidup bisa ada di dunia ini? Sebagian dari kamu mungkin akan berpikir mengenai Teori Big Bang, Teori Evolusi, atau [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-01-22T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-01-22T06:21:41+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan"},"author":{"name":"Kresnoadi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"headline":"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12","datePublished":"2024-01-22T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-01-22T06:21:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan"},"wordCount":1542,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png","keywords":["Biologi XII","Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan","name":"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png","datePublished":"2024-01-22T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-01-22T06:21:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f66073dd-a7f8-4830-a935-e48e1778c99a.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/teori-asal-usul-kehidupan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan Teori-Teori Asal Usul Kehidupan | Biologi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1873"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16738,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1873\/revisions\/16738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}